Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Volume 7. Nomor 02. Desember Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara ALAMTARA. JSI by IAI TABAH is licensed under a Creative CommonsAttribution- NonCommercial 4. 0 International License Naskah masuk 28 November 2023 Direvisi Diterima 01 Desember 28 Desember DOI : https://10. 58518/alamtara. Diterbitkan 30 Desember Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Melalui Komunikasi Lingkungan Dalam Pelatihan Ecoprint Brand The Daunan Musrifah IAI Tarbiyatut Tholabah musrifahmedkom99@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk komunikasi lingkungan yang diterapkan pada proses pelatihan ecoprint oleh brand The Daunan untuk menumbuhkan kesadaran melestarikan lingkungan bagi para pesertanya. Komunikasi berlangsung antara mentor atau pelatih sebagai komunikator dan peserta pelatihan yang terdiri dari guru dan pelajar sebagai komunikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perolehan data melalui observasi langsung di tempat pelatihan ecoprint dan wawancara mendalam baik dengan mentor atau pelatih maupun dengan peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ecoprint brand The Daunan bukan hanya agar peserta mampu memproduksi sendiri karya ecoprint, akan tetapi juga mengedukasi peserta tentang pentingnya menjaga keharmonisan alam baik pada pra produksi, produksi, maupun pasca produksi. Kata kunci: kesadaran ekologi, komunikasi lingkungan, ecoprint Abstract: This research aims to describe the forms of environmental communication applied in the ecoprint training process by The Daunan brand to raise awareness of preserving the environment for its participants. Communication takes place between the mentor or trainer as the communicator and the training participants consisting of teachers and students as the communicants. This research uses a qualitative descriptive approach by obtaining data through direct observation at the ecoprint training site and in-depth interviews with both mentors or trainers and with training participants. The 151 Musrifah Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Volume 7. Nomor 02. Desember Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara research results show that The Daunan brand ecoprint training not only enables participants to produce their own ecoprint works, but also educates participants about the importance of maintaining natural harmony both in pre-production, production and post-production. Keywords : ecological awareness, environmental communication, ecoprint Pendahuluan Ecoprint dapat diartikan sebagai suatu teknik mencetak pada kain atau media lainnya dengan menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam atau berbahan ramah Ecoprint yang paling populer menggunakan kain sebagai medianya, sedangkan pewarna dan motif diambil langsung dari bagian-bagian tumbuhan seperti daun dan bunga. Secara sederhana ecoprint dilakukan dengan cara menempelkan daun dan bunga pada kain yang telah direndam sebelumnya dengan larutan alami tertentu. Ecoprint berbeda sama sekali dengan batik. Pada ecoprint tidak diperlukan menggambar pola pada kain. Pola pada ecoprint tercipta dari kemampuan kain menyerap dan mencetak dedaunan yang ditempel di atasnya. Pola pada ecoprint lebih tepat disebut motif, karena tidak bisa tergambar sama persis pada beberapa kain sekaligus seperti halnya pada batik. Hal tersebut yang membuat ecoprint selalu original dan eksklusif. Karena setiap motifnya tidak bisa sama atau serupa meski menggunakan daun, bunga, larutan, atau kain yang sama. Ecoprint juga tidak dapat menggunakan pewarna sintesis yang bisa dilakukan pada Larutan sintesis membuat daun dan bunga tidak bisa terserap sempurna pada Selain harus menggunakan kain berserat alam, pewarnaan, pencelupan, dan seluruh bahan ecoprint harus murni berasal dari alam. Prosesnya pun seluruhnya alami menggunakan tangan manusia, karenanya terbilang lama untuk satu lembar kain saja Hal itu menjadikan ecoprint semakin layak bernilai seni dan