JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) VOL 5. No. Mei 2025, pp. 227 - 241 p-ISSN : 2808-8786 . e-ISSN : 2798-1355 . http://journal. id/index. php/dinamika DOI : https://doi. org/10. 51903/dinamika. The Role of Inclusive Leadership in Enhancing Talent Retention Among Remote Workforce: A Multinational Study Kusna Djati Purnama1. Agustinus Wardi2. Galuh Aditya3 Universitas Sains dan Teknologi Komputer Jl. Majapahit No. Pedurungan Kidul. Kec. Pedurungan. Kota Semarang. Jawa Tengah 50192 e-mail: djati@stiestekom. id 1, agustinuswardi@stekom. id 2, galuhaditya. rajawali@gmail. 1,2,3 ARTICLE INFO Article history: Received 23 Maret 2025 Recived in revised form 14 April 2025 Accepted 13 Mei 2025 Available online 30 Mei 2025 ABSTRACT The transformation of the workplace in the digital era has pushed organizations to adopt more adaptive and inclusive leadership styles, particularly in managing and retaining talent. Inclusive leadership is believed to foster a psychologically safe work environment, build trust, and enhance employee engagementAikey factors influencing talent retention This study aims to examine the impact of inclusive leadership on talent retention, by exploring the mediating roles of psychological safety, trust, and employee engagement. A quantitative approach was employed through an online survey involving 150 respondents from the professional and technology Data analysis was conducted using multiple linear regression and Structural Equation Modeling (SEM) with the support of SPSS and SmartPLS. The findings reveal that inclusive leadership significantly influences talent retention, both directly and indirectly through the three mediating variables. These results highlight the importance of leadership styles that are attuned to employeesAo psychological needs. Theoretically, this study contributes to the growing body of literature on leadership and employee Practically, recommendations for organizations to develop sustainable human resource management policies focused on employee well-beingAiparticularly in the context of an increasingly digital and flexible work Keywords: Inclusive Leadership. Talent Retention. Remote Workforce. Multinational Survey Abstrak Transformasi dunia kerja di era digital mendorong organisasi untuk menerapkan kepemimpinan yang lebih adaptif dan inklusif, khususnya dalam mengelola dan mempertahankan talenta. Kepemimpinan inklusif diyakini menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis, membangun kepercayaan, serta Received 23 Maret, 2025. Revised 14 April, 2025. Accepted 13 Mei, 2025 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 meningkatkan keterlibatan karyawanAifaktor penting dalam keputusan talenta untuk tetap bertahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kepemimpinan inklusif terhadap retensi talenta, dengan menelusuri peran mediasi dari psychological safety, trust, dan employee engagement. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei online terhadap 150 responden di sektor profesional dan teknologi. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan Structural Equation Modeling (SEM) dengan dukungan SPSS dan SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan inklusif berpengaruh signifikan terhadap retensi talenta, baik secara langsung maupun melalui mediasi ketiga variabel tersebut. Temuan ini menekankan pentingnya gaya kepemimpinan yang peka terhadap kebutuhan psikologis karyawan. Secara teoretis, studi ini memperluas literatur tentang kepemimpinan dan retensi karyawan. Secara praktis, memberikan rekomendasi strategis bagi organisasi dalam membangun kebijakan manajemen SDM yang berkelanjutan dan berfokus pada kesejahteraan tenaga kerja, khususnya dalam era kerja digital dan fleksibel. Kata Kunci : Kepemimpinan Inklusif. Retensi Talenta. Tenaga Kerja Jarak Jauh. Survei Multinasional PENDAHULUAN Seiring dengan perubahan signifikan dalam cara kerja global, banyak organisasi multinasional yang kini mengadopsi model kerja jarak jauh atau hybrid untuk mempertahankan fleksibilitas dan efisiensi. Namun, peralihan ini juga membawa tantangan baru dalam mempertahankan talenta yang berkualitas, terutama karena dinamika kepemimpinan inklusif yang semakin kompleks dalam konteks virtual (Smite et al. , 2. Kepemimpinan inklusif, yang menekankan penerimaan, keterlibatan, dan pengakuan terhadap perbedaan, telah terbukti meningkatkan keterlibatan dan kepuasan kerja karyawan, namun kaitannya dengan retensi talenta, khususnya dalam pekerjaan jarak jauh, masih minim diteliti (Ilyas et al. , 2. Selain itu, meskipun penelitian kepemimpinan inklusif di banyak organisasi berfokus pada konteks tatap muka, tantangan dalam kerja virtual menciptakan konteks baru yang memerlukan pendekatan yang lebih mendalam untuk memahami pengaruhnya terhadap niat bertahan karyawan (Apelehin et al. , 2. Tidak hanya itu, sedikitnya perhatian diberikan kepada faktor-faktor mediasi dan moderasi, seperti psychological safety, trust, dan engagement, yang dapat menjelaskan hubungan antara kepemimpinan inklusif dan retensi talenta (Caputo, 2. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengisi kesenjangan ini dengan menganalisis pengaruh kepemimpinan inklusif terhadap retensi talenta di kalangan tenaga kerja jarak jauh, serta mengeksplorasi variasi pengaruhnya di lintas budaya dan negara. