Pentagon: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Volume. No. Desember 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62383/pentagon. Available online at: https://journal. id/index. php/Pentagon Analisis Pelaksanaan Kegiatan Numerasi dengan Metode Matematika Gasing Yang di Kaitkan dengan Permainan Tradisional pada Siswa Kelas 4 SD N 1 Demulih Ni Kadek Lespita Devi Fakultas Pendidikan Institut Teknologi dan Pendidikan Markandeya Bali. Indonesia Alamat: Kawan. Bangli. Bangli Regency. Bali 80614 Korespodensi email: nikadeklepitadevi@gmail. Abstract. This research aims to analyze the implementation of the numeracy learning method using the Gasing Mathematics approach which is associated with traditional games for grade 4 students at SD N 1 Demulih. This research uses a qualitative descriptive method to describe the application of Gasing Mathematics in the numeracy learning process. Data was obtained through observation, interviews and documentation. The research results showed that the combination of Gasing Mathematics and traditional games such as poh-pohan, gowak-gowakan, and meyong-meyongan succeeded in creating an interactive, fun, and effective learning environment in improving mathematical understanding. The integration of traditional games with Gasing Mathematics makes it easier for students to overcome numeracy difficulties, increases participation, and motivates them in the learning process. This article plays a role in providing new insights into innovative and contextual mathematics learning strategies, especially in supporting the improvement of numeracy skills in elementary schools. Keywords: Top Mathematics, numeration, traditional games Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan metode pembelajaran numerasi dengan pendekatan Matematika Gasing yang dikaitkan dengan permainan tradisional pada siswa kelas 4 SD N 1 Demulih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan penerapan Matematika Gasing dalam proses pembelajaran numerasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara Matematika Gasing dan permainan tradisional seperti pohpohan, gowak-gowakan, dan meyong-meyongan berhasil menciptakan lingkungan belajar yang interaktif, menyenangkan, serta efektif dalam meningkatkan pemahaman matematika. Integrasi permainan tradisional dengan Matematika Gasing mempermudah siswa dalam mengatasi kesulitan numerasi, meningkatkan partisipasi, serta memotivasi mereka dalam proses belajar. Artikel ini berperan dalam memberikan wawasan baru mengenai strategi pembelajaran matematika yang inovatif dan kontekstual, terutama dalam mendukung peningkatan kemampuan numerasi di sekolah dasar. Kata Kunci: Matematika Gasing, numerasi, permainan tradisional PENDAHULUAN (Fachrudin, 2. menyatakan bahwa numerasi adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengkomunikasikan tentang konsep-konsep matematika yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya kemampuan menghitung atau melakukan operasi matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, tetapi juga mencakup pemahaman dan analisis data, pengukuran, pengenalan pola, dan pengambilan keputusan sebagai faktor pertimbangan. (Astutik, 2. menyatakan bahwa berhitung ataunumerasi adalah keterampilan penting yang membekali individu untuk menghadapi situasi yang melibatkan angka atau konsep matematika baik dalam lingkungan akademis maupun kehidupan nyata. Selain itu, menurut (Khasanah & Putri, 2. numerasi juga melibatkan kemampuan untuk membaca, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi Received: Oktober 12, 2024. Revised: Oktober 27, 2024. Accepted: November 03, 2024. Online Available: November 04, 2024. ANALISIS PELAKSANAAN KEGIATAN NUMERASI DENGAN METODE MATEMATIKA GASING YANG DI KAITKAN DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA SISWA KELAS 4 SD N 1 DEMULIH kuantitatif yang disajikan dalam berbagai format, seperti tabel, grafik, diagram, atau data (Rohim, 2. menyatakan bahwa dengan kemampuan numerasi, seseorang dapat membuat keputusan yang lebih baik dan lebih tepat, baik dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, maupun dalam masyarakat secara umum. Numerasi memungkinkan seseorang untuk memahami realitas yang lebih kompleks, menggambarkan situasi dengan data yang akurat, serta memecahkan masalah dengan pendekatan logis dan berbasis angka. Peningkatan kemampuan matematika, khususnya dalam bidang numerasi, memegang peranan penting dalam memastikan keberhasilan siswa tidak hanya dalam mata pelajaran matematika, tetapi juga dalam bidang lainnya. Berhitung melibatkan pemahaman mendalam dan penerapan konsep matematika yang fleksibel, seperti mengenali pola, membuat perkiraan, dan melakukan berbagai jenis perhitungan (Ifrida et al. , 2. Numerasi, sebagai