Volume 15 . issue 2 . Vol. 15 - Issue 2 Ae 2025 The International Journal of Pegon: Islam Nusantara Civilization published by Islam Nusantara Center Foundation. This journal specialized academic journal dealing with the theme of religious civilization and literature in Indonesia and Southeast Asia. The subject covers textual and fieldwork studies with perspectives of philosophy, philology, sociology, antropology, archeology, art, history, and many more. This journal invites scholars from Indonesia and non Indonesia to contribute and enrich the studies published in this journal. This journal published twice a year with the articles written in Indonesian. Pegon. Arabic and English and with the fair procedure of blind peer-review. Editorial Team Managing Editor Mohamad Shofin Sugito Peer Reviewer Abdurahman MasAoud (Ministry of Religious Affairs. The Republic of Indonesi. Oman Fathurrahman (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Harissuddin (State Islamic University of Jember. Indonesi. KH. Abdul MunAoim DZ (The Vice General Secretary of PBNU) Farid F. Saenong (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Ngatawi al Zastrouw (University of Nahdlatul Ulama Indonesi. Islah Gusmian (State Islamic University of Surakarta. Indonesi. Zainul Milal Bizawie (Islam Nusantara Center Jakarta. Indonesi. Editors Johan Wahyudhi Mohammad Taufiq Ahmad Ali Asistant Editors Muhammad Anwar Zainal Abidin Zainul Wafa ISSN 2621-4938 e-ISSN 2621-4946 Published by: ISLAM NUSANTARA CENTER (INC) Jl. Kemital Blok E No. Perum. Ciputat Baru. Kel. Kp. Sawah. Kec. Ciputat Kota Tangerang Selatan 15413 http: //ejournalpegon. com/ojs/ Islam Nusantara Center TABLE OF CONTENTS The International Journal of PEGON Islam Nusantara Civilization Vol. 15 - Issue 2 Ae 2025 TABLE OF CONTENTS . TELAAH RINGKAS TAFSIR ABUL AAoLA AL-MAWDUDI. TAFHIM AL-QURAoAN Ahmad Nabil Amir dan Tasnim Abdul Rahman . NEGOSIASI STATUS SOSIAL DAN PRINSIP KESETARAAN: STUDI PADA TRADISI SANDINGAN MALAM JUMAT LEGI DALAM KEBUDAYAANAN PANDALUNGAN DI LUMAJANG JAWA TIMUR Muhammad ZaAoim Zacky Fadl-Lillah dan Alanuari . PERAN KESULTANAN JAMBI DALAM PENYEBARAN ISLAM DAN TERBENTUKNYA TRADISI KEAGAMAAN LOKAL PADA ABAD KE-19 Asnawiyatul Muna. Mardia. Caisar Fayth Isyandairda dan Sari Febriani . KONSEP JIWA DAN ETIKA ISLAM : KAJIAN FILSAFAT AL-GHAZALI DAN IBNU RUSYD TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Siti Nur Amanda. LuAolu Ulzannah. Khairun Anwar dan Sari Febriani 75 PERKEMBANGAN PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DARI MASA KLASIK HINGGA KONTEMPORER Muhammad Najibudin. Hafsa. Zulfa Hamidah dan Sari Febriani . THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION PENDIDIKAN DAN PENYEBARAN PERADABAN ISLAM: KETERKAITAN HISTORIS MASA BANI UMAYYAH DENGAN ISLAMISASI DI NUSANTARA Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah . RELEVANSI MAQAM TASAWUF DALAM MEMBENTUK ETOS KEILMUAN DAN KARAKTER BANGSA DI ERA MODERN Gina Husniati Zahra. Rendi Imam Saputra. Indriani dan Sari Febriani 147 MENYUARAKAN KESEIMBANGAN: PEMIKIRAN DAKWAH WASATIYYAH TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID . DI PULAU LOMBOK. INDONESIA Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi . PEMIKIRAN DAN KONTRIBUSI AGH. MUHAMMAD NUR DALAM KAJIAN HADIS DI SULAWESI SELATAN: TELAAH TERHADAP KITAB KASYF AL-ASTAR Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah . ANALISIS KODIKOLOGI DAN TEKSTOLOGI NASKAH MANAKIB ABDUL QADIR AL-JAELANI Ahmad Hafidhuddin . Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 AAPemikiran dan Kontribusi AGH. Muhammad Nur Dalam Kajian Hadis . AAPEMIKIRAN DAN KONTRIBUSI AGH. AAMUHAMMAD NUR DALAM KAJIAN HADISAA AADI SULAWESI SELATAN: TELAAHAA AATERHADAP KITAB KASYF AL-ASTARAA AAMuhammad GhifariAA AAInstitut Daarul QurAoan Jakarta. Indonesia AAmuhghifari@idaqu/ac. idAA AAUlfah ZakiyahAA AAInstitut Daarul QurAoan JakartaA Indonesia AAulfahzakiyah@idaqu. idAA AADOI: https://doi. org/10. 51925/inc. AEA AOEOE uOIO IOEO OIOEOI I EOIOO O N Ac . AII IO EI EOI O O OEOO OA AOEIA ,AOI AOEO OI IEOO E EA EA . AOIOEOOI uOIO oI OIOEA AIoIOAOE O I IOEO EOIOO O NAc . AII IO EI OOII uOEIO O OA AOEOO O OEIA ,AuOIOIOOA . AOuEOI uOOA ,AOIOEOOI uOIO O oI OIOE IOOEEO OA AuOII N Ac . AII IO IOOIOOEI IOuEOA-AIOuEO O OI EOIOE OOE OO EOEEA AI uOII OEOO IOIIAEI EOI O OuO E OIOE IOOIoEI OEOA AOOE I EOII O OOEON uOIOA . AIo OIOEOOI O OOIEI EN OO EOOEIA AcA A(EOO OOI)A ,AOI E EA E EO N Ac . AII IOA . ANOE OIOEOOI IOIOIOEIA ANO N Ac . AII IOA ,AIOEEOuO E EA EA ,AONOE IOOEI IEOO IOIEIA AON O OI EOIOE OO EOEEA . AEO uOIO OE Nc OAO O OuO EO uOEION OA AIOIEIA ,AOO O OuO E OIOOEI O OAOEOA EI IOIOIOE OINII IEA AATHE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON::AA AAISLAM NUSANTARA CIVILIZATIONAA Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah A EOIOO O OEOO EI OcOI I OINII O O OEOO O OEI OENA. AOI OA A OIA. AIOIOEO Eo O I IOIOEO OEOII EOI EOuEII O OOEON oA c . A OIOEOOI uOIO IOcOIOEEI NO NA,AEOOEOONIA AII IO OEN IOIOOEI EOIOO O OA A I EA E IOOEI OEO c O OO OEOO EIA,AOIOAOEI EI O EOI OA AIOOIOOEI I O OI EONOOI IE EOEE O OEOO O OEIA A NA,A EOIOO OA,A OIOEOIA:AEOIIOA ,A EA EA,A OA,AII IOA AEA Abstrak Artikel ini mengkaji pemikiran dan kontribusi AGH. Muhammad Nur dalam kajian hadis di Sulawesi Selatan, dengan fokus utama pada analisis kitab Kasyf al-Astar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji kontribusi AGH. Muhammad Nur dalam pengembangan ilmu hadis di Sulawesi Selatan. Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana AGH. Muhammad Nur mengintegrasikan nilainilai hadis dengan konteks sosial budaya lokal dan bagaimana beliau memanfaatkan kajian hadis sebagai alat untuk menginterpretasikan realitas sosial dan keagamaan di wilayah ini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (Library Researc. , dengan kitab Kasyf al-Astar karya AGH. Muhammad Nur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AGH. Muhammad Nur, melalui kitab Kasyf al-Astar, berhasil menggabungkan analisis mendalam terhadap hadis dengan konteks sosial budaya lokal. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai karya ilmiah yang mendalam, tetapi juga sebagai alat pendidikan yang efektif dalam membentuk pemahaman masyarakat tentang hadis. Kontribusi beliau dalam penyebaran dan pemahaman hadis di Sulawesi Selatan telah memperkaya literatur hadis dan mendukung perkembangan kajian keislaman di wilayah tersebut. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa AGH. Muhammad Nur telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang kajian hadis, dan Kasyf al-Astar merupakan bukti nyata dari upaya beliau dalam mengintegrasikan ajaran hadis dengan kehidupan masyarakat lokal di Sulawesi Selatan. Kata Kunci: Pemikiran. Kontribusi. AGH. Muhammad Nur. Hadis. Kasyf al-Astar. Abstract This article examines the thought and contributions of AGH. Muhammad Nur in the study of hadith in South Sulawesi, with a primary focus on the analysis of the book Kasyf al-Astar. The research aims to identify and analyze AGH. Muhammad NurAos contributions to the development of hadith Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pemikiran dan Kontribusi AGH. Muhammad Nur Dalam Kajian Hadis . scholarship in South Sulawesi. Indonesia. In addition, it seeks to explore how AGH. Muhammad Nur integrated the values of hadith with the local socio-cultural context and how he utilized hadith studies as a means to interpret the social and religious realities of the region. The research employs a library study . iterature-base. method, using Kasyf al-Astar, authored by AGH. Muhammad Nur, as the primary source. The findings reveal that through Kasyf al-Astar. AGH. Muhammad Nur successfully combined in-depth hadith analysis with the local socio-cultural context. This work serves not only as a profound scholarly contribution but also as an effective educational tool in shaping the communityAos understanding of His role in disseminating and deepening the comprehension of hadith in South Sulawesi has enriched the body of hadith literature and supported the advancement of Islamic studies in the region. Overall, the study concludes that AGH. Muhammad Nur has made significant contributions to the field of hadith scholarship, and Kasyf al-Astar stands as tangible evidence of his efforts to integrate hadith teachings with the everyday life of local communities in South Sulawesi. Keywords: Thought. Contribution. Muhammad Nur. Hadith. Kasyf al-Astar. PENDAHULUAN alam konteks keilmuan Islam yang luas dan beragam di Indonesia, kajian hadis memegang peranan penting sebagai salah satu pilar utama dalam memahami dan mengimplementasikan ajaran Islam. Kajian ini tidak hanya berfungsi sebagai landasan teologis yang kokoh, tetapi juga sebagai alat introspeksi dan adaptasi yang dinamis terhadap perubahan dan tantangan sosial budaya yang terus berkembang. Di Sulawesi Selatan, kajian hadis mencerminkan kekayaan dan kedalaman tradisi keilmuan Islam, serta menunjukkan bagaimana teks-teks hadis dapat berinteraksi dan beradaptasi dengan konteks sosial budaya setempat untuk memberikan panduan yang relevan dan bermakna. AGH. Muhammad Nur, seorang tokoh pemikir Muslim yang terkemuka di Sulawesi Selatan, telah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam memperkaya diskursus hadis. Melalui karyaTHE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah karyanya, khususnya Kasyf al-Astar, beliau telah menyediakan sumber yang kaya akan wawasan keislaman yang mendalam dan aplikatif, yang tidak hanya memperluas pemahaman umat Islam tentang hadis, tetapi juga menunjukkan bagaimana hadis dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kitab Kasyf al-Astar merupakan hasil kajian yang mendalam dan sistematis yang dilakukan oleh AGH. Muhammad Nur. Melalui karya ini, beliau berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam masyarakat mengenai praktik makan bersama sebagai bentuk solidaritas terhadap keluarga yang berduka. AGH. Muhammad Nur menyajikan analisis terperinci terhadap hadis-hadis yang relevan dengan tradisi ini, menguraikan berbagai pendapat ulama, dan memberikan penilaian kritis terhadap praktik tersebut dalam konteks syariat Islam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan mendesak untuk memahami lebih dalam bagaimana AGH. Muhammad Nur menggunakan kajian hadis sebagai lensa untuk menginterpretasikan realitas sosial dan keagamaan yang ada di Sulawesi Selatan. Masalah utama yang hendak dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana pemikiran dan kontribusi AGH. Muhammad Nur dalam kajian hadis di Sulawesi Selatan. Rumusan masalah ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai bagaimana AGH. Muhammad Nur melalui kitab Kasyf alAstar memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang studi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap dan memahami pemikiran AGH. Muhammad Nur dalam kajian hadis serta mengeksplorasi bagaimana beliau mengintegrasikan nilai-nilai hadis dengan kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendokumentasikan dan menganalisis kontribusi beliau yang telah memberikan warna tersendiri dalam kajian hadis di Indonesia. Dengan menguraikan pemikiran AGH. Muhammad Nur dalam kitab Kasyf al-Astar, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan studi Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pemikiran dan Kontribusi AGH. Muhammad Nur Dalam Kajian Hadis . Islam, khususnya hadis, serta memberikan pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana teks-teks keagamaan dapat diinterpretasikan dalam berbagai konteks sosial dan budaya. Penelitian-penelitian terdahulu telah banyak mengkaji pemikiran dan kontribusi ulama Nusantara dalam bidang hadis. Namun, masih terdapat kekosongan dalam literatur yang secara khusus membahas kontribusi AGH. Muhammad Nur dalam kajian hadis di Nusantara, khususnya di Sulawesi Selatan. Dengan pertibangan tersebut, maka penelitian ini akan menguraikan lebih lanjut tentang kontribusi AGH. Muhammad Nur dalam kajian hadis, dengan fokus pada kitab Kasyf al-Astar sebagai karya ilmiah yang memberikan panduan dalam memahami dan mengamalkan