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang peran kepemimpinan inklusif dalam konteks kerja jarak jauh, tetapi juga memberikan wawasan praktis bagi organisasi multinasional untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mampu mempertahankan talenta secara berkelanjutan. Kepemimpinan inklusif telah menjadi salah satu pendekatan kepemimpinan yang mendapat perhatian luas dalam literatur organisasi karena kemampuannya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keberagaman, partisipasi, dan keterlibatan psikologis karyawan (Veli Korkmaz et al. , 2. Teori dasar yang melandasi konsep ini adalah Social Exchange Theory (Lee et al. , 2. , yang menjelaskan bahwa perilaku positif pemimpin, seperti mendengarkan suara anggota tim, menghargai perbedaan, dan menunjukkan empati, akan dibalas oleh karyawan melalui loyalitas dan keinginan untuk bertahan. Dalam konteks kerja jarak jauh, peran kepemimpinan inklusif menjadi semakin penting karena tantangan komunikasi dan keterputusan sosial yang dialami karyawan dapat mengurangi rasa keterlibatan dan komitmen mereka terhadap organisasi (Dagar & Sisodia, 2. Beberapa penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa kepemimpinan inklusif berkorelasi positif dengan engagement dan psychological safety (Usman & Hanif, 2. , namun penelitian yang secara eksplisit menguji hubungan langsungnya dengan retensi karyawan, khususnya dalam pengaturan kerja virtual dan lintas budaya, masih sangat terbatas. Studi multinasional oleh (Sanchez, 2. , menekankan pentingnya kontekstualisasi budaya dalam praktik kepemimpinan, namun belum secara detail membahas retensi sebagai outcome utama. Melalui pendekatan kuantitatif lintas negara, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan model kepemimpinan inklusif yang efektif dalam mempertahankan talenta di era kerja jarak jauh (Kucharska & Erickson, 2. Definisi Masalah (GAP) dalam penelitian ini berfokus pada kurangnya penelitian yang secara eksplisit menghubungkan kepemimpinan inklusif dengan retensi talenta, terutama dalam konteks kerja jarak jauh (Kuzmanov, 2. Meskipun banyak penelitian sebelumnya membahas pengaruh kepemimpinan inklusif terhadap kepuasan kerja atau keterlibatan karyawan, studi yang meneliti dampak langsungnya terhadap keputusan bertahan . masih terbatas, terutama pada sektor yang mengandalkan tenaga kerja jarak jauh JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 atau remote (Usman & Hanif, 2. Penelitian yang ada juga cenderung tidak memperhitungkan perbedaan budaya dan sistem kerja di berbagai negara yang mempengaruhi dinamika kepemimpinan inklusif di tempat kerja (Guo, 2. Gap ini semakin mendalam ketika kita mempertimbangkan peran variabel mediasi dan moderasi, seperti psychological safety, trust, dan engagement, yang belum banyak dieksplorasi dalam konteks kepemimpinan inklusif dan retensi talenta (Usman & Hanif, 2. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengisi kekosongan tersebut dengan mengkaji bagaimana kepemimpinan inklusif dapat mempengaruhi retensi talenta di kalangan tenaga kerja jarak jauh dalam organisasi multinasional. Lebih lanjut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan pengaruh kepemimpinan inklusif terhadap retensi talenta di berbagai negara dan budaya, serta mengidentifikasi peran faktor-faktor seperti psychological safety, engagement, dan trust sebagai variabel mediasi yang dapat menjelaskan hubungan tersebut. Ruang lingkup penelitian ini difokuskan pada organisasi multinasional dengan tenaga kerja jarak jauh, yang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan hal tersebut, pertanyaan penelitian yang diajukan adalah: . Bagaimana pengaruh langsung kepemimpinan inklusif terhadap retensi talenta dalam organisasi multinasional yang menerapkan kerja jarak jauh? . Apa peran psychological safety, engagement, dan trust dalam memediasi hubungan antara kepemimpinan inklusif dan retensi talenta? . Apakah ada perbedaan pengaruh kepemimpinan inklusif terhadap retensi talenta yang bergantung pada perbedaan budaya dan negara? Kepemimpinan inklusif semakin penting dalam organisasi modern karena kemampuannya untuk menciptakan lingkungan kerja yang menghargai perbedaan dan mendorong keterlibatan (College, 2. Pemimpin inklusif tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengakui kontribusi setiap individu, yang memperkuat komitmen dan loyalitas karyawan (Apelehin et al. , 2. Dalam konteks kerja jarak jauh, pendekatan ini menjadi krusial untuk mengatasi tantangan komunikasi dan keterputusan sosial. Peralihan ke kerja jarak jauh menambah kompleksitas dalam mempertahankan talenta. Karyawan sekarang menilai fleksibilitas, keterhubungan, dan makna kerja lebih dari sekadar gaji (Ardi et al. , 2. Oleh karena itu, retensi talenta tidak hanya ditentukan oleh kompensasi, tetapi juga oleh pengalaman kerja yang suportif dan keterikatan emosional dengan organisasi. Faktor psikologis seperti psychological safety, trust, dan engagement memainkan peran penting dalam menghubungkan kepemimpinan inklusif dengan retensi talenta (Apelehin et al. , 2. Psychological safety memberikan rasa aman bagi karyawan untuk berinovasi, sementara trust memperkuat loyalitas terhadap organisasi, dan engagement mengukur kedalaman keterikatan karyawan (Liu, 2. Ketiga faktor ini menjelaskan mengapa kepemimpinan inklusif dapat meningkatkan keputusan bertahan. Meski banyak penelitian yang mengkaji hubungan kepemimpinan inklusif dengan kepuasan dan keterlibatan, penelitian yang mengeksplorasi hubungan langsung antara kepemimpinan inklusif dan retensi karyawan, khususnya dalam konteks kerja jarak jauh, masih terbatas (Ilyas et al. , 2. Penelitian yang ada juga jarang melibatkan aspek lintas budaya, yang sangat relevan dalam organisasi multinasional yang mempraktikkan kerja jarak jauh (Yang & Zhen, 2. Studi-studi sebelumnya menunjukkan bahwa kepemimpinan inklusif berpengaruh positif terhadap keterlibatan dan inovasi, namun belum banyak yang menghubungkannya secara eksplisit dengan retensi karyawan di lingkungan kerja jarak jauh (Pham et al. , 2. Seiring dengan meluasnya penerapan kerja virtual, muncul kebutuhan akan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana praktik kepemimpinan inklusif dapat mendorong keputusan karyawan untuk bertahan dalam konteks lintas budaya dan geografis (Catherine Ezeafulukwe et al. , 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan inklusif terhadap retensi talenta di kalangan tenaga kerja jarak jauh dalam konteks organisasi multinasional, serta untuk memahami peran variabel-variabel mediasi seperti psychological safety, engagement, dan trust dalam hubungan tersebut. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah mengisi celah yang ada dalam literatur, khususnya mengenai hubungan langsung antara kepemimpinan inklusif dan retensi karyawan, yang masih jarang dibahas secara mendalam, terutama dalam konteks kerja jarak jauh. Penelitian ini juga mencoba menggali bagaimana kepemimpinan inklusif berpengaruh di berbagai budaya dan negara, yang penting mengingat beragamnya nilai dan sistem kerja di tiap wilayah. The Role of Inclusive Leadership in Enhancing Talent Retention Among Remote Workforce: A Multinational Study (Kusna Djati Purnama, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Originalitas penelitian ini terletak pada pendekatannya yang menghubungkan kepemimpinan inklusif dengan retensi talenta dalam lingkungan kerja virtual, yang semakin relevan di tengah perkembangan model kerja jarak jauh yang pesat. Selain itu, novelty penelitian ini muncul dari cara-cara baru untuk mengintegrasikan analisis lintas budaya dan variabel-variabel mediasi dalam konteks kepemimpinan inklusif, memberikan perspektif segar yang belum banyak terungkap dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis bagi organisasi multinasional dalam merancang kebijakan kepemimpinan yang lebih inklusif, guna mempertahankan talenta terbaik dalam skema kerja jarak jauh. METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk memahami bagaimana kepemimpinan inklusif memengaruhi retensi talenta di kalangan pekerja jarak jauh dalam organisasi Pendekatan ini dipilih karena mampu menjelaskan hubungan antar variabel secara terukur dan Fokus utama penelitian adalah menguji apakah kepemimpinan inklusif memiliki pengaruh langsung terhadap keinginan karyawan untuk tetap bertahan, serta pengaruh tidak langsung yang dimediasi oleh psychological safety, keterlibatan . , dan kepercayaan . Dengan pendekatan kuantitatif, hubungan-hubungan tersebut dapat dianalisis menggunakan data numerik yang diolah secara statistik, sehingga hasilnya lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Desain penelitian ini berbentuk survei lintas negara . ross-national surve. dengan tujuan eksplanatori, yaitu untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antar variabel dalam konteks kerja virtual yang beragam secara Survei dilakukan secara daring kepada responden yang bekerja dari berbagai negara seperti Indonesia. India. Jerman, dan Amerika Serikat. Pemilihan desain ini memungkinkan peneliti untuk menangkap dinamika yang berbeda-beda dalam praktik kepemimpinan inklusif, yang bisa dipengaruhi oleh latar belakang budaya dan sistem kerja masing-masing negara. Dengan desain ini, penelitian tidak hanya bisa menghasilkan temuan yang relevan secara global, tapi juga memberikan wawasan praktis bagi perusahaan multinasional dalam membangun gaya kepemimpinan yang adaptif dan mendukung retensi karyawan jarak Populasi dan Sampling Populasi dalam penelitian ini terdiri dari karyawan yang bekerja dalam model kerja jarak jauh di organisasi multinasional, yang tersebar di berbagai sektor industri seperti teknologi, jasa, dan manufaktur. Pemilihan populasi ini didasarkan pada relevansi topik mengenai kepemimpinan inklusif dalam konteks kerja jarak jauh yang semakin diterapkan oleh banyak organisasi multinasional. Karyawan yang terlibat dalam penelitian ini harus memiliki pengalaman minimal satu tahun dalam bekerja secara remote atau hybrid, karena pengalaman ini dianggap cukup untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang pengaruh kepemimpinan inklusif terhadap keputusan bertahan mereka. Selain itu, penelitian ini juga berfokus pada keberagaman budaya, dengan memilih negara-negara seperti Indonesia. India. Jerman, dan Amerika Serikat, untuk mendapatkan variasi data yang mencerminkan praktik kepemimpinan inklusif yang berbeda di berbagai belahan dunia. Sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive, yang bertujuan untuk memilih responden yang sesuai dengan kriteria tertentu, yaitu karyawan yang bekerja di lingkungan kerja jarak jauh dan memiliki pengalaman relevan dengan topik penelitian. Untuk memastikan hasil yang representatif, jumlah sampel yang diharapkan adalah sekitar 150 responden yang tersebar merata di negara-negara yang Teknik stratified random sampling diterapkan untuk memastikan representasi yang seimbang berdasarkan negara dan sektor industri, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi ke berbagai konteks budaya dan organisasi multinasional. Dengan cara ini, penelitian dapat mengidentifikasi perbedaan pengaruh kepemimpinan inklusif terhadap retensi talenta di berbagai latar belakang budaya dan organisasi, serta memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan bertahan karyawan dalam lingkungan kerja jarak jauh. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei kuantitatif, dengan instrumen utama berupa kuesioner yang dirancang untuk mengukur hubungan antara kepemimpinan inklusif dan retensi talenta di kalangan tenaga kerja jarak jauh. Kuesioner tersebut mencakup beberapa bagian yang menilai variabel utama yang diteliti, yaitu kepemimpinan inklusif, retensi talenta, serta faktor-faktor mediasi seperti psychological safety, trust, dan engagement. Instrumen ini menggunakan skala Likert 5 poin, di mana JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 responden diminta untuk memberikan penilaian terhadap setiap pernyataan, mulai dari "sangat tidak setuju" hingga "sangat setuju". Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner didasarkan pada teori-teori yang relevan dalam bidang kepemimpinan dan manajemen sumber daya manusia, dengan beberapa adaptasi untuk menyesuaikan konteks kerja jarak jauh dan multinasional. Setiap bagian dari kuesioner telah melalui proses validasi oleh para ahli dalam bidang kepemimpinan, serta pengujian validitas dan reliabilitas instrumen dengan menggunakan teknik alpha cronbach, yang memastikan bahwa instrumen ini memiliki konsistensi internal yang tinggi. Setelah instrumen disusun dan diuji validitasnya, data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner secara daring menggunakan platform survei online yang memungkinkan akses luas bagi responden dari berbagai Platform ini juga memastikan pengumpulan data yang efisien dan meminimalkan bias geografis, serta memungkinkan pengumpulan respons yang lebih cepat. Kuesioner tersebut mencakup sejumlah pertanyaan demografis untuk menggali karakteristik responden, seperti usia, jenis kelamin, lama pengalaman kerja jarak jauh, tingkat pendidikan, dan sektor industri tempat mereka bekerja. Hal ini penting untuk menganalisis perbedaan pengaruh kepemimpinan inklusif terhadap retensi