kemampuan dasar dalam melakukan operasi matematika yang melibatkan bilangan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, memegang peran penting dalam pemahaman konsep matematika secara menyeluruh. Selain itu, numerasi juga menjadi landasan yang vital bagi pemahaman dan penerapan konsep-konsep matematika dalam berbagai disiplin ilmu lainnya, seperti fisika, biologi, teknologi, dan bahkan ekonomi (Rohim & Nugraha, 2. Dalam konteks pendidikan matematika, penguasaan numerasi menjadi salah satu fokus utama yang harus dicapai oleh setiap siswa. Peningkatan kemampuan numerasi tidak hanya memberikan manfaat dalam memahami dan mengatasi masalah matematika, tetapi juga mengembangkan kemampuan pemecahan masalah secara umum, penalaran logis, serta keterampilan berpikir kritis (Maghfiroh et al. , 2. Pembelajaran numerasi yang efektif dan mendalam menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan dalam dunia yang semakin kompleks dan beragam ini Pembelajaran numerasi di sekolah dasar bertujuan untuk memperkuat kemampuan numerasi siswa, yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Numerasi digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti merencanakan belanja, mendirikan usaha, atau menyampaikan berita yang memerlukan kemampuan berhitung. Oleh karena itu, penguatan numerasi di sekolah dasar sangat diperlukan untuk menghadapi kehidupan yang semakin kompetitif di masa depan (Hikami et al. , 2. Pembelajaran numerasi merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kurikulum sekolah dasar. Secara umum, numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan memahami dan menggunakan konsep serta keterampilan matematika dalam kehidupan sehari-hari(Latifah & Rahmawati, 2. Numerasi tidak hanya mencakup kemampuan berhitung, tetapi juga meliputi pemahaman tentang pola, pengukuran, geometri, dan analisis PENTAGON- VOLUME. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. Keterampilan ini berperan penting dalam membangun pola pikir logis dan analitis yang sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan di berbagai aspek kehidupan (Yuliana Adriyanti Mowata et al. , 2. Meskipun numerasi memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan kemampuan berpikir logis dan penyelesaian masalah, penulis menemukan permasalahan siswa SD N 1 Demulih masih menghadapi permasalahan dalam menguasai konsep-konsep dasar numerasi, tantangan ini sering terlihat pada operasi hitung dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian terutama dalam penjumlahan, banyak siswa SD N 1 Demulih menunjukkan pemahaman yang kurang kuat, yang berdampak pada kemampuan dalam operasi hitung lainnya. Selain itu dilihat dari hasil numerasi siswa , pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika yang lebih rumit seperti pecahan, desimal, dan proporsi masih sangat kurang. Beberapa penyebab utama rendahnya kemampuan numerasi siswa SD N 1 Demulih antara lain adalah kurangnya minat terhadap pelajaran matematika, penggunaan metode pengajaran yang kurang menarik dan kurang interaktif, serta minimnya hubungan antara materi yang diajarkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Rendahnya minat siswa menyebabkan pemahaman mereka terhadap konsrp numerasi kurang, terutama pada topik-topik dasar seperti penjumlahan, akibatnya, banyak siswa mengalami kesulitan, kehilangan motivasi, dan bahkan merasakan kecemasan ketika harus menghadapi pelajaran matematika. Faktor-faktor ini memperumit permasalahan dan memperlambat pencapaian kompetensi numerasi yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan menyenangkan untuk membantu siswa mengatasi masalah ini. Salah satu metode yang telah terbukti memberikan hasil positif adalah Metode Matematika Gasing (Gampang. Asyik. Menyenangka. Metode Gasing dirancang untuk membuat proses pembelajaran matematika lebih mudah dipahami, menyenangkan, dan interaktif. Dengan menggunakan teknik seperti mencongak cepat dan visualisasi konsep melalui simbol matematika, metode ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga membangun rasa percaya diri mereka dalam menghadapi soal-soal matematika. Pendekatan ini berfokus pada praktik langsung, sehingga siswa bisa lebih terlibat secara aktif dalam proses belajar (Mutiara,Hardianto Rahman, 2. Selain itu, menurut (Ani Latifatunisa, 2. kombinasi antara metode Gasing dengan permainan tradisional memberikan pendekatan baru dalam pembelajaran numerasi. Permainan tradisional, seperti gowak-gowakan dan congklak, telah lama dikenal di kalangan masyarakat sebagai aktivitas yang melibatkan elemen numerasi, seperti ANALISIS PELAKSANAAN KEGIATAN NUMERASI DENGAN METODE MATEMATIKA GASING YANG DI KAITKAN DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA SISWA KELAS 4 SD N 1 DEMULIH menghitung