ekonomi tinggi. Sejak kemunculannya, ecoprint semakin banyak diminati. Sebagai fashion, ecoprint banyak disebut unik dan menarik karena berhasil membuat kontak 152 Musrifah Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Volume 7. Nomor 02. Desember Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara langsung alam dengan kain sebagai bahan utama fashion sehingga menghasilkan desain kain yang natural dan memiliki nilai seni tinggi. Bukan hanya itu, kelebihan lainnya, ecoprint memiliki peran yang besar dalam menciptakan produk fashion ramah lingkungan dimana seluruh prosesnya meniadakan bahan-bahan kimiawi atau sintesis yang umumnya terdapat pada industri tekstil serta meminimalisir eksplorasi sumber daya alam dan teknologi modern. Komunikasi lingkungan memang belum begitu populer di ranah ilmu Komunikasi lingkungan sendiri dapat diartikan sebagai suatu usaha penyampaian pesan kelestarian lingkungan hidup dengan menggunakan pendekatan, prinsip, strategi dan teknik komunikasi untuk pengelolaan dan perlindungan lingkungan. Komunikasi lingkungan merupakan suatu prinsip dan teknik komunikasi untuk perlindungan dan pengelolaan lingkungan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan. (Flor dan Cangara, 2. Cox dalam bukunya AuEnvironmental Communication and Public SphereAy . , menyatakan bahwa komunikasi lingkungan adalah sarana konstitutif dan pragmatis bagi pemahaman manusia dengan lingkungan serta hubungan manusia dengan alam. Karenanya, komunikasi lingkungan dapat disebut juga sebagai mediator simbolis yang menghubungkan manusia dan lingkungan dengan topik-topik perawatan dan pelestarian lingkungan hingga permasalahan lingkungan sebagai soluIni mengkonstruksi masalah-masalah lingkungan dan menegosiasikan respon yang berbeda dalam masyarakat. Dengan kata lain, komunikasi lingkungan digunakan untuk menciptakan kesepahaman mengenai masalah-masalah seputar lingkungan. Proses komunikasi lingkungan sendiri meliputi manusia, lingkungan dan pesan. 153 Musrifah Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Volume 7. Nomor 02. Desember Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Komunikasi yang dilakukan bersifat sederajat dalam arti satu pihak tidak berusaha . empengaruhi, mengintervens. dari pihak yang lain. Dengan demikian, manusia dianggap memiliki derajat yang sama dengan lingkungan, karena itu komunikasi yang dibangun bersifat egaliter. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk komunikasi lingkungan yang diterapkan pada proses pelatihan ecoprint oleh brand The Daunan untuk menumbuhkan kesadaran melestarikan lingkungan bagi para Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan mengasumsikan bahwa individu membangun makna secara subjektif dari pengalamannya dan interaksi dengan lingkungannya. Pembentukan makna terus dinegosiasi oleh individu yang memiliki perbedaan sosial dan historis yang beroperasi dalam setiap kehidupan individu (Creswell. Lokasi penelitian adalah di Dusun Paciran Desa Paciran Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur. Lokasi tersebut merupakan pusat produksi brand ecoprint The Daunan sekaligus tempat pelatihan ecoprint yang diselenggarakan brand The Daunan. Pengumpulan data kualitatif peneliti lakukan dengan cara: . Pengamatan . terhadap proses produksi ecoprint maupun saat pelatihan ecoprint . Wawancara terhadap owner brand The Daunan sekaligus tutor dalam pelatihan ecoprint. Dokumentasi, baik foto maupun video yang diambil oleh peneliti langsung di lokasi dan juga dokumen pribadi milik owner brand The Daunan. Peneliti juga mengamati obrolan atau diskusi antara tutor dengan peserta 154 Musrifah Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Volume 7. Nomor 02. Desember Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara pelatihan baik offline maupun online di ruang grup Whatsapp yang digunakan sebagai sarana komunikasi pelatiahan ecoprint online brand The Daunan dengan izin tutor sebelumnya. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Komunikasi lingkungan yang berlangsung dalam pelatihan ecoprint brand The Daunan memiliki empat unsur utama dalam membangun komunikasi, yakni komunikator, komunikan, media, dan pesan. Komunikator dalam hal ini tentu saja adalah tutor brand The Daunan. Tutor dalam pelatihan ini adalah satu orang yang juga merupakan owner dan produsen produk-produk ecoprint brand The Daunan. Dalam pelatihan ini, tutor memiliki peran signifikan sebagai penyampai informasi, mengedukasi, menjelaskan, dan bahkan mencontohkan atau memperagakan semua proses ecoprint dari awal hingga akhir. The Daunan sendiri mulai memproduksi ecoprint pada pertengahan tahun 2022. Meskipun masih sangat muda, brand lokal yang tumbuh di pesisir utara Jawa Timur ini telah dipercaya memberikan sejumlah pelatihan ecoprint baik perorangan maupun lembaga pendidikan. Pada pelatihan ecoprint yang dilakukannya, brand The Daunan senantiasa berupaya menghadirkan komunikasi lingkungan sesuai dengan visinya mengusung produk ramah laingkungan dan bersahabat dengan alam. Bentuk-bentuk komunikasi lingkungan yang dihadirkan pada pelatihan ecoprint brand The Daunan berlangsung pada proses pra pelatihan, pelatihan, dan pasca pelatihan. Komunikasi Lingkungan Pra Pelatihan Menyampaikan Filosofi Ecoprint. Pada awal pelatihannya, tutor ecoprint brand The Daunan menyampaikan filosofi ecoprint dalam empat kata, yakni: petik lagi tumbuh lagi. Disebutkan bahwa, empat kata tersebut sangat tepat mewakili aktivitas utama yang dilakukan 155 Musrifah Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Volume 7. Nomor 02. Desember Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara pengrajin ecoprint. Yakni memetik daun-daun yang nantinya dapat digunakan dalam ecoprint. Ecoprint memang identik dengan tumbuhan dan pepohonan. Pengrajin ecoprint biasa menggunakan daun sebagai motif utama. Meskipun bagian-bagian tumbuhan lain, seperti bunga, akar, batang, ranting, juga dapat Namun demikian, meskipun begitu banyak daun dan bagian tumbuhan lain dipetik dan diambil dalam memproduksi ecoprint, sama sekali tumbuhan tidak mengalami kerugian. Justru memetik daun dan ranting dapat merangsang pertumbuhan kembali tunas-tunas baru atau percabangan baru pada tumbuhan Hal ini sama sekali berbeda dengan aktivitas menebang pohon atau aktivitas mengeksploitasi tanaman lainnya. Foto 1 : Penjelasan sebelum proses pelatihan ecoprint Penyampaian filosofi petik lagi tumbuh lagi ini merupakan bentuk komunikasi lingkungan yang tepat, terlebih saat disampaikan di awal sebelum pelatihan Sehingga peserta terhindari dari berpikiran negatif akan kerusakan alam yang mungkin akan timbul dari aktivitas memetik-metik daun untuk 156 Musrifah Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Volume 7. Nomor 02. Desember Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Menekankan penggunaan bahan-bahan yang berasal dari alam. Setelah menyampaikan filosofi ecoprint dan sebelum memulai praktik ecoprint, tutor The Daunan juga menunjukkan dan menjelaskan satu persatu bahan-bahan yang digunakan dalam ecoprint. Selain dedaunan, ecoprint juga membutuhkan bahan seperti air, kain sebagai media, serta larutan pewarna. Dalam ecoprint, kain yang digunakan sebagai media cetak, haruslah kain berserat murni dari alam. Seperti kain sutra, linen, tencel, katun kapas murni. Kain yang bercampur antara serat alam dan bahan sintesis membuat dedaunan tidak dapat tercetak sempurna di kain. Apalagi kain yang seluruhnya sintesis, maka dedaunan sama sekali tidak dapat tercetak di kain. Begitu pula dengan larutan pewarna yang digunakan dalam kain, haruslah menggunakan pewarna dari alam. Seperti merah dari kayu secang, ungu dari buah bit, kuning dari kunyit, hitam dari arang, biru dari bunga indigo, dan masih banyak lagi bagian-bagian tumbuhan tertentu yang dapat menghasilkan warna alami. Pewarna sintesis juga membuat dedaunan tidak dapat tercetak sempurna di kain. Dengan demikian ecoprint hanya bisa terwujud jika, baik media maupun pewarna semuanya berasal dari alam. Ini merupakan sebuah komunikasi