Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 23-30 E-ISSN: x-x ISSN: Variasi Genetik Varietas Tanaman Pala Lokal di Kelurahan Gubukusuma Berdasarkan Karakter Morfologi Rahayu Mahmud1*. Sundari1. Nasir Tamalene1 Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun Abstract Miristica sp. Is a native plant of Indonesia. Indonesia has large nutmeg genetic resources with a center of plant diversity in the Maluku islands. The highest plant diversity is found on the islands of Banda. Siua and Papua. This study aims to analyze genetic diversity and Miristica sp kinship based on morphological characters. This research is a descriptive. The results showed that in this Gubukusuma village 19 local varieties of nutmeg were obtained. As for kinship, there are four main groups namely group I consisting of nutmeg nutmeg, macaque nutmeg, ordinary nutmeg 6. II consists of bottle nutmeg 2, ordinary nutmeg 3, nutmeg 1, ordinary nutmeg 2. group i consists of king nutmeg 1 , king nutmeg 2, lemon nutmeg, forest nutmeg. Group IV consisted of small nutmeg, ordinary nutmeg 5, ordinary nutmeg 4, and ordinary nutmeg 1. Key words: Genetic Variations Nutmeg. Gubukusuma. Tidore Pendahuluan Tanaman (Miristica merupakan tanaman asli Indonesia (Theguezman dan siemonsma, 1999 , 1999 . Marzuki 2. selain itu Indonesia merupakan pusat asal usul . enter of origi. beberapa spesies dari genus Miristica (Pursegloveet. Weiss, 2002 . Marzuki 2. Indonesia memiliki sumber daya genetik pala yang besar dengan pusat keragaman tanaman berada di kepulauan Maluku. Keragaman tanaman tertinggi ditemukan di Pulau Banda. Siua dan Papua (Hadad dan Hamid. , 1990 . Marzuki 2. Sebagai pusat keragaman genetik . enter of diversit. Indonesia harus mengambil pemanfaatan tanaman ini. Pala sebagai sumber daya pertanian, perlu dikelola dan di manfaatkan secara optimal guna mendukung pembangunan pertanian indonesia yang berkelanjutan. Khususnya di daerah Maluku Utara. Di Maluku ditemukan beberapa jenis pala, antara lain . Reinw, yang biasa disebut juga sebagai pala Maba, jenis ini ditemukan di Halmahera, dan di Ternate disebut sebagai pala Patani, (Nurdjannah 2007. Wahyuni et al. , 2016. Soenarsih et al. Barmawie, 2. , . Warb. dikenal dengan nama pala Bacan atau pala hutan, . schefferi Warb, biasa disebut juga sebagai pala Onin atau Gosoriwonin, ditemukan di Papua (Nurdjannah, 2007. Barmawie, 2018 ), . fragrans Houtt. dikenal dengan nama pala Banda, . fatua Houtt, sering dinamakan sebagai pala Laki-laki atau pala Fuker (Band. atau pala hutan (Ambo. , . argentea Warb. dengan nama pala Irian atau pala Papua, . tingens Blume biasa disebut juga sebagai pala Tertia dan . Houtt. dikenal dengan nama pala Burung atau pala Mendaya * Corresponding Author: rahayumahmud20@gmail. Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 23-30 E-ISSN: x-x ISSN: (Baca. atau pala Anan (Ternat. (ILO 2011. Martini, 2015. Barmawie. Menurut hasil penelitian sebelumnya Kota Tidore Kepulauan memiliki delapan jenis keanekaragaman pala yang berbeda yakni Pala hutan buah besar kulit merah (Myristica fatu. Pala hutan jaya buah besar. Pala lonjong merah (Myristica fatu. Pala buah besar dan biji besar. Pala buah kecil kulit merah . Pala banda buah besar (Myristica fragran. Pala buah lonjong (Myristica argente. , danPala buah lonjong unjung lancip (Myristica argente. (Soenarsih, 2. Informasi keragaman tanaman maupun jenis varietas pala yang ada di Maluku Utara khususnya di Kelurahan Gubukusuma Metode Tipe penelitian Bersifat deskriptif kuantitatif dengan tekhnik survey, pendekatan kuantitatif serta bsersifat mengembangkan dan memvalidasi maka menggunakan perangkat