Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 12. Nomor 2, 2025 pp. P-ISSN: 2355-6633 E-ISSN : 2548-5490 Open Access: https://jurnal. id/index. php/Deiksis/index The Effect of Using the Audio-Visual Media AuThe Origins of KediriAy on the Short Story Writing Skills of Grade XI at SMAN 4 Kediri 1Devi Armandasari, 2Endang Waryanti, 3Andri Pitoyo 1Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2UNP Kediri, 3Indonesia 1deviarmanda25@gmail. endangwariyanti@unpkediri. andripitoyo12@gmail. Corresponding authorAos email: deviarmanda25@gmail. ARTIKEL INFO ABSTRACT Article history: Received 01 April 2021 Accepted 1 Mei 2021 Published 28 Mei 2021 Indonesian language learning aims to develop studentsAo skills in listening, speaking, reading, and writing. One of the challenges in learning short story writing is studentsAo limited vocabulary, lack of confidence, and low understanding of writing techniques. The use of audio-visual media, particularly those based on local culture and history, is believed to help overcome these challenges by providing a concrete and engaging learning context. This study focuses on examining the effect of using the audio-visual media Asal-Usul Kediri on the short story writing skills of Grade XI students at SMAN 4 Kediri. The research employed a non-equivalent control group design, with pretest and posttest, using a writing test instrument. Data were analyzed through descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing with the SPSS 29. The results indicate a significant improvement in the writing skills of the experimental group compared to the control group, with the experimental group achieving higher posttest scores. This research contributes to the development of culturally integrated learning strategies, demonstrating that audio-visual media rooted in local history can enhance studentsAo creativity, vocabulary, and engagement in short story writing. Keywords: audio-visual media, asal-usul Kediri, short story writing DOI: 10. 33603/deiksis. PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki tujuan agar siswa dapat mengembangkan keterampilan berbahasa. Dalam keterampilan berbahasa meliputi keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dikatakan bahwa terampil berbahasa berarti terampil menulis. Orang yang memiliki banyak kosa-kata, maka semakin terampil berbahasa. Sebaliknya, jika seseorang hanya memiliki sedikit kosa-kata, p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. maka akan sulit untuk terampil berbahasa. Keterampilan berbahasa membaca dan menulis memiliki keterkaitan satu sama lain. Keterampilan berbahasa menulis bergantung pada keterampilan berbahasa membaca. Karakteristik sebagian siswa sekolah menengah menunjukkan bahwa mereka masih mengalami kesulitan ketika menyampiakan ide ke bentuk tertulis, khususnya cerita pendek. Peserta didik cenderung nyaman terampil berbicara dan bercerita secara lisan dibandingkan Kondisi keterampilan menulis cerita pendek di tingkat SMA masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kosakata, minimnya latihan, rendahnya rasa percaya diri, serta kurangnya pemahaman terhadap struktur dan teknik penulisan yang efektif (Dalman, 2014. Syahputra & Ginting, 2. Menulis cerita pendek membutuhkan banyak ide, gagasan, dan perasaan dari penulis Siswa harus diberi insentif, bimbingan, dan latihan untuk menumbuhkan minat dan keterampilan siswa dalam membaca cerita pendek, karena membaca cerita pendek dapat didik menyampaikan ide-ide tertulis. Penggunaan media pembelajaran membantu tingkat pemahaman peserta didik tentang teknik penulisan cerita pendek, desain plot, pengembangan karakter, dan menulis cerita pendek yang menarik. Dengan mengetahui bagaimana penggunaan media berdampak, mereka dapat membuat pendekatan pengajaran yang efektif dan membantu siswa menulis dalam konteks literasi media yang semakin berkembang. Penggunaan media audio visual, terutama yang berkaitan dengan nilai sejarah dan budaya lokal seperti "Asal-Usul Kediri", dianggap dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konteks cerita yang memicu imajinasi mereka. Selain itu, media audio visual memungkinkan siswa untuk lebih memahami alur cerita, karakter, dan latar dalam konteks yang nyata dan menarik. Pembelajaran berbasis audio visual sering kali menarik siswa daripada pembelajaran tertulis. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran inovatif, termasuk media audio-visual, mampu meningkatkan keterampilan menulis dengan cara memperkaya ide dan memudahkan pemahaman siswa terhadap alur, tokoh, dan latar cerita (Murjani, 2022. Muarifin, 2. Namun, sebagian besar penelitian tersebut lebih menitikberatkan pada media umum atau berbasis cerita fiksi populer, dan belum banyak yang memanfaatkan media berbasis p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. budaya dan sejarah lokal sebagai sarana pembelajaran menulis. Celah penelitian inilah yang menjadi fokus studi ini, yaitu menguji pengaruh penggunaan media audio-visual AuAsal-Usul KediriAy. Sebuah karya yang mengangkat nilai budaya dan sejarah daerah Kediri terhadap keterampilan menulis cerita pendek siswa. Diharapkan penelitian dilakukan dapat memperkuat literasi siswa sekaligus menanamkan apresiasi terhadap kearifan lokal melalui kegiatan menulis. Penelitian ini didasarkan pada pembelajaran yang dilakukan di kelas dengan bantuan guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Kota Kediri bulan November 2024. Informasi diperoleh menunjukkan siswa mengalami kesusahan menulis karangan karena ada alasan, termasuk kurangnya pemahaman peserta didik terkait struktur kalimat. Siswa yang menerima nilai keterampilan menulis di bawah KKTP menunjukkan tingkat apresiasi yang rendah terhadap budaya lokal, terutama Kediri. Penelitian ini untuk mengetahui cerita pendek berdampak terhadap kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kota Kediri. Berdasarkan pernyataan tersebut, permasalahan yang akan dibahas yakni minat baca berpengaruh pada cerita pendek terhadap kemampuan menulis cerita pendek. Dalam hal ini, subjek yang dibahas penelitian yakni penggunaan media audio visual "Asal-Usul Kediri" terhadap keterampilan menulis cerita pendek untuk siswa kelas XI. METODE Metode penelitian merupakan usaha menyelidiki suatu masalah menggunakan praktik kerja ilmiah cermat dan teliti dalam pengumpulan, pengolahan, analisis data Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen. Pendekatan kelompok kontrol non-ekuivalen yang memungkinkan pengujian penggunaan media audio visual "Asal-Usul Kediri" terhadap keterampilan siswa untuk penulisan cerita pendek. Pendekatan tersebut dikenal sebagai penelitian kuasi eksperimen karena menggunakan pre-test dan post-test. Berikut ini merupakan desain penelitian kuasi eksperimen . uasi experimenta. menggunakan pendekatan kelompok kontrol non ekuivalen . on-equivalent control group. Instrumen penelitian yaitu alat untuk peneliti dalam mengumpulkan data secara Instrumen utama penelitian ini yaitu tes menulis cerita pendek yang dirancang untuk mengukur keterampilan menulis siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Kediri. Sebanyak dua kali untuk tes, yakni tahap pre-test dan post-test, perlakuan untuk kelompok ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. eksperimen dan kontrol. Praktik menulis cerita pendek disusun berdasarkan indikator keterampilan menulis yang mengacu pada Kurikulum Merdeka, meliputi: Kesesuaian tema dengan topik yang ditentukan . udaya dan sejarah Kedir. Struktur cerita . rientasi, komplikasi, resolus. Pengembangan tokoh dan latar. Kohesi dan koherensi antarparagraf. Kebahasaan . ata bahasa, ejaan, tanda bac. Untuk memastikan validitas isi . ontent validit. , instrumen tes dikonsultasikan dengan dua dosen ahli di bidang Pendidikan Bahasa Indonesia dan satu guru Bahasa Indonesia di Para menyempurnakan butir penilaian pada rubrik. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan metode inter-rater reliability, yaitu hasil penilaian dari dua penilai independen dibandingkan menggunakan rumus CohenAos Kappa. Hasil perhitungan menunjukkan nilai reliabilitas sebesar 0,82 yang termasuk kategori sangat tinggi (Ou 0,. , sehingga instrumen dianggap konsisten dan layak digunakan. Populasi dan Sampel Penelitian terdapat populasi bisa dimaksudkan subjek penelitian di lokasi serta waktu tersebut untuk diteliti. Populasi penelitian ini yaitu semua siswa kelas XI yang menempuh pembelajaran di SMA Negeri 4 Kota Kediri tahun ajaran 2024/2024. Total siswa kelas XI 392 dengan total 11 kelas. Sampel pada penelitian ini merupakan sebagian kecil jumlah dan karakteristik dari suatu Penelitian ini dengan sampel yaitu sebagian kecil dari populasi siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Kediri dibagi menjadi kelompok yakni kelas eksperimen dan kelas Berbagai pengambilan metode sampling digunakan untuk mengambil sampel dalam penelitian(Sugiyono, 2015:. Penelitian ini memanfaatkan teknik Sampling dalam menentukan sampel. Adapun pengambilan sampel pada penilitian menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Berdasarkan pendapat Arikunto . , menyatakan bahwa sampel yang kurang dari 100 dapat diambil secara keseluruhan. Sampel yang lebih 100 orang, perlu diambil sebanyak 10% hingga 15% atau 20% lebih. Penelitian dilakukan memiliki populasi sebanyak 392 siswa dengan sampel berjumlah 71 siswa berdasarkan dua kelas yakni kelompok eksperimen (XI-. dan kontrol (XI-. p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Jumlah sampel y 100% = y 100% = 18% Jumlah populasi Prosedur Penelitian Prosedur penelitian kuantitatif yaitu suatu proses penerapan metode ilmiah dengan mempertimbangkan elemen keilmuan. Diharapkan dari penelitian ini memastikan bahwa hasil sah atau valid. Berikut ini adalah prosedur penelitian ini. Tahap Persiapan Tahap persiapan melakukan kegiatan merancang media pembelajaran audio visual AuAsalUsul KediriAy, menyiapkan instrumen tes, dan melakukan uji validitas dan reliabilitas . Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan, dibagi kelompok kelas eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas eksperimen: Memberikan pretest untuk mengukur keterampilan awal menulis cerita pendek siswa. Memberikan perlakuan . berupa pembelajaran menggunakan audio visual AuAsal-Usul KediriAy kepada siswa. Kemudian, memberikan post-test kepada siswa untuk mengukur hasil keterampilan menulis cerita pendek setelah diberi perlakuan. Kelas kontrol: Memberikan pre-test dengan format serupa dengan kelas eksperimen. Penerapan media selain audio visual AuAsal-Usul KediriAy atau menggunakan media pembelajaran lain . edia film pende. Setelah dilakukan pengelompokan, peneliti mengumpulkan data dari kedua kelompok kelas tersebut. Kemudian, hasil data yang telah dikumpulkan diberi penskoran atau penilaian untuk diolah pada tahap analisis. Tahap Analisis Peneliti tahap ini akan mengolah data pretest dan post-test menggunakan uji statistik. Uji normalitas untuk memastikan distribusi data. Uji homogenitas untuk memastikan kesamaan varian. Uji-T (Independent Sample T-Tes. membuktikan perbedaan hasil menulis di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik Analisis Data Analisis bahan atau data penelitian sangat penting. Kesimpulan yang akurat didapat dari analisis yang dikerjakan peneliti setelah data sampel dikumpulkan menggunakan instrumen yang sudah disiapkan. Analisis data bertujuan untuk menguji hipotesis atau menjawab. Peneliti akan menganalisis data kuantitatif menggunakan metode statistik. ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif yaitu teknik pengumpulan dan penyajian data penelitian dengan menggunakan data populasi dan sampel memiliki fungsi terhadap objek penelitian dalam memberikan gambaran. Uji Normalitas Dalam statistik, uji normalitas adalah pengujian hipotesis yang digunakan untuk menentukan kumpulan data layak didistribusi normal untuk perhitungan seberapa besar variabel yang mungkin mendasari kumpulan data tersebut terdistribusi normal. Uji normalitas dilaksanakan dihasilkan distribusi normal data sampel penelitian. Jika metode parametrik digunakan untuk analisis data, syarat normalitas harus dipenuhi. Artinya data harus berdistribusi normal. Jika ukuran sampel kecil dan tipe datanya nominal atau ordinal, digunakan metode statistik non parametrik. Uji Kolmogorov Smirnov dapat dipakai dalam mengetahui data berdistribusi normal apabila sampel E50 responden. Jika sampel C 50 responden, maka uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, selama signifikansi data > dari 0,05. Dilakukan menggunakan SPSS 29. 