Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 1 Januari 2025 e-ISSN: 2655-6. p-ISSN: 2655-657X http://jurnal. id/index. php/IJEC Kegiatan Pencak Silat sebagai Sarana Pengembangan Nilai Religius Anak Usia Dini Cahniyo Wijaya Kuswanto1. Agus Jatmiko2. Indah Riyani3. Dona Dinda Pratiwi4 1,2,3,4 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Indonesia Email Korespondensi: cahniyo. wijaya@radenitan. ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai seberapa besar hubungan antara kegiatan pencak silat dengan nilai religius pada anak usia dini sebagai tahap awal pengenalan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan kegiatan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini di Lampung Selatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kegiatan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini di Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis kuantitatif korelasi dengan angket dan dokumentasi sebagai alat pengumpul data. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jumlah responden 25 anak yang pengisian instrumen angket diisi oleh orang tua dari anak tersebut yang mengikuti pencak silat. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket. Uji validasi menggunakan correlation hasil data yang menunjukan nilai valid > 0, 632. Uji reliabilitas dengan teknik Alpa cronbach . dengan alat bantu SPSS versi 29 yaitu > 0,70. Hasil dari penelitian mengatakan bahwa hasil perhitungan korelasi product moment menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara kegiatan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini. Dibuktikan dengan perhitungan korelasi product moment rhittung > rtabel dengan nilai 0,483 > 0,396. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa penelitian ini menunjukkan hubungan positif antara pencak silat dan nilai religius anak usia dini yang mendukung pengembangan fisik dan nilai religius. Kata kunci: Anak Usia Dini. Nilai Religius. Pencak Silat Pencak Silat Activities as a Means of Development Religious Values of Early Childhood ABSTRACT This research discusses the relationship between pencak silat activities and religious values in early childhood as the initial stage of introduction. The formulation of the problem in this study is whether there is a relationship between pencak silat activities and the religious values of early childhood in South Lampung. The purpose of this study was to determine the relationship between pencak silat activities and the religious values of early childhood in South Lampung. This research uses quantitative correlation research methods with questionnaires and documentation as data collection tools. This study is a population study with a total of 25 children respondents who filled out the questionnaire instrument filled by the parents of the child who participated in pencak silat. The data collection technique used is a questionnaire. The validation test uses correlation data results which show a valid value> 0, 632. Reliability test with Alpa Cronbach . technique with SPSS version 29 tool that is> 0. The results of the study say that the results of the product moment correlation calculation show that there is a positive relationship between pencak silat activities and the religious value of early Proven by the calculation of the product moment correlation rhittung> rtable with Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 1 Januari 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X a value of 0. 483> 0. These results conclude that this study shows a positive relationship between pencak silat and the religious values of early childhood that support physical development and religious values. The Role of Dopamine Stimulation Through Zakat Practices in Behavior Modification and Mental Health Improvement Keywords: Early Childhood. Religious Values. Pencak Silat Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. A Tahun Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini PENDAHULUAN Ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang terpenting dalam kehidupan manusia, salah satunya merupakan keilmuan tentang islam. Dalam pengembangan ilmu pendidikan anak usia dini, islam memiliki al-Quran sebagai sumber hukum, keilmuan, pedoman hidup, sekaligus menjadi panduan dalam proses pembelajaran dan pendidikan anak usia dini (Risnawati & Priyantoro, 2. Pada nilai religius ini dapat di klasifikasikan termasuk ke dalam aspek perkembangan moral agama anak usia dini sebagai tahap awal pengenalan dasar mengenai Nilai religius berupa beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, mengenalkan rasa berserah diri diajarkan kepada anak sejak usia dini sebagai pondasi awal dalam hidup. Kenyatannya sekarang di lingkungan masyarakat telah menunjukan tatanan nilai moral agama semakin menurun yaitu meliputi dari nilai moral religius, akhlak, sikap, maupun karakter. Indikasi penurunan tatanan moral di Indonesia antara lain adanya degradasi moral yaang