Perpustakaan (Muhajirin Ramzi, Eliyana) Vol. 20, No. 2, Komprehenshif….. 2021 P-ISSN 2087-3638, E-ISSN 2655-7746 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/eltsaqafah PERPUSTAKAAN KOMPREHENSHIF DALAM TEKNOLOGI PENDIDIKAN (Analisis Kitab Al-Maktabat As Syaamilah Fi Tiknulujiyya At-Ta’lim Karya Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus) Muhajirin Ramzi STKIP Hamzar Corresponding Author : arromziya_baliku@yahoo.com Eliyana STKIP Hamzar eliyanaramzi92@gmail.com Article History Submitted: 22 Dec 2021; Revised: 24 Dec 2021; Accepted: 9 Jan 2022 DOI 10.20414/tsaqafah.v20i2.4490 Abstract Educational technology as a technology development in the world of education both in planning, application and so on or in other words, with the existence of technology, an education will be better in planning and evaluating learning. The understanding of the library for some of the general public, seems to be conventional or still think that the library is just a building where various kinds of books are stored as reading or reference materials. In fact, with the development of science and technology, the functions and duties of the library also develop according to the times. Islamic educational institutions have the responsibility to prepare and produce human resources who are able to face all the challenges of change that is around them which is running very fast. Even as the impact of globalization resulted in free competition in the world of education and labor. These conditions require the need for a quality education system, namely an education system that is able to provide competitive human resources. This paper will focus more on analyzing Al-Maktabat As Syaamilah Fi Tiknulujiyya At-Ta'lim by Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus who discussed comprehensively about "Al-Maktabat As Syaamilah" educational technology. Keywords: conference library, educational technology Abstrak Teknologi Pendidikan sebagai sebuah pengembangan teknologi dalam dunia pendidikan baik dalam sebuah perencanaan, aplikasi dan lain sebagainya atau dengan kata dengan adanya teknologi maka sebuah pendidikan akan lebih baik dalam perencaan dan mengevaluasi suatu pembelajaran. Pemahaman tentang perpustakaan bagi sebagian masyarakat umum, nampaknya masih konvensional atau masih berangkapan bahwa perpustakaan hanya sebuah gedung tempat penyimpanan berbagai macam buku sebagai bahan bacaan atau referensi. Padahal dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknoloagi, fungsi dan tugas perpustakaan juga ikut berkembang sesuai dengan zaman. lembaga pendidikan Islam mempunyai | 225 El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, Vol. 20, No.2, 2021 tanggung jawab membersiapkan dan menghasilkan sumberdaya manusia yang mampu menghadapi semua tantangan perubahan yang ada disekitarnya yang berjalan sangat cepat. Bahkan sebagai dampak globalisasi mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam dunia pendidikan maupun tenaga kerja. Kondisi tersebut menuntut perlu adanya suatu sistem pendidikan yang bermutu yaitu sistem pendidikan yang mampu menyediakan sumberdaya manusia yang dapat bersaing. Makalah ini akan lebih fokus menganalisis Al-Maktabat As Syaamilah Fi Tiknulujiyya At-Ta’lim karya Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus yang membahas secara konfrehenshif tentang “Al-Maktabat As Syaamilah” teknologi pendidikan. Kata-kata kunci: perpustakaan konfrehenshif, teknologi pendidikan A. Pendahuluan Di zaman era globalisasi ditandai dengan terbukanya secara luas hubungan antar bangsa dan antar negara yang didukung dengan transparansi dalam dunia teknologi dan informasi sehingga dengan adanya hal tersebut membuka peluang bagi setiap bangsa dan negara untuk dapat mengetahui beberapa potensi, kemampuan dan kebutuhan negara tersebut. Salah satu kemampuan penting suatu negara adalah kemampuan dalam penguasaan teknologi. Teknologi merupakan pengetahuan terhadap penggunaan alat dan kerajinan, dan hal tersebut mempengaruhi kemampuan untuk mengontrol dan beradaptasi dengan lingkung an alamnya.1 Dengan pengertian bahwa dengan adanya teknologi maka ada upaya perlindungan terhadap hak atas kekayaan intelektual sudah saatnya menjadikan suatu perhatian, kepentingan, dan kepedulian semua pihak agar tercipta kondisi yang kondusif bagi tumbuh kembangnya kegiatan inovatif dan kreatif yang menjadi syarat batas dalam menumbuhkan kemampuan penerapan, pengembangan dan penguasaan teknologi. Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Ia merupakan dosen Teknologi Pembelajaran di Pascasarjana Universitas Kairo, penerbit Daar Qoba’ Mesir pada tahun 2001. buku ini terdiri dari 247 halaman dan membahas serta mengkaji dalam tujuh bab antara lain; BAB I: pada ini terdapat sumber-sumber pembelajaran teknologi pembelajaran dan fungsi-fungsinya dalam ruang lingkup pembelajan, dasar-dasar praktik pembelajaran, desain pembelajaran, dan metode-metode pembelajaran kontemporer; BAB II: membahas tentang pustaka lengkap atau konfrehenship dan tujuan-tujuannya serta standarisasi pada level keilmuan; BAB III: membahas pembelajaran secara kontinyu untuk tujuan pembelajaran serta langkah-langkanya yang mungkin untuk pustaka lengkap di pergunakan oleh para guru dan siswa; BAB IV: menjelaskan metode-metode manajemen atau administrasi pustaka lengkap dari sisi karakteristik penggunanya, langkah1 H. Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo. Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran. (PT. Bumi Aksara. Jakarta. 2011) h, 3 | 226 Perpustakaan Komprehenshif….. (Muhajirin Ramzi, Eliyana) langkah penerapan manajemen dan mengatur lembaganya; BAB V: menjelaskan tentang evaluasi pustaka lengkap terdapat pengertian evaluasi dan tujuannya, metode-metodenya, dan alat-alat evaluasi pada saat pelaksanaan evaluasi di masa berlangsung; BAB VI: membahasa tentang uji coba pustaka lengkap di Mesir dari sisi pelaksanaan; dan pada BAB VII: membahas pembelajaran berlangsung tentang langkah-langkah di Mesir serta kesesuaian metode yang diterapkan, alatalatnya, sistem penilaiannya, sepanjang penerapan evaluasi dari sisi kelemahan dan kelebihan yang ada di sekolah Mesir. Pemahaman tentang perpustakaan bagi sebagian masyarakat umum, nampaknya masih konvensional atau masih berangkapan bahwa perpustakaan hanya sebuah gedung tempat penyimpanan berbagai macam buku sebagai bahan bacaan atau referensi. Padahal dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknoloagi, fungsi dan tugas perpustakaan juga ikut berkembang sesuai dengan zaman. Dengan demikian, pemahaman sebagian masyarakat tentang perpustakaan juga ikut berkembang. Tidak diragukan lagi, bahwa perpustakaan merupakan sarana yang sangat penting bagi semua lapisan masyarakat, baik untuk negara maju, negara berkembang bahkan negara miskin sekalipun. Perkembangan teknologi informasi sangat-sangat pesat, mempengaruhi semua bidang kehidupan. Perkembangan ini mewujudkan suatu dunia global yang tanpa batas ruang dan waktu. Apa yang terjadi di belahan dunia lain dapat diketahui pada saat itu juga oleh kita. Kolaborasi dan kerja sama dapat dilakukan oleh setiap orang, bahkan oleh orang yang belum mengenal secara fisik. Tumbuhnya era IT yang dipercepat melalui internet di Indonesia dipelopori oleh dunia pendidikan tinggi. B. Metode Penelitian Penelitian merupakan Studi Pustaka terhadap analisis buku yang tulis oleh Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus yang berjudul Al-Maktabat As Syaamilah Fi Tiknulujiyya At-Ta’lim. Maka Metode penelitian adalah suatu cara atau strategi yang digunakan untuk menemukan dan memperoleh data yang dibutuhkan. 