Jurnal Ilmiah Sosio Agribis (JISA) Volume 25. Nomor 2 : 415-423 ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK INVESTASI PENGEBUNAN JERUK KEPROK TEJAKULA DI WILAYAH KABUPATEN BANYUWANGI Financial Feasibility of The Tejakula Tangerine Plantation Investment Project in Banyuwangi Regency Agus Supriono 1*. Ahmad Faisal 2 . Dwi Ratna Hidayati 3. Indah Ibanah4. Illia Seldon Magfiroh5. Ariq Dewi Maharani6 1*,2,4,5,6 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Jember Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Trunojoyo Madura *Correspondence Author: Agus Supriono Email: agus_sup. faperta@unej. ABSTRACT Since 2014. Siam tangerine farmers in Temurejo Village, located in Banyuwangi Regency, have begun transitioning from Siam tangerine cultivation to Tejakula tangerine. This commodity shift aligns with agricultural policy set by the Directorate General of Horticulture. Ministry of Agriculture. However, the growth and yield performance of Tejakula tangerine cultivated in monoculture systems in Banyuwangi has been suboptimal compared to its development in Bali ProvinceAithe origin of the Tejakula tangerine This study aims to assess the financial feasibility of a monoculture Tejakula tangerine plantation investment project in Banyuwangi Regency. The findings indicate that, financially, the investment is viable on a per-hectare basis. Furthermore, even under a scenario of a 5% decline in both yield and market price, coupled with a 5% increase in variable operational costs . ssuming other factors remain constan. , the project remains financially feasible. Among these variables, reductions in yield and price are relatively more sensitive in influencing the project's financial viability. Keywords: Tejakula Tangerine. Financial Feasibility. Monoculture. Investment. ABSTRAK Sejak mulai tahun 2014, sejumlah petani jeruk Siam di Desa Temurejo yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi mulai mengganti tanaman jeruk Siamnya ke jeruk keprok Tejakula. Peralihan jenis komoditas ini mendukung kebijakan Direktoral Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Akan tetapi, perkembangan pertumbuhan dan produksi tanaman jeruk keprok Tejakula yang diusahakan secara monokultur tersebut kurang maksimal dibandingkan dengan perkembangan pertumbuhan dan produksi jeruk keprok Tejakula di wilayah Provinsi Bali, yang merupakan daerah asal plasma nutfah jeruk keprok Tejakula ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur di wilayah Kabupaten Banyuwangi Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha teridentifikasi layak. Selanjutnya, apabila terjadi penurunan jumlah produksi dan harga hingga 5%, serta kenaikan biaya operasional variabel hingga 5% . imana faktor lainnya dianggap konsta. , secara finansial proyek investasi juga masih teridentifikasi layak. Faktor penurunan jumlah produksi dan harga produksi, relatif lebih sensitif dalam memberikan respon . terhadap kondisi kelayakan finansialnya. Kata kunci: Jeruk Keprok Tejakula. Kelayakan Finansial. Monokultur. Investasi. PENDAHULUAN Penyuluh Direktoral Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menggiatkan program pengembangan jeruk keprok secara nasional (Balitjestro-Balitbangtan, 2016, 2. Tujuan utama program ini adalah untuk membendung gempuran arus permintaan akan jeruk keprok impor yang volumenya semakin tahun semakin besar. Produksi jeruk nasional Indonesia pada Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 415-423 2024 mencapai 2,65 juta ton, yang dihasilkan dari berbagai wilayah sentra produksi jeruk seperti Banyuwangi. Bangli. Malang. Karo. Barito dan Kuala Sambas. Permintaan dan pembelian jeruk keprok juga meningkat karena menjadi pilihan konsumsi masyarakat lokal (Febrianto et al. Di Indonesia, menurut Balitjestro-Balitbangtan . terdapat bebarapa varietas jeruk