ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 PENGARUH ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA PEMASARAN MELALUI KAPABILITAS INOVASI PADA UMKM BIDANG FASHION DI KOTA PONTIANAK Lilie Yana email: lilieyana76@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sebuah model kerangka berpikir untuk meneliti apakah terdapat pengaruh orientasi kewirausahaan dalam memicu terjadinya kinerja pemasaran melalui kapabilitas inovasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM bidang fashion di Kota Pontianak. Sampel dalam penelitian sebanyak 110 responden berdasarkan teori analisis SEM (Structural Equation Modellin. dengan metode penarikan sampel yaitu purposive Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bantuan software AMOS versi 23. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif yang dilakukan melalui pengujian hipotesis menggunakan uji reegression weight menunjukkan bahwa masing-masing variabel berhubungan secara positif dan signifikan. Hasil pengujian menggunakan Sobel Test menunjukkan variabel orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran dan kapabilitas inovasi mampu memediasi orientasi kewirusahaan terhadap kinerja pemasaran baik secara langsung maupun tidak langsung. KATA KUNCI: orientasi kewirausahaan, kapabilitas inovasi, dan kinerja pemasaran PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah memiliki peranan yang sangat penting bagi perkekonomian Indonesia, memberikan pemasukan kontribusi bagi pemerataan ekonomi. Berdasarkan data olahan Dinas Koperasi. Usaha Mikro dan Perdagangan dari tahun 2016 sampai 2020, jumlah UMKM keseluruhan kota pontianak terus meningkat tiap tahunnya dengan peningkatan yang cukup tinggi pada tiga tahun pertama. Pada tahun 2019 sebesar 706 naik menjadi 20,122 dari tahun sebelumnya sebesar 8. Dari fenomena tersebut, dapat dilihat bahwa data tersebut menunjukkan para pelaku usaha terus mengalami peningkatan. Perubahan fashion yang sedang tren mengikuti perkembangan zaman membuat berbagai para pelaku usaha pada industri fashion terus berani melakukan perubahan dengan selangkah lebih maju dari pesaing. Banyaknya pesaing yang terus membentuk model fashion yang unik dapat menciptakan persaingan yang ketet antar usaha bidang Untuk dapat bertahan dalam menghadapi persaingan, pelaku usaha harus mampu ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 menetapkan strategi pemasaran produk secara efektif agar mencapai kinerja penjualan yang baik. Studi terdahulu yang dilakukan para peneliti menemukan orientasi kewirausahaan dan kapabilitas inovasi memiliki pengaruh terhadap kinerja pemasaran sehingga berdampak terhadap volume penjualan, peningkatan laba, dan peningkatan konsumen. Penelitian yang dilakukan oleh Hidayat & Murwatiningsih . menemukan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh terhadap kinerja pemasaran. Hal ini didukung oleh Febrian . bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh positif terhadap kapabilitas inovasi dan kinerja pemasaran. Namun studi yang dilakukan oleh Aulia et al. , . menemukan tidak pengaruh antara orientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran. Berdasarkan pemaparan studi terdahulu di atas menunjukkan bahwa masih terdapat ketidakkonsistenan hasil penelitian mengenai orientasi kewirausahan dan kapabilitas Penelitian mengembangkan model kerangka berpikir untuk meneliti apakah terdapat pengaruh dari variabel orientasi kewirausahaan dalam meningkatkan kinerja pemasaran melalui kapabilitas inovasi. KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS Orientasi Kewirausahaan dan Kinerja Pemasaran Orientasi kewirausahaan adalah kecenderungan perusahaan untuk terlibat dalam perilaku berani mengambil