2 Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka.3 Yang artinya data yang dikumpulkan berasal dari hasil dokumentasi, kajian-kajian terdahu dan literatur. 2 Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial: Suatu Tekhnik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), 9. 3 Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, kegian dan lain-lain, yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian. Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: PT Rineka Cipta , 2010), 3. | 227 El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, Vol. 20, No.2, 2021 C. Pembahasan 1. Konsep Dasar Teknologi Pendidikan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya inovasi dalam pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Teknologi informasi pada era globalisasi saat ini telah memberikan pengaruh yang siginifikan terhadap dunia pendidikan, salah satunya pemanfaatan media internet dalam pembelajaran di sekolah. Salah satu sistem pembelajaran yang berkembang dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi adalah e-learning. ICT (Information and Communication Technology) merupakan sistem atau teknologi yang dapat mereduksi batasan ruang dan waktu untuk mengambil, memindahkan, menganalisis, menyajikan, menyimpan dan menyampaikan informasi data menjadi sebuah informasi. 4 Kehadiran ICT merupakan sebagai payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.5 Teknologi Informasi dan Komunikasi mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi komunikasi mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentrasfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.6 Karena itu, penguasaan ICT berarti kemampuan memahami dan menggunakan alat ICT secara umum termasuk komputer (Computer literate) dan memahami informasi (Information literate). Dalam memasuki era globalisasi sekarang ini, lembaga pendidikan Islam mempunyai tanggung jawab membersiapkan dan menghasilkan sumberdaya manusia yang mampu menghadapi semua tantangan perubahan yang ada disekitarnya yang berjalan sangat cepat. Bahkan sebagai dampak globalisasi mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam dunia pendidikan maupun tenaga kerja. Kondisi tersebut menuntut perlu adanya suatu sistem pendidikan yang bermutu yaitu sistem pendidikan yang mampu menyediakan sumberdaya manusia yang dapat bersaing dalam menghadapi persaingan global. AECT (Association for Educational Communications and Technology) tahun 1977, yakni Teknologi Pendidikan digunakan untuk menjelaskan bagian (subset) pendidikan yang 4 Budi Oetomo Sutedjo Dharma. e-Education, Konsep Teknologi. h, 27 Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunukasi. (Alfabeta. Bandung: 2008), h. 17 6 Jamal Makmur, Tifs Efektif Pemamfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Dunia Pendidikan, (Diva Press. Jogjakarta: 2011). h, 98 5 | 228 Perpustakaan Komprehenshif….. (Muhajirin Ramzi, Eliyana) menyangkut segala aspek pemecahan permasalahan belajar.7 Dengan kata lain bahwa Teknologi Pendidikan mencakup pengertian belajar melalui media serta sistem pelayanan pembelajaran. Sedangkan makna dari Teknologi Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai bagian (subset) dari teknologi pendidikan dengan alasan bahwa pembelajaran merupakan bagian dari pendidikan yang bersifat terarah dan terkendali. Sejak saat itulah perbedaan Istilah “Pendidikan” dan “Pembelajaran” hilang dan penggunaan istilah ini digunakan secara bergantian oleh kebanyakan insan profesi bidang ini. Robert A. Reiser dan John V. Dempsey mendefinisikan Teknologi pendidikan; “educational technology is a field that supports innovation and change. The products and practices developed by educational technologist often require dramatic shift in the way we think about, deliver, administer, and assess instruction and training”.8 Yang dimaksudkan bahwa teknologi pendidikan sebagai sebuah pengembangan teknologi dalam dunia pendidikan baik dalam sebuah perencanaan, aplikasi dan lain sebagainya atau dengan kata dengan adanya teknologi maka sebuah pendidikan akan lebih baik dalam perencaan dan mengevaluasi suatu pembelajaran. Sedangkah Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.Sc. memberikan beberapa definisi dan potensi dari teknologi pendidikan bahwa;9 a. Teknologi pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan terintegrasi meliputi manusia, alat, dan sistem, termasuk di antaranya gagasan, prosedur, dan organisasi b. Teknologi pendidikan memakai pendekatan yang sisitematis dalam rangka menganalisa dan memecahkan persoalan proses belajar. c. Teknologi pendidikan merupakan suatu bidang yang yang berkepentingan dengan pengembangan secara sistematis berbagai macam sumber belajar, termasuk di dalamnya pengeloalaan dan penggunaan sumber tersebut d. Teknologi pendidikan merupakan suatu bidang profesi yang bterbentuk dengan adanya usaha terorganisasikan dalam mengembangkan teori, melakasanakan penelitian, dan aplikasi praktis perluasan, serta peningkatan sumber belajar. 7 AECT, Definisi Teknologi Pendidikan, Terj: Yusuf hadi Miarso dkk., (Pusat Antar Universitas di UT dan CV. Rajawali: Jakarta, 1986). h. 10 8 Robert A. Reiser dan John V. Dempsey. Trend And Issues In Instructional Design And Technology. (Pearson Merrill Prentice Hall. USA.2002). h, 105. 9 Yusufhadi Miarso. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. (Kencana. Jakarta. 