talenta yang mungkin dipengaruhi oleh faktor demografis atau konteks industri. Setelah data terkumpul, analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak statistik seperti SPSS atau SmartPLS untuk menguji hubungan antar variabel utama dalam penelitian, menggunakan teknik analisis regresi untuk mengukur pengaruh langsung, serta analisis mediasi untuk menguji peran faktor-faktor psikologis . eperti psychological safety, trust, dan engagemen. dalam hubungan antara kepemimpinan inklusif dan retensi talenta. Software dan Tools yang Digunakan Penelitian ini menggunakan berbagai software dan tools untuk mendukung proses analisis data secara efisien dan akurat. Salah satu perangkat utama yang digunakan adalah SPSS (Statistical Package for the Social Science. , yang digunakan untuk menganalisis data deskriptif dan uji statistik dasar, seperti uji normalitas, uji reliabilitas (CronbachAos Alph. , serta uji regresi linier untuk melihat pengaruh langsung antara kepemimpinan inklusif dan retensi talenta. SPSS memungkinkan peneliti untuk melakukan analisis data kuantitatif dengan antarmuka yang intuitif, mempermudah pengolahan data dalam jumlah besar dan mengidentifikasi pola-pola yang relevan dalam variabel-variabel yang diteliti. Selain itu. SmartPLS (Partial Least Square. digunakan untuk menguji model hubungan antar variabel dalam penelitian ini dengan teknik Structural Equation Modeling (SEM). SmartPLS memungkinkan peneliti untuk melakukan analisis jalur yang lebih kompleks dan mendalam, termasuk pengujian model mediasi untuk memahami peran psychological safety, trust, dan engagement dalam hubungan antara kepemimpinan inklusif dan retensi talenta. Selain SPSS dan SmartPLS, penelitian ini juga memanfaatkan google forms untuk distribusi kuesioner secara daring, yang memungkinkan pengumpulan data dari responden di berbagai negara secara efisien. Untuk analisis data yang lebih lanjut dan visualisasi hasil, digunakan microsoft excel dan tableau, yang mendukung pembuatan grafik dan dashboard interaktif untuk menggambarkan hasil analisis dengan cara yang lebih mudah dipahami. Semua tools ini bekerja secara sinergis untuk memastikan bahwa analisis data dalam penelitian ini dapat dilakukan dengan validitas yang tinggi dan hasil yang dapat Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan bertujuan untuk menguji hubungan antara variabel kepemimpinan inklusif dan retensi talenta, serta untuk mengeksplorasi peran variabel mediasi seperti psychological safety, trust, dan engagement. Teknik analisis yang pertama adalah analisis deskriptif yang digunakan untuk menggambarkan karakteristik dasar dari sampel penelitian, termasuk usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pengalaman kerja responden. Analisis ini memberikan gambaran umum yang berguna untuk memahami konteks data yang terkumpul, serta untuk memastikan bahwa data yang digunakan representatif untuk tujuan penelitian. Selanjutnya, untuk menguji hubungan antara variabel-variabel penelitian, digunakan regresi linier berganda yang memungkinkan untuk mengidentifikasi sejauh mana kepemimpinan inklusif mempengaruhi retensi talenta secara langsung. Pengujian ini dilakukan dengan bantuan SPSS untuk menghasilkan koefisien regresi yang mengukur pengaruh antara variabel independen . epemimpinan inklusi. dan variabel dependen . etensi talent. Untuk model yang lebih kompleks yang melibatkan mediasi, digunakan structural equation modeling (SEM) dengan SmartPLS. SEM memungkinkan untuk memeriksa hubungan simultan antara beberapa variabel sekaligus, serta untuk menguji The Role of Inclusive Leadership in Enhancing Talent Retention Among Remote Workforce: A Multinational Study (Kusna Djati Purnama, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 apakah variabel mediasi . eperti psychological safety, trust, dan engagemen. memediasi hubungan antara kepemimpinan inklusif dan retensi talenta. Semua analisis ini akan dilengkapi dengan pengujian validitas dan reliabilitas model untuk memastikan bahwa hasil yang diperoleh dapat diandalkan dan relevan dengan pertanyaan penelitian yang diajukan. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Untuk memastikan bahwa instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dapat menghasilkan data yang valid dan dapat diandalkan, dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas yang Validitas merujuk pada sejauh mana instrumen mengukur apa yang seharusnya diukur, sedangkan reliabilitas mengukur konsistensi hasil pengukuran yang dilakukan dengan instrumen tersebut. Pada tahap awal, dilakukan validitas konten dengan meminta pendapat dari ahli untuk memastikan bahwa setiap item dalam kuesioner sesuai dengan konsep-konsep yang diteliti, yaitu kepemimpinan inklusif, retensi talenta, dan variabel mediasi seperti psychological safety, trust, dan engagement. Pendapat dari para ahli ini membantu memastikan bahwa instrumen yang digunakan mencakup seluruh dimensi yang relevan dengan topik Selanjutnya, untuk menguji validitas konstruk, dilakukan analisis faktor eksploratori (EFA) yang bertujuan untuk memastikan bahwa setiap item dalam instrumen mengukur konstruk yang dimaksud, serta untuk mengidentifikasi struktur faktor yang tepat. Selain itu, validitas konvergen dan validitas diskriminan akan diuji menggunakan SmartPLS dalam model structural equation modeling (SEM) untuk memverifikasi apakah indikator-indikator dalam setiap konstruk saling berkorelasi dengan benar dan terpisah dengan jelas dari konstruk lainnya. Sementara itu, untuk menguji reliabilitas, digunakan koefisien alpha Cronbach dan Composite Reliability (CR). Koefisien alpha Cronbach diharapkan memiliki nilai minimal 0,70 untuk menunjukkan bahwa instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang baik. Dengan pengujian ini, diharapkan instrumen yang digunakan dapat memberikan hasil yang konsisten dan akurat dalam mengukur variabelvariabel yang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh terhadap struktur metodologis penelitian ini, tabel berikut merangkum berbagai aspek kunci yang menjadi fondasi dalam perancangan studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei sebagai strategi utama untuk mengumpulkan data secara sistematis