resiko, proaktif, dan inovatif untuk mengalahkan pesaing (Utama dan Nadi, 2017:. Orientasi kewirausahaan merupakan kontributor yang signifikan untuk keberhasilan perusahaan karena sangat dipengaruhi oleh tingkat kemampuan untutk memasuki pasar baru selangkah lebih maju (Mohmood dan Hanafi. Orientasi kewirausahaan merupakan konstruksi psikologis yang membantu dalam menjelaskan saran dasar untuk memahami alasan di balik perilaku individu untuk terlibat dalam kegiatan kewirausahaan (Balton & Lane, 2. Kinerja pemasaran adalah memahami, menciptakan, memberikan nilai tambah, serta saling berkomunikasi antara konsumen dan pelaku usaha dengan menciptakan loyalitas dan pelayanan memungkinkan untuk merekomendasikan produk (Sugiyarti, 2016: . Suatu ukuran prestasi dari aktivitas proses pemasaran menyeluruh pada perusahaan, konsep yang digunakan dalam mengukur sampai sejauh mana prestasi pasar ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 dapat dicapai suatu produk yang telah dicapai oleh perusahaan. Mengukur kinerja pemasaran dengan volume penjualan, pertumbuhan penjualan, pertumbuhan pelanggan, dan cakupan pasar (Ferdinand, 2014: . Dalam menjalankan kegiatan usaha agar dapat meningkatkan kinerja diperlukan berani mengambil resiko, salah satu kunci dan kekuatan pendorong utama dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Orientasi kewirausahaan yang kuat akan membuat perusahaan memiliki keterampilan dalam perencanaan jangka panjang, mampu bersosialisasi dengan siapapun, mampu menghadapi kesulitan, dan mampu bekerja di bawah tekanan. Dan perusahaan yang memiliki derajat yang tinggi yang berkaitan dengan orientasi kewirausahaan maka hal ini akan mendukung terciptanya kinerja pemasaran secara langsung juga tinggi. Berdasarkan kajian diatas, maka penulis membangun hipotesis pertama yang didukung oleh beberapa studi terdahulu yang menemukan bahwa orientasi kewirusahaan berpengaruh terhadap kinerja pemasaran (Cahyani et al. , 2021: Hidayat dan Murwatiningsih, 2018: 108. Ulpah et al. , 2022:1. H1: Terdapat pengaruh positif dan signifikan dari penggunaan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran. Orientasi Kewirausahaan dan Kapabilitas Inovasi Wirausahawan untuk terlibat secara kreatif dalam proses percobaan terhadap gagasan baru memungkinkan menghasilkan metode produksi baru hingga menghasilkan produk baru (Charir, 2. Dengan menciptakan atau mengubah produk menjadi lebih efektif dengan menerapkan ide baru, meningkatkan pelayanan membuat produk baru akan dapat mengatur dan memastikan organisasi bertahan menuju perkembangan dan bertahan (Ida Tri Mulyani, 2015: . Menjalankan dan mengembangkan usaha diperlukan sebuah kemampuan untuk mngembangkan ide baru menjadi inovasi, semakin baik dalam mengembangkan produk baru, maka akan meningkatkan kemampuan berinovasi (Febrian, 2. Kapabilitas inovasi yaitu kemampuan organisasi yang dicirikan dengan mengembangkan peluang bisnis baru melalui peningkatan produk dan layanan baru yang difasilitaskan kegiatan inovasi sehingga peningkatan kinerja inovasi dan produktivitas organisasi (Anirban et al. , 2. Menjalankan dan mengembangkan usaha diperlukan sebuah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru menjadi inovasi. Dengan adanya keberanian dalam pengambilan resiko, otonomi . , keproaktifan dan inovasi ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 dapat memberikan peningkatan terhadap kapabilitas inovasi yang meliputi inovasi teknologi, produk, pasar, dan pelayanan. Berdasarkan kajian di atas, maka penulis membangun hipotesis pertama yang didukung oleh beberapa studi terdahulu yang menyatakan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh terhadap kapabilitas inovasi (Charir, 2017. Ida