Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH LINGKUNGAN KERJA NON FISIK TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI UPTD PUSKESMAS HILIZALOOTANO KECAMATAN MAZINO KABUPATEN NIAS SELATAN Mila Setiawati Lase Mahasiswa Propgram Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya milalase@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Hilizalootano Kecamatan Mazino Kabupaten Nias Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat kausal. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 35 pegawai. Metode Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara variabel lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Hilizalootano Kecamatan Mazino Kabupaten Nias Selatan. Kata Kunci: Lingkungan Kerja. Non Fisik. Kinerja Pegawai Abstract The purpose of this study was to determine the effect of the non-physical work environment on employee performance at the UPTD Hilizalootano Health Center. Mazino District. SouthNias Regency. This type of research is a causal quantitative research. The sample used in this study amounted to 35 employees. The data analysis method used is simple linear regression analysis. The results of this study indicate that there is a positive and significant influence between non-physical work environment variables on employee performance at the UPTD Hilizalootano Health Center. Mazino District. SouthNias Regency. Keywords: Non-Physical Work Environment. Employee Performance Pendahuluan Manajemen sumber daya manusia pengawasan dan penentuan kompensasi, pelepasan sumber daya manusia agar Manajemen sumber daya dapat juga dikatakan sebagai instrumen utama organisasi dalam menggunakan aset terpenting yakni manusia secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai yang telah Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena manusia menjadi terwujudnya tujuan organisasi. Organisasi memberikan prioritas pada mereka dalam keseimbangan kehidupan, dan kemampuan organisasi oleh karena itu, perencanaan mempunyai dampak yang besar terhadap pelaksanaan fungsi-fungsi sumber daya manusia lainnya. Lingkungan kerja non fisik merupakan suatu keadaan yang terjadi dan yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan pemimpin maupun hubungan sesama rekan kerja, https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X ataupun hubungan dengan pegawai. Menurut Enny . Lingkungan kerja non fisik merupakan keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik dengan atasan maupun dengan sesama rekan kerja ataupun hubungan dengan bawahan. Lingkungan kerja non fisik juga mencerminkan kondisi yang mendukung kerjasama antara tingkat atasan dengan bawahan maupun sesama rekan kerja yang memiliki status jabatan sama di organisasi. Kondisi lingkungan kerja dikatakan baik apabila pegawai yang berada di dalamnya dapat melaksanakan kegiatannya secara optimal dan bekerja Dengan lingkungan kerja yang baik akan rasa senang dan rasa senang ini dapat mempengaruhi pegawai untuk bekerja lebih giat dan bersemangat, sehingga tertentu untuk memenuhi kebutuhan Salah satu cara yang bisa dilakukan organisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman seperti menjaga hubungan baik antar pegawai dalam lingkungan kerja organisasi, karena jika hubungan tersebut terjalin dengan baik, maka fikiran dan perasaan setiap individu para pekerja menjadi positif dan menyenangkan, sebaliknya jika lingkungan kerja non fisik terjalin dengan tidak baik maka lingkungan tempat kerja menjadi tidak nyaman. Lingkungan kerja nonfisik merupakan salah satu hal yang penting untuk meningkatkan kinerja, perlu ditunjang oleh lingkungan kerja non fisik yang baik dan nyaman di organisasi. Seluruh pihak yang terdapat di organisasi juga dituntut saling memahami satu sama lain dalam bekerja, dan melakukan interaksi. Dengan demikian lingkungan kerja non fisik yang dapat berupa interaksi antara pimpinan dengan pegawai, sesama rekan kerja dalam lingkungan organisasi. Lingkungan kerja non fisik jika terjalin dengan baik, atau tidak terjadi kesenjangan antar pegawai, maka akan menimbulkan perasaan hati dan pikiran yang baik dan bisa membuat lingkungan tempat kerja menjadi nyaman. Suatu organisasi hendaknya mampu mencerminkan kondisi yang mendukung kerja sama antara pegawai dengan pimpinan, kondisi yang diciptakan berupa suasana kekeluargaan, rasa kepedulian terhadap sesama, rasa menghargai dan tanggung jawab bersama. Kesesuaian lingkungan kerja dapat berdampak dalam waktu yang lama yang dapat memperoleh sistem kerja yang efektif dan efisien. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang dicapai pegawai baik individu maupun kelompok dalam organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabang diberikan organisasi dalam upaya mencapai tujuan organisasi dengan mnyertakan kemampuan dalam mengatasi masalah dan menyelesaikan tugasnya. Menurut Duha . kinerja pegawai mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi. Kinerja pegawai dapat meningkat apabila didukung organisasi, menciptakan kondisi lingkungan kerja yang menyenangkan dalam arti ada hubungan baik antara pegawai, antara pegawai dengan pemimpin serta menjaga ketenangan dan keamanan di ruang kerja, maka dengan keadaan yang seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai. Jadi bagi manajemen organisasi atau pimpinan ditingkatkan secara terarah agar dapat menunjang kemajuan organisasi tanpa merugikan kepentingan pegawai itu https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X sendiri dan yang paling utama adalah Keberhasilan kinerja organisasi tergantung dari kinerja individu atau dengan kata lain kontribusi pada kinerja organisasi. Kinerja pegawai merupakan suatu prestasi atau tingkat keberhasilan yang tercapai oleh individu atau organisasi dalam melaksanakan pekerjaan pada Kemajuan keberhasilan organisasi sangat bergantung pada kinerja pegawai dalam organisasi, dimana pegawai tersebut mampu bekerja keras, proaktif, loyal serta disiplin kerja terhadap tugas dan pekerjaan yang pada akhirnya dapat mencapai kinerja yang optimal sehingga berdampak positif pada kinerja organisasi. Keberhasilan kinerja organisasi tergantung dari kinerja individu atau dengan kata lain kinerja individu akan memberikan kontribusi pada kinerja Ketika kinerja yang dihasilkan bisa mencapai atau melampaui standar atau target yang telah ditentukan, maka kinerja seseorang tersebut dapat dikatakan Dalam mencapai kinerja yang lebih baik maka diperlukan lingkungan kerja non fisik yang kondusif, jika atasan membuat suatu lingkungan yang kondusif maka akan memberikan pengaruh yang besar sehingga akan menunjang tercapainya suatu tujuan organisasi. Suatu kondisi lingkungan kerja non fisik dikatakan baik apabila pwai yang ada am organisasi tersebut merasa nyaman dalam bekerja. Adanya kenyamanan yang ada di semangat dalam bekerja. Lingkungan kerja yang nyaman merupakan hal yang penting bagi pegawai karena lingkungan kerja non pegawai, mengakibatkan optimalnya kerja pegawai yang ditandai dengan cepat menyelesaian tugas atau pekerjaan yang Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan di UPTD Puskesmas Hilizalootano Kecamatan Mazino Kabupaten Nias Selatan menurunnya kinerja pegawai disebabkan karena lingkungan kerja non fisik tidak mendukung kenyamanan kerja pegawai. Dengan lingkungan kerja non fisik sehingga pegawai merasa tidak nyaman untuk bekerja dan tidak semangat untuk bekerja, pekerjaan dengan baik. Berdasarkan hal tersebut berdampak pada kurangnya kualitas dan kuantitas kinerja pegawai. https://jurnal. id/index. php/JIM Metode Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat kausal artinya meneliti hubungan sebab akibat antar dua variabel atau lebih. Penelitian ini terdiri dari dua Menurut Sugiyono . Aupenelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi dan sampel tertentuAy. Uji Instrumen Uji Validitas Data. Validitas merupakan tingkat kemampuan suatu instrumen untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran yang dilakukan dengan isntrumen Uji Reliabilitas. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 jika pengukuran tersebut diulang. Menurut Sugiyono . Aupengujian reliabilitas dapat dilakukan secara ekternal maupun internalAy. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan rest-test, equivqlent, dan gabungan keduanya dan secara internal relaiabilitas menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada isntrumen dengan teknik Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data. Uji normalitas merupakan sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data, apakah sebaran data berdistribusi normal ataukah tidak. E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Menurut (Suliyanto, 2018:. Auuji t digunakan untuk menguji apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel tergantung atau tidakAy. Suatu variabel akan memiliki pengaruh yang berarti nilai thitung variabel tersebut lebih besar di banding dengan nilai ttabel. Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi ( R. digunakan untuk mengukur seberapa besar variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat. Metode Analisis Data Metode analisis yang akan dipakai untuk menguji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linear sederhana. Regresi linear sederhana digunakan untuk menganalisis hubungan kausal satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Model yang digunakan sederhana yaitu sebagai berikut Suliyanto . Y = a bX e Keterangan : Y = Nilai yang diramalkan a = Konstanta/intrcept b = Koefisisen regresi/slope X = Variabel bebas e = Nilai Residu . Temuan Penelitian Dan Pembahasan Uji validitas dan uji reliabilitas Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Lingkungan Kerja Non Fisik (X) Pada perhitungan uji validitas pada item total statistic, maka diperoleh nilai koefisien korelasi rhitung pada butir pernyataan nomor 1 sampai 12 bernilai Dengan uji coba yang dilakukan 12 pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu, maka didapatkan rtabel pada taraf signifikan 0,05 adalah rtabel = 0,576. Penelitian dilakukan 35 pegawai di UPTD Puskesmas Hilizalootano, maka didapatkan rtabel pada taraf signifikan 0,05 adalah rtabel = 0,334 sehingga dapat disimpulkan bahwa butir pernyataan nomor I sampai 12 dinyatakan valid, karena rhitung > rtabel. Artinya semua pernyataan di anggap valid karena koefisien korelasi bernilai positif. https://jurnal. id/index. php/JIM Uji Heteroskedastisitas. Uji keteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi adanya ketidaksamaan varian dan residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Untuk mengetahui ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan mengamati scatter plot sedangkan jika vertikal menggambarkan nilai residual kuadrat. Jika scatter plot membentuk pola tertentu, maka hal tersebut menunjukkan adanya masalah Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 Berdasarkan didapatkan pada uji coba nilai Cronbach Alpha sebesar 0. 971> 0,60 dan pada penelitian nilai Cronbach Alpha sebesar 0,848> 0,60 . ilai standar reliabilita. Karena nilai Cronbach Alpha> 0,60 maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir pernyataan instrument tersebut reliabel. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) Pada perhitungan uji validitas pada item total statistic, maka diperoleh nilai koefisien korelasi rhitung pada butir pernyataan nomor 1 sampai 15 bernilai Dengan uji coba yang dilakukan 12 pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu, maka didapatkan rtabel pada taraf signifikan 0,05 adalah rtabel = 0,576. Penelitian dilakukan 35 pegawai di UPTD Puskesmas Hilizalootano, maka didapatkan rtabel pada taraf signifikan 0,05 adalah rtabel = 0,334 sehingga dapat disimpulkan bahwa butir pernyataan nomor I sampai 15 dinyatakan valid, karena rhitung > rtabel. Artinya semua pernyataan di anggap valid karena koefisien korelasi bernilai positif. Berdasarkan didapatkan pada uji coba nilai Cronbach Alpha sebesar 0,974> 0,60 dan pada penelitian nilai Cronbach Alpha sebesar 0,851> 0,60 . ilai standar reliabilita. Karena nilai Cronbach Alpha> 0,60 maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir pernyataan instrument tersebut reliabel. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas. Tabel. 1 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandard Unstandar Predicted Residual Value https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Mean 0E-7 Normal Std. Parame Deviati Absolut Most Extrem e Positive Differe Negativ Kolmogorov. Smirnov Z Asymp. Sig. Sumber: Hasil olahan peneliti 2023, dengan bantuan perangkat lunak SPSS 21. For Windows. Test distribution is Normal. Calculated from data. Berdasarkan pengolahan data maka dapat disimpulkan bahwa sampel yang diambil dari populasi berdistribusi normal karena nilai Kolmogorov-Sminorv sebesar 0,620dan Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,837> 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data residual terdistribusi normal. Gambar. Normal Probability Plot Uji Heteroskedastisitas. Gambar. Uji Heteroskedastisitas Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 Sumber: Hasil olahan peneliti 2023, dengan bantuan perangkat lunak SPSS 21. For Windows. Berdasarkan di atas, dapat disimpulkan heteroskedastisitas, karena gambar tersebut tidak menunjukkan ada suatu pola tertentu atau teratur dan titik yang ada. Ini berarti persamaan tersebut telah memenuhi asumsi klasik suatu prsamaan regresi sederhana dengan dipenuhinya asumsi klasik sadar bahwa variasi residual sama untuk semua pengamatan telah terpenuhi. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Tabel. Uji Parsial Coefficientsa Model Unstandardize T Sig. d Coefficients Std. Error (Constan. 1 Lingkunga n Kerja Non . Fisik Sumber: Hasil olahan peneliti 2023, dengan bantuan perangkat lunak SPSS 21. For Windows Dependent Variable: Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil pengolana data, dapat dijelaskan bahwa secara parsial variabel lingkungan kerja non fisik (X) berpengaruh terhadap variabel kinerja pegawai (Y) karena diperoleh nilai thitung sebesar 3,547 sementara nilai ttabelpada a = 0,05 dengan degree of freedom . n-k-1 . -1-. = 33 sebesar1,692 . Karena nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikan sebesar 0,001< 0,05. Maka keputusannya adalah Ha diterima dan H0 ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UPTD Puskesmas Hilizalootano. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel. Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Mod R R Square Adjusted R Square Sumber: Hasil olahan peneliti 2023, dengan bantuan perangkat lunak SPSS 21. 0 For Windows Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja Non Fisik Dependent Variable: Kinerja Pegawai Dari hasil pengolahan atas koefisien determinasi sebesar 0,476 . ,6%) sehingga . ,6%) . inerja sisanyas52,4% dipengaruhi oleh variabel diluar model. Persamaan Regresi Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Tabel. Persamaan Regresi Coefficientsa Model Unstandardize Standardi d Coefficients zed Coefficien Std. Beta Error (Constan. Lingkungan Kerja Non. Fisik Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 Sumber: Hasil olahan peneliti 2023, dengan bantuan perangkat lunak SPSS 21. 0 For Windows Dependent Variable: Kinerja Pegawai Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui persamaan regresi pengaruh lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Hilizalootano Kecamatan Mazino Kabupaten Nias Selatan, dapat dijelaskan persamaan regresi dibawah ini: Y = 35,844 0,599X Keterangan: Y = kinerja pegawai a = 35,844 b = 0,599 X = lingkungan kerja non fisik Berdasarkan persamaan regresi linear sederhana di atas, dapat dijelaskan koefisien regresi variabel lingkungan kerja non fisik (X) memiliki tanda positif. Hal ini peningkatan variabel lingkungan kerja non fisik (X) dapat meningkat nilai variabel kinerja pegawai (Y). Interprestasi dari pemahaman bahwa nilai konstanta . sebesar 35,844 merupakan nilai kinerja pegawai (Y). Saat ini lingkungan kerja non fisik (X) bernilai 0,599 berarti jika nilai lingkungan kerja non fisik memiliki nilai satu satuan maka akan meningkatkan nilai variabel kinerja pegawai (Y) sebesar 0,599. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja non fisik perlu meningkatkan kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Hilizalootano. Penutup Simpulan Berdasarkan hasil penelitian ini dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa lingkungan kerja non fisik berpengaruh terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Hilizalootano https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Kecamatan Mazino Kabupaten Nias Selatan. Berdasarkan model persamaan regresi Y = 35,844 0,599 hal ini didukung oleh beberapa pengujian sebagai berikut: Ada pengaruh lingkungan kerja non fisik secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai karena nilai thitung . >ttabel . dan nilai signifikan 0,001< 0,05. Nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,476 artinya lingkungan kerja non fisik mampu menjelaskan kinerja pegawai sebesar 47,6 % sedangkan sisanya 52,4% dipengaruhi variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian Saran Untuk meningkatkan kinerja pegawai maka pemimpin harus memperhatikan kondisi lingkungan non fisik supaya pegawai bekerja dengan baik Dengan diharapkan kepada pemimpin untuk memperhatikan kinerja pegawai, apakap pegawai telah bekerja sesuai tugas yang diberikan kepadanya. Diharapkan kepada pegawai untuk bekerja dengan baik dan sungguhsungguh agar hasil kinerja semakin baik sehingga dapat tercapai suatu tujuan Daftar Pustaka