2004), h, 6 | 229 El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, Vol. 20, No.2, 2021 e. Teknologi pendidikan beroperasi dalam seluruh bidang pendidikan secara integratif, yaitu secara rasional berkembang dan berintegrasi dalam berbagai kegiatan pendidikan. Konsep sumber belajar dalam teknologi pendidikan memberikan pengertian bahwa sumber belajar berarti segala sesuatu yang berinteraksi dengan pelajar untuk belajar Teknologi pendidikan mencakup semua sumber belajar yang berhak memperoleh barang pelengkap, baik sumber daya tersebut manusia maupun non-manusia, yang dilakukan melalui pengalaman langsung atau pengalaman alternatif di dalam dan di luar lingkungan pendidikan, dan sumbersumber tersebut kecuali jika mereka adalah pendidikan dengan desain. Pada dasarnya untuk sistem pendidikan, seperti guru, buku teks, dan program pendidikan, Sedangkan untuk mempertinggi sumber daya, penggunaan dirancang untuk tujuan lain, tetapi telah mempengaruhi efektivitasnya dalam penyetelan pendidikan, dan dalam rangka untuk memvisualisasikan apa yang dimaksud dengan sumber-sumber pendidikan yang dirancang, dan sumber-sumber yang telah ditinggikan karena penggunaan. Menurut Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus mengemukakan terkait penting sumber belajar dan pengembangannya dalam dunia pendidikan, bahwa Selama bertahun-tahun, pemikiran pendidikan telah didominasi oleh keyakinan yang salah bahwa sumber belajar bukanlah hanya guru dan buku teks, dan jika menemukan sumber lain seperti lukisan, film, dan slide merupakan alat bantu yang dapat digunakan guru atau dia tidak menggunakannya dengan membandingkan satu sama lain sesuai dengan kemampuan mereka untuk membantunya dan memudahkan untuk memperolehnya, dan sesuai dengan kemampuannya untuk menggunakannya. 10 Tetapi perkembangan ilmiah telah mengarah pada pertimbangan untuk menjadikan sumber belajar sebagai suatu sistem yang terintegrasi dimana masing-masing sumber memegang peranan penting dalam proses pendidikan baik sendiri atau berkerjasama dengan sumber lain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, dan guru harus mampu membangun sistem ini dengan menentukan tujuan pembelajaran, proses pembelajaran dan sistem evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan persyaratan sistem pendidikan. 2. 10 Konsep Perpustakaan Komprehensif (Al-Maktabat As Syaamilah) karya Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Al-Maktabat As Syaamilah Fi Tiknulujiyya At-Ta’lim.Mesir, Daarul Qobaa, 2001, 15-16 | 230 Perpustakaan Komprehenshif….. (Muhajirin Ramzi, Eliyana) Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang mengakibatkan ledakan informasi pada generasi digital menuntut suatu pola baru untuk mengelola perpustakaan. Pola tradisional mengelola perpustakaan, secara berangsur-angsur harus dialihkan kepada pola pengelolaan yang berorientasi kepada penerapan teknologi informasi yaitu perpustakaan digital. Dalam buku Al-Maktabat As Syaamilah Fi Tiknulujiyya At-Ta’lim menerangkan bahwa teknologi pendidikan secara konfrehenshif dijelaskan dari bab pertama sampai dengan bab ketujuh antara lain; a) Sumber Belajar Dalam Teknologi Pendidikan Pada Bab pertama menjelaskan tentang sumber belajar dalam teknologi pendidikan. Diterangkan bahwa sumber belajar berarti segala sesuatu yang berinteraksi dengan pelajar untuk belajar. Teknologi pendidikan mencakup semua sumber belajar yang berhak memperoleh barang pelengkap, baik sumber daya tersebut manusia maupun non-manusia, yang dilakukan melalui pengalaman langsung atau pengalaman alternatif di dalam dan di luar lingkungan pendidikan. 11 Pentingnya dan pengembangan sumber belajar; Selama bertahun-tahun, pemikiran pendidikan telah didominasi oleh keyakinan yang salah bahwa sumber belajar bukanlah hanya terdiri dari guru dan buku teks, dan sumber lain seperti lukisan, peta, film, dan slide merupakan alat bantu yang dapat digunakan guru. Atau dia tidak menggunakannya dengan membandingkan satu sama lain sesuai dengan kemampuan mereka untuk membantunya dan memudahkan memperolehnya, dan sesuai dengan kemampuan untuk menggunakannya. Dalam pemaknaan substansi dari sumber belajar, maka pendapat . Ibrahim Abdul Fattah Yunus menjadi Sumber belajar sebagai suatu sistem dalam sebuah pendidikan: 12 (1) setiap sumber berhubungan dengan satu konsep, (2) memiliki tujuan spesifik yang mengarah pada pembelajaran yang efektif, (3) sumber tersebut dapat diigunakan untuk pendidikan kelompok dan individu, (4) terkaitan dengan materi dari setiap sumber untuk mengalokasikan waktu yang singkat (5) keterlibatan siswa aktif dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, (6) Sumber atau materi harus terintegrasi dalam perencanaan dan pelaksanaan sebelumnya, (7) para siswa memiliki berbagai sumber untuk memilih apa yang dia inginkan atau tercapaian pembelajaran dan (8) para siswa bekerja mandiri. Sistem di semua tingkatan terdiri dari tiga komponen utama yaitu Input (mudkhalat), sumber yang masuk ke sistem dari lingkungan eksternal, (2) Proses (amaliyyat): Ini adalah proses 11 Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Al-Maktabat As Syaamilah Fi Tiknulujiyya At-Ta’lim. (Mesir, Daarul Qobaa, 2001), h, 13 12 Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Al-Maktabat As Syaamilah..., 17 | 231 El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, Vol. 20, No.2, 2021 interaksi dan tumpang tindih antara input untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dan (3) Output (mukhrijat): Mereka adalah hasil yang diinginkan dari sistem saat mereka keluar ke lingkungan atau system yang besar. Secara umum, teknologi pendidikan diperlukan untuk mengatasi masalah pendidikan dari beberapa unsur berikut:13 Pertama, menetapkan tujuan:Tujuan dalam proses pendidikan bukanlah kata atau frasa umum yang sulit untuk didefinisikan, diamati dan terukur, akan tetapi tujuan yang benar memiliki tiga tingkatan: (1) Tujuan umum; tujuan atau sasaran yang semua itu merupakan tujuan pembelajaran karena merupakan tujuan dari lembaga pendidikan. (2) Tujuan khusus; terkait dengan tujuan setiap mata pelajaran yang sesuai dengan pembahasan. (3)Tujuan perilaku; terkait dengan setiap bagian atau sub pembahasan dalam kurikulum. Kedua: Mendefinisikan karakteristik peserta didik: Ini membutuhkan kajian atau pembahasan yang mendalam tentang tingkat siswa dari sudut pandang ilmiah, sosial, ekonomi, tingkat kecerdasan dan kemampuan masing-masing. Ketiga: Menentukan isi atau Materi Pembelajaran: dalam hal ini para guru mampu menentukan untuk memilih dan memilah materi yang akan disampaikan ke peserta didik. Keempat: Menyediakan Sumber Belajar: Keempat: Menyediakan Sumber Belajar: Salah satu tugas terpenting seorang spesialis teknologi pendidikan adalah menyediakan sumber belajar yang dibutuhkan untuk pencapaian tujuan dari proses pendidikan, dan ini mensyaratkan bahwa dia menyadari apa yang dia miliki dari sumber-sumber tersebut. Kelima: Menentukan metode- metode pengajaran: dalam proses belajar mengajar dapat menggunakan metode atau gaya pengajaran tertentu, atau kegiatan tambahan berdasarkan pengalamannya dalam membantu memecahkan masalah pendidikan yang dihadapi para siswa. Keenam: Menentukan evaluasi dalam pembelajaran:yakni seorang pendidik bisa menerapkan evaluasi pembelajaran untuk mengukur keberhasilan siswa dalam materi yang sudah dipelajari. Keterkaitan tentang sumber daya pendidikan dan landasan pembelajaran,14 Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus mengemukakan bahwa Proses pembelajaran adalah proses kompleks yang memerlukan prosedur tertentu untuk mengontrol dan mengendalikan variabelnya untuk mencapai tujuannya. Kemajuan ilmiah telah menyebabkan banyak ilmu yang berurusan dengan proses ini dengan analisis dan penelitian untuk mencapai aplikasi praktis yang bermanfaat. Ilmuilmu ini termasuk psikologi pendidikan, pedagogi, dan administrasi pendidikan, Kurikulum dan metode pengajaran, ilmu komunikasi, teknologi pendidikan, dan setiap ilmu yang bersangkutan dengan aspek atau unsur. pembelajaran. 