Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam Volume 5 No. ISSN: 2338-4131 (Prin. 2715-4793 (Onlin. DOI: 10. 37542/iq. Konsep Pengajaran Islam Menurut K. Hasyim AsyAoari Wildan AlwiA. AlwizarA. KadarA. Naelul Mubarok4 AInstitut PTIQ Jakarta AUniversitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau AUniversitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Institut PTIQ Jakarta Awildanalwi@ptiq. Aalwizar@uin-suska. Alailatul_qdr@yahoo. naelulmubarok@ptiq. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiKonsep pendidikan islam,dan kontribusi pemikiran KH. Hasyim AsyAoari,sehingga penulis menemukan kekurangan serta kelebihandalam pemikiran Pendidikan menurut KH. hasyim AsyAoari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode Library Research yakni serangkaian aktivitas yang berhubungan dengan metode pengumpulan informasi pustaka, membaca serta menulis dan mengolah materi penelitiannya. Teknik analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi atau yang sering disebut dengan content analysis. Analisis isi ini digunakan untuk membandingkan satu riset dengan riset lain yang sesuai dengan artikel ini. Ia merupakan suatu penelitian yang menggunakan sumber kepustakaan dari artikel dan jurnal untuk mendapatkan informasi penelitiannya. Penelitian ini memiliki rumusan masalah di antarannya. Bagaimana Konsep pendidikan islam menurut KH. Hasyim asyAoari?dan Bagaimana kontribusi pemikiran KH. Hasyim AsyAoari dalam pengembangan pendidikan Hasil dari penelitian ini mendefinisikan tentang pemikiran KH. Hasyim AsyAoari sehingga menghasilakn sebuah konsep pendidikan islam dan kontribusi pemikiran KH. Hasyim AsyAoari Kata Kunci: Pemikiran Pendidikan Islam. KH. Hasyim AsyAoari Abstract: This research aims to determine the concept of Islamic education, and the contribution of KH. Hasyim Asy'ari, so the author finds the shortcomings and strengths in Educational thinking according to KH. Hasyim Asy'ari. The research method used in this study is the Library Research method, which is a series of activities related to the method of collecting library information, reading and writing and processing research material. The data analysis technique that the author uses in this research is content analysis or what is often referred to as content analysis. This content analysis is used to compare one research with other Konsep Pengajaran Islam Menurut K. Hasyim AsyAoari research according to this article. It is a research that uses library sources from articles and journals to obtain research information. This research has a problem formulation including. How is the concept of Islamic education according to KH. Hasyim Asy'ari? and How the contribution of KH. Hasyim Asy'ari in the development of education today. The results of this study define the thinking of KH. Hasyim Asy'ari so that it produces a concept of Islamic education and the contribution of KH. Hasyim Asy'ari Keywords: Islamic Education Thought. KH. Hasyim Asy'ari Pendahuluan Sisi pendidikan yang cukup menarik perhatian dalam konsep pendidikan KH. Hasyim AsyAoari Kekuatan dalam hal ini terlihat pada penekanannya bahwa eksistensi KH. Hasyim AsyAoari dengan mengetengahkan dalil bahwa Allah SWT mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu. Hasyim AsyAoari menulis kitab Adabul AoAlim wal MutaAoalim yang diterjemahkan oleh M. Tholut Mughni menjadi Menggapai Sukses Dalam Belajar dan Mengajar 2011 ini didasari oleh kesadaran akan perlunya literatur yang membahas adab dalam mencari ilmu pengetahuan. Menuntut ilmu merupakan pekerjaan agama yang sangat luhur sehingga ketika orang mencarinya harus memperlihatkan adab yang luhur pula. Dalam konteks ini. Hasyim AsyAoari tampaknya berkeinginan bahwa dalam melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan itu disertai oleh perilaku sosial yang santun pula. Kitab Adabul AoAlim wal MutaAoalim yang diterjemahkan oleh M. Tholut Mughni menjadi Menggapai Sukses Dalam Belajar dan Mengajar 2011, secara keseluruhan terdiri atas empat bab yang masing-masing membahas tentang: . keutamaan ilmu dan ulama mengajar dan belajar. etika siswa atau santri. etika guru. etika terhadap sarana. Belajar menurut Hasyim AsyAoari merupakan ibadah untuk mencari ridha Allah, yang mengantarkan manusia untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Karenanya belajar harus diniatkan untuk mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai Islam. Bukan hanya untuk sekedar menghilangkan kebodohan. Pendidikan hendaknya mampu menghantarkan umat manusia menuju kemaslahatan, menujukebahagiaan dunia dan akhirat. Pendidikan hendaknya mampu mengembangkan sertamelestarikan nilai-nilai kebajikan dan norma-norma Islam kepada generasi penerus IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. 