melanda seluruh generasi dari orang dewasa hingga anak-anak (Nurhalim, 2. Sehingga perlunya peningkatan dalam beragama dengan salah satunya menanamkan nilai religius sedini mungkin kepada anak. Moral dan agama merupakan sesuatu yang abstrak. Keduanya akan terlihat oleh indera penglihatan apabila ditunjukkan melalui perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang akan dikatakan memiliki ketaatan terhadap agamanya jika melaksanakannya dalam berbagai kegiatan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya. Begitu juga dengan moral, seseorang akan dikatakan memiliki moral yang baik jika berperilaku . enunjukkan perilak. sesuai dengan aturan atau mengikuti aturan-aturan yang ada di dalam kelompoknya (Khaironi, 2. Nilai religius merupakan sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hiudp rukun dengan pemeluk lain (Eka Sapti Cahyaningrum et al. , 2. Pada tahap anak usia dini pengajaran tentang nilainilai religius tidak boleh disampaikan dengan teoritis, melainkan harus menggunakan pendekatan yang menyenangkan dan relevan dengan dunia anak (Nurlina. Halimah, 2. Salah satunya yaitu dengan kegiatan pencak silat yang terdapat nilai-nilai keagamaan Peran orang tua juga menjadi salah satu peran penting dalam menentukan dan menanamkan sikap (Fadila et al. , 2. Dengan dukungan dan support yang diberikan kepada anak untuk mengikuti pencak silat hal ini menjadi semangat tersendiri untuk anak. Pada jaman yang semakin maju saat ini banyak sekali anak usia dini tidak begitu mengenal dengan kebudayaanya sendiri karena pada era globalisasi yang semakin maju menjadikan anak lebih memilih bermain dalam bidang yang lebih modern seperti game online yang cenderung menjadikan anak menjadi malas dengan kegiatan kegiatan olahraga misalnya olahraga pencak silat yang masih belum banyak anak/remaja yang mau melestarikan dan mengembangkan pencak silat sebagai kebudayaan asli Bangsa Indonesia (Hidayat et al. , 2. Pencak Silat merupakan bentuk tradisi asli Indonesia, dan sudah secara turun temurun yang hidup di lingkungan masyarakat Indonesia (Kusumo & Lemy, 2. Pencak silat meliputi Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 1 Januari 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X sikap dan sifat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Untuk memperoleh manfaat kesehatan jasmani dan rohani diperlukannya kesadaran untuk berlatih dan menjadikan pencak silat bagian dari kehidupan sehari-hari (ANA et al. , 2. Menurut Sucipto pencak silat merupakan ilmu bela diri warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia untuk mempertahankan kehidupannya, manusia selalu membela diri dari ancaman alam, binatang, maupun sesamanya yang dianggap mengancam integritasnyaAy (Rizki. Adapun asal 28 I Ayat 3 UUD 1945 telah menyatakan bahwa identitas budaya dan hak masyarakat tradisional harus dihormati sesuai dengan perkembangan zaman dan peradaban (Santyaningtyas et al. , 2. Menurut Eva Mazrieva. Negara Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman budaya, salah satunya merupakan olahraga tradisional seni bela diri pencak silat. Pencak silat juga telah ditetapkan sebagai warisan tak benda dunia oleh UNESCO (Hasanah et al. , 2. Pencak silat selengkapnya yang disusun oleh pengaruh besar IPSI (Ikatan Persatuan Pencak Silat Indonesi. bersama BAKIN tahun 1975 menjelaskan bahwa pencak silat merupakan hasil budaya Indonesia untuk membela dan mempertahankan eksistensi . dan Intergitas terhadap lingkungan hidup atau alam sekitarya untuk mencapai keselarasan hidup guna meningkatakan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Sudiana & Spyanawati, 2. Pada pencak silat ini terdapat unsur-unsur yang di kandungnya salah satunya unsur spritual yang di dalamnya terdapat nilai religius. Sehingga pada pencak silat ini terdapat hubungan dengan nilai religius. Sebagimana didukung dengan pendapat Amjad dan Silvia Mega, pencak silat mempunyai unsur spirital atau pencak silat pengendalian diri, yang praktek pelaksanaannya bertujuan untuk memperkuat kemampuan mengendalikan diri dank arena itu lebih menekankan pada aspek mental spiritual (Amjad & Mega, 2. Beberapa penelitian yang membahas tentang kegiatan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini yaitu (Julianti, 2019. Maulana & Khotimah, 2022. Nazwan & Alfurqan, 2022. Nuraida, 2. penelitian tersebut membahas tentang hubungan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini. Dengan kegiatan pencak silat menjadi salah satu pengenalan secara menyenangkan anak mengenai nilai ketuhanan yang terkandung dalam pencak silat yaitu nilai Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kegiatan pencak silat dengan nilai religious anak usia dini, serta untuk memberikan rekomendasi yang dapat membantu dalam meningkatkan keberagamaan anak sedini mungkin. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kongtribusi yang signifikan yang bermanfaat. METODE Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian lapangan kuantitatif korelasi untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara kegiatan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini di Lampung Selatan. Pada penelitian ini jumlah sampel yang digunakan 25 anak yang mengikuti kegiatan pencak silat gabungan dari perguruan TTKDH, tapak suci, pagar nusa, dan PSHT. Tempat penelitian dilaksanakan di beberapa tempat perguruan pencak silat yang ada di lampung selatan yaitu perguruan pencak silat TTKDH, tapak suci, pagar nusa, dan PSHT. Dengan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Penelitian ini mengunakan angket dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data, dengan analisis data menggunakan uji hipotesi product moment. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 1 Januari 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Gambar 1 Langkah-Langkah Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil penelitian ini berisi mengenai gambaran umum mengenai kegiatan pencak silat yang ada di Lampung Selatan,dengan anak usia dini yang mengikuti kegiatan pencak silat. Pada penelitian ini penulis mengunakan empat . perguruan yang ada di Lampung Selatan yaitu terdiri dari pencak silat TTKDH, pencak silat tapak suci, pencak silat PSHT, dan pencak silat pagar nusa. Pada penelitian ini melakukan uji validitas dan realibilitas pada angket yang akan digunakan layak atau tidaknya. Validasi merupakan proses yang dilaksanakan oleh pengguna instrumen untuk mengumpulkan data secara empiris guna memperkuat kesimpulan yang dihasilkan oleh skro instumen. Validitas merupakan kemampuan suatu alat untuk mengukur sasaran ukurnya (Darma, 2. Pengujian validitas instrument pencak silat terhadap nilai religius anak usia dini dilaksanakan dengan menggunakan program komputer SPSS versi 29 windows teknik Corrected item total Correlation yang artinya mengkorelasikan antara skor item dengan total item, kemudian melakukan koreksi terhadap nilai koefisien korelasi. Dalam Penelitian ini bukti dinyatakan valid jika nilai r hitung lebih besar dari pada r table. Diketahui dengan N = 10 . Sehingga memperoleh product moment dari pearson untuk berbagai derajat kebebasan yakni df = 10-2= 8 sehingga pada taraf siginifikan sebesar 5% sebesar 0,632. Nilai N = 10 karena jumlah sample yang akan dihitung. Uji reliabilitas merupakan digunakan untuk mengetahui apakah data yang dihasilkan bersifat tangguh atau konsisten sebagai alat ukur,sehingga hasil ukur dapat di percaya (Darma. Dalam pengujian realibilitas instrumen yang telah diujicobakan terhadap 10 responden diluar dari responden yang diteliti memberikan hasil sebagai berikut. Hasil uji coba realibiltas instrumen kegiatan pencak silat diperoleh r11 = 0,889, hasil dari uji coba kegiatan lebih dari 0,70 dinyatakan memiliki reabilitas yang kuat. Kemudian hasil uji coba nilai religius memiliki hasil yang diperolah r11 = 0,956 maka dinyatakan reabilitas yang kuat karena memiliki hasil lebih dar 0,70. Dengan demikian hasil dari uji reabilitas instrumen pada kegiatan pencak silat dan nilai religius mempunyai hasil r11 = 0,889 dan r11 = 0,956. Hasil tersebut mempunyai nilai lebih dari 0,70 sehingga dinyata realibiitas dengan klasifikasi interprestasi korelasi tinggi. Kemudian dilakukannya uji normalitas dengan Shapiro wilk diperoleh nilai signifikan sebesar 0,330 yang lebih besar dari ketentuan 0,05 yang dinyatakan data berdistribusi normal. Setelah itu dilakukannya uji linieritas Berdasarkan hasil uji linieritas diketahui nilai deviation from liniearity sebesar 0,994 lebih dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 1 Januari 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X hubungan yang linier antara kegiatan pencak silat dengan nilai religius. Dengan grafik histogram pada nilai distribusi frekuensi pencak silat dan nilai religius pada anak usia dini sebagai berikut : Kualitas variabel pencak silat >27 <20 Skor Interval Pada kualitas kegiatan pencak silat terbagi menjadi empat kelas intervas sebagimana grafik diatas. Berdasarkan tabel kualitas variabel diatas menunjukan bahwa kegiatan pencak silat termasuk kategori Au cukupAy yaitu interval 21-23 dengan rata-rata nilai 23,12. Kualitas Nilai Religius >71 < 60 Skor Interval Pada kualitas nilai religius terbagi menjadi empat kelas intervas sebagimana grafik diatas Berdasarkan tabel kualitas variabel diatas menunjukan bahwa nilai religius termasuk kategori Au cukupAy yaitu interval 59-64 dengan rata-rata nilai 64,72. Pengujian ini dimaksud untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara kegiatan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini. Maka diadakan analisis data mengunakan analisis product moment dengan bantuan SPSS versi 29: Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 1 Januari 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Tabel 1. 