ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB ANALISIS EFEKTIFITAS PELAYANAN PERIZINAN MELALUI INOVASI JEMPOL IBU DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN TABALONG Fattahunnisa*. Susiani fattahunnisa@gmail. susiani@stiatabalong. Program Studi Administrasi Negara. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 e-mail: info@stiatabalong. ABSTRAK Pada dasarnya efektifitas adalah tingkat pencapaian tugas sasaran organisasi yang di tetapkan. Efektifitas adalah seberapa baik pekerjaan yang di lakukan, sejauh mana seseorang menghasilkan keluaran sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan. untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi dalam Efektivitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong dalam memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Data dikumpulkan dengan metode wawancara, dokumentasi, observasi. Analisis data yaitu jumlah informan yang diwawancarai dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Analisis data menggunakan model interaktif menjukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini adalah. Layanan Kerja Aplikasi Pelayanan Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong dinilai efektif. Faktor penghambat dalam implementasi Layanan Kerja Aplikasi Pelayanan Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong disebabkan oleh keterbatasan sumber daya, kurangnya koordinasi dan komunikasi internal, tingkat kepuasan dan kompetensi pegawai, prosedur yang rumit, dan ketidakmampuan mengantisipasi perubahan atau kebutuhan masyarakat, yang semuanya dapat mengurangi kecepatan dan kualitas pelayanan yang diberikan. Kata Kunci : Efektivitas Layanan. Inovasi Jempol Ibu. Hambatan ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF LICENSING SERVICES THROUGH THE "JEMPOL IBU" INNOVATION AT THE INVESTMENT AND ONE-STOP INTEGRATED SERVICE OFFICE IN TABALONG REGENCY ABSTRACT Effectiveness essentially refers to the degree of achievement of organizational goals set for specific tasks. measures how well a task is performed and how closely the output meets the expected outcomes. The purpose of this study is to determine the effectiveness of licensing services through the "Jempol Ibu" innovation at the Investment and One-Stop Integrated Service Office in Tabalong Regency in providing services to the public, as well as to identify the factors that influence the effectiveness of licensing services through this innovation. The research method used is a qualitative approach with a descriptive research type. Data were collected through interviews, documentation, and observation methods. In this study, 30 informants were interviewed. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Data analysis follows the interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the "Jempol Ibu" licensing service application at the Investment and One-Stop Integrated Service Office in Tabalong Regency is considered effective. However, the implementation of the "Jempol Ibu" service faces several challenges, including resource limitations, lack of internal coordination and communication, employee satisfaction and competence levels, complex procedures, and the inability to anticipate changes or public needs, all of which can reduce the speed and quality of service delivery. Keywords: Service Effectiveness. Jempol Ibu Innovation. Challenges PENDAHULUAN Pemberian wewenang yang lebih luas dalam menyelenggarakan pelayanan publik pada bidang pemerintahan merupakan salah satu perubahan dalam perencanaan pembangunan daerah melalui Dengan luasnya kewenangan tersebut, pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah diharapkan inovatif dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat (Malawat, 2. Pada dasarnya pelayanan publik menyangkut hal yang sangat luas dalam aspek kehidupan, seperti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam memberikan pelayanan publik, baik itu pelayanan yang berbentuk pengaturan maupun pelayanan lain yang diberikan sebagai bentuk pemenuhan atas kebutuhan masyarakat pada pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam bidang pendidikan, utilitas dan lainnya (Alfitri, 2. Namun empiris-obyektif menunjukkan pelayanan publik yang terdapat pada daerah otonom belum memperlihatkan secara signifikan bahwa pelayanan publik dapat memberikan kemanfaatan yang prima bagi Pelayanan publik yang diberikan cenderung tidak sepenuhnya berorientasi pada keinginan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat (Dwiyanto, 2. Dalam memberikan sebuah pelayanan kepada masyarakat hal yang diperhatikan bukan hanya menyangkut tentang efisien, tetapi tantangan yang harus dihadapi bagaimana agar masyarakat dapat menerima pelayanan yang adil tanpa harus membeda-bedakan status masyarakat (Dwiyanto. Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 2009 tentang pelayanan publik pada Bab 1 Pasal 1 menyebutkan bahwa ketentuan umum dalam pelayanan publik merupakan uraian kegiatan memenuhi kebutuhan pelayanan setiap warga negara serta penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Salah satu bentuk pelayanan publik adalah Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Di sektor publik, inovasi sangat penting untuk pengembangan layanan publik. Inovasi hadir sebagai produk baru dan menggantikan cara Artinya, pada prinsipnya isi . dari setiap pelayanan publik harus mengandung inovasi baru. Konsep inovasi dalam sebagai dasar keunggulan bersaing telah lebih akrab dibahas dan dikembangkan di bidang bisnis dalam dekade Riset inovasi didasarkan pada upaya mempertahankan dan bahkan mengembangkan keunggulan kompetitif organisasi. Sedangkan inovasi sebagai arah perubahan terhadap segala sesuatu yang telah mapan melalui introduksi suatu hal baru yang diberikan nilai tambah bagi pengguna (Sinambela, 2. Dalam mendukung inovasi daerah di Kabupaten Tabalong. Bupati Tabalong menerbitkan Peraturan Bupati Tabalong Nomor 20 Tahun 2022 tentang Inovasi Dareah, di dalamnya terdapat pasal- pasal yang mengatur tentang inovasi daerah Kabupaten Tabalong, salah satunya yaitu Pasal 3 yang berbunyi prinsip penyelenggaraan inovasi daerah yaitu Peningkatan efisiensi, perbaikan efektifitas, perbaikan kualitas pelayanan, tidak ada konflik kepentingan, berorientasi pada kepentingan umum, dilakukan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB secara terbuka, memenuhi nilai Ae nilai kepatutan, dapat dipertanggung jawabkan hasilnya, berisfat simultan dan berkelanjutan, dilaksanakan secara sistematis dan integratif, membangun sinergitas. Adapun persyaratan administrasi untuk membuka izin usaha hanya dengan persyaratan Fotocopy KTP. Formulir Izin Usaha, e-mail aktif. No. HP, dan NPWP, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kepuasan masyarkat. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong melakukan inovasi jemput bola ke seluruh desa di Kabupaten Tabalong dalam hal Perizinan Usaha. Inovasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi UMKM yang ada di Kabupaten Tabalong untuk mendaftarkan izin usahanya. Selama ini dalam pelaksanaannya kegiatan ini masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Kabupaten Tabalong, terutama di desa Ae desa masih banyak masyarakat yang belum mendaftarkan izin usahanya dikarenakan jarak tempat tinggal mereka yang jauh dari pusat pelayanan publik untuk perizinan Berdasarkan uraian diatas tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Efektifitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten TabalongAy. Berdasarkan beberapa permasalahan yang telah dikemukakan pada latar belakang, maka tujuan penelitian ini adalah: . Untuk mengetahui dan menganalisis Efektifitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong, dan. Untuk mengetahui dan faktor-faktor penghambat Efektifitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong. TINJAUAN PUSTAKA Efektifitas Efektifitas umumnya di pandang sebagai tingkat pencapaian tujuan operatif dan Pada dasarnya efektifitas adalah JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 tingkat pencapaian tugas sasaran organisasi yang di tetapkan. Efektifitas adalah seberapa baik pekerjaan yang di lakukan, sejauh mana seseorang menghasilkan keluaran sesuai dengan yang Ini dapat di artikan, apabila suatu pekerjaan dapat dilakukan sesuai dengan yang direncanakan, dapat dikatakan efektif tanpa memperhatikan waktu, tenaga dan yang lainnya. Sedangkan efektifitas pelaksanaan kebijakan otonomi daerah adalah sejauh mana kegiatan mewujudkan, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pengambilan keputusan partisipasi masyarakat. Pelaksanaan pembangunan dan juga penyelesaian berbagai permasalahan dalam pelaksanaan otonomi daerah (Steers, 1. Efektifitas adalah pemanfaatan sumber daya, sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara sadar di tetapkan sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah barang atas jasa kegiatan yang dijalankannya. Efektifitas menunjukkan keberhasilan dari segi tercapai tidaknya sasaran yang telah ditetapkan. Jika hasil kegiatan semakin mendekati sasaran, berarti makin tinggi efektifitasnya (Pasolong, 2. Apabila seseorang berbicara tentang efektifitas sebagai orientasi kerja berarti yang menjadi sorotan perhatian adalah tercapainya berbagai sasaran yang telah ditentukan tepat pada waktunya dengan menggunakan sumber-sumber tertentu yang sudah digunakan harus ditentukan sebelumnya dan dengan memanfaatkan sumbersumber itulah maka hasil-hasil tertentu harus dicapai dalam waktu yang telah di tetapkan pula (Pasolong. Organisasi melibatkan beberapa orang dan mereka saling berinteraksi secara insentif. Interaksi tersebut dapat disusun atau digambarkan dalam sebuah struktur untuk membantu mencapai tujuan Namu demikian, setiap orang dalam organisasi mempunyai tujuan perorangan. Dengan mengharapkan agar organisasi tersebut akan membantu dia mencapai tujuannya di samping tujuan kelompok Keberhasilan organisasi pada umumnya di ukur dengan konsep efektivitas, apa yang ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dimaksud efektivitas, terdapat perbedaan pendapat diantara yang menggunakannya, baik dikalangan akademisi maupun dikalangan para praktisi. Dalam suatu perusahaan, agar pelaksanaan kerja dapat mencapai prestasi, yang terlibat tidak hanya sekedar sekumpulan orang saja, melainkan juga melibatkan perlengkapan, termasuk mesin-mesin, metode kerja, waktu, material, yang umumnya disebut sebagai sumber. Setiap organisasi menginginkan agar pelaksanaan kerja dan penggunaan sumber tersebut benar-benar dapat berdaya guna. Dengan demikian, perlu adanya pengaturan, pengarahan, dan pendayagunaan. Usaha mengatur dan mengarahkan sumber daya ini, baik manusia maupun peralatannya disebut Suatu efektivitas tinggi bila bebas dari berbagai karakteristik ketidakefektifan. Keuntungan model dasar ini adalah memberikan kepada para manajer pedoman-pedoman praktis bagi kegiatan diagnosis dan pengembangan. Model ketidakefektifan paling cocok bila kriteria efektivitas tidak dapat diidentifikasi atau tidak dapat disetujui bersama dan bila ada kebutuhan untuk mengembangkan secara sistematik strategi-strategi pengembangan Mengenai efektivitas organisasi didasarkan pada teori sistem dan dimensi waktu. Berdasarkan teori sistem bahwa efektivitas organisasi harus dapat menggambarkan seluruh siklus input dan siklus output proses dan juga harus mampu menggambarkan hubungan timbal balik yang harmonis antara organisasi dengan lingkungan yang lebih luas. Sedangkan berdasarkan teori dimensi waktu bahwa organisasi diartikan sebagai suatu elemen dari sistem yang lebih besar . dengan melalui berbagai waktu memprosesnya dan akhirnya menjadi barang jadi yang akan dikembalikan kepada lingkungannya Efektivitas organisasi mencakup dari individu dan kelompok. Efektivitas individu menekankan hasil kerja karyawan atau anggota tertentu dari orgnaisasi. Tugas yang harus dilakukan biasanya ditetapkan sebagai