898 Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer https://ojs. stmik-banjarbaru. id/index. php/progresif/index Jl. Ahmad Yani. 33,5 - Kampus STMIK Banjarbaru Loktabat - Banjarbaru (Tlp. , e-mail: puslit. stmikbjb@gmail. e-ISSN: 2685-0877 Evaluasi Kelayakan Platform Ucapan Digital dengan Metode Heuristic Evaluation DOI: http://dx. org/10. 35889/progresif. Creative Commons License 4. 0 (CC BY Ae NC) Aryatriwulan Buli Gala1*. Hanna Prillysca Chernovita2 Sistem Informasi. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga. Indonesia *e-mail Corresponding Author: 682021109@student. Abstract The digital greeting platform of Satya Wacana Christian University (UKSW) was developed as an environmentally friendly solution to replace physical greeting media in ceremonial events. This study aims to evaluate the usability level of the platform using the Heuristic Evaluation method based on Nielsen and MolichAos ten principles. Data were collected through questionnaires distributed to five respondents and in-depth interviews with three of them. The evaluation results indicate five principles with the highest severity levels, namely Help and Documentation . Visibility of System Status . Error Prevention . User Control and Freedom . , and Flexibility and Efficiency of Use . Identified issues include the absence of user guides, lack of process feedback, weak input validation, limited navigation, and minimal design variations. Recommended improvements involve adding a help page, process indicators, input validation, main navigation buttons, and more varied greeting templates. These findings confirm the effectiveness of heuristic evaluation in identifying interface weaknesses and provide guidance for developing a more user-friendly system. Keywords: Digital greeting platform. Heuristic Evaluation. Usability. User experience Abstrak Platform ucapan digital Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dikembangkan sebagai solusi ramah lingkungan untuk menggantikan media ucapan fisik pada acara seremonial. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat usability platform tersebut menggunakan metode Heuristic Evaluation berdasarkan sepuluh prinsip Nielsen and Molich. Penilaian dilakukan melalui kuesioner kepada lima responden serta wawancara mendalam terhadap tiga di Hasil evaluasi menunjukkan lima prinsip dengan tingkat keparahan tertinggi, yaitu Help and Documentation . Visibility of System Status . Error Prevention . User Control and Freedom . , dan Flexibility and Efficiency of Use . Permasalahan yang ditemukan meliputi ketiadaan panduan penggunaan, tidak adanya umpan balik proses, lemahnya validasi input, keterbatasan navigasi, serta minimnya variasi desain. Rekomendasi perbaikan meliputi penambahan halaman bantuan, indikator proses, validasi format input, tombol navigasi utama, serta variasi template ucapan. Temuan ini menegaskan efektivitas evaluasi heuristik dalam mengidentifikasi kelemahan antarmuka serta memberikan arahan pengembangan sistem yang lebih user-friendly. Kata kunci: Platform ucapan digital. Heuristic Evaluation. Usability. Pengalaman pengguna Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi telah mengubah secara signifikan cara manusia berinteraksi dengan sistem digital, mendorong lahirnya inovasi yang berorientasi pada peningkatan user experience. Dalam konteks acara seremonial, salah satu inovasi yang relevan adalah penggunaan platform ucapan digital sebagai media penyampaian pesan atau ucapan. Keunggulan platform ini terletak pada kemampuannya mengurangi penggunaan material fisik seperti papan bunga atau karangan, sehingga mendukung praktik ramah lingkungan dan penghematan sumber daya. Pentingnya penelitian di bidang ini semakin menguat seiring Evaluasi Kelayakan Platform Ucapan Digital dengan AA. Aryatriwulan Buli Gala Progresif e-ISSN: 2685-0877 meningkatnya kebutuhan akan solusi digital yang efisien, estetis, serta mampu memberikan pengalaman pengguna yang optimal. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) memanfaatkan platform ini dalam perayaan Dies Natalis untuk menggantikan papan bunga atau karangan fisik. Namun, temuan awal menunjukkan beberapa kendala, seperti ketiadaan panduan penggunaan, navigasi yang terbatas, dan istilah yang tidak familiar, yang mempengaruhi kenyamanan pengguna. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) telah mengimplementasikan platform ucapan digital pada kegiatan Dies Natalis sebagai pengganti media ucapan fisik. Meskipun inovasi ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan, temuan awal menunjukkan adanya hambatan dalam penggunaannya. Berdasarkan pengamatan awal dan masukan pengguna, masalah yang muncul meliputi ketiadaan panduan penggunaan, navigasi yang terbatas, istilah menu yang kurang familiar, serta minimnya umpan balik sistem. Permasalahan ini berdampak pada aspek usability yang dapat diukur, antara lain rendahnya kepuasan pengguna terhadap kemudahan navigasi, kejelasan informasi, dan efisiensi proses interaksi dengan platform. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat usability platform ucapan digital UKSW, mengidentifikasi masalah utama yang menghambat pengalaman pengguna, dan memberikan rekomendasi perbaikan praktis yang berpotensi meningkatkan kualitas sistem. Untuk mengidentifikasi sekaligus mengatasi permasalahan usability yang muncul pada platform ucapan digital UKSW, diperlukan model evaluasi yang mampu menggali kelemahan antarmuka secara menyeluruh. Heuristic Evaluation yang dikembangkan oleh Nielsen dan Molich diyakini efektif karena metode ini berfokus pada sepuluh prinsip fundamental interaksi manusiaAekomputer, sehingga dapat mengungkap masalah-masalah yang berhubungan langsung dengan pengalaman pengguna. Beberapa penelitian sebelumnya mendukung efektivitas metode ini. Penelitian yang menunjukkan bahwa Heuristic Evaluation mampu mengidentifikasi kelemahan utama pada desain antarmuka web perusahaan bioteknologi, yang kemudian menjadi dasar perbaikan navigasi dan konsistensi visual. Salah satu peneliti. membuktikan bahwa menggunakan metode serupa pada platform edukasi digital dan berhasil menemukan 38 pelanggaran heuristik yang relevan untuk perancangan ulang antarmuka yang lebih efisien. Ada juga penelitian yang membuktikan bahwa Heuristic Evaluation efektif dalam mengevaluasi aplikasi layanan publik, di mana aspek navigasi dan sistem umpan balik menjadi fokus perbaikan yang meningkatkan kepuasan pengguna. Dengan dukungan hasil penelitian tersebut, penggunaan Heuristic Evaluation pada platform ucapan digital UKSW memiliki landasan rasional yang kuat karena terbukti mampu mendeteksi masalah utama seperti ketiadaan dokumentasi bantuan, lemahnya validasi input, keterbatasan navigasi, serta minimnya umpan balik sistem. Lebih jauh lagi, metode ini tidak hanya menyoroti kelemahan antarmuka, tetapi juga menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang dapat diimplementasikan secara praktis untuk mendukung pengembangan platform yang lebih userfriendly. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat usability platform ucapan digital UKSW, mengidentifikasi permasalahan utama yang menghambat pengalaman pengguna, serta merumuskan rekomendasi perbaikan yang bersifat praktis. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembang dalam menyempurnakan desain antarmuka, meningkatkan efisiensi interaksi, serta memperbaiki pengalaman pengguna secara keseluruhan agar user-friendly. Selain itu, temuan ini dapat menjadi referensi bagi institusi lain yang berencana mengadopsi platform serupa sebagai alternatif ramah lingkungan pada kegiatan Tinjauan Pustaka Berbagai penelitian sebelumnya telah menerapkan metode Heuristic Evaluation untuk mengevaluasi usability dari sistem berbasis aplikasi dan web. Evaluasi terhadap aplikasi BCA Mobile menunjukkan bahwa prinsip help and documentation serta aesthetic and minimalist design merupakan aspek yang paling bermasalah . Evaluasi serupa juga dilakukan pada website PT Enzym Bioteknologi yang menyimpulkan bahwa tampilan antarmuka perlu ditingkatkan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem . Pada platform edukasi digital, evaluasi terhadap marketplace AuMulai MerintisAy mengidentifikasi 38 pelanggaran heuristik, yang kemudian menjadi dasar untuk perancangan ulang antarmuka . Hasil yang serupa ditemukan pada aplikasi pemesanan makanan "Makan Kuy", di mana nilai SUS mencapai 75 dan beberapa aspek navigasi memerlukan perbaikan . Evaluasi Kelayakan Platform Ucapan Digital dengan AA. Aryatriwulan Buli Gala e-ISSN: 2685-0877 Penelitian lain membandingkan metode Heuristic Evaluation dengan Cognitive Walkthrough dan menunjukkan bahwa HE lebih efisien dalam mengidentifikasi masalah usability . Penelitian . mengevaluasi antarmuka pengguna pada website Pusat Karir Universitas PGRI Madiun menggunakan metode Heuristic Evaluation, dan menemukan bahwa prinsip consistency and standards, match between system and the real world, serta help and documentation merupakan yang paling sering dilanggar. Rekomendasi diberikan untuk penyempurnaan pada tampilan, konsistensi elemen UI, dan sistem navigasi agar lebih mudah dipahami oleh pengguna. Sistem informasi karir dan tracer study juga telah dievaluasi dengan metode Heuristic Evaluation dan SUS, yang menunjukkan hasil usability pada tingkat sedang . Evaluasi terhadap website Rumahdijual. com juga menunjukkan bahwa navigasi yang kurang optimal dan tampilan konten yang padat mengurangi kenyamanan pengguna . Pada evaluasi aplikasi ecommerce seperti Lazada, meskipun hanya ditemukan permasalahan kosmetik, hal ini tetap berpengaruh terhadap kepuasan pengguna . Penelitian lain pada website Ikan Hias Menteng menyoroti pentingnya visualisasi dan dokumentasi dalam mendukung kenyamanan pengguna . Website Giordano Indonesia juga menunjukkan perlunya peningkatan konsistensi desain visual . , sementara aplikasi Peduli Lindungi mendapatkan skor usability tinggi namun masih memiliki kekurangan pada umpan balik sistem . Evaluasi aplikasi mobile banking juga menekankan pada pentingnya tampilan minimalis dan kontrol pengguna yang jelas . Pada aplikasi layanan publik pemerintah, aspek user control and freedom serta dokumentasi menjadi kelemahan utama . Evaluasi portal sekolah juga menyimpulkan bahwa evaluasi usability secara berkala tetap penting untuk menjamin kesesuaian sistem dengan kebutuhan pengguna . Berdasarkan tinjauan ini, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada aplikasi komersial, layanan publik, atau sistem pendidikan yang bersifat umum, dengan orientasi pada usability secara keseluruhan. Penelitian ini berbeda karena mengkaji platform ucapan digital seremonial, sebuah konteks yang jarang diteliti. Selain itu, penelitian ini mengkombinasikan evaluasi heuristik berbasis prinsip Nielsen and Molich dengan analisis kuantitatif . dan kualitatif . , sehingga menghasilkan gambaran permasalahan yang lebih komprehensif. Fokus penelitian juga diarahkan pada pengalaman pengguna sebagai pemberi ucapan, yang belum menjadi perhatian utama pada studi-studi Pendekatan ini memberikan novelty berupa fokus objek yang unik, integrasi metode evaluasi, dan sudut pandang yang lebih spesifik terhadap interaksi pengguna. Metodologi 1 Metode Heuristic Evaluation Metode Heuristic Evaluation adalah salah satu teknik evaluasi usability yang diperkenalkan oleh Jakob Nielsen dan Rolf Molich, yang bertujuan mengidentifikasi masalah antarmuka pengguna berdasarkan prinsip-prinsip heuristik. Dalam metode ini, responden menilai kesesuaian suatu sistem dengan sepuluh prinsip heuristik Nielsen. , yaitu: Visibility of System Status Match Between System and the Real World User Control and Freedom Consistency and Standards Error Prevention Recognition Rather Than Recall Flexibility and Efficiency of Use Aesthetic and Minimalist Design Help Users Recognize. Diagnose, and Recover from Errors Help and Documentation Setiap prinsip digunakan sebagai acuan untuk menemukan potensi permasalahan pada Temuan kemudian diberi severity rating untuk menentukan prioritas perbaikan. Penilaian severity mengacu pada tiga faktor utama. Frekuensi: Seberapa sering masalah terjadi. Dampak: Sejauh mana masalah mempengaruhi pengalaman pengguna. Persistensi: Tingkat kesulitan pengguna dalam mengatasi atau mengabaikan masalah Jutisi: Vol. 21 No. Agustus 2025: 898-909 Progresif e-ISSN: 2685-0877 2 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah lima orang responden yang telah menggunakan platform ucapan digital UKSW pada kegiatan Dies Natalis. Selain itu, tiga dari lima responden tersebut juga diwawancarai lebih lanjut untuk menggali informasi tambahan secara kualitatif mengenai pengalaman dan persepsi mereka terhadap antarmuka sistem. 