keprok yang sudah dilepas oleh Kementrian Pertanian, diantaranya: . jeruk keprok Garut dari Jawa Barat, . jeruk keprok Tawangmangu dari Jawa Tengah, . jeruk keprok Batu 55 dari Jawa Timur, . jeruk keprok Madura dari Jawa Timur, . jeruk keprok Pulung dari Jawa Timur, . jeruk keprok Tejakula dari Bali, dan . jeruk keprok Soe dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian Pertanian mendorong para petani jeruk di Indonesia untuk lebih progresif mengembangkan budidaya jenis-jenis jeruk keprok tersebut sebagai produk komoditas substitusi impor terhadap buah jeruk keprok impor, utamanya jeruk keprok Mandarin. Program AoKeprokisasi NasionalAo ini, sebagaimana dikemukakan oleh beberapa peneliti Gusti & Kusuma, . Isdiantoni, . mendapatkan sambutan yang cukup baik di kalangan petani pengebun jeruk di daerah-daerah sentra produksi jeruk Siam, terutama di wilayah Provinsi Jawa Timur. Hal ini dikarenakan peluang pasar jeruk Siam semakin tahun semakin menurun dan harga pasarnya juga terus mengalami penurunan . emakin mura. , sebagai dampak dari membanjirnya jeruk impor, khususnya jeruk keprok Mandarin (Isdiantoni, 2. Kondisi demikian ini semakin merugikan para petani jeruk Siam di wilayah Provinsi Jawa Timur, di mana sekitar 90% petani jeruk mengusahakan jeruk Siam. Dengan semakin meningkatnya konsumen jeruk di dalam negeri lebih menyukai jeruk keprok impor, petani pengebun jeruk di daerahdaearah sentra jeruk Siam di wilayah Provinsi Jawa Timur mulai beralih . dari budidaya jeruk Siam ke budidaya jeruk keprok . eruk keprok loka. Salah satu sentra utama penghasil jeruk Siam di Provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Banyuwangi, yang mendukung Program Keprokisasi Nasional. Rata-rata share produksi jeruk Siam Kabupaten Banyuwangi terhadap produksi jeruk Siam Jawa Timur mencapai 48,08%. Dengan fenomena yang terjadi pada pasar komoditas jeruk yang melemahkan potensi pasar jeruk Siam. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendukung petani jeruk Siam beralih . ke pengebunan jeruk keprok lokal dengan varietas yang sudah resmi dilepas oleh Kementrian Pertanian. Sejak mulai tahun 2014, sejumlah petani jeruk Siam Desa Temurejo. Kecamatan Bangorejo. Kabupaten Banyuwangi sudah mulai mengganti tanaman jeruk Siamnya ke jeruk keprok Tejakula. Namun demikian, perkembangan pertumbuhan dan produksi tanaman jeruk keprok Tajakula yang diusahakan secara monokultur di desa tersebut kurang maksimal, terutama dibandingkan dengan perkembangan pertumbuhan dan produksi jeruk keprok Tejakula di wilayah Provinsi Bali yang merupakan asal plasma nutfah jenis tersebut. Studi kelayakan proyek investasi diperlukan guna memahami lebih jauh apakah suatu bisnis prospektif. Dijelaskan oleh (Supriono, ( 2009, 2. rencana suatu proyek investasi jangka panjang, perlu terlebih dahulu dilakukan penilaian . Kegiatan penilain ini menyangkut 2 . hal, yaitu: . penilaian pendahuluan . econnaisance surve. , dan . studi kelayakan . easibility stud. Lebih jauh (Supriono, 2. menjelaskan pentingnya studi kelayakan proyek investasi guna mencermati seberapa besar perolehan nilai hasil . yang dapat diterima dari modal . yang ditanamkan. Nilai modal . yang ditanamkan, dinyatakan oleh Supriono et al . dan (Supriono, 2. merupakan penjumlahan dari nilai: . modal tetap, dengan . modal kerja. Nilai modal tetap, adalah berupa nilai biaya investasi. Nilai biaya investasi, merupakan nilai biaya yang dikeluarkan sebelum proyek investasi dapat melakukan proses produksi dan/atau menghasilkan produksi. Oleh karena itu nilai biaya investasi . ilai modal teta. ini, diletakkan sebagai unsur biaya . di tahun ke-0. Prinsip perhitungan nilai modal privat pada proyek investasi budidaya pertanian rakyat perlu memperhitungkan (Gittinger & Adler, 1993. Supriono, 2. : nilai biaya investasi . eperti sarana dan prasarana