Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. PENGARUH PENDIDIKAN. PEKERJAAN. PENDAPATAN DAN HARGA PRODUK TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ROKOK DI KECAMATAN SUKOLILO Angga Dwi Permadi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya I Made Suparta Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Alamat : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Korespondensi penulis: anggapermadi076@gmail. com, madesuparta@untag-sby. Abstract. This study aims to analyze the effect of education level, occupation, income and product price on the level of cigarette consumption in Sukolilo District. Surabaya City. The type of research used is quantitative method. The data sources used are primary data obtained from distributing questionnaires to respondents of people who actively smoke in Sukolilo District and secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and related agencies. The method of analysis used in this study is multiple linear regression analysis with the help of the SPSS for windows program The population and sample in this study were 81 respondents selected using non probability sampling technique, namely accidental sampling using Isac Michel formula with 10% margin of error. Data analysis was carried out using multiple linear regression. F test. T test, and coefficient of determination (R Squar. The results showed that partially education, employment, income and product prices had a positive and significant effect on the level of cigarette consumption and the coefficient of determination was 89. It is hoped that this information can provide benefits to the community in Sukolilo Subdistrict or can be input for local governments and policy makers in efforts to control cigarette consumption. Keywords: education, occupation, income, product price, cigarette consumption. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan harga produk terhadap tingkat konsumsi rokok di Kecamatan Sukolilo. Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada responden masyarakat yang aktif merokok di Kecamatan Sukolilo dan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS for windows versi 25. Populasi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 responden yang dipilih menggunakan teknik teknik non probability sampling yaitu accidental sampling dengan menggunakan rumus Isac Michel dengan margin kesalahan 10%. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda, uji F, uji T, dan koefisien determinasi (R Squar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan harga produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi rokok serta nilai Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. koefisiensi determinasi yaitu sebesar 89,2 %. Diharapkan informasi ini dapat memberi manfaat kepada masyarakat di Kecamatan Sukolilo atau dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dan pembuat kebijakan dalam upaya pengendalian konsumsi rokok. Kata kunci: pendidikan, pekerjaan, pendapatan, harga produk, tingkat konsumsi rokok. LATAR BELAKANG Merokok masih menjadi aktivitas yang sering dilakukan dan sangat sulit dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Rokok masih menjadi persoalan global termasuk Indonesia dari dulu hingga saat ini. Efek yang ditimbulkan dari pengguna rokok aktif juga menjadi serius, bukan hanya perokok aktif saja bahkan juga orang yang tidak merokok . erokok pasi. akan merasakan dampak yang cukup serius dalam waktu jangka Panjang. Menurut Kemenkes RI . dampak perokok aktif dan pasif yang ditimbulkan seperti: penyakit paru-paru kronis, serangan jantung dan sebagainya. Rokok merupakan hasil olahan dari tanaman tembakau yang dikonsumsi dengan cara dihisap. Terdapat dua model produksi rokok seperti di cetak menggunakan mesin atau yang biasa disebut dengan SKM (Sigaret Kretek Mesi. maupun menggunakan tangan manual atau dengan istilah SKT (Sigaret Kretek Tanga. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah perokok aktif yang terbesar ketiga di dunia menurut Health & Organization . Hal ini diperkuat bahwa Indonesia juga merupakan negara penghasil . tembakau terbesar keempat di dunia pada tahun 2022, menghasilkan sekitar 3,9% dari produksi global sebesar 5,8 juta ton berdasarkan laporan Global Action to End Smoking . Menurut Rahayuningsih . terdapat banyak penelitian yang telah dilakukan tentang bahaya merokok. Seluruh penelitian mengenai merokok menunjukkan bahwa rokok dapat membahayakan kesehatan. Efek negatif yang ditimbulkan oleh paparan asap rokok juga sudah dipahami dengan baik. Banyak studi yang menunjukkan bahwa terpapar asap rokok dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Menurut Kemenkes dalam salah satu platform yang berjudul Redaksi Sehat Negeriku . yang di ungkapkan bahwa upaya untuk melindungi masyarakat dari risiko produk tembakau, pemerintah telah menetapkan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. UU ini mengatur sejumlah kebijakan, termasuk pengendalian zat adiktif seperti produk Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. tembakau dan rokok elektronik. Sebagai langkah lanjutan, pemerintah sedang menyusun rancangan peraturan pemerintah (PP) mengenai zat adiktif. Saat ini, proses penyusunan PP tersebut telah melalui tahap pembahasan, uji publik, serta rapat pleno dengan kementerian dan lembaga terkait. Dalam waktu dekat. PP yang akan menjadi aturan turunan dari UU Kesehatan ini akan segera disahkan. Fenomena ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mendorong perilaku merokok di masyarakat, antara lain kurangnya pemahaman mengenai bahaya rokok, pengaruh iklan, harga yang relatif terjangkau, pengaruh sosial seperti lingkungan kerja, teman maupun keluarga, serta kuatnya norma sosial yang menganggap merokok sebagai bagian dari budaya atau gaya hidup. Selain itu, industri rokok memainkan peran penting dalam perekonomian negara, termasuk menciptakan banyak lapangan kerja dan memberikan kontribusi yang signifikan melalui pajak. Berdasarkan laporan Bea dan Cukai . Menkeu mengungkapkan bahwa total penerimaan negara di sektor kepabeanan dan cukai yaitu mencapai 95,4 persen dari target (APBN) atau Rp286,2 Dalam ranah sosial, kita bisa melihat bahwa kebiasaan merokok sering dimulai sejak masa sekolah menengah pertama, bahkan untuk sebagian orang, lebih awal dari itu. Aktivitas ini kerap dilakukan saat orang berkumpul, entah untuk bermain atau hanya berbincang dan juga menjadi salah satu alternatif dalam melampiaskan sesuatu seperti rasa lelah setelah melakukan berbagai kegiatan. Bagi usia remaja sekolah hingga usia lanjut, merokok menjadi bentuk perilaku sosial yang melambangkan asosiasi atau simbol tertentu. Berikut data usia perokok di Provinsi Jawa Timur Surabaya merupakan ibukota yang berada di Provinsi Jawa Timur. Semakin banyaknya penduduk kota Surabaya maka membuat aktivitas sosial semakin tinggi sehingga tingkat konsumsi masyarakat juga menjadi meningkat. Besarnya tingkat konsumsi juga bisa dipe ngaruhi oleh banyak faktor, menurut Mankiw . dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ekonomi Makro, konsumsi adalah tindakan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghabiskan nilai manfaat ekonomi dari suatu Tingkat konsumsi rokok masih sangat tinggi untuk beberapa wilayah, sehingga pengeluaran untuk rokok menjadi masalah tersendiri dalam anggaran rumah tangga terutama pada keluarga yang memiliki penghasilan rendah. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. Menurut penelitian Ghany & Kautsar . menyimpulkan bahwa tingkat pendidikan, pendapatan, status pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap konsumsi Hal ini sejalan dengan penelitian Akbari et al. yang menyatakan bahwa pendapatan berpengaruh signifikan dan juga positif terhadap minat konsumsi rokok. Dalam Penelitian Prasetyo & Sihaloho . menyebutkan harga rokok dan pendapatan uang saku mahasiswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi Di sisi lain penelitian Wandita . menunjukkan bahwa variabel harga rokok mempunyai pengaruh positif terhadap konsumsi rokok dan variabel pendapatan rumah tangga mempunyai pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap konsumsi rokok. Namun dalam penelitian lain seperti Marianti & Prayitno . menyatakan bahwa pendapatan tidak memiliki pengaruh terhadap konsumsi rokok. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan harga produk terhadap tingkat konsumsi rokok di Kecamatan Sukolilo. Kota Surabaya. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara faktor-faktor kedudukan sosial ekonomi dengan tingkat konsumsi rokok masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi ilmiah dalam mendukung penyusunan kebijakan publik yang efektif, khususnya dalam upaya pengendalian konsumsi rokok dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara KAJIAN TEORITIS Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu indikator yang mampu mencerminkan kemampuan daya intelektual sumber daya manusia dalam berkarya (Juliansyah & Rizal, . Di dalam UUD RI . definisi pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Penjelasan tersebut sejalan dengan penelitian Rahman et al. pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Dalam buku ilmu pendidikan Yahya . menjelaskan pendidikan adalah proses mengubah sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan. Kualitas individu dipengaruhi oleh seberapa baik seseorang mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, termasuk dalam aspek kualitas hidup mereka. Orang yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan berupaya meningkatkan kehidupan diri dan keluarganya mencapai tujuan hidup yang lebih baik dan berkualitas. Pekerjaan Pekerjaan adalah kegiatan sosial di mana individu atau kelompok bekerja selama waktu dan ruang tertentu, kadang-kadang dengan harapan mendapatkan uang atau imbalan lainnya, atau tanpa mengharapkan imbalan, tetapi dengan rasa tanggung jawab kepada orang lain (Meisartika & Safrianto, 2. Pekerjaan mengacu pada seberapa penting suatu aktifitas, berapa banyak waktu, dan tenaga yang dihabiskan, serta imbalan yang diterima. Masyarakat yang memiliki pekerjaan dapat memenuhi kebutuhan primer dan sekunder, sehingga masyarakat dengan status pekerjaan dan upah yang tinggi dapat menentukan status sosialnya. Menurut Kapisa et al. Pekerjaan didefinisikan dalam arti luas sebagai aktivitas utama yang dilakukan oleh seseorang, dalam arti sempit pekerjaan didefinisikan sebagai aktivitas yang dilakukan oleh seseorang untuk tujuan tertentu dan dengan cara yang baik dan benar. Seseorang akan dibayar untuk bekerja, sehingga bekerja dilakukan untuk bertahan hidup dan uang yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pendapatan Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk atau jasa kepada pelanggan. Bagi investor, pendapatan kurang penting dibanding keuntungan, yang merupakan jumlah uang yang Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. diterima setelah dikurangi pengeluaran (Nurjanna, 2. Sedangkan menurut Ardiva et . Pendapatan adalah indikator paling konvensional untuk menilai daya beli dan status sosial. Pendapatan yang mencerminkan tingkat kesejahteraan secara jelas dapat menentukan status, hal ini juga menunjukkan sebuah pola konsumsi seseorang. Dalam penelitian Fatmawatie, . juga menyebutkan bahwa pendapatan merupakan kompensasi yang diterima akibat penyerahan faktor produksi, yaitu tenaga kerja, modal, tanah, dan kewirausahaan. Harga Harga merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan tingkat konsumsi suatu barang. Berdasarkan hukum ekonomi ekonomi menurut Wandita . bahwa kenaikan harga akan mengakibatkan penurunan dalam permintaan. Menurut Kurniawan & Widajanti . Harga adalah perbandingan antara jumlah uang yang dikeluarkan oleh pelanggan dan keuntungan yang mereka peroleh sebagai hasil dari kombinasi dari jasa yang diberikan. Dalam penelitian Haryanti . menyatakan bahwa harga adalah nilai dari suatu produk yang dapat ditukar dengan produk lainnya. Sedangkan Prasetyo & Sihaloho . menjelaskan harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan sehingga ditukarkan oleh pembeli untuk mendapatkan atau memiliki suatu barang yang jelas memiliki manfaat dan kegunaannya. Harga