Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Peningkatan Kesadaran Ekologis Dan Pemecahan Masalah Melalui Pembelajaran Autentik Interdisipliner Dengan Pemanfaatan Sungai Sebagai Sumber Belajar Novianti1. Bulan Nuri2*. Erlia Hanum3. Siti Khaulah4. Yuhafliza5 1,2,4Program Studi Pendidikan Matematika. Universitas Almuslim. Bireuen Aceh. Indonesia 3Program Sudi Pendidikan BiologiUniversitas Almuslim. Bireuen. Aceh. Indonesia 5Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Almuslim. Bireuen. Aceh. Indonesia *Korespondensi : bulannuri05@gmail. Abstrak Permasalahan rendahnya kesadaran ekologis di kalangan mahasiswa dan masyarakat serta terbatasnya penerapan pembelajaran kontekstual di sekolah menjadi tantangan dalam pendidikan abad ke-21 yang menuntut kepedulian terhadap lingkungan dan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ekologis dan keterampilan pemecahan masalah melalui penerapan pembelajaran autentik interdisipliner dengan memanfaatkan sungai sebagai sumber belajar. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa, tim pengabdi dan masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, implementasi aksi, refleksi, hingga evaluasi. Kegiatan diawali dengan observasi dan diskusi kelompok terfokus untuk mengidentifikasi permasalahan sungai. Selanjutnya dilakukan pelatihan guru mengenai pembelajaran autentik interdisipliner, pendampingan pengembangan perangkat ajar, serta implementasi pembelajaran berbasis proyek di lingkungan sungai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru dalam merancang pembelajaran kontekstual, keterlibatan aktif siswa dalam pengumpulan data dan penyusunan solusi lingkungan, serta munculnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian sungai. Refleksi bersama mengonfirmasi bahwa pembelajaran yang berbasis masalah nyata mampu membangun kepedulian, kolaborasi, dan literasi ekologi di berbagai pihak. Dari kegiatan ini disimpulkan bahwa sungai sebagai sumber belajar efektif digunakan untuk membangun pembelajaran yang bermakna, memperkuat keterampilan abad ke-21, dan mendorong aksi lingkungan yang berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif berbasis komunitas. Kata kunci: Pembelajaran Autentik. Intetdisipliner. Kesadaran Ekologis. Abstract The problems of low ecological awareness among students and the community, as well as the limited application of contextual learning in schools, are challenges in 21st-century education that demand concern for the environment and critical thinking skills. This community service activity aims to increase ecological awareness and problem-solving skills through the application of interdisciplinary, authentic learning by utilizing rivers as a learning resource. The method of implementing the activity employs the Participatory Action Research (PAR) approach, which involves the active participation of students, community service teams, and the community in all stages of the activity, from problem identification and planning to action implementation, reflection, and The activity begins with observation and focus group discussions to identify river problems. Furthermore, teacher training is carried out on interdisciplinary authentic learning, mentoring in the development of teaching tools, and the implementation of project-based learning in the river environment. The results of the activity show an increase in teacher understanding in designing contextual learning, active involvement of students in collecting data and compiling environmental solutions, and the emergence of community awareness of the importance of river conservation. Joint reflection confirms that learning based on real problems can build concern, collaboration, and ecological literacy among various parties. From this activity, it was concluded that rivers as an effective learning resource is used to build meaningful learning, strengthen 21st-century skills, and encourage sustainable environmental action through a community-based collaborative approach. Keywords: Authentic Learning. Interdisciplinary. Ecological Awareness Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 sungai(Mujahid Zakir et al. , 2. Selain itu, pendekatan ini dapat mendorong kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah melalui praktik nyata di lapangan. Namun, masih banyak sekolah dan masyarakat yang belum menyadari pembelajaran(Novianti. Nuri, et al. Kurangnya pelatihan guru, interdisipliner yang aplikatif (Pasiska et , 2. , serta rendahnya keterlibatan masyarakat menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendidik dan masyarakat dalam pembelajaran interdisipliner berbasis lingkungan dengan sungai sebagai sumber belajar (Mustika Sari & Amin, 2. (Triana et al. , 2. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran ekologis yang lebih kuat di kalangan peserta didik dan (Nurlaelah 2. (Purnami et al. , 2. , serta masalah nyata secara kolaboratif dan Dengan pengabdian ini tidak hanya berkontribusi terhadap dunia pendidikan, tetapi juga terhadap pelestarian lingkungan dan PENDAHULUAN Lingkungan hidup sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan pemanfaatan sungai sehingga menjadi suatu elemen lingkungan yang memiliki peran strategis. Walaupun pada konteksnya pemnafaatan sungai sering terabaikan yang disebabkan kurangnya pengetahuan terhadap pengetahuan Sungai tidak hanya menjadi sumber air dan kehidupan, tetapi juga mencerminkan perilaku dan kesadaran sekitarnya(Susanti & Rachmawati. Namun, kenyataannya banyak sungai di Indonesia yang mengalami degradasi kualitas akibat pencemaran, pengelolaan yang tidak berkelanjutan, (Purnami et al. , 2. serta rendahnya kesadaran ekologis masyarakat. Dalam konteks ini, pendidikan menumbuhkan kesadaran ekologis sejak Salah satu pendekatan yang relevan adalah pembelajaran autentik yang mengaitkan langsung antara materi pembelajaran dengan permasalahan nyata di lingkungan sekitar. Pendekatan ini semakin efektif jika dikombinasikan secara interdisipliner (Chadidjah et al. , yakni mengintegrasikan berbagai bidang ilmu seperti sains, matematika, sosial, teknologi, dan seni untuk permasalahan secara holistik. Pemanfaatan sungai sebagai sumber belajar merupakan salah satu bentuk nyata dari pembelajaran autentik yang berbasis lingkungan. Melalui kegiatan observasi, pengukuran kualitas limbah(Nurjaman et al. , 2. , hingga pemetaan sosial-ekonomi masyarakat bantaran sungai(Khairudin Yusuf et al. , peserta didik dan masyarakat dapat belajar secara langsung tentang METODE PELAKSANAAN Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR)(Novianti et al. yaitu pendekatan riset yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari perumusan masalah hingga pelaksanaan dan evaluasi solusi. (Syaribanun, 2. PAR dipilih karena bersifat kolaboratif, transformatif, dan bertumpu Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pada konteks lokal, sehingga sangat relevan untuk mendorong perubahan nyata dalam peningkatan kesadaran ekologis dan pemecahan masalah berbasis lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang secara partisipatif, kolaboratif, dan kontekstual (Tsani et al. , 2. masyarakat sekitar sungai, serta tim pengabdi dari perguruan tinggi. Adapan Langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan adalah: . Melakukan Observasi dan Identifikasi Masalah Lokal. Melakukan Sosialisai Kegiatan. Implementasi Pembelajaran di Lapangan (Field Projec. Perubahan Sikap dan Kesadaran Ekologis . Melakukan Refleksi. Evaluasi dan Tindak Lanjut Vol. 9 No. Mei 2025 kelompok terfokus (FGD) bersama guru, siswa, dan masyarakat sekitar sungai. Dilanjutkan Mahasiswa dan Masyarakat untuk berbagai masalah yang muncul di sekitar . isalnya penurunan kualitas air, sampah rumah Sehingga Hasil identifikasi dijadikan dasar dalam merancang kegiatan pembelajaran dan intervensi Sosialisasi Kegiatan Bentuk kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan adalah Mahasiswa dan bersama-sama merancang model pembelajaran autentik interdisipliner dengan mengintegrasikan Melakukan penyusunan perangkat ajar dan kegiatan lapangan dirancang berbasis kolaboratif dengan mengaitkan muatan mata pelajaran (IPA. IPS. Matematika. Bahasa, dan Seni Buday. dengan kondisi nyata sungai. Kegiatan diberikan kepada mahasiswa dari berbagai mata pelajaran menghasilkan mengenai konsep pembelajaran autentik Mahasiswa kemampuan yang lebih baik dalam merancang perangkat pembelajaran berbasis proyek yang memanfaatkan lingkungan sungai sebagai sumber Keterlibatan semua pihak terkait dalam merancang bersama kegiatan ini juga meningkatkan rasa kepemilikan terhadap proses pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan masyarakat ini berhasil