bagian dari pekerjaan atau posisi dalam organisasi. Efektivitas JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 kerja diketahui lewat prestasi kerjanya. Efektivitas kelompok adalah jumlah kontribusi dari semua Dalam beberapa hal efektivitas kelompok adalah lebih besar daripada jumlah kontribusi tiap-tiap individu. Efektifitas pengorganisasian dapat dianggap sebagai alat pengukur kualitas hubungan sebuah organisasi dengan lingkungannya. Secara paradoksal dapat dikatakan bahwa sebuah organisasi mungkin efektif . uatu hubungan langgeng dengan lingkunganny. tetapi tidak efesien . ecara interen ia penuh pemborosa. Kemudian (Steers, 1. mengemukakan ada empat faktor yang mempengaruhi efektifitas organisasi yaitu : Karakteristik organisasi terdiri dari struktur organisasi dan teknologi struktur adalah cara organisasi untuk menyusun orang-orang untuk menciptakan sebuah organisasi. Karakteristik lingkungan mencapai dua aspek yang saling berhubungan yaitu lingkungan ekstren dan lingkungan intern. Lingkungan ekstren yaitu semua lingkungan kekuatan batasan-batasan Lingkungan intern pada umumnya dikenal sebagai iklim organisasi yang meliputi bermacam-macam atribut-atribut lingkungan saja. Karakteristik lingkungan dalam bekerja memliki pandangan tujuan kebutuhan dan kemampuan yang berbeda-beda individu ini memiliki pengaruh langsung terhadap rasa keterkaitan pada organisasi dan prestasi . Kebijakan mewujudkan suatu keberhasilan melalui perencanaan, koordinasi, sehingga dapat memperlancar kegiatan yang dituju kearah Pengertian yang memadai mengenai tujuan ataupun sasaran organisasi merupakan langkah pertama dalam pembahasan mengenai efektifitas tersebut seringkali berhubungan sangat erat dengan tujuan ataupun sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi. Efektifitas ini sesungguhnya merupakan suatu konsep yang luas, mencakup ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB beberapa faktor di dalam maupun di luar Efektifitas merupakan suatau konsep yang sangat penting dalam teori organisasi, karena mampu memberikan gambaran mengenai Tetapi pengukuran efektifitas organisasi bukanlah suatu hal yang sederhana. Berbagai efektifitas organisasi dapat dilihat dari pendapat (Mada, 2. Pendekatan sasaran . oal Pengukuran sasaran dalam pengukuran efektifitas dimulai dengan identifikasi sasaran organisasi dan mengukur tingkat keberhasilan organisasi dalam mencapai Dengan pendekatan ini mencoba mengukur sejauh mana organisasi berhasil merealisasi sasaran yang hendak dicapainya. Pendekatan sumber . ystem resource approac. Pendekatan sumber mengukur efektifitas melalui keberhasilan organisasi dalam mendapatkan berbagai macam sumber yang dibutuhkannya. Organisasi harus dapat memperoleh berbagai macam sumber yang dibutuhkannya dan juga untuk memelihara keandalan sistem organisasi agar bisa menjadi efektif. Pendekatan (Internal approac. Pendekatan proses menganggap efektifitas sebagai efesiensi dan kondisi Pendekatan ini tidak memperhatikan lingkungan organisasi dan memusatkan perhatian terhadap kegiatan yang dilakukan terhadap sumber-sumber yang dimiliki oleh organisasi yang menggambarkan tingkat Pendekatan proses umumnya digunakan oleh penganut pendekatan non-klasik . uman relation. dalam teori organisasi yang terutama meneliti hubungan antara efektifitas dengan sumber daya manusia yang dimilki oleh organisasi. Model proses efektifitas merupakan model yang menekankan proses-proses pokok JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 yang berhubungan dengan efektifitas dan tidak memandang efektifitas sebagai keadaan terakhir. Dengan demikian model ini mengakui bahwa baik organisasi maupun lingkungannya terus berubah. Model ini mengimplikasikan bahwa peranan penting dari manajemen adalah memahami Tiga dimensi utama dari model ini yang dijelaskan oleh (Steers, 1. Optimisasi tujuan Penggunaan ancangan optimisasi tujuan terhadap efektifitas organisasi memungkinkan diakuinya secara eksplisit bahwa organisasi yang berbeda mengejar tujuan berbeda pula. Dengan demikian nilai keberhasilan atau kegagalan relatif dari organisasi tertentu harus ditentukan dengan membandingkan hasilhasilnya dengan tujuan organisasi dan bukan dengan pertimbangan sipeniliti. Perspektif sistem Aspek kedua dari ancangan multidimensi pada analisis efektifitas organisasi adalah penggunaan teori sistem Penggunaan perspektif sistem organisasi lingkungan. Perspektif ini memusatkan perhatian pada hubungan antara komponen-komponen baik yang terdapat di dalam maupun diluar organisasi, sementara komponen- komponen ini secara bersamasama mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan organisasi. Tekanan tingkah laku Aspek terakhir dari ancangan yang disarankan disini adalah tekanan pada pengertian mengenai tekanan tingkah laku manusia dengan pengaruhnya pada prestasi organisasi. Faktor-faktor pengaruh utama atas efektifitas yang dikemukakan oleh (Steers, 1. Ciri organisasi Struktur dan teknologi organisasi dapat mempengaruhi segi-segi tertentu dari efektifitas dengan berbagai cara. Mengenai struktur ditemukan bahwa meningkatnya produktivitas dan efesiensi sering merupakan hasil dari meningkatnya spesialisasi fungsi, ukuran organisasi. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB sentralisasi pengambilan keputusan, dan Ciri lingkungan Disamping ciri organisasi, lingkungan luar dan dalam juga ttelah dinyatakan berpengaruh atas efektifitas. Keberhasilan organisasilingkungan tampaknya amat bergantung pada tiga variabel kunci : . tingkat keterdugaan keadaan lingkungan. ketepatan persepsi atas keadaan lingkungan, dan . tingkat rasionalitas organisasi. Ketiga faktor ini organisasi terhadap perubaan lingkungan Ciri pekerja Faktor pengaruh penting yang ketiga atas efektifitas adalah para pekerja itu Pada kenyataannya angota-anggota organisasi mungkin merupakan faktor pengaruh yang paling penting atas efektifitas karena tingkah laku merekalah yang dalam rangka panjang akan mempelancar atau merintangi tercapainya tujuan organisasi. Kebijakan Mekanisme ini meliputi penetapan tujuan strategi, pencarian dan pemanfaatan sumber daya secara efisien, menciptakan lingkungan prestasi, proses komunikasi, kepemimpinan dan pengambilan keputusan dan adaptasi dan inovasi organisasi. Penetapan tujuan strategi Jika efektifitas mengatur sumber daya bagi pencapaian tujuan organisasi maka pemilihan tujuantujuan ini . aik yang opertaktif maupun opersasiona. menjadi faktor yang kritis. Pengertian penetapan tujuan meliputi identifikasi tujuan organisasiyang berlaku umum dan penetapan bagaimana berbagai tujuan, kelompok dan individu dapat memberikan sumbangannya bagi tujuantujuan ini. Pencarian dan sumber daya Sehubungan dengan usaha manajemen dan memanfaatkan sumber daya, telah diidentifikasi tiga bidang yang saling berhubungan. Pertama adalah keharusan untuk mengintegrasikan dan JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 organisasi ( sub sitem produktif, pendukung, pemeliharaan, penyesuai, dan manajeme. sehingga setiap sub sistem memiliki sumber daya yang diperlukan utnuk melaksanakan tugas utamanya. Kedua berhubungan dengan pemeliharaan pedoman-pedoman kebijakan. Lingkungan Manajer memberikan fasilitas yang sejauh mungkin konsisten dengan sumber daya yang tersedia. Yang harus diperhatikan oleh manajemen dalam bidang ini meliputi : . prosedur pemeliharaan dan penempatan pekerja, . pendidikan dan pengembangan pekerja, . desain tugas, . penilaian dan pemberian imbalan pada prestasi. Proses komunikasi Adalah jauh lebih mudah komunikasi organisasi daripada mencarkan Langkah penting untuk meminimalkan masalah-masalah ini meliputi pengakuan bahwa komunikasi dalam organisasi menjalani suatu proses evolusi, yang membutuhkan waktu berkembang sampai menjadi seperti sekarang ini. Kepemimpinan dan pengambilan keputusan Bila diketahui bahwa kepemimpinan dan proses pengambilan keputusan memegang peranan sentral dalam tingkah laku organsasi, kita wajib memperhatikan beberapa cabang variasi dalam proses-prosesnya sepanjang mereka mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan organisasi. Adaptasi dan inovasi organisasi Sepanjang pembahasan mengenai sifat efektifitas organisasi, selalu ditekankan keharusan bagi para manajer untuk selalu siap menyesuaikan diri organisasi mereka dengan perubahan dalam lingkungan. Dalam kenyataannya adaptasi dan inovasi oleh banyak orang dianggap sebagai cap efektifitas itu sendiri. Dari beberapa pengertian di atas dapat dijelaskan bahwa efektifitas adalah seberapa besar tingkat kelekatan out put yang dicapai out put yang di harapkan dari sejumlah input. Seuatu pekerjaan dapat dilaksanakan secara tepat, efektif. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB efesien apabila pekerjaan tersebut dilaksanakan dengan tepat sesuai dengan yang telah Sedangkan Duncan yang dikutip Richard Steers dalam bukunya AuEfektrivitas OrganisasiAy mengatakan mengenai ukuran efektivitas, sebagai berikut (Winardi, 2. Pencapaian Tujuan Pencapaian adalah keseluruhan upaya pencapaian tujuan harus dipandang sebagai suatu proses. Oleh karena itu, agar pencapaian tujuan akhir semakin terjamin, diperlukan pentahapan, baik dalam arti pentahapan pencapaian bagian-bagiannya Pencapaian tujuan terdiri dari beberapa faktor, yaitu: Kurun waktu dan sasaran yang merupakan target kongkrit. Integrasi Integrasi yaitu pengukuran terhadap tingkat mengadakan sosialisasi, pengembangan konsensus dan komunikasi dengan berbagai macam organisasi lainnya. Integrasi menyangkut proses sosialisasi. Adaptasi Adaptasi adalah kemampuan organisasi Untuk itu digunakan tolak ukur proses pengadaan dan pengisian tenaga Inovasi Inovasi adalah salah satu pilihan korporasi dalam menghadapi persaingan pasar dan pengelolaan yang berkelanjutan. (Winardi, 2. menganggap inovasi sebagai upaya dari perusahaan melalui penggunaan teknologi dan informasi untuk mengembangkan, memproduksi dan memasarkan produk yang baru untuk industri. Dengan kata lain inovasi adalah modifikasi atau penemuan ide untuk perbaikan secara terusmenerus serta pengembangan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Inovasi perusahaan dapat menghasilkan R&D (Research and Developmen. , produksi serta JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 pendekatan pemasaran dan akhirnya mengarah kepada komersialisasi inovasi tersebut. Dengan kata lain inovasi adalah proses mewujudkan ide baru, yang berbeda dengan yang dulu, dengan cara produksi atau dengan membuatnya menjadi nyata, dimana inovasi termasuk generasi evaluasi, konsep baru dan implementasi. Dimana penggunaan metode baru dan berbeda serta teknologi untuk meningkatkan kualitas biaya atau lebih rendah, untuk memenuhi atau melampaui target perusahaan. Inovasi tidak hanya terbatas pada benda atau barang hasil produksi, tetapi juga mencakup sikap hidup, perilaku, atau gerakan-gerakan menuju proses perubahan di dalam segala bentuk tata kehidupan masyarakat (Winardi, 2. Jadi, secara umum, inovasi berarti suatu ide, produk, informasi teknologi, kelembagaan, perilaku, nilainilai, dan praktik-praktik baru yang belum banyak diketahui, diterima, dan digunakan atau diterapkan oleh sebagian besar warga masyarakat dalam suatu lokalitas tertentu, yang dapat digunakan atau mendorong terjadinya perubahanperubahan di segala aspek kehidupan masyarakat demi terwujudnya perbaikan mutu setiap individu dan seluruh warga masyarakat yang bersangkutan . Karakteristik Inovasi Cepat atau lambat penerimaan inovasi oleh karakteristik inovasi itu sendiri. Karakteristik inovasi yang mempengaruhi cepat lambat penerimaan informasi (Suwarno, 2. , sebagai berikut: Keunggulan relatif . elative advantag. Keunggulan relatif yaitu sejauh mana inovasi dianggap menguntungkan bagi penerimanya. Tingkat keuntungan atau kemanfaatan suatu inovasi dapat di ukur berdasarkan nilai ekonominya, atau dari faktor status sosial, mempunyai komponen yang sangat penting. Makin menguntungkan