Vol. No. Mei 2024, hal, 69-77 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol1. Iss1. Peningkatan Hafalan Juz 30 Melalui MurojaAoah Di SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih Patuk Yogyakarta Farid Rosidi. Jumardi Jumardi. Hermawan Hermawan. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Kata kunci : Penghafalan Al-QurAoan Murajaah Peningkatan Kemampuan Hafalan Email Koresponden : Faridrosidi2001@gmail. jumardiadhi132@gmail. hermawan@stai-ali. Penghafalan Al-Qur'an merupakan aspek penting dalam pendidikan agama Islam. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan muroja'ah sebagai metode untuk meningkatkan hafalan Al-Qur'an Juz 30 di SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih Patuk Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hafalan Al- Qur'an terutama Juz 30. Kelompok yang melakukan kegiatan muroja'ah sebelum memulai pembelajaran menunjukkan peningkatan yang lebih besar dalam kemampuan Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan muroja'ah dapat efektif digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan hafalan Al-Qur'an di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang efektivitas metode pengajaran Al-Qur'an di lingkungan pendidikan formal, khususnya di tingkat sekolah dasar. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya memasukkan kegiatan muroja'ah ke dalam kurikulum pendidikan agama untuk meningkatkan prestasi hafalan Al-Qur'an siswa. PENDAHULUAN Al-QurAoan turun sebagai mukjizat dan penyempurna kitab-kitab terdahulu, diturunkan untuk menjunjung tinggi Agama Islam dan meruntuhkan kesombongan kaum kafir. Nabi Muhammad Shallalu Aoalaihi wa sallam sebagai Nabi yang diberi wahyu atau mukjizat kitab suci Al-Qur'an, beliau menganjurkan kepada ummatnya untuk senantiasa bersungguh-sungguh berupaya menghafal Kalamullah. Beliau Nabi Muhammad ShallalluAoalaihi wa sallam menganjurkan hal tersebut agar Kalamullah yang ada dalam Al-QurAoan dapat senantiasa terjaga kelestariannya. Menghafal AlQurAoan juga jelas merupakan perbuatan yang terpuji, dan merupakan tabungan amal sholeh baik dihadapan manusia maupun dihadapan-Nya Sang Pencipta. Begitu banyak hadis Nabi yang menjelaskan terkait pahala dan keutamaan seseorang yang belajar bahkan hingga dalam tahap menghafal Al-QurAoan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu Aoanhu. Rasulullah shallallahu Aoalaihi wasallam bersabda: AaOaO aEe aC aIaO OIaE eCOIa O aCO aEaaOa A A A aEacaaEe aEa aIacaOa aCO aEaaO aa A a AA a a a a a aea e a a a aaEe aEa aIacaOa aCO aEaaO aeNaOaEeA a aENa OaEeA a Aa aIa a AaIeNa eaOA a AA a AA a AeA a AeaO e aC aaOaEaEaaOaA a AOaIeNa Oa aC aEaEaNaaCe aA Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Hafalan Juz 30 Melalui MurojaAoah A AuAl-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata. AuYa Allah, berikan dia perhiasan. Ay Lalu Allah berikan seorang hafidz al-Quran mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi. AuYa Allah, tambahkan untuknya. Ay Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi. AuYa Allah, ridhai dia. Ay Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafidz quran. AuBacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca. (HR. Tirmidz. Rasulullah Shallalu Aoalaihi wa sallam menghafal Al-QurAoan pada dasarnya telah dimulai sejak pertama kali turunnya ayat al-QurAoan. Saat malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallalu Aoalaihi wa sallam. Nabi Muhammad Shallalu Aoalaihi wa sallam pada saat itu tidak bisa membaca karena keadaan yang gelap gulita di dalam Gua Hiro sehingga beliau hanya mendengar dan menghafalnya. Menghafal al-QurAoan merupakan sebuah proses mengingat materi ayat sehingga mampu dihafalkan di luar kepala. Kaum Muslimin sangat penting untuk mempelajari dan menghafal alQurAoan, dengan menghafalnya maka Al-QurAoan itu akan menjadi syafaAoat kelak. Para pengahafal Al-QurAoan juga ditinggikan derajatnya oleh Allah dan akan menjadi hujjah atau pembela dan pelindung dari azab api neraka. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu Aoanhu berkata. Rasulullah shallallahu Aoalaihi wasallam bersabda. AIIaCaE aC aIaeNN A AacA aa Aa aaEaeIaEIA e a eas aI eIa eaN EaaeONaa aEEac aN eIaCa e aaO aA a a e AaO aA aacNa AU a AaO aNaa ea aEaNaaNEEaaEIacaAU a aa a e e a ea AuBarangsiapa yang membaca Al-QurAoan dengan sikap hati-hati, dan ia menjaganya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga. Dan Allah memberikan ia syafaat untuk menolong sepuluh anggota keluarganya yang telah ditetapkan masuk ke dalam neraka. Ay (HR. Ibnu Maja. Menghafal Al-QurAoan selain menjadi anjuran juga bisa dikatakan menjadi keharusan yang harus diprioritaskan bagi para pemeluk Agama Islam, dikatakan demikian karena janji Allah terhadap mereka yang hendak berusaha menghafal Al-QurAoan bahwasannya Allah akan mempermudah jalannya dalam menghafal, hal tersebut dijelaskan dalam firman Allah yang AyA a aIacE sA ca AaOEaaC eaOa aceaIaEe aCe aIaEE eE a aN eE aI eIA AuDan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-QurAoan untuk pelajaran. Maka Adalah orang yang mengambil pelajaran?Ay (QS. Al-Qomar: . Ayat tersebut menjelaskan janji Allah terhadap yang ingin berusaha menghafal Al-QurAoan, akan Allah mudahkan sehingga tidak akan menemui kesulitan melainkan hal tersebut merupakan sebuah cobaan dalam menguatkan ketaqwaan. Salah satu kunci dalam menghafalkannya adalah adanya ketekunan dan komitmen untuk selalu menjadikan menghafal Al-QurAoan sebagai prioritas. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Farid Rosidi. Jumardi Jumardi. Hermawan Hermawan Kegiatan menghafal Al-QurAoan tentunya memiliki metode yang beragam, serta memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing yang berbeda antara tiap pengguna metode Namun metode dalam menghafal Al-QurAoan bukanlah merupakan sesuatu yang dapat dianggap penghalang ketika seseorang menemui kesulitan saat menggunakan salah satu metode tertentu dalam menghafal Al-QurAoan, karena metode hanya merupakan tawaran cara menuju suatu tujuan, sedangkan dari cara tersebut terkadang seseorang bisa saja menemui jalan yang cocok maupun tidak cocok. Sejak zaman Rasulullah dan para Sahabatnya. Al-QurAoan masih ada eksistensinya karena adanya penghafal Al-QurAoan. Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbanyak di dunia, tentunya perkembangan pendidikan agama Islam sangat menonjol di negara ini. Salah satu usaha yang dilakukan ialah dengan adanya program menghafal al-QurAoan untuk para peserta didik sehingga menciptakan para hafidz QurAoan yang tentunya kehadirannya sangat berpengaruh terhadap kemajuan dalam bidang pendidikan di Indonesia. Hingga saat ini, di Indonesia sendiri, telah banyak lahir kesadaran di lembaga maupun instansi kependidikan yang memandang bahwasannya menanamkan disiplin kegiatan menghafal Al-QurAoan merupakan hal yang urgent dan krusial untuk terus diupayakan. Lembaga dan instansi kependidikan tersebut mendidik para peserta didiknya untuk mampu menguasai ilmu Al-QurAoan dan mampu menghafalnya. Bahkan hal tersebut dilakukan bukan hanya pada lembaga atau instansi kependidikan yang bernafaskan Islam saja, namun sekolah dasar Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih Patuk Yogyakarta juga telah ikut serta dalam penanaman disiplin kegiatan menghafal Al-QurAoan. Sekolah ini menekankan kepada para peserta didik agar mampu menghafal paling sedikit seluruh surah di juz 30, bahkan menjadikan hal tersebut sebagai salah satu syarat untuk menempuh kelulusan akademik bagi peserta didiknya. Sekolah dapat menjadi wadah dalam mewujudkan pembinaan spiritual kepada peserta didiknya, bahkan hal tersebut bisa dibilang memang merupakan kewajiban dan tanggung jawab yang diemban oleh sekolah sebagai tempat agent of change yaitu sebagai agen yang berkontribusi membentuk insan pembangun negeri. Sekolah yang menjadi wadah untuk pembinaan spiritual bagi peserta didiknya salah satunya dengan mengusung program meenghafal Al-QurAoan, niscaya dapat mewujudkan tujuan sekolah yakni melahirkan peserta didik yang memiliki kepribadian muslim sejati, yang beriman serta bertaqwa kepada Allah Subhanahu wataAoala, sehingga pribadi yang demikian dapat membuat karakter siswa menjadi berakhlak dan berguna bagi masyarakat untuk dapat mengabdi didalamnya. (Azmi, 2. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Hafalan Juz 30 Melalui MurojaAoah A Dalam pembelajaran Al-QurAoan, khususnya hafalan, maka tidak bisa dilepaskan dari metode Metode yang digunakan diharapkan pasti mampu membuat peserta didik menghafal dengan cepat dan tepat, secara efektif dan efisien. Pemilihan sebuah metode yang tepat memerlukan pendekatan yang akan menjadi pedoman atau orientasi untuk komponen pembelajaran lainnya, pendekatan dalam pemilihan metode berfungsi sebagai acuan pengorganisasian strategi yang akan digunakan nantinya (Rohmah et al. , 2. Metode murojaAoah merupakan salah satu metode yang banyak digunakan dalam menghfal AlQurAoan, telah banyak penelitian yang menguji efektivitas keberhasilan metode murojaAoah dalam digunakan untuk menghafal Al-QurAoan. Menghafal Al-QurAoan penting memperhatikan metodenya, karena metode yang digunakan akan mempengaruhi kualitas, efensiensi waktu, dan memperbanyak hasil dalam menghafal Al-QurAoan. Para ahli sepakat bahwasanya metode lebih penting daripada (Sopyan & Hanafiah, 2. MurojaAoah bukan hanya untuk yang kemampuan hafalannya lemah, namun seseorang yang kuat dalam kemampuan menghafal juga harus selalu murojaAoah, karena murojaAoah hafalan AlQurAoan bukan hanya selalu soal memperlancar saja, namun juga untuk tetap memlihara hafalannya, dan untuk tilawatil QurAoan, tanpa murojaAoah maka hafalan akan mudah hilang dari ingatan. (Nahdliyah et al. , 2. METODE PENGABDIAN Pengabdian ini menggunakan pendekatan dan metode yang telah populer diterapkan dalam agenda partisipasi masyarakat, yakni participation action research yang biasa disingkat PAR. Metode ini mengarahkan peneliti agar berupaya terhubung dengan agenda perubahan di tengahtengah pengajar dan peserta didik dalam menciptakan kondisi yang diharapkan melalui partisipasi pengajar secara aktif (Rahmat & Mirnawati 2. Agenda pengabdian ini berusaha dengan bersama-sama lingkungan sekolah terkhususnya ustadz yang mengajari anak-anak menemukan model menghafal Al-QurAoan yang cocok bagi anak untuk meningkatkan hafalannya. Di dalam agenda ini ditetapkan dua hal, yaitu . rancangan kegiatan dan . rancangan evaluasi. Pertama, rancangan kegiatan disusun sejak refleksi sosial, perencanaan partisipatif, dan hingga pelaksanaan program. Kedua, rancangan evaluasi disusun berkaitan dengan indikator-indikator keberhasilan serta alat ukur yang menentukan keberhasilan, baik pada unit-unit kecil pelaksanaan kegitan maupun pada seluruh pelaksanaan pengabdian kepada warga sekolah secara partisipatoris, khususnya dalam upaya meningkatkan hafalan Al-QurAoan anak. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Farid Rosidi. Jumardi Jumardi. Hermawan Hermawan Tempat pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilaksankan di Kampung Cibunar Gg. Muara RT. 04 RW. 01 Desa Gede Pangrango Kec. Kadudampit Kab. Sukabumi. Sedangkan waktu pelaksanaan pengabdian berlangsung dari tanggal 02 Agustus 2021 sampai 31 Agustus 2021. HASIL DAN PEMBAHASAN Salah satu bentuk memelihara eksistensi Al-QurAoan adalah dengan cara menghafalnya (Faishol et al. , 2. sekolah dasar Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih Patuk Yogyakarta merupakan salah satu sekolah dasar di Yogyakarta yang telah menanamkan program menghafal juz 30 bagi peserta didiknya untuk semua tingkatan kelas, mulai dari kelas 1 hingga kelas 4. Hafalan juz 30 juga dijadikan