01 2022 | 109 Zainur Rosyid umat,dan penerus bangsa. Umat Islam harus maju dan jangan mau dibodohi oleh orang lain, umat Islam harus berjalan sesuai dengan nilai dan norma-norma Islam. Catatan yang menarik dan perlu dikedepankan dalam membahas pemikiran dan pandangan yang ditawarkan oleh KH. Hasyim AsyAoari adalah etika dalam pendidikan, di mana guru harus membiasakan diri menulis, mengarang dan meringkas,masanya saat ini hampir jarang sekali untuk dijumpai. Lalu konsep pendidikan islam menurut KH. Hasyim asyAoari dan kontribusi pemikiran KH. Hasyim AsyAoari dalam pengembangan pendidikan saat Metode Penelitian Penelitian yang digunakan dalam penulisan ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian daftar pustaka atau sering diartikan sebagai Library Research. Dalam hal ini peneliti menganalisa sebagian informasi terkait dengan Pemikiran pendidikan islam menurut KH. Hasyim asyAoari melalui jurnal dan artikel para peneliti yang masih relevan dengan judul yang akan ditelaah atau dikaji. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan artikel ini ialah, penulis mengutip informasi dari sumber primer, ialah dokumen dari KH. Hasyim AsyAoari dan sumber sekunder ialah peneliti menganalisa karyakarya yang lain yang relevan dengan penelitian ini, seperti artikel, web, jurnal dan lain sebagainya yang berhubungan dengan analisis mengenai Pemikiran pendidikan islam menurut KH. Hasyim AsyAoari. Teknik analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi atau yang sering disebut dengan content analysis. Analisis isi ini digunakan untuk membandingkan satu riset dengan riset lain yang sesuai dengan artikel ini. Hasil dan Pembahasan Biografi KH. Hasyim AsyAoari KH. Hasyim AsyAoari memiliki nama lengkap Muhammad Hasyim bin AsyAoari bin Abdul Wahid bin Abdul Halim. Sementara dari jalur ibu adalah Muhammad Hasyim binti Halimah binti Layyinah binti Sihah bin Abdul Jabbar bin Ahmad bin Pangeran Sambo bin Pangeran Benawa bin Jaka Tingkir atau juga dikenal dengan nama Mas Karebet bin Lembu Peteng (Prabu Brawijaya VI). Penyebutan pertama menunjuk pada silsilah keturunan dari jalur bapak, sedangkan yang kedua dari jalur ibu. Achmad Muhibbin Zuhri. Pemikiran KH. M Hasyim AsyAoari Tentang Ahlu Sunnah Wa Al-JamaAoah, (Surabaya, 2. 110 |IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. Konsep Pengajaran Islam Menurut K. Hasyim AsyAoari Ditilik dari dua silsilah diatas. Kyai Hasyim mewakili dua trah sekaligus, yaitu bangawan jawa dan elit agama (Isla. Dari jalur ayah, bertemu langsung dengan bangsawan muslim Jawa (Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingki. dan sekaligus elit agama Jawa (Sunan Gir. Sementara dari jalur ibu, masih keturunan langsung Raja Brawijaya VI (Lembu Peten. yang berlatar belakang bangsawan Hindu Jawa. Kyai Hasyim dilahirkan dari pasangan Kyai AsyAoari dan Halimah pada hari Selasa kliwon tanggal 14 Februari tahun 1871 M atau bertepatan dengan 12 DzulqaAodah tahun 1287 H. Sejak masa kanak-kanak. Kyai Hasyim hidup dalam lingkungan pesantren muslim tradisional Gedang. Keluarga besarnya bukan saja pengelola pesantren, tetapi juga pendiri pesantren yang masih cukup populer hingga saat ini. Ayah Kyai Hasyim (Kyai AsyAoar. merupakan pendiri Pesantren Keras (Jomban. Pada umur lima tahun Kyai Hasyim berpindah dari Gedang ke desa Keras, sebuah desa di sebelah selatan kota Jombang karena mengikuti ayah dan ibunya yang sedang membangun pesantren baru. Di sini. Kyai Hasyim menghabiskan masa kecilnya hingga berumur 15 tahun, sebelum akhirnya, meninggalkan keras dan menjelajahi berbagai pesantren ternama saat itu hingga ke Makkah. Kyai Hasyim kemudian melanjutkan tinggal di Makkah untuk menuntut ilmu. Riwayat Pendidikan Kyai Hasyim dikenal sebagai tokoh yang haus pengetahuan agama . Untuk mengobati kehausannya itu. Kyai Hasyim pergi ke berbagai pondok pesantren terkenal di Jawa Timur saat itu. Tidak hanya itu. Kyai Hasyim juga menghabiskan waktu cukup lama untuk mendalami islam di tanah suci (Makkah dan Madina. Dapat dikatakan. Kyai Hasyim termasuk dari sekian santri yang benar-benar secara serius menerapkan falsafah Jawa. AuLuru ilmu kanti lelaku . encari ilmu adalah dengan berkelan. atau sambi kelanaAy Karena berlatar belakang keluarga pesantren. Kyai Hasyim secara serius di didik dan dibimbing mendalami pengetahuan Islam oleh ayahnya sendiri dalam jangka yang cukup lama mulai dari anak-anak hingga berumur lima belas tahun. Melalui ayahnya. Kyai Hasyim mulai mengenal dan mendalami Tauhid. Tafsir. Hadith. Bahasa Arab dan bidang kajian islam Dalam bimbingan ayahnya, kecerdasan Kyai Hasyim cukup menonjol. Belum genap berumur 13 tahun. Kyai Hasyim telah mampu menguasai berbagai bidang kajian islam dan dipercaya membantu ayahnya mengajar santri yang lebih senior. IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. 