tradisi makan di rumah keluarga yang berduka sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan studi Islam, khususnya Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus mengembangkan dan memperkaya kajian hadis di Indonesia, serta memperkuat peran hadis sebagai sumber ajaran Islam yang hidup dan relevan dengan kebutuhan umat di era modern. METODE Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (Library Researc. untuk menganalisis pemikiran dan kontribusi AGH. Muhammad Nur dalam kajian hadis di Sulawesi Selatan. Sumber utama yang digunakan adalah kitab Kasyf al-Astar, sebuah karya penting AGH. Muhammad Nur. Metode ini melibatkan pengumpulan, pengorganisasian, dan analisis literatur yang relevan dengan topik Langkah pertama dalam metode ini adalah identifikasi dan pemilihan sumber-sumber literatur yang berkaitan, termasuk kitab Kasyf al-Astar dan karya-karya lain yang mendukung pemahaman tentang kontribusi AGH. Muhammad Nur. Selanjutnya, dilakukan analisis mendalam terhadap isi kitab Kasyf al-Astar untuk THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah mengidentifikasi latar belakang penyusunan, sistematika, dan metode yang digunakan oleh AGH. Muhammad Nur dalam kitab tersebut. Metode ini memungkinkan pemahaman yang komprehensif dan terperinci mengenai kontribusi intelektual AGH. Muhammad Nur. HASIL DAN PEMBAHASAN Riwayat Hidup Anre Gurutta Haji (AGH) Muhammad Nur adalah seorang ulama kharismatik yang berasal dari Sulawesi Selatan. Indonesia. Nama lengkapnya adalah AGH. Muhammad Nur bin Andi Mapparessa Dg. Pawawo. Ia lahir di Desa Mattiro Deceng. Kecamatan Lau. Kabupaten Maros. Sulawesi Selatan, pada tanggal 7 Desember Namun, terdapat perbedaan mengenai tahun kelahirannya. beberapa sumber, seperti liputan Celebes TV dalam acara "Jejak Ulama Sulawesi Selatan," disebutkan bahwa beliau lahir pada 19 Juli Sementara dalam kitabnya, dituliskan bahwa ia lahir pada tanggal 7 Desember 1932 di Maros. Perbedaan ini mencerminkan adanya dua versi sejarah terkait waktu kelahirannya. AGH. Muhammad Nur memulai pendidikannya di Volkschool (Sekolah Rakya. di Maros pada tahun 1941. Selain pendidikan formal, ia juga belajar ilmu agama dari sejumlah ulama lokal di sekitar Untuk memperdalam pengetahuan agamanya. AGH. Muhammad Nur kemudian melakukan perjalanan ilmiah ke Mekkah. Beliau bermukim di Mekkah selama 11 tahun, dari tahun 1947 hingga Selama di Mekkah. AGH. Muhammad Nur memfokuskan dirinya pada studi keislaman dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar (Firdaus Muhammad, 2. Di Mekkah. AGH. Muhammad Nur menghafal Al-Qur'an hingga 30 juz di Madrasah Ulumul Qur'an dan menyelesaikannya pada tahun 1952. Ia melanjutkan pendidikannya di Madrasah Fakhriyah Usmaniyah pada tahun 1955 dan kemudian di Madrasah Daarul Ulum Ad-Diniyah pada tahun 1958. Selain itu, ia juga aktif Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pemikiran dan Kontribusi AGH. Muhammad Nur Dalam Kajian Hadis . mengikuti pengajian tafsir dan hadis di Masjidil Haram (Firdaus Muhammad, 2. Setelah menyelesaikan pendidikannya Madrasah Daarul Ulum Ad-Diniyah. AGH. Muhammad Nur memperoleh sertifikat mengajar pada almamaternya tersebut. Madrasah Darul AoUlum Ad-Diniyah merupakan lembaga pendidikan yang didirikan oleh ulama keturunan Indonesia. Sayyid Muhsin Al-Musawa Al-Falimbani (Nur Hidayatullah, 2. Madrasah ini dikenal memiliki banyak santri yang berasal dari Nusantara, salah satunya adalah AGH. Muhammad Nur. Bidang keilmuan yang diajarkan oleh AGH. Muhammad Nur ketika diangkat sebagai pengajar di madrasah ini adalah Ilmu Hadis. Selama di Mekkah. AGH. Muhammad Nur belajar dari sejumlah ulama terkemuka, di antaranya Syekh Hasan Al-Yamani. Sayyid Muhammad Amin Al-Kutuby. Syekh Alwi Abbas Al-Maliky. Syekh Ali Al-Maghriby Al-Maliky. Syekh Hasan Al-Masyath. Syekh Yasin Al-Fadany, dan Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki. Para ulama ini memberikan pengaruh besar dalam pembentukan pengetahuan dan karakter keilmuan AGH. Muhammad Nur, yang kemudian menjadi landasan bagi kontribusinya dalam dunia keagamaan di Indonesia (Muhammad Nur, 1. Setelah menghabiskan sebelas tahun menimba ilmu di Mekkah. AGH. Muhammad Nur kembali ke Indonesia pada tahun 1958, dan memulai pengabdiannya sebagai ulama di Sulawesi Selatan. AGH. Muhammad Nur, yang telah memperoleh kebijaksanaan dari tanah suci, mulai menyebarkan ajaran-ajaran agama di Sulawesi Selatan. Beliau mengabdikan diri dalam menyebarkan ilmu agama melalui pengajaran, ceramah, dan penulisan. Kiprahnya dalam menyebarkan ilmu agama di Sulawesi Selatan memberikan dampak yang signifikan dalam pengembangan keislaman di daerah tersebut. Di Sulawesi Selatan. AGH. Muhammad Nur menetap di Makassar. Di kota ini. AGH. Muhammad Nur bertemu dengan wanita yang kemudian menjadi pendamping hidupnya. Hj. Fatimah, mereka membangun keluarga dan berbagi komitmen dalam menyebarkan ajaran Islam. Hj. Fatimah selalu setia mendampingi dan mendukung THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah perjalanan dakwah suaminya dalam menyebarkan ilmu agama di tanah Bugis-Makassar. Dengan semangat yang tak pernah padam. AGH. Muhammad Nur mendirikan pesantren Ma'had Dirasatil Islamiyah wal Arabiyah (MDIA) Taqwa Makassar, yang hingga kini masih eksis dan memberikan kontribusi besar dalam pendidikan Islam di Sulawesi Selatan. Tak berhenti di situ, pada tahun 1988, ia juga mendirikan pesantren Ma'had an-Nur fi Ulumil Qur'an di Maccopa. Kabupaten Maros. Kedua pesantren yang didirikannya tersebut kelak mewarnai tradisi keilmuan di tanah sulawesi dan melahirkan sejumlah ulama dan cendekiawan muslim di Sulawesi Selatan (Muhammad Nur, 1. Pengakuan atas keilmuannya semakin kuat dengan penganugerahan gelar guru besar dan Doktor honoris causa dari Universitas Insaniah Malaysia pada tahun 2010. Gelar ini diberikan oleh Prof. Dr. Sayyid Muhammad Aqiel al-Mahdaly, mantan santri MDIA Taqwa Makassar yang saat itu menjabat sebagai Rektor Universitas Insani Kedah. Penganugerahan gelar ini merupakan bentuk penghargaan atas keilmuan dan kontribusi AGH. Muhammad