sebagai target dan syarat yang harus ditempuh sebelum peserta didik lulus. Seluruh guru memiliki kewajiban dalam menyukseskan pembinaan program tersebut, dan program tersebut juga merupakan program unggulan di sekolah dasar Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih Patuk Yogyakarta. Namun, yang bertugas sebagai penerima dan penyimak setoran hafalan peserta didik adalah guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di masing-masing Penguatan kemampuan menghafal Al-QurAoan Juz 30 merupakan sebuah usaha yang dilakukan agar peserta didik memiliki kesanggupan dalam menguasai keahlian dalam menghafal, dan penguatan itu sendiri pada program hafalan juz 30 di sekolah dasar Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih Patuk Yogyakarta dilakukan dengan cara pembiasaan murojaAoah sebelum memulai MurojaAoah merupakan metode dalam menghafal Al-QurAoan yang dilakukan dengan cara mengulang hafalan lalu kemudian diperdengarkan kepada pembimbing sebagai penyimak hafalan tersebut (Izzah et al. , 2. Metode murojaAoah telah digunakan cukup lama sebagai metode dalam menghafal Al-QurAoan dan dinilai cukup efektif untuk kelancaran membaca dan menghafal, bahkan bukan hanya lancar, namun juga makhorijul huruf bacaan Al-QurAoan dan sifatul hurufnya akan lebih sesuai jika menggunakan metode ini karena berulang-ulang dibaca (Mufaizin et al. , 2. MurojaAoah juga disebut sebagai fase mengulang hafalan dengan tujuan untuk mempertahankan hafalan Al- QurAoan yang dimiliki seorang penghafal. Fase ini merupakan fase yang sangat penting karena penghafal harus menanamkan kemauan yang kuat dan istiqomah yang tinggi karena dalam bermuroja'ah tentunya harus komitmen dan meluangkan waktu, bukan disaat waktu luang. Diperlukan perencanaan terlebih dahulu sebelum menerapkan pelaksanaan murojaAoah agar dapat berjalan sesuai tujuan yang akan diwujudkan dan mendapatkan hasil yang optimal dalam pelaksanaannya. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Hafalan Juz 30 Melalui MurojaAoah A Penerapan murojaAoah yang dilakukan secara rutin akan sangat bermanfaat kepada hafalan Al-QurAoan peserta didik, baik hafalan yang baru maupun hafalan yang sudah lama dihafal. MurojaAoah merupakan sebuah jalan dan proses yang harus dilalui oleh seseorang yang ingin menghafal Al-QurAoan, dalam sebuah proses pasti terdapat kesulitan yang merupakan sebuah ujian, namun jika seorang penghafal mampu istiqomah dengan usaha dan komitment maka pastinya akan dapat mencapai tujuan sesuai dengan yang dicita-citakan, yakni menghafal Al-QurAoan dengan baik dan benar (Tanjung & Mutiah, 2. Metode merupakan salah satu komponen pengajaran, metode juga merupakan salah satu elemen penting yang sangat signifikan dalam mempengaruhi dan menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Menghafal Al-QurAoan juga merupakan kegiatan belajar mengajar, oleh karenanya tidak ada kegiatan belajar mengajar yang tidak menggunakan metode didalamnya. Ketika menentukan sebuah metode dalam kegiatan belajar mengajar perlu diperhatikan beberapa faktor yang disesuaikan pengajar dan pembelajar, karena karakteristik setiap pengajar dan pembelajar tidaklah sama satu sama lain. Adapun dalam menghafal Al-QurAoan, diperlukan adanya metode yang dapat menjaga konsentrasi peserta didik, sehingga ketika menghafal dapat menyerap hafalannya dengan teliti dalam setiap komponen yang dihafalkannya. MurojaAoah merupakan metode yang dipilih di sekolah dasar Muhammadiyah Unggulan AlFatih Patuk Yogyakarta kepada peserta didiknya agar dapat menghafal juz 30. Kegiatan murojaAoah dilakukan setiap sebelum memulai pembelajaran, dan dilakukan setiap hari JumAoat pagi sebelum kegiatan JumAoat bersih. Namun, pada hari JumAoat merupakan kegiatan literasi, membaca surahsurah tertentu dalam Al-QurAoan. Berbeda dengan murojaAoah yang dilakukan setiap hari sebelum memulai pembelajaran, yakni murojaAoah juz 