Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Volume 2 Nomor 1 (Desember 2. : 50-62 DOI: 10. 55076/didache. PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERKEMBANGAN MORAL PESERTA DIDIK Novida Dwici Yuanri Manik,1 Yusak Tanasyah2 Sekolah Tinggi Teologi Moriah. Tangerang. Indonesia12 Email: dwicimanik85@gmail. Abstract The development of the times demands the intellectual development of humans to be able to compete in the world of work and in living a life of service. However, there are things that are far more important than just intellectual, such as morals and character. Without good morals, all the knowledge gained will not be able to have a good impact on the world of work and Information is important, but the cultivation of good morals needs to be taught as early as possible starting from the family and teachers at school. The concept of Christian ethical philosophy is important to be the philosophical underlying foundation of character and moral education. Everything related to teaching character and morals requires cooperation between educators in the family and school. So it is hoped that the provision of useful information to develop the intellectuals of students, in line with the cultivation and application of Christian and moral character. Keywords: Character Education. Morality. Christian Characters. Christian Education Abstrak Perkembangan zaman menuntut perkembangan intelektualitas manusia untuk mampu bersaing di dunia kerja dan dalam menjalani kehidupan yang mengabdi. Namun, ada hal yang jauh lebih penting dari sekedar intelektual, seperti akhlak dan budi pekerti. Tanpa akhlak yang baik, segala ilmu yang didapat tidak akan mampu memberikan dampak yang baik bagi dunia kerja dan pengabdian. Informasi memang penting, namun penanaman akhlak yang baik perlu diajarkan sedini mungkin dimulai dari keluarga dan guru di sekolah. Konsep filsafat etika Kristen penting untuk menjadi landasan filosofis yang mendasari pendidikan karakter dan moral. Segala sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran budi pekerti dan akhlak memerlukan kerjasama antara pendidik di lingkungan keluarga dan sekolah. Sehingga diharapkan pemberian informasi yang bermanfaat untuk mengembangkan intelektualitas siswa, sejalan dengan penanaman dan penerapan karakter kristiani dan moral. Kata Kunci: Pendidikan Karakter. Moralitas. Karakter Kristen. Pendidikan Kristen pentingnya pendidikan sudah mulai PENDAHULUAN Kesadaran semakin meningkat. Oleh karena itu, di jaman berlomba-lomba Kemudian, sebanyak 822,47 ribu jiwa 0,03% S2. Lalu, mengubah diri menjadi lebih baik di penduduk yang berpendidikan hingga S1 Bukan 11,58 . ,25%). pendidikan juga bisa membawa bangsa Selanjutnya, penduduk yang menempuh pendidikan jenjang D3 sebanyak 3,46 Pendidikan bisa dikatakan berhasil, juta jiwa . ,27%), serta berpendidikan D1 dan D2 mencapai 1,15 juta jiwa . ,42%). Total, sebanyak 17,08 juta jiwa informasi-informasi . ,7%) Indonesia ketika duduk di bangku sekolah, namun, berpendidikan hingga ke perguruan lebih daripada itu, pendidikan harus Sementara itu, total penduduk mampu membentuk perilaku manusia. yang berpendidikan hingga sekolah Dari lanjutan pertama dan atas sebanyak 95,82 juta jiwa . ,2%). Secara rinci, penduduk masyarakat Indonesia yang mengenyam yang berpendidikan hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) mencapai banyak dibandingkan masyarakat yang 56,15 juta jiwa . ,63%) dan yang sama sekali belum pernah melakukan berpendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat proses belajar di lembaga pendidikan Pertama (SLTP) sebanya 39,67 juta jiwa Direktorat . ,57%). Sedangkan yan tamat Sekolah Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dasar (SD) sebanyak 64,84 juta jiwa (Dukcapi. Kementrian Dalam Negeri, . ,82%). jumlah penduduk Indonesia . ,39%) penduduk yang belum tamat 272,23 juta jiwa pada Juni 2021. SD, serta 63,49 juta jiwa . ,32%) yang Berdasarkan tidak/belum sekolah. Berdasarkan sebanyak 59,19 ribu jiwa atau hanya 0,02% Indonesia Sebanyak Viva Budi Kusnandar. Hanya 0,02% Penduduk Indonesia Berpendidikan Hingga S3 pada Juni 2021. Databoks. https://databoks. id/datapublish/ 2021/11/20/hanya-002-penduduk-indonesia-berp S3. Berdasarkan data di atas, bisa dilihat intelektual yang dimilikinya, tetapi juga bahwa lebih dari 50% masyarakat dapat menjadi teladan bagi orang di Indonesia sudah pernah atau sedang mengenyam pendidikan yang artinya bahwa dapat dikatakan sumber daya Indonesia PEMBAHASAN Namun. Pentingnya Karakter kenyataan yang terjadi saat ini di Indonesia Secara etimologi, istilah karakter berasal dari bahasa Latin kharakter, kasus-kasus khrassein dan kharax yang bermakna dipahat, atasu Autols for makingAy . lat Indonesia. Setiap hari di media massa Ada kriminalitas yang dilakukan bukan hanya berasal dari bahasa Yunani AucharasseinAy oleh orang yang tidak berpendidikan, yang berarti membuat tajam, membuat namun orang yang berpendidikan tinggi dalam atau Auto engraveAy yang artinya juga melakukan hal yang melanggar AumengukirAy, yang berfungsi AumemahatAy. Aumenandai, pembeda, 2 pembunuhan, pelecehan seksual dan lain sehingga berbentuk unik, menarik, dan Dari realita yang terjadi, berbeda atau dapat dibedakan dengan tentunya kita menyadari bahwa ternyata yang lain. Kata charassein ini mulai membangun bangsa Indonesia ke arah bahasa Prancis AucaracterAy pada abad ke yang lebih baik. Karakter menjadi hal 14 dan kemudian masuk dalam bahasa yang sangat penting untuk diajarkan Inggris menjadi AucharacterAy sebelum sejak dini agar sumber daya manusia yang potensial tersebut bukan hanya dengan istilah karakter. 3 Dalam Kamus dapat melakukan tugas sesuai dengan Besar endidikan-hingga-s3-pada-juni-2021 (Diakses pada 27 Desember 2. Bahasa Indonesia. Bohlin, 2005. Oema. 2007, 80. Indonesia diartikan sifat-sifat kejiwaan, watak, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang menjalani hidup, meraih obsesi dan dengan yang lain. 4 Dari beberapa pendapat di atas, dapat dipahami bahwa karakter melalui sekolah, tidak hanya karakter merupakan bagian esensial bagi kehidupan setiap orang. Karakter adalah bagian dari kehidupan seseorang yang tidak dapat dipisahkan, karena karakter estetika, budi pekerti yang luhur. Dan menentukan seluruh aspek kehidupan manusia, baik itu moral, spiritual, emosi, mempraktikkan seluruh informasi yang intelektual, maupun sosial. telah didapatkan untuk kebaikan. Pendidikan nilai-nilai Lebih dari satu abad lalu, dalam Dalam dunia pendidikan saat ini, sebuah kuliah di Universitas Harvard, konten karakter menjadi hal utama yang Ralph Waldo Emerson menegaskan. Hal ini bisa dilihat dari AuKarakter lebih tinggi daripada intelekAy. perkembangan-perkembangan Psikiater Frank Pittman AuStabilitas kehidupan kita tergantung karakter dalam muatannya. Bukan hanya kepada karakter kita. 6 Tanpa adanya mata pelajaran Pancasila. Kewarga- negaraan, dan pendidikan agama, tetapi informasi yang kita dapatkan ketika mengenyam pendidikan tidak akan dapat membuat kita bermanfaat bagi diri pelajaran ataupun mata kuliah. Menurut sendiri, orang lain, apalagi bangsa. Fitri,7 pendidikan karakter dapat diinte- Karakter mengendalikan pikiran dan Materi Ni Putu Suwardhani. Quo Vadis Pendidikan Karakter: dalam Membangun Harapan Bangsa yang Bermartabat. (Denpasar: UNHI Press, 2. , 20-21. Poerwadarminta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet. 16 (Jakarta: Balai Pustaka, 1. Thomas Lickona. Pendidikan Karakter, (Yogyakarta: Kreasi Wacana Offset, 2. , 4. pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata Fitri, 2012:156. dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks Lewat Pendidikan Agama