Nur dalam pendidikan Islam (Firdaus Muhammad, 2. Banyak tokoh penting telah menimba ilmu dari AGH. Muhammad Nur, seperti Prof. Dr. Alwi Shihab. MA. (Menteri Luar Negeri RI tahun 1999-2. Prof. Dr. Sayyid Aqiel Al-Mahdaly (Rektor Universitas Kedah Malaysia tahun 2003-2. Prof. Dr. Nasaruddin Umar. MA. (Wakil Menteri Kementerian Agama RI tahun 2011-2. Prof. Dr. Muhammadiyah Amin. MA. (Rektor IAIN Gorontalo 2006-2. AGH. Muh. Harisah AS. (Pendiri dan pemimpin Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar tahun 19822. , dan masih banyak lagi yang lain. Selain mengajar. AGH. Muhammad Nur juga aktif dalam berbagai organisasi keagamaan. Ia dikenal sebagai tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan dan pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Suriyah NU Sulsel. Ia juga aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Sulawesi Selatan. AGH. Muhammad Nur juga memimpin Tarekat Muktabaroh Muhammadiyah al-Sunusiyah di Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pemikiran dan Kontribusi AGH. Muhammad Nur Dalam Kajian Hadis . Sulawesi Selatan. Ijazah tarekat ini diperolehnya dari Sayyid Muhammad Amin Al-Kutuby, dan ia berada pada urutan ke-8 dalam silsilah para mursyid tarekat ini. Di bawah kepemimpinannya, tarekat ini memiliki banyak jamaah hingga ke Kalimantan dan daerah lainnya (Firdaus Muhammad, 2. AGH. Muhammad Nur meninggal dunia pada 29 Juni 2011, bertepatan dengan peringatan IsraAo MiAoraj, 27 Rajab 1432 H. Beliau meninggal sekitar pukul 11. 30 WITA di Rumah Sakit Islam Faisal. Makassar, setelah menjalani operasi saluran air seni. Jenazahnya dimakamkan di belakang rumahnya di Jalan Perintis Kemerdekaan. Makassar. Beliau meninggalkan warisan ilmu yang tak ternilai. AGH. Muhammad Nur dikenal sebagai sosok yang sangat tawadhu, dengan pembawaan yang tenang dan menyejukkan, sehingga mampu mengalirkan ilmunya kepada siapa saja. Kebiasaan yang menarik dari beliau adalah memulai setiap pembelajaran dengan mendoakan para murid-muridnya agar mereka dapat menyerap ilmu dengan baik. KH. Muhammad Rijal Assagaf, menantunya, menggambarkan AGH. Muhammad Nur sebagai sosok yang gemar memberi nasihat, tegas dalam prinsip, namun lembut dalam masalah Secara keseluruhan, kehidupan AGH. Muhammad Nur menggambarkan dedikasi seorang ulama yang tidak hanya berfokus pada penyebaran ilmu agama tetapi juga pada pembinaan karakter dan pengembangan masyarakat. Dengan keteladanan dan kebijaksanaannya. AGH. Muhammad Nur telah meletakkan dasar yang kuat bagi perkembangan keilmuan Islam di Sulawesi Selatan, yang manfaatnya terus dirasakan hingga saat ini. Jejak Silsilah Sanad AGH. Muhammad Nur Sanad, atau mata rantai transmisi, adalah elemen fundamental dalam tradisi keilmuan Islam, terutama dalam kajian hadis. Ibnu Mubarak pernah menegaskan pentingnya sanad dengan mengatakan. AuSanad adalah bagian dari agama Islam, seandainya tidak ada sanad THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah niscaya orang-orang akan berkata semaunya. Ay Pernyataan ini menyoroti peran krusial sanad dalam memastikan keabsahan dan autentisitas hadis yang menjadi sumber kedua hukum Islam setelah Al-Qur'an (Abu al-Husain Muslim, 1. Sulawesi selatan patut berbangga karena memiliki tokoh seperti AGH. Muhammad Nur, ulama yang pakar dalam ilmu sanad hadis. AGH. Muhammad Nur adalah seorang ulama dan cendekiawan yang berdedikasi dalam studi hadis dan berbagai cabangnya, terutama ilmu riwayat dan sanad. Kegigihannya dalam mengumpulkan sanad dari berbagai ulama menempatkannya di posisi yang istimewa dalam tradisi keilmuan Islam. Selama berada di Makkah, beliau berhasil mengumpulkan sanad-sanad yang disertai ijazah dari sejumlah ulama Di antara ulama yang memberikan sanad kepada AGH. Muhammad Nur adalah Syekh Hasan Al-Yamani. Syekh Sayyid Muhammad Amin Al-Kutuby. Syekh Alwi Abbas Al-Maliky. Syekh Ali Al-Maghriby Al-Maliky. Syekh Hasan Al-Masyath, dan Syekh Yasin Al-Fadany. Berkat silsilah sanad ini, beliau dianugerahi gelar Syaikh al-Jalil Al-Allamah Muhammad Nur, sebuah penghormatan yang mencerminkan keilmuan dan integritasnya (Firdaus Muhammad. Salah satu guru utama AGH. Muhammad Nur adalah Muhammad Yasin ibn AoIsa al-Fadani al-Makki, yang dikenal sebagai Syekh Yasin al-Fadani. Syekh Yasin al-Fadani, yang hidup pada tahun 1335-1410 H/1917-1990 M, adalah seorang pakar hadis keturunan Padang. Sumatera Barat, yang bergelar Almusnid Dunya, yaitu ulama ahli sanad dunia (Syaifuddin Agus, 2. Dari Syekh Yasin al-Fadani inilah AGH. Muhammad Nur belajar hadis dan memperoleh sanad yang bersambung langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, saat di Makkah. AGH. Muhammad Nur juga menimba ilmu dari sejumlah ulama besar asal Bugis. Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah AGH. Muhammad AsAoad Sengkang, pendiri Pondok Pesantren AsAoadiyah Sengkang (Ayub Arwansyah. AGH. Muhammad Nur menerima sanad hadis dari AGH. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pemikiran dan Kontribusi AGH. Muhammad Nur Dalam Kajian Hadis . Muhammad AsAoad Sengkang, yang memperkaya jaringan sanadnya dan memperkokoh posisinya sebagai ulama hadis. AGH. Muhammad Nur juga mendapatkan sanad dari Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki, seorang habib keturunan Nabi Muhammad SAW yang memiliki banyak sanad hadis (Aziz Miftahus Surur, 2. Hubungan dekat antara AGH. Muhammad Nur dan Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki terbukti ketika Sayyid Muhammad Alwi berkunjung ke Makassar pada 13 Maret 1983. AGH. Muhammad Nur mendampingi beliau dan memperkenalkan identitasnya kepada para Habaib di Makassar, menunjukkan keakraban dan penghormatan yang mendalam antara keduanya. AGH. Muhammad dikenal memiliki hafalan ribuan hadis. Kepakaran AGH. Muhammad Nur dalam bidang hadis diakui banyak orang sehingga beliau diberi gelar Syaikh al-Jalil Al-Allamah Muhammad Nur. Sebuah gelar yang tak main-main, karena itu hanya disematkan kepada ulama besar dalam bidang ilmu sanad yang memiliki keluasan periwayatan dan berguru pada banyak Syaikh. Selain itu juga