13 14 Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Al-Maktabat As Syaamilah..., 20-21 Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Al-Maktabat As Syaamilah..., 23 | 232 Perpustakaan Komprehenshif….. (Muhajirin Ramzi, Eliyana) Di antara ilmu-ilmu yang telah memberikan kontribusi yang berguna untuk teknologi pendidikan dalam membangun situasi pendidikan adalah psikologi pendidikan,khususnya teori belajar, yang menganggap bahwa belajar terkait dengan memberikan stimulus tertentu untuk mencapai respon tertentu, dan ketika respon sesuai dengan stimulus dan hubungan terjalin di antara mereka, pembelajaran terjadi dan semakin banyak respons disertai dengan memberikan penguatan Penguatan, semakin besar kemungkinan respons ini terjadi lagi, dan inilah yang disebut dalam teknologi pendidikan Umpan balik. b) Konsep Perpustakaan Komprehensif Dalam Bab Kedua ini Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus mengemukakan bahwa Telah disebutkan sebelumnya ketika berbicara tentang koleksi perpustakaan yang komprehensif bahwa proses pemilihan bahan pendidikan tunduk pada kriteria tertentu, dan pembelian dan pemilihan dilakukan melalui sumber dan alat yang kami sebutkan secara rinci, baik untuk bahan Dicetak atau tidak dicetak. Spesialis perpustakaan yang komprehensif harus meminta pembentukan komite yang mewakili bahan studi dari antara guru pertama untuk memilih bahan yang akan dipasok ke perpustakaan, dalam anggaran yang dialokasikan untuk tujuan ini. Mempersiapkan program yang terorganisasi dengan baik untuk layanan perpustakaan yang baik Sumber belajar di perpustakaan yang komprehensif membutuhkan program yang berkelanjutan dan diperbarui yang menghubungkannya dengan apa yang terjadi di sekolah Salah satu masalah terpenting dari perpustakaan komprehensif layanan adalah pengetahuan informasi tentang kepemilikan perpustakaan. Sumber belajar di perpustakaan yang komprehensif membutuhkan program yang terus menerus dan diperbarui yang menghubungkannya dengan apa yang terjadi di sekolah Dia tidak tahu apa-apa tentang materi yang memenuhi kebutuhan pendidikan dan psikologisnya, dan untuk menghadapinya, pustakawan komprehensif harus menyiapkan program layanan perpustakaan sejak awal tahun ajaran yang memberikan kesempatan bagi guru dan siswa untuk membiasakan diri dengan berbagai sumber daya yang mengikuti perkembangan zaman. Secara garis besarnya tugas perpustakaan adalah: (1) Mengumpulkan, menyimpan dan menyediakan informasi dalam bentuk tercetak ataupun dalam bentuk elektronik kepada pemakai; (2) Menyediakan informasi yang dapat diakses lewat internet, namun harus pula menyediakan peraturan-peraturan yang dapat melindungi kepentingan Perpustakaan dan keamanan informasi tersebut; (3) Terus memperhatikan kemajuan jaman dan kemajuan teknologi agar keinginan masyarakat dalam mengakses informasi dapat terpenuhi; (4) Harus mampu menjadi jembatan peyedia informasi pada masa lalu, masa kini dan masa depan; (5) | 233 El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, Vol. 20, No.2, 2021 Perpustakaan harus terus mencari jalan agar tetap tanggap secara efektif dan inovatif terhadap lingkungan yang beragam dalam memenuhi harapan pengguna. c) Koleksi Perpustakaan Komprehensif Dalam Bab Ketiga ini Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus menjelaskan bahwa Koleksi perpustakaan yang komprehensif adalah keseimbangan yang diperbarui dari berbagai sumber belajar yang memungkinkan perpustakaan menjalankan misinya, dan koleksi di perpustakaan mana pun mengekspresikan kepribadian, tujuan, dan masyarakatnya, seperti materi audio visual, thumbnail film, program radio dan televisi, program komputer dan wadah berukuran sangat kecil lainnya, yang dicirikan oleh kemampuan unggul untuk mengirimkan informasi. Koleksi-koleksi di perpustakaan yang lengkap perlu mendapat perhatian khusus dalam membangun dan mengembangkannya karena berkaitan dengan khalayak dalam tahap pertumbuhan yang berkesinambungan, kurikulum dan mata kuliah yang sifatnya tertentu, serta nilai-nilai pendidikan, sosial dan budaya yang ingin ditanamkan oleh masyarakat. untuk peserta didik, untuk itu sumbu dan tren ini mengontrol kebijakan membangun koleksi di perpustakaan yang komprehensif. Dalam posisi pendidikan apa pun, untuk memenuhi berbagai tahap pertumbuhan, mendukung kurikulum, dan memberikan konsep, tren, dan nilai kepada siswa diinginkan oleh masyarakat dan kebijakan umum negara. Koleksi di sebagian besar perpustakaan komprehensif terdiri dari bahan-bahan berikut : A - Bahan Cetak ; B - bahan non-cetak ; C- Perangkat pendidikan. Pertama : Bahan Cetak; Merupakan bahan yang memberikan pengetahuan melalui katakata yang dapat dibaca dan diterbitkan dalam bentuk buku, majalah, surat kabar atau buletin, antara lain: (a) bahan referensi: Ini diwakili dalam ensiklopedia, kamus, atlas, dan buku ensiklopedis yang membahas berbagai topik, dan memberikan informasi tentang bagian dari suatu topik, dan pembaca menggunakannya untuk konsultasi ilmiah yang mendesak, dan jarang membahas satu topik. (b) Buku; merupakan publikasi yang berhubungan dengan satu subjek, dengan bidang tertentu, seperti sastra, ilmiah, pendidikan, sejarah, buku geografis dan lain- lain. Mereka diterbitkan dalam ukuran yang relatif kecil dibandingkan dengan bahan referensi, dan mereka menyediakan pembaca dengan perlakuan khusus untuk mata pelajaran tertentu. (c) bahan Berkala; Diterbitkan secara teratur, mingguan, bulanan, triwulanan, atau dua tahunan, mungkin khusus dalam topik tertentu, seperti majalah ilmiah, atau secara umum, seperti majalah dan surat kabar. (d) Buletin; buletin biasanya dikeluarkan secara tidak teratur oleh badan, lembaga, atau kementerian tertentu untuk mempublikasikan kegiatan atau bidang pekerjaan mereka, seperti buletin dari Otoritas Informasi dan Departemen Pertanian dan buletin yang dikeluarkan oleh departemen hubungan di situs eksekutif. | 234 Perpustakaan Komprehenshif….. (Muhajirin Ramzi, Eliyana) Kedua: Bahan Non-Cetak: Merupakan bahan-bahan yang tidak bergantung dalam memberikan informasi tentang kata yang dibaca, tetapi menangani indera yang berbeda seperti