Kristen siswa diharapkan dapat berkembang terus dalam pemahaman tentang Allah dan seharusnya tidak hanya diberikan pada menolong mereka supaya dapat hidup aras kognitif saja, tetapi menyentuh pada sebagai murid-murid Kristus. Hidup sehari-hari. Karena nilai-nilai sebagai murid-murid Kristus berarti hidup meneladani sang Guru Agung, yaitu Yesus. Memiliki gaya hidup dan Tujuan pendidikan karakter moral yang dapat juga menjadi teladan akan terwujud jika peserta didik tidak bagi orang-orang di sekitarnya. Nilai- nilai moral yang ditanamkan dalam sehari-hari teori-teori tentang karakter, tetapi juga Pendidikan membentuk karakter yang merupakan kehidupan sehari-hari. Agama Kristen fondasi agama Kristen penting untuk menghasilkan pribadi yang utuh bagi dirinya dalam menyikapi kehidupan. Pendidikan Karakter Kristen Dalam Pendidikan Agama Kristen. Indonesia. Karakter adalah tabiat. pengajaran adalah membawa peserta sifat-sifat kejiwaan atau budi pekerti didik untuk mengalami perjumpaan yang membedakan seseorang dari yang Kristus. Menurut Kamus Umum Bahasa Tuhan Karakter dengan sungguh-sungguh, hidup dalam psikologis yang menunjuk kepada Ausifat keataatan serta mampu mempraktekkan khas yang dimiliki oleh individu yang imannya dalam kehidupan sehari hari. membedakannya dari individu lainnya. Ay Pendidikan Agama Kristen di sekolah Jadi, pada dasarnya, karakter adalah bukanlah semata-mata untuk memenuhi sifat-sifat kepribadian seseorang. 9 Jadi dapat ditetapkan, tetapi lebih jauh dari pada itu. Sutrisno dan Christiani Hutabarat. AuParents And Playing Friends Toward Children Social Development Orangtua Dan Teman Bermain Terhadap Perkembangan Sosial AnakAy QUAERENS: Journal of Theology and Sri Haryati. AuPendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013Ay Jurnal FKIP-UTM, 2017, 2. disimpulkan bahwa pendidikan Karakter Tantangan Kristen masa kini membentuk dan mengembangkan sikap Pendidikan Pendidikan Karakter Kristen batin peserta didik supaya mampu menjadi hal yang sangat penting untuk bersikap dan berperilaku bijak, serta diperhatikan dan diajarkan mengingat bertanggung jawab dalam kehidupannya begitu kompleksnya tantangan pada sehari-hari sebagai seorang Kristen. masa kini. Tuntutan kehidupan dan Dalam Alkitab banyak sekali kajian ayat yang mengarah kepada karakter memudahkan manusia, banyak sekali Kristiani, contohnya saja Buah Roh dalam Galatia 5:22-23. Efesus 4:1-2. Tantangan tersebut salah satunya adalah Efesus 4:17-18, dan masih banyak lagi. Karena itu. Alkitab menjadi penuntun umat percaya untuk hidup berkarakter khususnya pada usia remaja adalah seks Kristus. Karakter yang diharapkan untuk bebas, penggunaan obat-obatan terlarang, terus mengalami perkembangan yang hedonisme, bersikap tidak sopan dan baik adalah karakter Yesus yang hidup lain sebagainya. Banyak sekali data dalam kehidupan orang percaya, sebagai yang menunjukkan kemerosotan moral Roh Karakter Kristiani Kudus. Pendidikan Beberapa Indonesia disayangkan hal ini semakin memburuk dimulai dari perjumpaan pribadi dengan Kristus. Ketika seseorang membuka tantangan yang terjadi saat ini, sehingga Yesus Inilah Kristen percaya kepada Yesus. Roh Kudus akan meruPendidikan Agama Kristenan hal mengubahkan seluruh Pendidik-pendidik Agama Kristen termasuk memampukan seseorang untuk diharapkan mampu mengajarkan dan meneladani karakter Yesus. memberikan teladan kepada peserta didik sebagai bentuk antisipasi agar Christianity Studies 1, no. : 46-47, https://doi. org/10. 46362/quaerens. peserta didik tidak terikut arus ataupun sebagai usaha untuk menyelamatkan mendapatkan pendidikan yang utama. peserta didik yang mungkin sudah termasuk membentuk karakter seorang terjerumus dalam kemerosotan moral. Oleh karena itu, diharapkan Karakter atau perilaku manusia bisa keluarga menanamkan karakter yang baik sebagai bekal untuk masa depan melalui kebiasaan atau latihan-latihan. Setiap dalam keluarga menjadi salah satu hal Penanaman yang besar dalam menentukan masa kemungkinan juga dapat berubah oleh depan seorang anak. faktor dari dalam dan luar dirinya. Orang tua harus membawa anak Potensi baik tersebutlah yang harus sejak dini untuk beriman kepada Tuhan Kemudia dan percaya kepada Yesus Kristus, ditumbuhkan dan dipelihara dengan baik dengan demikian maka Roh Kudus akan sehinggan menjadi habit atau kebiasaan memperbaharui kehidupan anak dan Pengajaran mengenai nilai-nilai moral dan karakter Kristiani. Orangtua Kristen harus sadar Kristiani harus terus menerus diajarkan. bahwa ia bertanggung jawab mendidik Hal ini membutuhkan kerjasama baik anaknya, seperti dalam Amsal 22:6, dari sekolah, keluarga maupun gereja. AuDidiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang Keluarga Kristen Keluarga Ay Pendidikan primer atau komunitas utama dalam diberikan oleh orangtua tentunya tidak membentuk kecerdasan moral anak. hanya sekedar membimbing dalam hal Sebelum seorang anak mendapatkan moral, sifat dan adat istiadat, namun pengaruh dari sekolah atau gereja, anak pendidikan terhadap prinsip takut akan Dengan Tuhan. Sangat disayangkan bahwa banyak Pengasuhan sekali orangtua yang tampaknya kurang banyak usaha, latihan, dan kesabaran, sadar akan hal ini. Sekalipun tidak sama seperti keterampilan seni lainnya. Sekalipun kita melakukan kesalahan, terkadang keluarga menganggap bahwa dan kita pasti pernah salah. Allah tetap tugas mereka sebagai orangtua adalah mengontrol usaha kita apabila kita mengizinkanNya. 11 Kita semua sadar kelangsungan pendidikan anak semata, bahwa sebagai orangtua, tidak ada orang yang sempurna, mungkin saja orangtua Karena karakter Kristiani menjadi hal yang kesadaran akan tuntunan Roh Kudus sangat penting bagi anak. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa karakter tidak cukup hanya dimengerti, mendidik anak menanamkan moral yang lebih dari itu, karakter harus diajarkan Hal yang paling penting dalam dan keluarga menjadi salah satu wadah didikan di keluarga adalah, keluarga yang strategis untuk peserta didik bisa melakukan yang terbaik dari apa yang keluarga miliki. Menunjukkan karakter Kristiani Tuhan melalui teladan yang diberikan oleh Kristiani orangtua dalam keluarga. diajarkan Tuhan, mengasihi anak dengan Orangtua dalam sebuah keluarga sungguh-sungguh, terlepas apapun yang dilakukan oleh anak tersebut. Tuhan akan menolong dan terlibat aktif dalam Keluarga memiliki tanggung jawab yang pengajaran karakter Kristiani di keluarga. Melalui teladan karakter Kristiani yang kembangkan moral yang baik kepada dilakukan orangtua, anak-anak yang ada di dalam rumah juga akan mengikuti Novida Dwici Yuanri Manik. AuKeluarga Sebagai Komunitas Utama dalam Membentuk Kepribadian AnakAy Jurnal Luxnos. Vol. No. (Edisi Januari-Juni 2. , 71. Paul & Catherine Wegner. Wise Parenting (Penuntun dari kitab Amsa. , ( Jakarta: Immanuel Publishing House, 2. , 22. nilai-nilai moral dan karakter Kristiani sekolah, tetapi juga guru Pendidikan yang berguna untuk kehidupannya dan Agama Kristen memahami kebutuhan orang disekitarnya. mereka untuk menjadi manusia yang Selain keluarga, sekolah merupakan Kristiani. Melalui pembinaan guru Pendidikan Guru Pendidikan Agama Kristen Agama Kristen, sebagian dampak kelalaian orangtua Seorang anak banyak menghabiskan waktunya di sekolah dan tidak dapat Tugas dipungkiri, sekolah menjadi salah satu Pendidikan sesungguhnya lebih dari membangun Agama Kristen perkembangan Karakter seorang anak. Dalam Perkembangan moral atau karakter anak menjadi sosok yang sangat penting juga merupakan tugas seorang guru. untuk menanamkan nilai-nilai moral Pendidikan Agama Kristen diharapkan peserta didik. Dalam hal ini, khusunya menekankan kesadaran peserta didik seorang guru Pendidikan Agama Kristen agar memahami nilai hidup Kristiani dan dituntut untuk bisa menerapkan dan merefleksikannya dalam kehidupannya. mengajarkan karakter Kristiani untuk Guru membentuk moral siswa. juga memiliki berfungsi sebagai pengajar iman, nilai peran penting dalam membina karakter hidup, dan karakter Kristen. Dilihat dari peserta didik. kaca mata injil, cita-cita pendidikan ini Setiap siswa yang diajar oleh guru Pendidikan Agama Kristen yang luar biasa merasa mereka penting, diajarkan dan diteladankan oleh Yesus mereka unik, dan kebutuhan mereka bisa Kristus. Sang Guru Agung. 12 Kebutuhan yang dimaksud Guru Pendidikan Agama Kristen bukan hanya kebutuhan peserta didik menjadi penolong bagi peserta didik akan ilmu pengetahuan yang didapat di Caroline Bentley & Davies. Kiat menjadi Guru yang Mengagumkan, (Jakarta: PT. Indeks, 2. , 173. karakter Kristen. Melalui pengajaran yang Guru Pendidikan Agama Kristen persekutuan iman yang hidup dengan tokoh-tokoh Tuhan sendiri, dan oleh dan dalam Dia teladan dalam Alkitab, prinsip-prinsip mereka terhisab pula pada persekutuan hidup bermoral dan berkarakter seperti jemaat-Nya Yesus, ditambah lagi kehidupan guru mempermuliakan Nama-Nya di segala Pendidikan Agama Kristen itu sendiri waktu dan tempat. 14 Lewat peserta didik sebagai contoh nyata bagi anak didik, yang diajarkan berkarakter Kristen, diharapkan peserta didik dapat menjadi mereka hidup menjadi manusia yang Kristus, memiliki moral yang baik sehingga bertanggung jawab, jujur dan bermoral. orang di sekitar mereka, dapat melihat Guru sekolah Kristen seharusnya rajin bahwa Yesus hidup dalam kehidupan mengambil prinsip-prinsip Firman Allah yang harus mengatur mereka dalam pelaksanaan otoritas, serta menerapkan Pendidikan Karakter Kristen dalam prinsip-prinsip ini dengan cermat dalam Membentuk Moral system pemerintahan sekolah dan dalam Masalah Moral dapat dikatakan semua tindakan pendisiplinan. Sekalipun mereka menunjukkan bahwa mereka manusia akan esensi dirinya sebagai bertanggung jawab kepada Allah, namun jika anak-anak mendapati bahwa ini terhadap moralitas akan Tuhan pencipta. semua hanyalah suatu teori yang baik Richard Pratt namun dilanggar dalam praktik dari hari ke hari. Maka semua itu menjadi sia-sia tentang moral yang benar serta memiliki Arti sedalam-dalamnya Pendidikan Agama Kristen, karakter moralitas yang taat dan sesuai dengan kehendak Allah akan tetapi, dengan menerima pendidikan itu, segala Louis Bekhof & Cornelius Van Til. Foundation of Christian Education, (Surabaya: Penerbit Momentum, 2. , 177-178. Homrighausen. H Enklaar. Au Pendidikan Agama KristenAy. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 26. pengetahuan moral tersebut. 15 Bahkan manusia menyangkali kebergantungan sebagai makhluk bermoral menunjukkan dirinya kepada Allah dengan bertindak Keberadaan jawab secara moral dihadapan Allah. Penyangkalan memiliki kemampuan untuk merasakan Allah dimampukan untuk bertindak sesuai dengan standar Allah yang tercermin Dasar pemahaman moral yang tepat dalam perilaku yang kudus dan hidup akan membawa peserta didik ke dalam benar dihadapan-Nya. 18 Dari penjelasan Karakter ini, dapat kita ketahui bahwa Allah Kristiani, sendirilah yang menjadi dasar nilai merupakan tujuan utama pendidikan moral manusia. Allah menjadi tolak ukur Karakter Kristiani. Manusia sebagai makhluk ciptaan, diciptakan segambar membangun karakter dan moral kristiani. dengan Allah. Grudem menyatakan Kesadaran bahwa AuThe fact that man is in the membawa kehidupan peserta didik ke image of God means that mans is like dalam kehidupan yang Tuhan inginkan. God and represents GodAy. 17 Hal ini berperilaku moral yang baik. hakikatnya memiliki keserupaan dengan Transformasi Kristiani Allah dan mewakili sifat-sifat gambar tidaklah mudah. Namun, transformasi Allah tersebut. Salah satunya dalam dapat berjalan melalui peran Roh Kudus. Maka. Richard L Pratt Jr. Menaklukkan Segala Pikiran Kepada Kristus: Sebuah Buku Pegangan Untuk Membela Kebenaran Iman Kristiani. Rahmiati Tanudjaja (Malang. Indonesia: Departemen Literatur Saat, 2. , 29. Donovan L Graham. Teaching Redemptively: Bringing Grace and Truth Into Your Classroom, 2nd ed. (Colorado Spring. United State: Purpose Design Publications, 2. , 27Ae28 Wayne Grudem. Systematic Theology: An Introduction to Bible Doctrine, ( Grand Rapids: Zondervan Academic, 2. , 382 menjadi nyata di dalam diri siswa bertanggung jawab dihadapan Allah 19 Wayne Grudem. Systematic Theology, (Grand Rapids. Michigan: Zondervan Academic, 2. , 385. Sioratna Puspita Sari & Jessica Elfani Bermuli. AuEtika Kristen dalam Pendidikan Kehidupan bermoral dikenal peserta membimbing mereka untuk dapat hidup didik melalui pendidikan Karakter yang dalam karakter Kristiani dan kehidupan diajarkan di keluarga dan di sekolah akan membawa peserta didik hidup dengan perkembangan teknologi yang Kehidupan Kristus. Yesus Tantangan membuat kehidupan moral peserta didik Karena itu pendidikan Karakter di sehari-hari karena dia memahami bahwa sekolah dan di keluarga harus semakin tanpa kasih dan pengorbanan Kristus. Dengan upaya tersebut dan dia tidak akan mampu hidup seturut dengan tuntunan Roh Kudus, diharapkan dengan kehendak Tuhan. pendidik mampu mengajarkan karakter dan moral Kristiani kepada peserta didik. Sehingga pemahaman mereka terhadap KESIMPULAN Pendidikan Karakter Kristen karakter dapat diwujudnyatakan dalam merupakan alat bantu, media ataupun kehidupan mereka sehari-hari. Bukan sarana dalam pembentukan karakter pendidik juga harus menjadi salah satu keluarga dan pendidik bagi anak atau teladan bagi peserta didik. Sehingga peserta didik menyadari pentingnya dengan demikian, peserta didik dapat membangun karakter Kristiani untuk menjalani kehidupan yang memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi keluarga, peserta didik menjadi karakter yang sekolah maupun lingkungan tempatnya diinginkan Yesus. Mendidik anak dalam Karena atau peserta didik dalam Sri Wahyuni dan Yan Kristianus Kadang. AuMendidik Anak (Educating Childre. : Studi Eksplanatori Tentang Pemahaman Jemaat Mengenai Mendidik Anak (Explanatory Study Of Understanding Of Congregations About Educating Childre. Ay QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies, 1, no. : 122-143. https://doi. org/10. 46362/quaerens. Apalagi Karakter dan Moral Siswa di Era DigitalAy Diligentia: Journal of Theology and Christian Education ojs. edu/index. php/DIL, (Januari 2. , 13. Januari-Juni 2. , 71. https://doi. org/10. 47304/jl. Paul. Catherine Wegner. Wise Parenting ( Penuntun dari kitab Amsa. Jakarta: Immanuel Publishing House. Poerwadarminta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet. 16 (Jakarta: Balai Pustaka, 1999. Sari. Sioratna Puspita and Jessica Elfani Bermuli. AuEtika Kristen dalam Pendidikan Karakter dan Moral Siswa di Era DigitalAy Diligentia: Journal of Theology and Christian Education. edu/index. php/DIL. (Januari 2. , 13. Sutrisno dan Christiani Hutabarat. AuParents And Playing Friends Toward Children Social Development Orangtua Dan Teman Bermain Terhadap Perkembangan Sosial AnakAy QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 1, no. : 46-47, https://doi. org/10. 46362/quaerens. Suwardhani. Ni Putu. Quo Vadis Pendidikan Karakter: dalam Membangun Harapan Bangsa yang Bermartabat. Denpasar: UNHI Press, 2020. Wahyuni. dan Yan Kristianus Kadang. AuMendidik Anak (Educating Childre. : Studi Eksplanatori Tentang Pemahaman Jemaat Mengenai Mendidik Anak (Explanatory Study of Understanding Of Congregations About Educating Childre. Ay QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies, 1, 2 . : 122-143. https://doi. org/10. 46362/quaerens. KEPUSTAKAAN