menyampaikan hadis kepada banyak orang. Namun memang AGH. Muhammad Nur layak mendapat gelar tersebut. Sejak muda ia gigih belajar hadis dari sejumlah ulama yang berkenamaan. Keberhasilan AGH. Muhammad Nur dalam mengumpulkan sanad hadis dari berbagai ulama menunjukkan dedikasi luar biasanya terhadap ilmu. Hal ini juga mencerminkan pentingnya sanad dalam menjaga keaslian ajaran Islam. Tanpa sanad, ajaran-ajaran yang diwariskan dari generasi ke generasi bisa saja terdistorsi. Oleh karena itu, peran ulama seperti AGH. Muhammad Nur sangat vital dalam mempertahankan kemurnian ajaran Islam melalui ilmu hadis. Lebih jauh. AGH. Muhammad Nur tidak hanya dikenal sebagai pengumpul sanad, tetapi juga sebagai penyebar ilmu. Murid-murid yang belajar darinya membawa pulang ilmu yang telah mereka pelajari dan menyebarkannya lebih lanjut. Ini menciptakan sebuah jaringan luas penyebaran ilmu yang bermuara pada peningkatan pengetahuan dan pengamalan Islam di berbagai belahan dunia. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah Sistem sanad tidak hanya mencakup aspek transmisi, tetapi juga mengandung aspek spiritual dan etika. Proses pengajaran dan penerimaan sanad melibatkan hubungan guru-murid yang didasarkan pada penghormatan, kepercayaan, dan keikhlasan. Ini membentuk dasar dari tradisi keilmuan yang berkelanjutan dan saling menghormati dalam dunia Islam (Muhammad Ali, 2. AGH. Muhammad Nur, melalui keteladanannya, menunjukkan bagaimana seorang ulama harus menjunjung tinggi nilai-nilai ini. Kegigihan AGH. Muhammad Nur dalam ilmu hadis juga memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus mendalami ilmu Beliau menunjukkan bahwa studi hadis bukan hanya tentang pengetahuan semata, tetapi juga tentang membentuk karakter dan integritas pribadi. Dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip sanad. AGH. Muhammad Nur mengajarkan pentingnya ketekunan, ketulusan, dan kejujuran dalam menuntut ilmu. Di era modern ini, di mana informasi dapat dengan mudah tersebar tanpa verifikasi, pentingnya sanad menjadi lebih relevan. Sanad tidak hanya berfungsi sebagai alat verifikasi, tetapi juga sebagai warisan intelektual dan spiritual yang menghubungkan umat Islam dengan sumber-sumber ajaran yang otentik (Muhammad Anshori. Ulama seperti AGH. Muhammad Nur memainkan peran kunci dalam menjaga warisan ini tetap hidup dan relevan. Dengan demikian, kontribusi AGH. Muhammad Nur dalam ilmu hadis tidak dapat dipandang sebelah mata. Beliau adalah simbol dedikasi dan keilmuan dalam tradisi Islam, dan karyanya dalam mengumpulkan dan menyebarkan sanad hadis adalah warisan berharga bagi umat Islam. Melalui usaha dan pengorbanannya, beliau telah mengokohkan posisi sanad sebagai pilar penting dalam studi hadis dan menjaga kemurnian ajaran Islam untuk generasi mendatang. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pemikiran dan Kontribusi AGH. Muhammad Nur Dalam Kajian Hadis . Kitab Kasyf al-Astar Sebagai Kontribusi Ilmiah AGH. Muhammad Nur dalam Kajian Hadis AGH. Muhammad Nur adalah sosok yang sangat dihormati dalam komunitas keilmuan Islam, terutama di Sulawesi Selatan. Beliau dikenal sebagai seorang ulama yang memiliki pengetahuan mendalam dan luas dalam berbagai disiplin ilmu, dengan fokus khusus pada studi hadis. Karya-karyanya telah memberikan sumbangan signifikan dalam memperkaya literatur Islam dan membantu umat Islam memahami ajaran agama dengan lebih baik. Salah satu karya monumental AGH. Muhammad Nur adalah Kasyf al-Astar, yang merupakan analisis terperinci tentang hadis-hadis yang berkaitan dengan kegiatan makan di kediaman keluarga orang yang meninggal. Dalam karya ini, beliau menguraikan berbagai pendapat ulama tentang hadis-hadis tersebut, memberikan wawasan baru dan pemahaman yang lebih dalam tentang tradisi Islam. Nama lengkap kitab ini adalah AuKasful Astar fi Hadis min ManAoi al-Akli fi Bait al-Ahli al-Mayyit wa Ahadis min JawwazihiAy ( AEAA AE AO O II II e AO O NE EIO O II ON OOI EEI EEIA A)AONA. Kitab ini merupakan hasil karya yang ditulis pada tahun 1988 Masehi atau 1408 Hijriah di Makassar dan diterbitkan oleh PT AlQuswah Jakarta. Secara lebih detail penulis akan membahas kitab Kasful Astar sebagai kontribusi nyata AGH. Muhammad Nur dalam Kajian Hadis. Latar Belakang Penyusunan Dalam konteks keilmuan Islam, khususnya dalam studi hadis, kitab Kasyf al-Astar yang disusun oleh AGH. Muhammad Nur menempati posisi penting sebagai karya yang menguraikan praktekpraktek sosial yang berkaitan dengan tradisi makan di kediaman keluarga orang yang meninggal. Di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan, tradisi makan di rumah keluarga yang meninggal adalah praktik yang masih umum ditemui. Tradisi ini bukan hanya sekadar kebiasaan budaya, tetapi juga melibatkan dimensi keagamaan yang mendalam (A. Fatikhul Amin Abdullah. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah Banyak masyarakat yang menganggap bahwa tradisi ini adalah bagian dari ajaran Islam yang perlu dilestarikan, sementara yang lain berpendapat bahwa hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Perdebatan mengenai keabsahan tradisi ini dalam Islam seringkali menimbulkan kebingungan. AGH. Muhammad Nur, dengan keilmuannya yang mendalam, mengidentifikasi kebingungan dan ketidakjelasan yang merajalela di masyarakat mengenai keabsahan tradisi ini dalam Islam. Dalam konteks ini. AGH. Muhammad Nur melihat adanya kebutuhan yang mendesak untuk menyusun sebuah karya yang tidak hanya menguraikan pandangan ulama terdahulu tetapi juga memberikan analisis kritis terhadap hadis-hadis yang Latar belakang penyusunan kitab Kasyf al-Astar dapat dilihat pada bagian mukaddimah . kitab tersebut. AGH. Muhammad Nur menjelaskan bahwa seringkali ada pertanyaan dari masyarakat mengenai hukum makan di rumah keluarga yang Pertanyaan ini, menurut beliau, telah dijawab oleh banyak kalangan namun tidak memberikan jawaban yang kuat sehingga menimbulkan kekacauan. Sejumlah tokoh masyarakat kemudian mendatangi AGH. Muhammad Nur untuk memintanya agar dapat menulis satu risalah dalam masalah ini (Muhammad Nur, 