dari responden yang tersebar di berbagai negara. Desain yang digunakan adalah survei lintas negara . ross-national surve. , yang memungkinkan perbandingan dan generalisasi temuan dalam konteks Penelitian ini bersifat eksplanatori, dengan tujuan utama untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antara kepemimpinan inklusif dan retensi karyawan, khususnya dalam lingkungan kerja jarak jauh. Fokus utamanya adalah menganalisis bagaimana kepemimpinan inklusif memengaruhi keputusan karyawan untuk tetap bertahan dalam organisasi, dengan mempertimbangkan peran mediasi dari psychological safety, engagement, dan trust. Responden penelitian adalah pekerja jarak jauh yang bekerja di perusahaan multinasional, sehingga mencerminkan keragaman budaya dan praktik organisasi. Wilayah cakupan survei mencakup empat negara. Indonesia. India. Jerman, dan Amerika Serikat, yang dipilih untuk mencerminkan variasi konteks ekonomi dan budaya. Data dikumpulkan melalui survei daring . , yang tidak hanya efisien secara waktu dan biaya, tetapi juga relevan dengan karakteristik responden yang bekerja secara remote dan terbiasa dengan teknologi digital. Berikut ini disajikan dalam Tabel 1 aspek-aspek utama dalam rancangan penelitian yang mencakup pendekatan, metode, desain, serta fokus dan konteks penelitian, guna memberikan gambaran awal yang terstruktur sebelum masuk ke tahap analisis lebih lanjut. Tabel 1. Aspek Utama dalam Desain Penelitian Survei Lintas Negara. Aspek Penelitian Keterangan Pendekatan Kuantitatif Metode Survey Jenis Desain Survei lintas negara . ross-national surve. Tujuan Penelitian Eksplanatori, menjelaskan hubungan sebab-akibat antar JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Fokus Utama Variabel Mediasi Konteks Respondent Wilayah Survei Metode Pengumpulan Data Pengaruh kepemimpinan inklusif terhadap retensi karyawan jarak jauh Psychological safety, engagement, dan trust Pekerja jarak jauh di perusahaan multinasional Indonesia. India. Jerman, dan Amerika Serikat Survey daring . Tabel 1 menyajikan aspek-aspek utama dalam desain penelitian ini. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan metode survei sebagai alat utama untuk mengumpulkan data dari responden yang bekerja di perusahaan multinasional di empat negara. Desain survei lintas negara ini memungkinkan perbandingan antara berbagai konteks budaya dan ekonomi, serta memperluas generalisasi temuan penelitian secara global. Pengumpulan data dilakukan secara daring, yang sangat relevan dengan karakteristik responden yang bekerja jarak jauh dan terbiasa dengan penggunaan teknologi digital. Wilayah survei mencakup Indonesia. India. Jerman, dan Amerika Serikat, yang dipilih untuk mencerminkan perbedaan konteks ekonomi dan budaya. Dengan pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai pengaruh kepemimpinan inklusif di berbagai negara dan sektor. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai karakteristik sampel dan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini. Tabel 2 menyajikan berbagai aspek penting terkait dengan populasi, kriteria responden, dan metode pemilihan sampel. Penelitian ini difokuskan pada karyawan yang bekerja secara jarak jauh atau hybrid di organisasi multinasional, dengan sektor industri yang mencakup teknologi, jasa, dan manufaktur, yang merupakan sektor-sektor utama dalam penerapan kerja remote. Pemilihan negara Indonesia. India. Jerman, dan Amerika Serikat sebagai fokus budaya dan negara bertujuan untuk menggambarkan keberagaman budaya serta variasi praktik kepemimpinan inklusif di berbagai konteks Selain itu, teknik sampling yang digunakan, termasuk purposive sampling dan stratified random sampling, dirancang untuk memastikan distribusi responden yang representatif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan karakteristik wilayah serta sektor industri yang relevan. Tabel berikut merinci informasi lebih lanjut mengenai elemen-elemen tersebut. Tabel 2. Aspek Sampel dan Teknik Sampling dalam Penelitian. Aspek Deskripsi Populasi Karyawan yang bekerja secara jarak jauh atau hybrid di organisasi multinasional. Sektor Industri Teknologi. Jasa, dan Manufaktur. Kriteria Responden - Berpengalaman minimal 1 tahun bekerja secara remote/hybrid -Terlibat dalam organisasi multinasional -Memiliki pengalaman relevan dengan praktik Fokus Budaya & Negara Indonesia. India. Jerman, dan Amerika Serikat, untuk menggambarkan keberagaman budaya dan variasi praktik kepemimpinan inklusif. Jumlah Sampel Target Sekitar 150 responden. Teknik Sampling Utama Purposive sampling, memilih karyawan yang memenuhi kriteria inklusi di atas. Teknik Sampling Tambahan Stratified random sampling, untuk memastikan distribusi responden yang merata berdasarkan negara dan sektor industri. Tujuan Sampling Mewakili berbagai konteks budaya dan organisasi secara seimbang, serta memastikan hasil penelitian dapat digeneralisasi. Tabel 2 menjelaskan elemen-elemen penting dalam pemilihan sampel dan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian terdiri dari karyawan yang bekerja secara jarak jauh atau hybrid di organisasi multinasional, dengan fokus pada sektor teknologi, jasa, dan manufaktur. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih responden sesuai kriteria yang relevan, sementara stratified random The Role of Inclusive Leadership in Enhancing Talent Retention Among Remote Workforce: A Multinational Study (Kusna Djati Purnama, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 sampling memastikan distribusi yang merata berdasarkan negara dan sektor industri. Dengan sampel target sekitar 150 responden, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan temuan yang representatif dan dapat Untuk memperjelas aspek-aspek yang telah dijelaskan dalam Tabel 2, diagram pada gambar 1 akan menyajikan gambaran visual mengenai pemilihan sampel dan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini. Diagram ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih mudah mengenai distribusi sampel, kriteria responden, serta cara teknik purposive sampling dan stratified random sampling diterapkan untuk memastikan representasi yang tepat dan seimbang dalam berbagai negara dan sektor industri. Gambar 1. Distribusi