bagi penerima makin cepat tersebarnya inovasi. Kompatibilitas . Kompatibel ialah tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai, pengalaman lalu, dan kebutuhan dari penerima. Inovasi yang tidak sesuai ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dengan nilai atau norma yang diyakini oleh penerima tidak akan diterima secepat inovasi yang sesuai dengan norma yang ada di Kerumitan . Kompleksitas ialah, tingkat kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi Suatu inovasi yang mudah dimengerti dan mudah digunakan oleh penerima akan cepat tersebar, sedangkan inovasi yang sukar dimengerti atau sukar digunakan oleh penerima akan lambat proses Kemampuan diujicobakan . Kemampuan untuk diujicobakan adalah di mana suatu inovasi dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima. Jadi agar dapat dengan cepat di adopsi, suatu inovasi harus mampu mengemukakan Kemampuan untuk diamati . Yang dimaksud dengan dapat diamati ialah mudah atau tidaknya pengamatan suatu hasil Suatu inovasi yang hasilnya mudah diamati akan makin cepat diterima oleh masyarakat, dan sebaliknya bila sukar diamati hasilnya, akan lama diterima oleh Faktor Penunjang Serta Manfaat Inovasi Inovasi tidak hanya berurusan dengan pengetahuan baru dan cara-cara baru, tetapi juga dengan nilai-nilai,karena harus bisa membawa hasil yang lebih baik, jadi selain melibatkan iptek baru, inovasi juga melibatkan cara pandang dan perubahan Inovasi dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut (Suwarno, 2. Peningkatan kualitas hidup manusia melalui penemuan-penemuan baru yang membantu dalam . Memungkinkan suatu perusahaan untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan yang dapat diperolehnya. Adanya mendistribusikan kreativitas kedalam wadah penciptaan sesuatu hal yang baru. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Adanya keanekaragaman produk dan jenisnya didalam pasar, (Suwarno, 2. Inovasi dapat ditunjang oleh beberapa factor pendukung seperti : . Adanya keinginan untuk merubah diri, dari tidak bisa menjadi bisa dan dari tidak tahu menjadi tahu. Adanya kebebasan untuk berekspresi. Adanya pembimbing yang berwawasan luas dan kreaktif . Tersedianya sarana dan . Kondisi lingkungan yang harmonis, baik lingkungan keluarga, pergaulan, maupun sekolah Perizinan Menurut (Suwarno, 2. pengertian perizinan adalah salah satu bentuk pelaksanaan fungsi pengaturan dan bersifat pengendalian yang dimiliki oleh pemerintah terhadap kegiatankegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. Perizinan rekomendasi, sertifikasi, penentuan kuota dan izin untuk melakukan sesuatu usaha yang biasanya harus dimiliki atau diperoleh suatu organisasi perusahaan atau seseorang sebelum yang bersangkutan dapat melakukan suatu kegiatan atau tindakan. Sedangkan yang menjadi Fungsi dan Tujuan Perizinan adalah : Ketentuan tentang perizinan mempunyai fungsi yaitu sebagai fungsi penertib dan sebagai fungsi pengatur. Sebagai fungsi penertib, dimaksudkan agar izin atau setiap izin atau tempat -tempat usaha, bangunan dan bentuk kegiatan masyarakat lainnya tidak bertentangan satu sama lain, sehingga ketertiban dalam setiap segi kehidupan masyarakat dapat terwujud. Sebagai fungsi mengatur dimaksudkan agar perizinan yang peruntukannya, sehingga terdapat penyalahgunaan izin yang telah diberikan dengan kata lain, fungsi pengaturan ini dapat disebut juga sebagai fungsi yang dimiliki oleh pemerintah (Susanto, 2. Adapun mengenai tujuan perizinan, hal ini tergantung pada kenyataan konkrit yang dihadapi, keberagaman pristiwa konkret menyebabkan keragaman pula dari tujuan izin ini. Meskipun demikian menurut (Susanto, 2. secara umum ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dapatlah disebutkan tujuan perzinan sebagai berikut (Syafri, 2. Keinginan . engendalikan AusturenA. aktifitas-aktifitas tertentu . isalnya izin banguna. Mencegah bahaya bagi lingkungan . zin-izin Keinginan melindungi obyek-obyek tertentu. Hendak membagi benda-benda yang sedikit . zin penghuni di daerah pada pendudu. Pengarahan, dengan menyeleksi orang-orang dan aktivitas-aktivitas izin berdasarkan dimana harus memenuhi syarat tertentu Menurut (Susanto, 2. karakteristik panduan perizinan usaha terpadu adalah : Ketepatan waktu Informasi yang akurat Biaya dan Fktur yang konsisten Proses jelas dan transparan Layanan yang simpatik Dari beberapa definisi tentang izin di atas, terdapat beberapa unsur dalam perizinan, yaitu perundangundangan, organ pemerintah, peristiwa konkrit, prosedur dan persyaratan. Penjelasan dari masingmasing unsur adalah sebagai berikut (Susanto, 2. Instrumen yuridis Pemerintah diberikan wewenang dalam bidang pengaturan dalam rangka melaksanakan tugas menjaga mengupayakan kesejahteraan umum. Dari berbagai fungsi pengaturan ini muncul menghadapi peristiwa individual dan konkrit yaitu dalam bentuk keputusan. Salah satu bentuk dari keputusan adalah izin. Izin merupakan instrumen yuridis dalam bentuk keputusan yang bersifat konstitutif dan yang menghadapi dan menetapkan peristiwa Peraturan perundang-undangan Wetmatigheid van bestuur . emerintahan berdasarkan peraturan perundangundanga. merupakan salah satu prinsip dari negara Prinsip tersebut menjadi dasar bahwa JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 setiap tindakan hukum pemerintah baik dalam menjalankan fungsi pengaturan maupun funsi pelayanan harus didasarkan pada wewenang yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku yang berdasarkan asas legalitas. Begitu pula dalam hal membuat dan menerbitkan izin pemerintah bertindak sesuai wewenang yang oleh peraturan perundangundangan yang berlaku, karena jika tidak didasari atas wewenang tersebut maka keputusan berupa izin menjadi tidak sah. Organ pemerintah Organ pemerintah merupakan organ yang menjalankan urusan pemerintahan baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah. Menurut Sjachran Basah . alam Ridwan HR, 2013:. mengatakan bahwa: Dari penelusuran berbagai