pembelajaran biologi materi keanekaragaman hayati di kelas X. Kota Tidore Kepulauan masih terbatas. Informasi tersebut penting agar dapat keragaman yang ada sebagai bahan pengembangan varietas unggul baru. Konservasi dilakukan untuk mencegah terjadinya kepunahan varietas pala akibat berbagai tindakan manusia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam pengelolaan tanaman pala adalah identifikasi dan karakterisasi yakni pada tingkat morfologi. Karakterisasi tanaman pada tingkat morfologi diperlukan terutama untuk keperluan identifikasi fenotipe dan perubahannya terkait dengan ekotipe atau perubahan Ae perubahan lingkungan. Tehnik pengambilan data Tehnik pengumpulan data yang dilakukan berdasarkan data sekunder, yaitu perkebunan hasil pala di tiga dusun kelurahan Gubukusuma. Karakteristik yang dipakai sebagai penciri morfologi tanaman mengacu pada pedoman Tropical Fruits Descriptors yang terdiri dari 19 karakter. Tabel 1. Acuan Karakter Morfologi No. Karakteristik Bentuk tajuk Tinggi cabang pertama permukaan tanah Bentuk daun Pangkal daun Warna daun tua Warna daun muda Tekstur daun Indikator Kolom Piramid Oval <50 cm >50 cm Bangun lanset Jorong Bulat Memanjang Runcing Meruncing Tumpul Membulat Hijau Hijau tua Hijau muda Hijau kekuningan Lunak Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 23-30 E-ISSN: x-x ISSN: Tepi daun Jumlah bunga per tangkai Bentuk buah Warna buah tua Warna buah muda Ujung daun Bentuk ujung buah Bentuk pangkal buah Bentuk biji Warna biji tua Permukaan kulit biji Warna fuli Sedang Keras Rata Beringgit Oblat Bulat Oval Agak lonjong Kuning Kuning kehijauan Kuning kecoklatan Hijau muda Hijau tua Kuning Runcing Meruncing Tumpul Membulat Tumpul Membulat Runcing Cekung Cembung Datar Runcing Oblat Bulat Oval Agak lonjong Lonjong Hitam mengkilap Coklat kehitaman Mengkilap Tidak mengkilap Merah terang Putih kekuningan (IPGRI, 1980. Marjuki,2. Untuk mengetahui keragaman fenotipik dan hubungan kekerabatan antar jenis pala di olah menggunakan analisis pengelompokan data matriks . luster analysi. dan pembuatan dendogram dengan metode UPGMA . nweighted Pair Group Method Arithmeti. Dengan program MVSP versi 3. Hasil dan Pembahasan Seluruh pala lokal yang terdapat di Gubukusuma kedalam tabel karakter morfologi pada data biner analisis kekerabatan yang terdapat dalam bentuk data biner pada lampiran dua. Selanjutnya data analisis morfologi tersebut dikonstruksi ke dalam bentuk matrix dengan menggunakan program MVSP versi 3. Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 23-30 E-ISSN: x-x ISSN: Tabel 2. Matrix hasil perhitungan indeks kemiripan Pala Pala Pala Pala Pala Pala Pala Pala Pala biasa 1 Pala biasa 2 4,243 Pala hutan 3,162 4,472 Pala botol 1 4,472 4,00 4,243 Pala biasa 3 4,472 3,464 4,69 3,162 Pala biasa 4 2,828 4,472 3,742 4,69 4, 00 Pala lemon 3,162 4,243 3,162 4,472 4,472 3,464 Pala bui Pala Pala Pala Pala Pala Pala Pala 6,164 5,477 6,481 6,633 6,481 6,481 6,633 Pala raja 1 4,243 4,243 4,243 4,472 4,472 4,69 3,742 6,928 Pala botol 2 4,69 4, 00 4,472 4, 00 3,162 4,472 4, 00 6,481 4,472 Pala biasa 5 2,828 4,243 3,162 4,243 4,243 2,828 4, 00 6,325 4,472 4,69 Pala raja 2 3,742 4,472 3,742 4, 00 4,243 3,742 3,742 6,928 3,742 4,472 3,742 Pala biasa 6 4,243 4,243 4,899 4,472 3,742 3,742 4,472 6,481 4,899 4,472 4,243 4,472 Pala kecil 3,162 4,899 4, 00 4,472 4,243 3,162 4, 00 6,325 4,899 4,472 3,162 3,742 3,464 Pala kera 4,472 4,243 5,099 5,099 4,472 4,472 4,69 6,481 4,69 4,899 4,472 5,099 3,464 4,243 Selanjutnya untuk mengetahui hubungan kemiripan antara pala lokal yang terdapat di Kelurahan Gubukusuma maka ditemukan hasil yang tergambar dalam dendogram dibawah ini: UPGMA Pala bui Pala kera Pala biasa 6 Pala botol 2 Pala biasa 3 Pala botol 1 Pala biasa 2 Pala raja 1 Pala raja 2 Pala lemon Pala hutan Pala kecil Pala biasa 5 Pala biasa 4 Pala biasa 1 Euclidean Gambar 1. Dendogram hubungan kemiripan pala lokal di Gubukusuma Berdasarkan dendogram di atas genetic pala di kelurahan Gubukusuma dalam kategori tinggi dengan nilai kemiripan . sebesar 6, 928. Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 23-30 E-ISSN: x-x ISSN: Hasil dari matriks pada table 4. menunjukan bahwa perhitungan indeks kemiripan tertinggi terdapat pada pala raja 2 dan pala bui dengan indeks kemiripan sebesar 6,928, sedangkan kemiripan terendah terdapat pada pala biasa 4 dengan pala biasa 1, pala biasa 5 dengan pala biasa 1, dan pala biasa 5 dengan pala biasa 4 memiliki indeks kemiripan sebesar 2,828 Selanjutnya berdasarkan hasil olahan dendogram dari lima belas pala lokal tersebut diketahui ada 4 kelompok utama yang dapat di uraikan sebagai Kelompok 1 merupakan kelompok yang terdapat pala lokal di lokasi kedua dan lokasi ketiga yakni pala bui . sementara pala kera dan pala biasa 6 . Ketiga pala lokal ini memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan indeks kemiripan 6,481 % dan kesamaan jumlah karakter morfologi sebanyak 19 karakter yang sama. Ketiga sampel pala lokal yang terdapat di Kelurahan Gubukusuma ini memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat akan tetapi bila dilihat ternyata sampel tumbuhan pala ini tumbuh dan berkembang pada lokasi yang berbeda yakni pala bui memiliki daerah yang agak berjauhan dengan pala biasa 6 dan pala kera. Hal ini diperkirakan karena 3 sampel ini diturunkan dari satu nenek moyang yang membawa sifat ciri yang sama, seperti yang dikemukakan oleh Rimbawanto dkk . Albar, 2. banyak faktor yang mengakibatkan percampuran antara gen dan populasi, diantaranya percampuran secara alami perkawinan/hibridasi, persamaan pada sisi nenek moyang . atau peran manusia baik pada saat domestika maupun secara budidaya. Kelompok II merupakan jenis pala lokal yang di temukan pada lokasi pertama dan kedua yakni pala botol 2, pala biasa 3, pala botol 1 dan pala biasa 2 keempat pala lokal tersebut memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan kesamaan jumlah karakter sementara itu indeks kemiripan yang dimiliki mencapai 4,00 dan 3,162 %. Jika dilihat dari gambar dendogram diatas pala botol 2, pala biasa 3, dan pala botol 1 memiliki hubungan kekerabatan yang dekat, dengan indeks kemeripan 3,162 % sementara itu pala botol 2, pala botol 1, dan pala biasa 2 memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan indeks kemiripan 4,00 %. Dari keempat pala lokal tersebut hanya jenis pala botol 2, pala botol 1 yang memiliki karakter ciri yang dapat di turunkan kepada pala biasa 2 sementara pala biasa 3 memiliki karakter ciri yang tidak dapat diturunkan pada pala biasa 2 Kelompok i merupakan jenis pala lokal yang di temukan pada lokasi pertama, kedua, dan ketiga yakni pala raja 1, pala raja 2, pala lemon dan pala hutan memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan indeks kemiripan 3,742 %, dari keempat pala lokal tersebut pala raja 1 dan pala lemon memiliki karakter ciri yang tidak dapat di turunkan pada pala hutan, sementara pala raja 2 memiliki karakter ciri yang dapat di turunkan pada pala hutan dengan indeks kemiripan mencapai 3,742 Meskipun kekerabatan yang dekat namun keempat pala lokal ini tidak memiliki jumlah karakter morfologi yang sama pala lokal jenis pala raja 1, raja 2 dan pala lemon memiliki jumlah karakter morfologi sebnayak 19 karakter sementara untuk pala hutan sebanyak 16 