Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Karakteristik Kader Posyandu Pada Pencegahan Anemia Dalam Kehamilan Di Kelurahan Bendan Kergon Kota Pekalongan Maslahatul Inayah1. Tri Anonim2. Supriyo3. Sudirman4. Afiyah Sri Harnany5. Sri Utami Dwiningsih6. Sumarni7. Lis Triasari8 1,2. 3,4,5,6,7,8 Program Studi Keperawatan Pekalongan. Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia Email: inakiya74@gmail. ABSTRAK Latar belakang : Anemia merupakan kondisi dimana sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Ibu yang mengalami anemia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami perdarahan pasca persalinan. Kader Posyandu memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, di antaranya sebagai penyuluh kesehatan. Kader Posyandu berperan sebagai penyuluh kesehatan masyarakat untuk memberikan edukasi tentang pentingnya hidup sehat dan pola hidup sehat. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik kader posyandu . Penelitian di lakukan mulai bulan Juli Ae Agustus 2024 di Kelurahan Bendan Kergon Wilayah Kerja Puskesmas Bendan Kota Pekalongan dengan jumlah responden 20 orang. Hasil : Distribusi frekuensi karakteristik kader di wilayah Kelurahan Bendan Kergon yaitu sebagian besar berumur lebih dari 30 tahun . %), ibu rumah tangga . %), menikah . %). Pendidikan SMA . %) dan lama menjadi kader kurang dari 10 tahun . %). Kesimpulan : Usia. Pekerjaan. Status Pernikahan. Pendidikan, dan lama menjadi kader penting dalam pencegahan anemia Kata Kunci: kader posyandu. anemia dalam kehamilan Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Characteristics Of Posyandu Cadres In Prevention Of Anemia During Pregnancy In Bendan Kergon Village. Pekalongan City Maslahatul Inayah1. Tri Anonim2. Supriyo3. Sudirman4. Afiyah Sri Harnany5. Sri Utami Dwiningsih6. Sumarni7. Lis Triasari8 1,2. 3,4,5,6,7,8 Pekalongan Nursing Program Study. Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia Email: inakiya74@gmail. ABSTRACT Background : Anemia is a condition where red blood cells are insufficient to meet the physiological needs of the body. Mothers who experience anemia have a higher risk of experiencing postpartum hemorrhage. Posyandu cadres have an important role in improving public health, including as health educators. Posyandu cadres act as public health educators to provide education about the importance of healthy living and healthy Method : This type of research is descriptive research that aims to describe the characteristics of posyandu The study was conducted from July to August 2024 in Bendan Kergon Village. Bendan Health Center Work Area. Pekalongan City with 20 respondents. Result : The frequency distribution of cadre characteristics in the Bendan Kergon Village area was that most were over 30 years old . %), housewives . %), married . %), high school education . %) and had been a cadre for less than 10 years . %). Conclusion : Age. Occupation. Marital Status. Education, and length of time as a cadre are important in preventing anemia. Keywords : integrated health post cadres. anemia in pregnancy Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Introduction (Pendahulua. Anemia merupakan kondisi dimana sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis Kebutuhan fisiologis tersebut berbeda pada setiap orang, dimana dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin, tempat tinggal, perilaku merokok, dan tahap kehamilan. Berdasarkan WHO, anemia pada kehamilan ditegakkan apabila kadar hemoglobin (H. <11 g/dL. Sedangkan center of disease control and prevention mendefinisikan anemia sebagai kondisi dengan kadar Hb <11 g/dL para trimester pertama dan ketiga. Hb <10,5 g/dL pada trimester kedua, serta <10 g/dL pada pasca persalinan. Angka kematian ibu masih tinggi, dengan salah satu penyebab kematian ibu tertinggi perdarahan sebesar 26,28%. Ibu yang mengalami