1 Uji Hipotesis Korelesi dengan SPSS Correlations Pencak silat Pencak silat Pearson Correlation Sig. -taile. Sum of Squares and Cross-products 192. Covariance Nilai Religius Pearson Correlation Sig. -taile. Sum of Squares and Cross-products 148. Covariance Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Nilai Religius Dari hasil uji korelasi product moment kemudian diinterpretasikan dengan menggunakan tabel korelasi product moment diketahui bahwa . > . pada taraf signifikan 5%. Dengan demikian dinyatakan terdapat hubungan pencak silat terhadap nilai religius anak usia dini dengan Interpretasi secara sederhana dari perhitungan di atas terdapat angka korelasi variabel X dan variabel Y tidak bertanda negatif, berarti diantara kedua variabel terdapat korelasi positif. Dengan memperhatikan besarnya r hitung yaitu 0,483, yang besarnya berkisar antara 0,40-0,70 sehingga korelasi positif antara variabel X dan Y merupakan korelasi positif yang sedang. Dengan memeriksa pada tabel nilai prouct moment yaitu r = 25-2 =23 yang mempunyai taraf signifikan 5% diperoleh nilai 0,396 dan r hitung = 0,483. Hasil korelasi product moment 0,483 > 0,396, maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nihil ditolak. Sehingga Terdapat korelasi pencak silat terhadap nilai religius anak usia dini dengan interprestasi cukup. dukung teori menurut Muhammad Syahdan Ridhani dan Muhammad Maulana,menyatakan Secara keseluruhan pencak silat mengajarkan sifatdan sikap taqwa, tanggap, tangguh, tanggon dan trengginas. Pencak silat bukan hanya sekedar cabang olahraga bela diri saja namun bisa menanam nilai-nilai agama di dalamnya. Menurut Wardoyo dan Lubis istilah pencak silat mengandung unsur-unsur olahraga, seni bela diri dan kebatinan. Pencak silat adalah hasil budaya manusia untuk membela atau mempertahankan eksistensi . dan integritasnya . Terdapat empat aspek utama dalam pengembangan bela diri pencak silat yaitu aspek akhlak/rohani, aspek bela diri, aspek seni budaya, dan aspek olahraga. Pencak silat untuk anak berbeda dengan yang dilakukan oleh orang dewasa yaitu dikemas lebih sederhana dan disesuaikan dengan perkembangan anak (Setyowati, 2. Pencak silat Indonesia mempunyai begitu banyak aliran-aliran perguruan yang tersebar ke seluruh Indonesia. Dengan memiliki ciri khas masing-masing yang membedakan aliran pencak silat yang satu dengan yang lainnya yang disesuaikan dengan kebudayaan setempat namun tetap mewariskan kebudayaan bela diri Indonesi, termasuk salah satunya daerah lampung selatan juga memiliki aliran perguruan pencak silat pada penelitian ini peneliti mengambil empat aliran perguruan yaitu PSHT. TTKDH. Pagar Nusa, dan Tapak Suci. Menurut Amjad dan Silvia Mega, pencak silat mempunyai unsur spirital atau pencak silat pengendalian diri, yang praktek pelaksanaannya bertujuan untuk memperkuat kemampuan mengendalikan diri dank arena itu lebih menekankan pada aspek mental spiritual (Amjad & Mega, 2. Nilai religius berupa beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, mengenalkan rasa berserah diri diajarkan kepada anak sejak usia dini (Julianti, 2. Religius, merupakan sebuah Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 1 Januari 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X ketaatan dan kepatuhan dalam memahami dan melaksanakan ajaran agama . liran kepercayaa. yang dianut, termasuk dalam hal ini adalah sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama . liran kepercayaa. lain, serta hidup rukun dan berdampingan. Masa anak usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam menentukan baik tidaknya perkembangan dan pertumbuhan anak selanjutnya hal ini merupakan masa peka dan masa emas dalam kehidupan anak. Pada masa ini merupakan masa yang tepat untuk mengembangkan perkembangan anak salah satunya dalam keagamaan. Hal ini dikarenakan anak pada masa melihat, mendengar, dan menirukan apa yang ada disekitarnya. Salah satu upaya dalam mengembangkan nilai religius pada anak usia dini dengan melakukan kegiatan pencak silat yang merupakan kegiatan tambahan bagi anak yang baik untuk menambah ilmu keagamaan anak dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan pencak silat mengajarkan sifatdan sikap taqwa, tanggap, tangguh, tanggon dan trengginas. Pencak silat bukan hanya sekedar cabang olahraga bela diri saja namun bisa menanam nilai-nilai agama di dalamnya (Rizki, 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil data penelitian yang diperoleh di perguruan pencak silat TTKDH, pencak silat tapak suci, pencak silat pagar nusa, dan pencak silat PSHT di batasan usia 5-6 tahun di Lampung Selatan menunjukan bahwa adanya korelasi positif antara kegiatan pencak silat terhadap nilai religius anak usia dini. Dibuktikan dengan perhitungan korelasi product moment rhitung > rtabel dengan nilai 0,483 > 0,396 dengan interprestasi antara variabel X dan variabel y korelasi sedang. Dengan demikian dari hasil diatas dapat di kesimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kegiatan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini di Lampung Selatan dengan korelasi sedang. DAFTAR PUSTAKA