3 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan sepuluh prinsip heuristik Jacob Nielsen and Ralf Molich. Kuesioner ini diberikan kepada responden yang telah menggunakan platform ucapan digital. Setiap responden diminta mengisi kuesioner dengan menjawab pertanyaan terkait permasalahan yang ditemukan serta memberikan penilaian severity rating sesuai skala yang ditetapkan. Metode ini dipilih untuk memperoleh data kuantitatif yang dapat menggambarkan tingkat keparahan setiap permasalahan yang muncul selama penggunaan platform. Selain kuesioner, peneliti juga melakukan wawancara mendalam terhadap tiga dari lima Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan informasi kualitatif yang lebih detail mengenai pengalaman penggunaan platform, termasuk aspek-aspek yang dirasakan membingungkan, membantu, atau perlu diperbaiki. Hasil wawancara digunakan sebagai pelengkap data kuantitatif, sehingga analisis dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Penentuan prioritas perbaikan masalah dilakukan menggunakan skor severity rating, yang dihitung berdasarkan tiga faktor utama, yaitu frekuensi masalah, dampak masalah terhadap pengguna, dan tingkat kemudahan pengguna dalam mengatasi atau mengabaikan masalah 3 Analisis Data Data dari responden diolah untuk mengidentifikasi masalah, menghitung severity rating, mengelompokkannya sesuai prinsip heuristik, dan wawancara mendalam terhadap tiga di Nilai severity rating yang diperoleh dari masing-masing responden kemudian dihitung rata-ratanya untuk setiap masalah, menggunakan rumus: Keterangan: = Skor rata-rata = Jumlah skor SUS = Jumlah Responden Skor Keterangan Sangat Puas Puas Cukup Puas Kurang Puas Tabel 1. Skala Severity Rating Indikator Tidak pada sistem Seluruh fitur berfungsi sesuai harapan tanpa hambatan. Ada masalah kecil yang jarang terjadi dan tidak mengganggu kelancaran penggunaan Pengguna tetap bisa mencapai tujuan tanpa kesulitan. Masalah terlihat jelas namun tidak mendesak Sedikit penggunaan, tetapi masih dapat menyelesaikan tugas dengan sesuai penyesuaian. Masalah cukup mengganggu Prioritas Tindakan Tidak perlu diperbaiki Perlu diperbaiki jika ada perlu diperbaiki, tetapi tidak mendesak Prioritas tinggi untuk Evaluasi Kelayakan Platform Ucapan Digital dengan AA. Aryatriwulan Buli Gala e-ISSN: 2685-0877 TidakPuas Pengguna memerlukan usaha ekstra dan bantuan untuk menyelesaikan Masalah menghentikan proses. Pengguna Wajib diperbaiki sebelum sistem di rilis Hasil kuesioner dengan skala kepuasaan . dikonversi ke dalam severity rating untuk menentukan prioritas perbaikan. Temuan dengan skor severity 3 dan 4 dikategorikan sebagai masalah dengan prioritas tinggi dan harus menjadi fokus utama dalam proses perbaikan sistem. Sementara itu, masalah dengan skor 2 atau 1 tetap diperhatikan, tetapi memiliki urgensi lebih rendah. Sedangkan temuan wawancara digunakan untuk memperkuat atau memperjelas konteks permasalahan yang dinilai dalam data kualitatif, sehingga memberikan gambaran yang lebih lengkap terhadap pengalaman pengguna. Hasil dan Pembahasan Evaluasi heuristik dilakukan oleh lima orang responden yang telah menggunakan platform ucapan digital UKSW pada momen Dies Natalis UKSW. Penilaian dilakukan berdasarkan sepuluh prinsip heuristik Nielsen and Molich. Setiap responden diminta mengisi kuesioner dan menggunakan skor severity rating untuk setiap temuan masalah yang ditemukan selama penggunaan platform ucapan digital UKSW. Tabel ini menyajikan ringkasan hasil evaluasi berdasarkan hasil heuristik, beserta skor severity rating dari masing-masing responden dan nilai rata-rata. Tabel berikut menyajikan hasil penilaian severity rating dari masing-masing responden (R1AeR. untuk setiap temuan masalah, disertai nilai rata-rata yang menjadi acuan dalam pembahasan selanjutnya dengan skala 0-4, dimana 0 menunjukan tidak ada masalah (Sangat pua. , 1 menunjukan masalah kosmetik/minor (Pua. , 2 menunjukan masalah kecil (Cukup pua. , 3 menunjukan masalah besar (Kurang puas, perlu prioritas tingg. , dan 4 menunjukan masalah sangat serius (Tidak puas, harus diperbaik. Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Heuristic Evaluation Ratarata Tidak ada notifikasi atau Tidak loading saat memproses 3 Istilah Urutan Langkah pengisian sesuai logika Tidak ada tombol Home Tidak ada tombol batal Prinsip Heuristik Temuan Masalah Visibility of System Status Match Between System and the Real World User Control and Freedom Ikon sesuai fungsi Jutisi: Vol. 21 No. Agustus 2025: 898-909 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Consistency and Standards Tidak ada konfirmasi sebelum meninggalkan 3 Label tombol berbeda di Format tanggal Tidak ada validasi format Tidak ada batas ukuran Tidak ada peringatan kolom wajib diisi Tidak Tidal ada contoh form Tidak ada penyimpanan data pengguna Tidak tersedia fitur autofill pada form pengisian 3 Desain template ucapan Halaman awal padat informasi Terlalu banyak elemen visual tidak penting Pesan error menjelaskan Saran perbaikan error Pesan Letak tombol Error Prevention Recognition Rather Than Recall Flexibility and Efficiency of Use Help and Documentation Tidak ada breadcrumb Aesthetic and Kontras Minimalist Design jelas Help Users Recognize. Diagnose, and Recover from Errors Tidak Tidak ada FAQ Tidak Evaluasi Kelayakan Platform Ucapan Digital dengan AA. Aryatriwulan Buli Gala e-ISSN: 2685-0877 1 Temuan dan Prinsip Heuristik Berdasarkan hasil evaluasi, lima prinsip heuristik dengan rata-rata severity rating tertinggi yang menjadi prioritas utama perbaikan adalah Help and Documentation. Visibility of System Status. Error Prevention. User Control and Freedom, serta Flexibility and Efficiency of Use. Prinsip Help and Documentation memperoleh skor tertinggi, dengan masalah ketiadaan halaman bantuan . FAQ . , dan kontak bantuan . yang membuat pengguna kesulitan memahami alur penggunaan sistem. Sedangkan Prinsip Visibility of System Status menunjukkan permasalahan pada tidak adanya notifikasi setelah ucapan terkirim . dan indikator loading . , yang dapat menimbulkan keraguan pengguna terhadap status proses. Pada prinsip Error Prevention, ketiadaan validasi format email . dan peringatan kolom wajib diisi . berpotensi menimbulkan kesalahan input yang menghambat proses. Prinsip User Control and Freedom mengalami kendala pada ketiadaan tombol Home . dan tombol batal . , sehingga membatasi fleksibilitas navigasi pengguna. Sementara itu, pada prinsip Flexibility and Efficiency of Use ditemukan keterbatasan fitur auto-fill . dan desain template ucapan yang meskipun menarik . , namun kurang beragam untuk meningkatkan efisiensi penggunaan. Kelima prinsip ini memiliki dampak langsung terhadap kenyamanan, kepercayaan, dan kelancaran interaksi pengguna dengan sistem, sehingga perbaikannya perlu diprioritaskan sebelum menangani masalah dengan tingkat keparahan yang lebih rendah. 2 Hasil Wawancara Wawancara dilakukan terhadap tiga orang responden yang dipilih dari total lima responden pengguna platform ucapan digital UKSW yang sebelumnya telah mengisi kuesioner evaluasi heuristik. Pemilihan tiga responden ini mempertimbangkan keterwakilan jawaban yang paling dominan, sehingga diharapkan dapat menggambarkan permasalahan yang paling banyak dialami pengguna. Pertanyaan wawancara disusun berdasarkan temuan masalah yang teridentifikasi melalui hasil kuesioner. Data pada tabel berikut merupakan ringkasan jawaban responden, dilengkapi indikator yang menggambarkan situasi nyata ketika permasalahan tersebut terjadi. Tabel 3. Hasil Wawancara Prinsip Heuristik Help