At-TaAodib Vol 5. No. Jurnal At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Agama islam https://ejurnal. id/index. php/at-tadib/index PERILAKU SOSIAL ANAK DI TK DARUTTAAoLIM LENDANG BAO DAN INTERAKSI ANTAR TEMAN SEBAYA Amin1. Sutrisno Fibrianto2 Institut Agama Islam Qamarul Huda Institut Agama Islam Qamarul Huda amin1274@gmail. com 1 sutrisnofibrianto@gmail. ABSTRAK Seiring perkembangan zaman mulai tampak dan terasa bahwa aspek sosial dan budaya mengalami kemunduran hal ini berbeda dari harapan dan kenyataan yang diyakini. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara interaksi teman sebaya dengan perilaku sosial anak di TK DaruttaAolim Lendang Bao Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah guru yang ada di TK DaruttaAolim Lendang Bao Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 4 guru yang dipilih dengan Teknik purposif sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan bentuk ceklis. Pada penelitian ini, untuk menguji hipotesis peneliti menggunakan SPSS 25, mengetahui seberapa besar kontribusi yang diberikan dan apakah memiliki nilai signifikan korelasi product moment dengan hasil terdapat hubungan antara interaksi teman sebaya dengan perilaku sosial anak di TK DaruttaAolim Lendang Bao Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan nilai yc Eaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco . ,166 > 2,. dengan taraf siginifikan < 0,05 yaitu . ,016 < 0,. dan nilai KD sebesar 35,76% atau 35,8%. Hal ini menunjukan bahwa Ha Artinya, terdapat hubungan yang relatif cukup tinggi antara interaksi teman sebaya dengan perilaku sosial anak di TK DaruttaAolim Lendang Bao Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kata Kunci: Prilaku Sosial. Interaksi Anak ABSTRACT Along with the development of the era, it began to appear and be felt that the social and cultural aspects were declining, this was different from the expectations and realities that were believed. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between peer interaction and children's social behavior at Darutta'lim Lendang Bao Kindergarten. Praya Barat Daya District. Central Lombok Regency. The research method used in this study was a quantitative method. The sample used was teachers at Darutta'lim Lendang Bao Kindergarten. Praya Barat Daya District. Central Lombok Regency. West Nusa Tenggara Province, as many as 4 teachers who were selected using the purposive sampling technique. The instrument used was a questionnaire in the form of a checklist. In this study, to test the hypothesis, the researcher used SPSS 25, to find out how much contribution was given and whether it had a significant value of product moment correlation with the results, there was a relationship between peer interaction and children's social behavior at Darutta'lim Lendang Bao Kindergarten. Praya Barat Daya District. Central Lombok Regency. West Nusa Tenggara Province. The results of the study showed the value of yc Eaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco . 166 > 2. with a significant level of <0. 05, namely . 016 <0. and a KD value of 35. 76% or 35. This shows that Ha is This means that there is a relatively high relationship between peer interaction and children's social behavior at Darutta'lim Lendang Bao Kindergarten. Praya Barat Daya District. Central Lombok Regency. West Nusa Tenggara Province. Keywords: Social Behavior. Child Interaction Amin. Sutrisno PENDAHULUAN Perkembangan sosial anak usia dini merupakan bentuk kematanganmasa kanak-kanak dalam menghadapi orang dewasa di sekitarnya dari hubungan sosial yang dipeliharanya. Oleh karena itu. Hurlock menyatakan bahwa perkembangan sosial adalah proses interaksi yang dibangun oleh seseorang dengan orang lain atau teman sebaya dan bisa juga diartikan sebagai perolehan kemampuan anak untuk bertindak sesuai dengan tuntutan atau keadan sosial. Proses sosialisasi merupakan proses berinteraksi dengan orang lain yang dilakukan untuk memperoleh pengetahuan, sikap, nilai dan tindakan yang penting agar terciptanya keterlibatan yang positif dalam lingkungan masyarakat. Seiring perkembangan zaman mutlai tampak dan terasa bahwa aspek sosial dan budaya mengalami kemunduran hal ini berbeda dari harapan dan kenyataan yang diyakini. Perkembangan sosial