lingkungan yang unik dimana sebuah hasil karya bernilai seni dan ekonomi tinggi justru mengharuskan semua media dan bahannya tidak selalu berasal dari toko-toko, melainkan dari alam yang dapat dicari di lingkungan kita sendiri. Menekankan proses pengerjaan dengan meminimalisir penggunaan sumber daya alam, khususnya air. Proses ecoprint tentu saja membutuhkan air untuk melarutkan pewarna alami maupun zat pengunci yang membuat daun tercetak sempurna pada kain. Namun, tutor ecoprint The Daunan menjelaskan bahwa pengrajin ecoprint dapat membuat larutan yang bisa dipakai untuk lebih dari satu kali produksi kain ecoprint. Dengan 157 Musrifah Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Volume 7. Nomor 02. Desember Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara demikian, larutan tersebut tidak sekali buang setelah dipakai, namun dapat dipakai berulang kali sesuai kebutuhan. Hal ini tentu saja sangat menghemat penggunaan air tanah yang biasanya dipakai berlebihan pada proses produksi tekstil. Komunikasi Lingkungan Saat Pelatihan Menyampaikan peran ecoprint dalam meminimalisir penggunaan mesin atau teknologi modern. Hal ini disampaikan tutor ecoprint The Daunan pada saat peserta sudah mulai memproses ecoprint di tahap awal. Komunikasi lingkungan yang sangat tepat tersebut berlangsung saat peserta mulai menata daun dan bagian tumbuhan lainnya di kain sesuai selera dan motif yang mereka inginkan. Kegiatan yang seluruhnya dilakukan oleh tangan manusia ini disebutkan juga sebagai salah satu kekhasan dalam ecoprint. Dimana tidak ada teknologi apapun yang dapat menggantikan tenaga manusia dalam ecoprint. Foto 2: Proses penataan daun di atas kain Tidak seperti batik dimana mesin dapat merekam gambar atau pola yang sudah tersimpan dan kemudian mencetaknya sesuai pola. Pola dalam ecoprint adalah gabungan dari selera seni manusia yang mengerjakannya dan dedaunan yang Itu mengapa pola dalam ecoprint tidak pernah sama persis antara satu dengan yang lain. Meskipun menggunakan media atau daun yang sama sekalipun. Dalam ecoprint teknik steam, teknologi sederhana memang masih diperlukan 158 Musrifah Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Volume 7. Nomor 02. Desember Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara seperti alat pengukus. Namun, dapat dikatakan ini adalah satu-satunya teknologi yang dipakai dalam ecoprint teknik steam. Penggunaannya pun masih mengandalkan tenaga manusia, misalnya untuk menggulung kain, mengikat kain, memasukkan ikatan kain ke dalam steamer atau alat pengukus juga masih harus diatur oleh manusia volume air dan suhunya. Terlebih lagi dengan ecoprint teknik pounding yang mengharuskan tenaga manusia untuk mengetuk-ketuk palu pada daun yang ditempel di atas kain sehingga motif dan bentuk daun terbentuk sempurna. Ecoprint teknik pounding justru lebih melibatkan sense of touch manusia untuk menghasilkan motif yang detail, indah, dan rapi. Penjelasan mengenai pelepasan kotoran maupun unsur kimiawi pada kain Menyiapkan kain sebagai media ecoprint di butuhkan ketelitian. Karena ecoprint hanya menerima kain berserat murni dari alam. Kain tersebut dapat berasal dari hewan . rotein fabri. seperti sutra, wool, dan cashmer. Selain itu terdapat sejumlah kain berasal dari tumbuhan . ellulosa fabri. atau serat tanaman, seperti katun, viscose, linen, rami, bemberg, goni. Tidak semua kain yang disebut katun, viscose, linen, rami yang beredar di pasar adalah kain serat alami, untuk memastikan itu kita bisa melakukan tes bakar pada benang dari kain, atau potongan kecil kain. Kain yang mengandung polyster/sintetis, ketika dibakar akan ada sisa gumpalan hitam yang terasa kasar/tebal seperti plastik terbakar, sedangkan benang atau kain serat alami akan mudah terbakar dan sisa bakaran menjadi abu. Dalam hal ini, tutor ecoprint The Daunan menjelaskan bahwa meskipun pengrajin membeli kain berserat alam di toko, dalam prosesnya, kain serat alami masih harus melalui proses scouring, yakni merendam kain pada larutan tertentu untuk