IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies – Vol.3, No.02, (2022), pp. 149-162 HUBUNGAN KESIAPAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV SDN 013 SUKAMAJU KECAMATAN SINGINGI HILIR 1Eka Kumalah Sari*, 1Siti Quratul Ain 1 Universitas Islam Riau, Indonesia *Corresponding Email: ekakumalahsari16@student.uir.ac.id Diterima: 17 Maret 2022 | Direvisi: 18 Mei 2022 | Disetujui: 09 Juli 2022 Abstract. Readiness to learn will affect the learning outcomes obtained by students. But the fact is that not all grade IV learning outcomes at SDN 013 Sukamaju, Singingi Hilir District, who have good learning readiness, finally get good Mathematics learning outcomes. So that it raises the question of whether there is a significant relationship between learning readiness and learning outcomes for fourth grade Mathematics at SDN 013 Sukamaju, Singingi Hilir District. This study aims to determine whether or not there is a significant relationship between learning readiness and mathematics learning outcomes for grade IV SDN 013 Sukamaju, Singingi Hilir District. This research is a descriptive quantitative research. The data collection technique used was in the form of a questionnaire/questionnaire given by 56 respondents containing statements or questions to be answered by students whose contents were students' readiness to learn Mathematics for grade IV SDN 013 Sukamaju, Singingi Hilir District and documentation of learning outcomes. Determination of the sample in this study using a saturated sample technique because all members of the population are used as samples in this study. Data analysis was carried out using the help of computer calculations with SPSS version 24 for windows. The results showed that there was a significant relationship between learning readiness and mathematics learning outcomes for Grade IV SDN 013 Sukamaju, Singingi Hilir District. In addition, the development of readiness is the most influential indicator of learning outcomes. Keywords: readiness to learn; mathematics learning outcomes Abstrak. Kesiapan belajar akan mempengaruhi hasil belajar yang diperoleh siswa. Namun faktanya tidak semua hasil belajar kelas IV SDN 013 Sukamaju Kecamatan Singingi Hilir yang memiliki kesiapan belajar yang baik, akhirnya mendapatkan hasil belajar Matematika yang baik pula. Sehingga menimbulkan pertanyaan apakah ada hubungan yang signifikan kesiapan belajar dengan hasil belajar Matematika kelas IV SDN 013 Sukamaju Kecamatan Singingi Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikan atau tidaknya hubungan kesiapan belajar dengan hasil belajar matematika kelas IV SDN 013 Sukamaju Kecamatan Singingi Hilir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriftif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket/kuesioner yang berikan oleh 56 respondent berisi pernyataan atau pertanyaan yang akan dijawab oleh peserta didik yang isinya kesiapan belajar Matematika siswa kelas IV SDN 013 Sukamaju Kecamatan Singingi Hilir dan dokumentasi hasil belajar. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh karena semua anggota populasi digunakan sebagai sampel pada penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan perhitungan komputer dengan SPSS versi 24 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan Copyright (c) 2022, Author 149 Hubungan Kesiapan Belajar dengan Hasil …………. belajar dengan hasil belajar Matematika Kelas IV SDN 013 Sukamaju Kecamatan Singingi Hilir. Selain itu perkembangan kesiapan adalah indikator yang paling berpengaruh terhadap hasil belajar. Kata Kunci: kesiapan Belajar; hasil belajar Matematika PENDAHULUAN Pendidikan adalah sesuatu yang dapat mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi lebih baik sehingga ada perubahan perilaku individu maupun kelompok dari jasmani dan rohani yang dapat memungkinkan tercapainya sebuah kesempurnaan. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pasal 1 ayat (1) dijelaskan bahwa pendidikan “sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik mampu secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri dan kepribadian, kecerdasaan akhlak mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”. Pendidikan diharapakan mampu meluaskan sumber daya manusia untuk perubahan suatu bangsa kearah yang lebih baik lagi. Suatu keberhasilan pendidikan ditentukan oleh bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan. Pendidikan juga tidak lepas dari kata belajar. Belajar merupakan suatu proses kegiatan yang memperoleh ilmu pengetahuan, pengalaman, dan tingkah laku yang ditimbulkan melalui praktik atau latihan. Belajar adalah proses kegiatan yang menggunakan faktor yang sangat mendasar dalam penyelengaraan setiap jenis dan tingkat pendidikan (Isti’adah, 2020). Hal ini bahwa berhasil atau tidaknya pencapaian pendidikan itu tergantung pada proses belajar yang dilakukan peserta didik baik di sekolah ataupun di lingkungan masyarakat atau di rumah sendiri. Dengan belajar dapat membangun sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kreatifitas, pengetahuan, pengalaman dan keterampilan. Belajar akan menimbulkan terjadinya perubahan diri pada peserta didik yang belajar. Perubahan dalam hal tersebut yaitu perubahan aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Perubahan dalam aspek kognitif salah satunya yaitu dapat di pengaruhi oleh kesiapan belajar siswa. Perubahan-perubahan ini merupakan kegiatan belajar yang diinginkan, oleh karena itu dapat dikatakan perubahan yang diinginkan akan menjadi tujuan dari proses pembelajaran. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut maka seseorang harus memiliki kesiapan belajar. 150 IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol.3, No.02, 2022 IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies – Vol.3, No.02, (2022), pp. 149-162 Kesiapan belajar adalah kondisi awal dalam kegiatan belajar mengajar yang membuat peserta didik dalam keadaan siap untuk menunjukkan kemampuan, pengetahuan dan pengalaman yang ada pada diri peserta didik tersebut. Kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran akan mendorongnya untuk menyesuaikan diri atas kondisi pada kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Kesiapan belajar mewujudkan peserta didik mampu merespon proses belajar mengajar. Kesiapan adalah keseluruhan kondisi individu untuk mencapai dan mempraktikkan suatu kegiatan sikap yang memuat mental, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki peseta didik dan dipersiapkan saat melakukan kegiatan tertentu (Pranoto, 2020). Kondisi peserta didik yang mempunyai kesiapan menerima pelajaran dari guru, berusaha untuk merespon pertanyaan-pertanyaan atau perintah yang diberikan oleh guru dalam proses pembelajaran. Agar dapat memberikan jawaban yang benar, peserta didik harus mempunyai pengetahuan yang luas dengan cara membaca dan mempelajari materi yang akan diajarkan oleh guru. Dengan adanya kesiapan belajar, peserta didik akan termotivasi untuk mengoptimalkan hasil belajarnya. Peserta didik yang memiliki kesiapan belajar akan memperhatikan dan mengingat apa yang telah diajarkan oleh guru. Kondisi peserta didik tersebut adalah kondisi fisik dan psikisnya, sehingga untuk mencapai tingkat kesiapan yang maksimal diperlukan kondisi fisik dan psikis yang saling menunjang kesiapan individu tersebut dalam proses pembelajaran. Proses usaha perubahan perilaku dilakukan individu untuk mencapai sebuah tujuan belajar yang biasa disebut dengan hasil belajar. Tercapainya suatu tujuan pembelajaran membuktikan bahwa peserta didik berhasil dalam proses belajarnya. Keberhasilan peserta didik dalam belajar dapat diukur dari hasil belajar yang telah dicapai peserta didik tersebut. Hasil belajar adalah suatu perubahan peserta didik menjadi lebih baik melalui proses belajar mengajar dalam waktu tertentu. Hasil belajar siswa adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik melalui proses kegiatan belajar (Susanto (dalam Mathoriyah), 2020)). Dalam pendidikan formal belajar menentukan adanya perubahan sehingga pada tahap akhir akan didapat keterampilan, kecakapan dan pengetahuan yang baru. Hasil proses belajar terlihat dari hasil belajarnya. Untuk melihat hasil belajar perlu dilakukan sebuah evaluasi yang dilakukan secara teratur. Pelaksanaan evaluasi bertujuan untuk melihat hasil belajar secara kuantitatif yang diperoleh peserta didik. Perolehan hasil belajar dapat diketahui tingkat kemajuan yang telah dicapai peserta didik setelah proses belajar. Copyright (c) 2022, Author 151 Hubungan Kesiapan Belajar dengan Hasil …………. Peserta didik