dapat juga diartikan sebagai proses belajar anak untuk mengembangkan dan menyesuaikan diri terhadap norma-normaatau aturan-aturan yang ada di lingkungannya agar anak mampu menyesuaikan diri dengan baik dan mampu meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi serta bekerjasama dengan orang-orang dewasa Perkembangan sosial sangat penting karena membantu tumbuh kembang anak supaya kelak menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Ahmad Susanto berpendapat bahwa Perkembangan sosial sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan orang tua terhadap anak dalam berbagai aspek kehidupan sosial, atau norma-norma kehidupan bermasyarakat serta mendorong dan memberikan contoh kepada anaknya bagaimana menerapkan norma-norma ini dalam kehidupan sehari- hari. 2 Perkembangan sosial diperoleh anak melalui kematangan dankesempatan belajar dari bebagai respon terhadap dirinya. Perilaku sosial dan lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan sosial yang terjadi pada anak usia dini yang sifatnya dinamis. Interaksi yang dilakukan antar teman sebaya dapat membangun kehidupan sosial yang baik untuk perkembangan anak. Perilaku sosial ini dilakukan dengan tujuan yang baik. Perilaku sosial termasuk di dalamnya menolong . , membantu . , berbagi . , dan menyumbang/menderma . Perilaku sosial meliputi segala bentuktindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong orang lain tanpa memperdulikan motif-motif penolong. 3 Perilaku sosial sangat mempengaruhi perilaku anak untuk hidup kedepannya karena itu sedini mungkin anak harus diajarkan cara menolong, membantu, berbagi dengan sesama temannya, dan lain sebagainya. Perilaku sosial sangat At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Amin. Sutrisno penting namun kenyataannya masih banyak anak yang belum memahami bagaimana cara berperilaku sosial yang baik dengan sesama teman sebaya maupun orang dewasa. Senada dengan pendapat Brooks bahwa perilaku sosial adalah perilaku sukarela yang memberi manfaat pada orang lain, mencakup tindakan seperti menenangkan seseorang, membantu, dan berbagi. 4 Perilakusosial merupakan kegiatan yang berkaitan dengan tingkah laku seseorang dan perilaku jujur yang memberi manfaat pada orang lain. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Gresham bahwa kompetensi anak dapat meningkatkan keberhasilan anak dalam berinteraksi sosial. Anak- anak dengan perilaku sosial yang rendah akan menghadapi masalah- masalah seperti penolakan, masalah perilaku dan menurunkan status pendidikan ketika memasuki sekolah. Vygotsky meyakini bahwa perkembangan mental, bahasa, dan sosial didukung dan ditingkatkan oleh orang lain lewat interaksi sosial. Pandangan ini berlawanan dengan pandangan paham piaget. Bagi Vygotskyperkembangan didukung oleh interaksi sosial. Proses belajar membangkitkan beragam proses perkembangan yang dapat terjadi, hanya ketika anak berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya dan ketika anak bekerja sama dengan temanr Vygotsky juga meyakini bahwa anak-anak mencari orang-orang dewasa untuk eristeraksi sosial mulai darilahir. bagi para ahli pendidikan anak usia dini, salah satu konsep terpenting Vygotsky adalah tentang zona perkembangan prosikmal . one of proximsl development/ZPD), yang didefinisikan sebagai wilayah perkembangan di mana anak dapat diarahkan untuk berinteraksi dengan orang yang lebih kompeten/mampu, baik orang dewasa maupun teman sebaya. 5 Denganberinteraksi dengan orang dewasa perkembangan sosial anak akan lebih berkembang dan anak akan terbiasa jika berada di luar lingkungan rumahnya. Interaksi dengan teman sebaya merupakan proses saling mempengaruhi dan dipengaruhi antar satu sama lain. 6 Dengan melakukan interaksi dengan teman sebaya anak menjadi lebih kreatif, pandai, bisa belajar dan bekerjasama serta dapat belajar tenggang rasa juga mengembangkan kemampuan sosial yang dimiliki anak. Sehingga intertaksi dengan teman sebaya menjadi sangat penting untuk dilakukan karena, interaksi dengan teman sebaya mampu menciptakan perkembangan sosial anak usia dini dengan baik. Oleh sebab itu dalam kehidupannya akanterjadi proses sosial dimana proses tersebut saling mempengaruhi dan di pengaruhi diantara anak-anak. Hal ini menyebabkan anak menjadi lebih kreatif, pandai, bisa At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Amin. Sutrisno bekerja sama tim, belajar empati dan yang terpenting belajar mengembangkan kemampuan sosial yang dimilikinya. Secara umum yang menjadi karakteristik perkembangan sosial pada anak usia dini adalah anak mulai memilih lawan bermain yang sejenis misalnya anak perempuan dominan akan bermain dengan anak perempuan dan begitupun laki-laki, memiliki kepercayaan lebih pada teman-temannya,agresivitas yag meningkat, senang bermain secara berkelompok, mulai ikut serta dengan pekerjaan-pekerjaan orang dewasa. 