Responden Berdasarkan Negara dan Sektor Industri. Diagram pada gambar 1 di atas menggambarkan distribusi sampel dan penerapan teknik sampling dalam penelitian ini. Dengan menggunakan purposive sampling, penelitian ini menargetkan karyawan yang bekerja secara jarak jauh atau hybrid di sektor teknologi, jasa, dan manufaktur, memastikan bahwa responden memiliki pengalaman relevan dengan kepemimpinan inklusif. Stratified random sampling kemudian diterapkan untuk memastikan responden terdistribusi secara merata berdasarkan negara (Indonesia. India. Jerman, dan Amerika Serika. serta sektor industri yang terlibat. Pendekatan ini membantu menciptakan sampel yang representatif dan dapat digeneralisasi, yang memungkinkan penelitian untuk memperoleh temuan yang valid dan relevan dalam konteks kerja jarak jauh multinasional. Untuk menggali lebih dalam mengenai teknik dan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, tabel 3 menyajikan rincian penting terkait alat-alat pengumpulan data. Kuesioner berbasis likert menjadi instrumen utama untuk mengukur variabel seperti kepemimpinan inklusif dan retensi talenta, serta faktor-faktor mediasi yang terlibat. Instrumen ini juga telah divalidasi oleh para ahli dan diuji reliabilitasnya dengan teknik alpha cronbach untuk memastikan hasil yang konsisten dan akurat. Selain itu, pengumpulan data dilakukan melalui platform survei daring, yang memudahkan akses dan memperluas jangkauan responden. Tabel ini menyajikan detail lebih lanjut mengenai semua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. Tabel 3. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data dalam Penelitian. Teknik/Instruments Metode Survei Kuantitatif Deskripsi Pengumpulan data melalui survei kuantitatif dengan menggunakan JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Tujuan Mengukur hubungan antara kepemimpinan Platform/Alat Digunakan Kuesioner Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Kuesioner Skala Likert 5 Poin Pertanyaan Berdasarkan Teori Terkait Validasi oleh Ahli Uji validitas dan Reliability (Alpha Cronbac. kuesioner yang terdiri dari pertanyaan terkait variabel yang diteliti. Instrumen utama yang terdiri dari bagian-bagian untuk mengukur kepemimpinan inklusif, retensi talenta, serta faktor-faktor mediasi. Responden memberikan penilaian dari "sangat tidak setuju" hingga "sangat setuju" untuk setiap pernyataan dalam Pertanyaan dirancang berdasarkan teori-teori terkait kepemimpinan dan manajemen SDM, dengan penyesuaian untuk konteks kerja jarak jauh dan multinasional. Validasi instrumen oleh para ahli di bidang kepemimpinan untuk memastikan kualitas dan relevansi Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen menggunakan teknik alpha Cronbach. Platform Survei Daring Pengumpulan data dilakukan melalui platform survei daring untuk efisiensi dan aksesibilitas yang lebih luas. Pertanyaan Demografis Kuesioner mencakup pertanyaan terkait karakteristik demografis responden seperti usia, jenis kelamin, pengalaman kerja, dll. Analisis Menggunakan SPSS/SmartPLS Data dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik seperti SPSS atau SmartPLS untuk menguji hubungan antar variabel. inklusif dan retensi Menilai variabel utama dan faktor mediasi dalam Menilai tingkat persetujuan atau terhadap pernyataan Menggali variabel terkait kepemimpinan inklusif dan retensi Memastikan instrumen yang digunakan valid dan Mengukur konsistensi internal dan reliabilitas Memperluas jangkauan responden, meminimalisir bias Mengidentifikasi demografis terhadap hasil penelitian Menguji hubungan antar variabel utama dalam penelitian Kuesioner berbasis Likert Platform Survei Online . Google Form. SPSS. SmartPLS Tabel 3 menguraikan berbagai teknik dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Metode survei kuantitatif menjadi pendekatan utama dengan kuesioner online sebagai instrumen pengumpul data. Kuesioner berbasis likert digunakan untuk menilai variabel-variabel utama, seperti kepemimpinan inklusif dan retensi talenta, serta faktor-faktor mediasi yang relevan. Pertanyaan dalam kuesioner didasarkan pada teori-teori kepemimpinan dan manajemen sumber daya manusia yang disesuaikan dengan konteks kerja jarak jauh dan multinasional. Validasi oleh ahli dan pengujian reliabilitas menggunakan alpha cronbach dilakukan untuk memastikan konsistensi dan validitas instrumen. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak seperti SPSS atau SmartPLS untuk menguji hubungan antar variabel. Dalam rangka mendukung proses pengumpulan dan analisis data secara menyeluruh, berbagai perangkat lunak dan tools digunakan dalam penelitian ini. Tabel 4 menggambarkan berbagai software yang diterapkan, mulai dari alat untuk pengumpulan data hingga analisis statistik dan visualisasi hasil. SPSS dan SmartPLS The Role of Inclusive Leadership in Enhancing Talent Retention Among Remote Workforce: A Multinational Study (Kusna Djati Purnama, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 digunakan untuk melakukan analisis statistik dan uji model hubungan antar variabel, sedangkan google forms mempermudah pengumpulan data secara daring. Microsoft excel dan tableau berfungsi untuk pengolahan data dan menyajikan hasil analisis dalam bentuk yang lebih visual dan mudah dipahami. Tabel 4 memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai peran setiap alat dalam keseluruhan proses penelitian. Tabel 4. Software dan Alat yang Digunakan dalam Pengumpulan dan Analisis Data. Software/Tool Deskripsi Tujuan Penggunaan Metode/Analisis Fungsi yang Digunakan Utama SPSS Software statistik yang Untuk analisis data Uji normalitas, uji Pengolahan (Statistical digunakan untuk analisis deskriptif, uji Package for the data kuantitatif dengan normalitas, uji (CronbachAos kuantitatif, uji Social antarmuka yang intuitif. Alph. , uji regresi statistik dasar Science. (CronbachAos Alph. , dan regresi linier. SmartPLS Software untuk melakukan Untuk analisis jalur Structural Equation Menganalisis (Partial Least analisis Structural Equation yang lebih kompleks. Modeling (SEM). Square. Modeling (SEM), yang serta pengujian model analisis jalur, model antar variabel digunakan untuk menguji dan pengujian hubungan antar