pendengaran, penglihatan, sentuhan, penciuman dan rasa, dan dapat menggabungkan dua atau lebih indera bersama-sama, dan mereka disebut bahan pendengaran, bahan visual, dan bahan pendengaran Bahan optik, termasuk: (1) Sampel: Salah satu sarana penting untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menangani hal atau bagian yang sama, dan sampel dapat ditampilkan dalam keadaan alami mereka di kelas, seperti mineral, batuan, sampel tumbuhan dan hewan yang bersifat kering di alam. dan sampel produksi dalam tahap industri berturut-turut, dan sampel ditampilkan pada papan kayu atau kertas yang diperkuat, atau Kotak dengan permukaan kaca, dan sampel tersebut juga dapat ditampilkan sebagai saponifikasi seperti beberapa tanaman dan serangga, atau mumi atau diawetkan dalam cairan, atau sebagai struktur besar, atau diawetkan dalam plastik transparan, dan jenis ini disebut "sampel yang terlihat" yaitu, dilihat dengan mata telanjang, sedangkan sampel tak terlihat adalah slide mikroskopis yang dilihat menggunakan mikroskop. Pentingnya sampel dalam proses pendidikan adalah kemampuannya untuk memberikan konsep yang benar dan nyata tentang hal yang akan dipelajari, dan memberikan kesempatan untuk menampilkan hal-hal yang jauh atau yang tidak dapat ditransfer ke kelas atau mendatanginya di dalam kelasnya. tempat, selain memudahkan dalam mempelajari tumbuhan dan hewan yang tidak mungkin ada pada saat dipelajari atau yang sulit disingkapkan, berbahaya karena bahayanya, juga memberikan kesempatan untuk mempelajari bentuk luar dan struktur dalam. organisme hidup dan tahap pertumbuhannya, dan untuk membuat perbandingan antara organisme hidup lengkap dan bagian-bagiannya. Pentingnya meningkatkan kemungkinan melestarikannya untuk waktu yang lama tanpa kerusakan, dan kemungkinan memproduksinya di sekolah dan dengan bantuan siswa. (2) Bentuk: Ini adalah tiruan dari stereotip yang mirip dengan hal yang akan dipelajari atau yang dekat dengannya - dan memperhitungkan akurasi ilmiah dan teknis produksinya, dan klarifikasi tentang apa yang dimaksudkan untuk disajikan kepada siswa tentang karakteristik aslinya, dan jenis yang paling penting dari model: bentuk eksternal, model transparan, model sektor, model disederhanakan, pendek, dan setuju Untuk pembongkaran, perakitan, model bergerak, dan semi-stereoscopic. Model dapat diproduksi dari lilin, plester, karton, beberapa logam atau plastik, tergantung pada kemampuan produsen. Model memiliki kepentingan khusus dalam proses pendidikan karena karakteristiknya tanpa sarana pendidikan lain, karena tiga dimensinya jelas, dan hal yang realistis direpresentasikan dalam jumlah detail yang diperlukan, dan produksinya dapat dikontrol dengan memperbesar dan memperkecil. cara yang membuat mereka menggantikan yang asli yang sulit atau tidak mungkin untuk dibawa ke kelas.Dengan cara ini, memungkinkan guru untuk menampilkan hal-hal yang | 235 El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, Vol. 20, No.2, 2021 jauh, berbahaya atau tidak mungkin, dan juga dapat memperjelas bagian-bagian yang tercakup di alam dengan memfasilitasi pembongkaran dan pemasangannya dan mempelajari setiap bagiannya secara terpisah atau mengklarifikasi gerakan dengannya, selain kemungkinan mewarnai model untuk meningkatkan manfaat darinya. Ketiga: Perangkat pendidikan: Perpustakaan komprehensif bekerja untuk memperoleh perangkat pendidikan yang diperlukan untuk menampilkan dan menggunakan materi pendidikan, seperti: proyektor gambar gelap, proyektor film tetap, dan slide transparan. Proyektor transparansi, proyektor gambar bergerak 16 mm, proyektor film loop, serta perangkat perekaman audio, pick-up, televisi dan video, radio, perangkat penglihatan tunggal, pembaca mikrofilm, mikrofiche, komputer, dan perangkat pendidikan lainnya, dan sebagian besar dari ini perangkat yang umum digunakan dan mudah dilatih untuk dioperasikan. d) Manajemen Perpustakaan Komprehensif Dalam Bab Keempat ini Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus menjelaskan tentang Manajemen Perpustakaan Komprehensif; menurut beliau bahwa manajemen dalam arti ilmiah berarti penggunaan sumber daya yang tersedia secara optimal dengan tingkat efisiensi tertinggi melalui penerapan sarana teknis baru yang mencapai penemuan cara terbaik untuk melakukan berbagai pekerjaan dalam waktu singkat, dan dalam manajemen pengertian ini tidak lagi terbatas pada kemampuan pribadi saja, atau hanya memberi perintah, dan arahan atau penulisan pamflet, tetapi lebih bersifat umum dan komprehensif, karena mencakup studi tentang semua faktor dan sistem yang mengatur dan mengatur alur kerja di rangka untuk memastikan terciptanya kondisi terbaik dan berbagai kemampuan dan energi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan secara tepat.15 Penerapan konsep manajemen memerlukan pelaksanaan serangkaian fungsi dan operasi teknis dan administratif berikut ini: (1) Perencanaan: Ini berarti mendefinisikan tujuan investigasi dan menetapkan visi untuk rencana yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut, dan mempersiapkan alternatifdalam terang kemungkinan yang tersedia. (2) Pengorganisasian: Ini berarti menemukan hubungan yang tepat dan sehat antara sifat pekerjaan yang harus dilakukan, badan kerja yang berpartisipasi dalam penyelesaiannya,dan kemampuan yang ada dan yang mungkin. (3) Pengarahan dan pengawasan: Berarti menggunakan cara dan metode terbaik untuk mencapai tujuan dengan mengarahkan kemampuan material dan manusia, dan menentukan insentif yang mengarah pada peningkatan pekerjaan. (4) Tindak lanjut dan evaluasi: Meliputi koordinasi dan pengendalian pekerjaan, penetapan standar dan landasan yang digunakan sebagai dasar untuk memperkirakan hasil yang telah dicapai dan membandingkannya 15 Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Al-Maktabat As Syaamilah..., 95 | 236 Perpustakaan Komprehenshif….. (Muhajirin Ramzi, Eliyana) dengan apa yang diharapkan ketika menyusun rencana. Pengelolaan perpustakaan yang komprehensif berarti perencanaan untuk menyediakan semua sumber belajar tercetak dan noncetak, mengatur dan memfasilitasi sirkulasi mereka bagi guru dan siswa untuk mendukung kurikulum yang berbeda sehingga mereka memainkan perannya dalam proses pengembangan pendidikan. Sebagai standar minimum untuk standar tenaga kerja di perpustakaan ini, seperti yang didefinisikan oleh standar Amerika untuk perpustakaan sekolah. Tanggung jawab untuk mencapai tujuan perpustakaan yang komprehensif terletak pada tenaga kerja yang bekerja di dalamnya, kompetensi yang tersedia bagi mereka, dan kemampuan mereka untuk menangani sumber belajar dan menyesuaikannya untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan. Pentingnya pekerja di perpustakaan yang komprehensif – seperti yang didefinisikan oleh standar Amerika – berasal dari fakta bahwa mereka mewakili tulang punggung program pendidikan dalam tindakan dan kata-kata, karena mereka berkontribusi dan mendorong proses pembaruan dalam praktik pendidikan. Mereka juga memiliki peran sebagai staf pengajar dalam mengambil keputusan yang mempengaruhi proses pendidikan dalam hal tanggung jawab mereka untuk hal yang paling berharga dalam proses pendidikan setelah siswa, yaitu sumber belajar. 