Pengaruh Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan dan Career Development terhadap Kinerja Karyawan PENGARUH PSYCHOLOGICAL WELL BEING. KOMPETENSI DAN CAREER DEVELOPMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN St. Urman Wati Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Anindyaguna Semarang Email : Sittinurmawati42@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pengaruh psychological well being, kompetensi karyawan, dan career development terhadap kinerja karyawan pada PT Asuransi Askrida Syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sensus terhadap seluruh populasi yang berjumlah 52 karyawan. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda untuk melihat pengaruh masing-masing variabel secara parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independenAipsychological well being, kompetensi karyawan, dan career developmentAiberpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Di antara ketiganya, kompetensi karyawan terbukti memiliki pengaruh paling dominan dalam meningkatkan performa kerja. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan kompetensi sebagai prioritas utama, diikuti oleh perhatian terhadap kesejahteraan psikologis serta pengembangan karier karyawan. Dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung ketiga aspek ini, perusahaan dapat mendorong peningkatan kinerja secara berkelanjutan dan holistik. Kata Kunci: kompetensi karyawan, psychological well being, pengembangan karier,kinerja ABSTRACT This study aims to provide insight into the influence of psychological well being, employee competence, and career development on employee performance at PT Asuransi Askrida Syariah. A quantitative approach was employed, using a census method involving all 52 employees as the research population. Data analysis was conducted through multiple linear regression to examine the partial effects of each variable. The results indicate that all three independent variablesAipsychological well-being, employee competence, and career developmentAihave a significant effect on employee performance. Among these, employee competence emerged as the most influential factor in enhancing work These findings highlight the importance of prioritizing competence development, followed by attention to employees' psychological well-being and career Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan dan Career Development terhadap Kinerja Karyawan By fostering a work environment that supports these three aspects, the company can promote sustainable and holistic performance improvement. Keywords: Psychological well being, employee competence, career development, employee PENDAHULUAN Lingkungan bisnis yang dinamis karena terus mengalami perubahan menuntut perusahaan untuk menemukan dan menerapakan strategi yang unggul agar tetap dapat bertahan dan bahkan unggul di tengah persaingan yang sangat Satu diantara langkah guna menangani persaingan ialah rencana pengendalian SDM. Strategi pengelolaan sumber daya manusia antara lain yaitu manajemen kinerja karyawan. Kinerja karyawan penting bagi sebuah organisasi, karena kinerja dipakai untuk mengevaluasi seberapa efektif sebuah organisasi dan mencerminkan tingkat keberhasilan seorang pemimpin untuk mengelola organisasi serta sumber daya manusia yang tersedia. Organisasi harus secara teratur meningkatkan kinerja karyawan agar dapat meningkatkan kualitas secara positif untuk mencapai target. Sebab kinerja karyawan yang maksimal bisa berpengaruh terhadap suksesnya bisnis serta profitabilitas perusahaan (Lypez-Cabarcos et al. Untuk mendapatkan kinerja karyawan yang tinggi maka perusahaan perlu memperhatikan kondisi psikologis karyawannya. Hidayati . menyatakan bahwa kesejahteraan psikologis mencerminkan kondisi di mana seseorang memiliki pandangan positif terhadap diri sendiri dan orang lain, mampu membuat keputusan secara mandiri, mengendalikan perilaku, menyesuaikan lingkungannya agar sesuai dengan kebutuhan, memiliki tujuan hidup yang jelas, serta menjadikan hidup lebih bermakna dengan terus mengeksplorasi dan mengembangkan potensi diri. Sedangkan menurut Zain dan Karmiyati . , kesejahteraan psikologis adalah kondisi di mana seseorang merasa puas dengan kehidupannya, mampu menjaga keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan, serta menunjukkan ketangguhan mental dalam menghadapi tekanan dan tantangan. Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan dan Career Development terhadap Kinerja Karyawan Karyawan dengan tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi cenderung menunjukkan sikap positif terhadap pekerjaannya, memiliki potensi untuk mencapai target perusahaan, serta mampu mempertahankan rasa harga diri (Sari & Darmastuti, 2. Terlebih bagi tenaga penjual, mereka sering menghadapi tekanan berat seperti penolakan dari calon pelanggan, tuntutan pencapaian target yang tinggi, dan persaingan yang sengit. Oleh sebab itu, kondisi psikologis yang sehat sangat berperan penting dalam menjaga semangat, ketekunan, dan kinerja mereka agar tetap optimal. Faktor lain yang memungkinkan karyawan memiliki kinerja sebagaimana yang diharapkan oleh perusahaan adalah kompetensi karyawan. Kompetensi adalah kualitas yang melekat pada individu. baik itu keterampilan, pengetahuan dan kemampuan (Meylany 2. Tarigan et al. mengemukakan bahwa kompetensi adalah gabungan dari pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang dimiliki individu untuk menjalankan tugas secara efektif. Tingkat kompetensi yang tinggi pada seorang karyawan memberikan dampak positif terhadap performa kerja, karena mampu mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi, dan mutu hasil Kompetensi merupakan seperangkat karakteristik dan keterampilan yang memungkinkan karyawan meningkatkan efisiensi, dan kinerja pekerjaan. Dalam konteks tenaga penjual, kompetensi menjadi salah satu faktor krusial yang menentukan keberhasilan dalam menjual produk, membangun hubungan dengan nasabah, serta mempertahankan loyalitas pelanggan. Dengan demikian kinerja tenaga penjual sangat bergantung pada sejauh mana mereka mampu menerapkan kompetensi yang dimilikinya secara efektif dalam kegiatan penjualan. Kinerja karyawan dalam kenyataannya dapat dicapai dengan memberi jaminan kepastian masa depan mereka. Faktor lain yang juga dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah Career development atau pengembangan karir. Career development ialah sebuah tahapan yang dijalankan guna memaksimalkan potensi individu serta bisa menggapai sebuah keinginan karir di alur suatu perusahaan (Arifianti & Safitri, 2. Menurut Amalia et al. , pengembangan karier menggambarkan suatu Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan dan Career Development terhadap Kinerja Karyawan keadaan di mana terdapat kemajuan dalam jenjang atau posisi seseorang dalam Sedangkan Rulianti dan Nurpribadi . menyatakan bahwa pengembangan karier penting dilakukan guna mengelola sumber daya manusia secara optimal, baik dari segi efektivitas maupun efisiensi Dalam industri di mana persaingan tinggi dan tekanan pencapaian target sangat besar, career development memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kinerja tenaga penjual. Pengembangan karier yang efektif tidak hanya memberi peluang promosi, tetapi juga meliputi pelatihan, mentoring, coaching, rotasi pekerjaan, hingga perencanaan karier jangka panjang. Bagi tenaga penjual, hal ini memberikan motivasi, kejelasan arah, serta meningkatkan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan mereka. Penelitian mengenai pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap kinerja karyawan telah dilakukan oleh sejumlah peneliti sebelumnya, namun hasil-hasil yang diperoleh menunjukkan adanya ketidakkonsistenan. Misalnya. Sofyanty & Setiawan . menemukan bahwa psychological well-being memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan temuan dari Ahnaf & Eryandra . justru menyatakan bahwa psychological well-being tidak berpengaruh terhadap kinerja. Dalam hal kompetensi karyawan. Djohan & Surya . menyimpulkan bahwa kompetensi dan pengembangan karier berdampak positif dan signifikan terhadap kinerja, namun berbeda dengan hasil Dirna et al. yang menyatakan bahwa kompetensi tidak berpengaruh signifikan. Terkait pengembangan karier, penelitian Nabilah . menyatakan ada pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, sedangkan hasil dari Darmawan et al. menunjukkan bahwa pengembangan karier tidak memiliki pengaruh yang Berdasarkan perbedaan hasil penelitian tersebut, menjadi penting dan menarik untuk meneliti lebih lanjut hubungan antara ketiga faktor ini dan kinerja PT. Asuransi Askrida Syariah adalah perusahaan yang beroperasi dengan prinsip syariah di Indonesia. Askrida syariah fokus pada penyediaan berbagai produk asuransi yang sesuai dengan prinsip syariah, termasuk asuransi pembiayaan. Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan dan Career Development terhadap Kinerja Karyawan kesehatan, perjalanan, kecelakaan diri, kebakaran, kendaraan, alat berat dan Perusahaan ini juga aktif dalam memaksimalkan pengetahuan asuransi syariah di indonesia melalui pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) yang terintregitas dan profesional. Selain itu. Askrida Syariah menjalin kerja sama dengan berbagai bank syariah dan asosiasi travel umroh untuk memperluas jangkauan layanan dan produk asuransi. PT. Asuransi Askrida Syariah adalah perusahaan asuransi syariah yang didirikan sebagai spin-off dari PT Asuransi Bangun Askrida. Asuransi Bangun Askrida sendiri didirikan pada tahun 1989 oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia. Askrida Syariah kemudian resmi berdiri pada tahun 2017, setelah mendapatkan izin dari OJK. Selama 8 tahun ini PT Asuransi Askrida Syariah selalu bisa menutup target yang telah ditetapkan. Namun berdasarkan data dari PT Asuransi Askrida Syariah, target kinerja tenaga penjual terutama untuk enam bulan terakhir, perusahaan ini masih kurang optimal atau tidak memenuhi target yang telah ditetapkan perusahaan. Bulan Oktober 2024 adalah awal dari kecenderungan penurunan target. Pada bulan ini target hanya 52%. Kecenderungan penurunan ini masih berlangsung hingga bulan November dan Desember 2024 yang hanya mencapai 44% dan 32% dari target. Sementara itu pada bulan Januari dan Februari 2025 target tidak hanya tercapai sekitar 91% dan 94%. Pada bulan-bulan berikutnya capaian target mengalami fluktuatif, yaitu Maret 32%. April 80%, dan Mei 55%. Dengan mendasarkan pada fenomena gap ini, maka perlu untuk diteliti apakah ketiga faktor tersebut memliki hubungan dengan kinerja tenaga penjual PT Asuransi Bangun Askrida. Oleh karena itu, dengan mendasarkan pada latar belakang maksud riset ini ialah hendak membuktikan dan menganalisis pengaruh secara parsial antara psychological well-being, kompetensi karyawan serta Career development terhadap kinerja karyawan pada PT. Asuransi Askrida Syariah. Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan dan Career Development terhadap Kinerja Karyawan METODE PENELITIAN Dengan mendasarkan pada literatur yang ada terkait dengan hubungan antara variabel yang diteliti, maka model penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Psychological well-being Kompetensi Kinerja Career Gambar 1. Model Penelitian Responden penelitian ini adalah karyawan PT. Asuransi Askrida Syariah, terutama tenaga penjual. Dengan demikian tenaga administrasi tidak dilibatkan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah 52 orang. Analisis data yang dipergunakan ialah regresi linear berganda dengan tiga variabel bebas yaitu psychological well being, kompetensi karyawan dan career developmentyang akan ditelaah hubungannya dengan kinerja karyawan. Sementara itu alat analisis yang digunakan untuk menganalisis datanya adalah SPSS. Sebelum dilakukan analisis instrumen kuesioner diuji terlebih dahulu terkait dengan validitas dan Teknik pengumpulan data memakai kuesioner. Pengukuran variabel juga menggunakan skala likert. Hipotesis yang diajukan adalah: : Psychological well being memiliki pengaruh positif terhadap kinerja Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan dan Career Development terhadap Kinerja Karyawan : Kompetensi karyawan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja : Career development memiliki pengaruh positif terhadap kinerja HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil olah data SPSS terkait dengan uji validitas dan reliabilitas ditunjukkan pada Tabel 1 dan tabel 2. Tabel 1. Uji Validitas Indikator X1_1 X1_2 X1_3 X1_4 X2_1 X2_2 X2_3 X2_4 X2_5 r hitung Ket Indikator X3_1 X3_2 X3_3 X3_4 Y_1 Y_2 Y_3 Y_4 r hitung Ket Melalui tabel 1 dapat diperoleh bahwa seluruh indikator yang digunakan sebagai pengukur beberapa variabel yakni : psychological well being, kompetensi karyawan, career development dan kinerja karyawan memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel . menjadikan seluruh indikator itu dinyatakan valid. Keseluruhan variabel ternyatakan reliabel dilihat pada tabel 2 setiap variabel psychological well being, kompetensi karyawan, career development dan kinerja karyawan memiliki nilai yang lebih besar dari cronbachAos alpha yakni 0,6. Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan dan Career Development terhadap Kinerja Karyawan Tabel 2. Uji Reliabilitas Variabel Psychological well being Kompetensi karyawan Career development Kinerja karyawan Alpha Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Mengacu pada hitungan regresi berganda antara X1 (Psychological Well Bein. X2 (Kompetensi Karyawa. dan X3 (Development Caree. terhadap kinerja karyawan menggunakan bantuan program SPSS dalam tahap penghitungannya mampu diperolehkan hasil yang meliputi berikut: Tabel 3. Regresi Linier Berganda Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. Psychological Well Being Development Career Kompetensi Karyawan Sig. Beta Dependent Variable: Kinerja Karyawan Dengan mendasarkan pada Tabel 3 maka persamaan regresi untuk penelitian ini adalah: ycU= 4,331 0,226ycU1 0, 192ycU2 0, 303ycU3 yce Berdasarkan tabel 3, maka didapatkan pula nilai t hitung variabel X1 yaitu sebesar 2,674 dengan nilai Sig. 0,009 sehingga memberikan tanda bahwasanya psychological well being (X. memberikan berdampak positif serta signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Maka hipotesis mengungkapkan dugaan adanya pengaruh positif psychological well being (X. terhadap kinerja karyawan (Y) dapat Psychological well being mampu mempengaruhi secara signifikan kinerja karyawan tenaga penjual di PT. Asuransi Askrida Syariah. Hal ini berarti bahwasanya semakin besar tingkat psychological well being karyawan maka akan Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan dan Career Development terhadap Kinerja Karyawan semakin besar tingkat kinerja karyawan. Dengan demikian hasil riset ini mendukung hasil riset yang dijalankan Sofyanty & Setiawan . yang dalam simpulannya mengatakan bahwasanya psychological well being berpengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil riset ini juga mendukung hasil temuan studi yang dijalankan Sari & Darmastuti . yang menyatakan bahwasanya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel psychological well being terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wibawa & Rahayu . yang menunjukkan bahwa psychological well being memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tenaga penjual PT Asuransi Askrida Syariah yang memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi cenderung memiliki sikap yang lebih positif terhadap pekerjaan, rekan kerja, dan organisasi tempat mereka bekerja. Karyawan dalam golongan ini mampu menghadapi tantangan dengan lebih baik, memiliki motivasi intrinsik yang kuat, serta menunjukkan komitmen tinggi terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Hal ini berdampak pada peningkatan produktivitas, kreativitas, dan efisiensi kerja mereka. Pada variabel X2, didapatkan nilai t hitung sebesar 3,333 dengan nilai Sig. 0,001. Menunjukkan bahwa kompetensi karyawan (X. berpengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja karyawan (Y), maka hipotesis mengungkapkan dugaan adanya pengaruh positif kompetensi karyawan (X. terhadap kinerja karyawan (Y) dapat diterima. Kompetensi karyawan berpengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja karyawan tenaga penjual di PT. Asuransi Askrida Syariah. Artinya bahwa semakin besar kompetensi karyawan maka akan semakin besar pula kinerjanya. Jadi, hasil riset ini didukung hasil riset Syahputra & Tanjung . yang mengemukakan bahwasanya kompetensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil riset ini juga sesuai dengan studi yang dijalankan Sunarsi et al. , . dan Tarigan et al . yang menunjukkan bahwa kompetensi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tenaga penjual PT. Asuransi Askrida Syariah yang memiliki kompetensi yang tinggi . eperti: menguasai detail produk asuransi. Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan dan Career Development terhadap Kinerja Karyawan mengetahui manfaat, syarat dan ketentuan, hingga kelebihan dibanding produk pesaing, memiliki kemampuan membangun hubungan, memiliki kemampuan mendengarkan kebutuhan calon klien, serta memiliki kemampuan menyampaikan solusi secara persuasif, memiliki kecerdasan emosional tinggi dan mampu beradaptasi dalam berbagai situasi akan lebih tahan tekana. akan lebih mudah menjelaskan dan meyakinkan calon nasabah. Kompetensi ini akhirnya meningkatkan kinerja tenaga penjual asuransi tersebut. Melalui hasil hitungan menunjukan nilai t hitung terhadap X3 yakni 2,781 dengan nilai Sig. 0,006, menunjukkan bahwa career development (X. memberikan berdampak positif serta signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Dengan demikian simpulan yang diperoleh maka hipotesis mengungkapkan dugaan adanya pengaruh positif career development (X. terhadap kinerja karyawan (Y) dapat Career development memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja karyawan tenaga penjual pada PT. Asuransi Askrida Syariah. Oleh karena itu, hasil riset ini mendukung hasil studi dari Anggraini . yang membuktikan hasil bahwasanya career development berdampak positif serta signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil studi ini juga sesuai dengan riset yang dijalankan oleh Sitompul & Sentosa . yang mengemukakan bahwasanya career development berdampak terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian yang dilakuukan oleh Yuniar & Abadiyah . Tarman & Nurbaya . , dan Ho & Welsa . yang menunjukkan bahwa pengembangan karir memiliki pengaruh positif pada kinerja karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketika perusahaan menyediakan jalur karier yang jelas . eperti promosi ke posisi manajerial, akses ke pelatihan lanjutan, atau insentif berbasis kinerj. terbukti berhasil membuat tenaga penjual mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk mencapai target penjualan secara maksimal. Dari output regresi Tabel 4 pada bagian ANOVA diperoleh nilai F hitung sebesar 12,333 yang lebih besar dari Ftabel sebesar 3,128 dan mempunyai nilai signifikansinya 0,000 yang tidak melampaui dari yang ditetapkan di riset ini yakni 0,05. Jadi, bisa disimpulkan bahwasanya variabel psychological well being. Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan dan Career Development terhadap Kinerja Karyawan kompetensi karyawan dan development career secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Artinya, ketiga aspek ini saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Ketika karyawan merasa sejahtera secara psikologis, memiliki kompetensi yang memadai, dan mendapat peluang untuk berkembang, maka kinerjanya cenderung meningkat. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan ketiga faktor ini secara bersamaan agar dapat mendorong kinerja karyawan secara optimal. Tabel 4. Uji F Model Sum of Squares Mean Square 1 Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Predictors: (Constan. Development Career. Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan Hasil pengujian regresi liner berganda pada Tabel 5 diperoleh angka koefisien determinasinya (R. R Square diangka 0,264. Hal ini mengartikan bahwasanya nilai kontribusi variabel sikap terhadap pekerjaan, kompetensi, dan komitmen terhadap kinerja ialah diangka 26,4% dan selain itu diangka 73,6% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak masuk dalam model riset ini. Tabel 5. Koefisien Determinasi Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. Development Career. Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dari analisis statistik regresi lineer berganda dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel bebas, secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil riset juga membuktikan bahwasanya variabel bebas yang mempunyai kontribusi besar terhadap kinerja karyawan adalah Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Psychological Well Being. Kompetensi Karyawan dan Career Development terhadap Kinerja Karyawan kompetensi karyawan. Penelitian selanjutnya perlu untuk mengkaji variabel lain yang juga berpengaruh terhadap kinerja tenaga penjual asuransi, seperti karakteristik wilayah penjualan. Disamping itu dan juga perlu untuk mengembangkan penelitian ini pada obyek yang berbeda, seperti tenaga penjual produk perbankan. DAFTAR PUSTAKA