variabel. sychological safety, model mediasi trust, engagemen. Google Forms Platform survei online Mengumpulkan data Penyebaran Mengumpulka untuk distribusi kuesioner dari responden di n data dari secara daring. berbagai negara pengumpulan data secara efisien dan secara daring tanpa bias geografis. Microsoft Excel Software spreadsheet yang Untuk analisis data Pengolahan data. Mengolah data digunakan untuk analisis lebih lanjut dan pembuatan grafik data lebih lanjut dan pembuatan tabel serta dan tabel deskriptif secara manual pengolahan data kuantitatif grafik deskriptif. dan membuat secara manual. grafik serta Tableau Software visualisasi data Untuk visualisasi Pembuatan grafik. Membuat yang memungkinkan hasil analisis dalam pembuatan grafik dan bentuk grafik, data interaktif dashboard interaktif untuk diagram, dan visualisasi data dan grafik menggambarkan hasil dashboard interaktif. analisis dengan cara yang lebih mudah dipahami. yang lebih Setelah disajikan dalam tabel 4, perangkat lunak dan alat yang digunakan dalam penelitian ini memiliki peran penting dalam mendukung seluruh proses penelitian. SPSS dan SmartPLS, sebagai alat statistik utama, digunakan untuk melakukan berbagai analisis, termasuk uji normalitas, uji reliabilitas, regresi linier, serta analisis jalur dan model mediasi. Google forms berperan dalam distribusi kuesioner secara daring untuk mempermudah pengumpulan data dari responden di berbagai negara. Selain itu, microsoft excel membantu dalam pengolahan data lebih lanjut dan pembuatan tabel serta grafik deskriptif. Tableau digunakan untuk visualisasi data, memungkinkan penyajian hasil analisis dalam format yang lebih interaktif dan mudah Setiap alat memiliki fungsi utama yang jelas, mendukung proses penelitian dari pengumpulan hingga analisis data secara menyeluruh. Sebagai bagian dari proses analisis data, penelitian ini menggunakan berbagai jenis analisis statistik untuk mengeksplorasi hubungan antara kepemimpinan inklusif dan retensi talenta. Tabel 5 memberikan gambaran mendalam mengenai jenis-jenis analisis yang diterapkan, tujuan penggunaannya, serta software yang JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 digunakan untuk masing-masing analisis. Setiap metode analisis, mulai dari analisis deskriptif hingga structural equation modeling (SEM), bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas dan mendalam mengenai data yang dikumpulkan. Tabel ini juga menjelaskan output yang dihasilkan dari masingmasing teknik analisis, yang nantinya akan digunakan untuk menarik kesimpulan yang relevan dalam konteks penelitian ini. Tabel 5. Jenis Analisis dan Tujuan Penggunaan dalam Penelitian. Software Output yang Jenis Analisis Deskripsi Tujuan Penggunaan Dihasilkan Digunakan Analisis Menggambarkan Memberikan SPSS Statistik deskriptif: Deskriptif karakteristik dasar dari gambaran umum rata-rata, persentase, sampel seperti usia, jenis konteks data. distribusi frekuensi kelamin, pendidikan, dan memastikan data pengalaman kerja. Regresi Linier Menganalisis pengaruh Mengidentifikasi SPSS Koefisien regresi, nilai Berganda langsung variabel sejauh mana signifikansi . -valu. R-squared . epemimpinan inklusi. inklusif berpengaruh terhadap variabel secara langsung dependen . etensi talent. terhadap retensi Structural Teknik statistik Menguji peran SmartPLS Model jalur . ath Equation multivariat untuk analysi. , nilai loading. Modeling menganalisis hubungan . sychological safety. AVE. R-squared, (SEM) simultan antar beberapa trust, engagemen. pengujian hubungan variabel, termasuk model dalam hubungan tidak langsung antara variabel Uji Validitas Mengukur sejauh mana Memastikan SPSS. CronbachAos Alpha, instrumen dan model instrumen kuesioner SmartPLS Composite Reliability. Reliabilitas mampu mengukur dan model SEM Average Variance konstruk secara konsisten dapat dipercaya dan Extracted (AVE) dan akurat. Setelah pengumpulan data, penelitian ini menggunakan berbagai jenis analisis statistik yang dijelaskan dalam tabel 5 untuk menguji hubungan antara kepemimpinan inklusif dan retensi talenta. Setiap jenis analisis, mulai dari analisis deskriptif hingga structural equation modeling (SEM), berfokus pada pemahaman data secara mendalam dan mengeksplorasi pengaruh variabel-variabel yang diteliti. Tabel ini juga merinci software yang digunakan, seperti SPSS dan SmartPLS, serta output yang dihasilkan dari masing-masing teknik analisis, yang akan digunakan untuk menarik kesimpulan yang valid dan relevan dalam konteks penelitian ini. Gambar 2 menyajikan visualisasi dalam bentuk diagram lingkaran yang menunjukkan distribusi jenis analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Masing-masing bagian menggambarkan proporsi relatif dari analisis deskriptif, regresi linier berganda. SEM, serta uji validitas dan reliabilitas, berdasarkan tingkat kompleksitas dan keluaran yang dihasilkan. Visualisasi ini membantu memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai kontribusi setiap jenis analisis dalam keseluruhan proses penelitian. The Role of Inclusive Leadership in Enhancing Talent Retention Among Remote Workforce: A Multinational Study (Kusna Djati Purnama, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Gambar 2. Distribusi Proporsional Jenis Analisis dalam Penelitian. Diagram lingkaran pada gambar 2 memperlihatkan proporsi penggunaan masing-masing jenis analisis dalam penelitian ini. Dari visualisasi tersebut, terlihat bahwa structural equation modeling (SEM) memiliki porsi terbesar, mencerminkan peran pentingnya dalam menguji hubungan kompleks antar variabel. Sementara itu, analisis deskriptif dan regresi linier berganda juga menempati proporsi signifikan karena berfungsi sebagai dasar dalam memahami data dan menguji pengaruh langsung. Uji validitas dan reliabilitas meskipun proporsinya lebih kecil, tetap menjadi bagian krusial dalam menjamin kualitas instrumen penelitian. Tabel 6 berikut ini merinci berbagai jenis uji validitas dan reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini untuk memastikan kualitas dan keandalan instrumen penelitian. Setiap uji, mulai dari validitas konten hingga reliabilitas internal, dijelaskan dengan tujuan yang jelas, alat atau perangkat lunak yang