Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2023 DOI: http://doi. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 SUSTAINABLE PROFESSIONAL DEVELOPMENT OF VOCATIONAL SCHOOL TEACHERS THROUGH TRAINING AND ASSISTANCE FOR THE PREPARATION OF CLASS ACTION RESEARCH PROPOSAL Dian Retnasari1. Sri Wening2. Emy Budiastuti3 Universitas Negeri Yogyakarta. Indonesia e_Mail: 1dian. retnasari@uny. sri wening@uny. emy_budiastuti@uny. Abstract This program was implemented with the aim of providing solutions for teachers in overcoming the difficulty of conducting Classroom Action Research (PTK) to fulfill scientific publications. The method implemented in this activity is to provide assistance in the form of training workshops and mentoring in the form of: . mastery of PTK concepts through lectures and discussions on research problems, literature review and reference searches via the internet, action and research design, preparation of research results reports and self-editing techniques, . technical procedures for preparing PTK proposals and developing instruments through lectures and discussions, . the task of making PTK proposals and instruments by all participating teachers according to their areas of expertise to improve or improve the quality of learning and student achievement. with the support of the service team. After receiving the training, the teachers were enthusiastic about preparing proposals, and at the end of the training, 96% of the total teachers who attended the training completed their proposals well. Keywords: PTK. SMK teacher. Profession Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2023 DOI: http://doi. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU SMK MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Dian Retnasari1. Sri Wening2. Emy Budiastuti3 Universitas Negeri Yogyakarta. Indonesia e_Mail: 1dian. retnasari@uny. sri wening@uny. emy_budiastuti@uny. Abstrak Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan solusi para guru dalam mengatasi permasalahan kesulitan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk pemenuhan publikasi Metode yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan bantuan dalam bentuk workshop pelatihan dan pendampingan yang berupa: . penguasaan konsep PTK melalui ceramah dan diskusi tentang permasalahan penelitian, kajian pustaka dan penelusuran referensi melalui internet, rancangan tindakan dan penelitian, penyusunan laporan hasil penelitian dan teknik swasunting, . teknik prosedur penyusunan proposal PTK dan pengembangan instrument melalui ceramah dan diskusi, . tugas membuat proposal dan instrumen PTK oleh semua guru peserta sesuai bidang keahliannya untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi hasil belajar peserta didik yang dilakukan dengan pendampingan oleh tim pengabdi. Setelah mendapatkan pelatihan, para guru antusias untuk menyusun proposal, dan di akhir pelatihan ada 96% dari total guru yang mengikuti pelatihan menyelesaikan proposalnya dengan baik. Kata kunci: PTK. Guru SMK. Profesi. PENDAHULUAN . ont TNR, 12. BOLD, before 24pt, after 6p. Pentingnya penjaminan mutu untuk penyelenggaraan pendidikan, baik formal maupun nonformal merupakan problematika yang seharusnya segera dicarikan solusinya. Fenomena sewajarnya ditanggapi oleh lembaga-lembaga yang berkatian sebagai upaya dalam peningkatan kualitas atau mutu pendidikan. Salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan adalah dengan meningkatkan atau menjamin bahwa para guru dan tenaga kependidikannya (Anwar, 2. Apakah para guru dan tenaga kependiidkan memenuhi standar kompetensi dan melakukan pengembangan profesional yang berkelanjutan agar dapat meningkatkan mutu pembelajaran siswanya. Pembelajaran siswa merupakan hal penting sebagai salah satu upaya peningkatan mutu, karena setiap kegiatan terutama di sekolah muaranya adalah terjadinya peningkatan kualitas atau mutu lulusan (Tien, 2. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah diperlukan adanya guru-guru yang profesional . Indikator profesionalisme pendidikan diukur dari sejauh mana guru mampu melakukan kegiatan seperti dalam komponen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur negara dan RB Nomor 16 Tahun 2009 menjelaskan bidang kegiatan guru antara lain terdiri dari unsur-unsur yang meliputi: pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya Beberapa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keprofesian guru, sehingga secara tidak langsung juga akan meningkatkan mutu dan kualitas sekolah. Upaya peningkatan kompetensi profesional ini harusnya sesuai dengan kebijakan pendidikan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2023 DOI: http://doi. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Pengembangan profesi dalam petunjuk teknis yang ada dalam jabatan fungsional guru dan angka kreditnya adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan IPTEK untuk peningkatan mutu. Peningkatan mutu disini, baik bagi proses belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan, pendidikan disini adalah sekolahnya masing-masing. Kegiatan pengembangan profesi yang ada pada penjaringan sertifikasi guru merupakan salah satu dari bentuk peniliaian yang nanti masuk dalah penilaian portofolio guru sebelum mendapatkan tunjangan sertifikasi (Silverius, 2010. Prihatin, 2. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk mengembangkan profesinya adalah sebagai berikut, antara lain: . guru mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan mengembangkan kurikulum dan inovasi proses pembelajaran yang mencakup, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dll. meningkatkan ilmu dan wawasan untuk menghadapi tuntutan teori-teori kekinian. guru menyusun karya tulis ilmiah untuk dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah. menciptakan karya yang dapat dipatenkan atau diusulkan untuk mendapatkan HKI. membuat alat bimbingan atau yang biasa disebut dengan alat peraga. Penulisan publikasi ilmiah yang dapat dimuat dalam bentuk prosiding maupun artikel ilmiah yang merupakan buah pemikiran dan hasil penelitian yang siap untuk dipublikasikan. Pembuatan karya ilmiah guru, khususnya dalam melakukan pengembangan profesi berbentuk penelitian dianjurkan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) (Somatanaya et al. , 2. Menurut Suharsimi dkk . , hal ini karena PTK merupakan bentuk penelitian reflektif dengan melakukan tindakan tertentu agar dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar secara lebih profesional. Kelebihan lain dari PTK adalah: . guru tidak perlu meninggalkan tugas mengajar pada saat melakukan penelitian, . guru dapat merasakan langsung dari hasil tindakannya, dan . siswa dapat merasakan hasil treatmennya langsung karena tepat sasaran, sehingga penting seorang guru memahami karakteristik siswanya (Malawi et al. Namun pada hasil observasi di lapangan, ternyata masih banyak guru yang tidak memiliki karya ilmiah pada bidang keahliannya yang siap untuk dipublikasikan. Contohnya di SMK N 1 Sewon Kabupaten Bantul, sebagian besar guru belum pernah menulis karya ilmiah dalam bentuk PTK. Hal ini diperkuat dengan adanya surat permohonan untuk diadakannya pelatihan dan pendampingan pembuatan proposal Penelitian Tindakan Kelas yang telah kami cantumkan di lampiran. Para guru kesulitan dalam melakukan penelitian-penelitian pada bidang keahliannya dalam proses Berdasarkan pada latar belakang tersebut dan adanya tuntutan pengembangan keprofesian berkelanjutan guru maka perlu diadakan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pembuatan proposal dan instrumen PTK untuk pemenuhan aspek publikasi ilmiah bagi guru SMK N 1 Sewon Kabupaten Bantul. Yogyakarta. METODE Peserta pelatihan dan pendampingan ini adalah perwakilan guru dari masing-masing prodi di SMKN 1 Sewon Kabupaten Bantul sejumalah 25 orang. Metode yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan bantuan dalam bentuk workshop pelatihan dan pendampingan yang berupa: . penguasaan konsep PTK melalui ceramah dan diskusi tentang permasalahan penelitian, kajian pustaka dan penelusuran referensi melalui internet, rancangan tindakan dan penelitian, penyusunan laporan hasil penelitian dan teknik swasunting, . teknik prosedur penyusunan proposal PTK dan pengembangan instrument melalui ceramah dan diskusi, . tugas membuat proposal dan instrumen PTK oleh semua guru peserta sesuai bidang keahliannya untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi hasil belajar peserta didik yang dilakukan dengan pendampingan oleh tim pengabdi. Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2023 DOI: http://doi. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Kegiatan penyampaian materi konsep PTK dilaksanakan secara luring oleh tim pengabdi di Aula SMKN 1 Sewon. Untuk untuk monitoring dan pendampingan dilaksanakan secara blanded dengan memanfaatkan media zoom untuk diskusi dan tanya jawab, drive untuk pengumpulan proposal dan revisinya dan whatsapp grup untuk komunikasi penentuan jadwal kegatan dan skemanya. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan proposal penelitian tindakan kelas ini dumulai dari tahap pertama dengan melakukan survei dan identifikasi kebutuhan guru untuk menunjang keprofesiannya di Sekolah. Dari survei ini, ditemukan permasalahan dimana guru-guru merasa kesulitan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk pemenuhan publikasi ilmiah. Kurangnya pengetahuan terkait penelusuran pustaka, cara menulis, dan juga bagaimana menjadikannya ide-ide sebagai penelitan untuk direalisasikan. Tahap kedua, hasil identifikasi di sekolah selanjutnya di konsep dalam bentuk pelatihan dan Sosialisasi materi dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Adapun materi yang disampaikan antara lain: konsep PTK, teknik penelusuran pustaka online, dan sistematika penulisan proposal. Gambar 1: Tim Memberikan Materi Tahap ketiga adalah penugasan kepada guru untuk menyusun proposal PTK. Para saat guru menyusun proposal, dimonitoring dan didampingi tim pengabdi secara berkala. Selain pendampingan secara offline, juga dilakukan secara online melalui zoom untuk diskusi dan tanya jawab, bagi yang tidak dapat mengikuti pertemuan melalui zoom, akan disediakan whatsapp grup sebagai sarana komunikasinya, hal ini tentunya juga untuk membangun kedekatan tim pengabdi dan para guru. Kedekatan emosional yang dibangun dengan baik akan meningkatkan proses pembelajaran atau pelatihan (Amaliah et al. , 2. Selanjutnya untuk pengumpulan proposal dan revisinya menggunakan google drive. Dalam pelaksaannya pengabdi juga selalu berkoordinasi dengan kepala sekolah, karena kepala sekolah merupakan pemegang kendali dan pemimpin yang dapat mendorong para guru untuk meningkatkan kompetensi yang dapat menunjang profesinya(Sayuti, 2. Peran dalam hal ini support dari kepala sekolah selaku pimpinan sangat dirasakan sekali. Terutama dalam mendisiplinkan para guru untuk mengumpulkan penugasan tepat waktu, mengikuti seminar, dan bimbingan online. Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2023 DOI: http://doi. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Gambar 2: Penyusunan Proposal dan Diskusi secara Luring Keseluruhan pelatihan telah terlaksana dengan baik pada tanggal 23 Maret 2022 dan 26 Juli 2022 di SMKN 1 Sewon Kabupaten Bantul Yogyakarta yang diikuti oleh 245orang peserta. Seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan hingga tuntas, mengikuti pelatihan secara tuntas hingga akhir. Hanya ada 1 peserta yang tidak mengumpukan proposal karena terkendala kesehatan. Pasca pendampingan dan pelatihan, tim pengabdi melakukan survei dengan kuisioner secara langsung mengenai kualitas materi dan kualitas penyelenggaraan pelatihan. Instrumen angket dikembangkan menggunakan skala likert dengan 5 kriteria karena dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang kejadian atau gejala sosial (Riduwan & Sunarto, 2. Selanjutnya hasil dari evaluasi ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam mengembangkan program pelatihan selanjutnya. Evaluasi penting dilakukan dalam kegiatan pengabdian karna akan menjadi tolok ukur untuk kegiatan pengabdian serupa(Magdalena et al. , 2. Meskipun pengabdi juga sudah berusaha untuk memilih model atau pendekatan pelatihan yang sesuai dengan karakteristik peserta pelatihannya (Mair, 2. Adapun hasil dari evaluasi kegiatan ini yaitu disajikan pada tabel Tabel 1. hasil survei pelaksanaan pengabdian Variabel Indikator Kesesuaian materi A Kesesuaian materi pelatihan PTK Kinerja Tim Pengabdi A Penyampaian materi A Penugasan A Pemahaman karakteristik guru A Kemampuan mengelola seminar penyampaian materi A Penguasaanstrategi pembelajaran A Kemampuan Iklim Kelas A Keterlibatan A Komukasi tim pengabdi dengan Kepuasan guru A Kepuasan guru dalam mengikuti Fasilitas Penunjang A Kelengkapan paralatan pelatihan Pelatihan A Handout materi Dari hasil survei dapat diketahui bahwa secara keseluruhan pelatihan dan pendampingan penyusunan PTK bagi guru di SMK Negeri 1 Sewon dirasakan sangat bermanfaat untuk menunjang profesi guru yang ditunjukkan dengan kepuasan guru dalam mengikuti pelatihan, dengan skor 92,8 yang Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2023 DOI: http://doi. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 berada pada kategori Ausangat bagusAy. Harapannya ini akan meningkatkan iklim menulis guru, yang secara tidak langsung juga akan meningkatkan mutu atau kualitas sekolah. Karena pengetahuan akan bidang tertentu mendorong tingkat percaya diri seseorang untuk mengembangkan potensinya (Sukanti, 2. , sehingga ketika seorang guru memiliki pengetahuan maka secara tidak langsung percaya dirinya dalam menulis juga akan meningkat. Keseluruhan proses pelatihan dan pendampingan mulai dari penyampaian materi, penugasan, pengelolaan kelas seminar, pendampingan dan evaluasi juga berada pada kategori sangat bagus. Hanya penugasan yang masih perlu untuk ditingkatkan. Kemudian kelengkapan peralatan juga masih perlu ditingkatkan, karena akan mempengaruhi motivasi guru untuk mengikuti pelatihan (Astuti et al. , 2. Sehingga kedepannya ini menjadi tugas pengabdi untuk membantu memfasilitasi para guru dalam hal menyusun PTK. Selain survei, hasil wawancara dengan salah satu peserta bahwasanya guru tersebut mengatakan Aupelatihan seperti ini memang sangat diharapkan oleh para guru untuk mengupdate ilmu dan skill dalam penelitianAy. Dan guru tersebut juga mengatakan Auguru seusia saya . susah mencari literatur, karena tidak tahu caranyaAy. Sehingga dari sini dapat dilihat bahwa penting sekali pelatihan-pelatihan semacam ini untuk membantu para guru dalam menulis karya ilmiah yang menunjang keprofesiannya, mengingat beban kerja guru semakin meningkat dan kesibukan guru dalam mengajar membuat tingkat belajar guru menurun(Sutiono, 2. Hasil proposal yang telah disusun guru juga dinilai, adapun rubrik penilaian hasilnya dan ratarata nilai dari para guru dapat dilihat dari tabel berikut. Tabel 2. Rata-rata nilai PTK guru Kriteria Perumusan masalah: ketajaman, latar belakang dan rumusan masalah, kejelasan tujuan Kualitas penelitian yang akan dilakukan: tinjauan 20 pustaka, kekomprehensifan dan kedalaman teori Ketepatan metode penelitian Sistematika penulisan Rata-rata nilai 84,33 82,00 86,40 88,76 Rata-rata guru sudah memahami penulisan PTK, hanya perlu ditingkatkan dalam hal mencari rujukan dan referensi yang dapat meningkatkan kualitas tulisan. Hasil pengembangan keprofesian berkelanjutan guru SMK melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan proposal penelitian tindakan kelas dinilai efektif dan dapat menjadi salah satu alternatif upaya peningkatan guru dalam menyusun karya ilmiah. Pasca pendampingan, beberapa guru terlihat melakukan penelitian dan menulis hasil penelitian menjadi sebuah artikel. Hal ini ditandai dengan adanya beberapa guru yang bertanya mengenai jurnal dan ada 2 guru yang meminta untuk dibantu review artikel. Keterlibatan dan kerjasama antara guru dan dosen dari perguruan tinggi pentng untuk memajukan dunia pendidikan (Damayanti, 2019. Rahma et , 2. SIMPULAN DAN IMPLIKASI Kegiatan PPM pelatihan dan pendampingan pembuatan proposal penelitian tindakan kelas di SMKN 1 Sewon Kabupaten Bantul Yogyakarta sangat dirasakan manfaatnya oleh para guru. Manfaatnya yang dirasakan adalah untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan diperlukan tenaga pendidikan yang Adapun salah satu indikator profesionalisme pendidikan diukur sejauh mana yang bersangkutan mampu melakukan aspek seperti dalam komponen pengembangan keprofesian berkelanjutan, dalam hal ini adalah kompetensi penyusunan proposal PTK. Rata-rata guru sudah memahami cara penyusunan proposal PTK, yang ditandai dengan niai yang berada pada kategori bagus Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2023 DOI: http://doi. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 dan sangat bagus. Baik pada kemampuan membuat latar belakang dan ketajamannya, rumusan masalah dan kejelasan tujuan. Kemudian dalam mencari literatur, para guru juga sudah terampil baik online maupun offline. Dan guru juga susag memahami dalam memilih metode penelitian, serta sistematis dalam menulis. Dalam kegiatan pelatihan semacam ini beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah: . perlu dipertimbangkan waktu pelatihan, mengingat kegiatan guru banyak sekali dan . perlu dipertimbangkan juga waktu pendampingan, agar lebih maksimal proposal yang dihasilkan. Meski output yang ditargetkan belum tercapai dengan optimal namun secara umum pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dapat dikatakan cukup berhasil dilihat dari terpenuhinya peserta, terpenuhinya jam pelaksanaan kegiatan, kebermanfaatan kegiatan bagi peserta dan peningkatan keterampilan peserta dalam penyusunan PTK. Sebagai saran dari pelatihan dan pendampingan penyusunan PTK ini, diharapkan sekolah terus mendorong guru untuk menulis karya ilmiah sampai pada tahap publikasi. Dalam hal ini kepala sekolah selaku pimpinan sekaligus pengendali yang memimpin sekolah agar terus meningkatkan kualitas sekolah, salah satunya dengan meningkatkan kualitas guru melalui publikasi ilmiah. Contohnya dengan membimbing serta mendorong para guru untuk konsisten melakukan kagiatan yang menunjang profesi DAFTAR REFERENSI Abunifa. Konsep Dasar dan Strategi Penjaminan Mutu Pendidikan: Sebagai Review Kebijakan Mutu Pendidikan. Indonesian Journal of Education Management & Administration Review, 1. , 107Ae118. Amaliah. , & Sudana. Menyelidiki Hubungan Guru-Siswa dan Bagaimana Korelasinya dengan Performa Menulis Siswa selama Pembelajaran Online. Jurnal Penelitian Pendidikan, 21. , 142Ae155. doi: 10. 17509/jpp. Anwar. Peran Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Madrasah. TAAoDIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1. , 41. 30659/jpai. Astuti. , & Fathoni. Dukungan Keterampilan Guru dalam Pembelajaran. Kelengkapan Fasilitas dan Kedisiplinan Terhadap Motivasi Belajar Siswa Mts Negeri Bekonang. Manajemen Pendidikan, 13. , 130Ae138. doi: 10. 23917/jmp. Damayanti. Pentingnya Kerjasama bagi Peningkatan Mutu Pendidikan. Pendidikan, 1. , 1Ae7. Retrieved from https://osf. io/a6vxe/download Magdalena. Fauzi. , & Putri. Pentingnya Evaluasi Dalam Pembelajaran Dan Akibat Memanipulasinya. Jurnal Pendidikan Dan Sains, 2. , 244Ae257. Retrieved from https://ejournal. id/index. php/bintang Mair. Penguasaan Model-Model Pembelajaran Meningkatkan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia. Jurnal Edukasi Kultura, 40Ae51. Malawi. Srijani. , & Maruti. Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas Berbasis TIK Guna Meningkatkan Profesionalisme Guru. Abdimas Singkerru, 2. , 1Ae7. Retrieved from http://jurnal. id/index. php/singkerru/article/view/120https://jurnal. id/index. php/singkerru/article/download/120/60 Ed. Portofolio demi Sertifikasi Guru. Harapan atau Impian. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 16. , 250Ae264. doi: 10. 24832/jpnk. Pd. mutu Pendidikan adalah guru . Guru didalam sejarah perkembangan bangsa penting . Dengan demikian tingkat kompetensi profesi seseorang itu tergantung Profesionalisme Guru Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan , dengan. , 16Ae25. Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2023 DOI: http://doi. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Prihatin. Penulisan Artikel Penelitian Tindakan Kelas. Jurnal Abmas, 20. , 33Ae39. 17509/abmas. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru Dan Angka Kreditnya. Rahma. , & Jamuin. Peran Pendidik dalam Sistem Pendidikan. Suhuf, 24. , 52. Sayuti. Peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan islam fauzi sayuti . osen stai al-khairat pamekasa. Retrieved from https://media. com/media/publications/264583-peran-kepala-sekolah-dalampeningkatan-m-02f6f6fb. Somatanaya. Herawati. , & Wahyuningsih. Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bagi Peningkatan Karier Guru-Guru Sekolah Dasar Kota Tasikmalaya. Jurnal Pengabdian Siliwangi, 3. , 169Ae175. Retrieved from http://jurnal. id/index. php/jps/article/view/218/176 Sukanti. Meningkatkan Kompetensi Guru Melalui Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 6. , 1Ae11. doi: 10. 21831/jpai. Tien. Manajemen peningkatan mutu lulusan. Manajer Pendidikan, 9. , 579Ae787.