01 2022 | 111 Zainur Rosyid Belum puas atas pengetahuan yang didapatkan dari ayahnya. Kyai Hasyim mulai menjelajahi beberapa pesantren. Mula-mula. Kyai Hasyim belajar di pesantren Wonokoyo (Probolingg. , lalu berpindah ke pesantren Langitan (Tuba. Merasa belum cukup. Kyai Hasyim melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke Pesantren Tenggilis (Surabay. , dan kemudian berpindah ke Pesantren Kademangan (Bangkala. , yang saat itu diasuh oleh Kyai Kholil. Setelah dari pesantren Kyai Kholil. Kyai Hasyim melanjutkan di pesantren Siwalan Panji (Sidoarj. yang diasuh oleh Kyai YaAokub dipandang sebagai dua tokoh penting yang berkontribusi membentuk kapasitas intelektual Kyai Hasyim. Selama tiga tahun Kyai Hasyim mendalami berbagai bidang kajian islam, terutama tata bahasa arab, sastra, fiqh dan tasawuf kepada KyaivKholil. Sementara, di bawah bimbingan Kyai YaAokub. Kyai Hasyim berhasil mendalami Tauhid, fiqh. Adab. Tafsie dan Hadist. Sejak masih di Makkah. Kyai Hasyim sudah memiliki ketertarikan tersendiri dengan Bahkan . Kyai Hasyim juga sempat mempelajari dan mendapat ijazah tarekat Qadiriyah wa Naqshabandiyah melalui salah melalui salah satu gurunya (Syaikh Mahfu. Konsep Pendidikan K. HasyimasyAoari Urgensi Pendidikan menurut K. Hasyim AsyAari Urgensitas pendidikan menurut K. Hasyim AsyAari paling tidak terdapat dua Pertama, arti penting pendidikan adalah untuk mempertahankan predikat makhluk paling mulia yang dilekatkan pada manusia itu. Hal itu tampak pada uraianuraiannya tentang keutamaan dan ketinggian derajat orang yang berilmu . , bahkan dibanding dengan ahli ibadah sekalipun. Kedua, urgensi pendidikan terletak pada konstribusinya dalam menciptakan masyarakat yang berbudaya dan beretika. Rumusan itu tampak pada uraian tentang tujuan mempelajari ilmu, yaitu semata-mata untuk 2 Pengamalan suatu ilmu mempunyai makna bahwa seseorang yang berilmu dituntut untuk menerjemahkannya dalam perilaku sosial yang santun, sehingga dengan demikian akan tercipta suatu tantanan masyarakat yangberetika. Pemikiran K. Hasyim AsyAari ini sejalan dengan pemikiran pendahulunya. Ibnu Jamah, beliau mengatakan bahwa kesibukan dalam mengamalkan suatu ilmu karena Allah itu lebih utama dari pada melaksanakan aktifitas ibadah sunnah yang berupa sholat,puasa, tasbih dan sebagainya. Karena manfaat ilmu itu merata untuk pemiliknya 2 Muhammad Hasyim AsyAari, 1415 H. Adabul Alim wa Al-Mutallim. Jombang: Maktabah Turats Al-Islamy, h. 112 |IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. Konsep Pengajaran Islam Menurut K. Hasyim AsyAoari dan umat manusia lainnya, sementara ibadah sunnah terbatas untuk pemiliknya saja. Jadi, jika dicermati, kedua urgensitas pendidikan yang ditawarkan oleh K. Hasyim AsyAari sudah sesuai dengan UUD No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas yang berbunyi Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan danmembentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung Pola pemaparan konsep pendidikan K. Hasyim AsyAari dalam kitab Adab alAAlim wa al-Mutallim mengikuti logika induktif, di mana beliau mengawali penjelasannya langsung dengan mengutip ayat-ayat al-QurAan, hadist, pendapat para ulama dan syair- syair para ahli hikmah. Dengan cara itu, seakan-akan K. Hasyim AsyAari harus dijelaskan dengan bahasa beliau sendiri. Namun demikian, ide-ide pemikirannya tampak jelas dari ayat-ayat, hadist maupun pendapat ulama yang dipilihnya. Dari pilihan ayat, hadist dan pendapat ulama tersebut ide pemikirannya dapat dianalisis. Tampak pula K. Hasyim AsyAari menaruh perhatian yang cukup besar terhadap eksistensi ulama. Penegasan akan eksistensi ulama yang menempati kedudukan yang tinggi tersebut membuktikan bahwa yang bersangkutan sangat mementingkan ilmu dan pengajaran K. HasyimAsyAarimemaparkantingginyastatuspenuntutilmudan ulama dengan mengetengahkan dalil bahwa Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan Sementara munurut K. Hasyim AsyAari, tidak ada derajat yang lebih muliadaripada derajat Nabi. Oleh karena itu, derajat ahli ibadah lebih rendah daripada Bahkan K. Hasyim AsyAari sering mengutip hadits dan pendapat ulama serta menyatakan pendapatnya tentang perbandingan ibadah dengan ilmu. Dari penjelasan di atas, dapat ambil kesimpulan bahwa urgensi pendidikan menurut Hasyim AsyAari paling tidak terdapat dua : Badruddin Ibnu Jamah, 2005. Tadzkirah Al-SamiA Wa Al-Mutallim Fi Adabi al-Alim Wa alMutallim. Mesir: Daar al-Atsar, h. UUD RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. BAB II Pasal 3 HasyimAsyAari, 1238 H. Adab al-AAlim wa al-Mutallim,Jombang:Tebuireng,h. IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. 