produksi, mesin pertanian, kantor, kendaraan transportasi, dl. , biaya sewa lahan, nilai pajak, biaya sewa alsintan, biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida, biaya tenaga kerja, biaya transportasi, serta biaya tak terduga lainnya. Selain itu, prinsip perhitungan nilai manfaat secara finansial dalam proyek investasai budidaya pertanian, pada khususnya budidaya pertanian rakyat, dapat dijelaskan sebagai berikut: . Seluruh nilai hasil panen yang dijual JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Agus Supriono, dkk Ae Kelayakan Finansial Proyek Investasi Pengebunan Jeruk Keprok Tejakula . , diperhitungkan nilainya berdasarkan harga riil yang berlaku setempat . nsur penerimaan ekplisi. Seluruh hasil panen yang dipergunakan untuk: kebutuhan keluarga sendiri . ikonsumsi langsung maupun disimpa. , kebutuhan sosial dan keagamaan, upah dalam bentuk innatura, iuran ataupun retribusi dalam bentuk innatura, serta keperluan lainnya yang dibayarkan dalam bentuk innatura. Seluruh nilai hasil panen yang tidak dijual . idak dikomersialka. , dan diperhitungkan nilainya berdasarkan harga riel yang berlaku setempat . nsur penerimaan implisi. Umur ekonomis proyek investasi berlangsung lama atau hingga beberapa tahun, oleh karenanya Gittinger & Adler . menyatakan bahwa perlunya juga melihat nilai uang di masa mendatang . ime value of mone. , baik dari sisi aliran kas penerimaan . ash in flow. maupun dari sisi aliran kas pengeluaran . ash out flow. , harus dinilai dalam nilai present value (PV). Nilai PV menunjukkan nilai uang pada saat sekarang atau nilai uang pada tahun ke-0. Pengaruh ini, disumsikan AoekuivalenAo dengan tingkat biaya kesempatan dari modal yang ditanamkan . pportunity cost of capital = OCC). Adapun beberapa kriteria studi kelayakan antara lain: . net present value (NPV), . benefit-cost ratio (B/C-rati. , yang terdiri dari 2 macam kriteria, yaitu: gross benefit-cost ratio . ross B/C-rati. dan, . net benefit-cost ratio . et B/C-rati. , kemudian . profitability ratio (PR), . internal rate of return (IRR), serta . payback period (PP) (Supriono, 2025. Veronika & Wijayanti, 2. Selain indikator tersebut, hal lain yang perlu diperhatikan analah sensitivitas guna memproyeksikan alternatif hasil ditengah-tengah adanya ketidakpastian, yang berguna sebagai acuan dalam menentukan keputusan pada setiap kemungkinan yang terjadi (Supriono, 2. Analisis sensitivitas, dijelaskan oleh Gittinger & Adler . adalah metode untuk mengevaluasi dampak perubahan keadaan proyek investasi terhadap hasil. Keadaan dalam suatu proyek investasi seringkali dihadapkan pada situasi yang tidak selalu sejalan dengan kenyataan, atau muncul ketidakpastian. Mishan & Quah . menyatakan, analisis sensitivitas memiliki implikasi penting untuk keputusan investasi di bidang pertanian. Misalnya, jika suatu proyek investasi pertanian cukup sensitif terhadap turunnya harga jual, cukup sensitif terhadap menurunnya produktivitas, dan sebagainya. (Blocher, 2. menyatakan, di usaha produksi pertanian, analisis sensitivitas menjadi sangat penting jika diprediksikan . terdapat beberapa ketidakpastian, misalnya jumlah produksi dan harga produksi mengamalami penurunan, ataupun biaya produksi mengalami kenaikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelayakan secara finansial terhadap terhadap proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur di wilayah Kabupaten Banyuwangi tersebut. Analisis ini ingin mengetahui apakah secara finansial kegiatan usaha budidaya jeruk keprok ini teridentifikasi layak . ataukah tidak layak . n feasibl. METODE PENELITIAN Jenis Daerah penelitian ditentukan secara sengaja . urposive metho. , yaitu di Desa Temurejo. Kecamatan Bangorejo. Kabupaten Banyuwangi karena Petani jeruk Siam di wilayah tersebut sejak tahun 2014 sudah mulai mengganti tanaman jeruk Siamnya ke jeruk keprok Tejakula. Metode analitik dipergunakan dalam penelitian ini. Metode analitik mampu menguraikan data-data penelitian secara komperehensif, merangkaikan data-datanya secara sistematis dan terpadu, serta menganalisnya dengan menggunakan metode pendekatan analisis statistik tertentu, sehingga bisa diperoleh suatu hasil berupa pengambilan keputusan, interpretasi hasil penelitian, serta kesimpulan yang obyektif (Nugraha & Maria, 2021. Supriono, 2. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden atau informan tanpa melalui pihak lain (Nisyak & Supriono, 2024. Supriono, 2. Metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah dengan melakukan wawancara secara mendalam . n-depth intervie. Wawancara secara mendalam adalah proses memperoleh data penelitian dengan cara tanya jawab . secara bertatap muka langsung dengan narasumber, atau informan, atau responden yang diwawancarai, dengan menggunakan instrumen panduan wawancara ataupun tidak menggunakan, dimana proses tanya JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 415-423 jawab antara pewawancara dengan narasumber, atau informan, atau responden tersebut dilakukan secara mendalam dalam menggali informasi yang dibutuhkan (Creswell & Creswell, 2017. Prasetyo & Supriono, 2. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan melibatkan 20 responden petani jeruk di Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo. Kabupaten Banyuwangi dengan kriteria petani yang mulai merintis pengebunan jeruk keprok secara monokultur sejak Purposive sampling digunakan untuk meastikan bahwa responden tersebut memenuhi kriteria penelitian (Hidayati et al. , 2023. Neuman, n. )). Analisis yang digunakan analisis kelayakan finansial. Analisis ini menggunakan asumsi jeruk keprok Tejakula per hekar, dengan jarak tanam 5 x 5 m2, bibit berasal dari hasil perbanyakan vegetatif . , usia ekonomi diperhitungkan 15 tahun, tahun ke-0 ditetapkan pada tahun 2014, dan discount factor . ditetapkan 9% per tahun. Selanjutnya, analisa sensitivitas melibatkan asumsi apabila terjadi penurunan produksi dan harga sebesar 5%, serta kenaikan biaya biaya operasional variabel sebesar 5%, dengan asumsi faktor-faktor lainnya dianggap tetap . , apakah masih tercatat layak secara finansial. Analisis finansial menggunakan (Gittinger & Adler, 1. , dalam (Supriono, 2009, 2. , yaitu sebagai berikut: NPV (Net Present Valu. ycAycyc = Oc yea . cyei Oe ycye. yei = ya . a yeO)yei Keterangan: NPV = Nilai NPV-privat . rivate net present valu. proyek investasi. alam satuan rupiah per H. = Nilai PV-privat total manfaat . rivate benefit present valu. proyek investasi. alam rupi9ah per H. = Nilai PV-privat total biaya . rivate cost present valu. proyek investasi. alam satuan rupiah per H. = Tingkat discount rate yang ditetapkan pada proyek investasi. alam satuan % per tahu. = Umur ekonomis proyek investasi. alam satuan tahu. = Tahun ke-t Kriteria pengabilan keputusan. Jika NPV > 0 atau positif ( ) maka secara finansial teridentifikasi layak. Jika NPV= 0 maka secara finansial teridentifikasi berada pada Aotitik impasAo atau break even point (BEP). Jika NPV < 0 atau negatif (-) maka secara finansial teridentifikasi tidak layak. ycAyeIyei yc/yc ycyeCyeiyeOyea = Ocyei = yayea. a yeO)yeiycAyc( ) Ocyei = yayea. a yeO)yeiycAyc(O. Keterangan: Net B/C = Nilai net B/C-ratio proyek investasi NB ( ) = Jumlah tahun diperoleh nilai NPV-privat positif ( ), atau jumlah tahun AodiperolehAo nilai PV-privat manfaat bersih . ilai PV-privat keuntunga. , dalam sepanjang umur ekonomis proyek investasi . alam satuan tahu. NB (-) = Jumlah tahun diperoleh nilai NPV-privat positif ( ), atau jumlah tahun AodiperolehAonilai PV-privat manfaat bersih . ilai PV-privat keuntunga. , dalam sepanjang umur ekonomis proyek investasi . alam satuan tahu. = Tingkat discount