juga merupakan indikator atau alat ukur yang digunakan oleh pembeli untuk menentukan pilihan terhadap pembelian suatu barang atau jasa apabila harga yang ditawarkan dikaitkan dengan manfaat yang didapat dari barang atau jasa tersebut. Teori Konsumsi Dalam penelitian Marianti & Prayitno . Konsumsi merupakan seluruh pengeluaran baik rumah tangga atau masyarakat maupun pemerintah untuk mendapatkan kepuasan, meskipun demikian masyarakat tetap memperhatikan seberapa banyak dana yang harus dikeluarkan untuk memperoleh suatu barang tersebut. Definisi konsumsi menurut Khairijinal & Muazza . adalah suatu kegiatan manusia memakai, atau menggunakan, atau mengurangi, atau menghabiskan nilai guna Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. suatu barang atau jasa dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan, maka nilai gunanya akan menjadi berkurang dan pada akhirnya akan menjadi habis. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif causal . ubungan sebab akiba. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Sukolilo yang aktif merokok dengan jumlah sampel 81 responden. Data yang dikumpulkan berupa hasil dari kuesioner menggunakan skala likert dengan melakukan observasi dan dokumentasi serta menggunakan alat olah data SPSS versi 26 untuk menguji hasil Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non probability sampling yaitu accidental sampling. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan tujuan untuk menguji teori dan pengaruh variabel X (Pendidikan. Pekerjaan. Pendapatan dan Harga Produ. terhadap variabel Y (Tingkat Konsumsi Roko. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis Regresi Linear Berganda adalah hubungan yang meliputi lebih dari dua variabel, serta untuk menyatakan ada atau tidaknya hubungan antar variabel. Analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e Keterangan: = Tingkat Konsumsi = Konstanta b1, b2, b3, b4 = Koefisien Regresi = Pendidikan = Pekerjaan = Pendapatan = Harga = Error . ariabel lain yang tidak diketahu. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Uji F (Simulta. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. Uji F digunakan untuk menguji tingkat signifikan dari pengaruh variabel independen secara bersama-sama . terhadap variabel dependen, dengan cara membandingkan nilai signifikan t dengan taraf alpha ( = 5%) dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai sig < maka H0 ditolak Jika nilai sig > maka Ha diterima Uji T (Parsia. Uji ini adalah jenis uji statistik dimana untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan secara parsial dari masing-masing variabel indepeden (X) terhadap variabel depedent (Y) dengan cara membandingkan nilai signifikan t dengan taraf alpha ( = 5%) dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai sig < maka H0 ditolak Jika nilai sig > maka Ha diterima Koefision Determinasi (R. Koefisien determinasi, yang dinyatakan sebagai R2 (R squar. yaitu kuadrat dari koefisien korelasi . , merupakan statistik yang menunjukkan seberapa besar proporsi variasi atau naik turunnya variabel terikat yang dijelaskan oleh variasi variabel bebas. Misalnya nilai R2 adalah 0. 93, yang menunjukkan bahwa perubahan variabel independen menyebabkan perubahan variabel dependen sebesar 93%. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini data yang digunakan merupakan data primer, dan data Data primer dalam penelitian ini merupakan hasil yang diperoleh dengan cara menyebar kuesioner untuk mendapatkan nilai data penelitian dengan responden sebanyak 81 yang berkontribusi untuk mengisi kuesioner dengan lengkap. Seluruh responden tersebut merupakan masyarakat yang aktif merokok di Kecamatan Sukolilo. Kota Surabaya. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara lima Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. variabel yang terdiri dari pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan harga terhadap tingkat konsumsi rokok di Kecamatan Sukolilo. Kota Surabaya. Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dapat dilakukan regresi linier berganda dengan persamaan regresi sebagai berikut. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 1 Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error (Constan. PENDIDIKAN PEKERJAAN PENDAPATAN HARGA Dependent Variable: TINGKAT KONSUMSI Sumber: Hasil Olah Data SPSS, . Sig. Berdasarkan Tabel 1 diatas persamaan regresi linier berganda yang diperoleh adalah sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e Y = 0,176 0,163X1 0,323X2 0,164X3 0,340X4 e Nilai a atau konstanta sebesar 0,176 menunjukkan bahwa jika semua variabel independen (X1. X2. X3. yaitu pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan harga sama dengan nol . , maka variabel dependen Tingkat konsumsi rokok (Y) diperkirakan sebesar 0,176% Variabel Pendidikan (X. dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,163% menunjukkan bahwa variabel pendidikan (X. mempunyai pengaruh positif terhadap tingkat konsumsi rokok (Y) yang berarti bahwa jika variabel pendidikan (X. mengalami peningkatan maka variabel tingkat konsumsi (Y) juga akan meningkat, dengan asumsi variabel lain tetap konstan. Variabel pekerjaan (X. dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,323% menunjukkan bahwa variabel pekerjaan (X. mempunyai pengaruh positif terhadap Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. tingkat konsumsi rokok (Y) yang berarti bahwa jika variabel pekerjaan (X. mengalami peningkatan maka variabel tingkat konsumsi (Y) juga akan meningkat, dengan asumsi variabel lain tetap konstan. Variabel pendapatan (X. dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,164% menunjukkan bahwa variabel pendapatan (X. mempunyai pengaruh positif terhadap tingkat konsumsi rokok (Y) yang berarti bahwa jika variabel pendapatan (X. mengalami peningkatan maka variabel tingkat konsumsi (Y) juga akan meningkat, dengan asumsi variabel lain tetap konstan. Variabel harga (X. dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,340% menunjukkan bahwa variabel harga (X. mempunyai pengaruh positif terhadap tingkat konsumsi rokok (Y) yang berarti bahwa jika variabel harga (X. mengalami peningkatan maka variabel tingkat konsumsi (Y) juga akan meningkat, dengan asumsi variabel lain tetap konstan. Uji F Tabel 2 Uji F (Simulta. ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: TINGKAT KONSUMSI Predictors: (Constan. HARGA. PENDIDIKAN. PENDAPATAN. PEKERJAAN Sumber: Hasil Olah Data SPSS, . Berdasarkan Tabel 2 diatas menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 165,660 > F tabel 2,506 dengan signifikansi 0. 000 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti variabel pendidikan (X. , pekerjaan (X. , pendapatan (X. dan harga (X. secara bersama-sama . berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi rokok (Y). Uji T Berdasarkan hasil pada tabel 1 maka diketahui hasil bahwa: Variabel pendidikan (X. menunjukan bahwa dengan nilai signifikansi sebesar 0,013 < 0,05 dan T hitung 2,542 > T tabel 1,995. Dapat disimpulkan bahwa H0 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. ditolak dan Ha diterima yang berarti pendidikan (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi rokok (Y). Variabel pekerjaan (X. menunjukan bahwa dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan T hitung 5,194 > T tabel 1,995. Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti pekerjaan (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi rokok (Y). Variabel pendapatan (X. menunjukan bahwa dengan nilai signifikansi sebesar 0,024 < 0,05 dan T hitung 2,295 > T tabel 1,995. Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti pendapatan (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi rokok (Y). Variabel harga rokok (X. menunjukan bahwa dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan T hitung 5,544 > T tabel 1,995. Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti harga rokok (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi rokok (Y). Koefision Determinasi (R. Tabel 4 Koefision Determinasi (R. Model Summaryb Model R R Square Adjusted Std. Error of R Square the Estimate Predictors: (Constan. HARGA. PENDIDIKAN. PENDAPATAN. PEKERJAAN Dependent Variable: TINGKAT KONSUMSI Sumber: Hasil Olah Data SPSS, . Berdasarkan Tabel 4 diatas maka diketahui hasil bahwa nilai koefisiensi determinasi (R Squar. yaitu sebesar 0,892 yang berarti besarnya angka koefisiensi determinasi adalah 89,2 %. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel pendidikan (X. , pekerjaan (X. , pendapatan (X. , dan harga produk (X. secara bersama- sama . berpengaruh terhadap tingkat konsumsi rokok (Y) sebesar 89,2 %. Sedangkan sisanya yaitu 10,8 % dipengaruhi variabel lain diluar persamaan regresi atau variabel lain yang tidak diteliti. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi KESIMPULAN DAN SARAN Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. Dari hasil penelitian yang dilakukan, yang didasarkan pada pengolahan data terhadap hipotesis yang diajukan, bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan harga produk terhadap tingkat konsumsi rokok. Dapat disimpulkan bahwa hasil nilai koefisiensi determinasi (R Squar. yaitu sebesar 0,892 yang berarti besarnya angka koefisiensi determinasi adalah 89,2 % artinya tingkat konsumsi rokok sebesaar 89,2% dipengaruhi oleh pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan harga produk. Sedangkan sisanya yaitu 10,8 % dipengaruhi variabel lain diluar persamaan regresi atau variabel lain yang tidak diteliti. Secara simultan dan parsial variabel pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan harga produk, semuanya memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi rokok. Temuan ini memiliki kesamaan dan sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ghany & Kautsar . Akbari et al. , serta Prasetyo & Sihaloho . yang menyatakan bahwa pendapatan, pekerjaan, dan harga rokok berpengaruh terhadap konsumsi rokok. Namun demikian, penelitian ini memiliki sedikit perbedaan dengan temuan Wandita . yang menyatakan bahwa pendapatan rumah tangga tidak berpengaruh signifikan terhadap konsumsi rokok, sedangkan dalam penelitian ini pendapatan justru berpengaruh signifikan. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat temuan-temuan terdahulu, namun juga memberikan perspektif tambahan, khususnya dalam konteks lokal di Kecamatan Sukolilo. Kota Surabaya dengan kontribusi determinasi sebesar 89,2% yang terbilang sangat tinggi. Bagi Masyarakat diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola pendapatan, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah yang menurut hasil penelitian merupakan segmen terbesar perokok di Kecamatan Sukolilo. Masyarakat juga perlu mempertimbangkan kembali prioritas pengeluaran agar kebutuhan yang lebih penting, seperti kesehatan dan pendidikan, tidak terabaikan karena pengeluaran untuk rokok. Bagi pemerintah dan pembuat kebijakan, perlu dilakukan langkah strategis seperti peningkatan edukasi tentang bahaya merokok yang ditargetkan pada masyarakat dengan pendidikan menengah serta usia muda. Selain itu, kebijakan kenaikan harga Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. rokok melalui cukai juga bisa dijadikan sebagai instrumen pengendalian konsumsi yang cukup efektif. Bagi peneliti selanjutnya penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada 10,8% faktor lain yang belum dijelaskan oleh variabel dalam model. Oleh karena itu, peneliti berikutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain agar hasilnya lebih komprehensif seperti memperluas wilayah penelitian, menggunakan metode campuran . ixed method. dan menganalisis faktor usia dan jenis kelamin. DAFTAR REFERENSI Akbari. Anggraeni. Sugianto. , & Gazali. Pengaruh Kenaikan Cukai. Pajak Pertambahan Nilai. Pendapatan Dan Usia Terhadap Konsumsi Rokok Konvensional Dikalangan Usia 20 Ae 30 Tahun Di Jakarta Barat. Jurnal Ekonomi Trisakti, 2. , 1725Ae1734. https://doi. org/10. 25105/jet. Ardiva. Adisti. , & Asmarani. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelas Sosial: Gaya Hidup. Daya Beli Dan Tingkat Konsumsi (Literature Review MSDM). Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 3. https://doi. org/https://doi. org/10. 