01 2022 | 113 Zainur Rosyid Pertama,arti penting pendidikan adalah untuk mempertahankan predikat makhluk paling mulia yang dilekatkan pada manusia itu. Hal itu tampak pada uraian-uraiannya tentang keutamaan dan ketinggian derajat orang yang berilmu . , bahkan dibanding dengan ahli ibadah sekalipun. Kedua, urgensi pendidikan terletak pada konstribusinya dalam menciptakan masyarakat yang berbudaya dan beretika. Rumusan itu tampak pada uraian tentang tujuan mempelajari ilmu, yaitu semata-mata untuk diamalkan, pengalaman suatu ilmu mempunyai makna bahwa seseorang yang berilmu dituntut untuk menerjemahkannya dalam perilaku sosial yang santun, sehingga dengan demikian akan tercipta suatu tantanan masyarkat yangberetika. Tujuan Pendidikan menurut KH. HasyimAsyAari Hasyim AsyAari secara eksplisit tentang konsep tujuan pendidikannya. Akan tetapi secara implisit dapat terbaca dari beberapa Tujuan ideal K. Hasyim AsyAari adalah untuk membentuk masyarakat yang beretika tinggi . khlaq al karima. Rumusan itu secara implisit dapat terbaca dari beberapa hadist dan pendapat ulama yang dikutipnya. Beliau menyebutkan sebuah hadist yang berbunyi: Audiriwayatkan dari Aisyah R. dari Rasullah SAW bersabda: Artinya:Aukewajiban orang tua terdahap anaknya adalah membaguskan namanya, membaguskan ibu susuannya danmembaguskan etikanyaAy. Dalam kitab Adab al-AAlim wal al-Mutallim. Hasyim AsyAari menyebutkan tujuan pendidikan yang. Pertama,membentuk insan paripurna yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kedua adalah membentuk insan paripurna yang mendapatkan kebahagiaan dunia danakhirat. Kalau dikaji, tujuan pendidikan yang dikemukakan adalah untuk mencapai derajat ulama dan derajat insan yang paling utama . hair al-bariya. dan bisa beramal dengan ilmu yang diperoleh serta mencapai ridla Allah. Berdasar pada pemahaman tujuan pendidikan tersebut, nampak bahwa K. Hasyim AsyAari tidak menolak ilmu-ilmu sekuler sebagai suatu syarat untuk mendapatkan 114 |IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. Konsep Pengajaran Islam Menurut K. Hasyim AsyAoari kebahagiaan dunia. Namun. Hasyim AsyAari tidak menjelaskan porsi pengetahuan dalam kitab Adabul Alim wa Al-Mutalim secara luas, akan tetapi dalam kitab tersebut mendeskripsikan cakupan kurikulum pendidikan Islam itu sendiri. Beliau hanya menjelaskan hirarki pengetahuan kedalam tiga hal, diantaranya:6 . Ilmu pengetahuan yang tercela dan dilarang, artinya ilmu pengetahuan yang tidak dapat diharapkan kegunaannya baik di dunia maupun di akhirat, seperti ilmu sihir, nujum, ramalan nasib, dansebgainya, . Ilmu pengetahuan yang dalam keadaan tertentu menjadi terpuji, tetapi jika mendalaminya menjadi tercela, artinya yang sekiranya mendalami akan menimbulkan kekacauan fikiran, sehingga dikhawatirkan menimbulkan kufur, misalnya ilmu kepercayaan dan ilmukebatinan, . Ilmu pengetahuan yang terpuji, yaitu ilmu-ilmu pelajaran agama dan berbagai macam ibadah. Ilmu-ilmu tersebut dapat mensucikan jiwa, melepaskan diri dari perbuatan- perbuatan tercela, membantu mengetahui kebaikan danmengerjakannya, mendekatkan diri kepada Allah Swt, mencari ridla-Nya dan mempersiapkan dunia ini untuk kepentingan diakhirat. Menurut Hasyim AsyAari, 7 Demikian ini agar dapat menghasilkan buah dan manfaat sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat kelak. Pengalaman seseorang atas ilmu pengetahuan yang dimiliki akan menjadikan kehidupannya semakin berarti baik di dunia maupun di Oleh karena itu, apabila seseorang dapat mengamalkan ilmu pengetahuannya, maka sesungguhnya ia termasuk orang yang beruntung. Sebaliknya, jika ia tidak dapat mengamalkan ilmu pengetahuan, sesungguhnya ia termasuk orang yangmerugi. Dengan demikian, makna belajar menurut K. Hasyim AsyAari tidak lain adalah mengembangkan semua potensi baik jasmani maupun rohani untuk mempelajari, menghayati, menguasai, dan mengamalkannya untuk kemanfaatan dunia dan agama. Rumusan tujuan pendidikan K. Hasyim AsyAari tersebut di atas hampir mirip dengan rumusan tujuan pendidikan Quraish Shihab, yang menyatakan bahwa tujuan pendidikan dalam al-QurAan adalah Aumembina manusia secara pribadi dan kelompok, sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan kholifahnya, guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan oleh AllahswtAy. Imam Bahawani. Segi-segi pendidkan islam . Surabaya: Al-Ikhlas, 1987 Abdul Muchith Muzadi. Apa dan Bagaimana Nahdlatul Ulama. Jember: PCNU Jember, 2003. Lathiful Khuluq. Fajar Kebangunan Ulama. Biografi K. Hasyim AsyAoari. Yogyakarta:LKis. IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. 