rate yang ditetapkan pada proyek investasi . alam satuan % per tahu. = Umur ekonomis proyek investasi . alam satuan tahu. = Tahun ke-t Kriteria pengabilan keputusan. Net B/C > 1 Secara finansial, proyek investasi teridentifikasi AolayakAo . Aorelatif efisienAo karena diperoleh nilai NPV-privat positif ( ) adalah Aolebih banyakAo dari jumlah tahun diperoleh nilai NPV-privat negatif (-). Net B/C < 1 Secara finansial, proyek investasi teridentifikasi Aotidak layakAo . n feasibl. Aorelatif tidak/kurang efisienAo karena jumlah tahun dapat diperoleh nilai NPV -privat positif ( ) adalah Aolebih sedikitAo dari jumlah tahun diperoleh nilai NPV-privat negatif (-). JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Agus Supriono, dkk Ae Kelayakan Finansial Proyek Investasi Pengebunan Jeruk Keprok Tejakula . PR (Profitability Rati. Ocyeayei=ya ycyc = ycyei ycycyei Oe Ocyeayei=ya . a yeO)yei . a yeO)yei ycya Keterangan: = Nilai PR . rofitability rati. proyek investasi = Nilai PV-privat total manfaat . rivate benefit present valu. alam satuan rupiah per H. OMi = Nilai PV-privat total biaya operasional dan pemeliharaan sepanjang usia ekonomis proyek investasi . alam satuan rupiah per H. = Nilai total biaya investasi yang ditanamkan pada proyek investasi yang diperhitungkan pada tahun ke-0. alam satuan rupiah per H. = Tingkat discount rate yang ditetapkan pada proyek investasi. alam satuan % per tahu. = Tahun ke-t Kriteria Pengambilan Keputusan. Jika PR > 1 maka secara finansial, proyek investasi teridentifikasi AolayakAo . dan AoamanAo . idak berisik. PR < 1 maka proyek investasi teridentifikasi Aotidak layakAo . n feasibl. dan Aotidak amanAo . IRR . nternal rate of retur. ycycyc = yeOya [ ycAycycya y . eOya Oe yeOy. ] ycAycycya Oe ycAycycya Keterangan: IRR = Nilai IRR . nternal rate of retur. proyek investasi . alam satuan % per tahu. i1 = Tingkat discount rate pada saat perhitungan NPV-privat bernilai positif ( ). alam satuan % per NPV1 = Nilai NPV-privat proyek investasi pada saat tingkat discount rate terendah . emiliki nilai NPVprivat positi. alam satuan mata uang tertentu per H. NPV2 = Nilai NPV proyek investasi pada saat tingkat discount rate tertinggi . emiliki nilai NPV-privat . alam satuan mata uang tertentu per H. Kriteria Pengambilan Keputusan Nilai IRR > Tingkat discount rate maka proyek investasi AolayakAo . Nilai IRR < Tingkat discount rate maka proyek investasi Aotidak layakAo . n feasibl. PP . ayback period. ycyc = OcNi OcNB OcycyeO ycAyc (Oc yea = Nilai PP . ayback period. proyek investasi . alam satuan tahu. = Nilai total biaya investasi yang ditanamkan pada proyek investasi yang diperhitungkan pada tahun ke-0. alam satuan mata uang tertentu per H. = Nilai PV-privat total manfaat . rivate benefit present valu. alam satuan mata uang tertentu per Ha. Kriteria Pengambilan Keputusan Nilai PP < Usia ekonomis proyek investasi maka proyek investasi AolayakAo . Nilai PP > Usia ekonomis proyek investasi maka proyek investasi Aotidak layakAo . HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Kelayakan Finansial Berdasarkan hasil analisis kriteria NPV . et present valu. , secara finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha di wilayah Kabupaten Banyuwangi, teridentifikasi AolayakAo . , karena proyek investasinya AomenguntungkanAo. Sepanjang umur ekonomis proyek investasi . dapat diperoleh nilai NPV -privat manfaat bersih atau nilai NPV-privat keuntungan . anfaat bersih atau keuntungan privat dalam nilai mata uang sekarang/dalam nilai mata uang tahun 2. , yaitu sebesar Rp. 840,00 per Ha. Ditunjukkan oleh nilai NPV yang sebesar Rp. 840,00 sebagaimana tertera pada Tabel 1. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 415-423 Tabel 1. Hasil Analisis Kelayakan Finansial Proyek Investasi Pengebunan Jeruk Keprok Tejakula Secara Monokultur per Hektar di Wilayah Kabupaten Banyuwangi Kriteria Analisis Kelayakan Pengambilan No. Nilai Satuan Finansial Keputusan NPV. 840,00 Rp per Ha Layak . Net B/C ratio. 