JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis https://journal. id/index. php/jawamiulkalim/index Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran A Semantic Analysis of the Term Tarbiyah and Its Derivatives in Hadith: Implications for Education and Learning Ahmad Syaripudina. Samsuddinb. Ali Maulidac. Iskandard a Institut Agama Islam STIBA Makassar. Indonesia. Email: ahmadsyaripudin@stiba. b STAI Al-Hidayah Bogor. Indonesia. Email: samsuddin@staiabogor. c STAI Al-Hidayah. Bogor. Indonesia. Email: alimaulida77@gmail. Institut Agama Islam STIBA Makassar. Indonesia. Email: iskandarkato@stiba. Abstract This study examines the semantic meaning of the term tarbiyah and its various derivatives in the Prophetic hadith, as well as their implications for the concepts of Islamic education and learning. Although the term tarbiyah has been widely employed in contemporary Islamic educational discourse, prevailing interpretations often rely primarily on terminological definitions without tracing its lexical and contextual semantic structures within hadith as an authoritative primary source of Islam. This study aims to analyze the etymological roots, derivative forms, and semantic expansions of tarbiyah in hadith, including verbal forms such as tarubbu, yurabb, yarubbAn, and the expression yurabb al-nAs, as well as nominal forms such as rabb, rabbuhA, and rabbAniyyn. The research adopts a library-based qualitative approach, employing semantic-linguistic analysis and the taull method to examine relevant hadith texts. The findings reveal that the concept of tarbiyah in hadith encompasses six core meanings: . preservation and care . ife wa riAya. , . management and development . anmiyah wa iyAna. , . education and instruction . alm wa tad. , . guidance and leadership . aujh wa siyAda. , . perfection and cultivation . akml wa inhmA. , and . gradual educational development . adarruj f al-tal. These findings affirm that tarbiyah in hadith is not merely cognitive in nature but represents a comprehensive process that progressively nurtures human potential toward moral and ethical perfection. This study contributes to strengthening the conceptual foundations of Islamic education by restoring the meaning of tarbiyah to its semantic roots and prophetic Keywords: Tarbiyah. Hadith Semantics. RabbAniyyn. Islamic Education. Learning Abstrak Penelitian ini mengkaji makna semantik kata tarbiyah dan berbagai derivasinya dalam hadis Nabi saw. implikasinya terhadap konsep pendidikan dan pembelajaran Islam. Meskipun istilah tarbiyah telah digunakan secara luas dalam wacana pendidikan Islam kontemporer, pemaknaan yang berkembang sering kali hanya bertumpu pada definisi terminologis tanpa menelusuri struktur makna leksikal dan kontekstualnya dalam hadis sebagai sumber otoritatif Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis akar etimologis, bentuk-bentuk derivasi, serta perluasan makna tarbiyah dalam hadis, meliputi kata kerja seperti tarubbu, yurabb, yarubbAn dan ungkapan yurabb al-nAs, serta bentuk nominal seperti rabb, rabbuhA, dan rabbAniyyn. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis semantik-linguistik dan tahlil terhadap hadis-hadis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep tarbiyah dalam hadis mencakup lima inti makna: . Menjaga dan memelihara . ife wa ri'Aya. , . Mengurus dan mengembangkan . anmiyah wa siyAna. , . Mendidik dan mengajarkan . a'lm wa taAod. , . Membimbing dan memimpin . aujh wa siyAda. , . Menyempurnakan dan menumbuhkan . akml wa inhmA. , dan . Melakukan pemibnaan bertahap . adarruj f at-ta'l. Temuan ini menegaskan bahwa tarbiyah dalam hadis tidak hanya bersifat kognitif, tetapi merupakan proses komprehensif yang menumbuhkan potensi JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. manusia secara bertahap menuju kesempurnaan akhlak. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan landasan konseptual pendidikan Islam dengan mengembalikan makna tarbiyah kepada akar semantik dan praksis profetiknya. Kata kunci: Tarbiyah. Semantik Hadis. RabbAniyyn. Pendidikan Islam. Pembelajaran Article Info: How to cite: Received: 12 August 2025 Revised: 30 August 2025 Accepted: 19 September 2025 Published: 30 September 2025 Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar. AuAnalisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan PembelajaranAy. JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis 3. No. : 167-186. doi: 10. 36701/jawamiulkalim. PENDAHULUAN Pendidikan Islam merupakan proses sistematis dan berkelanjutan yang bertujuan menumbuhkan dan mengembangkan seluruh potensi manusia berdasarkan nilai-nilai rabbani yang bersumber dari wahyu ilahi (Al-QurAoan dan Hadi. Dalam kerangka ini, pendidikan Islam diarahkan untuk membentuk manusia yang utuh dan istimewa secara spiritual, intelektual, emosional, dan sosial agar mampu menjalani kehidupan secara kAffah. 1 Tujuan tersebut mencakup pembentukan pribadi yang saleh dan berakhlak mulia sekaligus terwujudnya masyarakat Islami berlandaskan nilai-nilai kesalehan sosial. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek kognitif dan spiritual, tetapi juga pada pembentukan karakter, profesionalitas, dan tanggung jawab sosial. Namun, realitas pendidikan Islam kontemporer menghadapi tantangan multidimensional yang kompleks. Fenomena degradasi moral, krisis akhlak peserta didik, dan disorientasi nilai menjadi tanda adanya kesenjangan antara idealitas konsep pendidikan Islam dan praktik implementatifnya (UNESCO. Education 2030 Report. Paradigma pendidikan modern yang berorientasi pada capaian akademik sering kali mengabaikan dimensi pembentukan karakter dan kesadaran spiritual, sehingga melahirkan krisis kemanusiaan . ehumanisasi pendidika. , di mana peserta didik diperlakukan sekadar sebagai objek transfer pengetahuan. Padahal dalam tradisi Islam, pendidikan tidak hanya dipahami sebagai ta'lm . , tetapi juga tarbiyah sebuah proses pengasuhan, pembimibngan, dan pengembangan potensi manusia menuju kesempurnaan akhlak. Istilah tarbiyah dan beragam derivasinya yang secara etimologis berakar dari kata rabb . aA) aA, mengandung makna Aumemelihara, menumbuhkan, mengatur, dan mendidik merupakan salah satu konsep dasar Pendidikan dalam Islam. Dalam konteks keilmuan, istilah tarbiyah telah digunakan luas dalam bidang tafsir, hadis, dan filsafat pendidikan Islam. Namun, pemahaman yang berkembang sering kali terbatas pada definisi terminologis tanpa penelusuran mendalam terhadap makna Samsuddin and AJ Idharudin. AuAnalisis Silabus Pelajaran Fikih Kelas VII Madrasah Tsanawiyah: Perspektif Tujuan Pendidikan Islam,Ay As-Sulthan Journal of Education 1, no. : 807. Iskandar et al. AuThe Integrated Islamic Education System in Islamic Movements: A Philosophical Analysis of Wahdah IslamiyahAos Educational Model,Ay El-Suffah: Jurnal Studi Islam 2, no. : 190Ae218. Samsuddin. Sistem Kaderisasi DaAoi (Sleman: Zahir Publishing, 2. 