langkah atau biji congklak . Integrasi permainan tradisional dalam pembelajaran matematika dapat membantu siswa memahami konsep abstrak numerasi dengan lebih konkret dan relevan. Aktivitas ini juga meningkatkan partisipasi siswa karena unsur kompetisi dan kerjasama dalam permainan mampu menumbuhkan rasa antusiasme dan semangat belajar. (HeryaVeranti, 2. menyatakan bahwa permainan tradisional adalah elemen penting dari warisan budaya yang telah diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Lebih dari sekadar sarana hiburan, permainan ini berperan dalam pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, dan pelestarian nilai-nilai budaya dalam masyarakat. Sederhana dalam bentuk dan peralatannya, seperti menggunakan batu, daun, atau kayu, permainan tradisional umumnya dilakukan di luar ruangan, memungkinkan anak-anak dan pemain lainnya untuk berinteraksi langsung. Melalui interaksi ini, mereka belajar nilai kerja sama, komunikasi, dan gotong-royong, yang berperan penting dalam membentuk hubungan Selain itu, permainan tradisional membantu mengasah keterampilan fisik dan mental. Dalam permainan seperti Meong-meong. Gowak-gowakan, dan Poh-pohan yang populer di Bali, para pemain harus bergerak cepat, berpikir strategis, dan mengatur taktik dengan baik. Permainan ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai budaya lokal yang mendalam, sehingga dengan bermain, para peserta turut melestarikan tradisi yang penuh makna. Dalam konteks pendidikan modern, permainan tradisional memiliki potensi besar untuk diintegrasikan ke dalam metode pembelajaran. Sebagai contoh, permainan seperti Meong-meong dan Poh-pohan dapat dijadikan alat untuk mengajarkan konsep dasar matematika dan numerasi. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep yang rumit. Di samping itu, dengan menghubungkan permainan tradisional dengan pendidikan, generasi muda mendapatkan manfaat ganda, baik dari segi pendidikan maupun pelestarian budaya leluhur. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran numerasi dengan menggunakan Metode Gasing yang dikaitkan dengan permainan tradisional pada siswa kelas 4 SD Negeri 1 Demulih. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana metode Gasing dapat membantu siswa mengatasi kesulitan dalam numerasi, serta bagaimana permainan tradisional dapat berfungsi sebagai alat bantu yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Dengan menggabungkan metode pembelajaran yang inovatif dan pendekatan yang relevan secara budaya, diharapkan siswa dapat belajar numerasi PENTAGON- VOLUME. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. dengan cara yang lebih menyenangkan dan efektif. Melalui analisis ini, artikel diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, artikel ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang potensi permainan tradisional dalam mendukung peningkatan kemampuan numerasi di kalangan siswa sekolah METODE Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah metode deskriptif kualitatif yang memungkinkan penulis untuk mendeskripsikan secara rinci tentang pelaksanaan numerasi dengan metode gasing yang dikaitkan dengan permainan tradisionaldi SD Negeri 1 Demulih. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD N 1 Demulih yang berjumlah 26 Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang memungkinkan peneliti untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan akurat tentang pelaksanaan program tersebut. Data primer diperoleh secara langsung dari responden, yaitu kepala sekolah dan guru kelas, yang memberikan informasi tentang bagaimana program peningkatan numerasi dijalankan di sekolah. Data sekunder adalah data dokumentasi tentang pelaksanaan program numerasi dengan metode gasing yang dikaitkan dengan permainan tradisionaldi di SD Negeri 1 Demulih yang digunakan untuk memperkuat hasil analisis. Dengan demikian, analisis ini dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang bagaimana program numerasi dengan metode gasing yang dikaitkan dengan permainan tradisionaldi dijalankan di SD Negeri 1 Demulih dan bagaimana hasilnya (Hanyfah et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil Observasi Awal Dari hasil observasi pertama sebelum pelaksanaan kegiatan numerasi dengan metode matematika gasing yang dikaitkan dengan permainan tradisional di SD N 1 Demulih Metode Matematika Gasing belum diterapkan dalam pembelajaran saat ini, dan metode numerasi yang digunakan sebelumnya masih bersifat konvensional tanpa adanya usaha untuk memadukan permainan tradisional yang sesuai dengan konsep Permainan seperti Guwak-Guwakan. Poh-Pohan, dan Meyong-Meyongan, yang memiliki potensi untuk dikaitkan dengan Pelajaran numerasi, belum adanya ANALISIS PELAKSANAAN KEGIATAN NUMERASI DENGAN METODE MATEMATIKA