7 Karena pada dasarnya perkembangan sosial dan interaksi anak akan semakin berkembang jika anak dibiasakan berbicara dan bermain bersama teman sebaya atau orang dewasa sekalipun. Melalui pergaulan atau hubungan sosial anak baik dengan orangtua, teman sebaya, anggota keluarga, orang dewasa dan lain sebagainya, anak mulai mengembangkan tingkah laku sosialnya. Perilaku sosial pada anak usia dini mencakup berbagai hal yang tampak pada saat anak berusia 2-6 tahun seperti halnya mampu menirukan gaya orang dewasa, mampu bersaing sesama dengan teman sebayanya, mempunyai rasa empati, bisa diajak bekerjasama, agresif, mempunyai sifat berkuasa, egois, dan bisa merusak hal-hal yang menurutnya tidak sesuai dengan dirinya. Masa usia dini adalah masa yang sangat signifikan dalam tahapan perkembangan pada anak usia dini yang berada pada rentang usia 4-5 tahun. orang dewasa di sekitarnya. Era dimana anak-anakperilaku anak dengan orang antusias meniru perkataan, tindakan danPada periode prasekolah hubungan sangat lain mulai meningkat, mereka mulai dapat menyesuaikan diri dan melakukan kerjasama pada saat bermain. Kemampuan sosial anak dapat dilihat dari berbagai contoh permainan yangdapat membantu anak dalam mengembangkan kemampuan sosialnya. Salahsatu permainannya adalah permainan balok kayu, dimana pada permainan ini sekelompok anak bermain bersama-sama untuk membuat sesuatu dar balok kayu. Mereka dituntut untuk berkomunikasi dan juga bekerjasama antar individu. Sehubungan dengan latar belakang diatas peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuHubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dengan Perilaku Sosial Anak di TK DaruttaAolim Lendang Bao Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara BaratAy. II. METODOLOGI Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat untuk menemukan keterangan mengtenai apa yang ingin kita ketahui. 8 Tujuan At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Amin. Sutrisno penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model- model matetmatis, teori-teorti dan hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Desain peneltitian ini yaitu menggunakan korelasi dengan mengguntakan rumus kortelasi pearson product moment. Penelitian korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakanpengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkathubungan antara dua variabel atau lebih. Metode korelasional ditujukan . untuk mengungkapkan hubungan antar variable, . untuk memprediksi skor subjek pada suatu variabel melalui skor pada variabellain. 10 Dalam Penelitian ini, peneliti ingin melihat hubungan interaksi teman sebaya dengan perilaku sosial anak di sekolah yang memang kurang bersosialisasi antar teman sebaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengujian pada penelitian yang telah dilakukan menggunakan teknik Pearson Product Moment didapatkan ycEaycnycycycuyci . sebesar 0,598 dengan nilai signifikansi 0,000 . ilai signifikan < 0,. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan positif yang cukup tinggi antara interaksi teman sebaya dengan perilaku sosial anak di TK DaruttaAolim Lendang Bao Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil dari penelitianini didukung oleh penelitian sebelumnya yatng dilakukan oleh Mirnawati, , . bahwa terdapat hubungan yang positif dansignifikan antara interaksi teman sebaya dengan perilaku sosial pada anak kelompok B TK Paras Jaya Palembang. Interaksi teman sebaya merupakan hubungan timbal balik antara indtividu dan dua orang atau lebih dengan kelompok anak-anak yang tingkat usianya kira-kira sama. 51Di sini anak dilatih untuk menjadi lebih berani dalam berkomunikasi, baik dengan teman maupun pada