30 dalam Al-QurAoan, sedangkan ketika berlangsung mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, peserta didik diharapkan menyetorkan hafalannya kepada guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab, untuk kemudian dicatat surah apa yang telah mampu mereka hafal dan mana yang belum. Menghafal Al-QurAoan tidak bisa hanya dengan sekali membacanya saja, perlunya metode yang baik dan tepat agar dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas hafalan Al-QurAoan. Penerapan metode yang tepat, salah satunya metode murojaAoah diharapkan mampu membantu hafalan menjadi efektif, karna dengan murojaAoah hafalan kepada teman maupun guru yang menyimak hafalan, maka akan dapat diketahui bagian hafalan mana yang masih kurang tepat, berbeda dengan ketika menghafalnya sendiri. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Farid Rosidi. Jumardi Jumardi. Hermawan Hermawan Kerjasama antar guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam serta kolaborasi dengan seluruh mata pelajaran yang lain dalam mengimplementasikan kedisiplinan murojaAoah sebelum memulai pembelajaran dinilai merupakan suatu keharusan yang sepatutnya harus dijaga di sekolah dasar Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih Patuk Yogyakarta, agar program hafalan juz 30 peserta didik dapat senantiasa terealisasi dan tercapai tujuannya. Penulis melihat bahwasanya program hafalan juz 30 di sekolah dasar Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih Patuk Yogyakarta telah diindahkan oleh peserta didik di semua tingkatan kelas. Hal tersebut dibuktikan melalui buku setoran hafalan yang diawasi oleh guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab sudah hampir penuh dengan pencentangan nama-nama peserta didik dengan jumlah setoran hafalannya masing-masing yang kebanyakan sudah hampir memnyelesaikan separuh dari juz 30. Pelaksanaan menghafal Al-QurAoan tentunya tidak jarang menemui faktor pendukung dan faktor Adapun beberapa faktor pendukung yang dapat mempermudah dalam menghafal AlQurAoan selain metode yang digunakan yakni adanya motivasi dan komitmen yang teguh dalam menghafal pada diri sendiri, dukungan dari orang tua, kegiatan menghafal yang disiplin dan terbimbing, adanya apresiasi terhadap peningkatan sekecil apapun yang mampu diraih oleh peserta Sedangkan untuk mengatasi faktor yang menghambat dalam menghafal bisa dilakukan dengan cara terus memotivasi diri, istiqomah dalam murojaAoah, menjauhkan diri dari perbuata maksiat dan terus menjaga komitmen untuk menghafal (Rahmadani & Fattah, 2. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Sekolah dasar Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih Patuk Yogyakarta memiliki tekad kuat untuk memastikan kesuksesan program murojaAoah sebelum memulai pembelajaran. Tujuan utamanya adalah agar peserta didik memiliki kemampuan menghafal juz 30 sebelum melangkah ke tahap kelulusan. Semua guru mata pelajaran di sekolah ini bertanggung jawab penuh untuk mendukung dan menjalankan program hafalan juz 30 bagi peserta didik, dan mereka bekerja keras untuk menyukseskannya. Penyetoran hafalan juz 30 peserta didik dilaksanakan secara rutin kepada guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Proses ini juga dipantau dengan teliti menggunakan buku checklist hafalan peserta didik. Dengan cara ini, kemajuan dan pencapaian dalam hafalan juz 30 dapat diukur dan diperbaiki secara efektif. Metode murojaAoah, yang telah terbukti cukup efektif, menjadi pilihan utama dalam proses hafalan juz 30 bagi peserta didik di sekolah dasar Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih Patuk Yogyakarta. Komitmen sekolah untuk mencapai tujuan ini sangat tinggi, sehingga memberikan peluang besar bagi peserta didik untuk meraih kesuksesan dalam menghafal juz 30 sebelum Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Hafalan Juz 30 Melalui MurojaAoah A DAFTAR PUSTAKA