01 2022 | 115 Zainur Rosyid Konsep dasar belajar menurut K. Hasyim AsyAari sesungguhnya dapat ditelusuri melalui penjelasannya tentang etika seorang murid yang sedang belajar, etika seorang murid terhadap pelajarannya, dan etika seorang murid terhadap sumber belajar . Dari tiga konsep etika tersebut dapat ditemukan gambaran yangcukup terang bagaimana konsep dan prinsip-prinsip belajar menurut beliau. Konsep pertama, dalam kitab Adabul Alim wa Al-Mutalim ada sepuluh macam etika yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh seorang siswa dalam belajar, yaitu: Sebelum mengawali proses mencari ilmu, seorang pelajar hendaknya membersihkan hati terlebih dahulu dari berbagai macam kotoran dan penyakit hati seperti kebohongan, prasangka buruk, hasut . , serta akhlak-akhlak yang tidak perpuji. Yang demikian itu sangat dianjurkan demi menyiapkan diri pelajar yang bersangkutan di dalam menerima, menghafal, sertamemahami ilmu pengetahuan secara lebih baik dan Konsep kedua, juga terdapat dalam kitab Adabul Alim wa Al- Mutalim pada BAB etika seorang murid ketika sedang belajar9 Konsep ketiga adalah etika seorang murid terhadap sumber belajar . itab, buk. Satu hal yang paling menarik dan terlihat berbeda dengan materi-materi yang biasa disampaikan dalam ilmu pendidikan pada umumnya adalah etika terhadap buku-buku dan alat-alatpendidikan. Kalaupun ada etika untuk itu, biasanya itu bersifat kasuistik dan sering kali tidak tertulis. Sering kali juga itu dianggap aturan yang sudah umum berlaku dan cukup diketahui oleh masingmasing individu. Namun, ia memandang etika tersebut penting dan perludiperhatika. Dari ketiga konsep yang ditawarkan K. H Hayim AsyAari di atas tampak bahwa beliau di samping mengemukakan konsep belajar secara teoritis juga secara praktis. Secara teoritis, konsep belajarmenurut K. mengembangkan segenap Hasyim AsyAari potensi manusia, baik lahir maupun batin, dengan niat semata-mata karena Allah dan untuk satu tujuan luhur yaitu membentuk pribadi-pribadi yang beretika. Penjelasan bahwa belajar merupakan pengembangan potensi batin dapat ditemukan dalam etika yang harus dicamkan dalam belajar pada poin . Aumembersihkan hati dari berbagai sifat yang mengotorinyaAy, dan . Aumeniatkan mencari ilmu semata-mata karena Allah, mengamalkannya, menghidupkan syariAat-Nya Mastuki HS. Intelektual Pesantren. potret tokoh dan cakrawala pemikiran di era perkembangan pesantren. Jakarta: Diva Pustaka. 116 |IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. Konsep Pengajaran Islam Menurut K. Hasyim AsyAoari dan menyinari hatinyaAy. Sedangkan belajar juga dimaknai sebagai pengembangan potensi lahir, secara implisit terungkap dalam penjelasannya bahwa belajar hendaknya juga menjaga etikaetika sosial. Penjelasan akan hal itu dapat dilihat dalam konsep beliau tentang etika seorang murid terhadap penjelasanya dalam poin . di atas. Konsep mengajar Kyai Hasyim AsyAari dapat ditelusuri melalui penjelasannya tentang konsep etika yang harus dicamkan seorang guru yang berkaitan dengan dirinya dan etika seorang guru terhadap pelajarannya. Pertama, menurut K. Hayim AsAari yang terdapat dalam kitab Adab al-AAlim wa al-Mutalim, terdapat 20 etika yangharus dijaga dan dilaksanakan oleh seorang guru yang berkaitan dengan dirinya. Yaitu16: Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, baik ketika sendiri maupunbersama. Selalu takut kepada Allah dalam setiap gerak dan diamnya serta perkataan dantindakannya. Bersikaptenang. WaraA . erhati-hati terhadapyangharam dan syubha. TawadhuA . KhusyuA . enundukkan dir. dihadapanAllah. Senantiasa berpedoman kepada hukum Allah dalam setiap hal. Tidak menjadikan ilmunya sebagai sarana untuk meraih kesenangan duniawi, seperti kedudukan, kekayaan, keterkenalan. Tidak terlalu mengagungkankeduniaan. Berlaku zuhud terhadap keduniaan. Menjauhi pekerjaanpekerjaan hina, baik secara syarAi maupun adat yangberlaku. Menjauhi perbuatan yang dapat merendahkan martabat, sekalipun secara batin dapatdibenarkan. Senantiasa menegakkan syariAat Islam, menebarkan salam, dan amar maAruf nahimunkar Menghidupkan sunnah. Menjaga hal-hal yang dianjurkan dalam agama, membacaalQurAan baikdengan hati maupun lisan. Berinteraksi sosial dengan etika yang luhur. Membersihkan batin dan lahir dari etika-etika yang rendah dan mengisi dengan akhlakakhlak yang luhur. Senantiasa memperdalam ilmu dan mengamalkannya dengan sungguh-sungguh. Rajin memperdalam kajian keilmuan, menyibukkan diri dengan membuat berbagai tulisan ilmiah dengan membuat berbagai tulisan ilmiah sesuai Konsep kedua adalah etika seorang guru ketika hendak atau sedang mengajar. Hasyim AsyAari menghimbau bagi seorang guru ketika atau hendak mengajar agar memperhatikan beberapa etika, antara lain10: Ketika hadir di ruang pembelajaran hendaknya suci dari kotoran dan hadas, berpakaian yang sopan dan rapi dan usahakan berbau wangi sesuai denganlingkungannya. Ketika keluar dari rumah hendaknya berdoa Muhaimin,. Konsep Pendidikan Islam. Solo:Ramadlan. IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. 