guru, menjadikan anak agar bisa tolongmenolong, menjadtikan anak agar bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya, dan menjadikan anak agar bisa saling berbagi. Jadi, dapat dikatakan dan dibuktiktan kebenarannya bahwa terdapat hubungan antara interaksi teman sebaya dengan perilaku sosial anak di TK DaruttaAolim Lendang Bao Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan penelitian mengenai intertaksi teman sebaya pada aspek peranan sosial. Dalam menditdik anak, peran keluarga dan masyarakat ikut andil lebih banyak daripada di Lingkungan sosial menjadi peran yang sangat penting dalam pendidikan karakter anak, baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan teman sebayanya. Lingkungan At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Amin. Sutrisno masyarakat menjadi sorotan yang sangat berpengaruh dalam pendidikan karakter anak. Hal tersebut karena selain lingkungan keluarga dan sekolah, lingkungan sekitar sebagai contoh yang dapat dengan mudah ditiru oleh anak. Oleh karena itu sebagai orang dewasa harus menjadi contoh figure yang baik bagi anak-antak. Hal ini sesuai dengan penelitian Putri, dkk. bahwa orang tua dan guru dapat mengkontrol pergaulan anak dengan cara membatasi anak untuk bermain gadget, memberikan ide permainan yang menyenangkan agar anak tidak mudah bosan di rumah, athau memilah dan memilih tempat bermain yang memberi efek positif bagi anak agar hasil bermainpun dapat menjadi suatu pelajaran yang baik bagi anak. 38 Pendapat Rahmadika . menambahkan bahwa 50% potensi setorang anak telah tumbuh semenjak di dalam kandungan, yang mana berarti setengah dari karakter anak tumbuh di lingkungan keluarga, 30% potensi lain tumbuh saat anak menginjak usia 4-8 tahun . kan tumbuh di lingkungan masyarakat tempat anak tingga. , dan potensi 20% saat anak tumbuh lebih dewasa. Peran sosial yang dimaksud yaitu peranan yang dipegang oleh keluarga dan masyarakat untuk menyukseskan proses pendidikan, khususnya pada perkembangan interaksi anakPenelitian tersebut fokus pada peran 3 komponen inti . eluarga, guru, dan masyaraka. dalam pembentukan karakter anak pada usia dini yang mencakup interaksi pada anak. Penelitian pada interaksi teman sebaya selanjutnya meliputi aspek anak yang memiliki tujuan sama. Di sini ditunjukkan dengan anak yang saling bertukar pikiran, saling mengerti antar sesama, sikap toleransi, salingmembantu, serta memiliki tujuan yang sama dalam berkelompok dengan teman sebaya. Seperti pada penelitian Hastuti . bahwa peran teman sebaya menjadi sangat menonjol. Interaksi dengan teman sebaya adalah halyang sangat penting juga berperan untuk meningkatkan hubungan sosial anak. 40 Sejalan dengan pendapat Santrock . , saat ini terdapat peningkatan minat individu dalam persahabatan serta keikutsertaan dalam kelompok. 41 Dalam menjalin hubungan dengan teman sebaya, sebagai makhluk sosial anak juga membutuhkan interaksi dengan orang lain untuk mencapai penyesuaian sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan antara individu satu dengan yang lain, individu satu yang mempengaruhi individu lain atau sebaliknya, jadi terdapat hubungan timbal balik (Walgito, 42Pendapat Rohayati . menambahkan bahwa proses pembelajaran dalam kelompok sebaya merupatkan proses pembelajaran "kepribadiansosial" yang sesungguhnya. Anak-anak belajar cara-cara mendekati orang asing, malu-malu atau berani, menjauhkan diri atau Dalam penerimaan teman sebayanya anak harus mampu menerima persamaan usia, menunjukkan minat terhadap permainan, dapat menerima teman lain dari kelompok yang lain, dapat menerima jenis kelamin lain, dapat menerima keadaan fisik anak yang lain, mandiri atau At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Amin. Sutrisno dapat lepas dari orang tua atau orang dewasa lain, dan dapat menerima kelas sosial yang Penelitian interaksi teman sebaya pada aspek kerja sama anak dalamberkelompok bahwa perilaku kerja sama dapat ditunjukkan saat anak bermain bersama teman-temannya. Kemampuan kerja sama ini sangatlah penting untuk anak karena kemampuan tersebut akan berpengaruh pada anak dalam bermasyarakat dan kerja sama adalah salah satu fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Sesuai dengan penelitian Zahwa . , kemampuan bekerja sama adalah salah satu kemampuan