digunakan, serta kriteria keberterimaan yang harus dipenuhi agar instrumen dapat diterima sebagai alat ukur yang sah dan Uji validitas konten dilakukan untuk memastikan bahwa item kuesioner relevan dengan konstruk teoritis yang diukur, sementara uji validitas konstruk, konvergen, dan diskriminan berfokus pada pengujian struktur dan hubungan antar konstruk dalam model. Selain itu, reliabilitas diuji untuk memastikan konsistensi dan stabilitas pengukuran, dengan menggunakan alat seperti SPSS dan SmartPLS. Dengan merujuk pada tabel ini, pembaca dapat memahami dengan lebih mendalam proses pengujian yang diterapkan untuk mencapai instrumen yang valid dan reliabel dalam penelitian ini. Tabel 6. Prosedur Pengujian Validitas dan Reliabilitas Beserta Kriteria Evaluasi. Alat/Software Kriteria Jenis Uji Deskripsi Tujuan Keberterimaan Digunakan Validitas Evaluasi kecocokan Memastikan item Panel ahli Semua item Konten item kuesioner dengan . akar bidan. disetujui dan konstruk teoritis melalui mencerminkan konsep dinilai relevan pendapat para ahli. yang diteliti secara oleh minimal dua Validitas Analisis faktor Mengidentifikasi SPSS Factor loading Ou Konstruk eksploratori untuk struktur faktor dan KMO Ou 0. (EFA) melihat apakah item BartlettAos test berkumpul sesuai keterwakilan konstruk. < dengan konstruk yang seharusnya diukur. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Validitas Konvergen Validitas Diskriminan Reliabilitas Internal Mengukur seberapa baik indikator-indikator dari suatu konstruk saling Menguji apakah konstruk yang berbeda benar-benar membedakan diri satu sama lain. Pengujian konsistensi antar item dalam satu konstruk menggunakan CronbachAos Alpha dan Composite Reliability. Memastikan konsistensi internal indikator dalam satu Menjamin bahwa masing-masing konstruk unik dan tidak tumpang tindih. SmartPLS Average Variance Extracted (AVE) Ou 0. SmartPLS Memastikan instrumen mengukur secara SPSS. SmartPLS Fornell-Larcker Criterion. AVE lebih besar dari korelasi antar CronbachAos Alpha Ou 0. Composite Reliability Ou 0. Tabel 6 memberikan gambaran menyeluruh tentang prosedur pengujian validitas dan reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini. Setiap jenis uji memiliki perannya masing-masing dalam memastikan bahwa instrumen yang digunakan tidak hanya relevan secara teoritis, tetapi juga mampu mengukur konstruk dengan akurat dan konsisten. Validitas konten memastikan keterkaitan item dengan teori melalui telaah ahli, sedangkan validitas konstruk, konvergen, dan diskriminan menguji keterkaitan dan pembedaan antar indikator dan konstruk dalam model. Di sisi lain, reliabilitas internal menguji kestabilan dan konsistensi alat ukur melalui perhitungan statistik. Hasil dari pengujian ini menjadi landasan penting sebelum data digunakan lebih lanjut dalam analisis utama, guna menjamin keabsahan temuan yang dihasilkan dalam penelitian. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini mengungkapkan bahwa kepemimpinan inklusif memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap retensi talenta dalam konteks kerja jarak jauh. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pemimpin yang memberikan ruang partisipasi, menghargai perbedaan, serta menciptakan rasa aman psikologis mampu membangun iklim kerja yang mendukung loyalitas karyawan, meskipun dalam interaksi yang terbatas secara Selain pengaruh langsung, ditemukan pula bahwa psychological safety, trust, dan employee engagement berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara kepemimpinan inklusif dan retensi, sejalan dengan model mediasi yang diajukan dalam kerangka penelitian ini. Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya oleh (Wibisana, 2. , yang menyatakan bahwa kepemimpinan inklusif mendorong iklim psikologis yang aman dan mendukung keterlibatan karyawan. Studi ini juga memperluas temuan tersebut dengan mengaplikasikannya dalam konteks kerja jarak jauh lintas negara, yang sebelumnya masih minim dieksplorasi. Penelitian ini juga memberikan kontra-argumen terhadap pandangan (Commons, 2. , yang menekankan bahwa dalam konteks virtual, faktor retensi lebih banyak dipengaruhi oleh insentif eksternal. Sebaliknya, penelitian ini menunjukkan bahwa faktor relasional internal memiliki kontribusi lebih besar terhadap keputusan karyawan untuk tetap bertahan. Meskipun memberikan kontribusi teoritis dan praktis, studi ini memiliki beberapa keterbatasan (Fita, 2. Metode survei cross-sectional tidak memungkinkan peneliti untuk menangkap dinamika retensi dari waktu ke waktu. Selain itu, aspek kontekstual seperti budaya organisasi, kebijakan fleksibilitas kerja, dan faktor kebijakan ketenagakerjaan antar negara belum digali lebih dalam (Ummah, 2. Hal ini membuka peluang untuk mengajukan pertanyaan lanjutan terkait seberapa besar peran konteks dalam memoderasi hubungan antara kepemimpinan inklusif dan retensi. Ke depan, pengembangan penelitian dapat diarahkan pada pendekatan longitudinal untuk menangkap perubahan perilaku karyawan secara dinamis (Bondoc, 2. Integrasi pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam juga akan berguna untuk memahami nuansa budaya kerja dan praktik kepemimpinan inklusif yang kontekstual di masing-masing negara atau sektor industry (Yookyung Ko et al. , 2. The Role of Inclusive Leadership in Enhancing Talent Retention Among Remote Workforce: A Multinational Study (Kusna Djati Purnama, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan inklusif memainkan peran penting dalam meningkatkan retensi talenta, bahkan dalam konteks kerja jarak jauh yang kompleks. Efek mediasi melalui psychological safety, kepercayaan, dan keterlibatan menunjukkan bahwa loyalitas karyawan dibentuk tidak hanya oleh faktor struktural, tetapi juga oleh kualitas hubungan antar individu di lingkungan kerja virtual. Dengan demikian, temuan ini memberi kontribusi penting dalam pengembangan teori dan praktik manajemen sumber daya manusia, khususnya dalam pengelolaan tenaga kerja jarak jauh yang semakin berkembang di era digital. Kepemimpinan yang berfokus pada inklusivitas, empati, dan kolaborasi terbukti menjadi strategi efektif dalam mempertahankan karyawan di tengah perubahan dinamika kerja DAFTAR PUSTAKA