memastikan tidak ada sedikitpun kotoran maupun bahan kimiawi melekat pada kain. Ini dilakukan untuk menjaga kualitas kain agar kain dapat menyerap daun 159 Musrifah Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Volume 7. Nomor 02. Desember Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara dengan sempurna. Penekanan efisiensi penggunaan air Seluruh proses pelarutan dalam ecoprint tentu saja tidak lepas dari penggunaan air. Namun, tutor ecoprint The Daunan menjelaskan bahwa pada proses mordanting dan locking, penggunaan air dapat dihemat dengan cara tidak sekali buang sehabis pakai. Namun dapat menggunakannya dalam beberapa kali produksi. Mordanting sendiri merupakan langkah untuk menyatukan antara bahan tekstil dengan zat warna alam. Sedangkan locking atau yang disebut juga dengan teknik penguncian adalah proses perendaman kain yang bertujuan mengunci warna alam atau motif alam agar tidak mudah luntur atau pudar saat dicuci. Larutan mordant dan locking masing-masing dapat digunakan lagi pada proses produksi kain ecoprint berikutnya. Agar tidak mengurangi kualitas penyerapan larutan, pengrajin dapat menambahkan sejumlah komposisi bahan-bahan pelarut. Dengan demikian lebih sedikit limbah cair yang terbuang dan penggunaan air pun dapat dihemat. Menekankan efisiensi bahan bakar pada proses steam Seperti diketahui, ecoprint dengan teknik steam membutuhkan bahan bakar untuk proses pengukusan . Pada proses steam dalam pelatihannya, tutor ecoprint The Daunan menjelaskan bahwa, proses steam inilah satu-satunya proses yang harus dilewati kain ecoprint yang harus menggunakan bahan bakar. Dia mengungkapkan bahwa selama ini proses yang digunakan adalah proses tradisional menggunakan alat steamer yang umumnya digunakan para ibu saat memasak di dapur. 160 Musrifah Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Volume 7. Nomor 02. Desember Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Foto 3: Proses menggulung kain dengan plastik sebelum di steam Namun, tutor ecoprint The Daunan menegaskan bahwa pada proses steam ini, dapat dilakukan efisiensi bahan bakar seperti meletakkan sekaligus beberapa potong kain dalam sekali steam. Komunikasi Lingkungan Pasca Pelatihan Limbah daun sebagai kompos Langkah terakhir dalam proses ecoprint adalah mengangkat kain setelah mengalami proses steam selama kurang lebih dua jam. Gulungan kain yang masih panas kemudian dibuka dan dibentangkan lalu diambil satu persatu daun-daun dan bagian tumbuhan lain yang menempel di atas kain. Foto 4: Hasil kain ecoprint yang sudah jadi 161 Musrifah Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Volume 7. Nomor 02. Desember Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Proses ini adalah bagian paling mendebarkan bagi seorang pengrajin ecoprint maupun peserta pelatihan. Di bagian ini mereka bisa melihat motif dedaunan yang tercipta pada lembar kain tersebut. Keberhasilan dan kegaagalan keseluruhan proses dapat dilihat pada proses akhir ini. Tentunya ada begitu banyak limbah daun berceceran dari proses akhir ini. Namun, tutor ecoprint The Daunan menjelaskan bahwa masih ada upaya ekologi yang bisa dilakukan pada proses akhir ini. Yakni menjadikan limbah ecoprint tersebut menjadi Daun-daun dan bagian-bagian tumbuhan lainnya yang telah menjelma menjadi motif kain sebaiknya tidak dibuang begitu saja dan masih cukup layak untuk diolah menjadi kompos. Dengan demikian nyaris tidak ada limbah terbuang percuma dalam keseluruhan proses ecoprint ini. Kesimpulan Dan Saran Ecoprint dapat dikatakan sebagai proses memadukan seni dan ekologi. Pelatihan ecoprint yang diselenggarakan brand The Daunan terbukti berhasil menciptakan bukan hanya karya-karya bernilai seni tinggi, namun juga menumbuhkan kesadaran ekologi pada pesertanya. Langkah produktif ini tentunya dapat sangat bermanfaat jika diterapkan lebih luas di banyak tempat. Untuk itu diperlukan apresiasi dan dukungan pemerintah setempat dalam memberikan akses perluasan pelatihan, dukungan dana, publikasi dan sebagainya. DAFTAR PUSTAKA