PEDAGOGIKA Volume 16 (Nomor . 2025 HaL. Pengaruh Kesiapan Guru Dan Kelengkapan Administrasi Pembelajaran Terhadap Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Nurmila1 . Syamsu Andi Kamaruddin2 . Wahira3 1,2,3 Universitas Negeri Makassar Email: nurmilaptp@gmail. ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kesiapan guru dan kelengkapan administrasi pembelajaran terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka di UPTD SMKN Papalang. Kabupaten Mamuju. Sulbar dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket pada 74 responden dari 74 populasi yang ada di UPTD SMKN Papalang. Analisis perhitungan pada pene litian ini menggunakan bantuan program SPSS Versi 22. 00 for windows untuk analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil analisis secara deskriptif menunjukakan bahwa . gambaran kesiapan guru di UPTD SMKN Papalang berada pada kategori tinggi dengan mean 128,22, . gambaran kelengkapan administrasi pembelajaran di UPTD SMKN Papalang termasuk kategori tinggi dengan mean 38,93 dan . gambaran pelaksanaan kurikulum merdeka di UPTD SMKN Papalang berada pada kategori sedang dengan mean 76,30. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa . kesiapan guru berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka di UPTD SMKN Papalang, . kelengkapan administrasi pembelajaran berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka di UPTD SMKN Papalang, . kesiapan guru dan kelengkapan administrasi pembelajaran secara bersama -sama berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka di UPTD SMKN Papalang. Kata kunci : Kesiapan Guru. Administrasi Pembelajaran. Kurikulum Merdeka ABSTRACT This study is a quantitative research to determine the influence of teacher readiness and learning administration completeness on the implementation of the independent curriculum at UPTD SMKN Papalang. Mamuju Regency. West Sulawesi, using a data collection technique involving que stionnaires administered to 74 respondents from a population of 74 at UPTD SMKN Papalang. The calculations in this study were analyzed using SPSS Version 22. 00 for Windows for descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The descriptive analysis results indicate that . the level of teacher readiness at UPTD SMKN Papalang is in the high category with a mean of 128. 22, . the completeness of learning administration at UPTD SMKN Papalang was in the high category with a mean of 38. the implementation of the independent curriculum at UPTD SMKN Papalang was in the moderate category with a mean of 76. The research results also indicate that . teacher readiness influences the implementation of the independent curriculum at UPTD SMKN Papalang, . the completeness of learning administration influences the implementation of the independent curriculum at UPTD SMKN Papalang, and . teacher readiness and the completeness of learning administration together influence the implementation of the independent curriculum at UPTD SMKN Papalang. Keywords: Teacher Readiness. Learning Administration. Independent Curriculum A 2025 Nurmila. Syamsu Andi Kamaruddin. Wahira Under the license CC BY-SA 4. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 112 PEDAGOGIKA Volume 16 (Nomor . 2025 HaL. PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia terus berkembang, salah satunya melalui implementasi Kurikulum Merdeka yang diberlakukan di sekolah-sekolah, termasuk di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan bagi sekolah dan guru untuk merancang pembelajaran yang lebih fleksibel, sesuai dengan kebutuhan dan potensi peserta Namun, penerapan kurikulum ini memerlukan kesiapan dari berbagai pihak, khususnya para guru, serta kelengkapan administrasi pembelajaran yang mendukung kelancaran Kesiapan guru, baik dari sisi kognitif, fisik, psikologis, dan finansial, menjadi faktor utama dalam keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini (Labib et al. , 2. Selain itu, administrasi pembelajaran yang lengkap, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian, sangat penting untuk memastikan bahwa tujuan kurikulum dapat tercapai dengan efektif (Purba & Sihotang, 2. Kurikulum Merdeka Belajar adalah kurikulum dengan bentuk pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana isi pembelajarannya lebih efektif sehingga siswa memiliki lebih banyak waktu untuk memahami konsep- konsep mata pelajaran dan dapat memperkuat keterampilannya. Dalam pelaksanaannya, program