2,20 Layak . Gross B/C ratio. 1,39 Layak . PR. 3,08 Layak . IRR. 16,88 % per Th. Layak . PP. 4-9-18 Th. Bln. Hr. Layak . Keterangan : Tahun Ke-0 = Tahun 2014 Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis kriteria net B/C ratio, secara finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha di wilayah Kabupaten Banyuwangi, teridentifikasi AolayakAo . , karena proyek infestasinya Aorelatif efisienAo. Sebab sepanjang umur ekonomisnya, yaitu sepanjang 15 tahun, jumlah tahun dapat diperoleh NPV -privat bernilai positif ( ) adalah Aolebih banyakAo dari pada jumlah tahun belum dapat diperoleh NPV -privat bernilai negatif (-). Diketahui sepanjang umur ekonomisnya, jumlah tahun dapat diperoleh nilai NPV NPV-privat 11 tahun, yaitu mulai dari tahun ke-5 hingga tahun ke-15. Sedangkan jumlah tahun dapat diperoleh nilai NPV-privat . et present valu. bernilai negatif (-) adalah sebanyak 5 tahun, yaitu dari tahun ke-0 sampai dengan tahun ke-5. Nilai net B/C ratio diperhitungkan = 11:3 = 2,20, artinya Aorelatif efisienAo sehingga AolayakAo. Ditunjukkan oleh nilai net B/C ratio yang sebesar 2,20 . ebagaimana tertera pada Tabel . Gross B/C ratio, secara finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha di wilayah Kabupaten Banyuwangi juga diketahui AolayakAo . , karena proyek investasinya AoefisienAo. Sebab dalam sepanjang umur ekonominya, setiap tambahan Rp 1,- yang dikorbankan untuk PV-privat biaya . ambahan biaya privat dalam nilai mata uang sekarang/dalam nilai mata uang tahun 2. , akan diperoleh tambahan nilai PV-privat manfaat Rp 1,39 . ambahan manfaat privat dalam nilai mata uang sekarang/dalam nilai mata uang tahun 2. Ditunjukkan oleh nilai kriteria gross B/C ratio yang sebesar 1,32. Ditunjukkan oleh nilai gross B/C ratio yang sebesar 1,39 sebagaimana tertera pada Tabel 1. Berdasarkan pada hasil analisis kriteria PR . rofitability rati. , proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha di wilayah Kabupaten Banyuwangi, teridentifikasi AolayakAo . , sebab proyek investasinya AoamanAo . idak berisik. Sebab dalam sepanjang umur ekonomisnya, setiap tambahan Rp 1,- yang ditanamkan untuk investasi . iperhitungkan pada tahun ke-0, dan dalam nilai uang tahun ke-0 atau dalam nilai uang tahun 2. akan Aodapat ditutupAo . oleh tambahan nilai PV -privat manfaat Aosetelah dipergunakan untuk menutupAo tambahan nilai PV -privat biaya operasional, ternyata masih dapat diperoleh Aosisa kelebihanAo sejumlah Rp 3,08 . alam nilai mata uang sekarang/dalam nilai mata uang tahun 2. Ditunjukkan oleh nilai PR yang sebesar 3,08 sebagaimana tertera pada Tabel Adapun berdasarkan pada hasil analisis kriteria IRR . nternal rate of retur. , secara finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha di wilayah Kabupaten Banyuwangi, teridentifikasi AolayakAo . Sebab tingkat bunga . tingkat pengembalian hasil . dari proyek investasi, diketahui Aolebih tinggiAo dari tingkat suku bunga kredit . investasi yang ditetapkan dalam analisis kelayakan finansial. Dimana tingkat suku bunga kredit . investasi yang ditetapkan adalah 9% per tahun, sedangkan tingkat bunga . tingkat pengembalian hasil . dari proyek investasi adalah sebesar 16,88 % per tahun. Ditunjukkan oleh nilai IRR yang sebesar 16,88 sebagaimana tertera pada Tabel 1. Berdasarkan pada hasil analisis kelayakan finansial kriteria PP . ayback period. , secara finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha di wilayah Kabupaten Banyuwangi, teridentifikasi AolayakAo . Sebab, dalam sepanjang umur ekonomis proyek investasi, jangka waktu nilai total biaya investasi yang ditanamkan Aodapat ditutupAo oleh nilai PV-privat total manfaat. Aorelatif pendekAo. Yaitu