168 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. semantik dan konteks linguistiknya dalam sumber-sumber primer Islam, terutama hadis Nabi saw. Padahal, hadis-hadis tersebut mengandung kekayaan makna dari berbagai derivasi kata rabb seperti tarubbu, yurabb, yarubbAn, dan rabbAniyyn, yang mencerminkan dimensi filosofis, moral, dan metodologis pendidikan Islam. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan konseptual antara makna tarbiyah sebagaimana digunakan dalam hadis dengan pemaknaan kontemporer pendidikan Islam. Oleh karena itu, diperlukan kajian semantik mendalam terhadap istilah tarbiyah dan derivasinya dalam hadis untuk menemukan landasan konseptual yang lebih utuh bagi praksis pendidikan dan pembelajaran Islam masa kini. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: . Bagaimana makna semantik kata tarbiyah dan derivasinya dalam hadis-hadis Nabi saw. ?, . Apa saja dimensi makna yang terkandung dalam derivasi kata tersebut?, dan . Bagaimana implikasi makna semantik tarbiyah terhadap tujuan, kurikulum, proses pembelajaran, dan peran guru dalam pendidikan Islam?. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: . Menganalisis secara semantik penggunaan kata tarbiyah dan derivasinya dalam hadis-hadis Nabi saw. , . Mengungkap dimensi makna yang terkandung di dalamnya baik dari aspek linguistik maupun kontekstual . iyAq al-lugha. , dan . Menarik implikasi konseptual hasil analisis tersebut terhadap paradigma pendidikan Islam, khususnya dalam aspek tujuan pendidikan, kurikulum, proses pembelajaran, dan peran pendidik sebagai murabb. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. yang bersifat deskriptif-analitis 4 yang digunakan meliputi pendekatan semantik-linguistik dan pendekatan teologis-filosofis normatif. Pendekatan semantik digunakan untuk menelusuri akar kata, perkembangan makna, serta konteks penggunaan istilah tarbiyah dalam hadis-hadis Nabi saw. , sedangkan pendekatan teologis-filosofis digunakan untuk menafsirkan makna semantik tersebut dalam kerangka pandangan Islam tentang ilmu, manusia, dan pendidikan. 5 Sumber data utama penelitian ini mencakup kitab-kitab hadis seperti auu al-BukhAr,6 Adabul Mufrad,7 Sauu Muslim,8 Tirmizi, dan Musnad Aumad, 9 serta kamus klasik bahasa Arab seperti Al-Nihayah Fi Gharib AlHadis10 LisAn al-AoArab. Al-Qamus Al-Muhith dan MuAojam MaqAys al-Lughah analisis data dilakukan melalui tiga tahap: identifikasi dan klasifikasi derivasi kata dari akar kata rabb, analisis makna leksikal dan kontekstual, serta interpretasi filosofis untuk menemukan implikasinya terhadap sistem pendidikan Islam yang holistik dan berorientasi rabbAn. Kajian mengenai konsep tarbiyah dalam pendidikan Islam telah dilakukan oleh sejumlah peneliti dengan berbagai pendekatan dan fokus analisis. Secara kronologis. Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. Naquib Al-Attas. The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education (Kuala Lumpur: ISTAC, 1. , h. 27Ae31. (Kuala Lumpur: ISTAC, 1. Muhammad Bin Ismail. Al-Jami Al-Bukhariy, . Al-Jami. Al-Shahih (Sahih Bukhari. Juz. 2, n. Muhammad Bin Ismail Al-Bukhariy. Al-Adabul Mufrad. Juz. 1, n. Bin Hajjaj Al-Qusyairy Al-Naisaburiy. Shahih Muslim, n. Ahmad Bin Hanbal. Musnad Al-Imam Ahmad, vol. 2 (Kairo: Dar Al-MaAorifah, 136AD). Ibn Al-Atsir. Al-Nihayah Fi Gharib Al-Hadis. Abuddin Nata. Metodologi Studi Islam (Jakarta: Rajawali Press, 2. 169 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. penelitian-penelitian tersebut menunjukkan perkembangan pemaknaan tarbiyah dari aspek konseptual, semantik, hingga implementatif. Penelitian awal oleh Muhammad Arya Dana berjudul At-Tarbiyah Sebagai Konsep Pendidikan dalam Islam menegaskan bahwa tarbiyah merupakan proses pengembangan dan bimibngan yang meliputi jasad, akal, dan jiwa secara berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah menjadikan peserta didik tumbuh dewasa, mandiri, serta mampu menyempurnakan fitrah kemanusiaannya sesuai syariat Allah Swt. Penelitian ini menempatkan tarbiyah sebagai konsep komprehensif yang menyentuh dimensi biologis, intelektual, dan spiritual manusia. 12 Selanjutnya. Andre Nova Frarera dalam penelitiannya Konsep Tarbiyah. TaAolim, dan TaAodb dalam Dunia Pendidikan Islam menguraikan keterkaitan tiga istilah utama dalam pendidikan Islam, yaitu tarbiyah, taAolim, dan taAodb. Frarera menjelaskan bahwa tarbiyah merupakan payung besar pendidikan Islam yang mencakup keseluruhan aspek kehidupan manusia, sedangkan taAolim lebih berfokus pada proses transfer ilmu, dan taAodb menitikberatkan pada pembentukan adab dan perilaku. Ketiganya dipandang sebagai satu kesatuan konseptual yang bersumber dari Al-QurAoan dan Sunah, sekaligus menjadi dasar filosofis lembaga pendidikan Islam kontemporer. Studi oleh Susanti et al. yang berjudul The Reality of Tarbiyah. Ta'lim, and Ta'db in Islamic Education memperkuat pandangan tersebut dengan mengungkap bahwa ketiga konsep tersebut memiliki penekanan yang berbeda namun saling melengkapi. Ta'lim berorientasi pada penyampaian pengetahuan yang benar, tarbiyah pada pengembangan potensi dan karakter, sedangkan ta'db pada penguasaan ilmu yang menghasilkan perilaku Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga istilah tersebut secara integratif menjadi fondasi utama tujuan, metode, dan manajemen pendidikan Islam, dengan orientasi pembentukan manusia yang utuh . nsAn kAmi. 14 Sementara itu. Abdiyantoro et dalam penelitiannya Pemahaman Guru terhadap Konsep Tarbiyah. Ta'lim, dan Ta'db dalam Pembelajaran untuk Pembentukan Karakter meninjau implementasi konsepkonsep tersebut di lapangan. Penelitian yang dilakukan pada guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 01 Lawang ini menemukan bahwa para guru memahami dan menerapkan konsep tarbiyah, ta'lim, dan ta'db dalam praktik pembelajaran. Penerapan itu tercermin dalam kegiatan seperti salat berjamaah, keterlibatan rohis, serta pendekatan personal dengan peserta didik, yang semuanya mengarah pada pembentukan karakter Islami. 15 Kemudian. Pratiwi et al dalam Filsafat Pendidikan Islam: Telaah Mengenai Makna Pendidikan (Tarbiyah. Ta'lim. Ta'db. Tadrs. Da'wah. IrsyAd. Tadbr. Tazkiyah, dan Uswa. melakukan telaah komprehensif terhadap berbagai istilah pendidikan dalam Islam. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam adalah upaya sadar untuk mengarahkan dan membimibng pertumbuhan serta perkembangan kemampuan dasar peserta didik secara maksimal melalui ajaran Islam. Tarbiyah, ta'lim, ta'db, dan Dana Muhammad Arya. AuAt-Tarbiyah Sebagai Konsep Pendidikan Dalam Islam,Ay INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan. Agama. Dan Kebudayaan 6, no. : 88Ae104. Andre Nova Frarera. AuKonsep Tarbiyah. TaAoLim Dan TaAoDib Dalam Dunia Pendidikan Islam. Jurnal Al-Fatih,Ay Jurnal Al-Fatih 6, no. : 91Ae108. Linna Susanti et al. AuThe Reality of Tarbiyah. TaAolim, and TaAodib in Islamic Education. SUHUF 35,Ay SUHUF 35, no. : 11Ae19. Restu Abdiyantoro et al. AuPemahaman Guru Pada Konsep Tarbiyah. TaAolim. Dan TaAodib Dalam Pembelajaran Untuk Pembentukan Karakter,Ay Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research 2, no. 2 (April 3, 2. : 11Ae20, doi:10. 