GASING YANG DI KAITKAN DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA SISWA KELAS 4 SD N 1 DEMULIH penyertakan unsur numerasi atau konsep matematika lainnya. Dilihat dari hasil tes awal kemampuan numerasi siswa bervariasi secara mencolok, di mana sebagian siswa mampu menguasai konsep dasar penjumlahan dan pengurangan. Namun, mayoritas siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep perkalian dan pembagian, yang menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran atau metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Selain itu, keterlibatan siswa dalam pembelajaran numerasi juga terbilang minim. Banyak dari mereka kurang tertarik dengan pembelajaran matematika yang formal dan kurang menyenangkan, sehingga partisipasi mereka rendah. Dari segi keterampilan, siswa umumnya merasa nyaman dengan tugastugas matematika yang sederhana, namun mereka belum terbiasa menerapkan keterampilan matematika tersebut dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam Hal ini menandakan adanya kesenjangan antara pemahaman teoritis dan penerapan praktis matematika dalam kehidupan sehari-hari. Kesulitan siswa terutama terletak pada pemahaman konsep yang lebih rumit, terkait perkalian dan pembagian, serta kurangnya strategi pemecahan masalah yang efektif, yang membuat mereka kesulitan menyelesaikan soal-soal yang lebih menantang. Hasil numerasi siswa terlihat kesulitan menerapkan strategi matematika yang benar, yang mempengaruhi hasil akhir Meskipun guru sudah memberikan penjelasan teori dan latihan secara rutin, keterlibatan mereka dalam menciptakan aktivitas yang lebih inovatif, seperti menggabungkan konsep matematika dengan permainan tradisional, masih kurang. Padahal, integrasi ini berpotensi meningkatkan partisipasi dan minat siswa terhadap pembelajaran matematika. Hasil Observasi Proses Dari hasil Observasi proses Pelaksanaan Kegiatan Numerasi dengan Metode Matematika Gasing yang Dikaitkan dengan Permainan Tradisional pada Siswa Kelas 4 SD N 1 Demulih pasca proses pelaksanaan kegiatan numerasi dengan metode Matematika Gasing yang dikaitkan dengan permainan tradisional pada siswa kelas 4 SD N 1 Demulih, terlihat beberapa hasil signifikan baik dari segi partisipasi siswa. Selama proses pelaksanaan kegiatan, numerasi dengan metode Matematika Gasing yang dikombinasikan dengan permainan tradisional seperti poh-pohan, guwakguwakan, dan meyong-meyongan terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Tahap awal kegiatan dimulai dengan pengenalan konsep dasar matematika melalui pendekatan Matematika Gasing, di mana siswa belajar mencongak cepat dan memahami simbol matematika secara visual. Permainan PENTAGON- VOLUME. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. tradisional yang diintegrasikan dengan konsep matematika turut membantu siswa memahami materi secara lebih konkret. Sebagai contoh, permainan poh-pohan mengasah kemampuan siswa dalam berhitung, terutama pada operasi perkalian dan Gowak-gowakan melatih siswa untuk berpikir logis dan strategis dalam menghitung langkah, sementara meyong-meyongan membantu siswa mengembangkan kemampuan koordinasi serta strategi untuk memahami materi matematika lebih cepat. Kegiatan ini tidak hanya mendorong keterlibatan aktif siswa, tetapi juga membentuk lingkungan pembelajaran yang penuh kolaborasi. Observasi Setelah pelaksanaan kegiatan Obserfasi setelah kegiatan numerasi, terlihat bahwa penggunaan metode numerasi Matematika Gasing . ampang asik dan menyenangkan yang dikaitkan dengan permainan tradisional sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi dan kemampuan numerasi siswa serta pemahaman siswa. Kegiatan ini melibatkan permainan tradisional seperti poh-pohan, gowak-gowakan, meyong-meyongan, dan kelas-kelasan, yang secara keseluruhan menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menyenangkan. Tahap pelaksanaan dimulai dengan pengenalan konsep dasar matematika melalui metode Matematika Gasing, dilanjutkan dengan pembagian siswa menjadi beberapa kelompok untuk mendorong kerjasama tim. Pada permainan poh-pohan, siswa dilatih untuk meningkatkan kemampuan berhitung seperti perkalian dan penjumlahan sementara pada gowak-gowakan, mereka mengembangkan kemampuan berpikir logis dan strategis agar bisa cepat menjawab soal melalui perhitungan langkah. Meyongmeyongan menekankan pada koordinasi dan strategi mereka agar dapat memahami materi matematika dengan cepat, sedangkan kelas-kelasan membantu siswa memahami urutan bilangan dan operasi dasar seperti pembagian dan pengurangan. Sepanjang kegiatan selama p pelaksanan kegiatan , siswa menunjukkan antusias yang tinggi serta aktif berpartisipasi. Mereka berkomunikasi dengan instruktur dan teman-teman, bertanya, dan berbagi pemahaman mereka. Dalam