01 2022 | 117 Zainur Rosyid dengan doa yang diajarkan Nabi. Ketika sampai di majlis pengajaran hendaknya memberikan salam kepada yang hadir dan duduk menghadap kiblat, jika memungkinkan dengan tenang, tawadhuA dan khusyuA, dan tidak mengeluarkan gerakan-gerakan yang tidak perlu, tidak mengajar ketika sedang lapar, haus, sangat sedih, marah atau sedang mengantuk. Duduk di tengah para hadirin dengan hormat, bertutur kata yang menyenangkan atau menunjukkan rasa senang dan tidak sombong. Memulai pelajaran dengan membaca sebagian ayat al- Qur'an untuk meminta berkah dari-Nya, membaca tawudz,basmalah,puji-pujian dan shalawat atas Nabi. Mendahulukan pengajaran materi-materi yang menjadi prioritas, tidak memperlama atau memperpendek dalam mengajar, tidak berbicara di luar materi yang sedang dibicarakan. Tidak meninggikan suara di luar yangdibutuhkan. Menjaga ruangan belajar agar tidakgaduh. Mengingatkan para hadirin akan maksut dan tujuan mereka datang ke tempat itu untuk semata-mata ikhlas karena Allah. Menegur murid yang tidak mengindahkan etika-etika ketika sedang belajar, seperti berbicara dengan teman, tidur dantertawa. Berkata jujur akan ketidak tahuannya ketika ditanya akan suatu persoalan dan ia betul-betul belum tahu, sehingga tidak muncul jawaban yangmenyesatkan. Memperlakukan dengan baik terhadap orang yang bukan dari golongannya yang ikut di majlis pelajaran tersebut. Menutup pelajaran dengan doAa penutupmajelis. Mengajar secara professional sesuai denganbidangnya. Dari beberapa konsep yang ditawarkan K. Hasyim AsyAari di atas tampak lebih bersifat pragmatis. Artinya apa yang ditawarkan berangkat dari peraktik yang selama ini Kehidupannya yang diabadikan untuk ilmu dan agama telah memperkaya pengalamannya dalam mengajar. Relasi Pendidik dan Peserta Didik Untuk memahami konsep relasi pendidik dan peserta didik dari K. H Hasyim AsyAari, terlebih dahulu perlu dipaparkan bagaimana konsep beliautentang etika seorang murid terhadap guru dan etika guru terhadap muridnya. Dari dua konsep etika itu, dapat dipahami bagaimana relasi antara keduanyaterjalin. Kyai Hasyim mengiventarisir terdapat dua belas macam etika yang harus dipedomani seorang siswa ketika berhadapan dengan guru, yaitu:11 Dalam memilih figur seorang guru, seorang pelajar hendaknya mempertimbangkan terlebih dahulu dengan memohon petunjuk kepada Allah tentang siapa guru yang dianggap paling baik untuk menjadi gurunya dalam menimba ilmu Syafi'i Ma'arif. Membumikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Moh. Nazir. Metode Penelitian. Jakarta: Ghlmia Indonesia. 118 |IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. Konsep Pengajaran Islam Menurut K. Hasyim AsyAoari pengetahuan dan yang bisa membimbing terhadap akhlak yang mulia. Jika memungkinkan, ia hendaknya berupaya mencari guru yang benar-benar ahli di bidangnya, memilki kecakapan dan kredibilitas yang baik, dikenal kehati-hatiannya dalam berpikir dan bertindak, serta tidak sembrono dengan ilmu pengetahuan yang Selain itu, setidaknya seorang pelajar mencari figur guru yang di kenal memiliki kemampuan yang cukup baik dalam memberikan pengajaran serta memiliki pemahaman yang mendalam dibidangnya. Berusaha memilih seorang guru yang diyakini memiliki pemahaman ilmu-ilmu syariat . gama Isla. yang mendalam serta diakui keahliannya oleh guru-guru yang lain. Seorang pelajar hendaknya patuh kepada gurunya serta tidak membelot dari pendapat . erintah dan anjuranny. Memiliki pandangan yang mulia terhadap guru serta meyakini akan derajat kesempurnaan gurunya. Sikap yang demikian ini akan mendekatkan kepada keberhasilan seorang pelajar dalam meraih ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Mengerti akan hak-hak seorang guru serta tidak melupakan keutamaan-keutamaan dan jasa-jasanya. Selain itu, ia juga hendaknya selalu mendoakan gurunya baik ketika gurunya masih hidup atau telah meninggal dunia . , serta menghormati keluarga dan orang- orang terdekat yang dicintainya. Bersabar atas sikap dan kerasnya perilaku yang kurang menyenangkan dari seorang Sikap dan perilaku guru yang semacam itu hendaknya tidak mengurangi sedikitpun penghormatan seorang pelajar terhadapnya, apalagi sampai beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh gurunya itu adalah