BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Metro e ISSN 2442-9805 p ISSN 2086-4701 HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MOTIVASI MENGAJAR DENGAN PRODUKTIVITAS GURU IPA SMP NEGERI SE-KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Sulistiyani SMP Negeri 1 Bu mi Agung Lampung Timur E-mail: sulistiyani75@yahoo. Abstract: Professional teachers are teachers who have competence to support their tasks that teachers can achieve high productivity. Factors related to teacherAos productivity include pedagogic competence and teaching motivation. The aims of this research are want to know: . relationship between pedago gic competence with productivity . relationship between teaching motivation with productivity . relationship between pedagogic competence and teaching motivation together with productivity . The population of this research were all science teachers those be civil servants at SMP in East Lampung District in the school year of 2013/2014 as many as 168 people, and samples 63 teachers. The instrument used was a questionnaire that had been tested for validity and The data analysis used was the technique of correlation and simple regression analysis on the first and second hypothesis testing, and regression analysis technique on the third hypothesis testing. Based on the theoretical studies and findings of data analysis both partially and simultan eously, it can be concluded that pedagogic competence and teaching motivation positively and significantly associated with productivity of Junior High School Science Teachers in East Lampung District. The benefits of this research as an input for principal s and supervisors who act as a motivator, facilitator, and dynamisator to enhance the pedagogic competence and teaching motivation by providing opportunities to follow activities such as training, workshops, or seminars in order to increase Kata Kunci: ko mpetensi pedagogik, mot ivasi mengajar, produktiv itas guru Guru merupakan komponen paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan, yang harus mendapatkan perhatian sentral, pertama, dan utama. Guru memegang peran utama dalam pembangunan diselenggarakan secara formal di Hal tersebut sesuai dengan Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada pasal 1 yaitu, guru adalah pendidik profesional mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan Selanjutnya menurut UU No. Tahun 2005, tentang guru dan dosen pasal 4 diamanatkan bahwa guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional agar dapat melaksanakan fungsinya dengan baik, guru wajib untuk memiliki syarat tertentu, salah satu diantarannya adalah kompetensi. SULISTIANI. HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MOTIVASI. Guru yang profesional, adalah guru yang memiliki kompetensi yang dapat tugas-tugasnya kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Dengan kompetensikompetensi tersebut diharapkan guru mampu menciptakan suasana proses pembelajaran yang kondusif, aktif, kreatif, dan menyenangkan sehingga proses pembelajaran dapat dicapai secara optimal. Kondisi ideal pendidikan yang bermutu, hingga saat ini belum dapat terwujud dengan baik, hal ini tidak terlepas dari kondisi sumber daya manusia terutama guru yang masih relatif rendah. Masih banyak guru yang belum mampu mengembangkan silabus dan RPP, belum mampu membuat LKS dan bahan ajar sendiri, dan penilaian yang diberikan hanya pada aspek kognitif saja. Fenomena tersebut juga terjadi pada guru-guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Lampung Timur. Berdasarkan hasil prasurvei dari wawancara dengan beberapa guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Lampung Timur produktivitas guru IPA masih rendah. Tenaga pendidik dalam hal ini adalah guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Lampung Timur, harus memiliki kompetensi yang dapat tugas-tugasnya kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Dengan