Tri Mulyani, 2015:9. Febrian, 2. H2: Terdapat pengaruh positif dan signifikan dari penggunaan orientasi kewirausahaan terhadap kapabilitas inovasi. Kapabilitas Inovasi dan Kinerja Pemasaran Kapabilitas inovasi merupakan perubahan dalam membaruan tidak selamanya diindikasi sebagai inovasi dan sesuatu dapat dikatakan inovasi jika pembaruan terjadi karena proses pemikiran dengan memanfaatkan atau menggunakan kemampuan sehingga menumukan sesuatu yang baru dalam kehidupan manusia (Saddam & Mahfudz, 2017: Kemampuan inovasi yakni kemampuan mengkreasi inovasi menjadi sangat penting dalam meningkatkan kinerja bisnis usaha, sehingga semakin baik kapabilitas inovasi suatu usaha maka akan berdampak pada kinerja bisnis yang semakin baik (Makmur & Thahier, 2015: . Kemampuan organisasi untuk menyatukan kemampuan sumber daya yang telah ada dengan kemampuan yang baru untuk menciptakan nilai (Absah & Rini, 2020: . Dengan ada kemampuan untuk mengembangkan produk dan meningkatkan kualitas produk yang sudah ada, agar dapat nilai dan daya semakin meningkat dari para pesaing. Sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelangan, profitabilitas, mendapatkan program pemasaran yang efektif, dan meningkatnya pertumbuhan penjualan yang semakin maju dari para pesaing. Dengan adanya kemampuan berpikir yang kreatif dan bertindak inovatif yang dapat lebih meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja sehingga menghasilkan sesuatu yang baru, efisien, efektif, memiliki banyak nilai yang bisa diterapkan oleh pelanggan, dan berbeda dari para pesaing merupakan suatu keunikan dan kepuasan pelanggan meningkat, penyampaian nilai pelanggan tersampaikan, dapat menerapkan program pemasaran yang efektif, meningkatnya profitabilitas, dan pertumbuhan penjualan lebih meningkat. Kapabilitas inovasi tidak hanya semata-mata dapat meningkatkan pertumbuhan dan keunggulan bersaing bagi usaha tetapi dapat menciptakan peluang dan tumbuh usaha baru (Dwewanto et al. , 2. Tetapi dipengaruhi oleh struktur dan sistem dibutuhkan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 mengimplementasikan dan bagaimana cara mengatur tugas untuk inovasi agar terorganisir demi meningkatkan kemampuan berinovasi perusahaan (Saunila, 2. Konsep pada proses perusahaan dalam menghasilkan produk, sesuai dengan keinginan pelanggan, dan mengembangkan ide baru (Lisdarahmasari, 2021: . Semakin tinggi kemampuan berinovasi, maka akan meningkatkan kinerja pemasaran H3: Terdapat pengaruh positif dan signifikan dari penggunaan kapabilitas inovasi terhadap kinerja pemasaran. Orientasi Kewirausahaan. Kapabilitas Inovasi, dan Kinerja Pemasaran Orientasi kewirauahaan salah satu peluang untuk mencapai potensi yang seutuhnya, terlalu banyak orang merasakan bahwa pekerjan begitu membosankan. Akan tetapi, tidak berlaku bagi wirausahaan karena para wirausahawan dapat mengungkapkan dan mengaktualisasikan diri sepenuhnya melalui kreativitas. Peluang untuk mendapatkan keuntungan yang menakjubkan, meskipun uang bukan merupakan daya dorong utama bagi kebanyakan wirausahawan, namun keuntungan bisnis. Dengan mengukur berbagai resiko dan cara untuk mengambil berbagai resiko secara optimal yang tercemin dari sikap inovasi, proaktif dan keberanian dalam pengambilan resiko ditentukan dalam menyelesaikan kinerja pemasaran (Hery, 2017: . Kinerja pemasaran menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan suatu perusahaan. Kinerja pemasaran dikatakan sebagai prestasi yang diperoleh oleh perusahaan dari aktivitas proses pemasaran secara meyeluruh (Hajar, 2. Namun ukuran ini dipandang hanya mewakili hasil yang didapat melalui proses akuntansi dan keuangan, sedangkan tidak menggambarkan secara langsung kegiatan manajemen, khususnya