suatu kesalahan. Meminta izin terlebih dahulu setiap kali hendak memasuki ruang pribadi guru, baik ketika guru sedang sendirian ataupun saat ia bersama oranglain. Seorang pelajar harus sopan ketika duduk di depanguru. Berbicara dengan tutur kata yang baik dan sopan di hadapanguru. Tidak sok tahu, meskipun apa yang disampaikan guru itu sudahdiketahui. Tidak mendahului guru dalam menjelaskan suatu persoalan atau menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswalain, menerima atau memberi sesuatu kepada guru dengan tangan kanan kemudian memegangnya dengan kedua belahtangan. Jika ditelaah lebih dalam, kedua belas macam etika tersebut sesungguhnya dapat disederhanakan menjadi tiga hal. Pertama, seorang murid harus mencari dan memilih guru yang betul-betul memiliki kualifikasi sebagai seorang guru. Kedua, hendaknya mempuyai keyakinan bahwa seorang guru memiliki derajat kesempurnaan dan tidak pernah luntur sekalipun meski diketahui guru tersebut memiliki perangai . yang kurang baik. Ketiga, hendaknya seorang murid selalu menghormati . aAdhi. kepada guru dalam situasi yang bagaimanapun. Suatu penghormatan semata-mata dilakukan IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. 01 2022 | 119 Zainur Rosyid karena ilmu yang dimiliki guru tersebut. Dalam kitab Adab al-AAlim wa al-Mutalim karangan K. Hasyim AsyAari menjelaskan bahwa etika seorang guru terhadap muridnya. Hasyim AsyAari menawarkan empat belas macam, yaitu19: Meniatkan mengajar semata-mata karena Allah, untuk menyebarkan ilmu dan menghidupkan syariat Islam. Bersikp zuhud dengan menghindari ketidak ikhlasan dan mengejar keduniaan, mencintai murid-muridnya sebagaimana ia mencintai dirinya Sendiri. Mengajar dengan metode yang mudah dipahami para muridnya. Menjelaskan materi pelajaran dengan sejelas-jelasnya, kalau perlu diulang sampai murid betul-betul paham. Tidak membebani murid di luar kemampuannya yang dapat menyebabkan dia merasa tertekan . Jika mendapati murid yang demikian harus segera dibantu menemukan jalan keluar. Bersikp zuhud dengan menghindari ketidak ikhlasan dan mengejar keduniaan, mencintai muridmuridnya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, mengajar dengan metode yang mudah dipahami para muridnya, bersikp zuhud dengan menghindari ketidak ikhlasan dan mengejarkeduniaan, mencintai murid-muridnya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, mengajar dengan metode yang mudah dipahami para muridnya, menjelaskan materi pelajaran dengan sejelas-jelasnya, kalau perlu diulang sampai murid betulbetulpaham, tidak membebani murid di luar kemampuannya yang dapat menyebabkan dia merasa tertekan . Jika mendapati murid yang demikian harus segera dibantu menemukan jalankeluar,sesekali meminta murid untuk mengulangi hafalan atau pelajaran yang telah lalu, tidak bersikap pilih kasih, meskipun terhadap murid yang memiliki kelebihan sekalipun. Guru cukup memberikan respek kepada murid yang memiliki kelebihan tanpa harus mengistimewakannya di antara murid lainnya, selalu memperhatikan absensi presensi murid, mengetahui nama-namanya, nasab-nya, dan daerah asalnya seraya selalu mendoakan demi kebaikannya, memperhatikan akhlaknya lahir dan batin, mengingatkanmuridyangkedapatanmelanggarlarangan agama. Jika memang sudah diperingatkan tidak berubah, tidak ada salahnya kalau murid tersebut Hendaknya guru memiliki perangai yang baik, seperti selalu menebarkan salam, bertutur kata yang lembut dan santun, membantu siswa mengatasi kesulitan, baik dengan pengaruh . maupun dengan hartanya, jika terdapat siswa yang absen, atau justru jumlahnya bertambah dari kebiasaan, maka hendaknya diklarifikasikan keberadaannya dankeadaannya, mempunyai sikap tawadhuAterhadap muridnya, dan berbicara kepada setiap murid, tak terkecuali kepada murid yang memiliki kelebihan, memanggil mereka 120 |IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. Konsep Pengajaran Islam Menurut K. Hasyim AsyAoari dengan sebutan yang baik, menunjukkan sikap yang ramah ketika bertemu dengan muridnya, menghormati ketika seorang murid duduk bersamanya, dan menjawab pertanyaan dengan senang hati dan memuaskan. Dua rumusan di atas dikutip secara tidak lengkap dengan maksud untuk mendapatkan gambaran yang jelas bagaimana relasi pendidik dan peserta didik terjalin. Dari dua rumusan di atas, tergambarkan bahwa hubungan pendidik dan peserta didik dibangun atas dasar penghormatan . aAdhi. yang besar dari seorang murid dan cinta kasih yang tulus dari seorang guru. Sehingga hubungan antarakeduannya bagaikan hubungan antara bapak dan anak yang saling menghormati dan menyayangi. Di samping menaruh perhatian besar pada hubungan guru dan murid, pembelajaran harus dilaksanakan secara