Documentation Visibility System Status Error Prevention User Control and Freedom Flexibility and Efficiency Use Permasalahan Tidak Tidak notifikasi/umpan Tidak validasi format Tidak tombol Home Desain template ucapan kurang Jumlah Setuju Ratarata Skor Tidak Tidak Tidak Tabel 3 menunjukkan konfirmasi responden terhadap temuan permasalahan yang diidentifikasi melalui kuesioner Evaluation Heuristic. Analisis hasil wawancara dapat dijelaskan sebagai berikut: Help and Documentation Ae Tidak ada halaman bantuan . /3. skor 3,. Seluruh responden menyatakan bahwa absennya halaman bantuan menimbulkan kesulitan dalam memahami alur sistem. Hal ini menegaskan bahwa fitur bantuan. Jutisi: Vol. 21 No. Agustus 2025: 898-909 Progresif e-ISSN: 2685-0877 seperti panduan penggunaan atau Frequently Asked Questions (FAQ), sangat dibutuhkan untuk mendukung pengguna saat mengalami kebingungan. Dampaknya, tanpa adanya dokumentasi atau petunjuk, pengguna lebih rentan melakukan kesalahan dan meninggalkan proses sebelum selesai. Visibility of System Status Ae Tidak ada notifikasi/umpan balik saat pengiriman . /3. skor 3,. Masalah ini juga dialami semua responden. Tidak adanya indikator proses atau konfirmasi setelah pengiriman membuat pengguna tidak yakin apakah ucapan berhasil diproses atau belum. Akibatnya, pengguna cenderung mengulangi tindakan sehingga menimbulkan duplikasi data dan menurunkan kepercayaan terhadap sistem. Error Prevention Ae Tidak ada validasi format email . /3. skor 3,. Dua responden menekankan pentingnya validasi format email. Meskipun tidak dialami seluruh responden, dampaknya cukup signifikan karena kesalahan input email dapat menghambat pengiriman ucapan. Validasi real-time pada kolom email dibutuhkan agar kesalahan dapat dicegah sejak awal. User Control and Freedom Ae Tidak ada tombol Home . /3. skor 3,. Responden menilai bahwa ketiadaan tombol Home menyulitkan mereka untuk kembali ke halaman utama. Situasi ini membuat navigasi terasa terbatas dan kurang fleksibel. Keberadaan tombol Home yang konsisten di setiap halaman akan memberi kontrol lebih besar bagi pengguna terhadap alur penggunaan sistem. Flexibility and Efficiency of Use Ae Desain template ucapan kurang menarik . /3. Dua responden menyampaikan bahwa pilihan desain template ucapan masih terbatas dan kurang variatif. Meskipun tingkat urgensinya lebih rendah dibanding masalah fungsional, aspek estetika tetap penting karena memengaruhi motivasi pengguna dalam menggunakan platform. Penambahan variasi template atau opsi kustomisasi sederhana dapat meningkatkan kepuasan pengguna. 3 Rekomendasi Perbaikan Berdasarkan hasil wawancara dan analisis evaluasi heuristik, diperoleh lima temuan utama dengan nilai rata-rata severity rating tertinggi yang memerlukan prioritas perbaikan. Hal ini dilakukan karena tidak semua temuan memiliki tingkat keparahan yang sama. Mengacu pada severity rating scale Nielsen . , hanya masalah dengan skor rata-rata Ou 3,0 . ategori major problem hingga catastroph. yang diprioritaskan untuk perbaikan segera. Masalah dengan skor di bawah 3,0 tetap dicatat, namun dikategorikan sebagai masalah minor atau kosmetik yang dapat diperbaiki pada tahap pengembangan berikutnya. Dengan demikian, prinsip yang digunakan dalam penentuan butir rekomendasi adalah: Tingkat keparahan masalah . everity ratin. Ae hanya masalah dengan rata-rata Ou 3,0 yang masuk prioritas utama. Dampak langsung terhadap keberhasilan tugas pengguna . ask succes. Ae masalah yang menyebabkan kegagalan atau kebingungan signifikan lebih diprioritaskan dibanding yang bersifat estetika. Konsistensi temuan antar responden Ae masalah yang dialami mayoritas responden (Ou 2 orang pada wawancara. Ou 3 orang pada kuesione. lebih diutamakan. Ketentuan ini sejalan dengan pedoman evaluasi heuristik Nielsen . dan Molich . yang menyatakan bahwa tidak semua temuan memerlukan perbaikan segera, fokus utama adalah pada masalah dengan tingkat keparahan tinggi yang paling menghambat pengguna. Tabel 4. Rekomendasi Perbaikan Prinsip Rata No Heuristik Permasalahan Indikator Rekomendasi