ketentuan pemerintah dapat diketahui, bahwa mulai dari administrasi negara tertinggi . sampai dengan administrasi negara terendah . berwenang memberikan izin. Ini berarti terdapat anekaragam administrasi negara . ermasuk instansiny. pemberi izin, yang didasarkan pada jabatan yang dijabatnya baik di tingkat pusat maupun Peristiwa Peristiwa merupakan peristiwa yang terjadi pada waktu tertentu, orang tertentu, tempat tertentu, dan fakta hukum tertentu. Peristiwa konkrit yang beragam menyebabkan izin juga beragam. Izin kemudian dibuat dalam proses yang prosedurnya diatur sesuai kewenangan pemberi izin, macam izin dan struktur organisasi yang penerbitkannya. Tetapi jenis izin dan instansi pemberi izin dapat berubah perundang-undangan yang terkait dengan izin Prosedur dan persyaratan Permohonan izin harus mengikuti prosedur yang telah dibuat oleh pemerintah, selain itu juga harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Prosedur dan persyaratan izin berbeda-beda tergantung pada jenis izin, tujuan izin, dan instansi yang menerbitkan izin. Penentuan prosedur dan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB persyaratan ini dilakukan sepihak oleh Meskipun demikian pemerintah tidak boleh membuat prosedur dan persyaratan menurut kehendaknya sendiri secara arbitrer . ewenang-wenan. tetapi harus sejalan dengan peraturan perundangundangan yang menjadi dasar izin tersebut Inovasi JEMPOL IBU JEMPOL IBU adalah singkatan dari Jemput Bola Pelayanan Izin Berusaha yang merupakan inovasi pelayanan perizianan berusaha berbasis resiko yang dilakukan oleh DPMPTSP Kabupaten Tabalong sebagai satu upaya untuk memperluas jangkauan pelayanan dan peningkatan kualitas pelayanan perizinan, terutama pelaku usaha kecil dan mikro (UKM) perseorangan. Adapun jumlah perusahaan yang belum memiliki izin di Kabupaten Tabaong sebanyak 28 perusahaan sedangkan UMKM yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha sebanyak 10. UMKM dan yang memiliki Nomor Induk Berusaha sebanya 58 UMKM. Kerangka Konseptual Gambar 1 : Kerangka Konseptual Penelitian Peraturan Bupati Tabalong Nomor 20 Tahun 2022 tentang Inovasi Daerah Tentang Kepala Desa Indikator Efektifitas Menurut Duncan (Farida, 2. - Pencapaian Tujuan - Integrasi - Adaptasi Syarat Izin Usaha KTP Formulir Izin Usaha e-mail aktif Nomor HP aktif NPWP Analisis Efektifitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong Sumber : Peneliti . METODE PENELITIAN Penelitian kepustakaan maksudnya adalah peneliti melakukan studi kepustakaan untuk mencari bahan literature yang berkaitan dengan penelitian literature yang dibutuhkan berupa buku-buku yang berhubungan dengan teori mengenai efektifitas inovasi JEMPOL IBU di DPMPTSP dan laporan-laporan yang berkaitan dengan tema penelitian. Penelitian ini menyangkut Analisis Efektifitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong. Penelitian lapangan salah satu metode pengumpulan data dalam penelitian. Penelitian dilapangan biasanya dilakukan untuk memutuskan kearah mana penelitiannya berdasarkan konsteks. Penelitian lapangan biasanya diadakan diluar ruangan dalam hal ini adalah meneliti tentang Efektifitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong dengan cara peneliti terjun langsung kelapangan guna mengumpulkan data-data yang Lokasi penelitian ini dilaksanakan pada Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong. Penelitian ini mengunakan penelitian deskriftif-kualitatif, didefinisikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang diamati. Peneliti ini melibatkan beberapa responden untuk memperoleh data atau informasi terkait Analisis Efektifitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong. Untuk itu dipilih 30 orang responden atau informan kunci yang terlibat dalam penelitian ini antara lain : Pegawai : 7 Orang Masyarakat : 23 Orang Jumlah : 30 Orang Efektif JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Sumber dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dalam proses penelitian di definisikan sebagai sekumpulan informasi yang diperoleh peneliti langsung dari lokasi penelitian melalui sumber data pertama (Informan, melalui wawancar. atau melalui hasil pengamatan yang dilakukan sendiri oleh peneliti (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini peneliti mendapatkan data primer dari informan-informan yang berhubungan dengan aktivitas yang ada di DPMPTSP Kabupaten Tabalong dipandang mampu memberikan informasi yang relevan untuk menjawab permasalahan penelitian. Sedangkan, data sekunder merupakan data pendukung yang dapat mendukung dan memperjelas data primer agar mampu menjawab permasalahan penelitian. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan prosedur pengumpulan data, seperti wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskreptif kualitatif. Menurut (Sugiyono, 2. metode deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci teknik pengumpulan data dilakukan secara trigulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggambarkan, melukiskan, menerangkan, menjelaskan dan menjawab secara lebih rinci permasalahan yang akan diteliti dengan mempelajari semaksimal mungkin seorang individu, suatu kelompok atau suatu kejadian. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Efektivitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu Di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong Pencapaian Tujuan Pencapaian masyarakat berarti mencapai hasil yang JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 diharapkan melalui iklan layanan masyarakat. Tujuan ini meliputi berbagai aspek, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isuisu yang relevan dan penting, mengubah kebiasaan aktivitas, mengurangi pemborosan sumber daya alam, mengomunikasikan kebijakan pemerintah, memperbaiki sikap masyarakat, dan menginformasikan jalan keluar (Malawat, 2. Layanan masyarakat ini dapat mencapai tujuannya dengan meningkatkan kesadaran tentang isu-isu penting seperti kesehatan, pendidikan, dan lingkungan, mengubah kebiasaan masyarakat untuk mendukung program sosial, mengurangi pemborosan sumber daya alam, dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Selain itu, layanan ini juga membantu pemerintah mengomunikasikan kebijakan yang relevan dan memperbaiki sikap serta perilaku masyarakat, seperti dalam keselamatan jalan raya dan pentingnya pendidikan. Dengan memberikan informasi tentang solusi masalah yang dihadapi masyarakat, layanan ini berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan partisipasi sosial. Pelayanan perizinan inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong telah berhasil mencapai sebagian besar tujuannya. Keberhasilan ini ditandai dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan dan program, administrasi, serta tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan. Dengan partisipasi masyarakat yang meningkat, banyak masalah dapat diselesaikan lebih cepat dan efektif, mencerminkan kemampuan layanan ini untuk bekerja secara responsif dan sesuai dengan kebutuhan warga. Respons masyarakat terhadap Pelayanan perizinan inovasi Jempol Ibu sangat positif. Masyarakat mengapresiasi kemudahan akses dan transparansi layanan yang disediakan, yang membuat mereka merasa lebih terlibat dan percaya pada sistem pelayanan yang ada. Layanan yang responsif terhadap keluhan dan kebutuhan warga juga memperkuat hubungan antara masyarakat dan penyedia layanan, sehingga meningkatkan kepercayaan dan kepuasan umum. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Masyarakat merasakan manfaat langsung dari layanan ini dalam bentuk solusi cepat dan tepat meningkatkan kualitas hidup mereka. Faktor-faktor kunci yang memengaruhi Efektivitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu meliputi kompetensi sumber daya manusia yang terlibat, dukungan finansial yang memadai, partisipasi aktif dari masyarakat, kerjasama yang baik dengan berbagai pihak terkait, serta penggunaan teknologi dan inovasi. Sumber daya manusia yang kompeten dan berdedikasi memastikan pelaksanaan program berjalan lancar dan sesuai target. Dukungan finansial memungkinkan pengadaan fasilitas dan pelaksanaan program yang berkesinambungan. Selain itu, partisipasi masyarakat dan kerjasama dengan pihak lain, seperti pemerintah daerah dan LSM, menambah kekuatan dan efektivitas program ini. Penggunaan teknologi dan inovasi juga berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, membuatnya lebih mudah diakses dan lebih efektif dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Integrasi Integrasi dalam konteks layanan masyarakat berarti mengintegrasikan berbagai aspek, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sosial, untuk mencapai tujuan yang lebih luas dan efektif. Dalam layanan masyarakat, integrasi dapat berarti menghubungkan berbagai program dan layanan yang terkait untuk mencapai hasil yang lebih baik dan meningkatkan kualitas pelayanan (Novianty dan Retnowati, 2. Integrasi Layanan Primer (ILP) adalah bagian paling penting dalam melakukan transformasi sistem kesehatan di layanan primer. ILP telah mulai diterapkan di Indonesia dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan primer yang komprehensif dan berkualitas bagi seluruh penduduk Indonesia. Integrasi dalam pengembangan program layanan masyarakat dapat berarti mengintegrasikan berbagai aspek, seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial, untuk mencapai tujuan yang lebih luas dan efektif. Contohnya, integrasi dalam pengembangan program layanan masyarakat dapat berupa pengembangan program JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 yang berfokus pada kesehatan, pendidikan, dan sosial, serta mengintegrasikan berbagai aspek lainnya yang terkait. Pelayanan perizinan inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong berhasil mengintegrasikan berbagai layanan dengan baik, memudahkan akses masyarakat secara efisien. Tingkat koordinasi yang baik antar layanan seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial memastikan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara Kerja sama efektif dengan instansi lain, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta, memungkinkan jalannya program secara Persepsi masyarakat terhadap integrasi layanan sangat positif, dianggap memberikan kemudahan dan efisiensi. Namun, hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan finansial, serta perbedaan prosedur antar instansi, menjadi tantangan dalam mencapai integrasi yang Kurangnya keselarasan jadwal dan prioritas juga menghambat koordinasi yang lebih Indikator Adaptasi Adaptasi dalam layanan masyarakat merupakan kemampuan organisasi atau individu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan, baik dari segi teknologi, budaya, maupun kebijakan. Kemampuan ini sangat penting untuk menjaga agar hak masyarakat tetap terpenuhi dan layanan yang diberikan semakin Sebagai contoh, selama pandemi Covid19, layanan kesehatan beradaptasi dengan cepat melalui penggunaan teknologi telemedicine dan pembelajaran jarak jauh untuk tetap memberikan pelayanan yang dibutuhkan. Demikian pula, menggantikannya dengan layanan jarak jauh, yang membantu masyarakat tetap terlayani meskipun ada pembatasan sosial. Contoh lain dari adaptasi dalam layanan masyarakat adalah penggunaan teknologi internet dan media sosial, yang telah membantu kesehatan, pendidikan, dan lainnya dengan lebih Pelayanan publik juga menyesuaikan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB protokol kesehatan dan mengubah cara pelayanan untuk mengurangi kontak fisik selama pandemi. Melalui adaptasi ini, layanan masyarakat dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi mereka, serta meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan, memastikan bahwa meskipun ada perubahan lingkungan yang signifikan, kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik. Pelayanan perizinan inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong telah berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan masyarakat secara signifikan. Program-program yang dijalankan oleh layanan ini selalu diperbarui berdasarkan masukan dan umpan balik dari masyarakat, sehingga tetap relevan dan tepat Pendekatan yang responsif ini memastikan bahwa layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan harapan warga, yang terus berkembang seiring waktu. Kemampuan Pelayanan perizinan inovasi Jempol Ibu dalam mengikuti perkembangan sosial dan ekonomi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong juga sangat baik. Layanan ini secara proaktif menyesuaikan program-programnya untuk mendukung pemberdayaan masyarakat. Dengan melakukan penyesuaian yang tepat, layanan ini tidak hanya mampu memberikan solusi yang cepat dan efektif, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial warga. Upaya konkret seperti pelatihan bagi staf dan masyarakat serta penerapan teknologi terbaru dalam layanan menunjukkan komitmen yang tinggi dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Penilaian masyarakat terhadap keberhasilan Pelayanan perizinan inovasi Jempol Ibu dalam menggunakan inovasi dan teknologi baru sangat Penggunaan teknologi tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperbaiki kualitas layanan yang diberikan, sehingga masyarakat merasa lebih puas. Meskipun demikian, layanan ini tetap menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya Tantangan mengharuskan layanan untuk terus mencari solusi JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 kreatif dan inovatif agar tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal, meskipun dengan sumber daya yang terbatas. terhadap perubahan, birokrasi kompleks, dan kebutuhan untuk terus mengikuti perkembangan teknologi yang cepat. Faktor Penghambat Efektivitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu Di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong dalam memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat Beberapa faktor yang mungkin menjadi penghambat Efektivitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong. Kecamatan Banjarmasin Selatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat adalah sebagai berikut: Keterbatasan Sumber Daya Salah satu faktor utama yang dapat keterbatasan sumber daya, baik dalam hal personel maupun peralatan. Jika Jempol Ibu memiliki keterbatasan dalam jumlah pegawai atau peralatan yang diperlukan untuk memberikan layanan, maka hal ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk memberikan pelayanan yang cepat dan berkualitas kepada masyarakat. Kurangnya Koordinasi dan Komunikasi Kurangnya koordinasi dan komunikasi antara berbagai unit atau departemen di dalam Jempol Ibu dapat menyebabkan terjadinya hambatan dalam proses pelayanan. Jika informasi tidak tersampaikan dengan baik atau terdapat kesenjangan dalam koordinasi antar unit, hal ini dapat mengakibatkan keterlambatan dalam penyelesaian permohonan atau penanganan masalah masyarakat. Tingkat Kepuasan dan Kompetensi Pegawai Tingkat kepuasan dan kompetensi pegawai juga dapat memengaruhi efektivitas layanan. Jika Jempol Ibu keterampilan atau pengetahuan yang memadai dalam menangani berbagai permintaan atau keluhan masyarakat, maka hal ini dapat ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB menyebabkan penurunan kualitas layanan yang Prosedur yang Rumit atau Berbelit-belit Jika prosedur yang diperlukan untuk mendapatkan layanan dari Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong terlalu rumit atau berbelit-belit, hal ini dapat menyulitkan masyarakat untuk mengakses layanan tersebut. Proses yang panjang atau berbelit-belit juga dapat meningkatkan waktu tunggu dan menurunkan efisiensi pelayanan. Ketidakmampuan Mengantisipasi Perubahan atau Kebutuhan Masyarakat Ketidakmampuan Jempol Ibu untuk mengantisipasi perubahan atau kebutuhan Jika Jempol Ibu tidak responsif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat atau tidak mampu menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, hal ini dapat mengurangi efektivitas layanan yang KESIMPULAN Efektivitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong sudah berjalan dengan baik, yang dapat dilihat pada indikator pencapaian tujuan yakni dalam mencapai sebagian besar tujuannya dengan peningkatan partisipasi masyarakat, efisiensi administrasi, dan kepuasan pengguna layanan. Pada indikator integritas layanan yang baik dalam memastikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat, meskipun tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan koordinasi antarinstansi masih menjadi hambatan. Pada indicator adaptasi, dimana layanan ini juga telah berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan masyarakat dengan mengadopsi inovasi dan teknologi baru. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, resistensi terhadap perubahan, dan kompleksitas birokrasi tetap menjadi hal yang harus diatasi dalam JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 meningkatkan efektivitas layanan ini di masa mendatang, dan. Faktor penghambat Efektivitas Pelayanan Perizinan Melalui Inovasi Jempol Ibu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong. Kecamatan Banjarmasin Selatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat adalah keterbatasan sumber daya, kurangnya koordinasi dan komunikasi internal, tingkat kepuasan dan kompetensi pegawai, prosedur mengantisipasi perubahan atau kebutuhan Keterbatasan sumber daya seperti personel dan peralatan dapat menghambat kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan yang cepat dan Kurangnya koordinasi internal dapat menyebabkan keterlambatan dalam penyelesaian permohonan atau penanganan Tingkat kepuasan dan kompetensi pegawai memengaruhi kualitas layanan yang Proses yang rumit atau berbelitbelit meningkatkan waktu tunggu dan Ketidakmampuan mengantisipasi perubahan atau kebutuhan masyarakat dapat mengurangi responsivitas layanan yang diberikan. SARAN