16 Spesialis Perpustakaan Komprehensif: Spesialis dalam hal pengorganisasian pekerjaan adalah penanggung jawab aktual dan langsung untuk mengelola perpustakaan komprehensif, dan otoritas pendidikan telah mengurus dasar-dasar persiapan dan pelatihannya sehingga dapat memainkan peran penting dalam mencapai tujuan. Tujuan Perpustakaan Komprehensif dalam hal kompetensi pribadi, ia harus memiliki kepribadian terpadu yang mampu mengatur dan mengelola pekerjaan, mendistribusikan spesialisasi, menetapkan program dan mengatasi masalah yang menghadang rencananya. Ia juga harus tertarik pada sumber belajar dan menggunakannya. Dalam meningkatkan proses pendidikan, dan yang mampu menjalin hubungan baik dengan guru dan siswa, berinteraksi dengan mereka secara positif dan kooperatif, mencintai pekerjaannya. e) Evaluasi Perpustakaan Komprehensif Dalam Bab Kelima ini Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus menjelaskan tentang Evaluasi Perpustakaan Komprehensif; menurut beliau bahwa Evaluasi berarti proses mengeluarkan penilaian atas suatu karya, fenomena, atau perilaku tertentu untuk memperjelas kekuatan dan kelemahannya berdasarkan kriteria tertentu, dan penilaian ini didasarkan pada pengujian, data, atau informasi objektif yang akurat tentang pekerjaan yang akan dievaluasi Evaluasi formatif:17 Digunakan dalam periode tertentu secara berkelanjutan untuk operasi, bagian, atau aspek tertentu 16 17 Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Al-Maktabat As Syaamilah..., 97 Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Al-Maktabat As Syaamilah..., 127 | 237 El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, Vol. 20, No.2, 2021 dari pekerjaan dengan tujuan untuk menghindari hal-hal negatif dan memperkuat hal-hal positif selama proses konstruksi dan pembentukan sehingga tuberkulosis total mencapai tujuannya. Evaluasi akhir diperlukan: Evaluasi Sumatif Digunakan pada akhir tahap atau periode waktu yang memungkinkan untuk menilai sejauh mana tujuan yang ditetapkan telah tercapai Jenis evaluasi ini berkaitan dengan berbagai aspek karya atau fenomena secara komprehensif dan definitif. Oleh karena itu, menimbulkan kekhawatiran dan menimbulkan gejolak karena menetapkan penilaian yang menonjolkan kekurangan kinerja, dan menentukan tingkat keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan. Evaluasi dalam bentuk apapun bukanlah penilaian yang keras seperti yang dibayangkan beberapa orang, tetapi memberikan gambaran rinci tentang tujuan dan cara untuk mencapainya, dan memberikan pernyataan tentang situasi saat ini yang mengungkapkan kelemahan dan penyebabnya dan menguraikan perawatannya. Evaluasi perpustakaan komprehensif dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan mereka dalam mencapai tujuan yang ditetapkan untuk mereka, dan menangani aspek umum dengan semua komponen perpustakaan yang komprehensif seperti gedung, lokasi, perabot, peralatan, tenaga kerja, prosedur teknis dan administrasi serta pelayanan kantor langsung dan tidak langsung. Evaluasi sangat penting dalam mengembangkan rencana baru, dan meninjau rencana yang telah dilaksanakan untuk mendiagnosis negatif dan memperkuat positif berdasarkan hasil, data dan informasi yang mendasarinya Layanan perpustakaan dan masa depannya, dan membuat keputusan yang mendukungnya dan memperluas ruang lingkup kegiatannya yang mengikuti proses pengembangan pendidikan, memperbarui kurikulum, dan menggunakan inovasi ilmiah dalam situasi pendidikan. Tujuan evaluasi: Tujuan umum dari mengevaluasi perpustakaan yang komprehensif adalah untuk mencapai layanan perpustakaan ke tingkat yang dapat diterima tingkat kinerja yang memastikannya memberikan kontribusi untuk mencapai tujuan lembaga Layanan pendidikan yang melaluinya ia menyediakan layanannya, dan karenanya tujuan perpustakaan yang komprehensif secara organik terkait dengan realitas pendidikan yang didirikannya, dan ini adalah premis yang menentukan proses evaluasi dan memperjelas jalannya. Tidak ada keraguan bahwa evaluasi yang efektif dari setiap perpustakaan yang komprehensif berusaha untuk mencapai tujuan berikut: 18 (1) Menentukan tujuan prosedural perpustakaan yang komprehensif pada tingkat yang berbeda dalam berbagai tahap pendidikan. (2) Mengidentifikasi prestasi yang telah dicapai untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bagi 18 Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Al-Maktabat As Syaamilah..., 128-129 | 238 Perpustakaan Komprehenshif….. (Muhajirin Ramzi, Eliyana) mereka. (3) Mengidentifikasi positif dan negatif dalam total komponen perpustakaan dan menyarankan metode pengobatan yang tepat. (4) Gambarkan rencana masa depan berdasarkan hasil evaluasi. f) Pengalaman Perpustakaan Yang Komperenshif Di Mesir Dalam Bab Keenam ini Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus menjelaskan tentang Keberadaan Perpustakaan Komprehensif yang ada di Negara Mesir; menurut beliau bahwa Artikel yang ditulis oleh Dr. Fath al-Bab Abdel Halim tentang perpustakaan komprehensif di surat kabar Pendidikan pada tahun 1966 berdampak langsung pada minat Departemen Perpustakaan Sekolah di Departemen Pendidikan untuk menerapkan konsep tersebut dalam praktik di perpustakaan sekolah, dan Ketertarikan ini diawali dengan adanya program pelatihan bagi pengelola pelayanan di departemen pendidikan pada bulan Januari 1968 dan muncullah rekomendasi beliau adalah menerbitkan buletin umum dalam persiapan yang ikut serta dalam persiapan pemeriksaan perpustakaan dan pengelolaan alat peraga pendidikan.19 Alat-alat bantu dan perlengkapannya di sekolah menjadi tanggung jawab perpustakaan sekolah, dan bahwa pustakawan di sekolah itu menyelenggarakan dan mengedarkannya, serta mengatur buku-buku di perpustakaan tersebut, dan bahwa Bagian Diklat bersama-sama dengan Perpustakaan Departemen Sekolah dan pengelolaan alat peraga pendidikan dengan bereksperimen dengan sistem perpustakaan yang komprehensif dalam peran guru dalam persiapan untuk penempatannya di perpustakaan sekolah lain bila kemampuan yang sesuai tersedia. Sehubungan dengan hal tersebut, diterbitkan Buletin Umum No. 170 pada tanggal 16/11/1986 tentang pembentukan perpustakaan yang komprehensif dalam peran guru, kemudian diadakan program pelatihan untuk beberapa pustakawan sekolah pada tahun ajaran 70/71 dan 1971/72 mengembangkan perpustakaan sekolah tradisional menjadi perpustakaan yang komprehensif