pada manajemen pemasaran (Bakti & Harun, 2. Kapabilitas inovasi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan keunggulan bersaing, dengan tindakan yang kreatif dan memberikan nilai tambah untuk konsumen, agar dapat memasuki pasar baru yang selangkah lebih maju dan dapat meningkatkan volume penjualan, pertumbuhan penjualan, pertumbuhan pelanggan, dan cakupan pasar. Sehingga kemampuan berinovasi dapat membantu untuk meningkatkan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran. H4: Terdapat kapabilitas inovasi mampu memediasi orientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 METODE PENELITIAN Bentuk penelitian ini adalah eksplanatori dengan metode kausalitas yang bertujuan untuk melihat hubungan variabel orientasi kewirusahaan terhadap kinerja pemasaran melalui kapabilitas inovasi pada UMKM bidang fashion di Kota Pontianak. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh para pelaku yang mengajukan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) bidang fashion di perdagangan eceran pakaian yang terdaftar pada OSS di Kota Pontianak pada tahun 2016 hingga 2020 yang berjumlah 868 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 110 responden menggunakan metode analisis Structural Equation Modelling (SEM). Teknik analisis data berupa analisis statistik dengan bantuana software AMOS versi 23. PEMBAHASAN Pengujian Validitas dan Reliabilitas Konstruk Eksogen dan Endogen Uji validitas bertujuan untuk menentukan apakah kuesioner yang digunakan oleh peneliti valid atau tidak. Data kuesioner dapat dikatakan valid apabila nilai Average Variance Extract (AVE) berada di atas 0,50. Sedangkan, uji reliabilitas bertujuan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Data kuesioner dapat dinyatakan memenuhi syarat reliabilitas apabila nilai construct reliability (CR) variabel pada tabel berada di atas 0,70. TABEL 1 Reliabilitas Konstruk dan Variance Extract Konstruk Eksogen dan Endogen Construct Item OK1 OK2 OK3 OK4 KI1 KI2 KI3 KI4 KP1 KP2 KP3 KP4 ()2 ()2 Aj AVE Orientasi Kewirausahaan Std. (Std. Std. Loading Loadin. 2 Error 0,876 0,767 0,233 0,848 0,719 0,281 0,801 0,642 0,358 0,707 0,500 0,500 Kapabilitas Inovasi Std. (Std. Std. Loading Loadin. 2 Error 0,818 0,859 0,847 0,867 3,232 1,372 10,446 11,818 0,657 0,884 3,391 1,124 11,499 12,623 0,719 0,911 0,669 0,738 0,717 0,752 Kinerja Pemasaran Std. (Std. Std. Loading Loadin. 2 Error 0,331 0,262 0,283 0,248 0,705 0,817 0,703 0,691 2,916 1,864 8,503 10,367 0,534 0,820 0,497 0,667 0,494 0,477 0,503 0,333 0,506 0,523 Sumber: Amos, 2022 ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Pengujian construct reliability untuk semua variabel exogeneous dan variabel endogeneous memiliki nilai di atas 0,70. Hal ini berarti bahwa indikator-indikator dari konstruk endogen yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria reliabel. Pengujian nilai convergent validity-AVE, semua variabel exogeneous dan variabel endogeneous memiliki nilai di atas 0,50. Ini menunjukkan semua indikator dari konstruk eksogen dan endogen yang digunakan dalam penelitian sudah memenuhi kriteria yang Menilai Identifikasi Model Struktural Model yang dikatakan layak untuk diidentifikasi jika model tersebut overidentified dengan degrees of freedom bernilai positif. TABEL 2 Perhitungan Degrees of Freedom Number of distinct sample moments: Number of distinct parameters to be estimated: Degrees of freedom . Ae . Sumber: Data Olahan, 2022 Pada hasil penelitian di atas yang diolah dengan menggunakan program aplikasi AMOS versi 23 menyatakan bahwa degrees of freedom bernilai 51 atau positif, maka dapat disimpulkan bahwa model tersebut overidentified dan layak untuk diteruskan ke tahap selanjutnya. Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Gambar 1 Hasil Full Model Path Analisis Variabel Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja Pemasaran Melalui Kapabilitas Inovasi ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Pada penelitian ini jumlah sampel sebesar 110 responden. Semua kuesioner terjawab dengan lengkap dan baik. Responden memiliki jawaban yang konsisten dan memiliki nilai yang tidak ekstrim sehingga tidak dikeluarkan dari analisis. Jumlah sampel tersebut telah masuk ke dalam ketentuan SEM dengan estimasi model maximum likelihood yaitu antara 100 sampai 200 sampel. Jumlah sampel sebesar 110 masih berada pada kisaran kriteria estimasi model maximum likelihood. Berdasarkan Gambar 1 di atas dapat disimpulkan bahwa hasil analisis sudah fit, dengan hasil ringkasan uji goodness of fit index sebagai berikut: TABEL 3 Hasil Uji Goodness of Fit Index Goodness of Fit Index Chi-Square . Probability CMIN/DF RMSEA AGFI GFI CFI TLI Hasil Penelitian 66,557 0,071 1,305 0,053 0,864 0,911 0,980 0,974 Cut of Value Evaluasi Model O 68,669 Ou 0,05 O2 O 0,08 Ou 0,90 Ou 0,90 Ou 0,95 Ou 0,95 Baik Baik Baik Baik Marginal Baik Sangat Baik Sangat Baik Sumber: Data Olahan, 2022 Berdasarkan output path diagram tersebut, dapat dilihat bahwa terdapat nilai ChiSquare dengan df= 51 didapatkan hasil 66,557 yang lebih kecil dari cut-off value sebesar 68,669 artinya telah memenuhi kriteria goodness of fit. Kemudian, nilai probability sebesar 0,071 yang lebih besar dari cut-off value sebesar 0,05 dan nilai RMSEA sebesar 0,053 yang lebih kecil dari cut-off value sebesar 0,08, yang menunjukkan bahwa model telah memenuhi kriteria goodness of fit. Adapun CMIN/DF yang memiliki nilai 1,305 yang berada di bawah cut-off value 2,00 serta nilai Tucker Lewis Index (TLI) dan Comparative Fit Index (CFI) secara berturut-turut sebesar 0,974 dan 0,980 yang telah besar dari cut-off value sebesar 0,95 yang menunjukkan bahwa model telah memenuhi kriteria goodness of fit. Maka, secara keseluruhan model ini dapat dikatakan fit atau layak Uji Hipotesis Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan regression weight. Jika nilai critical ratio (C. R) lebih besar dari 1,96 dan memiliki nilai p-value dengan taraf signifikan di bawah 0,05, maka dapat dikatakan bahwa variabel eksogen berpengaruh terhadap ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 variabel endogen, namun apabila memiliki nilai C. R lebih kecil dari 1,96 dan nilai p-value dengan taraf signifikan di atas 0,05 maka dapat dikatakan bahwa variabel eksogen tidak berpengaruh terhadap variabel endogen dan apabila terdapat tanda bintang (***) berarti nilai tersebut sangat rendah atau di bawah 0,001. Berikut ini adalah tabel hasil regression TABEL 4 Hasil Uji Hipotesis Hipotesis Cut of Value Cut of Value H1: Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja Pemasaran 3,354 Ou 1,96 *** O 0,05 H2: Orientasi Kewirausahaan Kapabilitas Inovasi 6,664 Ou 1,96 *** O 0,05 H3: Kapabilitas Inovasi terhadap Kinerja Pemasaran 2,031 Ou 1,96 0,042 O 0,05 Kesimpulan H1 diterima. Hal ini berarti semakin baik orientasi kewirausahaan yang ditetapkan oleh retailer maka semakin meningkatkan kinerja H2 diterima. Hal ini berarti semakin baik orientasi kewirausahaan yang ditetapkan oleh retailer maka semakin baik kapabilitas inovasi. H3 diterima. Hal ini berarti semakin baik kapabilitas inovasi yang diciptakan oleh retailer maka semakin meningkatkan kinerja Sumber: Data Olahan,2022 Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa semua hipotesis diterima serta berpengaruh positif dan signifikan. Berdasarkan hipotesisnya maka akan dijelaskan sebagai berikut: Hipotesis 1 (H. pada penelitian ini adalah orientasi kewirausahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan, diketahui bahwa dihasilkan nilai critical ratio (C. R) sebesar 3,354 dengan nilai probability (P) < 0,001 sehingga ditandai ***. Kriteria yang diharuskan yaitu C. R > 1,96 dan tingkat signifikansi P < 0,05, sehingga berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel orientasi kewirausahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran serta dapat dinyatakan bahwa hipotesis 1 pada penelitian ini ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Hasil penelitian ini sejalan dengan Ulpah et al. , . menyatakan bahwa adanya pengaruh positif dan pengaruh secara signifikan antara variabel orientasi kewirausahaan dan inovasi terhadap kinerja pemasaran di Masa Pandemi Covid-19. Sarif Hidayat dan Murwatiningsih . menemukan bahwa orientasi kewirausahaan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhada kinerja pemasaran pada UMKM Lanting di Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pemasaran. Hal ini membuktikan para pelaku UMKM bidang fashion di Kota Pontianak telah berhasil menerapkan orientasi kewirausahaan secara tepat sehingga dapat memasuki pasar baru yang sudah ada dengan selangkah lebih maju dari pesaing. Melakukan sesuatu yang baru dengan pola berpikir yang terbuka merupakan salah satu strategi yang harus dilakukan agar dapat bersaing dengan pesaing secara kompetitif, sangat penting untuk meningkatkan kinerja usaha apabila pelaku usaha mampu membentuk, memelihara, dan berani mengambil resiko dalam praktek. Hipotesis 2 (H. pada penelitian ini adalah orientasi kewirausahaan berpengaruh secara positif dan signifikan kapabilitas inovasi. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan, diketahui bahwa dihasilkan nilai critical ratio (C. R) sebesar 6,664 dengan nilai probability (P) < 0,001 sehingga ditandai ***. Kriteria yang diharuskan yaitu C. R > 1,96 dan tingkat signifikansi P < 0,05, sehingga berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel orientasi kewirausahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kapabilitas inovasi serta dapat dinyatakan bahwa hipotesis 2 pada penelitian ini Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Charir . mengemukakan bahwa orientasi kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kapabilitas inovasi pada UMK perikanan di Kota Malang Jawa Timur. Ida Tri Mulyani . yang menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kapabilitas inovasi. Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui bahwa orientasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kapabilitas inovasi. Hal ini membuktikan para pelaku UMKM bidang fashion di Kota Pontianak telah berhasil menerapkan orientasi kewirausahaan dengan menyediakan model baru tiap tahunnya. Mengembangkan suatu ide yang baru ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 dapat memberikan peningkatan terhadap kemampuan untuk melakukan pembaruan suatu Hipotesis 3 (H. pada penelitian ini adalah kapabilitas inovasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan, diketahui bahwa dihasilkan nilai critical ratio (C. R) sebesar 2,031 sedangkan nilai probability (P) sebesar 0,042 yang ditunjukkan pada tabel 4. 16 di atas. Kriteria yang diharuskan yaitu C. R > 1,96 dan tingkat signifikansi P < 0,05, sehingga berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel kapabilitas inovasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran serta dapat dinyatakan bahwa hipotesis 3 pada penelitian ini diterima. Studi yang dilakukan oleh Mulyana dan Sutapa . menemukan bahwa kapabilitas inovasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Sejalan dengan hasil penelitian Lutfi et al. , . menunjukan bahwa kapabilitas inovasi berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan kinerja pemasaran. Adapun untuk menguji peran kekuatan variabel kapabilitas inovasi dalam memediasi variabel orientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran, penulis melakukan pengujian dengan menggunakan Sobel Test. Berikut hasil perhitungan sobel test mengenai peran kapabilitas inovasi sebagai mediator. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Hidayatullah . membuktikan bahwa inovasi mampu memediasi penuh pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa kapabilitas inovasi mempunyai pengaruh yang kuat dalam menghubungkan variabel orientasi kewirausahaan . terhadap kinerja pemasaran . secara tidak langsung. Hal ini membuktikan bahwa para pelaku usaha UMKM fashion dapat mengembangkan produk dan menciptakan produk yang menarik perhatian pelanggan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Dengan terbentuknya kemampuan berinovasi yang kuat dan positif, maka hal ini akan berdampak pada wirausahawan dan kinerja pemasaran. Berdasarkan gambar 2, dapat diketahui bahwa hasil perhitungan peran kapabilitas inovasi dalam memediasi orientasi kewirausahaan dengan kinerja pemasaran memiliki peran penting sebagai variabel mediasi untuk menghubungkan kesenjangan antara orientasi kewirausahaan dengan kinerja pemasaran yang telah dibuktikan dengan hasil ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Sobel Test yaitu nilai yang dihasilkan sebesar 2,30816852 dimana Sobel test memiliki syarat atau kriteria yaitu hasil pengujian atau hasil test nilai Z harus di atas 1,90 dengan nilai p-value 0,02098977 yang harus berada di bawah nilai signifikansi 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa variabel kapabilitas inovasi memiliki peran yang signifikan dalam menghubungkan variabel orientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran secara tidak langsung. Gambar 2 Hasil Perhitungan Sobel Test Peran Kapabilitas Inovasi Dalam Memediasi Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja Pemasaran Kapabilitas inovasi SEA=0,09 Orientasi Kewirausahaan SEB=0,108 Kinerja Pemasaran Sobel test statistic: 2. One-tailed probability: 0. Two-tailed probability: 0. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai orientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran melalui kapabilitas inovasi pada UMKM bidang fashion di Kota Pontianak dapat disimpulkan bahwa variabel orientasi kewirausahaan dan kapabilitas inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kapabilitas inovasi. Orientasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran melalui kapabilitas inovasi. Adapun saran yang dapat penulis berikan yaitu para pelaku usaha UMKM bidang fashion di Kota Pontianak agar dapat meningkatkan strategi dengan membuat dengan membuat produk baru dan menawarkan produk ke pasar baru sebelum pesaing lain menawarkan agar dapat meningkatkan penjualan dan pelanggan. Para pelaku usaha perlu melakukan riset produk agar mencegah dari kerugian dan dapat mengukur strategi penjualan terbaik. Membangun persepsi para pelaku usaha terhadap pembaruan produk ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 dan melakukan riset produk dapat mengalahkan pesaing yang ketat. Sehingga para pelaku usaha mampu meningkatkan kinerja pemasaran yang maksimal. Penelitian ini mempunyai keterbatasan dimana faktor-faktor mempengaruhi kinerja pemasaran pada UMKM bidang fashion di Kota Pontianak dalam penelitian ini terdiri dua variabel orientasi kewirausahaan dan kapabilitas inovasi. Sedangkan masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja pemasaran untuk para pelaku usaha UMKM Adapun keterbatasan penelitian ini masih banyak berbagai sektor UMKM. DAFTAR PUSTAKA