0 dengan taraf signifikan 5%. Uji Homogenitas Selain uji normalitas, peneliti perlu memeriksa homogenitas data dengan uji statistik dalam format ANOVA menggunakan program SPSS 29. uji homogenitas sendiri yaitu suatu prosedur uji statistik dalam membuktikan bahwa dua sampel yang diambil populasi memilikivarians sama. Tujuan dari uji homogenitas untuk mengetahui sampel yang diambil sama atau berbeda. Berikut ini adalah dasar pengambilan keputusan. Sampel hasil berbeda jika nilai signifikan < 0,05. Sampel dikatakan sama apabila nilai signifikan lebih besar dari 0,05. Uji Hipotesis Pengambilan keputusan yang didasarkan pada analisis data digunakan uji hipotesis, dari percobaan terkontrol serta dari observasi . idak terkontro. Untuk menguji dugaan, peneliti melakukan uji statistik untuk mengetahui bahwa media audio visual AuAsal-Usul KediriAy berpengaruh terhadap keterampilan menulis cerita pendek pada siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Kediri. Pengujian tes digunakan untuk mengetahui yang berbeda dari signifikan antara skor menulis cerita pendek siswa di kelas ekperimen juga kontrol pada saat post-test. Uji hipotesis memanfaatkan uji-t untuk menganalisis hipotesis penelitian. Uji-t dapat dimanfaatkan sebagai pembanding rata-rata dua kelompok yang diambil dua sampel p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. memiliki pembeda . Analisis Independent Sample T-Test sebelum digunakan, data perlu dipenuhi syarat terlebih dahulu. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil Statistik Desriptif Kelompok Kontrol Penelitian menghasilkan kelompok kontrol sebagai pembeda dalam menentukan pengaruh keterampilan menulis cerita pendek siswa kelas XI-4 SMA Negeri 4 Kota Kediri. Kelompok kontrol tidak diberi perlakuan pada post-test yaitu kelas tanpa menggunakan media audio visual AuAsal-Usul KediriAy kepada siswa. Analisis hasil penelitian pada kelompok kontrol bertujuan untuk memberikan gambaran keterampilan menulis cerita pendek siswa kelas XI-4 SMA Negeri 4 Kota Kediri sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan media audio visual berupa video dokumenter. Penyajian data pada bagian ini difokuskan pada perubahan nilai dari pre-test ke post-test, kemudian menjadi pembanding terhadap kelompok eksperimen. Hasil ini menjadi dasar untuk melihat sejauh mana pembelajaran tanpa media audio visual Asal-Usul Kediri mampu memengaruhi peningkatan keterampilan menulis cerita pendek Berikut untuk mengetahui hasil menulis cerita pendek siswa bertema sejarah Kediri dilakukan uji statisik deskriptif program SPSS 29. Tabel 3. Statistik Deskriptif Kelompok Kontrol Pre-test Kelompok Kontrol Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Post-test Kelompok Kontrol Sumber: Data diolah 2025 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Hasil pre-test membuktikan peserta didik kelompok kontrol memperoleh skor 74,29 dengan nilai minimum 60 dan nilai maksimum 90. Nilai tersebut terbukti di bawah standar KKTP (Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajara. tergolong kurang. Penyebabnya karena peserta didik kurang pemahaman materi, pengetahuan yang kurang dalam pembelajaran, dan guru belum memperbarui media pembelajaran. Hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, tetapi belum cukup untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hasil Statistik Deskriptif Kelompok Eksperimen Hasil penelitian menggunakan kelompok eksperimen sebagai kelompok yang ada perlakuan khusus dalam menentukan pengaruh praktik terampil menulis cerita pendek bertema sejarah Kediri siswa kelas XI-4 SMA Negeri 4 Kota Kediri. Kelompok eksperimen melakukan tindakan yakni kelas yang memanfaatkan media pembelajaran audio visual AuAsalUsul KediriAy kepada siswa kelas XI-5. Analisis hasil penelitian pada kelompok eksperimen bertujuan untuk menggambarkan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas XI-5 SMA Negeri 4 Kota Kediri sebelum dan setelah mengikuti pembelajaran media audio visual AsalUsul Kediri. Penyajian data pada bagian ini difokuskan pada perbedaan nilai pretest dan posttest sebagai indikator peningkatan keterampilan menulis. Untuk mengetahui hasil menulis cerita pendek siswa dilakukan uji statistik desriptif SPSS 29. 