kompetensikompetensi tersebut diharapkan guru mampu menciptakan suasana proses pembelajaran yang kondusif, aktif, kreatif, dan menyenangkan sehingga proses pembelajaran dapat dicapai secara optimal dan guru mampu mengembangkan silabus. RPP, bahan ajar, media pembelajaran. LKS, dan alat penilaian sesuai tujuan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Produktivitas guru berdampak terhadap kualitas akademis maupun moral peserta didik. Bila produktivitas guru tinggi maka prestasi belajar peserta didik akan meningkat. Bisa diartikan bahwa produktivitas guru memiliki kontribusi dalam mencetak lulusan yang berkualitas dari segi akademis maupun moral sehingga mampu bersaing dalam era globalisasi Untuk produktivitas guru diduga banyak faktor yang berkaitan dengan hal Di antara faktor-faktor tersebut adalah faktor internal yang motivasi mengajar, kreativitas guru, dan kedisiplinan mengajar. Selain faktor internal tersebut, diduga pula menentukan atau berkaitan dengan kepemimpinan sekolah, iklim sekolah, dan lingkungan sekolah. Kompetensi motivasi mengajar diduga sebagai faktor yang dominan dan memiliki produktivitas guru. Hal ini karena memberikan pengaruh yang kuat terhadap kinerja guru melaksanakan tugasnya. Sedangkan motivasi mengajar membuat gairah kerja yang kondusif bagi guru dalam melaksanakan tugasnya dengan baik dan optimal. METODE Rancangan digunakan yaitu penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional, yaitu dengan melihat hubungan antara masing- masing variabel X dengan Y. Sifat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat pada model regresi BIOEDUKASI VOL. NO 2. NOP 2015 SULISTIANI. HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MOTIVASI. harus merupakan hubungan sebab akibat karena tujuan penggunaan model regresi ini adalah untuk mengetahui sejauhmana hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan Sebelum melaksanakan analisis korelasional, normalitas, uji homogenitas, dan uji Penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi dan regresi. Untuk mencari hubungan X1 dengan Y. X2 dengan Y, menggunakan analisis korelasi dan regresi sederhana. Sedangkan untuk mencari hubungan X1 dan X2 secara bersama-sama dengan Y Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini ada tiga, yakni variabel motivasi mengajar, dan variabel produktivitas guru. Setelah data diperoleh dari instrumen data yang valid, selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis, sehingga diperoleh keputusan dan kesimpulan. HASIL Uji Normalitas Statistik Kompetensi Pedagogik Moti vasi Mengajar Produkti vitas Guru KolmogorovSmirnov Z Asymp. Sig. Keterangan Distribusi Kriteria Uji: Terima H0 jika Sig. > 0,05, berarti data berdistribusi normal. Dalam harga lain H0 ditolak, berarti data tidak berdistribusi Uji Homogenitas Berdasarkan hasil olah data SPSS 00 pada uji homogenitas diperoleh nilai signifikansi probabiliti based on mean sebesar 0,062. Kriteria Uji: terima H0 jika Sig. > 0,05, berarti data memiliki variansi yang Uji Linieritas Hubungan Vari abel X1 dengan Y X2 dengan Y 1,194 1,229 Dalam harga lain H0 ditolak, berarti data tidak memiliki variansi yang homogen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa distribusi data dari jawaban instrumen berasal dari sampel yang homogen. Sig 0,307 0,284 Keterangan Linier Linier Kriteria Uji: Terima H0 jika Sig. > 0,05, berarti persamaan regresi Y atas X Dalam harga lain H0 ditolak, berarti persamaan regresi Y atas X tidak linier. Hipotesis Statistik Koefisien Korelasi Nihil Korelasi Koefisien Korelasi 0,387 0,370 Sig. Kesimpul an 0,001 0,001 Koefisien korelasi berart i Koefisien korelasi berart i BIOEDUKASI VOL. NO 2. NOP 2015 SULISTIANI. HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MOTIVASI. Kriteria Uji: Terima H0 jika Sig. > 0,05, berarti koefisien korelasi tidak Dalam harga lain H0 ditolak, berarti koefisien korelasi Hipotesis Statistik Keberartian Regresi Persamaan Regresi = a b X1 = 39,660 0,322 X1 F hit 10,768 Sig. 0,002 Kesimpul an Persamaan regresi Y atas X1 berarti = a b X2 = 51,493 0,277 X2 9,659 0,003 Persamaan regresi Y atas X2 berarti = a0 a1 X1 a2 X2 = 23,348 0,292 X1 0,248 X2 10,476 0,000 Persamaan regresi Y atas X1 dan X2 berarti Kriteria Uji: Terima H0 jika Sig. > 0,05, berarti persamaan regresi Y atas X tidak berarti. Dalam harga lain H0 ditolak, berarti persamaan regresi Y atas X berarti. PEMBAHASAN Hubungan Kompetensi Pedagogik (X1 ) dengan Produktivitas Guru (Y) Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,387 dengan indeks determinasi sebesar 0,15, produktivitas guru sebesar 15% dengan model regresi = 39,660 0,322 X1 , dengan demikian hubungan kompetensi pedagogik dengan produktivitas guru adalah positif dan berarti. Hasil analisis mempunyai hubungan yang positif dan berarti dengan produktivitas guru. Temuan ini mengimplikasikan bahwa kompetensi pedagogik yang efektif merupakan suatu kondisi yang harus diwujudkan sebagai usaha untuk meningkatkan produktivitas Semakin tinggi kompetensi pedagogik guru, semakin tinggi produktivitas Begitu ketidakefektifan kompetensi pedagogik seorang guru juga berdampak pada menurunnya produktivitas guru. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Darni . yang menyimpulkan bahwa ada hubungan antara kompetensi pedagogis dengan kinerja guru PAI, dan Sari . yang menyimpulkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara kompetensi pedagogik dengan kinerja guru. Kompetensi pedagogik yang efektif, memberi pengaruh pada aktivitas guru dalam melaksanakan Keadaan ini akan terus mendorong guru untuk melaksanakan tugas dengan lebih baik dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang telah Melalui pedagogik, guru dituntut mampu menciptakan situasi pembelajaran yang efektif dalam mencapai tujuan yang Sebagaimana penjelasan Hakim . dengan pendapat bahwa pembelajaran, diantaranya ditandai BIOEDUKASI VOL. NO 2. NOP 2015 SULISTIANI. HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MOTIVASI. mengembangkan situasi pembelajaran yang utuh, menyeluruh, dinamis, dan bermakna sesuai dengan harapan dan kompetensi, serta kebutuhan dan kesiapan siswa. Berdasarkan pendapat tersebut, kegiatan mengajar yang dilaksanakan secara profesional sangat dibutuhkan oleh setiap guru untuk menghasilkan produktivitas guru yang maksimal. Guru perlu menyusun perencanaan pembelajaran secara sistematis, bahan pengajaran harus dikuasai oleh guru sehingga peserta didik dapat menyerap materi yang disampaikan. Hal ini cukup sulit dirasakan oleh guru karena peserta didik bukan hanya sebagai individu dengan segala keunikannya tetapi juga sebagai makhluk sosial dengan latar belakang yang berlainan. Guru mempunyai tugas yang cukup berat dalam mengelola kelas dengan Kegagalan guru dalam mengelola kelas dapat menyebabkan tujuan Sebagaimana yang Sukmadinata . alam Rusman, 2. bahwa pada tahap perencanaan pembelajaran, guru dituntut untuk membuat program pembelajaran. Kesulitan peserta didik dalam memahami konsep dan prinsip tertentu dapat diatasi dengan media dan alat Dengan memanfaatkan media dan alat bantu dapat membuat proses lebih efektif dan Alat bantu dapat mewakili sesuatu yang tidak dapat disampaikan guru melalui kata-kata. Hal ini senada dengan pendapat Ibrahim . alam Rusman, 2. bahwa media dapat digunakan untuk menyalurkan materi pembelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses pembelajaran. Peningkatan pedagogik merupakan hal penting yang harus diwujudkan, karena hal ini berdampak pada tingkat produktivitas Implikasinya dalam dunia dengan baik terwujudnya kompetensi pedagogik yang efektif. Kompetensi pedagogik yang efektif ini dapat meningkatkan produktivitas guru yang pada akhirnya dapat mewujudkan keefektifan pendidkan. Pendidikan yang efektif, dapat melaksanakan program-program pembelajaran dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan pendidkan yang baik, efektif dan Oleh