profesional. Hasyim AsyAari tampak juga menekankan pada pentingnya pembimbingan terhadap anak didik. Sehingga guru adalah sosok pengajar yang profesional dan pembimbing . yang handal terhadap murid yang sedang menghadapi persoalan. Kontribusi Pemikiran Kh. Hasyim AsyAoari Dalam Pengembangan Pendidikan Saat Ini Hasyim AsyAari mendirikan pondok pesantren Tebuireng. Di pesantren inilah K. Hasyim AsyAari banyak melakukan aktivitas-aktivitas kemanusiaan sehingga ia tidak hanya berperan sebagai pemimpin pesantren secara formal, tetapi juga pemimpin masyarakat secara informal. Melalui Pondok Pesantren Tebuireng ini. Hasyim AsyAari sebenarnya memiliki gagasan dan pemikiran pendidikan yang paling tidak tersimpul dalam dua gagasan, yaitu metode musyawarah dan sistem Madrasah dalam pesantren. Selain sorogan dan bandongan,K. Hasyim AsyAari menerapkan metode musyawarah khusus pada santrinya yang hampir mencapai kematangan. 13 Husen Haikal mengatakan. Metode musyawarah ini dikembangkan menyerupai diskusi yang terjadi diantara santri kelas Metode musyawarah beda dengan metode debat . ,14 di dalam musyawarah, yang terjadi adalah keterbukaan, toleransi, dan sikap yang wajar untuk memberikan penghargaan kepada pendapat lawan. Yang dicari adalah kebenaran dan Suwendi, 2004. Sejarah dan Pemikiran Pendidikan Islam. Jakarta: RadjaGrafindo Persada, cet. ke-1, h. Toto Suharto, 2006. Filsafat Pendidikan Islam. Jogjakarta: Ar-Ruzz, cet. ke-1, h. Husen Haikal. AuBeberapa Metode Dan Kemungkinan Penerapannya Di Pondok PesantrenAy dalam M. Dawam Rahardjo, 1985. Pergulatan Dunia Pesantren: Membangun Dari Bawah. Jakarta: P3M, cet. ke-2, h. IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. 01 2022 | 121 Zainur Rosyid mengusahakan pemecahanterbaik. Selain metode musyawarah. Hasyim AsyaAri juga melopori adanya madrasah dalam pesantren. Menurut Mukti Ali, sistem pendidikan agama yang paling baik di Indonesia adalah model madrasah dalam pesantren. 15 Namun, sebagaimana layaknya pesantren, pesantren tebuireng tetap menyelenggarakan pengajian kitabkuning. Kemudian gagasan K. Hasyim AsyAari sangat cocok untuk membentengi masyarakat dari dekadensi moral dan menjaga matan agama dari pengaruh liberalisasi dan skularisasi dewasa ini. Model pengajaran dengan sistem sorogan dan bandongan disamping dapat mengawal moralitas anak didik melalui hubungan yang erat antara guru dan murid juga sangat efektif untuk menjaga otentisitas matan agama. Hasyim AsyAari juga menekankan bahwa belajar bukanlah semata-mata hanya untuk menghilangkan kebodohan, namun untuk mencari ridho Allah yang mengantarkan manusia untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat. Karena itu hendaknya belajar diniatkan untuk mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai islam bukan hanya semata-mata menjadi alat penyebrangan untuk mendapatkan meteri yang Dalam pembahasan ini ada satu hal yang sangat menarik, yaitu tentang poin yang terakhir guru harus rajin menulis, mengarang dan meringkas. Hal ini masih sangat jarang dijumpai, ini juga merupakan menjadi salah satu faktor mengapa masih sangat sulit dijumpai karya- karya ilmiah. Padahal dengan adanya guru yang selalu menulis, mengarang dan merangkum, ilmu yang dia miliki akan terabadikan. Kesimpulan Dari penelitian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam bingkai pendidikan di indonesia saat ini, pemikiran pendidikan K. Hasyim asyAoari, kiranya dapat menjadi solusi terhadap salah satu problematika pendidikan nasional, utamanya yang berkenaan dengan nilai dan moral. Degradasi moral yang terjadi secara meratadewasa ini, ditengarai disebabkan oleh kegagalan dunia pendidikan, baik pendidikan umum dan menyelaraskan antara ilmu dengan amal. Dari hasil menganalisa KH. Hasyim AsyAoAri mengupayakan perubahan signifikan dalam kerangka sistem pendidikan di pesantren Tebuireng. Menurut KH. Hasyim AsyAoAri, materipelajaran yang diajarkan di pesantren haruslah merupakan ilmu15 Mukti Ali, 1991. Metode Memahami Agama Islam. Jakarta: Bulan Bintan, h. 122 |IQ(Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal PendidikanIsla. Volume 5 No. Konsep Pengajaran Islam Menurut K. Hasyim AsyAoari ilmu yang komprehensif yang meliputi pembelajaran materi pendidikan agama dan nonagama. Upaya yang dilakukan oleh KH. Hasyim AsyAoAri, yang berbentuk pengintegrasian pendidikan agama dan non-agama dalam pendidikan pesantren, merupakan perwujudan dari pemahaman dia tentang pentingnya keseimbangan di antara kedua aspek pendidikan tersebut, baik dalam tataran teoritis maupun praktis. Dalam kekurangan dan kelebihan ini nantinya kita akan tahu bagaimana pemikiran KH Hasyim Asy Aoari pada masa itu hingga saat ini. Daftar Pustaka