Program Buletin Umum No. 39 dikeluarkan pada 19/3/1974 tentang pembentukan perpustakaan komprehensif di semua tingkat pendidikan, termasuk sepuluh item utama yang menjelaskan dasar kerja di perpustakaan komprehensif. Pada bulan Januari 1975, Kementerian mengadakan program pelatihan bagi pustakawan sekolah tingkat Republik di Administrasi Umum Alat Bantu Pendidikan untuk mempelajari eksponensial alat bantu pendidikan, jenisnya, karakteristiknya, penggunaan dan metode pengawetannya, dan untuk membahas apa itu tertuang dalam buletin No. 39, bagaimana 19 Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Al-Maktabat As Syaamilah..., 146 | 239 El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, Vol. 20, No.2, 2021 penerapan ketentuannya dan hambatan-hambatan yang disetujui pelaksanaannya, berpedoman pada apa yang dilakukan dalam peran guru. Di akhir program, diterbitkan leaflet panduan tentang sistem perpustakaan lengkap untuk buku dan alat bantu pendidikan tentang pengelolaan perpustakaan sekolah dan administrasi umum alat bantu pendidikan, yang secara jelas menyebutkan spesifikasi perpustakaan lengkap, syarat-syarat untuk memilih perpustakaan. Tempat dan namanya, serta tanggung jawab pustakawan dan asisten teknis pada 25/1/1975.20 Kemudian menganalisa tentang Proyek perpustakaan komprehensif di Menoufia:yakni Proyek Bacaan Laman Al-Mahabah Al-Shamilah di Menoufia, Proyek Perpustakaan Komprehensif, yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan di Kegubernuran AlSaloufia, dianggap sebagai pengalaman perintis di bidang ini di Mesir, karena minat para pejabat dan perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang menyertainya pada tingkat ilmiah yang tidak mungkin untuk pengalaman lain di lapangan. Ide proyek dimulai pada tahun 1972/73 oleh Bapak Ismail Sabry Muslim, Direktur Jenderal Pendidikan di Menoufia dan seorang ahli alat bantu pendidikan, dengan tujuan memecahkan masalah yang diderita oleh alat-alat bantu pendidikan non-cetak di sekolah-sekolah Mesir, sebagaimana dicatat bahwa sekolah-sekolah itu tidak memperoleh manfaat dari saranasarana yang mereka miliki, baik yang dihasilkan oleh Administrasi Umum dari alat-alat bantu pendidikan atau produksi umum dari sarana-sarana di negara-negara tersebut. Gubernur karena peredarannya membutuhkan lebih banyak pengaturan dari kantong sekolah, dan meskipun fakta bahwa situasi ini menjadi bahan penelitian dan studi antara spesialis alat bantu pendidikan dan perpustakaan sekolah di kementerian, dan pemikiran dibuat untuk mendirikan perpustakaan yang komprehensif di masing-masing rumah guru untuk memfasilitasi pelayanan bantuan sekolah, selain pelayanan buku, namun proyek tersebut belum sampai pada tahap pelaksanaan. Tujuan dari proyek ini adalah Menyediakan sebanyak mungkin jenis alat bantu pendidikan di sekolah eksperimen pada khususnya dan di sekolah Direktorat pada umumnya melalui: (a) Apa yang dihasilkan guru sekolah dari jenis sarana sederhana seperti kartu, gambar, peta, contoh dan model yang disederhanakan, (2) Apa yang didistribusikan ke sekolah-sekolah dari produksi lokal departemen alat peraga atau produksi pusat manajemen media dan apa yang dihabiskan dari persediaan kementerian. (3) Jenis sarana yang dapat dibeli dari pasar lokal setelah diperiksa secara menyeluruh oleh para ahli dan memastikan bahwa mereka sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan 20 Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Al-Maktabat As Syaamilah..., 147 | 240 Perpustakaan Komprehenshif….. (Muhajirin Ramzi, Eliyana) kurikulum. (4) Produksi yang baik dari beberapa siswa dalam kelompok kegiatan sekolah setelah memastikan keamanannya dan kesesuaian tingkat ilmiah dan teknis dengan kebutuhan pendidikan. g) Kalender Akademik Untuk Pengalaman Mesir Dalam Bab Ketujuah ini Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus menjelaskan tentang Kalender Akademik yang ada di Mesir; menurut beliau bahwa terlepas dari pentingnya proyek perpustakaan yang komprehensif untuk proses pendidikan, baik di kegubernuran Menoufia pada khususnya atau di sekolah-sekolah Mesir pada umumnya, proyek tersebut tidak mendapatkan apa yang layak dari studi evaluasi untuk mengembangkannya atau memodifikasinya atau mengambil manfaat darinya di luar. Sekolah tempat dimulainya, untuk proses evaluasi yang mengiringi proyek sejak awal hingga sekarang. Dalam kegiatan resmi, kunjungan tidak dilampaui oleh Direktorat Pendidikan di Menoufia, Panitia Bantuan Pengajaran di Akademi Riset Ilmiah, dan Ismail Sabry Muslim tahun 1977. Kemudian proses evaluasi diakhiri dengan laporan yang disusun oleh Panitia Persiapan Akademi, yang langsung berdasarkan laporan yang dibuat oleh pemilik proyek. Panitia tidak melakukan evaluasi lapangan, melainkan membahas masalah umum yang terkait dengan penyebaran proyek di luar sekolah eksperimen, dan panitia tidak membahas masalah proyek itu sendiri untuk memperjelas pro dan kontra. Pada kenyataannya, proses evaluasi ini diterima begitu saja: 21 (1) Mereka tidak mengikuti metode ilmiah dalam menentukan tujuan evaluasi secara prosedural dan tidak menggunakan alat atau prosedur khusus pada waktu yang disebutkan.(2) Untuk proyek dan awal pengerjaannya sepertinya Yang dilakukan selama masa persiapan adalah tata cara memfasilitasi pekerjaan; (3) Kunjungan beberapa anggota Panitia Bantuan Pengajaran Akademi Riset Ilmiah ke sejumlah sekolah proyek lebih dekat dengan survei dan bimbingan daripada evaluasi, (4) Kehadiran Direktur Jenderal dalam setiap kunjungan evaluasi menciptakan hambatan psikologis yang menghambat dikeluarkannya tanggapan yang benar, dan mempengaruhi proses evaluasi, terutama karena ia adalah pemilik proyek, dan (5) menugaskan akademi kepada pemilik proyek untuk mengevaluasinya adalah masalah yang tidak memiliki banyak objektivitas, karena mungkin saja dia akan membandingkan dirinya dengan proyek dan melihat keberhasilan atau kegagalannya sebagai pengaruh yang berpengaruh sendiri. 21 Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Al-Maktabat As Syaamilah..., 161-163 | 241 El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, Vol. 20, No.2, 2021 Adapun tentang Elemen dan Layanan Perpustakaan Komprehensif: memiliki Kantor Pusat Perpustakaan; Sebelum pelaksanaan proyek pada tahun 1971/72, masing-masing dari tiga sekolah memiliki perpustakaan bahan cetak yang beroperasi melalui bahan-bahan ini, dan mulai tahun 1973, sebuah ruangan untuk bahan-bahan non-cetak ditambahkan di setiap sekolah di mana bahan-bahan ini ditempatkan. dikumpulkan dari berbagai tempat di sekolah dan juga digunakan sebagai ruang untuk presentasi setelah disiapkan untuk tujuan ini.Dengan tirai, kursi, dan layar pajangan, beberapa bahan non-cetak untuk setiap mata pelajaran ditempatkan di ruang fakultas untuk mata pelajaran ini . Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lokasi cocok di tiga sekolah, karena berada di lantai dasar Rumah Guru yang menghadap ke taman pintu masuk, dan yang pertama di Abdel Moneim Riyadh dan Malouf, kecuali untuk non-cetak. ruang bahan berada di lantai dua, sedangkan perpustakaan bahan cetak terletak di lantai 1. Mudah diakses dan jauh dari kebisingan. Sedangkan untuk penerangan alami, sangat memadai karena jendela menempati 1/3 luas dinding, dan penerangan buatan juga cukup untuk keberadaan lampu dan neon biasa, yang memungkinkan penggunaan perpustakaan di dalam ruangan. kasus pengetahuan tentang efisiensi cahaya alami. Adapun luasan adalah untuk masing-masing rata-rata yang termasuk dalam kartu pantau.Bagian setiap siswa di sekolah di ruang bahan cetak Rumah Guru adalah 2,0 cm, dan di Abdel Moneim Riad Asm', dan di Malouf, 5, Asim Sedangkan untuk bahan non cetak, silang siswa di Masing-masing di ketiga sekolah tersebut berukuran satu meter persegi, dimana jumlah siswa per kelas berkisar antara 38-40 siswa. Adapun perkembangan proyek, ruang bahan cetak tidak berubah sejak tahun 1971 sampai sekarang, dan sejak ruang bahan noncetak ditambahkan pada tahun 1973, lokasinya di Rumah Guru tidak berubah, melainkan dipindahkan dari gedung kedua. lantai ke yang pertama di Abdel Moneim Riad berada di sebelah bahan cetak dan lokasi baru, dan jika itu lebih baik kecuali Ini adalah ruang yang lebih kecil dari situs pertama, tetapi di sekolah menengah Menouf, tidak ada data yang tersedia untuk periode sebelum 1983 dalam hal lokasi sekolah pindah ke gedung saat ini pada tahun ajaran 1983/84. Adapun situasi saat ini, cocok dengan apa yang diterapkan di sekolah lain. Adapun laboratorium sains dan ruang staf pengajar, mata pelajaran sosial dan matematika telah digunakan untuk melestarikan sarana mata pelajaran tersebut, dan tidak ada laboratorium bahasa di tiga sekolah atau ruang untuk belajar mandiri atau ruang untuk produksi lokal, kecuali untuk guru. ' rumah yang didalamnya terdapat bengkel alat peraga dimana sisi praktis dari bahan alat peraga tersebut diimplementasikan. | 242 Perpustakaan Komprehenshif….. (Muhajirin Ramzi, Eliyana) Berkaitan dengan perabot dan perlengkapan, perpustakaan bahan cetakan di tiga sekolah proyek sebelum tahun 1973 dilengkapi dengan rak buku yang cukup untuk menampung koleksi mereka, meja baca untuk menampung siswa kelas, dan laci untuk indeks, dan tempat untuk koran, majalah, papan tulis dan papan pajangan untuk jumlah ruang kelas di sekolah-sekolah tersebut. Dengan dimulainya pelaksanaan proyek pada tahun 1973, ruangan disediakan Bahan non-cetak di unit furnitur untuk perangkat dan beberapa bahan seperti film statis, gambar slide, transparansi dan rekaman audio dirancang dan dilaksanakan oleh Departemen Alat Peraga di Direktorat, dan peralatan ini tetap ada sampai sekarang. D. Kesimpulan Dalam memasuki era globalisasi sekarang ini, lembaga pendidikan mempunyai tanggung jawab membersiapkan dan menghasilkan sumberdaya manusia yang mampu menghadapi semua tantangan perubahan yang ada disekitarnya yang berjalan sangat cepat. Bahkan sebagai dampak globalisasi mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam dunia pendidikan maupun tenaga kerja. Kondisi tersebut menuntut perlu adanya suatu sistem pendidikan yang bermutu yaitu sistem pendidikan yang mampu menyediakan sumberdaya manusia yang dapat bersaing dalam menghadapi persaingan global. Karena itu pendidikan perlu diarahkan agar mampu menyediakan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan zaman secara efektif sejak usia sekolah dengan memanfaatkan adanya suatu kemajuan dalam bidang teknologi. Dalam buku maha karya Dr. Ibrahim Abdul Fattah Yunus menjelaskan tentang Manajemen Perpustakaan Komprehensif; menurut beliau bahwa Manajemen dalam arti ilmiah berarti penggunaan sumber daya yang tersedia secara optimal dengan tingkat efisiensi tertinggi melalui penerapan sarana teknis baru yang mencapai penemuan cara terbaik untuk melakukan berbagai pekerjaan dalam waktu singkat, dan dalam manajemen pengertian ini tidak lagi terbatas pada kemampuan pribadi saja, atau hanya memberi perintah, dan arahan atau penulisan pamflet, tetapi lebih bersifat umum dan komprehensif, karena mencakup studi tentang semua faktor dan sistem yang mengatur dan mengatur alur kerja di rangka untuk memastikan terciptanya kondisi terbaik dan berbagai kemampuan dan energi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan secara tepat. Dalam mewujudkan Perpustakaan Komprehensif: yaitu dalam hal pengorganisasian pekerjaan adalah penanggung jawab aktual dan langsung untuk mengelola perpustakaan komprehensif, dan otoritas pendidikan telah mengurus dasar-dasar persiapan dan pelatihannya sehingga dapat memainkan peran penting dalam mencapai tujuan. Tujuan Perpustakaan Komprehensif dalam hal kompetensi pribadi, ia harus memiliki kepribadian terpadu yang mampu | 243 El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, Vol. 20, No.2, 2021 mengatur dan mengelola pekerjaan, mendistribusikan spesialisasi, menetapkan program dan mengatasi masalah yang menghadang rencananya. Ia juga harus tertarik pada sumber belajar dan menggunakannya. Dalam meningkatkan proses pendidikan, dan yang mampu menjalin hubungan baik dengan guru dan siswa, berinteraksi dengan mereka secara positif dan kooperatif. DAFTAR PUSTAKA Ahmad Zainal Arifin, Perencanaan Pembelajaran, Jakarta: Pedagogia, 2012 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2013 Budi Oetomo Sutedjo Dharma. e-Education, Konsep Teknologi. PT. Bumi Aksara. Jakarta. 2018. Deni Kurniawan dan Cepi Riyana, Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2013 Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo. Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran. PT. Bumi Aksara. Jakarta. 2011. Ibrahim Abdul Fattah Yunus. Al-Maktabat As Syaamilah Fi Tiknulujiyya At-Ta’lim.Mesir, Daarul Qobaa, 2001. Jamal Makmur, Tifs Efektif Pemamfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Dunia Pendidikan, Diva Press. Jogjakarta: 2011. Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunukasi. Alfabeta. Bandung: 2008. Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009 Robert A. Reiser dan John V. Dempsey. Trend And Issues In Instructional Design And Technology. Pearson Merrill Prentice Hall. USA. 2002 Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rhineka Cipta, 2003 Udin Saefudin Sa’ud. Inovasi Pendidikan. Alfabeta. Bandung. 2008 Yusuf Hadi Miarso dkk AECT, Definisi Teknologi Pendidikan, Terj: Yusuf Hadi Miarso dkk., Pusat Antar Universitas di UT dan CV. Rajawali: Jakarta, 1986. ________________. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Kencana. Jakarta. 2004. Zakiyah Drajat, Pendidikan Agama dan Pembinaan Mental, Jakarta: Bulan Bintang, 2015. | 244