anemia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami perdarahan pasca persalinan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya oksigen dan nutrisi pada organ rahim, sehingga terjadi penurunan kontraksi otot miometrium yang menyebabkan perdarahan (Omotayo et al. , 2. Kelurahan Bendan Kergon merupakan salah satu kelurahan di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan yang terdiri dari 18 RT. Jumlahh posyandu pada wilayah ini adalah 20 posyandu. Posyandu menjadi garda terdepan untuk memastikan setiap warga bisa tetap sehat dan memiliki kehidupan yang berkualitas. Pemerintah dalam upaya transformasi pelayanan kesehatan primer juga menempatkan penguatan posyandu sebagai fokus utama yang dijalankan. Dengan jumlah besar dan sebaran yang luas menjadikan posyandu bisa mendekatkan akses layanan kesehatan ke masyarakat. Kader Posyandu memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, di antaranya sebagai penyuluh kesehatan. Kader Posyandu berperan sebagai penyuluh kesehatan masyarakat untuk memberikan edukasi tentang pentingnya hidup sehat dan pola hidup sehat. Kader posyandu sebagai penyuluh kesehatan dituntut bisa memberikan materi kesehatan dengan baik kepada Kurangnya kesehatan terhadap penyakit anemia pada ibu hamil menjadi satu permasalahan dalam pemberian dukungan terhadap klien anemia pada ibu hamil. Upaya penurunan angka anemia pada ibu hamil memerlukan pemahaman dan pengetahuan yang baik dari seluruh elemen termasuk kader posyandu. Pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil merupakan hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan peningkatan jumlah kasus ibu hamil dengan anemia, meningkatnya pengetahuan mengenai penyakitnya, memahami penyakitnya, cara pencegahan, pengobatan dan komplikasinya Methods (Metod. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik kader posyandu . Penelitian di lakukan mulai bulan Juli Ae Agustus 2024 di Kelurahan Bendan Kergon Wilayah Kerja Puskesmas Bendan Kota Pekalongan dengan jumlah responden 20 Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu kader posyandu yang terdaftar dan pernah mengikuti pelatihan kader. Kriteria eklusi berupa kader posyandu yang menolak menjadi responden penelitian, kader yang tidak hadir saat pengisian Instrumen penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner yang terdiri dari form data umum responden, form pengetahuan responden dan keaktifan responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah karakteristik . ekerjaan, status perkawinan, pendidikan dan pengalama. Cara pengumpulan data dengan menggunakan data primer yang didapat dari hasil wawancara dan pengisian kuesioner oleh responden. Results (Hasi. Berdasarkan data yang diperoleh melalui wawancara dan jawaban kuesioner pada kader posyandu tentang pekerjaan,status perkawinan, pendidikan, pengalaman, dan keaktifan kader posyandu diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur kader posyandu : Umur O 30 Thn Ou 30 Thn Karakteristik kader posyandu ditunjukkan pada tabel 1 menunjukkan bahwa mayoritas umur kader berumur lebih dari 30tahun . %). Tabel 2 . Distribusi frekuensi responden pekerjaan kader posyandu : Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa seluruh kader posyandu yang diambil sebagai sampel Sebagian besar berumur lebih dari 30 tahun . %). Kategori umur menurut Kementrian Kesehatan (Kemenke. umur di atas 30 tahun masuk dalam kategori dewasa. Hal ini Karakteristik kader posyandu ditunjukkan pada menunjukkan bahwa responden adalah pada masa tabel 2 menunjukkan bahwa mayoritas pekerjaan umur produktif, umur yang matang menerima kader sebagai ibu rumah tangga . %) informasi yang baru. Umur adalah lamanya waktu Tabel 3. hidup seseorang dalam tahun yang dihitung sejak Distribusi frekuensi responden berdasarkan status dilahirkan sampai berulang tahun yang terakhir. pernikahan kader posyandu : Dari segi kepercayaan masyarakat seseorang yang lebih dewasa akan lebih dipercaya dari orang pada Status orang yang belum cukup tinggi kedewasaannya. Hal ini sebagai akibat dari pengalaman dan Belum menikah kematangan jiwanya. Umur kader dapat Menikah mempengaruhi perilaku dan keaktifan kader Janda dalam menjalankan perannya. Pekerjaan Kader Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa Karakteristik kader posyandu ditunjukkan pada seluruh kader posyandu yang diambil sebagai tabel 3 menunjukkan bahwa mayoritas status sampel mempunyai pekerjaan ibu rumah tangga pernikahan kader adalah menikah . %) 60%, pegawai sawasta 40%. Sebagian besar kader Tabel 4. tidak bekerja sehingga kader dapat memiliki Distribusi frekuensi responden berdasarkan waktu yang lebih leluasa untuk melakukan pendidikan kader posyandu : tugasnya untuk melayani Masyarakat. Sebagian besar kader posyandu sebagai Ibu rumah tangga Pendidikan karena ingin membantu masyarakat dan SMP mendapatkan pengetahuan baru selain itu juga SMA untuk menjalin hubungan sosial. S-1 Status Perkawinan Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa Karakteristik kader posyandu ditunjukkan pada seluruh kader posyandu yang diambil sebagai tabel 4 menunjukkan bahwa mayoritas status sampel Sebagian besar status perkawinannya pernikahan kader adalah menikah . %) adalah menikah ( 85%). Status perkawinan kader dapat memengaruhi peran kader, seperti Tabel 5. ketersediaan waktu untuk bertugas. Distribusi frekuensi responden berdasarkan d. Pendidikan pengalaman menjadi kader posyandu : Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa seluruh kader posyandu yang diambil sebagai Pengalaman sampel, yang berpendidikan SMP 25%. SMA Menjadi Kader 50%. S1 25%. Hal ini menunjukkan bahwa O 1 Thn seluruh kader yang ada memenuhi syarat yang 1 Ae 10 Thn dinyatakan dalam buku peran serta Masyarakat Ou 10 Thn Dep Kes RI bahwa persyaratan bagi seorang kader diantaranya adalah dapat membaca dan menulis huruf latin serta dapat berbahasa Karakteristik kader posyandu ditunjukkan pada Indonesia. Tingkat pendidikan mempengaruhi tabel 5 menunjukkan bahwa mayoritas pengalaman persepsi seseorang untuk lebih menerima ide-ide menjadi kader adalah kurang dari 10 tahun . %) baru dan teknologi. Pendidikan juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi persepsi Discussion seseorang, karena dapat membuat seseorang (Pembahasa. untuk lebih mudah mengambil keputusan dan Karakteristik Kader Posyandu Tingkat pendidikan seseorang akan Umur Kader berpengaruh dalam memberi respon yang datang Pekerjaan Swasta Ibu Rumah Tangga Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . dari luar. Pendidikan diperlukan untuk mendapatkan informasi misalnya hal-hal yang Kader berpendidikan tinggi diharapkan lebih mudah untuk menerima suatu gagasan, ide, materi yang ada dalam kegiatan posyandu. Kader posyandu merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa. Pengalaman Menjadi Kader Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa seluruh kader posyandu yang diambil sebagai responden, pengalamannya menjadi kader kurang dari 1 tahun . %), pengalamannya menjadi kader selama 1 Ae 10 tahun . %) dan pengalaman menjadi kader lebih dari 10 tahun . %). Kader yang memiliki pengalaman lebih lama menjadi kader biasanya lebih terampil sehingga akan mempengaruhi cara dan pola kerja dalam memberikan pelayanan di posyandu. Semakin lama seseorang bekerja semakin banyak kasus yang ditangani sehingga semakin meningkat pengalamannya. Pengalaman bekerja banyak memberikan keahlian dan keterampilan Conclusion (Simpula. Distribusi frekuensi karakteristik kader di wilayah Kelurahan Bendan Kergon yaitu sebagian besar berumur lebih dari 30 tahun . %), ibu rumah tangga . %), menikah . %). Pendidikan SMA . %) dan lama menjadi kader kurang dari 10 tahun . %). Rekomendasi