dilaksanakan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Berikut adalah hasil dan pembahasannya masing-masing Observasi dan Identifikasi Masalah dan Kebutuhan Masyarakat Kegiatan awal berupa observasi dan diskusi kelompok fokus (FGD) berhasil mengungkap sejumlah masalah lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti tingginya pencemaran sampah rumah tangga di sungai, berkurangnya kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, serta kurangnya keterlibatan sekolah dalam pelestarian sungai. Informasi ini menjadi dasar dalam merancang kegiatan pembelajaran yang kontekstual dan relevan. Kegiatan Implementasi Pembelajaran di Lapangan (Field Projec. Implementasi autentik di lapangan dilakukan secara langsung di kawasan sungai, dengan kegiatan seperti observasi kualitas air. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) wawancara, dan analisis data (Novianti. Khaulah, et al. , 2. Siswa diminta masalah yang ditemukan, seperti kampanye kebersihan, poster edukasi, atau desain teknologi sederhana. Kegiatan ini disertai pendampingan oleh tim pengabdi dan guru sebagai Selama pembelajaran di sekitar sungai, siswa keterlibatan tinggi. Mereka melakukan pengambilan sampel air, dokumentasi visual, dan wawancara dengan warga Hasil kegiatan ini diolah menjadi laporan kelompok dan disajikan dalam bentuk presentasi, poster edukatif, serta video kampanye kesadaran lingkungan. Kegiatan ini memberikan pengalaman pengembangan keterampilan berpikir kritis(Novianti et al. , 2. , pemecahan masalah, serta kepedulian ekologis Vol. 9 No. Mei 2025 Gambar 2. Kegiatan Perubahan Sikap dan Kesadaran Ekologis Berdasarkan hasil refleksi dan . elalui wawancar. , mayoritas mahasiswa menyatakan bahwa kegiatan ini membuat mereka lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan, khususnya terkait kebersihan dan keberlanjutan sungai. Terjadi pula peningkatan kesadaran kolektif di kalangan masyarakat sekitar, ditandai dengan inisiatif warga untuk membersihkan bantaran sungai dan membentuk kelompok peduli sungai skala kecil. Berdasarkan dari hasil penyebaran angket kepada mahasiswa yang terbagi menjadi 4 Apek penilaian, yaitu : . Aspek Peningkatan Kesadaran Ekologis. Aspek Pemecahan Masalah. Aspek Kolaborasi Pembelajaran Interdisipliner. Dan . Aspek Kepuasan Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) terhadap Pembelajaran. Dapat dilihat pada Gambar dibawah ini Vol. 9 No. Mei 2025 Selain Angket Penilaian Kegiatan, terdapat juga tes awal dan tes akhir pada mahasiswa untuk melihat adanya peningkatan pemahaman siswa sebelum pelaksanaan kegiatan dan sesudah Terkait hasil Pretest dan Postest dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Angket Penilaian Kegiatan Hasil Pretest dan Postest Kegiatan Pengetahuna tentang Ekosistem Sungai dan Konservasi Lingkungan Peningkatan Kesadaran Ekologis Pemecahan Kolaborasi dan Kepuasan Masalah Pembelajaran Interdisipliner Pembelajaran Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Pretest Pemecahan Masalah di Lingkungan Sungai Postest Gambar 4. Hasil Pretest dan Postest Kegiatan Gambar 3. Angket Penilaian Kegiatan Berdasarkan diperoleh bahwa untuk aspek Pengetahuan tentang Ekosistem Sungai dan Konservasi Lingkungan untuk aspek Pengetahuan tentang Ekosistem Sungai dan Konservasi Lingkungan sedangkan untuk Pemecahan Masalah di Lingkungan Sungai 67 Penilaian Prettest. Sedangkan untuk Penilaian Postest 84 untuk aspek Berdasarkan Gambar diatas, diperoleh bahwa dari ke empat aspek penilaian, . Dari Aspel Peningkatan Kesadaran Ekologis diperoleh sebanyak 80 % memilih Sangat Setuju, 10 % memilih Setuju, 5 % memilih Tidak Setuju dan 5 % memilih Sangat Tidak Setuju. Aspek Pemecahan Masalah diperoleh sebanyak 85 % memilih Sangat Setuju, 10 % memilih Setuju, 8 % memilih Tidak Setuju dan 2 % memilih Sangat Tidak Setuju. Aspek Kolaborasi dan Pembelajaran Interdisipliner diperoleh sebanyak 90 % memilih Sangat Setuju, 5 % memilih Setuju, 3 % memilih Tidak Setuju dan 2 % memilih Sangat Tidak Setuju. Aspek Kepuasan terhadap pembelajaran diperoleh sebanyak 80 % memilih Sangat Setuju, 15 % memilih Setuju, 3 % memilih Tidak Setuju dan 2 % memilih Sangat Tidak Setuju. Melakukan Refleksi. Evaluasi dan Tindak Lanjut Pada tahapan akhir kegiatan ini mahasiswa dan tim pengabdian dituntut untuk menindaklanjuti kegiatan dengan Melakukan sesi refleksi bersama untuk mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Mahasiswa temuan dan solusi yang telah Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pemecahan masalah lingkungan Memberikan umpan balik serta mendorong kelanjutan aksi nyata dalam pelestarian sungai. Melakukan efektivitas kegiatan pelatihan, keterlibatan peserta, dan dampak pembelajaran terhadap peningkatan kesadaran ekologis dan kemampuan berpikir kritis siswa. Monitoring menggunakan instrumen observasi, wawancara, dan kuesioner. Vol. 9 No. Mei 2025 Pemanfaatan sungai sebagai sumber belajar menghadirkan konteks nyata yang mendorong keterlibatan aktif siswa dan relevansi materi pembelajaran. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) memberikan ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat dan sekolah untuk bersama-sama merumuskan masalah dan solusi. Hal ini pembelajaran, tetapi juga membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab kolektif terhadap pelestarian sungai. Namun demikian, kegiatan ini juga menemui beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu pembelajaran di luar kelas, kesiapan pendidik dalam mengelola pembelajaran lintas disiplin, serta kendala teknis dalam pengukuran Tantangantantangan ini menjadi catatan penting untuk pengembangan kegiatan lanjutan. Sebagai kegiatan tindak lanjut, ada beberapa hal yang dilakukan diantaranya adalah Menyusun dokumen laporan hasil Mendorong sekolah dan masyarakat untuk menjadikan sungai sebagai sumber belajar berkelanjutan melalui lingkungan, atau kurikulum berbasis potensi lokal. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek pendidikan dan lingkungan, tetapi juga memperkuat jejaring sosial dan budaya peduli dikembangkan melalui program tindak lanjut dan replikasi di lokasi lain. PEMBAHASAN Kegiatan kolaborasi lintas sektor, antara sekolah, perguruan tinggi. Salah satu hasil nyata dari kegiatan ini adalah adanya komitmen sekolah untuk menjadikan sungai sebagai learning resource tetap dalam program ekstrakurikuler dan proyek sekolah. Beberapa warga juga menyatakan minat untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan berbasis komunitas. Secara umum, kegiatan ini pembelajaran autentik interdisipliner berbasis lingkungan dapat menjadi meningkatkan kesadaran ekologis dan kemampuan pemecahan masalah siswa. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada meningkatkan kesadaran ekologis dan mahasiswa dan masyarakat melalui interdisipliner yang memanfaatkan Mahasiswa , masyarakat dan tim keterampilan dalam merancang serta yang berbasis lingkungan dan lintas Menunjukkan antusiasme tinggi, berkembang dalam kemampuan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) berpikir kritis, dan lebih peduli terhadap isu lingkungan lokal. Menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan sungai serta mulai terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan secara kolektif dan menciptakan sinergi pengembangan pendidikan kontekstual Vol. 9 No. Mei 2025 https://doi. org/10. 59407/jpki2. Mustika Sari. , & Amin. Implementasi Integrasi Ilmu Interdisipliner dan Multidisipliner: Studi Kasus di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam Dan Sains, 2. Novianti. Astuti. Rafli. Amanda. Khairunnisah. , & Auliana. Home / Archives / Vol. 6 No. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) / Articles Inovasi pembelajaran: Penguatan modul ajar berdifferensiasi dan komik matematika digital berbasis kearifan lokal bahasa daerah untuk Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M, 6. , 117Ae125. Novianti. Khaulah. , & Husnidar, . Computational Thinking Dalam Menyelesaikan Masalah Literasi Matematika PISA. Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Sains, 5. , 146Ae https://doi. org/10. 51179/asimetris. Novianti. Nuri. Husnidar. , & Khaulah. January . Innovation E-Module Mathematics Teaching Materials Based On Ethnomathematics For StudentsAo Creative Thinking Abilities. Proceedings Malikussaleh International Conference On Education Social Humanities And Innovation (Micesh. Novianti. Zaiyar. Khaulah. Fitri. , & Jannah. Pengembangan E-Modul Berbasis Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Siswa. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan UCAPAN TERIMA KASIH (Jika Disampaikan kepada pemberi dana hibah atau lembaga yang membantu terlaksananya kegaitan PKM. REFERENSI