1. AGH. Muhammad Nur menanggapi permintaan ini dengan Beliau menyadari bahwa masyarakat membutuhkan panduan yang jelas dan didasarkan pada dalil-dalil yang kuat agar tradisi ini dapat dijalankan sesuai dengan ajaran Islam. Keputusan beliau untuk menyusun kitab Kasyf al-Astar didasarkan pada keinginan untuk memberikan jawaban yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah mengenai isu ini. AGH. Muhammad Nur menyadari bahwa tradisi makan di rumah keluarga yang berduka memiliki dimensi sosial yang Tradisi ini tidak hanya merupakan praktik kebudayaan, tetapi juga melibatkan nilai-nilai keagamaan yang mendalam. Dalam tradisi Islam, kebersamaan dan dukungan sosial adalah bagian penting Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pemikiran dan Kontribusi AGH. Muhammad Nur Dalam Kajian Hadis . dari ajaran yang harus dipraktikkan oleh umat Islam. Oleh karena itu. AGH. Muhammad Nur merasa penting untuk memberikan panduan yang jelas mengenai bagaimana tradisi ini dapat dijalankan tanpa bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Dengan demikian dapat dipahami bahwa penyusunan kitab Kasyf al-Astar didorong oleh kebutuhan untuk memberikan jawaban yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai tradisi makan di rumah keluarga yang berduka. AGH. Muhammad Nur menyadari bahwa masyarakat memerlukan panduan yang jelas dan didasarkan pada dalil-dalil yang kuat agar tradisi ini dapat dijalankan sesuai dengan ajaran Islam (Muhammad Nur, 1. Kitab Kasyf al-Astar menjadi karya monumental yang tidak hanya berfungsi sebagai panduan dalam masalah spesifik ini, tetapi juga sebagai contoh bagaimana pendekatan ilmiah dan kritis dapat diterapkan dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam konteks sosial dan budaya yang beragam. AGH. Muhammad Nur, melalui karya ini, memberikan kontribusi yang tidak ternilai dalam memperkaya khazanah keilmuan Islam, khususnya dalam studi hadis dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Sistematika dan Metode Penulisan Kitab Kasyf al-Astar karya AGH. Muhammad Nur adalah sebuah karya ilmiah yang menguraikan analisis kritis terhadap hadishadis mengenai kegiatan makan di kediaman keluarga yang Penyusunan kitab ini menggunakan struktur dan metodologi yang sistematis untuk memastikan pembahasan yang jelas dan komprehensif. Penulisan kitab ini bertujuan untuk memberikan panduan yang kuat dan berdasarkan dalil yang sahih kepada umat Islam mengenai praktek sosial yang sering menimbulkan perdebatan Sistematika penulisan kitab Kasyf al-Astar disusun dengan urutan yang rapi dan logis, dimulai dari bagian pendahuluan hingga pembahasan utama, dan ditutup dengan informasi tentang penulis. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah Struktur ini dirancang untuk memudahkan pembaca dalam memahami konteks dan isi dari setiap bagian yang dibahas. Kitab ini dibuka dengan daftar isi yang memudahkan pembaca untuk menavigasi topik-topik yang dibahas. Daftar isi mencakup semua bagian dan sub-bagian dalam kitab ini. Hal ini membantu pembaca untuk dengan mudah menemukan topik atau pertanyaan tertentu yang dibahas dalam kitab. Kata sambutan dalam kitab ini disampaikan oleh Rais Suriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan. Sambutan ini memberikan pengantar mengenai pentingnya pembahasan yang dilakukan oleh AGH. Muhammad Nur serta relevansi kitab ini dalam konteks keilmuan dan praktik sosial Islam. Setelah itu, dilanjutkan dengan mukaddimah yang menjelaskan latar belakang penulisan kitab Kasyf al-Astar. AGH. Muhammad Nur mengungkapkan kebutuhan mendesak untuk membahas dan memberikan klarifikasi mengenai tradisi yang telah lama berakar di Pembahasan utama kitab ini disusun dalam bentuk tanya jawab untuk memudahkan pemahaman pembaca, yang mencerminkan pendekatan pedagogis dalam tradisi keilmuan Islam. Metode ini memungkinkan pembaca untuk mengikuti alur pemikiran penulis secara logis dan sistematis. Metode ini dipilih karena lebih mudah dimengerti oleh berbagai kalangan, baik yang memiliki latar belakang keilmuan yang mendalam maupun yang awam. Setiap pertanyaan disusun secara logis dan berurutan, dimulai dari isu yang paling mendasar hingga yang lebih kompleks. Metode ini juga memungkinkan pembaca untuk fokus pada satu topik atau masalah tertentu sebelum beralih ke topik berikutnya. Kitab ini menguraikan tujuh pertanyaan utama yang sering diajukan oleh umat Islam mengenai tradisi berkabung, yaitu: Bagaimana hukumnya mengirimkan makanan kepada keluarga yang meninggal? Apa yang harus dilakukan oleh keluarga yang berduka apabila ada banyak makanan di rumah? Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pemikiran dan Kontribusi AGH. Muhammad Nur Dalam Kajian Hadis . Kapan sebaiknya waktu untuk mengirimkan makanan kepada keluarga yang berduka? Apa maksud harta anak yatim dari harta peninggalan orang yang Berapa malam acara kematian dilakukan? Apa saja bentuk acara dalam Islam? Bagaimana hukumnya menghadiri undangan acara kematian? Setiap jawaban atau penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut menguraikan hadis-hadis tertentu beserta penjelasan ulama dan analisis dari AGH. Muhammad Nur. Dalam kitab ini terdapat sekitar 15 hadis yang dikutip. Hadis-hadis yang dikutip bersumber dari kitab-kitab hadis pokok, yaitu kutub al-Sittah . nam kitab hadis utama dalam Isla. Ini menunjukkan kehati-hatian AGH. Muhammad Nur dalam memilih dan mengutip hadis yang sahih dan Setiap hadis yang dikutip dalam kitab ini dilengkapi dengan referensi yang jelas. Catatan kaki digunakan untuk menyebutkan sumber dan halaman yang dikutip, sehingga pembaca dapat dengan mudah merujuk ke sumber asli untuk verifikasi dan studi lebih lanjut. Penggunaan referensi yang teliti dan akurat adalah salah satu aspek penting dari metodologi ilmiah yang diterapkan oleh AGH. Muhammad Nur dalam penulisan kitab ini. Selain hadis, penjelasan ulama yang dikutip juga disertai dengan rujukan dalam bentuk catatan kaki yang menyebutkan nama kitab dan halaman yang dikutip. Kitab yang dirujuk antara lain: Syarah Muhazzab. Tazhibul