permainan, siswa saling membantu, mendukung teman yang mengalami kesulitan, serta menunjukkan inisiatif dalam menyelesaikan tugas kelompok. Metode Matematika Gasing yang dipadukan dengan permainan tradisional pada proses pelaksanaan dapat momotivasi siswa untuk belajar matematika dengan lebih menyenangkan. Kegiatan ini juga berhasil mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sekaligus memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep ANALISIS PELAKSANAAN KEGIATAN NUMERASI DENGAN METODE MATEMATIKA GASING YANG DI KAITKAN DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA SISWA KELAS 4 SD N 1 DEMULIH Hasil Wawancara Berikut ini merupakan data hasil wawancara awal, proses, dan setelah yang dilakukan penulis terkait pelaksanaan kegiatan numerasi dengan metode Matematika Gasing yang dihubungkan dengan permainan tradisional pada siswa kelas 4 SD N 1 Demulih ,yang diperoleh melalui Tanya jawab secara lisan dengan guru kelas 4 di SD N 1 Demulih : Tabel 1. hasil wawancara awal sebelum pelaksanaan kegiatan Pertanyaan Jawaban Bagaimana pandangan Ibu/Bapak Numerasi sangat krusial bagi siswa kelas 4 mengenai pentingnya kemampuan karena ini adalah tahap peralihan dari numerasi untuk siswa kelas 4 di SD N 1 operasi matematika dasar ke konsep yang Demulih? lebih rumit. Jika keterampilan numerasi mereka kuat, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran berikutnya. Di SD N 1 Demulih, belum ada program khusus yang menghubungkan numerasi dengan pendekatan interaktif seperti ini, sehingga minat dan hasil numerasi siswa sejauh ini masih tergolong rendah. Apa saja hambatan yang biasanya Hambatan utama adalah kurangnya dihadapi siswa dalam menguasai pemahaman dasar dalam operasi hitung. konsep-konsep numerasi? Banyak siswa yang masih kesulitan dalam melakukan perhitungan cepat, terutama dalam penjumlahan dan perkalian. Selain itu, beberapa siswa kurang termotivasi karena merasa Matematika itu sulit, yang menyebabkan hasil belajar mereka tidak Bagaimana pendapat Ibu/Bapak tentang Saya sangat mendukung penerapan metode penerapan metode Matematika Gasing Matematika Gasing. Metode ini dapat yang akan diperkenalkan? membantu siswa meningkatkan kecepatan berhitung dan memperkuat logika matematika mereka. Selain itu, metode ini lebih interaktif dan menyenangkan dibandingkan pendekatan tradisional, sehingga diharapkan mampu meningkatkan minat siswa yang sebelumnya kurang tertarik dengan Matematika. Apakah Ibu/Bapak memiliki harapan Saya berharap kegiatan ini dapat khusus terhadap kegiatan ini dan memberikan dampak positif terhadap dampaknya bagi siswa? pemahaman dan minat siswa dalam bidang Kami ingin melihat peningkatan dalam kemampuan berhitung cepat serta PENTAGON- VOLUME. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. Bagaimana pendapat Ibu tentang kegiatan numerasi dengan metode Matematika Gasing yang dikaitkan dengan permainan tradisional ini? Apakah sudah pernah ada program sejenis sebelumnya? pemahaman konsep dasar numerasi. Kami juga berharap bahwa metode ini dapat membantu siswa lebih percaya diri dalam menghadapi Matematika. Menurut saya, program ini sangat menarik, terutama karena siswa bisa belajar sambil Metode Matematika Gasing baru bagi kami, dan belum pernah ada program serupa di sekolah ini. Tabel 2. hasil wawancara proses pelaksanaan kegiatan No Pertanyaan Jawaban Menurut ibu bagaimana respon siswa Siswa kelas 4 menunjukkan antusiasme kelas 4 terhadap kegiatan numerasi ini ? tinggi dan lebih tertarik belajar matematika karena metode ini memadukan permainan yang sudah mereka kenal. Walaupun kegiatan ini baru beberapa kali dilaksanakan peningkatan minat siswa terhadap numerasi terlihat mereka begitu tertarik mengikuti kegiatan numerasi ini Menurut ibu adakah manfaat yang Ada metode ini efektif dalam menarik dirasakan setelah kegiatan ini beberapa perhatian siswa, serta melihat adanya kali dijalankan ? peningkatan kemampuan numerasi dan kerja sama siswa selama bermain Gasing. Peningkatan minat siswa terhadap numerasi mulai terlihat setelah beberapa kali kegiatan ini dilaksanakan. Menurut Ibu, bagaimana tentang Kegiatan ini sudah berjalan dengan baik dan kegiatan numerasi yang sudah mulai mulai dilaksanakan ini? Antusiasme siswa semakin meningkat, dan meskipun baru tahap awal, sudah terlihat perkembangan dalam kemampuan numerasi Apakah ibu memiliki saran tentang Saran saya tambahkan sedikit variasi keberlanjutan kegiatan numerasi ini ? permainan lain, serta menambah sesi pemahaman siswa mengenai konsep ANALISIS PELAKSANAAN KEGIATAN NUMERASI DENGAN METODE MATEMATIKA GASING YANG DI KAITKAN DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA SISWA KELAS 4 SD N 1 DEMULIH Tabel 3. hasil wawancara setelah pelaksanaan kegiatan Pertanyaan Jawaban Bagaimana ibu menilai