Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra P-ISSN: 1978-8800. E-ISSN: 2614-3127 http://journal. um-surabaya. id/index. php/Stilistika/index Vol. 17 No. Juli 2024, hal 217-236 ANALISIS ASPEK KEBAHASAAN DAN PENYAJIAN MATERI PADA ELEMEN MENULIS TEKS PIDATO DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS Vi KURIKULUM MERDEKA ANALYSIS OF LANGUAGE ASPECTS AND PRESENTATION OF MATERIAL ON THE ELEMENTS OF WRITING SPEECH TEXTS IN INDONESIAN LANGUAGE BOOKS TEXT GRADE Vi OF THE INDEPENDENT CURRICULUM Inno Cahyaning Tyas1*. Arju Mutiah2. Adenarsy Avereus Rahman3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Jember. Indonesia1,2,3 inno@unej. id1, arju. fkip@unej. id2, adenarsy@unej. *penulis koresponsdensi Info Artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Diterima: 10 Juni 2024 Direvisi: 02 Juli 2024 Disetujui: 14 Juli 2024 Aspek bahasa dan penyajian materi merupakan bagian yang penting pada buku teks sehingga dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran di Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan aspek kebahasaan dan penyajian materi pada buku teks bahasa Indonesia kelas Vi SMP kurikulum Merdeka. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Data dan sumber data berupa kata, frasa, dan kalimat dalam buku bahasa Indonesia kelas Vi Kurikulum Merdeka yang diterbitkan oleh Kemendikbud pada tahun 2021, khususnya pada Bab VI materi menulis teks Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa aspek kebahasaan dan penyajian materi secara umum sudah memenuhi kriteria bahasa yang lugas, komunikatif, dialogis, kemampuan memotivasi, dan sesuai kaidah bahasa. Begitu juga dengan penyajian materi sudah menyesuaikan dengan Kurikulum Merdeka. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan CP dan TP Kurikulum Merdeka karena sumber data berupa buku bahasa Indonesia karangan Kemendikbud. Jadi dapat disimpulkan buku teks tersebut secara kebahasaan dan penyajian materi sudah memenuhi kriterianya. Kata kunci: Kebahasaan. Penyajian materi. Buku teks. Kurikulum Merdeka Article Info ABSTRACT Article history: Received: 10 June 2024 Revised: 02 July 2024 Accepted: 14 July 2024 The feasibility aspect of textbooks is something that has urgency in the standards of teaching textbooks for students. The purpose of this study is to determine the accuracy of the linguistic aspects and the presentation of material in the Indonesian textbook for grade Vi of the Independent Curriculum Junior High School. This research method is a qualitative approach, data and data sources in the form of words, phrases, and sentences in Indonesian books for grade Vi of Kurikulum Merdeka published by the Ministry of Education and Culture in 2021, especially in Chapter VI of the material for writing speech texts. The results and discussion of this research, namely based on the linguistic aspects and the presentation of the material in general, have met the criteria of straightforward, communicative, dialogical, motivating ability, and according to language rules. Likewise, the presentation of the material has adjusted to the Independent Curriculum. This can be adjusted to the CP and TP of the Independent Curriculum because the data source is in the form of an Indonesian book by the Ministry of Education and Culture. So it can be concluded that the textbook linguistically and the presentation of the material has met the criteria. Copyright A 2024. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra DOI: http://dx. org/10. 30651/st. Keyword: Language aspects. Presentation of Material aspects Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 PENDAHULUAN Abdullah Susilo. Mulawarman. mengatakan buku teks adalah salah satu sarana pembelajaran yang sangat penting Buku teks merupakan sumber belajar yang penting dalam pendidikan formal, yang dirancang untuk memberikan materi pembelajaran yang terstruktur kepada siswa. Sebagai bagian integral dari kurikulum, buku teks menyajikan informasi dan konsep-konsep yang relevan dengan mata pelajaran memahami materi pelajaran dengan baik. Penyusunan buku teks di SD. SMP. SMA disusun secara sistematis untuk mencakup berbagai topik dalam kurikulum merdeka yang sesuai dengan tingkat pemahaman Buku teks sering kali disusun oleh memperhatikan standar pendidikan yang Standar tersebut berdasarkan BSNP meliputi kelayakan dilihat dari aspek isi, bahasa, penyajian materi, dan kegrafikaan (Nurjanah, 2. Jika kriteria mempermudah siswa dalam memahami pembelajaran buku teks sebagai media tambahan dari pengajar secara terstruktur dan sistematik. Selain itu, buku teks juga sering pendukung pembelajaran, seperti ilustrasi, diagram, dan tabel, yang membantu memvisualisasikan konsep-konsep yang Fitur-fitur ini dirancang untuk mendorong intelektual peserta didik terhadap materi pembelajaran dan memfasilitasi proses belajar mengajar di Peranan suatu penyusunan buku teks yang baik sangat penting karena dapat memfasilitasi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran, terutama dalam hal analisis aspek kebahasaan dan penyajian Aspek tersebut, salah satunya dapat diterapkan pada mata pelajaran Indonesia pemahaman siswa terkait kualitas materi yang melibatkan siswa aktif dalam memahami setiap ide-ide di dalam buku Oleh karena itu, penelitian terhadap buku teks tersebut menjadi relevan