yang mempunyai masalah dengan hasil belajarnya merupakan peserta didik yang kurang suka dengan materi yang diajarkan oleh guru atau cara mengajar guru tersebut. Sehingga guru harus menerapkan model pembelajaran yang inovatif supaya peserta didik tidak cepat merasa bosan dalam proses pembelajaran tersebut dan guru harus memberikan motivasi sehingga peserta didik bersemangat untuk belajar. Peserta didik yang kurang tertarik dengan pembelajaran cenderung tidak menyimak materi yang disampaikan oleh guru, melakukan aktifitas lain yang membuat peserta didik tersebut senang. Hal tersebut membuat peserta didik tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dengan tepat waktu. Kesiapan berhubungan dengan kegiatan yang bersifat individu, artinya kegiatan yang dilakukan peserta didik yang satu berbeda dengan yang dilakukan oleh peserta didik lainnya. Peserta didik yang tidak memiliki kesiapan belajar cenderung membuktikan hasil belajar yang rendah, sebaliknya peserta didik yang memiliki kesiapan belajar cenderung memiliki hasil belajar yang maksimal. Jadi tinggi rendahnya hasil belajar ditentukan oleh kesiapan yang dimiliki peserta didik tersebut dalam proses pembelajaran (Hastria, dkk, 2017). Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 03 November 2021 dengan guru kelas IV SDN 013 Sukamaju Kecamatan Singingi Hilir, diperoleh informasi bahwa pada masa pandemi covid-19 seperti pada saat ini, proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka terbatas. Selain itu, diperoleh informasi bahwa pada proses pembelajaran berlangsung kesiapan belajar peserta didik berkurang dikarenakan alokasi waktu tatap muka terbatas yang kurang efektif sehingga hal ini mengakibatkan kurangnya motivasi guru dalam mengajar seperti kurangnya guru menggunakan model pembelajaran di kelas. Hal ini sangat mempengaruhi ketidaktercapaian materi pelajaran yang berdampak pada kesulitan dalam penguasaan materi matematika, kesadaran untuk berlatih dan belajar siswa kurang. Menurunnya kemauan peserta didik untuk belajar sangat mempengaruhi hasil belajarnya. Beberapa siswa yang hasil belajarnya kurang optimal merupakan siswa yang mempunyai masalah pada proses belajar mengajar. Berdasarkan informasi yang didapatkan, diketahui rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan materi pecahan. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah adalah 75. Namun, kenyataannya di kelas IVA yang berjumlah 28 terdapat 13 siswa atau 46,43% yang mencapai KKM. Kemudian kelas IVB yang berjumlah 28 siswa terdapat 9 siswa atau 32,14% yang mencapai KKM. 152 IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol.3, No.02, 2022 IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies – Vol.3, No.02, (2022), pp. 149-162 Kesiapan belajar sebelum proses pembelajaran di kelas itu sangat penting dan bermanfaat, karena faktor-faktor penentu kesiapan belajar akan terpenuhi seperti pengetahuan, kematangan, kesesuaian, sikap emosional, pengalaman, dan penyesuaian diri. Jika sebelum dimulainya proses pembelajaran siswa memiliki kesiapan yang baik, tentunya akan meningkatkan adanya interaksi antara peserta didik dan guru. Hal ini menyatakan bahwa dengan ada kesiapan dalam belajar diharapkan siswa akan menjadi lebih aktif selama proses belajar mengajar (Afandi & Zuraidah, 2020). Terdapat pengaruh positif kesiapan belajar terhadap prestasi belajar matematika berdasarkan indeks determinasi sebesar 0,1 yang berarti kesiapan belajar memengaruhi sebanyak 10% (Syahputra (dalam Sukma dkk, 2021). Berdasarkan permasalahan yang dipaparkan di atas, peneliti mencoba melakukan penelitian tentang hubungan kesiapan belajar dengan hasil belajar matematika siswa untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan kesiapan belajar dengan hasil belajar. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang lebih memerlukan analisisnya pada angka yang diperoleh dengan metode statistika. Kuantitatif deskriptif adalah jenis penelitian yang dipergunakan untuk menganalisis data dengan menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Penelitian deskripsi adalah metode penelitian yang proses pengumpulan data mengharuskan peneliti untuk menghasilkan deskripsi mengenai fenomena sosial yang diteliti (Trisnomurti dan Ibda, 2021). Melalui data deskriptif tersebut, peniliti berupaya mengidentifikasi mengapa, apa, dan bagaimana fenomena yang sedang terjadi. Penelitian ini bersifat korelasional. Penelitian korelasi atau penelitian korelasional adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk melihat tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa mengadakan perubahan, tambahan atau manipulasi tentang data yang sudah ada (Arikunto (dalam Bastari, 2018). Teknik untuk penarikan sampel dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh karena semua anggota populasi digunakan sebagai sampel pada penelitian ini. Berdasarkan populasi dalam penelitian ini sebanyak 56 populasi atau respondent, maka Copyright (c) 2022, Author 153 Hubungan Kesiapan Belajar dengan Hasil …………. sampel pada penelitian ini sebanyak 56 sampel atau respondent, respondent ini akan melakukan pengisian angket yang peneliti berikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: Angket/Kuesioner, dan Dokumentasi. Angket yang berisi pernyataan atau pertanyaan yang akan dijawab oleh peserta didik yang isinya kesiapan belajar Matematika siswa kelas IV SDN 013 Sukamaju Kecamatan Singingi Hilir. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian a. Data Kesiapan Belajar Siswa Berdasarkan data angket kesiapan belajar siswa di atas dapat diketahui bahwa jumlah item soal pada angket yakni sebanyak 20 item soal yang dinyatakan valid. Adapun item soal yang memiliki skor tertinggi yaitu pada item soal nomor 6. Adapula beberapa item soal yang ekstrim (yang memiliki jumlah nilai skor angket terendah) yaitu ada 2 item soal yakni item soal nomor 10 dan nomor 12. Selanjutnya, siswa yang memiliki skor tertinggi adalah siswa yang berinisial AFU dengan jumlah skor 100, sedangkan siswa yang memiliki skor terendah adalah siswa yang berinisial AH dan HQ dengan jumlah skor 60. Kemudian, untuk mengetahui berapa presentase siswa yang menjawab kesiapan belajarnya maka dapat dibuat tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: Tabel 1. Tabel Distribusi Frekuensi No Interval Kelas Frekuensi Persentase 1 60-66 3 5,26% 2 67-73 4 7,02% 3 74-80 16 28,07% 4 81-87 12 21,05% 5 88-94 14 24,56% 6 95-101 8 14,04% 57 100% Jumlah Berdasarkan pada tabel distribusi frekuensi di atas, dapat diketahui bahwa dari 57 siswa yang menjadi sampel penelitian, sebanyak 3 siswa atau 5,26% siswa 154 IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol.3, No.02, 2022 IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies – Vol.3, No.02, (2022), pp. 149-162 yang menjawab kesiapan belajarnya paling rendah/kurang. Sedangkan sebanyak 16 siswa atau 28,07% siswa yang menjawab kesiapan belajarnya paling tinggi/sangat baik. Dan selebihnya memiliki kesiapan belajar di tahap baik dan cukup. b. Data Hasil Belajar Siswa Berdasarkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika, maka peneliti mengambil dokumentasi yang merupakan laporan hasil belajar matematika Tahun Pelajaran 2021/2022. Berdasarkan data hasil belajar matematika siswa terdapat nilai tertinggi yaitu 96 dan nilai terendah yaitu 48. Diketahui bahwa dari 57 siswa yang menjadi sampel penelitian, siswa yang hasil belajarnya tergolong sangat baik ada 31 siswa, siswa yang hasil belajarnya tergolong baik ada 7 siswa, siswa yang hasil belajarnya tergolong cukup ada 17, siswa yang hasil belajarnya tergolong kurang ada 1 dan siswa yang hasil belajarnya tergolong gagal ada 1. Maka dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV di SDN 013 Sukamaju Kecamatan Singingi Hilir Tahun Pelajaran 2021/2022 tergolong baik. c. Hasil Pengujian Istrumen Penelitian 1) Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner, uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel pada taraf signifikan 5% untuk 2 sisi. Jika r hitung>r tabel, maka item-item pernyataan dinyatakan valid. Nilai r hitung dalam uji ini adalah person correlation antara item dengan total skor variabel. Sedangkan nilai r tabel dapat dilihat pada tabel r dengan persamaan : r tabel = N = 18; r tabel = 0,468. Hasil pengujian menunjukkan informasi pada tabel tersebut. Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa pada variabel kesiapan belajar (X), hasil uji validitas menunjukkan bahwa terdapat 10 item pernyataan yang tidak valid yaitu item no. 2,3,5,7,9,11,13,17,24 dan 26. Sehingga 10 item tersebut dihapus dari angket penelitian. 