31004/ijim. 170 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. istilah lainnya dianggap sebagai ragam ekspresi dari satu tujuan besar, yaitu mengembangkan potensi manusia sesuai nilai-nilai ilahiah. Dari berbagai penelitian tersebut tampak adanya perkembangan fokus kajian. Periode 2020 menitikberatkan pada pemaknaan filosofis tarbiyah sebagai konsep pemibnaan manusia seutuhnya. Periode berikutnya 2023 berfokus pada relasi konseptual antara tarbiyah, taAolim, dan taAodb dalam sistem pendidikan Islam. Periode 2024 mulai mengarah pada analisis implementasi dan integrasi konsep-konsep tersebut dalam praksis Namun demikian, studi-studi tersebut belum secara spesifik menelaah makna semantik kata tarbiyah dan derivasinya dalam hadis Nabi saw. Padahal, hadis sebagai sumber primer Islam memuat kekayaan semantik yang dapat mengungkap dimensi filosofis dan metodologis pendidikan Islam secara mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengisi celah tersebut dengan menganalisis tarbiyah dari perspektif semantik hadis, guna memperkuat landasan konseptual pendidikan Islam kontemporer. PEMBAHASAN Asal-usul Etimologis Kata Tarbiyah Sebelum menguraikan aspek semantic kata tarbiyah dan berbagai derivasinya sebagaimana termuat dalam berbagai hadis, terlebih dahulu penting untuk menelusuri akar katanya secara etimologis. Analisis etimologis ini akan memberikan dasar pemahaman makna asli dari istilah tarbiyah dan derivasinya yang termaktub dalam hadis, yang kemudian menjadi landasan untuk memahami penggunaannya dalam konteks Pendidikan Islami. Menurut Al-NahlAwy, secara bahasa kata tarbiyah memiliki tiga akar etimologis yang berbeda namun saling berkaitan, yaitu:17 Aace OA/ca a A( acAeacOa eaOacAeac arabA Ae yarb Ae riban / rabwa. , yang berarti zAda wa namA wa nasyaAoa . ertambah, bertumbuh, bertambah besar dan berkemban. 18 Akar ini mengandung makna pertambahan, pertumbuhan, peningkatan, dan perkembangan secara bertahap menuju kesempurnaan. 19 Dalam Al-QurAoan disebutkan: a aOO acEA aCA ca Aca AA ea a Terjemahnya: AuDan Allah mengembangkan sedekahAy. (Q. Al-Baqarah/2: . Maksudnya Allah menambahnya, memperbanyaknya, menumbuhkannya, dan melipatgandakan pahalanya. 20 Menurut Ibnu Katsir terdapat dua cara membaca kata Sekar Harum Pratiwi et al. AuFilsafat Pendidikan Islam: Telaah Mengenai Makna Pendidikan (Tarbiyah. TaAolim. TaAodib. Tadris. DaAowah. Irsyad. Tadbiir. Tazkiyah. Uswa. ,Ay JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 7, no. 2 (February 9, 2. : 2116Ae24, doi:10. 54371/jiip. Abdul Rahman Al-Nahlawiy. Al-Tarbiyah Al-Islamiyah (Beirut: Dar Al-Fikir, t. th, n. Ahmad Warson Munawir. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap (Yogyakarta: Pustaka Progresif, 1. Ibnu Manzur and Jamaluddin Abu Al-Fadh. Lisan Al-'Arab (Beirut: Dar Al-Kutub Al-'Imiyah. Jalaluddin dan Jalaluddin Al-Suyuthiy Al-Mahalliy. Tafsir Al-Jalalain (Kairo: Dar AoAlamiyah. Ibnu Katsir. 2004 Al-Dimasyqiy. Tafsir Al-QurAoan Al-AoAdzim (Tafsir Ibn Katsi. Jilid I (Riyadh: Dar Al-Salam, 2. 171 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. yurbi dalam ayat tersebut, pertama yurbi . eperti dalam aya. yang bermakna memperbanyak dan menumbuhkan, kedua dibaca yurabbi dari kata tarbiyah. Selanjutnya beliau mengutip hadis Riwayat Bukhari . ang akan disebutkan pada sub bahasan tentang tarbiyah dalam hadi. tentang pelipatgandaan sedekah oleh Allah. cacacAeacacOa eaA a A( aArabiya Ae yarbA), yang berarti nashaAoa wa taraAoraAoa . umbuh dan menjadi besar atau dewas. Makna ini menekankan aspek proses alamiah dalam pertumbuhan, baik fisik maupun spiritual, menuju kedewasaan. Dari akar kata Rabiya-yarba yang berarti tumbuh membesar dan menjadi dewasa ini muncul makna tarbiyah sebagai proses pengembangan dan bimibngan pada jasad, akal, dan jiwa secara berkelanjutan sehingga mutarabbi . eserta didi. menjadi dewasa dan mandiri untuk hidup di tengah msyarakat. cacAeacaUaA ca A( aacAeacOa aArabba Ae yarubbu Ae rabba. , yang berarti aslAha wa da bbara wa qAma Aoalayh . emperbaiki, mengatur, memelihara, memimpin, dan mendidi. Akar kata ini paling dekat dengan makna tarbiyah dalam konteks pendidikan, 23 karena mencakup unsur pengasuhan, pengaturan, dan pembimibngan secara sadar dan berkelanjutan. Makna ini merujuk pada Kamus Lisanul Arab yang ca 24 AOacOcNacaacOcNacO acOOcA c AacOENacOA c AEAA Artinya: AuDia mengasuh anaknya dan seorang anak yang lainAy. Dari asal-asul etimologis . l lughawiyya. tersebut Abdurrahman Al-Bani menyimpulkan bahwa tarbiyah mencakup beberapa unsur penting . Menjaga dan merawat fitrah manusia yang sedang bertumbuh, . Menumbuhkan bakat dan potensinya serta mempersiapkannya dengan beragam dan jenisnya, . Peningkatan kemampuan setiap peserta didik . nak/muri. hingga meraih kesempurnaan yang Allah kehendaki, . Mengarahkan fitrah dan berbagai bakat atau potensinya agar dapat mengamalkanya di atas bumi dan menunaikan kewajiban kepada Allah, dan . Menempuh cara yang bertahap dan berurutan . dalam melakukan aktivitas tarbiyah. Dari ketiga akar dan lima unsur di atas, tampak bahwa istilah tarbiyah mencakup dua dimensi utama: . Dimensi pertumbuhan alami, yakni proses perkembangan fisik, psikologis, dan spiritual yang berlangsung secara bertahap sesuai sunnatullah. Dimensi pemibnaan terarah, yakni proses pendidikan, pengasuhan, dan bimibngan yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab oleh pendidik. Dengan demikian, makna Ismail Bin Umar Bin Katsir Al-Qurasyi Al-Dimasyqi. Tafsir Al-QurAoan Al-Azim (Tafsir Ibn Katsir Jilid . (Riyadh: Dar Al- Salam, 2. Jilid 1: 454, 1st ed. (Riyadh: Dar Al- Salam, 2. Dedeng Rosidin. Akar-Akar Pendidikan Dalam al-Quran Dan al-Hadits: Kajian Semantik Istilah-Istilah Tarbiyah. TaAolim. Tadris. Tahdzib. Dan TaAodib (Bandung: Pustaka Umat, 2. Ibnu Faris and Ahmad. MuAojam Maqayis Al-Lughah (Kairo: Dar Al-Fikr, 2. Manzur and Abu Al-Fadh. Lisan Al-AoArab. Ibnu Faris and Ahmad. MuAojam Maqayis Al-Lughah (Kairo: Dar Al-Fikr, 2. Manzur and Abu Al-Fadh. Lisan Al-AoArab. Al-Madkhal Ila Al-Tarbiyah, (Riyadh: Al-Maktabah Al-Islamiyah, 1400 H): 7-14. Abdurrahman Al-Bani. Al-Madkhal Ila Al-Tarbiyah, (Riyadh: Al-Maktabah Al-Islamiyah, 1400 H): 7-14. (Riyadh: Al-Maktabah Al-Islamiyah, 1. 172 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. dasar tarbiyah tidak terbatas pada pengajaran . a'l. , melainkan meliputi proses penumbuhan, pemeliharaan, pengembangan, dan penyempurnaan potensi manusia menuju kematangan dan kesempurnaan akhlak. Kata Tarbiyah dalam Hadis Mengkaji asal-usul dan konsep dasar pendidikan dalam Islam tidak dapat dilepaskan dari misi profetik Rasulullah saw. sebagai pendidik bagi seluruh umat Kehadiran beliau pada prinsipinya menjalankan fungsi tarbiyah mendidik, memibna, dan menuntun ummat manusia ke jalan Allah melalui dakwah dan Pendidikan. Dengan kata lain Rasulullah saw. diutus dengan misi pendidikan yang komprehensif dan holistik, sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam Q. Al-JumuAoah/62: 2. a aa caAeIa aacOua eIacac aEIaOA a AacN aOacEOaca aA a aAIO aac aOUE cacIeI aN eIacOae EA a acA aacacE caIOA a acaAOacEaeO aN eIacaON aacOOaacEO aN eI aacOOa aEc aI aN aIaceA a A aacO eA s AOacA s acIA c. ca:AIOacac(EIA ca AEEA a AI eIacCa e aEacEa Terjemahnya: Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul dari kalangan mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As-Sunna. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (Q. Al-JumuAoah/62: . Ayat ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah misi inti kerasulan. Dalam ayat tersebut. Allah menyebutkan tiga wazifah . ugas dasa. Rasulullah saw. yang menjadi fondasi konsep pendidikan dalam Islam:26 . TilAwatul AyAt, membacakan ayat-ayat Allah sebagai langkah awal mengenalkan wahyu dan kebenaran, . Tazkiyah menyucikan jiwa dari kesyirikan, kebodohan, dan akhlak jahiliyah, dan . Ta'lm alKitAb wa al-Hikmah mengajarkan al-QurAoan dan Sunnah sebagai sumber pengetahuan dan tuntunan hidup. Dalam konteks inilah, istilah tarbiyah yang secara etimologis berasal dari akar kata caA( Arab. menempati kedudukan penting dalam khazanah keilmuan pendidikan Islam, karena mencerminkan fungsi Allah sebagai ar-Rabb. Dzat yang memelihara, menumbuhkan, dan menyempurnakan makhluk-Nya secara bertahap. Dalam Al-QurAoan, akar kata tersebut mula-mula digunakan untuk menggambarkan sifat Allah sebagai pencipta, pemelihara, dan pengatur seluruh alam (Rabb al-'Alam. , sebagaimana pada wahyu yang pertama dan surat pertama dalam urutan mushaf Al-Quran. Sedangkan dalam hadis, makna rabb dan berbagai derivasi katanya, seperti tarubbu, yurabb, yarubbAn, rabbAn, dan lainnya, menunjukkan penerapan konsep pemeliharaan dan pemibnaan dalam dimensi kehidupan manusia yang lebih luas, termasuk dalam konteks pendidikan dan pembentukan karakter. Dalam konteks ini Al-Hadis sebagai penjelas Al-QurAoan memiliki kedudukan yang sangat istimewa, baik dari sisi kandungan maupun struktur bahasanya. Di dalam Ahmad Musthafa Al-Maraghiy. Tafsir Al-Maraghiy Jilid I. Beirut: Darul Fikr. (Beirut: Darul Fikr. , 1. Samsuddin and Bakry Kasman. AuMetode Pendidikan Akhlak Perspektif Hadis: Telaah Kitab Adab auu Al-BukhAr,Ay JawamiAoul Kalim: Jurnal Kajian Hadis 1, no. : 38Ae57. 173 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. hadis-hadis Nabi saw. , ditemukan sejumlah kosa kata yang memiliki hubungan erat dengan istilah tarbiyah baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini menunjukkan bahwa konsep tarbiyah bukanlah istilah baru dalam pendidikan Islam, melainkan telah berakar kuat sejak masa kenabian sebagai bagian dari misi pembentukan umat yang berilmu dan berakhlak. Sebagaimana dijelaskan oleh Wensinck, sejumlah kosa kata yang berkaitan dengan pendidikan dan pemeliharaan ditemukan dalam hadis-hadis Nabi, baik dalam bentuk fi'l . ata kerj. maupun ism . ata bend. Kata-kata tersebut, antara lain: tarubbu, yurabb, yarubbAn, yurabb al-nAs, serta bentuk nominal seperti rabb, rabbuhA, rabAAoib, dan rabbAniyyn. Berikut penjelasan derivasinya beserta konteks hadis dan makna yang Tarubbu . aA)a aA acEacacEaNacacCO sacAA aacNEEacEaNacIEa EacEaOacI eA cacECOa AOA a AacOIaca:cacACEAUcaANA AA a a a e a a Aa aU A aa a e AacacaEacacNNA:cacacCEA a a AacAuacIA:cacCEAUcaccIac acNacacNEEA a a AacNEacENA:cacACEAU cacIacNEEA ca AacuEOEA AacacA a AacOEacNEEA ca AacUEacuacuUEA:cacacCEA a AacEOEacI eIacIIA a AA aca e aNA e AacEIacA a AEA Artinya: Seorang laki-laki mengunjungi saudaranya di suatu kampung lain, lalu Allah mengutus malaikat di perjalanannya. Malaikat itu bertanya. Aoengkau hendak pergi ke mana?Ao Ia menjawab. AoAku hendak menunjungi saudaraku di kampung ini karena Allah. Ao Malaikat bertanya lagi. AoApakah ia memiliki nikmat atasmu yang engkau pelihara . ?Ao Ia menjawab. AoTidak, aku hanya mencintainya karena Allah. Ao Malaikat berkata. AoSesungguhnya aku utusan Allah kepadamu untuk memberitahumu bahwa Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau mencintainya karena-Nya. Ay (H. Bukhari dan Musli. Makna etimologis tarubbu berarti Aumenjaga, memelihara, atau mengurus. Ay Dalam Musnad Aumad dijelaskan dengan istilah taufaeu, turAAo, wa turabb semuanya bermakna menjaga dan memelihara. 29 Secara kontekstual, kata ini dihubungkan dengan Auni'matAy . enikmatan duniaw. , yang menunjukkan bahwa tarbiyah juga dapat bermakna mengurus atau memelihara urusan duniawi, seperti kekayaan atau hubungan sosial. Yurabb . aa A)Oa acA s acAacaOA s Aac e aEacaaes aacIIac aEA cacaacOac aONAUAacOuIacacEEaacOaa aC Ea aNacOa aIacOIa aNAUAA a AA a aIIacA a cAacOUEacOa eCa aEacacEEaacuUEacEOAU a a AA aCA 31 a a a aAEA cacacaca aEO aI aacIe aEacEaaEAUa a aE eIacAaEaONA a AacEIacOaacaacAUaNA Artinya: AuBarangsiapa yang bersedekah senilai sebutir kurma dari hasil usaha yang baik. Muhammad Bin Ismail Al-Bukhari. Al-Adabul Mufrad. Juz. Hadis Nomor. 350, h. Muslim Bin Hajjaj Al-Qusyairy Al-Naisaburiy. Shahih Muslim. Juz. 4 h. , 1989. Bin Hanbal. Musnad Al-Imam Ahmad. Rosidin. Akar-Akar Pendidikan Dalam al-Quran Dan al-Hadits: Kajian Semantik Istilah-Istilah Tarbiyah. TaAolim. Tadris. Tahdzib. Dan TaAodib. Al-Bukhariy. Al-Jami. Al-Shahih (Sahih Bukhari. Juz. 174 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. dan Allah tidak menerima kecuali yang baikAimelainkan Allah ar-RaumAn akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya. Kemudian Allah akan memeliharanya untuk pemiliknya, sebagaimana seseorang di antara kalian memelihara anak untanya, hingga . edekah tersebu. menjadi besar seperti gunung. Ay (H. alBukhAr dan Musli. Dalam Syaru at-Tirmi, kata yurabb dijelaskan bermakna yuuAfieu wa yunamm . emelihara dan menumbuhka. 32 Konteks hadis ini menggambarkan bagaimana amal kecil yang ikhlas akan dikembangkan oleh Allah hingga bernilai besar, sebagaimana seekor anak unta yang dirawat hingga dewasa. Dengan demikian secara semantik, yurabb menunjukkan makna pengembangan bertahap dari sesuatu yang kecil menjadi Yarbuni . aA)Oa eaaIA a aAOua eIac aE aI aacUEacaca eIacO aIac IA. cacua aaE aacI eIaca eIacOa eaaIac aeOaaN eIA ca a a a a ea a a AOac cIOacA Artinya: AuSekiranya keturunan pamanku harus memimpin diriku, maka hal itu lebih aku sukai daripada dipimpin oleh orang lain. Ay Dalam Fatu al-BAr, kata yarubbAn diartikan sebagai yasdan . emimpin atau Konteks hadis ini menunjukkan bahwa yarubbAn dapat bermakna Aumengatur, memimpin, atau membimibng. Ay34 Dalam konteks pendidikan, makna ini menegaskan fungsi murabb . sebagai pemimpin dan pengarah dalam proses pembentukan kepribadian. Yurabb . aa A)Oa acA a UAacOacaIaOA a acEaacIacacE aOacO aacEIacA:AEA ca aacEeaEe aIacCa e aEacEaaNA a AacOOa aCA. a aACA c aa a a a ca acuaacIA:AEA a aAOIacaEa aIaacAa aC aNA AacE A 35aa Artinya: AuIbnu AoAbbAs berkata: AoDinamakan rabbAn karena mereka adalah orang yang bijaksana, berilmu, dan ahli fiqh. Ao Dikatakan pula: rabbAn adalah orang yang mendidik manusia dengan ilmu-ilmu kecil sebelum ilmu-ilmu besar. Ay (H. AlBukhari dari Ibnu Abba. Kata yurabb dalam hadis ini bermakna AumendidikAy . a'lm wa taAod. , dengan metode bertahap dan penuh hikmah. Ibnu al-'Arab menegaskan bahwa seseorang tidak disebut AoAlim rabbAn kecuali jika ia berilmu, mengajarkan ilmunya, dan Secara struktural, objek dari yurabb adalah an-nAs . , yang berarti konsep tarbiyah dalam konteks ini khusus diterapkan pada manusia dalam seluruh Dari keempat bentuk fi'l di atas . arubbu, yurabb, yarubbAn, dan yurabb an-nA. , dapat disimpulkan bahwa istilah tarbiyah dalam hadis mengandung beberapa makna Abdurrahman bin Abdurrahman Al-Mubarakfuri. Tuhfah Al-Ahwazi Bi Syarh al-Tirmizi (Beirut: Dar Al-Kutub Al-'Ilmiyah, t. , h. 263 (Beirut: Dar Al-Kutub Al-'Ilmiyah, t. th, n. Al-Bukhariy. Al-Jami. Al-Shahih (Sahih Bukhari. Juz. Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalaniy. Fath Al-Bariy Syath Shahih Al-Bukhariy, 8th ed. (Beirut: Dar Al-MaAorifah, t. th, n. Ahmad Ibn Ali Ibn Hajar Al-Asqalaniy. Fathul Bariy Syarh Shahihil Bukhariy Jilid V. (Kairo: Dar Al-Bayan Al-AoArabiy. , 2. 175 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. pokok, yaitu: . Pemeliharaan dan penjagaan . ife wa ri'Aya. Pengembangan dan pertumbuhan . Kepemimpinan dan pengarahan . iyAdah wa tawj. Pendidikan dan pengajaran bertahap . a'lm wa taAodb bit-tadarru. Dengan demikian, tarbiyah dalam hadis menggambarkan proses pemibnaan yang bertahap dan berkelanjutan, dari hal yang kecil menuju kesempurnaan, mencakup aspek fisik, intelektual, moral, dan spiritual. Dalam hal ini tarbiyah berfungsi membentuk pribadi yang integratif- cerdas secara intelektual, jernih secara spiritual, dan lurus secara moral sehingga peserta didik mampu menjalani kehidupannya dengan kesadaran ilahiah serta tanggung jawab sosial yang tinggi. Derivasi Ism (Kata Bend. dari Akar Kata Rabba (Aa. acA Selain dalam bentuk fiAol . ata kerj. , hadis juga menggunakan akar kata r-b-b dalam bentuk ism . yang memperkaya makna tarbiyah. Beberapa di antaranya sebagai berikut: Rabba . aA) aA 37caAEE aNI aacac aN aNaacE e aOaacEI aA Artinya: Ya Allah pemilik seruan yang sempurna ini (H. al-BukhA. Maknanya adalah AuTuhanAy atau AuPemilik. Ay Menurut An-NihAyah, kata rabb menunjukkan makna Aupemilik, pengatur, dan penyempurna. Ay38 Rabbi . aa A) a cA caA aOca aOA: caAOUEacOa aC eEacacEacEONacaacOEEIacEeOa aC eEA Artinya: Janganlah seseorang hamba sahaya mengatakan kepada tuan . nya Rabbi, tetapi hendaknya dia mengatakan sayyidi . (H. R Muslim dan Ahma. Hadis ini melarang seorang hamba memanggil tuannya dengan sebutan rabb (Tuhank. Makna rabb di sini adalah AupemilikAy atau Aupenguasa. Ay RabbuhA (A) aacaA Aac aNA ca AacA a acacOae Eaa aNA (Hadits tentang unta yang hilang: sehingga ditemukan oleh pemilikny. Wela Maryani et al. AuTarbiyah Dalam Perspekif Al-QurAoan: Analisis Semantik Terhadap Kata Rabb Dan Relevansinya Dengan Konsep Pendidikan Islam,Ay Imtiyaz: Jurnal Ilmu Keislaman 9, no. Al-Bukhariy. Al-Jami. Al-Shahih (Sahih Bukhari. Juz. Ibn Al-Atsir. Al-Nihayah Fi Gharib Al-Hadis (Beirut: Dar Al-Fikr, n. Muslim Bin Hajjaj Al-Qusyairy Al-Naisaburiy. Shahih Muslim. Juz. 4 (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, t. th, n. Ahmad Bin Hanbal. Musnad Al-Imam Ahmad, vol. 2 (Kairo: Dar Al-MaAorifah, 136AD). Ibn Al-Atsir. Al-Nihayah Fi Gharib Al-Hadis (Beirut: Dar Al-Fikr, n. 176 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. Maknanya: Auhingga ditemukan oleh pemiliknya. Ay Dalam konteks ini, rabbuhA berarti Aupemilik dan penjaga. Ay RabbAniyyn . aAOA a caA)acIaOA ca 41cacEOIOaccaIOIOacEIacACNA. caAIIacOacNEEacNaceOacOACNNacacEOIA Artinya: AuBarangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, maka Allah akan pahamkan agama baginya. jadilah kalian rabbaniyyin, hulama . , dan fuqahaAy (Muttafaqun Aoalaih. Dalam Fatu al-BAr, dijelaskan bahwa rabbAnyyn adalah nisbah kepada rabb, dengan tambahan alif dan nn yang memberi makna intensif . RabbAnyyn ialah orang-orang yang mendidik murid-muridnya dengan bertahap dari ilmu kecil menuju ilmu besar serta dikenal sebagai orang berilmu, beramal, dan pengajar. Dari seluruh derivasi di atas, baik dalam bentuk fii'l maupun isim, dapat disimpulkan bahwa makna semantik AutarbiyahAy dalam hadis mencakup lima inti makna, yaitu: . Menjaga dan memelihara . ife wa ri'Aya. , . Mengurus dan mengembangkan . anmiyah wa siyAna. , . Mendidik dan mengajarkan . a'lm wa taAod. , . Membimibng dan memimpin . aujh wa siyAda. , . Menyempurnakan dan menumbuhkan . akml wa inhmA. , dan . Melakukan pemibnaan bertahap . adarruj f at-ta'l. Dengan demikian, konsep tarbiyah dalam hadis menggambarkan suatu proses pendidikan dalam arti pemibnaan pembentukan manusia secara menyeluruh jasmani, akal, dan ruhani yang dilakukan dengan penuh kasih sayang, kebijaksanaan, dan bertahap menuju kesempurnaan insani. Analisis Makna Secara Semantik dan Relevansinya dalam Konteks Pendidikan Analisis semantik terhadap kata tarbiyah dalam hadis menunjukkan bahwa makna istilah ini tidak tunggal, melainkan memiliki lapisan makna yang berproses dari makna leksikal . menuju makna konseptual dan konseptual. Mulai dari akar kata aAea ca a aUA O aac a aAeaa a e aOAmengandung pengertian dasar tentang pemeliharaan, pertumbuhan, pengaturan, dan penyempurnaan secara bertahap hingga pada kata rabbAniyyn yang mengandung konsep dasar pros\es pendidikan yang bertahap serta sifat seorang guru yang Dalam konteks hadis, makna ini mengalami perluasan semantik yang meliputi dimensi moral, spiritual, sosial, dan intelektual. Secara semantik, istilah tarbiyah dalam hadis mengandung empat makna pokok yang saling berhubungan: Makna Pemeliharaan . ife wa ri'Aya. Beberapa hadis menggunakan derivasi kata seperti tarubbu dan yurabb yang menggambarkan tindakan memelihara dan menjaga, baik terhadap nikmat maupun terhadap makhluk. Dalam hadis tentang seorang lelaki yang mengunjungi saudaranya karena Allah, makna tarubbu dikaitkan dengan menjaga nikmat menunjukkan bentuk kasih sayang dan tanggung jawab terhadap sesuatu yang berharga. Dalam konteks pendidikan, makna ini menunjukkan tanggung jawab guru dan orang tua dalam menjaga fitrah Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalaniy. Fath Al-Bariy Syath Shahih Al-Bukhariy, 1st ed. (Beirut: Dar Al-MaAorifah, t. th, n. Ahmad Bin Hajar Al-Asqalani. Fath Al-Bariy Syarh Shahih Al-Bukhari, 1st ed. (Beirut: Dar AlMaAorifah, n. 177 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. anak agar tetap suci dan berkembang sesuai dengan potensi aslinya. Pemeliharaan ini bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup perlindungan moral dan spiritual. Pemaknaan tarbiyah dengan penekanan pada aspek riAoayah ini dianu oleh pakar dan praktisi tarbiyah Sayyid Muhammad Nuh dalam karyanya Manhaj Ahlis Sunnah wal JamaAoah bi Janibaihi Al-DaAowiy wa Al-Tarbawi. Beliau mendefinisikan tarbiyah aktivitas dengan beragam metode dan sarana yang tidak bertentangan dengan syariAoah dalam memelihara dan menjaga manusia hingga ia menjadi pemimpin di bumi dengan kepemimpinan yang . Makna Pengembangan dan Pertumbuhan . amAAo wa ziyAda. Derivasi kata raba Ae yarb yang berarti Aubertambah dan berkembangAy menunjukkan bahwa tarbiyah merupakan proses pertumbuhan yang bersifat progresif dan berkelanjutan. Dalam hadis tentang sedekah yang tumbuh di sisi Allah, kata yurabb digunakan untuk menggambarkan proses pertumbuhan