untuk mengevaluasi kualitas materi yang disampaikan kepada siswa. Kriteria kelayakan bahasa pada buku teks mencakup beberapa hal secara tepat setiap subbab maupun setiap paragraf. Aspek kebahasaan yang baik dalam buku teks dapat memastikan bahwa materi yang disampaikan sesuai dengan standar kurikulum dan memungkinkan siswa untuk memahami konsep-konsep yang Agustina . alam Rihannah & Irma, 2. menyebutkan kriteria kelayakan bahasa pada buku teks mencakup penggunaan bahasa yang lugas, yang terdiri dari keefektifan kalimat, komunikatif, dialogis dan interaktif, mampu memotivasi siswa, sesuai dengan kaidah kebahasaan, menggunakan istilah, simbol, dan ikon. Pemakaian bahasa harus keterpaduan alur pikir secara tepat setiap bab maupun setiap paragraf. Selain itu, penyajian materi dalam buku teks memainkan peran krusial dalam memengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Penyajian materi yang baik akan memfasilitasi proses belajar mengajar dengan baik, sementara penyajian yang kurang efektif dapat menghambat pemahaman siswa. Muslich . alam Apriliana, 2. menyebutkan kriteria kelayakan materi pada buku teks mencakup kesesuaian urutan materi dengan CP atau TPD dan TP, keakuratan materi, kemutakhiran materi, materi pendukung pembelajaran, dan mampu mendorong keingintahuan siswa. Oleh karena itu, dengan adanya analisis terhadap penyajian materi dalam buku teks Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 SMP kelas Vi bab VI tentang penulisan mengidentifikasi kelayakan penyajian materi pada buku teks tersebut. Selanjutnya, memahami berbagai aspek kebahasaan serta penyajian materi tentang penulisan teks pidato. Teks pidato adalah jenis teks yang disusun untuk disampaikan secara lisan di depan publik dalam rangka menyampaikan pesan, gagasan, atau pandangan tertentu. Tujuan utama dari sebuah pidato adalah untuk menyampaikan ide atau pesan yang kuat dan meyakinkan. Teks pidato memuat struktur yang terorganisir terdiri dari yaitu pembuka, isi, dan penutup. Pembuka bertujuan untuk menarik perhatian pendengar, memperkenalkan topik, dan menyampaikan tujuan dari pidato. Bagian isi adalah inti dari pidato, di mana pembicara menyampaikan argumen, gagasan, atau pesan utama dengan menggunakan bukti atau alasan yang Penutup berfungsi untuk disampaikan dan meninggalkan kesan yang kuat pada pendengar. Analisis aspek kebahasaan dalam buku teks SMP kelas Vi bab VI yang membahas penulisan teks pidato sangat merupakan hal yang penting dalam sebuah tulisan terutama pada sebuah buku teks yang dipelajari oleh peserta didik. Jika di dalam buku teks terdapat aspek kebahasaan yang tidak efektif, maka akan menimbulkan pembelajaran kurang tepat pengetahuan tidak tersampaikan kepada peserta didik. Selain itu, aspek penyajian materi menjadi tepat sasaran dan mampu mengembangkan informasi kepada peserta didik jika seluruh aspek penyajian materi Kemendikbud sehingga tersampaikan dengan tepat dan tidak terdapat kesalahan dalam proses pembelajaran dalam penyampaian informasi kepada peserta Penelitian tentang kelayakan suatu buku teks oleh Apriliana . dan Abdullah S. et al. Penelitian tersebut menggunakan metode analisis isi . ontent analysi. dan persentase skor 96,69%, sedangkan kelayakan bahasa juga sangat baik dengan persentase skor 92,18%. Selain itu, kelayakan suatu buku teks juga diteliti oleh Abdullah S. et al. dengan judul "Analisis Kelayakan Buku Teks Bahasa Indonesia untuk Siswa Kelas Vi Sekolah Menengah Pertama," menunjukkan pendeskripsian buku teks dari segi kelayakan isi, kelayakan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan isi pada buku "Mahir Berbahasa Indonesia" oleh Erlangga Publisher dianggap layak dengan persentase 81,25%. Selanjutnya, dari segi kelayakan "Mahir Berbahasa Indonesia" oleh Erlangga Publisher dianggap layak dengan persentase 82,14%. Berdasarkan penelitian ini dengan judul Analisis Aspek Kebahasaan dan Penyajian Materi Menulis Teks Pidato dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas Vi Kurikulum Merdeka kelayakan penggunaan bahasa dan penyajian materi dalam buku teks tersebut. Maka dari itu, dapat diketahui kelayakan suatu buku teks. METODE Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Moleong dan Lysy . mengemukakan penelitian kualitatif merupakan penelitian untuk mengerti segala hal yang terjadi menguraikannya dalam bentuk deskripsi naratif yang berupa kata, frasa, dan Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang berpotensi pada analisis kebahasaan dan penyajian materi buku Sumber data dari penelitian berupa buku soft copy Bahasa Indonesia SMP kelas Vi Kurikulum Merdeka yang ditulis oleh Maya Lestari Gusfitri dan Elly Delfia, lalu diterbitkan oleh Kemendikbud pada tahun 2021, khususnya pada Bab VI materi Menulis Teks Pidato. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah Sugiyono teknik dokumentasi adalah langkah-langkah yang diambil untuk mendapatkan data dan informasi dalam bentuk tulisan, gambar, atau dari buku, arsip, atau dokumen lainnya yang memiliki keterangan untuk mendukung Hal ini sesuai pengumpulan data penelitian yang dilakukan berupa mengambil tangkapan layar kata, frasa dan kalimat yang sesuai dengan beberapa komponen penelitian. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan mengacu pada konsep Miles dan Huberman. Miles dan Huberman . alam Sugiyono 2. menyatakan teknik analisis data, yaitu teknik analisis yang terdiri dari tahapan collection . engumpulan dat. , data reduction . eduksi dat. , data display . erifikasi dat. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut ini akan dideskripsikan hasil dan pembahasan dari analisis aspek kebahasaan dan penyajian materi buku teks SMP materi menulis teks pidato sebagai berikut. Kriteria Kelayakan Bahasa pada Buku Teks Purnanto, dan Mustadi, . menyatakan bahwa kelayakan bahasa pada buku teks tercakup dari beberapa komponen-komponen, sebagai berikut. Lugas Buku mengandung kesesuaian kelugasan yang sesuai pembelajaran oleh Kemendikbud. Aspek-aspek kelugasan bisa ditinjau dari segi keefektifan kalimat, yaitu suatu kalimat dapat menyampaikan maksud dengan jelas dan tidak bertele-tele. ketepatan kata, yaitu suatu kalimat harus tepat atau sesuai dengan konteks dan tidak menimbulkan ambiguitas. istilah, yaitu kata atau kalimat yang digunakan harus baku dan sesuai dengan arti dalam bidang ilmu yang Gambar 1. Penerapan bentuk lugas pada petunjuk materi . Berdasarkan analisis pada data di atas, bentuk lugas dapat dianalisis dari ketepatan kata dan kebakuan istilah. Merujuk pada bentuk lugas, data di atas telah menunjukkan kelugasan dari isi buku dengan frasa yang digunakan, yaitu pada frasa bacalah baik-baik dan frasa cermati hal-hal yang disampaikan menunjukkan sebuah perintah yang jelas dan tidak bertele-tele. Makna frasa bacalah baik-baik adalah meminta pembaca . eserta didi. untuk membaca secara tepat dan sungguhsungguh. Makna frasa cermati hal-hal perintah untuk pembaca mencermati setiap kata, frasa dan kalimat yang dipaparkan pada isi bab materi menulis teks pidato agar memahami ilmu yang terkandung pada buku teks. Kemudian kata cermati pada perintah cermatilah Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 menunjukkan arti bahwa peserta didik diarahkan untuk memahami secara tepat pernyataan yang dipaparkan pada didik mampu lebih mengerti kegiatan membaca atau memahami isi dalam buku teks tersebut. Selain itu, bahasa dalam buku teks harus dapat memfasilitasi pemahaman konsep dan materi dengan baik. Gambar 2. Penerapan bentuk lugas pada perintah materi bagian uraian . alaman ba. Berdasarkan analisis data di atas, data yang menunjukkan lugas terdapat di bagian kalimat pertama pada kata memahami yang memiliki arti bahwa pembaca diarahkan untuk mengerti, mengetahui tentang materi pidato, topik Selanjutnya, kalimat kedua pada kata memahami menunjukkan arti bahwa pengharapan agar peserta didik bisa mengerti serta mengerti semua hal yang saling terkait. Gambar 3. Penerapan bentuk lugas pada teks pidato . Berdasarkan analisis data di atas, bentuk lugas ditunjukkan oleh frasa saya ingin menyampaikan yang memiliki arti kelugasaan sebagai bentuk seseorang tersebut secara langsung ingin menyampaikan ucapan terima kasih. Selain itu, di dalam data di penggunaan kata yaitu pada contoh teks pidato berupa kata saya yang dilakukan secara berulang. Komunikatif Buku teks harus menerapkan bahasa yang komunikatif guna peserta Gambar 4. Penerapan bentuk komunikatif pada perintah soal . Berdasarkan analisis data di atas, bentuk komunikatif ditunjukkan oleh kata bacalah dan uraikanlah. Kata tersebut memiliki arti bahwa peserta didik sebagai pembaca harus membaca teks pidato terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan menguraikan susunan penulisan yang ada pada teks Hal menunjukkan bentuk komunikatif karena menjadikan peserta didik mengetahui hal-hal yang harus dilakukan berdasarkan urutan-urutan yang disampaikan pada kalimat teks tersebut secara jelas. Gambar 5. Penerapan bentuk komunikatif pada petunjuk pelaksanaan pengerjaan soal . alaman Berdasarkan analisis data di atas, bentuk komunikatif ditunjukkan oleh kata identifikasilah dan tuliskan. Kata komunikatif bahwa peserta didik yang Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 telah membaca dalam cakupan aktivitas menulis dari hasil yang didapatkan pada kegiatan identifikasi. Oleh karena itu, bentuk komunikatif sudah terlaksana dengan tepat pada data perintah soal tersebut. Dialogis dan Interaktif Bahasa yang dipilih pada penyajian materi memiliki titik Dialogis memiliki arti bahwa di dalam buku teks harus ada interaksi komunikasi antara penulis dengan bentuk-bentuk pertanyaan yang ditulis oleh penulis sebagai wujud pemantik pembaca . eserta didi. dalam memikirkan jawaban dan menjawabnya meskipun penulis tidak mengetahui jawaban dari Kewajiban buku teks, yaitu harus mampu menciptakan dialog antara penulis dengan pembaca, atau antara guru dengan peserta didik. Selain itu, buku teks harus ada unsur interaktivitas yang mendorong peserta didik untuk berpikir dan bertanya. Gambar 6. Penerapan bentuk dialogis dari pemantik pertanyaan penulis kepada pembaca . Berdasarkan analisis data di atas, bentuk dialogis ditunjukkan oleh beberapa pertanyaan tertulis yang pembaca, meliputi kalimat pemantik pertanyaan buku apa yang kalian baca minggu ini? Bagaimana pendapat kalian tentang buku tersebut?. Kalimat tersebut menjadikan adanya dialog antara penulis kepada pembaca . eserta mengetahui respons jawaban dari Kalimat yang ditulis oleh penulis tersebut dapat diartikan sebagai bentuk dialog komunikasi karena menimbulkan responss jawaban dari peserta didik sebagai pembaca. Gambar 