2) Uji Reabilitas Uji reliabilitas bertujuan unntuk mengetahui sejauh mana pengukuran yang telah dilakukan dalam penelitian ini dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Konsistensi pengukuran menggambarkan bahwa instrumen tersebut dapat bekerja dengan baik pada waktu dan situasi yang berbeda. Pengambilan keputusan apakah Copyright (c) 2022, Author 155 Hubungan Kesiapan Belajar dengan Hasil …………. suatu item reliabel pada nilai alpha ≥ 0,7 artinya realibilitas mencukupi. Hasil pengujian reliabilitas ditunjukkan pada tabel di bawah ini : Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Variabel Cronbach's Alpha Nilai Kritis Keputusan Kesiapan Belajar (X) 0,917 0,7 Reliabel Sumber: Data olahan, 2022 Berdasarkan tabel 2 di atas menunjukkan bahwa nilai koefisien alpha cronbach variabel (variabel x) memiliki nilai > 0,7. Maka semua pernyataan variabel sudah valid dan reliabel dan seluruh butir pernyataan pada semua variabel dapat digunakan untuk pengukuran dalam rangka pengumpulan data. d. Hasil Pengujian Hipotesis 1) Uji Normalitas Pada penelitian ini uji normalitas menggunakan One Sample KolmogrofSmirnov Test dengan bantuan program SPSS versi 24. Hasil perhitungan uji normalitas dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut: Tabel 3. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 57 Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean .0000000 Std. Deviation 10.70634323 Absolute .104 Positive .047 Negative -.104 Test Statistic .104 Asymp. Sig. (2-tailed) .198c a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. Berdasarkan hasil pengujian normalitas yang disajikan di atas, diketahui bahwa hasil perhitungan One Sample kolmogrov-Smirnov Test diperoleh nilai 2156 IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol.3, No.02, 2022 IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies – Vol.3, No.02, (2022), pp. 149-162 tailed significance untuk kedua variable (2-tailed) sebesar 0,198. Sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, apabila nilai signifikansi p > 0,05, maka dapat diketahui bahwa data tentang kesiapan belajar dan hasil belajar matematika berdistribusi normal. 2) Uji Linieritas Uji linieritas digunakan untuk mengetahui dua variabel yang dikaji mempunyai hubungan yang linier atau tidak. Pada penelitian ini perhitungan uji linieritas menggunakan Test For Liniearity dengan bantuan program SPSS versi 24. Kriteria pengujian linieritas adalah jika nilai sig. deviation form linearity > 0,05, maka terdapat hubungan yang linear antara variable bebas dengan variable terikat. Sebaliknya, jika nilai sig. deviation form linearity < 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang linear antara variable bebas dengan variable terikat. Hasil perhitungan uji linieritas dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut: Tabel 4. Uji Linieritas ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. Hasil_Belajar * Between (Combined) 1851.332 8 231.416 1.786 .103 Kesiapan_Belaj Groups Linearity 1651.272 1 1651.272 12.745 .001 200.060 7 28.580 .979 Within Groups 6218.984 48 129.562 Total 8070.316 56 ar Deviation from Linearity .221 Berdasarkan hasil uji linearitas diketahui nilai Sig. deviation from linearity sebesar 0,979 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara kesiapan belajar dengan hasil belajar matematika siswa. 3) Uji Analisis Akhir Uji Analisis akhir meliputi perhitungan uji korelasi Product Moment, uji signifikasi dan koefisien determinasi. Perhitungan tersebut bertujuan untuk menyimpulkan dan memberikan kebenaran dari hipotesis yang dirumuskan. Untuk membuktikan kebenaran hipotesis, dilakukan uji analisis akhir sebagai berikut. Copyright (c) 2022, Author 157 Hubungan Kesiapan Belajar dengan Hasil …………. (a) Uji Korelasi Uji korelasi dalam penelitian ini mengunakan analisis korelasi Product Moment dengan bantuan program SPSS 24. Uji korelasi bertujuan untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara variable yang dinyatakan dengan korelasi (r). Kriteria pengambilan keputusan adalah jika nilai signifikansi < 0,05, maka berkorelasi. Sebaliknya, jika nilai signifikansi > 0,05, maka tidak berkorelasi. Hasil perhitungan uji korelasi dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut: Tabel 5. Uji Korelasi Correlations Kesiapan_Belajar Pearson Kesiapan_Belajar Hasil_Belajar 1 .452** Correlation Sig. (2-tailed) Hasil_Belajar .000 N 57 57 Pearson .452** 1 Correlation Sig. (2-tailed) .000 N 57 57 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 5 diperoleh nilai signifikansi p < 0,05, yang berarti ada korelasi atau hubungan yang kuat antara kesiapan belajar dengan hasil belajar matematika. (b) Uji Signifikasi Uji signifikasi digunakan untuk menguji hubungan antara variabel X dan variabel Y signifikan atau tidak. Hasil Uji signifikasi menunjukkan bahwa Ha diterima karena rhitung sebesar 0,452 lebih besar dari rtabel product moment sebesar 0,254 pada taraf signifikasi 5% (rhitung 0,452 > rtabel 0,254). Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara variabel kesiapan belajar dengan variabel hasil belajar matematika adalah signifikan. 158 IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol.3, No.02, 2022 IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies – Vol.3, No.02, (2022), pp. 149-162 (c) Uji Koefisien Determinasi Koefisien Determinansi (R2) adalah sebuah koefisien yang menunjukkan persentase pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen. Persentase tersebut menunjukkan seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Semakin besar variabel koefisien determinasinya semakin baik variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Dengan demikian, persamaan regresi yang dihasilkan baik untuk mengestimasi nilai variabel dependen. Nilai koefisien determinasi akan berkisar dari 0 sampai 1. Jika nilai koefisien determinasi kecil dari 1, berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel terbatas. Sebaliknya jika nilai koefisien determinasi hampir mendekati 1 berarti variabel-variabel indepeden memberikan semua informasi yang dibutuhkan utuk memprediksi variabel dependen. Nilai R atau R² dapat dilihat pada tabel 6 berikut: Tabel 6. Uji Koefisien Determinansi Model Summary Std. Error of the Model R R Square Adjusted R Square 1 .452a .205 .190 Estimate 10.80324 a. Predictors: (Constant), Kesiapan_Belajar Berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 0,205, artinya hal ini menunjukkan bahwa kesiapan belajar (X) secara bersama-sama memberikan sumbangan terhadap hasil belajar (Y) sebesar 20,5%, dan sisanya 79,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian. Pembahasan Berdasarkan hasil analisa, faktor kesiapan belajar menjadi salah satu yang menentukan hasil belajar siswa, dalam penelitian ini faktor kesiapan belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Kesiapan belajar siswa disini mengandung arti, bahwa siswa sudah mempunyai kesiapan mental, sosial, emosional, dan fisik. Copyright (c) 2022, Author 159 Hubungan Kesiapan Belajar dengan Hasil …………. Hasil penelitian ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Ambar Indriastuti, Sutaryadi, Susantiningrum yang berjudul “Pengaruh Kesiapan Belajar Siswa dan Keterampilan Mengajar Guru terhadap Hasil Belajar” menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kesiapan belajar siswa terhadap hasil belajar. Dari pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa kesiapan belajar akan mempengaruhi hasil belajar anak (Indriastuti, dkk, 2017). Penelitian yang tidak jauh berbeda dilakukan oleh Erlando Doni Sirait dengan judul “Pengaruh Gaya dan Kesiapan Belajar terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa”. Dalam penelitian ini pembelajaran difokuskan pada 2 kelompok yang terdiri dari kelompok dengan kesiapan belajar tinggi dan kelompok dengan kesiapan belajar rendah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar serta kualitas pengetahuan antar kelompok tersebut, dimana kualitas pengetahuan siswa dipengaruhi oleh kesiapan belajar yang maksimal (Sirait, 2017). KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: 1) Ada hubungan yang signifikan antara kesiapan belajar dengan hasil belajar siswa di kelas IV SDN 013 Sukamaju Kecamatan Singingi Hilir yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi 0,452 pada tingkat hubungan yang kuat, 2) Hubungan kesiapan belajar dengan hasil belajar siswa di kelas IV SDN 013 Sukamaju Kecamatan Singingi Hilir sebesar 20,5%. Hal ini menunjukkan bahwa 20,5% hasil belajar matematika siswa dipengaruhi oleh kesiapan belajar. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, ada beberapa saran yang dapat diberikan kepada semua pihak yang terkait dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah terutama SDN 013 Sukamaju Kecamatan Singingi Hilir, yaitu: 1. Bagi siswa diharapkan untuk terus meningkatkan kesiapan belajarnya agar hasil belajar yang diperoleh menjadi meningkat. Contohnya dengan membaca materi sebelum pelajaran dimulai, mencari referensi selain materi belajar yang diberikan oleh guru, dan lebih giat dalam belajar agar hasil belajar yang didapat dapat maksimal. 2. Bagi guru diharapkan untuk selalu memberikan motivasi terkait dengan kesiapan belajar siswa. Selain itu guru juga diharapkan dapat mendorong siswa lebih giat dalam 160 IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol.3, No.02, 2022 IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies – Vol.3, No.02, (2022), pp. 149-162 mengerjakan tugas-tugasnya serta memberikan bimbingan kepada siswanya agar para siswa dapat menyiapkan kegiatan belajarnya dengan baik. 3. Bagi peneliti selanjutnya menyadari bahwa penelitian ini masih banyak kekurangan dalam hal metode yang digunakan. Pada penelitian ini peneliti hanya mengukur hubungan antara kesiapan belajar dengan hasil belajarnya saja. Oleh karena itu untuk peneliti yang akan meneliti mengenai kesiapan belajar diharapkan untuk tidak hanya mencari hubungannya saja, tetapi juga mencari seberapa besar pengaruh kesiapan belajar terhadap hasil belajar sehingga siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya. REFERENSI Afandi, Zuraidah. 2020. “Kesiapan, Gaya Belajar dan Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN Bangkinang Kota”. Jurnal Pendidikan Islam. Vol (5). No (2). Hlm (224). Al-Ghozali, Mathroriyah. 2020. “Mengatasi Kesulitan Belajar Bahasa Arab (Peran Guru Profesional dalam Pembelajaran)”. Jawa Timur: Universitas K.H. A.Wahab Hasbullah. Bastari. 2018. “Hubungan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV SD Negeri 1 Sukabumi Indah Bandar Lampung Tahun 2018/2019”. Skripsi. Hlm (72). Faqumala, Pranoto. 2020. “Kesiapan Anak Masuk Sekolah Dasar”. Jawa Tengah: PT. Nasya Ex Panding Management. Hastria, dkk. 2017. “Hubungan Kesiapan Belajar Peserta Didik Dengan Hasil Belajar Matematika Kelas VIII Di MTsN 4 Agam”. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Hlm (3). Indriastuti, dkk. 2017. “Pengaruh Kesiapan Belajar Siswa dan Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Hasil Belajar”. Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran. Vol (1). No (1). Hlm (43). Isti’adah. 2020. “Teori-Teori Belajar Dalam Pendidikan”. Jawa Barat: Edu Publisher. Sirait. 2017. “Pengaruh Gaya dan Kesiapan Belajar Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa”. Jurnal Formatif. Vol (7). No (3). Hlm (207). Copyright (c) 2022, Author 161 Hubungan Kesiapan Belajar dengan Hasil …………. Sukma, dkk. “Pengaruh Kesiapan Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV DI SDN Se-Kecamatan Puring”. Jurnal Ilmiah Kependidikan.Vol (9). No (3). Hlm (779). Trisnomurti, Ibda. 2021. “Penelitian Di Bidang Ilmu Hukum (Sebuah Pemahaman Awal)”. Semarang: Formali. Sumiharsono, Rudy, Hasanah Hisbiyatul. 2017. “Media Pembelajaran”. Jember, Jawa Timur. Pustaka Abadi. Suyatmi. 2020. “Pengembangan Media Tiga Dimensi Pada Pembelajaran IPA Pokok Bahasan Air Tanah Dan Air Permukaan Disekolah Dasar Kelas V” journal Of Education And Conseling.Volume 2 Nomor 1 Edisi Juni 2020. Universitas Muhammadiyah Palembang. Violadini, Ririn. 2021. “Pengembangan E-Modul Berbasis Metode Inkuiri Pada Pembelajaran Tema 6 Subtema 2 di Kelas V SD Muhammadiyah 6 Pekanbaru. Skripsi. Universitas Islam Riau. Wahidar, Nifsih. 2018. “ Penembangan Media Diorama 3 Dimensi Pada Tema Peduli Trhadap Makhluk Hidup Untuk Meningkatkan Kreativitas Siwa Kleas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bunulrejo 3 Malang. Skripsi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Yahya, Rozi Fahrul. 2019. “Pengembangan Media Pembelajaran Tiga Dimensi Tema Ekosistem Subtema Komponen Ekosistem Mata Pelajaran IPA Kelas V MI Tarbiyatul Huda Malang”. Skripsi. Universitas Islam Negeri Mulana Malik Ibrahim Malang. 162 IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol.3, No.02, 2022