0 seperti berikut. Tabel 3. Statistik Deskriptif Kelompok Eksperimen Pre-test Kelompok Eksperimen Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Post-test Kelompok Eksperimen Sumber: Data diolah 2025 Dari tabel 3. dihasilkan pre-test siswa kelompok eksperimen dalam keterampilan menulis cerita pendek siswa menghasilkan nilai rata-rata 69,86, nilai minimum 55 dan nilai Data yang dihasilkan dapat dinyatakan bahwa pre-test pada keterampilan p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. menulis cerita pendek siswa dari standart KKTP (Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajara. tergolong cukup. Namun, masih sangat kurang untuk memenuhi capaian tujuan Disebabkan oleh siswa yang kurang memahami materi cerita pendek yang bertema sejarah Kediri, siswa mengalami kesulitan dalam memulai menulis cerita, dan guru menyenangkan, sehingga membuat siswa kurang menguasai materi yang disampaikan dalam kegiatan pembelajaran berdampak terhadap hasil keterampilan menulis cerita pendek siswa. Hasil post-test siswa kelompok eksperimen dalam keterampilan menulis cerita pendek bertema sejarah Kediri siswa mengalami peningkatan yang sangat tinggi dibandingkan dengan pre-test yang belum diberi perlakuan khusus. Hasil post-test dengan pemerolehan nilai rata-rata 82,50, nilai minimum 65, nilai maksimum sebesar 95. Hasil data post-test keterampilan menulis cerita pendek siswa tersebut sudah memenuhi capaian tujuan pembelajaran berdasarkan KKTP (Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajara. pada Kurikulum Merdeka yang tergolong dalam kriteria baik. Penerapan media pembelajaran terbaru dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Penerapan media AuAsal-Usul KediriAy merupakan solusi yang tepat untuk menyampaikan materi pembelajaran yang menyenangkan dan nyaman untuk siswa khususnya dalam mempelajari materi cerita pendek dengan tema sejarah daerah Kediri. Uji Normalitas Uji statistik dipastikan distribusi data penelitian normal dan dapat digunakan yakni uji Penelitian ini memanfaatkan uji Kolmogorov-Smirnov jika data memiliki jumlah sampel E 100. Uji tersebut digunakan untuk sampel besar. Namun, pada data penelitian ini jumlah sampel sebanyak 71 responden . C . , maka uji normalitas yang cocok digunakan pada sampel kecil adalah Shapiro-Wilk, untuk membuktikan bahwa data berdistribusi normal dan dapat melakukan uji hipotesis. Berikut adalah hasil uji normalitas menggunakan program SPSS 29. Tabel 3. Uji Normalitas Kelompok Hasil Menulis Pre-test Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic df Sig. Kelompok . Kelompok . Cerita Pendek Kontrol Siswa Post-test Kontrol ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Pre-test Kelompok . Eksperimen Post-test Kelompok . Eksperimen Sumber: Data diolah 2025 Tabel 3. membuktikan ada dua jenis uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Pada uji Kolmogorov-Smirnov, menyatakan bahwa nilai post-test kelompok eksperimen dinyatakan tidak normal, tetapi penelitian ini memakai uji normalitas Shapiro-Wilk. Maka, tabel di atas uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk yang menyatakan semua data penelitian berdistribusi normal dengan taraf signifikansi nilai E 0,05. Uji Homogenitas Uji homogenitas merupakan uji statistik dalam memastikan kesamaan varian data penelitian pada kelompok kontrol dan eksperimen. Digunakan uji homogenitas Levene Statistic menggunakan program SPSS 29. Uji homogenitas menguji data penelitian berupa pre-test dan post-test dari masing-masing kelompok. Uji homogenitas digunakan untuk mengukur dua sampel penelitian yang diambil memiliki kesamaan varian. Sampel data penelitian dapat dikatakan sama apabila nilai signifikan > dari 0,05. Berikut hasil uji homogenitas pre-test dan post test. Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Pre-test Kelompok Levene Statistic df1 Sig. Hasil Based on Mean Pre-test Based on Median Kelompok Based on Median and 1. with adjusted df Based on trimmed mean 1. Sumber:Data diolah 2025 Tabel 3. menunjukkan hitungan uji homogenitas nilai pre-test kelompok kontrol dan Berdasarkan baris Based on Mean didapatkan hasil pre-test kelompok dengan taraf signifikansi (Si. 0,259 E 0,05. Pada baris Median nilai pre-test kelompok menunjukkan taraf signifikansi (Si. 0,243 > 0,05. Pada baris (Based on Median and with adjusted d. median yang disesuaikan dengan df didapatkan nilai (Si. 0,243 E 0,50 berdasarkan taraf signifikansi (Si. > 0,05. Berdasarkan trimmed mean kelompok diperoleh hasil (Si. 0,244 E 0,05. Simpulannya hasil p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. tersebut menunjukkan nilai pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan semua data yang homogen. Siswa yang mengikuti pre-test pada dua kelompok memiliki cara berpikir, sifat, dan perilaku yang sama. Di bawah ini merupakan uji homogenitas pre-test dan post-test kelompok kontrol dan eksperimen menggunakan program SPSS 29. Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Post-test Kelompok Levene Hasil Statistic Sig. Based on Median and . Post-test Based on Mean Kelompok Based on Median with adjusted df Based on trimmed mean . Sumber: Data diolah 2025 Tabel 3. membuktikan perhitungan uji homogenitas nilai post-test kelompok kontrol dan Pada baris Based on Mean didapatkan hasil post-test kelompok dengan taraf signifikansi (Si. 0,926 E 0,05. Pada baris Median nilai pre-test kelompok menunjukkan taraf signifikansi (Si. 0,973 > 0,05. Pada baris (Based on Median and with adjusted d. median yang disesuaikan dengan df didapatkan nilai (Si. 0,973 E 0,50 berdasarkan taraf signifikansi (Si. > 0,05. Berdasarkan trimmed mean kelompok diperoleh hasil (Si. 0,931 E 0,05. Simpulannya hasil tersebut menunjukkan nilai pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan semua data yang homogen. Siswa yang mengikuti pre-test pada dua kelompok memiliki cara berpikir, dan perilaku yang sama. Uji Hipotesis (Independent Sample T Tes. Telah diketahui data pre-test dan post-test kelompok kontrol dan eksperimen berdistribusi secara normal dan homogen, maka pengujian Independent Sample T Test adapat dilakukan. Berikut hasil uji hipotesis. Tabel 3. Uji Hipotesis Independent Sample T-Test Levene's Test ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 for t-test for Equality of Means Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Equality of Variances Confidence Interval of the Significance One- Hasil Menulis Equal Cerita Pendek variances Menggunakan Audio Std. Difference Two- Mean Error Sided Sided Differ Differ- Low Upp Sig. Ence Visual Equal AuAsal-Usul KediriAy Sumber: Data diolah 2025 Tabel 3. tersebut menunjukkan nilai pada kolom Sig Levene Test for Equality of Variances menunjukkan nilai 0,926 > 0,05, diartikan variansi rata-rata post-test menulis cerita pendek bertema sejarah Kediri antara kelompok kontrol tanpa diberi perlakuan dan kelompok eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan media audio visual AuAsal-Usul KediriAy memiliki variansi sama. Pada bagian Significance kolom nilai Sig Two Side p atau sering disebut dengan Sig . -taile. menghasilkan uji sebesar 0,006 C 0,05 menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Adapun thitung C ttabel dengan taraf signifikansi 5% . Ae2830 C 69 . tabel = 1,99. Uji hipotesis Independent Sample T-test di atas juga diketahui pada kolom mean difference menunjukkan nilai rat-rata sebesar -5,134 yang menandakan selisih antara kelompok kontrol yang memiliki 35 siswa tanpa menggunakan media audio visual AuAsal-Usul KediriAy dan kelompok eksperimen dengan pemanfaatan media audio visual AuAsal-Usul KediriAy memiliki perbedaan antar pre-test dan post-test dari masing-masing kelompok. Siswa yang memiliki rata-rata nilai pada keterampilan menulis cerita pendek siswa paling kecil (Lowe. sebesar 9134 dan yang paling besar (Uppe. sebesar -1,580. Dengan demikian, norma keputusan berdasarkan data dihasilakn, simpulannya penggunaan media audio visual AuAsal-Usul KediriAy p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. memiliki pengaruh yang signifikan pada keterampilan menulis cerita pendek siswa kelas XI fase F SMA Negeri 4 Kota Kediri Tahun