7. Penerapan bentuk interaktif pada alur tahapan pelaksanaan soal . Berdasarkan analisis data di atas, bentuk interaktif ditunjukkan oleh frasa bekerjalah berpasangan, kata buatlah, tukarlah dan periksalah. Frasa dan kata tersebut mengandung maksud pada aspek cakupan interaktif, yaitu pada frasa bekerjalah berpasangan memiliki arti bahwa peserta didik diarahkan untuk bekerja secara berpasang-pasangan dalam melakukan aktivitas pengerjaan tugas yang diberikan. Selanjutnya, kata buatlah memiliki arti bahwa peserta didik yang telah berkelompok secara berpasang-pasangan diarahkan untuk membuat lima pertanyaan terkait isi teks pidato. Kemudian, kata tukarlah memiliki arti bahwa peserta didik setelah membuat pertanyaan untuk diharuskan menukarkan kepada sesama kelompok yang berpasangan lainnya untuk menjawab pertanyaan yang telah menunjukkan arti bahwa peserta didik diharuskan memeriksa setiap jawaban pertanyaan-pertanyaan yang telah dijawab oleh kelompok berpasangan Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 riang saat peserta didik membacanya dan mendukung mereka untuk mempelajarinya lebih dalam hingga Gambar 8. Penerapan bentuk dialogis pada pertanyaan pemantik bab menulis teks pidato . alaman ba. Berdasarkan analisis data di atas, bentuk dialogis ditunjukkan oleh beberapa pertanyaan tertulis yang pemantik . Pernahkah kalian mendengar pidato? . Pidato apa saja yang pernah kalian dengar? . Di pidato-pidato manakah yang lebih menarik perhatian kalian? Apa alasannya? Kalimatkalimat tersebut dapat diklasifikasikan menjadi bentuk dialogis meskipun berupa pertanyaan pemantik tetapi memberikan ruang dialog berupa seolah-olah berkomunikasi, berdialog yang ditandai dengan adanya pertanyaan untuk Meskipun, pertanyaanpertanyaan tersebut tidak wajib dijawab dan diketahui oleh penulis tetapi seolah-olah penulis mengajak berbicara . Kemampuan Memotivasi Peserta Didik Buku teks wajib mempunyai unsur-unsur yang bisa menjadi penggerak peserta didik untuk menuntut ilmu dan mendorong mereka agar bisa memiliki nalar kritis terhadap materi yang dipelajari. Unsur-unsur tersebut dapat berupa pertanyaan-pertanyaan pembaca . eserta didi. yang merangsang peserta didik untuk berpikir kritis, contoh-contoh yang menarik, atau aktivitas-aktivitas yang melibatkan mereka secara aktif. Buku teks tersebut dapat memunculkan rasa Gambar 9. Penerapan bentuk kemampuan memotivasi peserta didik dari pertanyaan-pertanyaan bersifat kritis, . Berdasarkan analisis data di atas, bentuk kemampuan memotivasi peserta didik yang dilakukan oleh penulis berupa diskusi terkait pertanyaan-pertanyaan menjadikan peserta didik . berpikir kritis terhadap hal yang Pertanyaan diskusi pada data di atas yang mampu mendorong kemampuan motivasi peserta didik, meliputi . Apakah kalimat persuasif itu? Apakah kalian pernah membaca kalimat persuasif dalam konteks pidato? Apakah ungkapan rasa peduli atau simpati itu? Pernahkah kalian menggunakan ungkapan tersebut untuk diucapkan pada orang lain atau pernahkah kalian membacanya dalam Kalimat-kalimat pertanyaan diskusi tersebut dapat menjadi upaya mendorong peserta memikirkan jawaban yang tepat dan termotivasi untuk mengetahui terkait hal-hal yang ditanyakan pada diskusi Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 Gambar 10. Penerapan bentuk kemampuan memotivasi peserta didik dari latihan soal . Berdasarkan analisis data di atas, bentuk kemampuan memotivasi peserta didik yang dilakukan oleh penulis berupa perintah secara berkelompok yang ditandai kalimat duduklah bersama kelompok kalian yang mengartikan bahwa peserta didik diharuskan duduk terlebih Selanjutnya pada kalimat perintah uraikanlah struktur pidato di atas ke mengarahkan pembaca . eserta didi. Selanjutnya, penyajian tabel pelatihan untuk ditujukkan kepada peserta didik sebagai pembaca untuk melakukan kegiatan berpikir kritis menguraikan struktur pidato. Penulis menyajikan dua bagian tabel, yaitu sebelah kiri tabel data struktur penulisan dari pembukaan, isi, penutup dan sebelah kanan tabel kosong untuk digunakan peserta didik menuliskan pidato yang ingin Hal menjadikan peserta didik termotivasi mengenal dan memahami materi pidato dengan cara mengharuskan peserta didik menguraikan setiap komponen pada struktur tersebut . embukaan, isi, penutu. Gambar 11. Penerapan bentuk kemampuan memotivasi peserta didik dari tabel perbedaan kalimat persuasif dan bukan persuasif . Berdasarkan analisis data di atas, bentuk kemampuan memotivasi peserta didik yang dilakukan oleh penulis berupa perintah secara Dapatkah kalian mengidentifikasi kalimat yang merupakan kalimat persuasif? Berilah centang pada kolom yang sesuai. Kalimat yang disajikan oleh penulis dapat menjadi langkah memotivasi peserta didik yang sebagai pembaca untuk persuasif dan bukan persuasif dengan memberi tanda centang pada kolom yang sesuai. Perintah tersebut didukung dengan adanya tabel kalimat-kalimat untuk diidentifikasi oleh pembaca . eserta didi. dan hasil akhir berupa keputusan jawaban yang dicentang antara kalimat persuasif dan bukan persuasif. Kegiatan tersebut mampu menjadikan peserta didik berpikir kritis dan mendorong motivasi pada peserta didik dalam memahami materi teks pidato. Kesesuaian dengan Kaidah Bahasa Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 Buku teks pada konsepnya mengandung penulisan