31933/jimt. Bea dan Cukai. Tutup Tahun, capaian penerimaan bea cukai 2023 tembus Rp286,2 Triliun. Direktorat Jenderal Bea Cukai. https://w. id/berita/-tutup-tahun-capaian-penerimaan-bea-cukai2023-tembus-rp286-2-triliun. Fatmawatie. Analisis Dampak Pp No. 109 Tahun 2012 Terhadap Kinerja Pt. Gudang Garam. Tbk Dan Sosial Ekonomi Kota Kediri (Studi Komparasi Sebelum Dan Sesudah Diterapkannya Pp No. 109 Tahun 2. Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah, 7. , 129. https://doi. org/10. 21043/equilibrium. Ghany. , & Kautsar. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Rokok di Indonesia. Kajian Ekonomi dan Keuangan, 5. , 158Ae170. https://doi. org/10. 31685/kek. Global Action to End Smoking. State of Smoking and Health in Indonesia. https://globalactiontoendsmoking. org/research/tobacco-around-theworld/indonesia/ Haryanti. Hubungan Harga Diri dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Dengan Perilaku Merokok. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 6. , 439Ae445. https://doi. org/10. 30872/psikoborneo. Health. , & Organization. Tobacco. 31 July. https://w. int/newsroom/fact-sheets/detail/tobacco Juliansyah. , & Rizal. Faktor Umur. Pendidikan, dan Pengetahuan dengan Perilaku Merokok di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian. Kabupaten Sintang. Visikes: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7. , 92Ae107. Kapisa. Bauw. , & Yap. Analisis Tingkat Pendidikan dan Jenis Pekerjaan Terhadap Pendapatan Kepala Keluarga (KK) di Kampung Manbesak Distrik Biak Utara Provinsi Papua. Lensa Ekonomi, 15. , 131. https://doi. org/10. 30862/lensa. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 72-85 http://journal. Kemenkes RI. Dampak Buruk Rokok Bagi Perokok Aktif dan Pasif. Ayosehat. Kemkes. Go. Id. https://ayosehat. id/dampak-buruk-rokok-bagiperokok-aktif-dan-pasif Khairijinal, & Muazza. Ilmu Ekonomi Dalam PLP. Salim Media Indonesia. Kurniawan. , & Widajanti. Pengaruh Promosi dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Rokok Djarum Super Dengan Kepuasan Konsumen Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, 15. , 354Ae366. Mankiw. Pengantar ekonomi makro. In Terjemahan Chriswan Sungkono. Jakarta: Salemba Empat (Edisi ked. Unit Penerbit Dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Ykpn. Marianti. , & Prayitno. Analisis Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi. Pendapatan dan Harga Rokok Terhadap Konsumsi Rokok di Indonesia. Economie: Jurnal Ilmu Ekonomi, 1. , 93. https://doi. org/10. 30742/economie. Meisartika. , & Safrianto. Karakteristik Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Kerja Pegawai Kantor Camat Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan, 04. , 106Ae124. Nurjanna. Pengakuan Dan Pengukuran Pendapatan Berdasarkan Psak No. Pada Kalla Toyota Makassar. PAY Jurnal Keuangan dan Perbankan, 2. , 35Ae41. Prasetyo. , & Sihaloho. Pengaruh Harga Rokok terhadap Perilaku Konsumsi Rokok pada Mahasiswa di Jatinangor. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20. , 470. https://doi. org/10. 33087/jiubj. Rahayuningsih. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Suami Tentang Pengaruh Paparan Asap Rokok Terhadap Kehamilan Di Rsud Wates. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan, 230Ae235. Rahman. Munandar. Fitriani. Karlina. , & Yumriani. Pengertian Pendidikan. Ilmu Pendidikan dan Unsur-Unsur Pendidikan. Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2. , 1Ae8. Rokom Redaksi Sehat Negeriku Kemenkes. Perokok Aktif di Indonesia Tembus Juta Orang. Mayoritas Anak Muda. https://sehatnegeriku. id/baca/umum/20240529/1545605/perokok-aktifdi-indonesia-tembus-70-juta-orang-mayoritas-anak-muda/ Undang-Undang Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Wandita. Pengaruh Cukai Rokok Terhadap Konsumsi Rokok Serta Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Rokok. Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosia, 14. , 159Ae165. https://doi. org/10. 19184/jpe. Yahya. Ilmu Pendidikan (MukniAoah . )). IAIN JEMBER PRESS.