Ajaran 2024/2025. Pengujian Hipotesis Hipotesis yaitu dugaan sementara terhadap suatu permasalahan penelitian. Berdasarkan penjelasan dari hasil analisis data, dapat disimpulkan: Hipotesis pertama diterima, karena keterampilan siswa pada kelas XI Fase F SMA Negeri 4 Kota Kediri Tahun Ajaran 2024/2025 dalam menulis cerita pendek tanpa penggunaan media audio visual dikategorikan rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil post-test sebanyak 35 siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 77,14 yang dapat dikatakan cukup berdasarkan standar KKTP yang ditentukan. Hipotesis kedua diterima, karena keterampilan siswa pada kelas XI Fase F SMA Negeri 4 Kota Kediri Tahun Ajaran 2024/2025 dalam menulis cerita pendek dengan penggunaan media audio visual dikategorikan tinggi. Hal ini dapat dilihat dari hasil post-test sebanyak 36 siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 82,50 yang berada di atas standar KKTP yang Hipotesis ketiga diterima, ada pengaruh penggunaa media audio visual terhadap keterampilan menulis cerita pendek pada siswa pada kelas XI Fase F SMA Negeri 4 Kota Kediri Tahun Ajaran 2024/2025. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata yang lebih tinggi pada siswa kelompok eksperimen . engan menggunakan media audio visual AuAsal-Usul KediriAydengan perolehan nilai rata-rata sebesar 82,50 daripada siswa kelompok kontrol . anpa menggunakan media audio visual AuAsal-Usul KediriAy dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 77,14. Hal tersebut juga dibuktikan dengan hasil analisis data yang didapatkan nilai Sig 0,006 yang artinya lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat ditarik keputusannya adalah Ha diterima dan H0 ditolak. Kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan pada nilai post-test dibandingkan dengan pre-test. Pembahasan Keterampilan Menulis Cerita Pendek tanpa Menggunakan Media Audio Visual AuAsalUsul KediriAy Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Kota Kediri Tahun Ajaran 2024/2025 Berdasarkan hasil analisis data kelas XI-4 SMA Negeri 4 Kota Kediri, diketahui praktik terampil menulis cerita pendek tanpa menggunakan media audio visual AuAsal-Usul KediriAy belum mencapai hasil yang maksimal. Hasil yang tergolong rendah dibuktikan dengan nilai rata-rata pretest dan posttest siswa kelas XI-4 SMA Negeri 4 Kota Kediri, yaitu 74. 29 menjadi 77,14. Nilai tersebut cukup memenuhi standar KKTP yang telah ditetapkan. Hal tersebut ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media konvensional belum efektif untuk melakukan pembelajaran. Nilai masih tergolong cukup dengan standar KKTP mengakibatkan kurangnya dukungan media pembelajaran yang sesuai, sehingga siswa kurang menangkap materi pembelajaran dan menuangkan ide atau gagasan siswa. Hal lain yang memengaruhi kurang maksimalnya hasil menulis cerita pendek siswa yaitu minimnya pengetahuan siswa tentang keterampilan menulis cerita pendek. biasanya pengajar sebatas menjelaskan materi pelajaran dengan ceramah kepada siswa atau hanya menggunakan papan tulis sebagai media ajarnya. Akibatnya siswa kurang menangkap maksud yang disampaikan oleh guru. Hal tersebut, termasuk faktor penghambat belajar siswa yang kurang maksimal. Pemerolehan nilai siswa di pembelajaran menulis cerita pendek tergolong cukup penyebabnya adalah belum adanya media pembelajaran yang menyenangkan untuk merangsang belajar dan cara berpikir siswa. Pembelajaran menulis cerita pendek di kelas biasanya hanya sebatas pendalaman teori saja dan pemilihan media pembelajaran kurang membantu, sehingga hasil belajar siswa terampil menulis cerita pendek siswa < maksimal atau memenuhi target pembelajaran. Keterampilan Menulis Cerita Pendek Menggunakan Media Audio Visual AuAsal-Usul KediriAy Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Kota Kediri Tahun Ajaran 2024/2025 Berdasarkan hasil analisis data kelas XI-5 SMA Negeri 4 Kota Kediri, diketahui praktik terampil menulis cerita pendek menggunakan media audio visual AuAsal-Usul KediriAy sudah mencapai hasil yang maksimal. Hasil yang tergolong tinggi dinyatakan dengan perolehan nilai rata-rata pretest dan posttest siswa kelas XI-5 