yang baik, benar dan tepat. Bahasa dan struktur kebahasaan yang ada dalam buku teks berpedoman pada KBBI. Penerapan kesesuaian dengan kaidah bahasa pada buku teks memerlukan kemampuan menjelaskan konsep sesuai dengan Penerapan huruf kapital dipakai untuk permulaan kalimat, nama orang, tempat, dan nama benda. Tanda baca memisahkan kata-kata, menandai akhir kalimat, dan menunjukkan perubahan fungsi kata. Cetak miring dan tebal pada buku teks disesuaikan pada kata atau bahasa yang asing atau bukan dari bahasa Indonesia. Gambar 12. Penerapan bentuk kesesuaian dengan kaidah bahasa pada kalimat di dalam paragraf . alaman Berdasarkan analisis data di atas, bentuk kesesuaian dengan kaidah bahasa diterapkan pada kalimat pidato itu berisi ajakan agar kalian melakukan sebuah tindakan, misalnya tindakan hidup bersih, menanam pohon, atau tindakan untuk memilah sampah sesuai Kalimat tersebut secara tepat sudah menerapkan kesesuaian dengan kaidah bahasa, yaitu penerapan tanda koma yang berfungsi merinci suatu hal yang memisahkan jumlah lebih dari satu dan tergolong di dalam satu Hal ini bertujuan agar peserta didik sebagai pembaca mengetahui bahwa ajakan yang disebutkan bermacam-macam lebih dari satu. Gambar 13. Penerapan bentuk kesesuaian dengan kaidah bahasa pada kalimat salam . Berdasarkan analisis data di atas, bentuk kesesuaian dengan kaidah bahasa diterapkan pada kalimat Assalamualaikum Salam Sejahtera. Namo Buddhaya. Salam Selamat pagi semuanya. Kalimat tersebut ditandai dengan bentuk huruf kapital pada setiap ucapan karena kalimat tersebut memiliki fungsi sebagai bentuk salam penghormatan. Gambar 14. Penerapan bentuk kesesuaian dengan kaidah bahasa pada judul subbab materi . Berdasarkan analisis data di atas, bentuk kesesuaian dengan kaidah bahasa diterapkan pada penulisan judul subbab, yaitu A. Mengenal Pidato. Penulisan tersebut sesuai dengan kaidah bahasa karena menggunakan huruf kapital pada awal kata yang didukung ukuran huruf berbeda dengan isi . raian di bawa. dan menunjukkan bahwa sebagai awalan materi yang diuraikan oleh penulis di dalam buku teks tersebut. Hal ini memiliki tujuan . mengetahui poin atau subbab materi yang dibahas pada bab menulis teks Penggunaan Istilah. Simbol, atau Ikon Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 Penggunaan istilah, simbol, dan ikon merupakan suatu kata atau frasa yang secara akurat menyampaikan makna suatu konsep, proses, situasi atau ciri khusus pada suatu bidang Hal ini untuk membantu peserta didik memahami isi buku teks. Istilah, simbol, dan ikon harus digunakan dengan tepat pada penulisan di dalam setiap materi buku teks. Gambar 15. Penerapan bentuk penggunaan istilah, simbol, atau ikon pada jenis-jenis pidato . Berdasarkan analisis data di atas, bentuk penggunaan istilah, simbol atau ikon ditunjukkan pada jenis-jenis Penggunaan istilah terdapat jenis-jenis menggunakan kata-kata merujuk pada nama-nama jenis pidato di dalam bahasa Indonesia, meliputi pidato impromptu, pidato manuskrip, pidato memoriter, pidato ekstemporan. Istilah tersebut menjadikan peserta didik dapat mengetahui dan memahami jenis-jenis pidato, sehingga peserta didik dapat belajar menerapkan salah satu dari beberapa jenis pidato tersebut. Selanjutnya, simbol atau ikon pada data di atas ditunjukkan dengan simbol atau ikon panah arah ke kanan yang terletak di tengah-tengah antara jenis pidato dan Simbol atau ikon ini memiliki arti sebagai penunjuk setiap jenis pidato dengan arti yang sesuai. Gambar 16. Penerapan bentuk penggunaan istilah, simbol, atau ikon pada jenis-jenis pidato . Berdasarkan analisis data di atas, bentuk penggunaan istilah KBBI oleh penulis merupakan kepanjangan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Istilah tersebut merupakan sebuah acuan referensi tertuju pada kamus bahasa Indonesia yang digunakan sebagai sumber pencari arti dari sebuah kata-kata tertentu, misalnya pada data di atas penulis memaparkan arti dari kata fakta dan data. Kata fakta yang dipaparkan oleh penulis kepada pembaca berdasarkan KBBI, yaitu fakta adalah hal . eadaan, peristiw. yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi, sedangkan data adalah keterangan yang benar atau nyata. Kalimat tersebut merupakan pernyataan dari isi KBBI pengertian dari fakta dan data. Penerapan Penyajian Materi Menulis Teks Pidato Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas Vi Kurikulum Merdeka Aspek penyajian buku teks merupakan bagian penting setiap unsur dalam kelayakan buku teks. Aspek-aspek penyajian buku teks juga perlu diperhatikan guna memudahkan siswa dalam memahami isi buku teks yang Hartono . alam Sari 2019:. mengatakan bahwa penyajian materi memiliki substansi berupa kelayakan buku teks setiap jenjangnya. Beberapa aspek penyajian materi pada buku teks, sebagai Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 Runtutan dan Keterpaduan Alur Pikir pada Subbab Keruntutan dan keterpaduan alur pemikiran subbab mengacu pada indikator yang menunjukkan materi yang disajikan dalam buku teks disusun dan disajikan secara logis dan Runtutan dan keterpaduan tersebut mencerminkan hubungan logis antara isi subbab yang berdekatan, termasuk subbab dalam bab. Apabila kesinambungan dan keterpaduan alur pemikiran antarbab menjadi indikator penyajian materi yang sistematis dan Gambar 17. Penerapan bentuk