karenanya, peningkatan keefektifan kompetensi pedagogik ini menjadi faktor penting dalam upaya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Negeri seKabupaten Lampung Timur. Hubungan Motivasi Mengajar (X2 ) dengan Produktivitas Guru (Y) Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua koefisien korelasi sebesar 0,370 dengan indeks determinasi sebesar 0,137, artinya motivasi mengajar memberikan kontribusi pada produktivitas guru sebesar 13,7% dengan model regresi = 51,493 0,277 X2 , dengan demikian hubungan motivasi mengajar dengan produktivitas guru adalah positif dan Hasil analisis bahwa terdapat hubungan positif dan berarti antara motivasi mengajar dengan produktivitas guru. Hasil ini memberikan kontribusi yang penting kaitannya dengan usahameningkatkan Hal mengimplikasikan bahwa pemberian motivasi merupakan usaha yang harus terus ditingkatkan agar produktivitas BIOEDUKASI VOL. NO 2. NOP 2015 SULISTIANI. HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MOTIVASI. Guru yang memiliki motivasi pekerjaannya, menunjukkan bahwa guru tersebut memiliki kinerja yang Begitu juga sebaliknya, guru yang memiliki motivasi yang rendah, menunjukkan bahwa guru tersebut memiliki kinerja yang rendah. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Darni . yang menyimpulkan bahwa ada hubungan antara motivasi mengajar dengan kinerja guru PAI. Gayatri . yang menyimpulkan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja, kompetensi guru, dan kepuasan guru terhadap kinerja guru. Sriyono . yang menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja guru, pengalaman kerja guru, dan profesionalisme guru terhadap kinerja guru. Hal ini juga senada dengan penjelasan Gibson . alam Uno, 2. dengan pendapat bahwa motivasi seorang guru akan berbeda dengan motivasi guru lainnya, dan perbedaan motivasi ini akan menimbulkan kinerja yang dihasilkan seorang guru. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dijelaskan bahwa produktivitas guru itu dipengaruhi oleh tingkat motivasi guru. Semakin tinggi tingkat Hal menunjukkan bahwa hal penting yang harus dilakukan adalah mengusahakan agar tingkat motivasi mengajar guru selalu mengalami peningkatan. Usaha peningkatan motivasi ini dilakukan sebagai usaha untuk terus Motivasi yang terus meningkat, berdampak pada meningkatnya kinerja dan kondisi ini sudah barang tentu keefektifan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Produktivitas guru akan terus mengalami peningkatan manakala motivasi mengajar dalam diri guru tersebut juga mengalami peningkatan. Setiap aktivitas manusia baik fisik maupun psikis sangat membutuhkan adanya motivasi. Hal ini sesuai pendapat McClelland . alam Thoha, 2. bahwa seseorang dianggap mempunyai motivasi untuk berprestasi jika ia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih dari prestasi karya orang lain. Motivasi mengajar itu juga berpengaruh pada ketekunan seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya. Motivasi yang ada dalam diri seseorang akan mendorong seseorang tersebut untuk tekun dalam melaksanakan Ketekunan ditampakkan tersebut bukanlah karena adanya pengawasan dari pimpinan, akan tetapi karena adanya motivasi yang tinggi dalam pribadi seseorang Ketekunan ini pulalah yang melaksanakan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya. Kondisi ini bermuara pada tercapainya tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Hubungan Kompetensi Pedagogik (X1 ) dan Motivasi Mengajar (X2 ) Produktivitas Guru (Y) Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ketiga diperoleh indeks determinasi sebesar 0,259, artinya kompetensi pedagogik dan motivasi mengajar memberikan kontribusi pada produktivitas guru sebesar 25,9% dengan model regresi = 23,348 0,292 X1 0,248 X2 , dengan demikian hubungan kompetensi pedagogik dan BIOEDUKASI VOL. NO 2. NOP 2015 SULISTIANI. HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MOTIVASI. produktivitas guru adalah sangat Semakin tinggi nilai X1 dan X2 maka semakin tinggi nilai Y. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik dan motivasi mengajar yang tinggi maka akan meningkatkan produktivitas Kompetensi pedagogik motivasi yang tinggi yang dimiliki oleh guru dapat meningkatkan produktivitas Guru yang bekerja dengan didukung oleh motivasi mengajar yang tinggi maka kompetensi pedagogiknya semakin baik sehingga produktivitas Dalam melaksanakan tugas mengajar, guru harus berusaha untuk menerapkan dimilikinya yang didukung dengan motivasi mengajar yang tinggi produktivitas guru. Hal ini sesuai pendapat Mangkunegara . bahwa faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja adalah faktor kemampuan dan faktor motivasi. Kompetensi pedagogik pada intinya adalah kompetensi guru dalam berinteraksi dengan siswa dalam pembelajaran dengan baik. Interaksi yang dimaksud berupa tampilan guru dalam menyajikan materi dilandasi kedekatan komunikasi dengan siswa, kompetensi dalam menjelaskan materi, dan kompetensi lainnya. Banyak kegiatan yang harus dilakukan guru pembelajaran sampai tahap evaluasi. Masing- masing tahap kegiatan harus dilaksanakan secara sistematis dengan memanfaatkan sarana dan sumber bahan yang tepat, sehingga setiap tahapan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal. Setiap tahapan yang dilakukan dengan cermat serta berulang- ulang, maka akan membentuk pengalaman sekaligus membentuk kemampuan seseorang atas pekerjaan tertentu Implikasi lanjut dari tuntutan pemilikan kemampuan pedagogis itu karena pentingnya merangsang mentalitas guru sebagai tenaga yang bekerja dibidang pendidikan. Mengajar yang bertujuan untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan di sekolah harus kinerja yang baik. Hal ini sesuai pendapat Danim . bahwa fokus kerja guru harus berpihak pada upaya Menjalankan kegiatan pembelajaran bagi guru tidak boleh dipandang sebagai bentuk pekerjaan pada umumnya, tetapi lebih ditekankan pada pengabdian. Melalui sikap pengabdian yang sungguhsungguh diharapkan akan dicapai peningkatan kualitas pembelajaran sebagai indikator penting tercapainya peningkatan mutu pendidikan di KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan kajian teoritik dan temuan hasil analisis data baik secara parsial dan simultan, maka dapat pedagogik dan motivasi mengajar berhubungan secara positif dan berarti dengan produktivitas guru IPA khususnya pada SMP Negeri seKabupaten Lampung Timur. Simpulan tersebut ditunjukkan dari temuan-temuan hasil analisis sebagai berikut: Berdasarkan hipotesis pertama diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,387 dengan indeks determinasi sebesar 0,15, pedagogik memberikan kontribusi pada produktivitas guru sebesar 15% dengan model regresi = BIOEDUKASI VOL. NO 2. NOP 2015 SULISTIANI. HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MOTIVASI. 39,660 0,322 X1 , sehingga terdapat hubungan yang positif dan pedagogik dengan produktivitas guru IPA SMP Negeri seKabupaten Lampung Timur. Semakin pedagogik yang dimiliki guru, produktivitas yang dihasilkan juga semakin meningkat. Berdasarkan hipotesis kedua diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,370 dengan indeks determinasi sebesar 0,137, artinya motivasi mengajar produktivitas guru sebesar 13,7% dengan model regresi = 51,493 0,277 X2 , sehingga terdapat hubungan yang positif dan mengajar dengan produktivitas guru IPA SMP Negeri seKabupaten Lampung Timur. Semakin tinggi motivasi mengajar yang dimiliki guru, maka semakin tinggi pula produktivitas guru yang Berdasarkan hipotesis ketiga diperoleh indeks determinasi sebesar 0,259, artinya motivasi mengajar memberikan kontribusi pada produktivitas guru sebesar 25,9% dengan model regresi = 23,348 0,292 X1 0,248 X2 , sehingga terdapat hubungan yang berarti antara motivasi mengajar secara bersamasama dengan produktivitas guru IPA SMP Negeri se-Kabupaten Lampung Timur. `Semakin tinggi kompetensi dan motivasi seorang Saran