yang berkelanjutan seperti anak unta yang dirawat hingga dewasa. Secara pedagogis, dimensi ini menegaskan bahwa tarbiyah bersifat progresif dan berkesinambungan . utanAmiyah wa mustamirra. Pendidikan harus memperhatikan tahap-tahap perkembangan peserta didik . t-tadarruj f at-ta'l. , mulai dari yang sederhana menuju kompleks, sebagaimana metode Rasulullah saw. dalam mendidik sahabat. Hal ini merupakan karakteristik khsus tarbiyah yang bertujuan meningkatkan kualitas individu dan Masyarakat Islam. Makna Pengasuhan dan Pembimibngan . aAodb wa ta'l. Dalam hadis tentang rabbAniyyn. Rasulullah saw. menegaskan pentingnya mendidik manusia Audengan ilmu yang kecil sebelum yang besar. Ay Di sini, yurabb bermakna mengajarkan dan menanamkan pengetahuan secara bertahap disertai pembentukan adab. Makna ini menunjukkan dimensi pedagogis dari tarbiyah, yaitu proses pembimibngan yang mengutamakan kebijaksanaan, keteladanan, dan Seorang pendidik rabbAn bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga mengarahkan, memibna, dan menanamkan nilai-nilai adab dalam diri peserta Dengan demikian dalam kerangka semantik, tarbiyah di sini mengandung unsur ta'lm . sekaligus taAodb . embentukan karakte. Pendidik rabbAn bukan sekadar pengajar, tetapi juga teladan moral yang membimibng peserta didik menuju kematangan spiritual dan intelektual. Makna Pengaturan dan Kepemimpinan (SiyAsah wa Tadb. Dimensi kepemimpinan dalam pendidikan Islam dapat ditelusuri melalui penggunaan kata yarubbAn dalam hadis yang bermakna yasdan . , serta derivasi kata rabbaAeyarubbu yang mencakup makna mengatur, memimpin, mengemudikan, mengendalikan, dan mengarahkan. Makna-makna ini mengisyaratkan bahwa tarbiyah tidak hanya berkaitan dengan proses pengajaran . a'l. dan pemibnaan . , tetapi juga mencakup aktivitas pengaturan dan kepemimpinan . iyAsah wa tadb. dalam seluruh aspek kehidupan pendidikan. Gagasan keterkaitan tarbiyah dengan kepemimpinan dan pengaturan ini dapat ditemukan secara sistematis dalam karya Ibnu Sina melalui kitab Al-SiyAsah. Dalam Sayyid Muhammad Nuh. Manhaj Ahlissunnah Wal JamaAoah Fi Qadhiyatit Taghyir Bi Janibaihi Ad-DaAowi Wat Tarbawiy. (Kairo: Darus Salam, 2. Maulana La Eda. Di Mihrab Tarbiyah (Makasar: CV. Arrahmah Sukses Berkah, 2. 178 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. karya tersebut. Ibnu Sina menggunakan istilah siyAsah bukan dalam pengertian politik praktis, tetapi sebagai konsep pengelolaan, pengaturan, dan pemibnaan manusia secara menyeluruh. 45 Ia memetakan proses tarbiyah ke dalam beberapa bentuk siyAsah berikut: . SiyAsat al-Rajul Nafsahu, pemibnaan diri atau tarbiyah zAtiyyah,46yaitu bagaimana seseorang mengatur diri, akhlak, kebiasaan, dan perilakunya sehingga layak menjadi pendidik bagi dirinya sendiri. SiyAsat al-Rajul Dakhlahu, pengaturan harta atau tarbiyah mAliyah, yakni pendidikan literasi finansial dan pengelolaan ekonomi keluarga. SiyAsat al-Rajul Waladah pendidikan anak . arbiyat al-aulA. , yaitu pengaturan seluruh aspek perkembangan anak, mulai dari aspek fisik, akhlak, intelektual, hingga sosial. SiyAsat al-Rajul Ahlah pemibnaan keluarga . arbiyah usariyya. , terutama terkait peran suami dalam memimpin, menjaga, dan mengembangkan potensi istrinya, dan . SiyAsat al-Rajul Khadamah pengaturan dan pemibnaan terhadap asisten rumah tangga, yang mencerminkan tanggung jawab moral dan sosial dalam lingkup rumah tangga. Dengan demikian, tarbiyah dalam perspektif siyasah wa tadbir tidak terbatas pada proses instruksional di ruang kelas, tetapi mencakup dimensi kepemimpinan, pengaturan, dan pengelolaan seluruh aspek kehidupan manusia. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan dalam Islam adalah proses komprehensif yang menuntut adanya figur pendidik yang mampu memimpin, mengelola, dan mengarahkan peserta didik menuju kesempurnaan akhlak, kematangan intelektual, dan keseimbangan kehidupan. Dengan demikian, secara semantik tarbiyah dalam hadis menggambarkan proses dinamis yang mencakup pemeliharaan, pengembangan, pembimibngan, dan penyempurnaan manusia secara integral. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara aspek spiritual . , intelektual (Aoaq. , dan moral (Aoakhla. Dalam konteks pendidikan modern, relevansi makna semantik tarbiyah dapat ditemukan dalam tiga ranah utama: . Ranah Filosofis: Pendidikan bukan hanya proses transfer pengetahuan, tetapi juga proses penumbuhan potensi menuju kesempurnaan moral dan spiritual. Ranah Kurikuler: Kurikulum ideal dalam perspektif tarbiyah harus mencakup unsur pengembangan iman, akhlak, dan keterampilan hidup secara proporsional. Ranah Metodologis: Proses belajar harus bersifat bertahap, dialogis, dan berbasis keteladanan sebagaimana prinsip tadarruj dan uswah uasanah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dengan demikian, makna semantik tarbiyah dalam hadis menegaskan bahwa pendidikan dalam Islam adalah proses multidimensi yang tidak dapat dipisahkan dari aspek moral, spiritual, dan sosial Iskandar Iskandar. Azwar Azwar, and Samsuddin Samsuddin. AuKonsep Pembinaan Manusia: Telaah Pemikiran Ibnu Sina . -428 H) Dalam Kitab al-SiyAsah,Ay Jurnal Cendekia Media Komunikasi Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Islam 16, no. 01 (March 23, 2. : 127Ae48, doi:10. 37850/cendekia. Al-AoAidan. Al-Tarbiyah al-Dzatiyah (Dubai: DAr al-Waqar al-AoIlmiyah, 2. Iskandar Iskandar. Azwar Azwar, and Samsuddin Samsuddin. AuKonsep Pembinaan Manusia: Telaah Pemikiran Ibnu Sina . -428 H) Dalam Kitab al-SiyAsah,Ay Jurnal Cendekia Media Komunikasi Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Islam 16, no. 01 (March 23, 2. : 127Ae48, doi:10. 37850/cendekia. 179 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. Implikasi Konseptual dan Implementatif Makna Tarbiyah dalam Pendidikan dan Pembelajaran Pemaknaan tarbiyah sebagaimana tergambar dalam hadis Nabi saw. konsekuensi langsung terhadap bagaimana pendidikan Islam seharusnya dipahami dan Dimensi-dimensi semantik tarbiyah pemeliharaan, pengembangan, pembimibngan, dan kepemimpinan menunjukkan bahwa pendidikan bukan sekadar proses pengajaran . a'l. , tetapi sebuah proses pembentukan manusia secara menyeluruh . akwn al-insAn al-kAmi. Dalam konteks pendidikan dan pembelajaran modern, nilainilai tarbiyah ini dapat diimplementasikan dalam beberapa aspek berikut: Implikasi Filosofis: Pendidikan sebagai Proses RabbAnyah (Epistemologis. Ontologis, dan Aksiologi. Makna tarbiyah dalam hadis Nabi saw. tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga memiliki dimensi filosofis yang mendalam. Ia memuat pandangan menyeluruh tentang hakikat pengetahuan . , hakikat manusia . , dan tujuan akhir pendidikan . Ketiganya saling terkait dan membentuk kerangka berpikir pendidikan Islam yang bersumber dari konsep arRabbAiTuhan sebagai sumber ilmu, pengatur, dan penyempurna makhluk. Aspek Epistemologis: Sumber dan Proses Perolehan Ilmu Dalam perspektif tarbiyah, ilmu (Aoil. tidak semata hasil rasionalitas manusia, tetapi merupakan anugerah . dari Allah yang diperoleh melalui proses pengajaran . aAol. dan pembimibngan . adbr rabbA. Hadis tentang yurabb an-nAs bi ighAr al-Aoilm qabla kibArihi menunjukkan bahwa proses pendidikan adalah gradual dan berlandaskan wahyu serta pengalaman. Epistemologi tarbiyah menolak dikotomi antara ilmu agama dan ilmu dunia, karena keduanya bersumber dari satu realitas ilahiah . l-uaq. Oleh sebab itu, proses pendidikan Islam harus menempatkan wahyu . l-QurAoan dan Sunna. sebagai sumber utama ilmu, dan akal serta pengalaman sebagai instrumen pengembangan ilmu. 48 Ini sejalan dengan paradigma taAoallum rabbAn bahwa aktivitas belajar adalah bagian dari ibadah dan jalan menuju maAorifatullah. Implikasi praktisnya adalah sistem pendidikan berbasis tarbiyah menuntut integrasi antara ilmu naqli dan ilmu Aoaqli dalam kurikulum, serta pembelajaran yang menumbuhkan kesadaran epistemik bahwa segala ilmu bersumber dan berorientasi kepada Allah Aspek Ontologis: Hakikat Manusia sebagai Makhluk RabbAn Ontologi tarbiyah berpijak pada pandangan bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk yang memiliki potensi fitrah menuju kesempurnaan (QS. At-Tn: Dalam hadis-hadis tentang tarbiyah, manusia dipandang sebagai entitas yang perlu dijaga . iAoAya. , ditumbuhkan . , dan disempurnakan . Dengan demikian, hakikat manusia dalam pendidikan Islam bukanlah sekadar Samsuddin et al. AuThe Concept of Knowledge Transmission in Ibn TaimiyahAos Thought: A Study of Revelation. Reason, and the Senses as Knowledge Channels in Islam. ,Ay Islamic Studies in the World 1, no. : 68Ae82. Abdurrahman. Nurwahida, and Samsuddin. AuKonsep Pendidikan Adab Dalam Kitab TaAolim AlMutaAoallim Karya Imam Al-Zarnuji: Kajian Literatur: The Concept of Adab Education in the Book of TaAolim Al-MutaAoallim by Imam Al-Zarnuji: Literature Review,Ay TARBIYAH: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran 1, no. : 182Ae201. 180 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. AuobjekAy pengajaran, tetapi AusubjekAy yang aktif bertumbuh di bawah bimibngan Tuhan dan pendidik. Manusia dalam tarbiyah adalah makhlq mutaAoallim ciptaan yang berpotensi belajar, berkembang, dan mendekat kepada kesempurnaan insani . l-insAn al-kAmi. Oleh sebab itu, pendekatan pendidikan harus menghormati keunikan fitrah, tahap perkembangan, dan kebebasan berpikir peserta didik sebagai bagian dari proses menjadi insan rabbAn. Implikasi praktis dari konsep ini adalah paradigma tarbiyah mengharuskan pendekatan pendidikan yang humanistik-teosentris, yaitu menghargai potensi fitrah manusia sambil menuntunnya menuju pengabdian kepada Allah. Guru tidak sekadar pengajar, tetapi pembimibng spiritual dan moral yang berperan seperti murabb dalam arti Aspek Aksiologis: Tujuan Akhir dan Nilai Pendidikan Aksiologi tarbiyah menekankan bahwa tujuan pendidikan adalah tercapainya al-insAn ar-rabbAnAimanusia yang berilmu, beradab, dan berorientasi pengabdian kepada Allah. Dalam hadis, nilai-nilai seperti riAoAyah . , tazkiyah . , dan taAodb . embentukan ada. merupakan manifestasi dari orientasi nilai ini. Pendidikan tidak hanya mengantarkan pada pengetahuan, tetapi juga pada kebajikan moral dan spiritual. Dengan demikian, nilai dasar dalam sistem tarbiyah bersifat transendental: segala aktivitas pendidikan harus memiliki orientasi ibadah . urbah ilA AllA. dan kemaslahatan . alauah al-insA. Nilai-nilai etis seperti amanah, kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab menjadi bagian integral dari praktik Implikasi praktis dari aspek ini pendidikan yang berpijak pada aksiologi tarbiyah harus membangun budaya sekolah yang bernilai rabbAn di mana tujuan akhir dari belajar bukanlah sekadar kompetensi profesional, tetapi pembentukan kepribadian yang beradab, beriman, dan bermanfaat bagi sesama. tarbiyah merupakan model pendidikan yang komprehensif, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang efektivitasnya halaqah terletak pada komibnasi aspek spiritual, moral, sosial, dan akademik. Sehingga tarbiyah tidak hanya melahirkan generasi berilmu, tetapi juga berakhlak, berdisiplin, dan memiliki komitmen sosial yang kuat. Dengan kerangka tiga dimensi filosofis ini, tarbiyah tampil bukan hanya sebagai konsep pendidikan religius, tetapi sebagai sistem filsafat pendidikan yang utuh. memberikan arah bagi epistemologi . agaimana ilmu diperoleh dan diajarka. , ontologi . iapa manusia yang dididi. , dan aksiologi . engapa pendidikan dilakuka. Dengan demikian pendidikan yang berlandaskan tarbiyah harus mampu mengintegrasikan wahyu Rahmawati. Samsuddin, and Ade Wahidin. AuPeran Guru PAI Dalam Membina Etika Digital Siswa Di Era Media Sosial,Ay Al Irfan: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Penelitian 1, no. 2 (October 30, 2. 108Ae18, doi:10. 64877/alirfan. Abdurrahman. Samsuddin, and Maya Rahendra. AuEfektivitas Halaqah Tarbiyah Dalam Membina Pemahaman Keberagamaan Siswa di Sekolah Al-QurAoan Wahdah Islamiyah,Ay Al-Gazali Journal of Islamic Education 4, no. 181 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. dan akal, memuliakan fitrah manusia sebagai makhluk belajar, serta menumbuhkan nilainilai moral dan spiritual dalam seluruh aspek pembelajaran. Implikasi Psikologis: Pendidikan sebagai Proses Pertumbuhan Jiwa dan Kepribadian Dimensi psikologis dari konsep tarbiyah dalam hadis menegaskan bahwa pendidikan adalah proses pertumbuhan . amAA. dan pengembangan . yang berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan, sesuai dengan kodrat dan fitrah Dalam hadis-hadis yang menggunakan kata yurabb dan tarubbu, tampak adanya prinsip bahwa setiap perubahan dan perkembangan manusia harus melalui proses yang penuh kasih sayang, pemeliharaan, dan kesabaran. Secara psikologis, prinsip ini sejalan dengan teori perkembangan dalam psikologi modern yang menekankan pentingnya tahapan, pengulangan, dan interaksi sosial dalam pembentukan kepribadian. Namun, tarbiyah menawarkan pendekatan yang lebih spiritual: perkembangan manusia tidak hanya diukur dari aspek kognitif dan emosional, tetapi juga dari kematangan ruhani dan moral. Karena pendidikan Islam lebih dari sekadar proses transfer pengetahuan melainkan penekanan pada transformasi karakter melalui nilai-nilai etika dan moral. 53 Konsep at-tadarruj f at-taAolm . ertahap dalam pendidika. yang muncul dalam hadis tentang rabbAnyyn menegaskan pentingnya penyesuaian metode pendidikan dengan tingkat kematangan psikologis peserta didik. Rasulullah saw. tidak membebani sahabat dengan kewajiban atau pengetahuan yang belum mereka mampu pahami. Hal ini mengajarkan prinsip bahwa setiap jiwa tumbuh sesuai ritme dan kapasitasnya masing-masing. Selain itu, dimensi psikologis tarbiyah juga menekankan keseimbangan antara unsur rasional (Aoaq. , emosional . , dan spiritual . Ketiganya harus dipelihara secara harmonis agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang stabil, tenang, dan memiliki orientasi hidup yang benar. Hal ini sejalan dengan konsep Hasan Langgulung yang menyatakan bahwa pendidikan Islam harus menyentuh dan menata seluruh aspek dan dimensi, dan unsur yang terdapat dalam diri manusia, baik jiwa, fisik, maupun akal. Menurutnya pendidikan Islam haruslah bersifat utuh, ini bermakna ia haruslah prihatin atas segala aspek manusia: badan, jiwa, akal dan rohnya. Proses pendidikan yang mengabaikan salah satu unsur ini akan menghasilkan ketimpangan perkembangan kepribadian. Implikasi praktis dari aspek ini, pendidikan Islam harus berorientasi pada pengembangan kepribadian utuh . yakhiyyah kAmila. , bukan sekadar kecerdasan akademik. Selain itu Guru perlu memahami tahapan perkembangan psikologis peserta didik serta menggunakan pendekatan penuh kasih sayang . i'Ayah wa rauma. Dalam konteks ini guru hendaknya menciptakan Iskandar et al. AuSaluran Ilmu Menurut Ibnu Taimiyah Dan Relevansinya Dengan Pembaharuan Pemikiran Islam di Era Post-Truth,Ay JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN 11, no. 2 (December 21, 2. 