keruntutan dan keterpaduan alur pikir pada subbab . alaman daftar is. Berdasarkan analisis data di atas, bentuk keruntutan dan keterpaduan alur pikir pada subbab yang dilakukan oleh penulis, meliputi urutan paling awal berupa judul bab Bab VI Menulis Teks Pidato dan dilanjutkan berisi poin-poin subbab terkait Bab VI Menulis Teks Pidato berupa poin A. Mengenal Pidato. Menyimpulkan Pengertian Pidato dan Struktur Teks Pidato. Menyimpulkan Fakta. Data, dan KataKata Ilmiah dalam Teks Pidato. Mengidentifikasi Kalimat Persuasif dan Ungkapan Rasa Peduli atau Simpati Pidato. Menyimpulkan Metode-Metode dalam Berpidato. Menulis Teks Pidato. Beberapa komponen penyusun subbab tersebut memiliki peranan pada keruntutan dan keterpaduan, yaitu diawali dari poin A. Mengenal Pidato yang memiliki arti bahwa peserta didik sebagai pembaca pada bab ini dikenalkan terlebih dahulu terkait pidato dan hasil akhir pada prosesnya terletak pada poin F. Menulis Teks Pidato yang dilakukan peserta didik . pelaksanaan pidato . enulis pidat. sebagai bentuk penerapan dari pembelajaran materi bab menulis teks Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir Antarparagraf Hubungan logistik disampaikan dengan menyampaikan pesan antara paragraf dan antara kalimat. Keruntutan dan keterpaduan alur pemikiran antarparagraf mengacu pada materi yang disajikan dalam buku teks, termasuk kalimat-kalimat cakupan memudahkan peserta didik sebagai pembaca dalam memahami informasi yang disajikan. Gambar 18. Penerapan bentuk keruntutan dan keterpaduan alur pikir antarparagraf pada penjelasan materi . Berdasarkan analisis data di atas, penerapan bentuk keruntutan dan Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 keterpaduan alur pikir antarparagraf dipaparkan pada susunan materi menyimpulkan pengertian pidato dan struktur pidato. Materi tersebut memiliki susunan paragraf penting, yaitu paragraf pertama memiliki arti menguraikan pengertian pidato, arti pidato, kriteria umum penyampaian pidato, dan macam-macam tujuan Pengertian pidato dapat diketahui pembaca pada kalimat pertama paragraf tersebut yaitu kalimat mengungkapkan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan pada orang Definisi pidato dapat diketahui pembaca dari kalimat pidato juga ide/gagasan dalam bentuk kata-kata dengan ekspresi wajah, intonasi suara. Kriteria penyampaian pidato dapat diketahui pembaca dari kalimat umumnya pidato disampaikan dengan menggunakan bahasa formal, bukan bahasa gaul ataupun bahasa dalam percakapan sehari-hari. Macam-macam tujuan pidato dapat diketahui pembaca dari kalimat pidato memiliki bermacammacam tujuan, di antaranya memberi informasi dan mengajak orang-orang untuk melakukan sesuatu. Informasi yang disampaikan dalam pidato berupa fakta dan data. Susunan paragraf pertama dari penulis memberikan pemahaman kepada peserta didik sebagai pembaca mengetahui bahwa setiap baris kalimat berisi keruntutan dan keterpaduan kalimat yang penting. Selanjutnya pada paragraf kedua, terdapat penjelasan macam-macam Hal ini dapat diketahui peserta didik sebagai pembaca dari kalimat pertama ada bermacam-macam pidato, diantaranya pidato sambutan, pidato perpisahan, dan pidato peresmian. Kalimat pertama pada paragraf kedua tersebut dapat mengenalkan dan menjadi pengetahuan peserta didik terhadap jenis atau macam-macam Keruntutan dan keterpaduan yang tersaji pada paragraf pertama dan paragraf kedua berperan saling urut dan mudah dipahami karena peserta didik yang bertitik sebagai pembaca akan mudah memahaminya dari pengenalan pengertian pidato, arti pidato, kriteria umum pidato, tujuan pidato dan macam-macam pidato. Gambar 19. Penerapan bentuk keruntutan dan keterpaduan alur pikir antarparagraf pada contoh materi . Berdasarkan analisis data di atas, penerapan bentuk keruntutan dan keterpaduan alur pikir antarparagraf pada data yang dipaparkan oleh penulis yaitu terdapat pengenalan bahwa pidato bukan hal asing yang ditandai pada kalimat pidato bukanlah sesuatu yang asing bagi kalian. Narasi awal tersebut dilanjutkan dengan paragraf kedua berupa pemberian informasi dan perintah oleh penulis kepada pembaca Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 bahwa paragraf selanjutnya merupakan contoh pidato dari ketua OSIS dan pembaca diminta untuk membaca dan mencermati dengan kalimat berikut ini adalah sebuah pidato dari ketua OSIS yang baru terpilih. Bacalah baik-baik dan cermati hal-hal yang disampaikan dalam pidato tersebut. Selanjutnya berisi contoh pidato ketua OSIS yang sudah memiliki sistematika struktur pidato dengan tepat, yaitu ditandai Assalamualaikum , bagian isi ditandai dengan kalimat pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan rasa terima , bagian penutup ditandai dengan kalimat demikian pidato ini saya sampaikan. Keruntutan dan keterpaduan antarparagraf tersebut menjadi bentuk kesesuaian buku teks pada aspek penyajian materi sehingga memiliki manfaat untuk menjadikan informasi yang ingin disampaikan secara jelas dan tidak bertele-tele karena setiap paragraf memiliki bagian penting masing-masing. Kesesuaian Uraian Materi dengan CP (TPD) dan TP Kesesuaian uraian materi dengan CP (TPD) dan TP merupakan pengelompokan yang diuraikan dengan bentuk materi sesuai isi buku teks. Kesesuaian materi dibuktikan dengan pemahaman sesuai isi pokok materi. Hal ini berkaitan