karakter , hal ini dikarenakan ketiga pala lokal tersebut memiliki karakter morfologi yang tidak dimiliki oleh jenis pala hutan. Keempat pala lokal tersebut memiliki karakter morfologi yang tidak sama dilihat dari Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 23-30 E-ISSN: x-x ISSN: kesamaan ciri morfologinya. Penampilan bentuk tanaman dikendalikan oleh sifat genetik tanaman dibawah pengaruh faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan morfologi tanaman antara lain iklim, suhu, jenis tanah, kondisi tanah, ketinggian tempat dan kelembaban (Yuniarti, 2. Kelompok IV merupakan jenis pala lokal yang di temukan pada lokasi pertama, kedua, dan ketiga yakni pala kecil, pala biasa 5, pala biasa 4 dan pala biasa 1 memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan jumlah karakter morfologi sebanyak 19 karakter dan indeks kemiripan mencapai 3,162 dan 2,828 % dimana jenis pala kecil memiliki karakter ciri yang dapat di turunkan pada pala biasa 5, pala biasa 4 dan pala biasa 1 dengan indeks kemiripan mencapai 3,162. Sementara pala biasa 5 memiliki karakter ciri yang dapat di turunkan pada pala biasa 4 dan pala biasa 1 dengan indeks kemiripan mencapai 2,828 %. Sama halnya dengan pala lokal pada kelompok I,II,dan i pala lokal pada Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari tanaman pala yang dijadikan bahan oleh peneliti maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Keanekaragan genetic pala local di kelurahan Gubukusuma dalam kategori tinggi dengan nilai similaritas 6,928. Kekerabatan varietas pala lokal di kelurahan Gubukusuma terbagi dalam 4 klaster utama yakni. Kelompok I pala bui . pala kera dan pala biasa 6 . ketiga pala lokal ini memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan indeks kemiripan 6,481 % dan kesamaan jumlah karakter morfologi sebanyak 19 karakter. Kelompok II di kelompok IV juga memiliki kekerabatan yang sangat dekat meskipun secara geografis tumbuh dan berkembang pada wilayah yang berbeda, hal tersebut karena pala lokal tersebut berasal dari dari satu nenek moyang yang membawa sifat ciri yang sama. seperti yang dikemukakan oleh Allbar dalam penelitiannya ternyata ada beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuhan meski di tanam di tempat yang berbeda Faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor genetik dan faktor lingkungan sehingga dapat memunculkan dikatakan dapat berbeda serta dapat pula Faktor diantaranya adalah iklim, suhu, keadaan tanah, ketinggian, ph, asupan air, tempat budidayaoleh manusia . ara tanam, jaran antara tanaman, pemupukan, pemilihan bibit,dl. Sedangkan faktor genetiknya adalah materi pembawaan suatu sifat dari satu nenek moyang yang sama (Albar, temukan pada lokasi pertama dan kedua yakni pala botol 2, pala biasa 3, pala botol 1 dan pala biasa 2 memiliki jumlah kesamaan karakter morfologi sebanyak 19 karakter dan indeks kemiripan yang dimiliki mencapai 4,00 dan 3,162. Kelompok i ditemukan pada lokasi pertama, kedua dan ketiga yakni pala raja 1, pala raja 2, pala lemon dan pala hutan memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan indeks kemiripan mencapai 3,742 %, pala raja 1, pala raja 2, dan pala lemon memiliki jumlah karakter morfologi yang sama sebanyak 19 karakter sementara para hutan memiliki jumlah jumlah karakter sebanyak 16 karakter. Kelompok IV di temukan pada lokasi pertama, kedua dan ketiga yakni pala kecil, pala biasa 5, pala biasa 4, dan pala Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 23-30 E-ISSN: x-x ISSN: biasa 1 memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan jumlah karakter morfologi sebanyak 19 karakter dan Referensi