Kamal, dan lain-lain. Hal ini menunjukkan keakuratan ilmiah dan kepatuhan terhadap etika akademik dalam penulisan karya keilmuan. Penjelasan ulama ini memberikan konteks tambahan dan memperkaya analisis yang disajikan oleh AGH. Muhammad Nur. Kitab Kasyf al-Astar ditulis dalam dua bahasa, yaitu Arab dan Indonesia, untuk memastikan bahwa dapat diakses oleh lebih banyak Bagi mereka yang menguasai bahasa Arab, kitab ini menyajikan teks asli yang otentik. Sementara itu, terjemahan dalam bahasa Indonesia disertakan untuk memudahkan pembaca yang tidak THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah menguasai bahasa Arab. Pendekatan ini memastikan bahwa pesan dan penjelasan dalam kitab ini dapat dipahami oleh kalangan yang lebih Kitab Kasyf al-Astar karya AGH. Muhammad Nur adalah contoh yang baik dari karya ilmiah yang disusun dengan metodologi yang sistematis dan komprehensif. Struktur penulisan yang rapi dan penggunaan metode tanya jawab memudahkan pembaca dalam memahami topik yang kompleks. Analisis kritis terhadap hadis-hadis yang dibahas, penggunaan pendekatan ilmu rijal, fiqh, dan ushul fiqh, serta integrasi bahasa Arab dan Indonesia memastikan bahwa kitab ini dapat diakses dan dipahami oleh berbagai kalangan. Pendekatan yang digunakan dalam kitab ini menunjukkan dedikasi AGH. Muhammad Nur dalam memberikan panduan yang jelas dan ilmiah mengenai hukum makan di kediaman keluarga yang Karya ini tidak hanya memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di kalangan masyarakat, tetapi juga memperkaya khazanah keilmuan Islam dengan analisis yang mendalam dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pemikiran AGH. Muhammad Nur dalam Kitab Kasyf alAstar AGH. Muhammad Nur, seorang ulama yang mengikuti manhaj Ahlusunnah Wal Jamaah, telah memberikan sumbangan pemikiran yang signifikan dalam bidang hadis melalui kitabnya Kasyf al-Astar. Dalam karya ini, beliau menyajikan analisis terhadap hadis-hadis shahih dan komentar para imam kaum Muslimin mengenai tradisi memberikan hidangan makanan selama tujuh hari bagi keluarga yang AGH. Muhammad Nur menguraikan hadis-hadis yang mendukung tradisi makan bersama setelah ada anggota keluarga yang Salah satu hadis yang beliau kutip berasal dari Aisyah, istri Nabi Muhammad saw, yang menjelaskan tradisi menyediakan makanan bagi keluarga yang berduka. Hadis ini menunjukkan bahwa Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pemikiran dan Kontribusi AGH. Muhammad Nur Dalam Kajian Hadis . Aisyah memerintahkan pembuatan bubur gandum lembut, yang dikenal dengan talbina, sebagai sarana untuk menghimpun hati yang sakit dan menghilangkan kesedihan. AGH. Muhammad Nur menafsirkan hadis ini sebagai bukti bahwa tradisi makan bersama ketika ada orang yang meninggal sudah dilakukan sejak masa Nabi saw dan bertujuan untuk meringankan kesedihan orang yang berduka. Hadis tersebut berbunyi: c a a a a a a a a a a a a a ca a ca a a a a a ca ca a ca a a a a a AEI a a acIA a AI a O a EI a c aO AEO acEE EO aN OE aI I aN EI au I eE acO aII N aEN AI aE aEEA a a a a a a ca a AAI a a UO a a ca a a a a a a a a a a a a a ca a a a a a ca a ca a a AEE a aOI aEO aN acI CE EE aIA AA acA a a AACI auE NEN OAN I aI s aII E aOI s A a IA ca a a a a ca a a a a a ca ca a ca AII aN aAu cIO aI a a aO aEA a a a a AEE aOI a aI acI U aE aA a a eEaA A E a aIA a aa a a AacEE AEO acEE EO aN OEI OCOEA a AO N aA a a Dari Aisyah isteri Nabi Saw bahwasanya sudah menjadi kebiasaan bila salah seorang dari keluarganya meninggal, dan kaum wanita pun berkumpul lalu bubar kecuali pihak keluarganya, maka ia menyuruh untuk menyediakan periuk berisikan bubur yang dimasak dari gandum lembut. Kemudian ia membuat campuran daging dan roti dan menuangkan gandum lembut. Setelah itu. Aisyah berkata: Makanlah darinya, karena aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bubur gandum lembut bisa menghimpun hati yang sakit yang menghilangkan kesedihan. " (HR. Imam Bukhar. Menurut AGH. Muhammad Nur, hadis ini menunjukkan bahwa tradisi makan bersama ketika ada orang yang meninggal sudah dilakukan sejak masa Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis tersebut. Aisyah memerintahkan untuk menyediakan makanan sebagai cara untuk meringankan kesedihan orang yang berduka. AGH. Muhammad Nur menjelaskan bahwa makan bersama ini bukan hanya sekedar tradisi sosial, tetapi memiliki nilai keagamaan yang mendalam, yaitu untuk menghibur dan meringankan beban emosional keluarga yang AGH. Muhammad Nur juga membahas tradisi acara tujuh malam kematian, yang menurutnya memiliki dasar dalam hadis Nabi THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah Beliau mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal: a a a ca a a a a a a a a a ca U a a a a a a a a a a a a a a ca a a a a A aI aI E aCA AO aNIA a AI NA a A CE O auI eEOO OAIOI aAO CA: A aI CE I E aO I AOI CEA a a aa Aa AE aIO aO a a acOI I O a aIO aI aNI aE aE E acO aIA Telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Qasim telah menceritakan berkata telah menceritakan kepada kami AlAsyjaAoi dari Sufyan beliau mengatakan bahwa Thawus mengatakan: Sesungguhnya orang yang meninggal akan ditanya di dalam kubur selam 7 hari 7 malam, maka dianjurkan menghidangkan makanan pada hari-hari itu. (HR. Imam Ahmad bin Hamba. AGH. Muhammad Nur menjelaskan bahwa hadis ini ini menyatakan bahwa orang yang meninggal akan ditanya di dalam kubur selama tujuh hari tujuh malam, sehingga dianjurkan untuk menghidangkan makanan pada hari-hari tersebut sebagai sedekah untuk meringankan siksanya di alam kubur. Beliau menjelaskan bahwa hadis ini marfuAo dan muttasil, bersambung sampai kepada Nabi saw, dan diriwayatkan oleh Thawus, seorang perawi yang adil dan bertemu dengan banyak sahabat. AGH. Muhammad Nur memperkuat argumennya dengan mengutip pandangan Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab ThulaAo Tsuraya bi Izhari Makana Khafiyah al-hawi Li al-Fatawi Li alSuyuthi. As-Suyuthi menganjurkan keluarga yang meninggal untuk memberikan sedekah berupa makanan karena ada kemungkinan orang yang meninggal itu punya