dalam berperilakusosial atau berintetraksi dengan orang lain. Supaya kerja sama terbina dengan baik, maka harus ada rasa saling percaya, ada komunikasi yang terbuka, saling menyukai, dan dapat menyimpulkan gagasan yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil penelitian perilaku sosial dalam aspek menolong . , contohnya adalah anak meminjamkan alat tulis pada temannya, saling menolong dalam kebersihan kelas, belajar kelompok, dan bahkan menjenguk temannya yang sedang sakit. Seperti pendapat Putra . , definisi dari perilaku menolong merupakan sebuah bagian dari perilaku prososial yang dipandang sebagai segala tindakan yang diarahkan untuk memberikan keuntungan kepada satu ataupun banyak orang. 45 Perilaku menolong sudah diajarkan kepada seseorang sejak anak-anak, dari hal-hal yang sangat sederhana sampai hal yang dapat menarik empati seseorang. Perilaku menolong melibatkan dua asptek yang berbeda yakni niat menolong dan perilaku menolong. Metode ini dapat memberikan model yang dapat ditiru anak untuk menumbuhkan perilaku positif seperti berbagi,tolong menolong, menghargai, dan perilaku positif yang lain. Hasil penelitian perilaku sosial pada aspek selanjutnya adalah membantu (Aldin. Tidak semua anak mampu menunjukkan perilaku sosial seperti yang diharapkan, dan tidak semua anak mampu berinteraksi dengan kelompoknya secara baik. Ada anak yang masih menunjukkan sikapingin menang sendiri, membangkang, tidak mau berbagi dengan teman lain, dan lain sebagainya. Sejalan dengan pendapat Beaty . , anak dapat diajari dari kecil untuk bersikap peduli atau perhatian, sehingga anak akan terbiasa dengan sikap membantu, saling berbagi, dan lain-lain. 47 Perilaku ini nantinya dapat membantu seorang untuk bergaul dalam masyaratkat, bertemu, dan berinteraksi dengan berbagai macam pribadi. Selain itu perilatku ini juga berdampak positif bagi kesehatan fisik, kognitif, dan psikologis anak (Lay&Hoppmann. Berdasarkan hasil penelitian perilaku sosial yakni aspek berbagi . bahwa karakter yang baik sangat harus ditanamkan sejak dini pada anak. Karakter tersebut seperti kepedulian sosial anak mau berbagi pada teman sebayanya maupun pada orang-orang sekitar At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Amin. Sutrisno Hal ini didukungoleh pendapat Sari dan Delfi . , anak yang mau membantu dengan senang hati dan tidak terpaksa, juga bekerja keras dalam hal apapun. Hal tersebut akan berfungsi sebagai kerangka acuan dalam bertinteraksi serta berperilaku dengan sesama teman sehingga keberadaannya dapat diterima teman sebayanya bahkan di masyarakat. Perilaku sosial yang baik pada anakdiantaranya mau berbagi apa yang dimilikinya ataupun berbagi mainan sehingga dapat bermain bersama-sama dan anak akan lebih peduli terhadapsesamanya. Perilaku berbagi . haring behavio. dapat didefinistikan sebagai sebuah bentuk perilaku atau sikap dalam pemberian izin secara sementara kepada seseorang untuk menggunakan benda yang merupakan miliknya. Suatu tindakan yang ditujuktan untuk mengurangi kebutuhan material orang lain. Berdasarkan hasil penelitian perilaku sosial pada aspek menyumbang atau menderma, bahwa perilaku sosial pada anak dapat ditunjukkan juga dengan bermurah hati, menyumbang atau menderma. Perilaku sosial tersebut dapat dilihat saat ada anak yang terjantuh, anak lainmau membantu untuk bangun kembali dengan mengulurkan tangannya, saling memberi bantuan untuk teman yang membutuhkan, dan lain sebagainya. Hal ini berkaitan dengan pendapat Susanto . bahwa perilaku sosial yang dilakukan dengan tujtuan baik seperti berbagi, menyumbang atau menderma, dan menolong atau membantu. IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil uji korelasi hubungan antara interaksi temansebaya dengan perilaku sosial anak, diperoleh nilai ycEaycnycycycuyci sebesar 0,598 dan nilai ycycycaycayceyco adalah 0,361 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan terdapat korelasi atau hubungan positif antara interaksi teman sebaya dengan perilaku sosial anak di TK DaruttaAolim Lendang Bao Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan tingkat hubungan yang cukup tinggi. Artinya, semakin sering anak berinteraksi maka perilaku sosial anak akan semakin berkembang, baik berinteraksi dengan orang dewasa maupun teman DAFTAR PUSTAKA