efektivitas Metode "Gasing" yang menggabungkan metode "Gasing" yang dikaitkan permainan tradisional telah terbukti efektif dengan permainan tradisional dalam dalam memahami konsep matematika. Penggunaan permainan tradisional memungkinkan siswa untuk melihat dan menerapkan konsep matematika dengan cara yang lebih nyata dan menyenangkan. Apakah ada perbedaan yang signifikan Ya, ada perbedaan yang mencolok. Setelah dalam hasil belajar siswa sebelum dan menerapkan metode "Gasing" dengan setelah menggunakan metode "Gasing" permainan tradisional, siswa menunjukkan permainan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep matematika dan dibandingkan dengan sebelum metode ini Bagaimana metode "Gasing" yang Metode "Gasing" melibatkan permainan tradisional permainan tradisional telah meningkatkan mempengaruhi partisipasi aktif siswa partisipasi aktif siswa. Kehadiran unsur selama pembelajaran? permainan membuat siswa lebih termotivasi dan lebih terlibat dalam proses belajar, sehingga mereka lebih bersemangat dan lebih sering berpartisipasi dalam diskusi serta aktivitas matematika. Sejauh mana metode "Gasing" yang Metode "Gasing" ikaitkan dengan permainan tradisional permainan tradisional secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dalam matematika? Elemen permainan menjadikan pelajaran lebih menarik dan menyenangkan, yang memotivasi siswa untuk lebih antusias dan bersemangat dalam belajar. Bagaimana metode "Gasing" yang Ya, saya melihat peningkatan yang jelas melibatkan permainan tradisional dalam keterampilan numerasi siswa. Mereka mempengaruhi partisipasi aktif siswa menjadi lebih cepat dan akurat dalam selama pembelajaran? perhitungan serta lebih baik dalam memahami dan menerapkan konsep matematika yang dipelajari melalui permainan tradisional. Bagaimana metode "Gasing" yang Metode "Gasing" melibatkan permainan tradisional permainan meningkatkan pemahaman matematika PENTAGON- VOLUME. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. "Gasing" yang siswa tetapi juga membantu dalam melibatkan permainan tradisional? pengembangan keterampilan sosial mereka. Permainan memungkinkan siswa belajar bekerja sama, berbagi, dan berkomunikasi, yang memperkaya keterampilan sosial Berikut ini merupakan data dokumentasi dari pelaksanaan kegiatan numerasi dengan metode Matematika Gasing yang dihubungkan dengan permainan tradisional pada siswa kelas 4 SD N 1 Demulih . Gambar 1. kegiatan numerasi dengan metode gasing Gambar 2. kegiatan numerasi gasing permainan tradisional guwak-guwakan Gambar 3. kegiatan pemberian soal PEMBAHASAN Dari hasil obserfasi dan wawancara diatas yang dilakukan penulis dapat disimpulkan bahwa metode Matematika Gasing belum diterapkan dalam pembelajaran di SD N 1 Demulih. Pendekatan numerasi yang digunakan masih bersifat konvensional, tanpa adanya upaya untuk menggabungkan permainan tradisional yang sesuai dengan konsep Permainan tradisional seperti Gowak-Gowakan. Poh-Pohan. Meyong- ANALISIS PELAKSANAAN KEGIATAN NUMERASI DENGAN METODE MATEMATIKA GASING YANG DI KAITKAN DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA SISWA KELAS 4 SD N 1 DEMULIH Meyongan, dan congklak yang sebenarnya berpotensi dikaitkan dengan pembelajara (Fitriatunnisa et al. , 2. juga menyatakan bahwa Permainan Tradisional seperti Congklak dan masih banyak permainan tradisional lainnya sebagai Inovasi dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Literasi Matematika Permainan tradisional seperti Congklak dapat dimanfaatkan sebagai inovasi dalam pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan literasi matematika siswa. Dengan memasukkan Congklak ke dalam proses belajar, siswa tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga mendapatkan pelatihan dalam berbagai konsep matematika. Permainan tradisional di SD 1 Demulih belum dimanfaatkan sebagai sarana Kemampuan numerasi siswa bervariasi sebagian siswa telah menguasai konsep dasar penjumlahan dan pengurangan, namun sebagian besar masih mengalami kesulitan dalam memahami perkalian dan pembagian. Kondisi ini menegaskan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, mengingat keterlibatan siswa dalam pembelajaran numerasi formal sangat minim, serta kurangnya minat mereka terhadap matematika yang diajarkan secara formal. Berdasarkan wawancara dengan guru kelas 4, disimpulkan bahwa numerasi sangat penting bagi siswa kelas 4 karena menjadi tahap transisi dari operasi matematika dasar menuju konsep yang lebih kompleks. (Dianastiti et al. , 2. juga menyatakan bahwa Numerasi memiliki peranan yang sangat penting bagi anak SD, karena keterampilan ini memungkinkan mereka memahami konsep dasar matematika yang mendukung kemampuan berpikir logis, menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Di SD 1 Demulih belum