dengan kelengkapan materi yang menjadi pemahaman utuh siswa dalam membaca buku teks. Keluasaan materi mendukung siswa dalam memahami setiap pokok materi yang dijelaskan dengan berkaitan contoh atau implementasi yang disediakan pada buku teks. Selain itu, kedalaman materi juga menjadi unsur kesesuaian urutan materi yang memiliki peran terkait kerincian pada buku teks dengan memuat penjelasan dengan konsep, ide, dan tujuan. Gambar 20. Kesesuaian Materi dengan CP (TPD) dan TP Kurikulum Merdeka Berdasarkan gambar di atas, terdapat kesesuaian materi yang ditunjukan dengan (TPD) berupa peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. Hal ini didukung oleh Tujuan Pembelajaran (TP) berupa peserta didik mampu menemukan dan mengenali informasi yang ada dalam sebuah teks pidato. Berdasarkan uraian TPD dan TP kurikulum merdeka pada materi menulis teks pidato, peserta didik diarahkan untuk memahami pidato dan mampu menemukan informasi di dalam sebuah teks pidato. Gambar 21. Kesesuaian Materi dengan TP pada buku teks kurikulum merdeka bab VI materi menulis teks pidato kelas Vi . alaman ba. Berdasarkan pemahaman dari data di atas, kesesuaian materi yang diharapkan oleh penulis untuk Tujuan Pembelajaran (TP) pada materi menulis teks pidato berupa memahami materi tentang pidato dan topik pidato. Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 struktur teks pidato metode dalam berpidato, dan cara menulis teks Selain itu, diharapkan juga untuk memahami fakta, data, dan katakata ilmiah dalam teks pidato, kalimat persuasif dan ungkapan rasa simpati dalam sebuah pidato dan metode yang digunakan dalam berpidato. Hal ini selaras dengan TP kurikulum merdeka dari arti peserta didik mampu menemukan dan mengenali informasi yang ada dalam sebuah teks pidato. Langkah selanjutnya pada uraian tersebut pembaca dapat membaca, menelusuri, dan mendapatkan data Implementasi menunjukkan kesesuaian uraian materi sebab menunjukkan beberapa contoh yang dapat dipilih oleh siswa untuk menentukan salam pembuka pada teks Hal ini sudah sesuai dengan CP (TPD) dan TP pada gambar 20. menulis teks pidato. Keakuratan Materi Keakuratan materi merupakan aspek penyajian materi yang memiliki peranan pada ketepatan materi, keakuratan materi, bebas dari kesalahan dan terdapat contoh secara langsung yang dipaparkan untuk dipahami oleh Keakuratan materi termasuk hal yang menjadi unsur penting sebagai bentuk pokok pada penjelasan setiap bab yang dibahas sampai interaksi antar-konsep sesuai dengan tingkat Gambar 22. Penerapan CP (TPD) dan TP pada salah satu komponen isi bab . Berdasarkan analisis data di atas, komponen-komponen CP (TPD) dan TP sudah tertera dengan tepat, yaitu terdapat sebuah pemaparan materi dengan awalan materi mengenal pidato yang berisi uraian perintah untuk membaca dan cermati dari kalimat berikut ini adalah sebuah pidato dari ketua OSIS yang baru terpilih. Bacalah baik-baik dan cermatilah hal-hal yang disampaikan dalam pidato tersebut. Gambar 23. Penerapan bentuk keakuratan materi berdasarkan referensi yang tepat . Berdasarkan data di atas, bentuk keakuratan materi ditunjukkan oleh penulis kepada pembaca dengan menjelaskan suatu kata dengan bersumber pada KBBI. KBBI atau yang biasa dikenal sebagai Kamus Besar Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 Bahasa Indonesia merupakan acuan pengertian suatu kata yang valid dan terbukti kebenaran artinya. Penerapan bentuk keakuratan materi pada data di atas berupa pengertian fakta, data, dan kata ilmiah. Penerapan keakuratan materi pada pengertian kata tersebut merujuk pada KBBI menunjukkan secara jelas bahwa referensi yang digunakan tidak sembarangan dan dapat dibuktikan kebenarannya. Hal ini dapat membantu peserta didik sebagai pembaca memahami definisi atau arti dari kata-kata yang telah bersumber dari KBBI. Selain itu, dapat menjadikan peserta didik mengenal lebih dalam arti dari setiap kata yang berada di data tersebut. Kemutakhiran materi merupakan tolak ukur yang tersaji pada buku teks. Beberapa hal latihan penugasan yang terdapat pada buku teks menjadi unsur Kemutakhiran materi dapat membantu proses penalaran setiap Kemutakhiran materi menjadi langkah untuk menjadikan siswa mampu memahami materi yang sedang dipelajari. Kemutakhiran materi tergolong pada informasi terbaru untuk diketahui pembaca. Gambar 25. Bentuk Kemutakhiran materi . Gambar 24. Penerapan bentuk keakuratan materi berdasarkan arti setiap kata . Berdasarkan data di atas, bentuk keakuratan materi yang dipaparkan oleh penulis dari arti setiap kata pada contoh kata ilmiah, meliputi kata atom berarti kata ilmiah dari ilmu kimia, kata bait berarti kata ilmiah dari ilmu bahasa dan sastra, kata ejaan berarti kata ilmiah dari ilmu bahasa, dan Kata-kata tersebut menjadi akurat karena memiliki arti yang dapat dijadikan pemahaman oleh peserta didik sebagai pembaca. Berdasarkan analisis data di atas, bentuk kemutakhiran materi tersaji oleh penulis kepada pembaca . eserta didi. melalui kalimat-kalimat yang diuraikan secara runtut. Topik masalah sampah menjadi titik fokus informasi yang perlu dibahas lebih lanjut dan perkembangannya selalu menjadi informasi terbaru bagi pembaca. Kalimat pidato kita telah mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh sampah, memiliki arti bahwa penulis mengajak pembaca untuk mengingat kembali permasalahan akibat sampah dan hal ini diperkuat dengan kalimat pidato dari penulis marilah kita melatih diri untuk disiplin dalam membuang sampah. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa sadar lingkungan merupakan hal penting sebagai bentuk respons dari informasi sampah yang menjadi pembahasan urgent dan harus segera Kemutakhiran Materi Materi Pendukung Pembelajaran Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 Materi pendukung pembelajaran adalah materi yang berada di dalam bab untuk menjelaskan secara jelas isi Penyajian materi harus membantu mengerti materi yang telah dibaca dan diketahui. Materi pendukung pembelajaran yang tersaji membantu dan mendukung peserta didik dalam menerapkan kegiatan menulis pidato. Gambar 27. Bentuk materi pendukung pembelajaran kosakata yang digunakan dalam teks pidato . Gambar 26. Bentuk materi pendukung pembelajaran struktur pidato . alaman Berdasarkan analisis data di atas, penerapan bentuk materi pendukung pembelajaran struktur pidato oleh penulis kepada pembaca . eserta didi. diuraikan secara jelas setiap komponen struktur dengan contoh-contoh kalimat yang sesuai. Tabel struktur teks pidato tersebut terdapat penjelasan terkait kalimat salam pembuka, isi, dan Beberapa bagian merupakan bentuk pendukung yang konkret untuk dipahami oleh peserta didik dengan tujuan peserta didik mampu mengerti kalimat yang digunakan pada bagianbagian di dalam teks pidato. Bagianbagian pembukaan, isi, dan penutup tersebut memiliki uraian yang jelas sehingga menjadikan siswa dapat memahami urutan yang sesuai setiap Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bagian isi pada kesempatan ini saya ingin , dan bagian penutup Berdasarkan analisis data di atas, bentuk materi pendukung pembelajaran pada peserta didik yang dilakukan oleh penulis berupa memberikan pemaparan kosakata yang sering digunakan dalam . eserta didi. , salah satunya kata menyampaikan secara resmi. Kosakata pembelajaran peserta didik dalam mengetahui dan memahami kata-kata untuk digunakan dalam implementasi Mendorong keingintahuan Mendorong menjadi faktor dari luar diri siswa. Aspek dorongan keingintahuan dapat dibentuk dari soal, tajuk, dan tugastugas yang sesuai. Hal ini dapat dimulai dari buku teks yang menarik, salah satunya pada bentuk penyajian materi. Aspek mendorong keingintahuan Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 pengetahuan baru untuk dipahami secara seksama dari materi-materi yang disampaikan oleh penulis kepada pembaca melalui tulisan kata, frasa dan kalimat pada buku teks. menggunakan ungkapan tersebut untuk diucapkan pada orang lain atau pernahkah kalian membacanya dalam Kalimat-kalimat pertanyaan diskusi tersebut akan dapat mendorong keingintahuan peserta didik yang membacanya untuk menjawab pertanyaan diskusi terkait kalimat Gambar 29. Penerapan bentuk mendorong keingintahuan dalam uraian topik persoalan di dalam tabel. Gambar 28. Penerapan bentuk mendorong keingintahuan dalam uraian kata, frasa, dan kalimat dari persoalan di dalam materi buku teks. Berdasarkan analisis data di atas, disampaikan oleh penulis kepada pembaca, yaitu diawali oleh sebuah tabel yang menyatakan kalimat untuk digolongkan ke dalam bentuk persuasif dan bukan persuasif. Kemudian, dilanjutkan sebuah pilihan di dalamnya dari beberapa kalimat yang telah ada pada tabel. Selanjutnya, berupa diskusi yang diberikan oleh penulis kepada pembaca . eserta didi. , meliputi pertanyaan . Apa kalimat persuasif itu? . Apakah kalian pernah membaca kalimat persuasif dalam teks pidato . Apakah ungkapan rasa peduli atau simpati itu? . Pernahkah kalian Berdasarkan analisis data di atas berupa penyajian topik yang dilakukan oleh penulis kepada pembaca . eserta didi. , meliputi masalah sampah di sekolah, pemilu presiden Indonesia. Pentingnya sarapan sebelum ke sekolah. Kegiatan ekskul menulis di sekolah yaitu bermaksud untuk menjadikan peserta didik mencari tahu informasi terkait topik yang dipilihnya dan bermanfaat bagi siswa dalam mengembangkan penulisan teks pidato sebagai bekal ilmu pengetahuan terkait topik yang peserta didik cari. PENUTUP Berdasarkan analisis penelitian terkait aspek kebahasan dan penyajian materi pada buku bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka kelas Vi terkait materi Menulis Teks Pidato, memiliki kesimpulan secara garis besar bahwa buku ini dikatakan sudah layak. Hasil kelayakan buku ini dapat dilihat dari segi aspek Tyas. Mutiah. Rahman/Analisis Aspek Kebahasaan A Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 17 No. Juli 2024. Hal 217-236 kebahasaan yaitu penggunaan kata, frasa, dan kalimat sudah memenuhi kriteria . lugas, . komunikatif, . dialogis dan interaktif, . memotivasi peserta didik, . sesuai kaidah kebahasaan, serta . menggunakan simbol, istilah, atau ikon yang sesuai dengan kelas Vi. Secara penyajian materi, menulis teks pidato buku teks Bahasa Indonesia kelas Vi Kurikulum Merdeka sudah keruntutan dan keterpaduan alur pikir antar subbab, antarparagraf, dan sesuai dengan CP dan TP Kurikulum Merdeka kelas Vi. Selain itu, keakuratan materi, kemutakhiran materi, dan materi pendukung dalam pembelajaran buku teks sudah dapat mendorong keingintahuan peserta didik. Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa buku teks Bahasa Indonesia kelas Vi dapat dikatakan DAFTAR PUSTAKA