hanya sekitar 4 tahun 9 bulan 18 JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Agus Supriono, dkk Ae Kelayakan Finansial Proyek Investasi Pengebunan Jeruk Keprok Tejakula . Ditunjukkan oleh nilai PP yang sebesar 4-9-18 sebagaimana tertera pada Tabel 1. Sehingga dalam sepanjang umur ekonomisnya, jumlah tahun dapat diperoleh nilai NPV -privat positif ( ) adalah Aolebih banyakAo dari jumlah tahun diperoleh nilai NPV -privat negatif (-). Atau, dalam sepanjang umur ekonomisnya, waktu . dapat diperoleh nilai PV -privat manfaat bersih . ilai PV-privat keuntunga. Aolebih panjangAo dari pada waktu . belum dapat diperoleh nilai PV -privat manfaat bersih . ilai PV-privat keuntunga. Oleh karena berdasarkan hasil analisis kriteria kelayakan finansial, yaitu kriteria: . NPV, . net B/C ratio, . gross B/C ratio, . PR, . IRR, dan . PP, secara finansial kesemuanya tercatat layak . , maka proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha di wilayah Kabupaten Banyuwangi, secara finansial dapat diyakini AolayakAo . Akan tetapi juga perlu dicermati lebih lanjut, bagaimana kondisi kelayakan finansialnya apabila diperhitungkan terjadi penurunan produksi dan harga sebesar 5%, serta kenaikan biaya biaya operasional variabel sebesar 5%, dengan asumsi faktor-faktor lainnya dianggap tetap . Terkait dengan hal ini, akan dicermati kondisi kelayakan finansialnya dengan menggunakan kriteria: . NPV, . gross B/C ratio, dan . IRR, sebagaimana dapat dicermati hasil analisisnya pada Tabel 2. Analisa Sensitivitas Hasill analisa sensitivitas apabila diperhitungkan terjadi penurunan jumlah . produksi sampai dengan 5%, harga produksi 5% dan biaya operasional variabel 5% ditunjukkan pada Tabel 2. Asumsi yang digunakan yakni dimana faktor lainnya dianggap tetap . pada proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Tabel 2. Hasil Analisis Sensitivitas Terhadap Kelayakan Finansial Proyek Investasi Proyek Investasi Pengebunan Jeruk Keprok Tejakula Secara Monokultur per Hektar di Wilayah Kabupaten Banyuwangi Kriteria Analisis Pengambilan No. Nilai Satuan Kelayakan Finansial Keptusan Diperhitungkan terjadi penurunan produksi sebesar 5%: NPV. 322,00 Rp per Ha Layak . Gross B/C ratio. 1,87 Layak . IRR. 14,28 % per Th. Layak . Diperhitungkan terjadi penurunan harga produksi sebesar 5%: NPV. 744,00 Rp per Ha Layak . Gross B/C ratio. 1,91 Layak . IRR. 14,85 % per Th. Layak . Diperhitungkan terjadi kenaikan biaya operasional variabel sebesar 5%: NPV. 997,00 Rp per Ha Layak . Gross B/C ratio. 1,95 Layak . IRR. 15,42 % per Th. Layak . Keterangan : Tahun Ke-0 = Tahun 2014 Apabila diperhitungkan terjadi penurunan jumlah . produksi sampai dengan 5%, maka Berdasarkan kriteria NPV, secara finansial proyek investasinya masih tercatat layak . , karena teridentifikasi masih AomenguntungkanAo. Hal ini dikarenakan sepanjang umur ekonomisnya masih dapat diperoleh nilai NPV -privat manfaat bersih atau nilai NPV-privat keuntungan, yaitu sebesar Rp. 322,00 per Ha. Berdasarkan kriteria gross B/C ratio, secara finansial proyek investasinya masih tercatat layak . , karena teridentifikasi masih AoefisienAo. Sepanjang umur ekonominya, setiap tambahan Rp 1,- yang dikorbankan untuk PV-privat biaya, akan diperoleh tambahan nilai PV-privat manfaat Rp 1,87. Berdasarkan kriteria IRR, secara finansial proyek investasinya masih tercatat layak . Tingkat bunga . tingkat pengembalian hasil . dari proyek investasi, diketahui masih Aolebih tinggiAo dari tingkat suku bunga kredit . investasi yang ditetapkan dalam analisis kelayakan finansial, yaitu masih sebesar 14,28 % per tahun. Selanjutnya, apabila diperhitungkan terjadi penurunan harga produksi sampai dengan 5%, dimana faktor lainnya dianggap tetap . , sebagaimana dapat dicermati pada hasil analisis JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 415-423 