adanya program yang menghubungkan numerasi dengan pendekatan interaktif seperti permainan tradisional, sehingga minat dan hasil belajar siswa dalam numerasi masih tergolong rendah. Kendala utama yang dihadapi siswa dalam menguasai numerasi adalah kurangnya pemahaman dasar operasi hitung dan motivasi, terutama dalam perkalian dan Sejalan dengan (Izzah, 2. juga menyatakan bahwa kendala utama yang dihadapi siswa dalam menguasai numerasi adalah minimnya pemahaman dasar tentang operasi hitung dan rendahnya motivasi untuk belajar, terutama dalam aspek perkalian dan Kondisi ini sering kali menghalangi kemampuan mereka untuk menerapkan konsep matematika yang lebih rumit dan dapat berdampak negatif pada kepercayaan diri mereka dalam proses belajar. Metode Matematika Gasing, berpotensi mampu meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam matematika. (Nurfadillah1, 2. juga menyatakan bahwa Penerapan metode Gasing telah terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar dan keterampilan berhitung PENTAGON- VOLUME. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. Metode ini melibatkan siswa dalam aktivitas yang interaktif dan menyenangkan, seperti berimajinasi dan berfantasi, sehingga mereka dapat memahami konsep matematika dengan lebih baik. Dengan suasana pembelajaran yang dinamis dan menarik, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar dan merasa lebih percaya diri saat menerapkan keterampilan berhitung yang telah mereka pelajari. Matematika Gasing yang diintegrasikan dengan permainan tradisional dianggap sebagai inovasi yang menarik dan berpotensi untuk meningkatkan partisipasi serta hasil belajar siswa dalam matematika. Secara keseluruhan, diperlukan inovasi dalam pendekatan pembelajaran matematika, seperti penerapan metode Matematika Gasing dan adaptasi permainan tradisional, untuk mengatasi kesulitan siswa serta meningkatkan hasil numerasi mereka. Sejalan dengan pendapat (Febriyanti et al. yang juga berpendapat bahwa Unsur matematika gasing dalam permainan tradisional, termasuk dianggap sebagai inovasi yang menarik untuk proses pembelajaran. Permainan ini mencakup konsep geometri dan penghitungan, yang dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar matematika. permainan tradisional seperti gasing tidak hanya mengajarkan aspek matematika, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti kebersamaan dan sportivitas. Setelah pelaksanaan kegiatan numerasi, terlihat bahwa penerapan metode Matematika Gasing (Gampang. Asik, dan Menyenangka. yang dipadukan dengan permainan tradisional sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa. (Andesta & Windrawanto, 2. juga berpendapat bahwa metode Gasing, yang dikaitkan dengan permainan tradisional, efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika, khususnya pada materi perkalian bilangan pecahan. Metode ini menjadikan pembelajaran matematika lebih sederhana, menarik, dan menyenangkan, sehingga mendorong partisipasi aktif siswa dan meningkatkan motivasi mereka untuk belajar. Kegiatan ini menggabungkan permainan tradisional seperti poh-pohan, gowak-gowakan, meyong-meyongan, dan kelas-kelasan, menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Pelaksanaannya dimulai dengan pengenalan konsep dasar matematika melalui metode Matematika Gasing, lalu siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok untuk mendorong kerja Dalam permainan poh-pohan, siswa dilatih kemampuan berhitung seperti perkalian dan penjumlahan, sementara pada gowak-gowakan mereka melatih kemampuan berpikir logis dan strategis melalui perhitungan langkah. Meyong-meyongan menekankan koordinasi dan strategi dalam memahami materi matematika, sedangkan kelas-kelasan membantu siswa memahami urutan bilangan dan operasi dasar seperti pembagian dan Selama kegiatannumerasi gasing berlangsung, siswa menunjukkan ANALISIS PELAKSANAAN KEGIATAN NUMERASI DENGAN METODE MATEMATIKA GASING YANG DI KAITKAN DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA SISWA KELAS 4 SD N 1 DEMULIH antusiasme tinggi dan aktif berpartisipasi. Mereka berkomunikasi dengan instruktur dan teman sebaya, bertanya, serta saling berbagi pemahaman. Sejalan dengan (Puji Astuti, 2. juga menyatakan bahwa Metode Gasing berfungsi sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan literasi numerasi siswa. Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dan berpartisipasi aktif, berkomunikasi dengan instruktur serta teman-teman sebaya, dan saling berbagi pemahaman. Metode ini dirancang untuk menjadikan pembelajaran matematika lebih menyenangkan dan efektif. Dalam permainan, siswa saling membantu dan mendukung teman yang kesulitan, serta menunjukkan inisiatif dalam menyelesaikan tugas kelompok. Siswa kelas 4 sangat tertarik dengan metode ini karena permainan yang digunakan sudah mereka kenal. Walaupun kegiatan ini baru beberapa kali dilaksanakan, peningkatan minat siswa terhadap numerasi sudah mulai terlihat. Mereka tampak sangat antusias dan tertarik mengikuti kegiatan tersebut. Metode ini terbukti efektif dalam menarik perhatian siswa, meningkatkan kemampuan numerasi, serta kerja sama mereka selama bermain Gasing. Meski baru tahap awal, hasil positif sudah mulai terlihat dengan meningkatnya minat dan pemahaman siswa terhadap numerasi. Ke depan, disarankan untuk menambahkan variasi permainan lain serta menambah sesi pembelajaran guna memperdalam pemahaman siswa tentang konsep Setelah mengamati kegiatan numerasi, terlihat bahwa penerapan metode Matematika Gasing (Gampang. Asik, dan Menyenangka. yang digabungkan dengan permainan tradisional sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa. Kegiatan ini menggabungkan permainan seperti poh-pohan, gowak-gowakan, meyong-meyongan, dan kelas-kelasan, yang membuat suasana belajar menjadi lebih hidup dan menarik. Dengan permainan tradisional ini, siswa dapat lebih mudah memahami konsep matematika secara nyata dan menyenangkan. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pengenalan konsep dasar matematika menggunakan metode Matematika Gasing, lalu siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melatih kerja sama. Pada permainan poh-pohan, siswa belajar berhitung dengan perkalian dan penjumlahan, sementara dalam gowak-gowakan, mereka mengasah kemampuan berpikir logis dan strategis untuk menyelesaikan soal dengan cepat. Permainan meyong-meyongan menekankan pada kerja sama dan strategi, sedangkan kelas-kelasan membantu siswa memahami urutan bilangan serta operasi dasar seperti pembagian dan Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan terlibat aktif. Mereka berkomunikasi dengan instruktur dan teman-teman, bertanya, serta saling berbagi PENTAGON- VOLUME. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. Dalam permainan, mereka juga saling mendukung, membantu teman yang kesulitan, dan mengambil inisiatif untuk menyelesaikan tugas bersama. Metode Matematika Gasing yang dipadukan dengan permainan tradisional terbukti mampu memotivasi siswa untuk belajar matematika dengan cara yang lebih menyenangkan, sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis mereka. Selain itu, metode ini menunjukkan peningkatan yang jelas dibandingkan sebelumnya. Setelah metode ini diterapkan, siswa lebih cepat dan tepat dalam melakukan perhitungan serta lebih paham dan mampu menerapkan konsep matematika yang dipelajari. Elemen permainan membuat siswa lebih termotivasi, lebih sering ikut serta dalam diskusi dan aktivitas, serta lebih bersemangat mengikuti pelajaran. Metode ini tidak hanya meningkatkan pemahaman matematika, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerja sama, berbagi, dan komunikasi, yang memperkaya pengalaman belajar mereka. KESIMPULAN Numerasi mengkomunikasikan tentang konsep-konsep matematika yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. tidak hanya sekadar kemampuan menghitung, tetapi juga mencakup pemahaman yang lebih luas tentang konsep matematika, seperti pola, pengukuran, dan analisis data, yang sangat penting dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Meskipun numerasi sangat penting, banyak siswa sekolah dasar, termasuk di SD N 1 Demulih, menghadapi tantangan dalam menguasainya akibat rendahnya minat belajar serta metode pengajaran yang kurang menarik. Salah satu pendekatan yang efektif untuk mengatasi masalah ini adalah penggunaan Metode Matematika Gasing, sebuah metode yang dirancang untuk membantu siswa memahami konsep matematika dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Metode ini terbukti memudahkan siswa dalam menyerap materi dengan lebih sederhana dan cepat. Di samping itu, integrasi permainan tradisional seperti congklak dan gowak-gowakan ke dalam pembelajaran numerasi menjadikan proses belajar lebih nyata dan relevan bagi siswa. Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melibatkan aktivitas fisik dan sosial, yang secara langsung meningkatkan keterlibatan dan motivasi Hasil penelitian di SD N 1 Demulih menunjukkan bahwa penerapan kombinasi Metode Matematika Gasing dan permainan tradisional ini memberikan dampak yang sangat Peningkatan kemampuan numerasi siswa terlihat signifikan, di mana mereka lebih mudah memahami konsep-konsep yang sebelumnya sulit. Pendekatan ini juga membantu ANALISIS PELAKSANAAN KEGIATAN NUMERASI DENGAN METODE MATEMATIKA GASING YANG DI KAITKAN DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA SISWA KELAS 4 SD N 1 DEMULIH meningkatkan minat belajar yang sebelumnya rendah, serta mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran numerasi. DAFTAR PUSTAKA