kurikulum merdeka belajar menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dengan fokus pada penguatan prestasi dan pengembangan soft skill dan karakter pelajar Pancasila (Deltania & Rosyid, 2. Dalam Kurikukum Merdeka, pemeran utama ada pada peserta didik yang difokuskan pada individu, pengalaman, minat dan bakat, serta kebutuhan peserta didik itu sendiri Kurikulum merdeka menghendaki pembelajaran dapat membangun dan guru dan pelaksana dengan mendorong pendidik, agar dalam kegiatan pengetahuan secara maksimal dan memperkuat self confidence dan rasa tanggung jawab pada peserta didik. Pelaksanaan kurikulum merdeka dapat berdampak pada kegiatan belajar-mengajar di sekolah, sehingga diperlukan kontribusi guru dalam menangani dan memastikan tercapainya tujuan pendidikan. Pelaksanaan kurikulum merdeka memerlukan kesiapan guru yang memadai agar implementasinya dapat berjalan dengan efektif. Peran guru dalam kebijakan merdeka belajar memiliki dampak signifikan untuk mencapai pendidikan yang berkualitas menuju generasi emas Indonesia di tahun 2045 (Nursalam et al. , 2. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 113 PEDAGOGIKA Volume 16 (Nomor . 2025 HaL. Guru berperan yang sangat penting dalam menjalankan kurikulum. Guru dipandang sebagai penggerak utama dari sebuah program atau perencanaan dan guru bertindak sebagai agen perubahan dalam pendidikan (Ramli et al. , 2. Jika guru tidak terlibat secara profesional, maka kurikulum hanya menjadi dokumen yang tidak bermakna bagi proses pembelajaran peserta didik. Tanpa kontribusi guru yang profesional, kurikulum tidak dapat berfungsi dalam rangkaian pembelajaran di kelas (Budi U. Kesiapan guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi mutu pendidikan. Guru memiliki peran yang sangat krusial dalam mendukung peserta didik untuk mencapai potensi terbaik mereka dalam bidang pendidikan (Violadini & Mustika, 2. Kemampuan untuk menilai, membuat, dan menerapkan kurikulum baru juga merupakan salah satu faktor kesiapan guru (Mahardika et al. , 2. Selain itu, kelengkapan administrasi pembelajaran juga menjadi faktor kunci dalam implementasi kurikulum merdeka. Administrasi guru pada hakikatnya merupakan alat yang akan menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran. Administrasi guru merupakan pedoman yang digunakan oleh guru untuk memastikan kegiatan belajar mengajar di kelas berjalan dengan efektif dan efisien (Purba & Sihotang, 2. Sistem administrasi yang baik dapat membantu guru dalam menyusun rencana pembelajaran, mengelola data peserta didik, memantau perkembangan peserta didik, dan menyediakan sumber daya yang diperlukan. Administrasi yang baik meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran yang terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi yang efisien dapat meningkatkan efektivitas pengajaran dan membuat guru lebih siap menghadapi tantangan dalam kelas (Purba & Sihotang, 2. Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kesiapan guru merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi kurikulum baru. Misalnya, penelitian oleh (Yumaroh, 2. menyatakan bahwa kesiapan mental dan fisik guru berperan penting dalam efektivitas pengajaran. Selain itu. Purba dan Sihotang . menekankan bahwa kelengkapan administrasi pembelajaran, seperti rencana pembelajaran yang baik dan evaluasi yang tepat, dapat meningkatkan efektivitas pengajaran di kelas. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, dapat diketahui bahwa beberapa guru masih kesulitan dalam implementasi kurikulum baru tersebut, baik dalam proses penyusunan Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 114 PEDAGOGIKA Volume 16 (Nomor . 2025 HaL. administrasi pembelajaran maupun dalam proses pembelajaran di kelas. Hal inilah yang melatarbelakangi peneliti tertarik melakukan penelitian tentang pengaruh kesiapan guru dan kelengkapan administrasi pembelajaran terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka khususnya di UPTD SMKN Papalang. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kesiapan guru dan kelengkapan administrasi pembelajaran terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka di UPTD SMKN Papalang. Kabupaten Mamuju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan guru dalam aspek kognitif, fisik, psikologis, dan finansial mempengaruhi implementasi kurikulum merdeka, serta bagaimana kelengkapan administrasi pembelajaran mendukung keberhasilan pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Berdasarkan temuan sebelumnya, penelitian ini memberikan wawasan baru terkait implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya di tingkat SMK, yang seringkali menghadapi tantangan lebih besar dibandingkan dengan sekolah umum. Penelitian ini penting dilakukan karena meskipun banyak penelitian yang telah mengkaji implementasi kurikulum baru, sedikit yang meneliti secara spesifik pengaruh kesiapan guru dan administrasi pembelajaran dalam konteks Kurikulum Merdeka di tingkat SMK. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei yang bertujuan untuk menguji pengaruh kesiapan guru dan kelengkapan administrasi pembelajaran terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka di UPTD SMKN Papalang. Kabupaten Mamuju. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang mengajar di UPTD SMKN Papalang, yang berjumlah 74 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, yaitu seluruh populasi yang ada menjadi sampel dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket yang terdiri dari tiga bagian yaitu angket kesiapan guru, angket kelengkapan administrasi pembelajaran dan angket pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Angket kesiapan guru dan pelaksanaan kurikulum merdeka menggunakan skala Likert 5 poin, sedangkan angket kelengkapan administrasi pembelajaran menggunakan scala guttman 2 poin dengan item yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya melalui uji Pearson dan Cronbach's Alpha. Prosedur penelitian dilakukan dengan penyebaran angket kepada 74 guru yang menjadi Setelah data terkumpul, proses pengolahan data dilakukan menggunakan program Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 115 PEDAGOGIKA Volume 16 (Nomor . 2025 HaL. SPSS untuk analisis statistik deskriptif dan inferensial. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh kesiapan guru dan kelengkapan administrasi pembelajaran terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Untuk analisis deskriptif, digunakan frekuensi, rata-rata, dan standar deviasi untuk menggambarkan karakteristik data. Analisis data inferensial meliputi uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda dan uji hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil analisis variable, yaitu deskriptif yang diperoleh berdasarkan skor masing-masing kesiapan guru, kelengkapan administrasi pembelajaran dan pelaksanaan kurikulum merdeka, di UPTD SMKN Papalang. Analisis Deskriptif Hasil analisis statistik deskriptif masing-masing variabel kesiapan guru, kelengkapan administrasi pembelajaran dan pelaksanaan kurikulum merdeka, di UPTD SMKN Papalang dapat dilihat pada tabel l berikut: Tabel 1 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Kesiapan Guru Minimum Maximum Mean Std. Deviation 128,22 22,974 Kelengkapan Administrasi Pembelajaran Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Sumber: Olahan Data SPSS, 2025 38,93 4,464 76,30 17,469 Berdasarkan tabel 1 di atas, maka dapat dijelaskan analisis deskriptif untuk masing masing variabel dantarany variabel kesiapan guru memiliki nilai terendah 68, skor tertinggi 169 dan rata-rata 128,22. Untuk variabel kelengkapan administrasi pembelajaran memiliki skor terendah 24, skor tertinggi 42 dan skor rata-rata 38,93. Sedangkan untuk variabel pelaksanaan kurikulum merdeka memiliki skor terendah 27, skor tertinggi 105 dengan rata-rata skor 76, 30. Analisis Inferensial Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 116 PEDAGOGIKA Volume 16 (Nomor . 2025 HaL. Analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis inferensial dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Adapun analisis inferensial yang dilakukan yaitu uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Uji asumsi klasik dilakukan dengan menggunakan program spss sehingga diperoleh hasil uji normalitas yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Dari hasil uji multikolinearitas pada program spss juga menunjukkan bahwa nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF lebih kecil dari 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas. Untuk hasil uji heteroskedastisitas yang dilakukan menggunakan program spss juga menunjukkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas untuk semua variabel penelitian. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis secara parsial . dan secara simultan . Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa variabel kesiapan guru berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka, hal ini dapat diketahui dari nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 artinya H 0 ditolah dan Ha diterima. Uji hipotesis kedua juga menunjukkan bahwa kelengkapan administrasi pembelajaran berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka dengan nilai signifikansi sebesar 0,016 lebih kecil dari 0,05 yang artinya H 0 ditolak dan Ha Berdasarkan hasil uji hipotesis ketiga yaitu pengujian secara sumultan . dapat diketahui bahwa variabel kesiapan guru dan kelengkapan administrasi pembelajaran secara bersama-sama berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka di UPTD SMKN Papalang. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikasi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 artinya H0 ditolah dan Ha diterima. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, maka diperoleh nilai R Square sebesar 0,79, artinya kedua variabel bebas mempengaruhi variabel terikat sebesar 79% dan sebesar 21% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Analisis pengujian kesiapan guru berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka. Hal ini dapat diketahui berdasarkan hasil uji hipotesis secara persial diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,005, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesiapan guru berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 117 PEDAGOGIKA Volume 16 (Nomor . 2025 HaL. merdeka di UPTD SMKN Papalang. Kesiapan guru menentukan keberhasilan pelaksanaan kebijakan merdeka belajar. Kesiapan guru khususnya dalam proses pembelajaran yang efektif yakni mengajar yang jelas, menggunakan variasi strategi dan metode pembelajaran, memberdayakan peserta didik, antusias dalam pembelajaran dan lain sebagainya (Wote dan Sabarua, 2. dalam (Yantoro et al. , 2. Berdasarkan analisis pengujian kelengkapan administrasi pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka secara persial berd asarkan hasil uji hipotesis diperoleh hasil nilai signifikansi 0,016 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kelengkapan administrasi pembelajaran berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka UPTD SMKN Papalang. Semakin lengkap administrasi pembelajaran yang digunakan guru, maka pelaksanaan kurikulum merdeka juga akan lebih baik. Admmisnistrasi pembelajaran adalah kegiatan yang meliputi pengaturan seperangkat program pengalaman belajar yang disusun untuk mengembangkan kemampuan siswa sesuai dengan tujuan sekolah dalam rangka terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efesien. Kelengkapan administrasi pembelajaran adalah upaya mencapai tujuan secara berkualitas efektif dan efisien dalam tercapainya hasil belajar yakni prestasi yang aspek intelektual, sosial, emosianal, moral, dan keterampilan (Khatimah & Nurjannah, 2. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh hasil bahwa secara statistik mengenai pengaruh kesiapan guru dan kelengkapan administrasi pembelajaran pada pelaksanaan kurikulum merdeka menunjukkan bahwa secara simultan . ersama-sam. variabel bebas kesiapan guru dan kelengkapan administrasi pembelajaran berpengaruh signifikan dan positif terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka UPTD SMKN Papalang. Pelaksanaan kurikulum merdeka dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kesiapan guru dan ketersediaan perangkat ajar. Dalam kurikulum ini, peserta didik diharapkan memiliki keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi yang baik. Namun, di tengah perubahan paradigma pendidikan ini, masih terdapat guru yang belum mampu menyesuaikan diri dengan Kurikulum Merdeka. Pembelajaran yang dilakukan sebagian guru terlihat cenderung bersifat one way learning dimana guru lebih berperan aktif dalam menyampaikan materi pembelajaran (Kusumaningrum et al. , 2. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 118 PEDAGOGIKA Volume 16 (Nomor . 2025 HaL. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial, kesiapan guru dan kelengkapan berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka di UPTD SMKN Papalang. Hasil uji hipotesis secara simultan menunjukkan bahwa kesiapan guru dan kelengkapan administrasi pembelajaran secara bersama-sama berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka di UPTD SMKN Papalang. Semakin tinggi tingkat kesiapan guru dan semakin lengkap administrasi pembelajaran yang dimiliki, pelaksanaan kurikulum merdeka di UPTD SMKN Papalang juga semakin baik. REFERENSI