120Ae40, doi:10. 56406/jkim. Abdurrahman. Nurwahida, and Samsudin. AuKonsep Pendidikan Adab Dalam Kitab TaAolim alMutaAoallim Karya Imam al-Zarnuji: Kajian Literatur. ,Ay Abdurrahman. Nurwahida, & Samsuddin. 1, no. : 183. S Samsuddin. J Idharudin, and A Agusman. AuDasar-Dasar Pendidikan Islam Perspektif Hasan Langgulung Dan Relevansinya Di Era Disrupsi: The Fundamentals of Islamic Education from Hasan LanggulungAos Perspective and Its Relevance in the Era of Disruption,Ay DIRASAH: Jurnal Kajian Islam 2, 1 . : 202Ae23. 182 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. pembelajaran yang menumbuhkan motivasi intrinsic peserta didik, di mana peserta didik merasa terlibat dan memiliki peran aktif terhadap proses pembelajaran mereka. Demikian pula evaluasi pendidikan hendaknya tidak hanya menilai hasil kognitif, tetapi juga pertumbuhan spiritual dan moral peserta didik. Implikasi Pedagogis: Metode. Peran Guru, dan Pola Pembelajaran Dalam dimensi pedagogis, makna semantik tarbiyah memberikan dasar konseptual yang sangat kuat untuk membangun model pengajaran Islami. Dari akar katanya rabba, yarubbu, yurabb tergambar fungsi pendidik sebagai murabb, yaitu sosok yang tidak hanya mengajar . u'alli. , tetapi juga memibna, menuntun, dan 56 Hadis tentang rabbAnyyn menggambarkan metode pengajaran Rasulullah saw. yang bertahap dan penuh kebijaksanaan: Auyurabb an-nAs bi ighAr alAoilm qabla kibArihiAy mendidik manusia dengan ilmu-ilmu kecil sebelum yang besar. Ini menunjukkan bahwa prinsip pedagogis dalam tarbiyah adalah tadarruj . , taAolm . ransfer ilm. , taAodb . embentukan ada. , dan uswah uasanah . Dalam praktiknya, metode tarbiyah nabawiyyah . endidikan profeti. mencakup empat pendekatan utama: . Pendekatan Dialogis (HiwA. : Rasulullah saw. mengajar melalui dialog dan pertanyaan reflektif, sehingga peserta didik aktif berpikir dan memahami makna, bukan sekadar menghafal. Pendekatan Keteladanan (Uswa. Nabi saw. menjadi model akhlak dan perilaku. Dalam konteks tarbiyah, keteladanan adalah metode utama pembentukan karakter. Pendekatan Tadarruj (Bertaha. : Setiap perintah dan pelajaran diberikan secara gradual sesuai kesiapan mental dan spiritual peserta didik. Ini menjadi dasar bagi prinsip curriculum progression dalam pendidikan . Pendekatan Tazkiyah (Penyucia. : Pendidikan bukan hanya pengajaran intelektual, tetapi juga proses penyucian jiwa dari sifat-sifat tercela melalui pembiasaan ibadah, dzikir, dan pengendalian diri. 57 Dalam konteks ini dimensi pedagogis tarbiyah menempatkan pendidik sebagai murabb rabbAnAiseorang pemimpin moral dan spiritual yang menjalankan fungsi riAoAyah, tadbr, dan tazkiyah dalam proses belajar-mengajar. bukan sekadar fasilitator kognitif, tetapi penuntun jiwa dan pembimibng akhlak. Implikasi praktisnya pada proses belajar harus mengintegrasikan aspek pengetahuan, adab, dan spiritualitas. Sedangkan pada aspek pendidik guru sebagai murabb harus menjadi teladan dan pembimibng yang mampu menumbuhkan keimanan Nafisah. Nurfaidah, and A Maulida. AuAspek Pendukung Perkembangan Peserta Didik Dan Implikasinya Dalam Proses Pembelajaran,Ay As-Sulthan Journal of Education 1, no. : 731. S Samsuddin. A Abdurrahman, and A. M Yusup. AuInternalisasi Karakter Religius Melalui Halaqah Tarbiyah: Studi Persepsi Siswa Di SMA Al-QurAoan Wahdah Islamiyah,Ay Al-Mujaddid: Jurnal Ilmu-Ilmu Agama 7, no. : 25Ae42. S Samsudiin. AuThe Role of MusyrifAos DaAowah Communication in Enhancing StudentsAo Worship Awareness at Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah,Ay IJCRE-International Journal of Culture. Religion, and Education 1, no. : 63Ae75. Samsuddin and Kasman Bakry. AuMetode Pendidikan Akhlak Perspektif Hadis: Telaah Kitab Adab auu Al-BukhAr,Ay JawamiAoul Kalim: Jurnal Kajian Hadis 1, no. : 38Ae57. J Idharudin and B. N Azizah. AuTransformasi Karakter Religius Santri Melalui Halaqah Tarbiyah: Analisis Peran Murabbi Dan Internalisasi Nilai 5M Wahdah Islamiyah Di Pesantren Tahfidz: Transforming Religious Character through Halakah Tarbiyah: The Role of Murabbi and the Implementation of the 5M,Ay AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam Dan Bahasa Arab, 4, no. : 697Ae712. Iskandar et al. AuTransformasi Karakter Religius Santri Melalui Halaqah Tarbiyah: Analisis Peran Murabbi Dan Internalisasi Nilai 5M Wahdah Islamiyah Di Pesantren Tahfidz,Ay AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam Dan Bahasa Arab 4, no. 6 (November 28, 2. : 697Ae712, doi:10. 36701/al-qiblah. 183 | Ahmad Syaripudin. Samsuddin. Ali Maulida. Iskandar Analisis Semantik terhadap Kata Tarbiyah dan Derivasinya dalam Hadis: Implikasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran JAWAMIAoUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. No. : 167-186 doi: 10. 36701/jawamiulkalim. serta akhlak peserta didik. Sementara pada aspek pembelajaran hendaknya berorientasi pada pengalaman nyata, keteladanan, dan internalisasi nilai, bukan hanya transmisi Dengan demikian dari aspek filosofis, psikologis, dan pedagogis, konsep tarbiyah dalam hadis Nabi saw. menunjukkan bahwa pendidikan Islam adalah proses komprehensif yang menumbuhkan manusia secara menyeluruh jiwa, akal, dan akhlak dengan bimibngan Ilahi. Pendidikan bukan sekadar instrumen sosial, melainkan amanah rabbAn untuk menumbuhkan fitrah manusia menuju kesempurnaan insani . l-insAn alkAmi. KESIMPULAN Makna semantik tarbiyah dalam hadis mencakup lima dimensi utama: . Menjaga dan memelihara . ife wa ri'Aya. , . Mengurus dan mengembangkan . anmiyah wa siyAna. , . Mendidik dan mengajarkan . a'lm wa taAod. , . Membimbing dan memimpin . aujh wa siyAda. , . Menyempurnakan dan menumbuhkan . akml wa inhmA. , dan . Melakukan pemibnaan bertahap . adarruj f at-ta'l. Derivasi kata tarbiyah dalam hadis . eperti: yurabb, tarubbu, yarubbAn, dan rabbAniyy. menunjukkan bahwa tarbiyah merupakan proses pendidikan yang komprehensif, tidak terbatas pada pengajaran, tetapi mencakup pemibnaan karakter dan pengembangan fitrah manusia. Implikasi tarbiyah terhadap pendidikan Islam meliputi arah tujuan pendidikan yang holistik, kurikulum yang integratif berbasis nilai rabbani, proses pembelajaran yang bertahap dan berketeladanan, serta penegasan peran guru sebagai murabb yang membimibng dan menumbuhkan potensi peserta didik. DAFTAR PUSTAKA