sensitivitas terhadap kelayakan finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha di wilayah Kabupaten Banyuwangi . ertera pada Tabel . , dapat diketahui sebagai berikut: Berdasarkan kriteria NPV, secara finansial proyek investasinya masih tercatat layak . , karena teridentifikasi masih AomenguntungkanAo. Sepanjang umur ekonomisnya masih dapat diperoleh nilai NPV -privat manfaat bersih atau nilai NPV-privat keuntungan, yaitu sebesar Rp. 744,00 per Ha. Berdasarkan kriteria gross B/C ratio, secara finansial proyek investasinya masih tercatat layak . , karena teridentifikasi masih AoefisienAo. Dalam sepanjang umur ekonominya, setiap tambahan Rp 1,- yang dikorbankan untuk PV-privat biaya, akan diperoleh tambahan nilai PV-privat manfaat Rp 1,91. Berdasarkan kriteria IRR, secara finansial proyek investasinya masih tercatat layak . Sebab tingkat bunga . tingkat pengembalian hasil . dari proyek investasi, diketahui masih Aolebih tinggiAo dari tingkat suku bunga kredit . investasi yang ditetapkan dalam analisis kelayakan Yaitu masih sebesar 14,85 % per tahun. Apabila diperhitungkan terjadi kenaikan biaya operasional variabel sampai dengan 5% . imana faktor lainnya dianggap tetap/konsta. , sebagaimana dapat dicermati pada hasil analisis sensitivitas terhadap kelayakan finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha di wilayah Kabupaten Banyuwangi . ertera pada Tabel . , dapat diketahui sebagai berikut: Berdasarkan kriteria NPV, secara finansial proyek investasinya masih tercatat layak . , karena teridentifikasi masih AomenguntungkanAo. Sebab dalam sepanjang umur ekonomisnya masih dapat diperoleh nilai NPV -privat manfaat bersih atau nilai NPV-privat keuntungan, yaitu sebesar Rp. 997,00 per Ha. Berdasarkan kriteria gross B/C ratio, secara finansial proyek investasinya masih tercatat layak . , karena teridentifikasi masih AoefisienAo. Sebab dalam sepanjang umur ekonominya, setiap tambahan Rp 1,- yang dikorbankan untuk PV-privat biaya, akan diperoleh tambahan nilai PV-privat manfaat Rp 1,95. Berdasarkan kriteria IRR, secara finansial proyek investasinya masih tercatat layak . Sebab tingkat bunga . tingkat pengembalian hasil . dari proyek investasi, diketahui masih Aolebih tinggiAo dari tingkat suku bunga kredit . investasi yang ditetapkan dalam analisis kelayakan finansial yaitu masih sebesar 15,42 % per tahun. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan analisis finansial, investasi kebun jeruk keprok Tejakula secara monokultur . arak tanam 5x5 mA, bibit stek, usia ekonomi 15 tahu. di Kabupaten Banyuwangi layak . dengan discount rate 9%. Kelayakan finansial ini tetap bertahan bahkan ketika dihadapkan pada skenario penurunan produksi dan harga hingga 5% serta kenaikan biaya operasional variabel sebesar 5%. Dari analisis sensitivitas, faktor penurunan produksi dan harga terbukti lebih sensitif terhadap kelayakan investasi dibandingkan kenaikan biaya operasional Saran Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan: Kelanjutan dan Perluasan Usaha: Petani di Kabupaten Banyuwangi yang telah membudidayakan jeruk keprok Tejakula secara monokultur dapat melanjutkan usahanya. Bagi yang berminat memulai usaha ini juga disarankan untuk berinvestasi tanpa keraguan. Ketahanan Finansial: Para petani tidak perlu khawatir dengan risiko penurunan produksi dan harga hingga 5%, serta kenaikan biaya operasional variabel hingga 5%, karena secara finansial usaha ini tetap layak . Intensifikasi Budidaya: Petani perlu menerapkan budidaya yang lebih intensif, karena faktor penurunan jumlah produksi . lebih sensitif dalam mempengaruhi kelayakan finansial investasi dibandingkan kenaikan biaya operasional. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Agus Supriono, dkk Ae Kelayakan Finansial Proyek Investasi Pengebunan Jeruk Keprok Tejakula . DAFTAR PUSTAKA