dosa, dan dengan sedekah tersebut, maka bisa meringankan beban dosanya. Pandangan ini menunjukkan bahwa tradisi makan bersama setelah kematian tidak hanya bertujuan untuk meringankan kesedihan keluarga, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dengan tujuan meringankan beban dosa almarhum. Menurut AGH. Muhammad Nur, hadis-hadis tersebut menunjukkan bahwa dianjurkan bagi keluarga yang berduka untuk menghidangkan makanan selama tujuh hari. Ini merupakan kebiasaan yang sudah ada sejak masa Nabi saw dan terus berlanjut hingga saat Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pemikiran dan Kontribusi AGH. Muhammad Nur Dalam Kajian Hadis . ini, baik di Makkah dan Madinah oleh non-Wahhabiyah maupun di berbagai negeri kaum Muslimin, termasuk Indonesia. Pemikiran AGH. Muhammad Nur dalam kitab Kasyf al-Astar menunjukkan dedikasi beliau dalam memberikan panduan yang jelas dan berdasarkan dalil sahih mengenai tradisi makan di kediaman keluarga yang meninggal. Melalui analisis kritis terhadap hadis-hadis dan pandangan ulama. AGH. Muhammad Nur menegaskan bahwa praktik ini memiliki dasar dalam sunnah Rasulullah SAW dan merupakan bagian dari tradisi Islam yang luas. Kitab ini tidak hanya memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di kalangan masyarakat, tetapi juga memperkaya khazanah keilmuan Islam dengan analisis yang mendalam dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Melalui kitab Kasyf al-Astar. AGH. Muhammad Nur menyampaikan pemikiran yang mendalam dan berwawasan luas mengenai tradisi makan dalam konteks kematian dalam Islam. Beliau menegaskan pentingnya mempertahankan tradisi yang memiliki dasar dalam hadis Nabi saw, serta mengajak umat Islam untuk memahami dan mengamalkan tradisi ini dengan pemahaman yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam. PENUTUP Kesimpulan penelitian ini menyoroti pentingnya pemikiran dan kontribusi AGH. Muhammad Nur dalam kajian hadis di Sulawesi Selatan melalui kitab Kasyf al-Astar. Analisis terhadap kitab tersebut menunjukkan bahwa AGH. Muhammad Nur telah memberikan sumbangan signifikan terhadap pemahaman dan penyebaran pemahaman hadis di wilayah ini. Kitab Kasyf al-Astar berfungsi tidak hanya sebagai referensi ilmiah yang komprehensif, tetapi juga sebagai panduan yang efektif bagi masyarakat Muslim. Karya ini memperlihatkan kedalaman pemahaman AGH. Muhammad Nur tentang hadis serta kemampuannya untuk menjelaskan konsep-konsep kompleks dengan cara yang dapat diakses oleh khalayak luas. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa melalui Kasyf alAstar. AGH. Muhammad Nur berhasil mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan ajaran-ajaran Islam, sehingga memperkaya tradisi keilmuan di Sulawesi Selatan. Kontribusinya tidak hanya terbatas pada penyebaran ilmu, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan peningkatan kualitas keislaman di masyarakat. Oleh karena itu. AGH. Muhammad Nur dapat dianggap sebagai salah satu tokoh sentral dalam pengembangan studi hadis di Sulawesi Selatan, dengan karya-karyanya yang terus memberikan pengaruh positif hingga saat AOAOI OA Abdullah. Fatikhul Amin. "Ritual Agama Islam di Indonesia dalam Bingkai Budaya. " Prosiding Seminar Nasional Islam Moderat. Vol. Ahmad. Abdul Kadir. Ulama Bugis. Makassar: Balitbang MakassarIndobish Publishihng, 2008. Ali. Muhammad. "Sejarah dan Kedudukan Sanad dalam Hadis Nabi. Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis 7. 1, 2016. Al-Qasimi. Jamaluddin. Qawaid al-Tahdis Min Funun Musthalah alHadis. Beirut: Dar al-Fakir, t. Al-Rasyid. Hamzah Harun, dan Husnul Fahima Ilyas. "Islamic ScholarsAonetwork in South Sulawesi at the 20th Century: A Note in Wajo and Soppeng. " Al-Qalam, 28. 1, 2022. Anshori. Muhammad. "Kajian Ketersambungan Sanad (IttiAl AlSana. " Jurnal Living Hadis, 1. 2, 2016. Arief. Syamsuddin. "Dinamika jaringan intelektual pesantren di Sulawesi Selatan. " Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 11. 2, 2008. Arwansyah. Ayyub, dan Muh Yasin Ceh Nur. "Values of Tasawuf in The Teachings of AGH. Muhammad As'ad in Sengkang Wajo District. " Falsaftuna: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, 1. 1, 2024. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pemikiran dan Kontribusi AGH. Muhammad Nur Dalam Kajian Hadis . AsAoad. Muh. Dkk. Biografi Ulama di Kawasan Timur Indonesia. Makassar: Balibang, 2015. Bosra. Mustari. "Islamization and Development by Traditional Muslim Scholars During The 20th Century: The Case of The Bugis Makassar Community of South Sulawesi in Indonesia. " PalArchAos Journal of Archaeology of Egypt/Egyptology, 17. 6, 2020. Harvey. Barbara Sillars. Tradition. Islam, and rebellion: South Sulawesi 1950-1965. Cornell University, 1974. Ilyas. Husnul Fahimah. Jaringan Ulama Sulsel. Makassar: Balibang. Imawan. Dzulkifli Hadi. "Contribution of Shaykh Muhammad Yasin al-Fadani's Da'wah in Makkah al-Mukarramah 20th Century AD. " Academic Knowledge, 5. 1, 2022. Jufri. Muhammad. "Kajian hadis-hadis tentang dakwah kultural Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan . nalisis pendekatan Hadis Tarbaw. " Al-Ishlah: Jurnal Studi Pendidikan, 14. 1, 2016. Muhammad. Firdaus. Anregurutta. Makassar: Nala Cipta Litera, 2017. Musaddad. Aco. Annangguru dalam Perubahan Sosial di Mandar. Polewali Manda: Gerbang Visual, 2018. Nur. Muhammad. Kasyf al-Astar. Jakarta: PT. Al-Qushwa, 1988. Ruslan. Muh. (Edito. Ulama Sulawesi Selatan: Biografi Pendidikan dan Dakwah. Makassar: MUI Sulawesi Selatan, 2007. Sila. Muhammad Adlin. "AsAoadiyah Pencetak Ulama dan Pesantren di Sulawesi Selatan. " Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 3, 2005. Surur. Aziz Miftahus. "Al-Sayyid Muhammad Alawi's Thoughts on The Hadith of Glorifying the Ahl Al-Bayt. " Millati: Journal of Islamic Studies and Humanities, 8. 2, 2023. Syaifuddin. Agus. Kontribusi Syaikh Yasin bin Isa Al-Fadani dalam Perkembangan Kajian Hadis di Indonesia Melalui Karyanya Kitab Al-Mujalah fi Al-Hadis Al-Musalsal. IAIN Kudus, 2022. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION