Pengelolaan Risiko di Balik Nyala Api: Pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka di Makassar Pengelolaan Risiko di Balik Nyala Api: Pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka di Makassar Agim Gunawan1. Aton Rustandi Mulyana2. Lono Lastoro Simatupang3 Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada1. Institut Seni Indonesia Surakarta2. Universitas Gadjah Mada3 E-mail: agimgunawan. com1, atonrustandi@gmail. com2, roosmargo@ugm. ABSTRACT Pepe-Pepeka ri Makka is a traditional art form from Makassar. South Sulawesi. The performance features dancers interacting with fire. This research aims to examine how the risks involved in the Pepe-Pepeka ri Makka performance are managed by the performers. Qualitative methods and a performance studies approach are used in this research, to explore two dimensions of risk management, namely technical and non-technical dimensions. The technical dimension includes dancersAo skills and prowess, while the nontechnical dimension involves the use of prayers, rituals and spiritual beliefs. The results of this study show that risk management not only depends on the technical skills of the performer, but is also influenced by spiritual beliefs. Therefore, the combination of these two dimensions greatly influences the safety of the performers. Keywords: Pepe-Pepeka ri Makka, risk management, technical skills, spiritual belief, performance studies ABSTRAK Pepe-Pepeka ri Makka merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Makassar. Sulawesi Selatan. Dalam pertunjukannya, kesenian Pepe-Pepeka ri Makka menyajikan penari yang berinteraksi dengan api. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana risiko-risiko yang terlibat dalam pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makkadikelola oleh para penampil. Metode kualitatif dan pendekatan performance studies digunakan dalam penelitian ini, guna mengeksplorasi dua dimensi dalam pengelolaan risiko, yaitu dimensi teknis dan nonteknis. Dimensi teknis mencakup keterampilan dan kecakapan penari, sementara dimensi nonteknis melibatkan penggunaan doa, ritual, dan kepercayaan spiritual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan risiko tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis penampil, namun juga dipengaruhi oleh keyakinan spiritual. Oleh karenanya, kombinasi antar kedua dimensi ini sangat berpengaruh terhadap keselamatan para penampil. Kata kunci: Pepe-Pepeka ri Makka, pengelolaan risiko, keterampilan teknis, keyakinan spiritual, performance studies Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Agim Gunawan. Aton Rustandi Mulyana. Lono Lastoro Simatupang PENDAHULUAN Selain unsur tari, dalam kesenian Pepe-Pe- Pepe-Pepeka ri Makka merupakan salah peka ri Makka juga terdapat sebuah ansambel satu warisan seni tradisional yang masih musik yang berperan untuk mengiringi tari- bertahan di Kampung Paropo. Kota Makas- Awalnya, ansambel musik ini hanya terdi- sar, hingga saat ini. Dalam penyajiannya, ri dari rebana, biola, dan gambus. Kemudian menampilkan para penari yang berinterak- berkembang dengan penambahan alat musik si dengan api, tanpa mengalami luka bakar. tradisional khas Makassar, seperti ganrang Bahkan, pakaian yang dikenakan oleh penari . , kattoAo-kattoAo . , parappasaAo tersebut tetap utuh dan tidak tersentuh oleh . ambu yang dibela. , dan dengkang . api (Salam, 2017, hlm. Fenomena ini (Salam, 2017, hlm. Menurut Syakhruni, dikaitkan dengan kisah Nabi Ibrahim yang Saputra, dan Saleh . 2, hlm. , penam- selamat dari kobaran api, sehingga menjad- bahan instrumen tersebut ditujukan agar ikan pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka menjadi meningkatkan kemeriahan pada saat pertun- sarat akan makna religius. jukan berlangsung. Pada masa lampau. Pepe-Pepeka ri Mak- Beberapa penelitian sebelumnya, seba- ka turut berperan dalam penyebaran agama gian besar masih berkutat pada aspek este- Islam di Kabupaten Gowa. Sulawesi Selatan tika, fungsi sosial, serta perubahan bentuk pada tahun 1605 (Bantang dalam Hardian- dalam pertunjukan ini. Akan tetapi, bahasan syah, 2018, hlm. Kemudian, kesenian ini terkait pengelolaan risiko yang dihadapi oleh juga sering ditampilkan dalam perayaan-per- penampil dalam pertunjukan ini masih belum ayaan keagamaan, seperti mauduAo lompoa, yang banyak dibahas secara mendalam. merupakan peringatan kelahiran Nabi Mu- Risiko menjadi isu penting di dalam per- hammad Saw. Selain itu. Pepe-Pepeka ri Makka tunjukan Pepe-Pepeka ri Makka. Seperti yang di- juga disuguhkan sebagai bagian dari perayaan paparkan oleh Muh. Syahir Dg. Sitaba . ta- pesta panen, khususnya dalam acara attontong hu. selaku seniman Pepe-Pepeka ri Makka. Da- bulang atau saat bulan purnama (Sjahril, 2014, lam kanal Youtube AuMitologi Bumi SulawesiAy, . yang menandakan momen penting Syahir menyatakan bahwa Au. seperti di musik, dalam kalender komunal dan spiritual mas- jika terjadi kesalahan, . penari akan ter- yarakat setempat. bakar api. Ay. Namun, hingga kini belum ada Seiring perkembangan zaman, fungsi penelitian yang membahas terkait bagaimana pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka mengalami para penampil mengelola risiko tersebut. Ka- Dalam perkembangannya, kese- jian terdahulu lebih banyak menyoroti aspek nian tersebut bergeser menjadi sarana hibu- fungsi, simbolik, dan perubahan, sementara ran yang sering ditampilkan dalam festival dimensi keselamatan dan pengelolaan risiko seni dan acara resmi pemerintah (Salam, 2017. Namun demikian, esensi spiritual Selain itu, interaksi antara penampil dan dan makna simbolis yang terkandung dalam penonton juga belum diperhatikan pada pene- pertunjukan ini, masih tetap bertahan. litian sebelumnya. Interaksi ini dirasa cukup Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pengelolaan Risiko di Balik Nyala Api: Pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka di Makassar penting, karena penonton juga turut terlibat nonteknis ini menjadi kontribusi kebaruan dalam mempengaruhi intensitas risiko dalam dalam pengembangan teori Alfred Gell . Oleh karenanya, perhatian terh- Jika dalam kerangka Gell, daya pesona karya adap interaksi antar penampil dan penonton seni dijelaskan terutama sebagai hasil dari diperlukan untuk dikaji, sehingga penonton keterampilan teknis seniman, maka penelitian bukan hanya sekadar mengapresiasi aspek ini memperluas pandangan tersebut dengan estetika dari kesenian tersebut, namun juga menunjukkan bahwa pesona dalam Pepe-Pepe- dapat memahami bagaimana risiko dipertun- ka ri Makka juga dibentuk oleh dimensi non- jukkan dalam kesenian Pepe-Pepeka ri Makka. teknis yang bersifat spiritual dan simbolik. Jika merujuk pada pernyataan Gell, ia Dengan demikian, penelitian ini menawarkan mengungkapkan bahwa karya seni merupa- pembacaan baru bahwa dalam konteks seni tr- kan hasil dari proses teknis, jenis proses teknis adisional, daya pesona tidak hanya lahir dari yang terampil yang dilakukan oleh seniman keterampilan teknis, tetapi juga dari kekuatan . 2, hlm. Dalam konteks Pepe-Pepeka ri keyakinan, ritus, dan nilai spiritual yang men- Makka, dimensi teknis turut berperan dalam yatu dalam praktik kesenian. pengelolaan risiko yang didasarkan pada kemampuan teknis atau kecakapan sang Akan tetapi, konsep Gell belum METODE sepenuhnya menggambarkan kompleksitas Metode yang terlibat dalam pengelolaan risiko, khu- dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. susnya pada kesenian Pepe-Pepeka ri Makka. Pemilihan metode ini mempertimbangkan sisi lain, dimensi nonteknis juga turut terlibat fokus penelitian pada latar alamiah, meng- dalam pengelolaan risiko ini. gunakan cara-cara alamiah, serta dilakukan Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut terkait pengelo- alamiah (Moleong, 2015, hlm. Dalam laan risiko dalam pertunjukan Pepe-Pepeka ri pelaksanaannya, data dikumpulkan melalui Makka melalui dimensi teknis dan dimensi wawancara, pengamatan, serta pemanfaatan Dimensi teknis mencakup keter- dokumen (Moleong, 2015, hlm. ampilan fisik dan kecakapan penari, sedang- Penelitian kan dimensi nonteknis mencakup ritual, doa, atau praktik-praktik spiritual yang dilaku- performance studies. Pendekatan ini bersifat kan sebelum, saat, dan setelah pertunjukan. interdisipliner yang berfokus pada berbagai Kemudian, penelitian ini tidak hanya sekadar tindakan manusia, seperti ritual, permainan, mengidentifikasi kedua dimensi tersebut, na- hiburan populer, serta berbagai kegiatan dalam mun juga mengeksplorasi terkait bagaimana kehidupan sehari-hari (Schechner, 2013, hlm. keduanya saling berinteraksi dalam mengelo- Lebih lanjut, performance studies menurut la risiko secara efektif. Schechner, tidak hanya terbatas pada apa yang Kombinasi antara dimensi teknis dan terjadi di atas panggung, tetapi juga mencakup Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Agim Gunawan. Aton Rustandi Mulyana. Lono Lastoro Simatupang aktivitas di luar panggung, termasuk interaksi HASIL DAN PEMBAHASAN antara penampil dan penonton, serta konteks Pada bagian ini, membahas perihal ruang di mana pertunjukan berlangsung. dimensi teknis dan nonteknis yang terdapat Data penelitian dikumpulkan melalui tiga dalam pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka. teknik utama, yaitu wawancara mendalam. Pembahasan observasi langsung, dan studi dokumen. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dalam memastikan keamanan penampil dan untuk menggali pengalaman, keyakinan, serta penonton, serta kelancaran pertunjukan. strategi para penampil dalam menghadapi risiko saat berinteraksi dengan api. Observasi Dimensi Teknis dalam Pengelolaan Risiko dilakukan dengan cara menghadiri latihan dan Dimensi teknis merupakan salah satu pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka di Kampung unsur penting dalam pengelolaan risiko pada Paropo, guna mencatat secara langsung konteks pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka, gerak, pola interaksi, serta praktik ritual terutama kaitannya dengan penggunaan api yang dilakukan sebelum, saat, dan sesudah yang memerlukan pengelolaan yang tepat. Sementara itu, studi dokumen Penari berpengalaman seperti Mustari Muhajji dilakukan dengan menelaah literatur, foto, . , menunjukkan bahwa pemahaman serta rekaman video pertunjukan untuk yang baik terkait teknik dan properti yang memperkuat temuan lapangan. Kombinasi digunakan dalam pertunjukan ini, menjadi ketiga teknik ini memungkinkan peneliti salah satu kunci dalam pengelolaan risiko. memperoleh data yang holistik dan mendalam. Hal ini ditujukan agar dapat meminimalisasi Kemudian, proses analisis data dimulai kecelakaan atau risiko yang dapat mengancam dengan menyeleksi data hasil wawancara keselamatan penampil, maupun penonton. dan observasi, kemudian mengelompokkan Berikut bagian-bagian dari dimensi teknis temuan berdasarkan dua dimensi utama, yang berperan dalam pengelolaan risiko. yakni teknis dan nonteknis. Setiap data Technology of Enchantment dari Alfred Properti Properti Gell . untuk memahami bagaimana pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka ialah kostum, keterampilan teknis menciptakan pesona juAoju . bor dari lilitan kai. , minnyaAo kanre sekaligus menjadi sarana pengelolaan risiko. inyak kelap. , dan minyak tanah. Pemilihan Namun, analisis ini juga memperluas kerangka bahan, cara penggunaan, serta pengelolaan Gell dengan memasukkan aspek nonteknis bagaimana risiko dapat diminimalisasi selama pertunjukan berlangsung. Seperti kostum yang dikenakan dalam keselamatan dan pesona dalam pertunjukan pertunjukan ini, yang terdiri dari pattonroAo Pepe-Pepeka ri Makka. enutup kepal. , baju kapaAo-kapaAo, lipaAo garusuk Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pengelolaan Risiko di Balik Nyala Api: Pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka di Makassar . , dan saluara baroci . , tidak merupakan lilitan kain menyerupai obor hanya dikenakan untuk keperluan estetika yang digunakan sebagai properti utama dan representasi budaya, namun juga untuk dalam pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka. melindungi penari dari bahaya api. PattonroAo. Pemilihan bahan untuk pembuatan juAoju misalnya, bukan hanya hiasan kepala khas sangat diperhatikan dalam pengelolaan risiko, laki-laki suku Makassar dan Bugis (Jayadi terutama untuk menghindari kecelakaan yang & Cahyadi, 2019, hlm. , tapi juga berkaitan dengan api. Kain yang digunakan digunakan untuk memadamkan api pada saat atraksi appanaiAo juAoju ri ulu . enaikkan juAoju ke seperti poliester, tetoron, atau nilon. Hal ini kepal. oleh Mustari. dikarenakan, bahan-bahan tersebut cenderung bahan-bahan Selain itu, baju kapaAo-kapaAo yang dikenakan meleleh ketika dibakar . awancara M. Arsyad oleh penari, memiliki karakteristik kain licin Kulle, 3 Juni 2. , sehingga lelehannya yang berbahan dasar kain satin . awancara Al- dapat berjatuhan yang dapat membahayakan Amin, 12 Oktober 2. Kain satin memiliki penampil dan juga penonton. jenis serat polyester, yang mana lebih mudah Kemudian, juga terdapat penggunaan terbakar, karena akan meleleh, menyusut, dan cairan, yakni minnyaAo kanre dan minyak akan menetes jika terkena api (Saputra, 2008. MinnyaAo kanre ialah minyak kelapa Kain jenis yang sama juga terdapat yang berfungsi sebagai bahan campuran pada saluara barociAo. Oleh karenanya, pada tiap dengan minyak tanah untuk meningkatkan pertunjukan, tidak terdapat atraksi membakar daya tahan nyala juAoju, agar memastikan api baju dan celana, untuk menghindari kontak tetap menyala lebih lama saat pertunjukan langsung antara kain dan api. Lalu, di Campuran dengan proporsi tiap pertunjukannya, baju yang dikenakan yang tepat menjadi kunci pada bagian ini, oleh penari selalu digulung ke siku, guna karena penggunaan minyak tanah yang menghindari kontak langsung dengan api. terlalu dominan, akan menghasilkan asap Di sisi yang lain, penggunaan lipaAo garusuk yang terbuat dari bahan yang lebih hitam pekat yang dapat mengganggu visual tebal . awancara Muh. Asgar Abudullah Dg. Selain sebagai bahan bakar, minnyaAo Soga, 22 September 2. , berfungsi untuk kanre juga memiliki fungsi protektif. Beberapa mengurangi risiko terbakar saat melakukan penari mengoleskan minyak ini ke kulit atraksi attunu lipaAo. Selain pemilahan bahan, lengan mereka untuk mengurangi risiko luka penanganan properti juga menjadi bagian bakar saat berinteraksi langsung dengan api, dari pengelolaan risiko, seperti pengecekan terutama pada bagian bulu tangan. Meskipun sarung sebelum digunakan. Hal ini bertujuan demikian, penggunaan minnyaAo kanre sebagai untuk memastikan tidak ada bagian kain yang pelindung ini tidak dilakukan oleh semua menjuntai, yang dapat meningkatkan risiko penari, melainkan tergantung pada keyakinan terbakar pada sarung. Properti berikutnya ialah juAoju, yang masing-masing Beberapa penari memilih untuk tidak mengoleskan Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Agim Gunawan. Aton Rustandi Mulyana. Lono Lastoro Simatupang minyak di kulitnya, karena mereka percaya bahwa akan tetap aman tanpa cairan tersebut. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan spiritual pribadi penari, dan akan dibahas pada bagian dimensi nonteknis. Terakhir, selain berperan sebagai bahan bakar untuk menyalakan juAoju, minyak tanah juga digunakan dalam atraksi annyapporoAo, yakni atraksi yang dilakukan oleh penari, dengan cara menyimpan minyak tanah di mulut, lalu menyemburkannya ke arah api. Pemilihan minyak tanah sebagai bahan bakar, berdasarkan pengalaman Abdul Rahman Dg. Gambar 1. Structure of candle flame (Struktur nyala api lili. (Sumber: byjus. Mamang . selaku penari senior yang tentang sifat api dan teknik tarian. Kedua hal telah mencoba cairan lainnya, seperti bensin. ini turut berperan dalam pengelolaan risiko Menurutnya, bensin sangat berbahaya jika pada dimensi teknis. digunakan pada atraksi annyapporoAo, karena Pemahaman terkait sifat api, menjadi besar kemungkinan api dapat kembali ke aspek teknis yang penting bagi penari. Perlu sumber bahan bakar, yang dapat mengenai pemahaman yang tepat tentang karakteristik wajah atau mulut penampil. Studi yang warna pada api, agar risiko dapat diminimalisir dilakukan oleh McCleave dan Greenwood pada saat pertunjukan. Api terdiri dari juga mendukung pernyataan Dg. Mamang beberapa bagian, seperti lidah api . uter zon. , perihal keamanan bahan bakar dalam kasus badan api . iddle zon. , dan pangkal api . nner fire breathing. AuAthey stated that petrol was Masing-masing bagian ini, memiliki particulary unsafe given itAos low flash point relaive sifat yang berbeda berdasarkan intensitas to other fuelsAAy, mereka menyatakan bahwa panasnya . ihat gambar . bensin memiliki tingkat keselamatan yang Jika merujuk pada informasi yang rendah karena titik nyalanya lebih rendah dibandingkan dengan jenis bahan bakar pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka, warna api lainnya . 5, hlm. Studi ini menyatakan yang terlihat cenderung berwana kuning bahwa bensin sangat tidak aman, karena . ihat gambar . Api yang berwarna kuning, memiliki titik nyala yang rendah, sehingga termasuk dalam moderately hot, yang berarti sangat mudah terbakar. cukup panas, namun tidak sepanas api berwarna biru. Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun kobaran api menyentuh bagian Teknik Mengelola Api tubuh penari, namun api tersebut tidak begitu mengelola api yang terdapat pada pertunjukan panas, sehingga risiko yang dihadapi oleh Pepe-Pepeka ri Makka, seperti pemahaman penari tidak terlalu besar. Terdapat Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pengelolaan Risiko di Balik Nyala Api: Pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka di Makassar Tak hanya Musahir. Asgar . juga memvalidasi bahwa saat pertunjukan, bagian lidah api ialah bagian yang paling ia hindari. Oleh karenanya, ia memanfaatkan bagian badan api pada saat membakar lengannya untuk mendapatkan bagian api yang tidak terlalu panas. Kemudian, beralih pada analisis teknik tarian yang dibagi menjadi tiga bagian utama, yakni pengendalian juAoju, appanaiAo juAoju ri ulu, serta annyapporoAo. Ketiga teknik ini tidak semata berfungsi sebagai variasi gerak, tetapi Gambar 2. Nyala api pada juAoju berwarna (Sumber: Agim Gunawan, 8 Mei 2. Pemahaman mencerminkan kecakapan teknis para penari dalam menyeimbangkan aspek estetika dan keselamatan selama pertunjukan berlangsung. Pemanfaatan karakteristik api menjadi salah satu bentuk pengendalian juAoju. Selain itu, penari juga menggunakan teknik gerakan api juga dimanfaatkan oleh para penari maju-mundur pada juAoju saat melakukan dalam setiap pertunjukan. Salah satu penari. Musahir . , menjelaskan bahwa dalam berinteraksi dengan api, ia berupaya dengan kulit dalam waktu yang singkat. untuk tidak mengenai ujung api . idah ap. Kemudian, alih-alih hanya membakar satu sisi, secara langsung. Menurutnya, bagian ujung penari selalu membakar kedua sisi lengannya api ini merupakan bagian yang paling panas. engan luar dan dala. secara bergantian. Oleh karenanya, ia berupaya agar membakar Kedua teknik ini memastikan bahwa panas beberapa bagian tubuh dengan menggunakan api tidak terkumpul pada satu titik tertentu api pada bagian tengah atau badan api. yang dapat menyebabkan risiko luka bakar . awancara dengan Musahir Nurdin, 20 April pada penari. Pernyataan Gerakan Selanjutnya, beralih pada teknik tarian Musahir, appanaiAo juAoju ri ulu, yaitu atraksi memasukkan menyebutkan kalau terdapat teknik tertentu juAoju yang sedang menyala ke dalam pattonroAo, yang ia gunakan dalam pertunjukan Pepe- kemudian meletakkannya di atas kepala. Pepeka ri Makka. Teknik ini memanfaatkan Atraksi ini kerap memancing decak kagum bagian yang tidak terlalu panas, yakni pada dan sorak penonton karena dinilai berbahaya, bagian tengah/badan api, sedangkan bagian namun tidak terjadi insiden apapun terhadap lidah api sangat dihindari karena bagian yang Pada praktiknya, pattonroAo memiliki sangat panas. peranan penting dalam membantu penari Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Agim Gunawan. Aton Rustandi Mulyana. Lono Lastoro Simatupang kaku dan tahan terhadap panas. Material tersebut berfungsi menahan panas api dan memperlambat proses penyerapan energi ke permukaan kepala. Hal ini berbeda dengan pattonroAo yang digunakan oleh penari lain, yang umumnya terbuat dari bahan serupa dengan pakaian panggung, sehingga lebih mudah menyusut atau terbakar ketika terkena kontak Gambar 3. PattonroAo Mustari . ingkaran berwarna puti. berbeda dengan pattonroAo penari lain . ingkaran berwarna mera. (Sumber: Agim Gunawan, 8 Mei 2. langsung dengan api. Kombinasi antara teknik penutupan dan pemilihan material inilah yang menjadikan atraksi appanaiAo juAoju ri ulu tampak berbahaya sekaligus aman dilakukan oleh penarinya. Teknik tarian terakhir ialah annyapporoAo mengelola risiko panas api melalui prinsip atau menyemburkan api. Atraksi ini menjadi fisika dasar. bagian yang paling menonjol pada pertunjukan Mustari memanfaatkan prinsip fisika Pepe-Pepeka ri Makka, sekaligus mengandung dasar bahwa api tidak bertahan, tanpa adanya risiko yang tinggi. Hal ini dikarenakan tidak suplai oksigen yang cukup. Perlu diketahui hanya dapat mencelakakan penampil, namun bahwa api terbentuk dari tiga elemen, yakni penonton juga dapat terkena dampaknya jika panas, bahan yang mudah terbakar, serta tidak dikelola dengan tepat. Hal utama yang wajib dipahami oleh oksigen (Sudibya, dkk. , 2018, hlm. Dengan menutup juAoju menggunakan annyapporoAo pattonroAo. Mustari secara tidak langsung kepekaan yang tinggi terhadap arah angin. Cara paling mudah untuk mengetahui arah diperlukan api untuk tetap menyala. Teknik angin pada saat pertunjukan ialah dengan ini menjadi bentuk pengendalian yang efektif mendiamkan juAoju pada posisi tegak lurus. Lalu memperhatikan arah gerakan api. Jika api bergerak ke arah utara, maka efek visual yang memukau bagi penonton. arah menyembur api dapat dilakukan searah Selain teknik menutup nyala api tersebut, dengan arah angin pada saat itu. Sebaliknya. Mustari jika disembur pada arah yang berlawanan, material pattonroAo sebagai bagian dari strategi maka dapat dipastikan api akan kembali ke pengelolaan risiko. wajah penari (Wawancara Musahir Nurdin. Mustari 20 April 2. Kepekaan terhadap arah angin, menggunakan pattonroAo berbahan lebih tebal juga berpengaruh terhadap jarak jangkauan yang dicampur dengan kanji sehingga menjadi api yang dihasilkan. Ketika semburan api Pada searah dengan arah angin, maka angin Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pengelolaan Risiko di Balik Nyala Api: Pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka di Makassar terhadap kesehatan jangka panjang penari memperpanjang jarak dari semburan api. tidak dapat diabaikan. Oleh karenanya, annyapporoAo pengelolaan risiko pada atraksi ini perlu tontonan yang menarik bagi penonton, tapi dipertimbangkan kembali, terutama dalam terdapat efek buruk bagi kesehatan penari hal pemilihan alternatif cairan yang lebih jika terlalu sering melakukan atraksi ini. aman dan minim risiko bagi kesehatan penari. Atraksi Burhan . sebagai salah satu penari, mengeluhkan bibirnya yang selalu terkelupas annyapporoAo. Ruang Pertunjukan Ruang akibat efek dari paparan minyak tanah yang pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka, memilki disimpan di mulutnya (Wawancara Burhan, pengaruh yang cukup signifikan terhadap 23 April 2. Studi terkait efek minyak tanah pengelolaan risiko. Setiap aspek dari ruang terhadap kulit juga pernah dilakukan oleh Robert Chilcott yang menyatakan bahwa. AuA cermat, seperti ukuran ruang dan jarak the most common health effect associated with antara penari dan penonton. Pengelolaan chronic kerosene exposure is dermatitis. Ay, yang kedua faktor tersebut sangat penting, agar berarti efek kesehatan yang paling umum penari dapat berinteraksi dengan api secara terkait dengan paparan minyak tanah kronis aman, serta meminimalisir risiko bahaya bagi adalah dermatitis . 7, hlm. Dermatitis penari maupun penonton selama pertunjukan merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh peradangan dan iritasi. Ukuran hingga menyebabkan kulit terasa gatal (Utami, memengaruhi penari dalam menampilkan Supriyatni, & Andiani, 2021, hlm. gerakan-gerakan tertentu. Ruang yang sempit Selain bibir yang terkelupas, beberapa dapat membatasi fleksibilitas penari, terutama pada saat menampilkan gerakan yang atraktif. panjang yang merugikan bagi kesehatan Akibatnya, tubuh mereka, seperti yang dialami oleh Idal disederhanakan atau bahkan tidak digunakan dan Rais. Kedua penari tersebut mengalami untuk mengurangi risiko kecelakaan. Pada gambar 4, penari yang ditandai Salah satu faktor penyebab dari dengan tanda panah merah terlebih dahulu kerusakan tersebut ialah paparan minyak mengecek kondisi ruang sebelum melakukan tanah yang terlalu sering mengenai gigi pada Kondisi ruang pada saat itu relatif saat pertunjukan. pendek, sehingga direspon oleh penari dengan Efek penggunaan minyak tanah dalam cara menyederhanakan gerakan. Kemudian, jarak antara penari dan perhatian serius dari penari. Efek visual yang penonton juga menjadi perhatian khusus dihasilkan dari atraksi ini, memang memukau dalam pengelolaan risiko. Jarak yang terlalu bagi penonton. Akan tetapi, dampaknya dekat, tidak memungkinkan bagi penari untuk annyapporoAo. Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Agim Gunawan. Aton Rustandi Mulyana. Lono Lastoro Simatupang semburan api tidak mengenai penonton, namun mengabaikan bulir minyak tanah yang tidak terbakar sempurna, yang masih bisa mengenai penonton. Dengan demikian, pengelolaan risiko pada pertunjukan ini, semburan api, tetapi juga harus mencakup Gambar 4. Salah satu penari memperhatikan situasi sebelum atraksi (Sumber: Agim Gunawan, 14 Mei 2. pengelolaan bahan bakar yang digunakan, agar memastikan keselamatan penampil dan Dimensi Nonteknis Pengelolaan Risiko Selain dimensi teknis yang mengandalkan juga terdapat dimensi nonteknis yang turut memainkan peran penting dalam pengelolaan Gambar 5. Gawai penulis terkena bulir kecil minyak tanah saat atraksi annyapporoAo (Sumber: Agim Gunawan, 21 April 2. risiko pada pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka. Dimensi nonteknis ini mencakup elemenelemen yang tidak langsung terlihat, namun diyakini memiliki dampak signifikan terhadap melakukan atraksi annyapporoAo, dengan alasan Elemen-elemen ini meliputi keamanan penonton. Salah satu risiko yang penggunaan doa, ritual, kepercayaan, serta perlu diantisipasi adalah bulir kecil minyak keyakinan spiritual. tanah yang tidak terbakar sempurna pada saat menyembur, sehingga ada kemungkinan bulir Doa dan Ritual kecil tersebut mengenai penonton jika jarak Doa dan ritual menjadi bagian yang terlalu dekat. Oleh karenanya, menjaga jarak tidak terpisahkan dari pertunjukan Pepe- yang aman antara penari dan penonton sangat Pepeka ri Makka dalam konteks pengelolaan penting untuk meminimalisir risiko. Praktik-praktik spiritual ini dilakukan Pada gambar 5, terlihat gawai yang kecil minyak tanah yang tidak terbakar sebelum pertunjukan, saat pertunjukan, dan setelah pertunjukan, yang diyakini memiliki kekuatan protektif bagi penampil. sempurna saat atraksi annyapporoAo, sehingga Doa-doa yang dipanjatkan oleh penampil menyebabkan kamera gawai menjadi buram. bersifat sangat personal. Beberapa penampil Insiden ini menunjukkan bahwa penari sering bahkan enggan untuk mengungkapkan secara kali hanya berfokus untuk memastikan agar rinci isi dari doa yang mereka panjatkan. Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pengelolaan Risiko di Balik Nyala Api: Pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka di Makassar dengan dalih Aorahasia perusahaanAo. Namun. Tinggi lagi Maha AgungAy. Kombinasi antara ada juga penampil yang bersedia untuk doa dan zikir ini, diyakini oleh Mustari bahwa memberikan sebagian data terkait doa dan ia akan mendapatkan perlindungan selama ritual untuk keperluan penelitian. Berikut doa pertunjukan berlangsung, terutama ketika dan ritual dalam pertunjukan Pepe-Pepeka ri ia membakar beberapa bagian tubuh dirinya Makka. sendiri, serta saat melibatkan penonton dalam atraksi membakarnya. Surah Al-Anbiya Ayat 69 Salah satu doa yang selalu dibacakan pada Surah Al-Baqarah Ayat 255 saat pertunjukan ialah Surah Al-Anbiya ayat Surah Al-Baqarah ayat 255 atau yang 69, yang berbunyi AuQulnA yA nAru kn bardaw lebih dikenal dengan sebutan Ayat Kursi, wa salAman AoalA ibrAhm. Ay, yang memiliki arti merupakan doa yang digunakan dalam AuKami (Alla. AuWahai api, jadilah pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka, karena dingin dan keselamatan bagi Ibrahim!Ay. Ayat diyakini memiliki banyak keutamaan dan ini dipercaya dapat memberikan perlindungan manfaat, terkhusus dalam hal perlindungan bagi penari pada saat membakar dirinya dan gangguan dari makhluk-makhluk halus sendiri, maupun penonton. Abdul Rasyid (Chayati, 2019, hlm. Berikut bunyi dari ayat Dg. Nyonri . menyatakan bahwa, kursi yang dikutip dari laman web QurAoan dengan membacakan ayat ini, maka ia akan Kemenag. mendapatkan bantuan dari Allah, layaknya kisah Nabi Ibrahim yang tidak terbakar oleh api (Wawancara Abdul Rasyid Dg. Nyonri, 4 Juni 2. Berbeda dengan Dg. Nyonri. Mustari mengadaptasi ayat ini menjadi lebih personal. Ia mengubah bagian akhir ayat tersebut yang awalnya merujuk kepada Nabi Ibrahim, kemudian diganti menjadi namanya sendiri, sehingga berbunyi AuQulnA yA nAru kun bardaw wa salAman AoalA MustariAy. Menurutnya, agar perlindungan doa ini tidak lagi merujuk pada Nabi Ibrahim, melainkan langsung kepada dirinya sendiri. Kemudian. Mustari menutup doa ini dengan kalimat zikir AuLahaula walaquwata illabillahil aliyil adzimAy (Wawancara Mustari, 15 Mei 2. , yang berarti AuTidak ada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan dari Allah Yang Maha AllAhu lA ilAha illA huw. , al-hayyulqayym. , lA taAokhuuh sinatuw wa lA naum. , lah mA fis-samAwAti wa mA fil-ard. , man al-la yasyfaAou Aoindah illA biAoinih(), yaAolamu mA baina aidhim wa mA khalfahum, wa lA yuhtna bisyaiAoim min Aoilmih illA bimA syAAo. , wasiAoa kursiyyuhussamAwAti wal-ard. , wa lA yaAoduh hifduhumA, wa huwal-Aoaliyyul-Aoazm. Terjemahan: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus . akhluk-Ny. Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak . oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisiNya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Agim Gunawan. Aton Rustandi Mulyana. Lono Lastoro Simatupang pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya . lmu dan kekuasaan-Ny. meliputi langit dan Dia tidak merasa berat memelihara Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dalam Pepe- Pepeka ri Makka, ayat kursi ini dibacakan oleh Mustari sebelum pertunjukan dimulai. Menurut Mustari, untuk menghalau makhluk yang tak terlihat, yang ingin mengacaukan atau merusak Jika makhluk tersebut tetap bersikeras untuk mengacaukan, maka ia akan hangus terbakar . awancara Mustari, 15 Mei Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa doa ini tidak hanya memberikan perlindungan spiritual bagi Mustari beserta penari lainnya, tetapi juga mencerminkan keyakinan Mustari terhadap kekuasaan Allah Swt. dalam memberikan perlindungan dan kelancaran pertunjukan. ritual yang selalu dilakukan oleh salah satu penampil, sebelum pertunjukan dimulai. Wujud ritual ini ialah mempersiapkan juAoju yang akan digunakan pada saat pertunjukan. Terdapat beberapa tahapan dalam ritual ini, yakni pemilihan juAoju, lalu mencelup juAoju ke campuran minnyaAo kanre dan minyak tanah, serta pembacaan doa terhadap juAoju. Kualitas yang bagus ialah ketika lilitan juAoju terlilit dengan sempurna, tanpa ada salah satu bagian yang terlepas. Setelah memilah juAoju. Mustari membacakan zikir Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Dalam Mustari dirinya kepada Allah Swt. dimulai pada tahapan ini. Ia menyatakan. AuAtena erokku, tena kulleku. I kauji KaraengAAy, yang memiliki makna. Autidak ada yang saya inginkan, tidak ada yang bisa saya lakukan, hanya Engkau ya Allah . ang saya harapka. Ay . awancara Mustari, 15 Mei 2. Mustari dalam tahapan ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di atas panggung, berada di luar kendalinya. Oleh karena itu, semuanya bergantung pada kehendak Allah Swt. Selain itu. Mustari juga membacakan beberapa doa-doa dari Al-QurAoan dan doadoa lain yang tidak terdapat dalam Al-QurAoan sebagai bagian dari ritual apparuru juAoju. Doa-doa ini dipercaya memiliki kekuatan yang lainnya, terutama dalam melindungi Apparuru juAoju merupakan salah satu juAoju pegang, sembari mencelupnya ke campuran spiritual yang lebih besar dibanding bacaan Ritual ApparuruAo JuAoju Pemilihan dan serangkaian doa terhadap juAoju yang ia penampil dari bahaya fisik dan nonfisik. Akan tetapi, doa ini sangat dirahasiakan, sehingga tidak dapat dipublikasikan, meskipun penulis mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mendengarkan secara langsung doa-doa tersebut untuk tujuan penelitian. Keputusan untuk tidak dipublikasikan, berdasar pada kekhawatiran Mustari jika doadoa ini tersebar, lalu digunakan untuk tujuan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Oleh karenanya, dalam konteks pewarisan doa ini, hanya diwariskan kepada orang yang benarbenar siap menerimanya, sehingga dapat menggunakannya dengan bijak . awancara Mustari Muhajji, 15 Mei 2. Pengelolaan Risiko di Balik Nyala Api: Pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka di Makassar Syair menyatakan bahwa kesalahan yang dilakukan Syair oleh pemusik, tepat pada syair yang berisikan pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka, memiliki doa-doa yang sakral . awancara Muh. Syahir peran yang lebih dalam, daripada sekadar Dg. Sitaba, 1 Juni 2. menjadi bagian dari musik. Syahir, seorang Terkait syair yang dilantunkan, penulis pemusik, sekaligus vokalis pada pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka menjelaskan bahwa syair- syair tersebut mengandung kekuatan spiritual pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka. Serupa yang diyakini mampu menjaga keselamatan dengan doa-doa yang disematkan dalam para penari. Di dalam syair yang dilantunkan, pertunjukan ini, syair-syairnya juga dianggap terdapat doa-doa yang sakral yang dipercaya sebagai Aorahasia perusahaanAo. Oleh karenanya, dapat memberikan perlindungan bagi penari dalam pertunjukan, syair yang dilantunkan dari berbagai risiko yang mungkin terjadi hanya beberapa bagian yang diulang-ulang. awancara Syahir Beberapa penelitian sebelumnya telah Dg. Sitaba, 1 Juni 2. Oleh karenanya, menuliskan syair pada pertunjukan Pepe- ketepatan dalam pelantunan syair, menjadi Pepeka ri Makka, seperti yang dilakukan oleh sangat penting untuk memastikan bahwa Syakhruni, dkk. Rahayu Salam . , pertunjukan dapat berjalan dengan aman dan dan Jamilah & Sri Wahyuni . Akan tetapi, menurut Bapak Aca . dan Syahir . Arsyad Kulle . elanjutnya: Bapak tahu. , syair tersebut masih belum tepat. Ac. juga memberikan tanggapan terkait syair yang dilantunkan dalam pertunjukan Pepe- Kepercayaan dan Keyakinan Spiritual Pepeka ri Makka. Menurutnya, vokalis harus Aspek ini diyakini oleh para penampil, menghafal urutan syair dengan tepat. Jika sebagai bagian yang tidak terpisahkan, yang syair yang dilantunkan tidak sesuai urutannya, dapat melindungi mereka dari berbagai maka dapat menyebabkan gangguan pada Gangguan tersebut dapat berupa persyaratan yang wajib diterapkan oleh rasa panas yang berlebihan, yang dirasakan oleh penari selama pertunjukan . awancara mereka keselamatan, seperti penampil harus Bapak Aca, 3 Juni 2. Oleh karenanya, syair dalam kondisi bersih dari hadats besar dan menjadi bagian dimensi nonteknis yang turut kecil, sebelum memulai tarian. Hal ini dapat berperan dalam pengelolaan risiko. dilakukan dengan berwudhu . awancara Beberapa Pernah terjadi insiden, yakni sarung yang Muh. Asgar Abdullah Dg. Soga, 12 Mei 2. dikenakan oleh salah satu penari terbakar. Salah satu penari bercerita bahwa ia Diceritakan oleh Syahir, hal tersebut terjadi pernah merasakan dampak akibat tidak karena terdapat kesalahan yang dilakukan mengindahkan syarat tersebut. Akibatnya, selama pertunjukan, ia merasakan rasa panas Pepe-Pepeka ri Makka. Secara spesifik. Syahir yang berlebih, meskipun ia mengaku bahwa Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Agim Gunawan. Aton Rustandi Mulyana. Lono Lastoro Simatupang telah membaca doa-doa yang biasa dibacakan Swt. agar mengabulkan keinginan atau hajat. di tiap pertunjukan. Secara spesifik. Bapak Aca membeberkan Persyaratan berikutnya ialah penampil yang memabukkan. Hal ini dikarenakan, minuman beralkohol dapat mengganggu kesadaran dan kontrol fisik penampil. Juga, menurut kepercayaan lokal, mereka yang minum minuman memabukkan, dianggap telah kehilangan Aokesucian spiritualAo yang terhadap penampil selama pertunjukan. Oleh karenanya, penampil yang masih terlibat dalam perilaku yang tidak sesuai dengan agama Islam, seperti minum minuman keras, tidak diperkenankan untuk menampilkan tarian Pepe-Pepeka ri Makka. Terakhir. Mustari selalu menekankan kepada calon penari agar selalu menunaikan permohonan yang ia tuturkan pada saat selesai salat hajat, yakni sebagai berikut: AuAo karaeng, o karaeng, o karaeng, pasalamaka anne, akkarena pepe-pepeka, pasalamaka anne mulai pakarammulanna seiagang kalaAobusanna. Pakabellai njo mae bahaya na manraki anne pepe-pepe nakupakea. Barakka lailahaillallah, kunfayakun. Ay Terjemahan: Ya Allah. Ya Allah. Ya Allah, tolong selamatkan saya yang akan bermain Pepe-Pepeka ri Makka, tolong selamatkan saya mulai pertunjukan sampai dengan selesainya pertunjukan. Tolong jauhkan segala marabahaya yang akan merusak api yang saya . Barakka lailahaillallah, kunfayakun. kewajibannya sebagai umat Islam, yakni salat Ibadah yang dilakukan oleh Bapak Aca lima waktu. Di luar dari kewajiban umat sebelum berangkat ke lokasi pertunjukan. Islam, salat juga dipercaya dapat menjadi sangat berkaitan dengan konteks pengelolaan sarana untuk meminta perlindungan spiritual Dengan melakukan ibadah tersebut, ia kepada Allah SWT. , seperti yang dilakukan meyakini bahwa segala persiapan dan usaha oleh Rais dan Bapak Aca. yang telah dilakukan, akan mendapatkan restu Rais . secara jelas menyatakan dan perlindungan dari Allah Swt. Bahkan, bahwa ia selalu melakukan AodialogAo dengan Bapak Aca mengungkapkan bahwa. AuA Allah di waktu salatnya sebelum pertunjukan. kupala mentongi ri Allah TaAoala, singkamma tong Hal ini ditujukan agar ia diberikan keselamatan kana ammewapi nampa mariki, ammewapi kana dan kelancaran pada saat menyajikan kesenian AokupasalamakkoAo, heheheAAy, yang berarti AuA Pepe-Pepeka ri Makka . awancara Rais, 21 April saya meminta betul kepada Allah Swt. erkait Saya baru bisa berangkat . e Begitu pun dengan Bapak Aca yang kalau Allah selalu menunaikan salat wajib dan salat hajat mengatakan Ausaya akan selamatkan kamuAy sebelum berangkat ke lokasi pertunjukan. awancara Bapak Aca, 3 Juni 2. , tuturnya Salat wajib di sini ialah salat lima waktu bagi sambil tertawa kecil. umat Islam, sedangkan salat hajat ialah salat yang dilakukan untuk memohon kepada Allah Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Praktik-praktik spiritual yang dilakukan. Pengelolaan Risiko di Balik Nyala Api: Pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka di Makassar dalam pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka, yang bersifat spiritual, ritual, dan simbolik. tidak hanya bergantung pada keterampilan Dengan teknis penampil, tetapi juga disokong pada hanya mengonfirmasi konsep Gell tentang keyakinan spiritual yang dipercaya dapat keterampilan teknis sebagai sumber pesona, memberikan perlindungan bagi penampil, tetapi juga memperkaya kerangka tersebut baik itu sebelum pertunjukan, hingga selesai yang berperan penting dalam membentuk pengalaman estetik dan spiritual penampil, maupun penonton. SIMPULAN Penelitian Penelitian yang dilakukan ini masih memiliki beberapa kekurangan yang perlu pengelolaan risiko dalam kesenian Pepe- Pepeka ri Makka tidak hanya bergantung terletak pada keterbatasan literatur dan pada dimensi teknis, tetapi juga melibatkan studi sebelumnya yang membahas mengenai aspek nonteknis yang sama pentingnya. pengelolaan risiko dalam kesenian tradisional. Dimensi teknis mencakup keterampilan fisik. Oleh karenanya, penelitian ini diharapkan penguasaan gerak, dan teknik pengendalian dapat mendorong peneliti lain melakukan api yang dilakukan penari untuk menjaga penelitian lebih lanjut yang lebih mendalam, keselamatan selama pertunjukan. Sementara agar dapat memperkaya pemahaman tentang itu, dimensi nonteknis mencakup ritual, doa, pengelolaan risiko pada kesenian tradisional, serta kepercayaan dan keyakinan spiritual seperti pada pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka. Salah yang dilakukan sebelum, selama, dan sesudah Kedua dimensi tersebut saling *** antara kecakapan teknis dan keyakinan spiritual sebagai strategi pengelolaan risiko yang efektif dalam pertunjukan tradisional ini. Temuan DAFTAR PUSTAKA Chayati. Dewi Charisun. Amalan konseptual terhadap pengembangan teori Tulisan Alfred Gell . mengenai technology Perlindungan (Studi Living Quran di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah i. Gell daya pesona karya seni dijelaskan Besuki. Tulungagung (Skripsi. Institut terutama sebagai hasil dari kecakapan atau Agama Islam Negeri Tulungagun. keterampilan teknis sang seniman, maka http://repo. id/12743/ temuan penelitian ini memperluas pandangan Fitriana. Rifa. Daya Pesona Flow-art tersebut dengan menunjukkan bahwa daya dalam Pertunjukan Fire Dance Komunitas pesona dalam pertunjukan Pepe-Pepeka ri Flownesia (Tesis. Sekolah Pascasarjana Makka juga dibentuk oleh dimensi nonteknis Universitas Gadjah Mad. Jika Ayat Kursi Sarana