SMA Negeri 4 Kota Kediri, yaitu 69,86 menjadi 82,78. Nilai tersebut sudah memenuhi KKTP yang telah ditetapkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran menulis cerita pendek yang bertema sejarah Kediri menggunakan media audio visual AuAsal-Usul KediriAy dapat lebih efektif daripada media yang Pemerolehan nilai siswa dalam pembelajaran menulis cerita pendek yang tergolong tinggi karena media pembelajaran yang berupa media audio visual AuAsal-Usul KediriAy yang dapat meningkatkan belajar dan cara berpikir siswa. Adanya media audio visual AuAsal-Usul KediriAy telah mengubah cara belajar siswa lebih menyenangkan dan menarik, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar menulis cerita pendek siswa. Selain itu, media audio visual AuAsalUsul KediriAy dapat menciptakan suasana belajar-mengajar lebih kondusif, sehingga siswa dapat berperan aktif. inovatif, dan berpikir kritis selama kegiatan pembelajaran berlangsung p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. di kelas. Nilai siswa yang sudah memenuhi KKTP tergolong tinggi karena pengaruh positif berupa penggunaan media audio visual AuAsal-Usul KediriAy yang ditampilkan didepan kelas dapat menarik siswa untuk memperoleh hasil menulis cerita pendek yang lebih maksimal. Pemanfaatan gambar, video, dan animasi dapat dijelaskan secara lebih sederhana. Media audio visual membantu peningkatan rasa ingin tahu dan dorongan siswa untuk belajar. Media ini membantu guru dalam penyampaian materi secara lebih efektif dan efisien. Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual AuAsal-Usul KediriAy terhadap Keterampilan Menulis Cerita Pendek Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Kota Kediri Tahun Ajaran 2024/2025 Berdasarkan hasil uji statistik yang telah dilakukan, hasil menunjukkan bahwa pemanfaatan media audio visual AuAsal-Usul KediriAy memiliki pengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis cerita pendek pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kota Kediri. Penggunaan media pembelajaran berupa audio visual AuAsal-Usul KediriAy memberikan dampak yang positif dalam kegiatan pembelajaran keterampilan menulis cerita pendek siswa. Analisis data dilakukan dalam pengujian hipotesis penelitian, maka beberapa hal ditemukan terutama yang berkaitan dengan penelitian yaitu penggunaan media audio visual ternyata lebih baik daripada menggunakan media konvensional pada keterampilan menulis cerita pendek siswa kelas XI fase F SMA Negeri 4 Kota Kediri. Dapat dibuktikan nilai ratarata hasil belajar kelas eksperimen mengalami kenaikan yang lebih tinggi . ,86 menjadi 82,. dibandingkan dengan kelompok kontrol . 29 menjadi 77,. Hal tersebut menunjukkan pembelajaran memanfaatkan media audio visual lebih efektif untuk peningkatan nilai siswa sesuai dengan KKTP yang berlaku. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa keterampilan menulis cerita pendek dengan menggunakan media audio visual AuAsal-Usul KediriAy pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kota Kediri tergolong tinggi. Dibuktikan dari hasil cek program SPSS dengan taraf signifikan E 0,005 yang menunjukkan bahwa pemanfaatan media audio visual AuAsal-Usul KediriAy terhadap terampil menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kota Kediri memiliki pengaruh yang positif. KESIMPULAN Penggunaan media audio visual Asal-Usul Kediri terbukti efektif meningkatkan praktik terampil menulis cerita pendek siswa kelas XI fase F SMA Negeri 4 Kota Kediri tahun ajaran 2024/2025. Hasil posttest menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Devi Armandasari1. Endang Waryanti2. Andri Pitoyo3 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. dan kontrol, dengan hasil kelompok eksperimen memperoleh rata-rata skor 82,50, sedangkan kelompok kontrol 77,14. Hal ini membuktikan bahwa media audio visual berbasis budaya lokal mampu memperkaya ide, meningkatkan pemahaman struktur cerita, dan memotivasi siswa dalam menulis. Temuan ini menguatkan pentingnya pemanfaatan media pembelajaran yang relevan dengan konteks budaya siswa untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, khususnya menulis cerita pendek. REFERENSI