Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. DETERMINAN PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014-2020 Oleh: Endy Grade Tampubolon1 Moh. Irvan2 Darwin Hartono3 Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial Universitas Indraprasta PGRI Jakarta1,3 Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta2 Email: maksi@gmail. ABSTRACT The study is set in the economic growth of East Java Province based on the growth of gross regional domestic product tends to decrease by -2,38% from the previous This study aims to analyze any factors that affect the economic growth of the district / city of East Java Province. The research analysis method used in this study is the regression of data panels with the Fixed Effect approach using the help of the application software Eviews 10. The results of the study showed that economic growth was influenced by human development index, poverty and household consumption spending, while variable unemployment rates, local regional assumptions and government spending in research had no influence on the economic growth of East Java Province. Keyword: economic growth, household expenditure. Human Development Index (HD), panel data regression, poverty E. Tampubolon. Irvan. Hartono / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. ABSTRAK Penelitian ini berlatar belakang pada pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur berdasarkan besaran pertumbuhan produk domestic regional bruto cenderung mengalami penurunan sebesar -2,38% dari tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor apa saja yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur. Metode analisis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect menggunakan bantuan software aplikasi Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh indeks pembangunan manusia, tingkat kemiskinan dan pengeluaran konsumsi rumah tangga. Sedangkan variabel tingkat pengangguran, pendapan asli daerah dan belanja pemerintah dalam penelitian tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur. Kata Kunci: IPM, kemiskinan, pengeluaran rumah tangga, pertumbuhan ekonomi, regresi data panel. PENDAHULUAN Pertumbuhan ekonomi menjadi perhatian khusus pada suatu negara atau daerah karena pertumbuhan ekonomi menjadi indikator yang menunjukkan adanya perkembangan ekonomi di wilayah tersebut. Pertumbuhan ekonomi akan sangat berdampak pada aspek-aspek lainnya. Sebagai contoh, terhadap tingkat Dengan adanya perekonomian yang bertumbuh, berarti ada peningkatan produksi barang dan jasa. Peningkatan produksi tersebut akan menyerap tenaga kerja sehingga dapat menekan tingkat pengangguran. Tenaga kerja yang produktif yang terserap akan meningkatkan pendapatan per kapita Peningkatan pendapatan per kapita akan menekan angka kemiskinan. Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi di Indonesia mengalami permasalahan yaitu penurunan pertumbuhan ekonomi. BPS Provinsi Jawa Timur (Badan Pusat Statistik, 2. menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur cenderung mengalami kontraksi sebesar -2,39 persen dari tahun Dari sisi produksi, kontraksi terdalam terjadi pada kategori lapangan usaha jasa lainnya sebesar 13,80 persen, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 11,16 persen dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,87 Dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam pada kategori PMTB 4,31 persen, diikuti pengeluaran konsumsi pemerintah 3,18 persen dan pengeluaran konsumsi rumah tangga 0,83 persen. Terdapat beberapa penelitian untuk menentukan determinan permasalahan pertumbuhan ekonomi yang sudah dilakukan di antaranya pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh secara statistik signifikan dipengaruhi oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga, konsumsi dan investasi pemerintah (Athaillah et al. , 2. Kemudian pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah memiliki hubungan positif Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 68-80 dengan investasi swasta parsial, investasi pemerintah, belanja pemerintah, tenaga kerja (Maharani & Isnowati, 2. Terakhir pertumbuhan ekonomi signifikan secara statistik dipengaruhi oleh tingkat partisipasi angkatan dan tingkat pengangguran, sedangkan tidak signifikan dengan indeks pembangunan manusia, tingkat kemiskinan, dan ketimpangan pendapatan (Yuniarti et al. , 2. Dari paparan pendahuluan di atas, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis determinan pertumbuhan ekonomi Kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur pada periode 2014 hingga 2020. KAJIAN PUSTAKA Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan Gross Domestic Product (GDP) atau Gross National Product (GNP) tanpa memandang apakah kenaikan itu lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk dan apakah terjadi perubahan struktur ekonomi atau perbaikan sistem kelembagaan atau tidak. Kuznet dalam teori ekonomi modern mendefinisikan pertumbuhan ekonomi sebagai proses jangka panjang untuk menyediakan berbagai jenis barang ekonomi yang terus meningkat kepada masyarakat (Tampubulon, 2. Kemampuan ini tumbuh berdasarkan kemajuan teknologi, institutional dan ideologis yang diperlukan. Ada enam ciri pertumbuhan ekonomi modern yang dimanifestasikan dalam proses pertumbuhan oleh semua negara yaitu tingginya tingkat produk per kapita dan laju pertumbuhan penduduk, tingginya peningkatan produktivitas terutama produktivitas tenaga kerja, tingginya tingkat transformasi struktur ekonomi, tingginya tingkat struktur sosial dan ideologi, kecenderungan negara-negara yang ekonominya sudah maju untuk pergi ke seluruh pelosok dunia untuk mendapat pasar dan bahan baku dan arus barang, modal dan orang antar bangsa yang Dalam teori ekonomi kelembagaan, pertumbuhan ekonomi dipandang tidak hanya berpusat kepada hal ekonomi saja tetapi dipahami sebagai proses multidimensi sehingga aspek yang ada dimasyarakat seperti ekonomi, sosial, budaya, hukum dan politik juga diperhatikan. Sehingga pertumbuhan ekonomi sebagai pertumbuhan secara keseluruhan. Modal manusia . uman capita. merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan ekonomi (Hartono, 2022. Dengan modal manusia yang berkualitas, kinerja ekonomi diyakini juga lebih baik. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia memiliki hubungan keterkaitan. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi maka meningkatkan persediaan sumber daya yang dibutuhkan pembangunan Peningkatan sumber daya bersamaan dengan alokasi sumber daya yang tepat serta distribusi peluang yang semakin luas khususnya kesempatan kerja mendorong pembangunan manusia lebih baik. Begitu pula sebaliknya, dengan modal manusia yang berkualitas, kinerja ekonomi diyakini juga lebih baik. Hal ini dikarenakan modal manusia . uman capita. merupakan salah satu faktor penting menunjang pertumbuhan ekonomi. Kemiskinan merupakan permasalahan yang bermula dari ketidakmampuan daya beli masyarakat mencukupi kebutuhan pokok sehingga kebutuhan seperti E. Tampubolon. Irvan. Hartono / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 68-80 pendidikan dan kesehatan terabaikan. Hal tersebut menjadikan pertumbuhan ekonomi tidak tercapai maksimum dan pada akhirnya memburuk. (Todaro & Smith, 2. berpendapat bahwa kemiskinan yang semakin meluas dan angka yang tinggi merupakan inti dari semua masalah ekonomi. Kemiskinan merupakan masalah multidimensi yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan dan penghidupan manusia, baik aspek ekonomi, politik, sosial budaya, psikologi, teknologi, dan lainnya yang saling terkait secara erat satu dengan lainnya (Nanga, 2. Beberapa langkah dapat ditempuh untuk bisa mengurangi masalah kemiskinan, secara eksplisit adalah dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi sayangnya dibatasi oleh kekurangan absolut dari sumber daya alam. Namun tidak dapat disangkal, bahwa dengan adanya pertumbuhan maka dapat juga memberikan peluang-peluang bagi berbagai usaha dan dapat membantu meningkatnya kesejahteraan masyarakat seperti yang kita harapkan bersama (Hasan & Azis, 2. Kesejahteraan masyarakat dapat terlihat pada peningkatan output perkapita sekaligus memberikan dampak pilihan dalam mengkonsumsi barang dan jasa yang diikuti oleh daya beli masyarakat yang semakin meningkat (Hartono, 2022. Pendapatan masyarakat yang diikuti dengan tingkat konsumsi masyarakat yang baik dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Adanya peningkatan kegiatan konsumsi dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Peningkatan konsumsi secara tidak langsung menyebabkan kegiatan ekonomi tumbuh menjadi lebih baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa konsumsi merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi (Ristianarko et al. , 2. Dalam hal ini, konsumsi atau pengeluaran rumah tangga pada akhirnya dapat memberikan pemasukan kepada pendapatan nasional atau pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi konsumsi atau pengeluaran rumah tangga maka akan menyebabkan semakin lebih baik kesejahteraan masyarakat yang berdampak kepada industri dan pertumbuhan ekonomi. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Data dalam penelitian ini menggunakan data skunder yang diperoleh dari BPS di Provinsi Jawa Timur yang meliputi data cross section dari 38 Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur dan data time series dari tahun 2014-2020. Definisi masingmasing variabel disajikan pada Tabel 1 di bawah ini. Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 68-80 Tabel 1. Definisi Data Variabel Terikat Dan Variabel Bebas Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur Variabel ycU ycU1 ycU2 ycU3 ycU4 ycU5 ycU6 Keterangan Petumbuhan ekonomi Definisi variabel PDRB Provinsi Jawa Timur berdsasarkan harga berlaku menurut Kabupaten/Kota . iliar rupia. Indeks pembangunan Indeks pembangunan manusia Kabupaten/Kota Provinsi manusia (IPM) Jawa Timur (Persentas. Tingkat kemiskinan Persentase penduduk miskin menurut Kabupaten/Kota di Jawa Timur (Perse. Tingkat penganguran Tingkat pengangguran terbuka Provinsi Jawa Timur . Pendaptan asli daerah Realisasi pendapatan pemerintah Provinsi Jawa Timur (Triliun Rupia. Belanja pemerintah Belanja pemerintah Provinsi Jawa Timur (Triliun Rupia. Pengeluaran konsumsi Total pengeluaran per kapita sebulan kelompok bukan rumah tangga, makanan dan kelompok makanan per Kabupaten/Kota (Rupia. Sumber: data diolah peneliti, 2022 Metode analisis yang dilakukan pada penelitian melalui beberapa tahapan, yaitu menganalisis homogenitas data pertumbuhan ekonomi yang kemudian dilakukan pendugaan dalam bentuk model gabungan dan model pengaruh tetap melalui transformasi seluruh variabel dalam bentuk logaritma natural sebagaimana yang disajikan pada model di bawah ini: ln ycU = yu yu1 ln ycU1 yu2 ln ycU2 yu3 ln ycU3 yu4 ln ycU2 yu5 ln ycU5 yu6 ln ycU6 yuA Dengan melakukan uji Chow pada tahapan selanjutnya, maka pemilihan model terbaik dapat dilakukan dengan kondisi bahwa jika model gabungan yang terpilih, akan dilanjutkan Uji Signifikansi dan penafsiran pada model terpilih Namun jika model pengaruh tetap yang terbaik, akan dilakukan pendugaan pemodelan pengaruh acak dan spesifikasi model melalui uji Hausman. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Deskripsi hubungan data pertumbuhan ekonomi Gambar 1 menunjukkan kecenderungan hubunganan yang positif beberapa variabel bebas di antaranya rata-rata IPM, rata-rata tingkat pengangguran, rata-rata pendaptan asli daerah, rata-rata belanja pemerintah dan rata-rata pengeluaran konsumsi rumah tangga dengan rata-rata PDRB Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur. Semakin tinggi nilai IPM, tingkat pengangguran, pendapatan asli daerah, belanja pemerintah dan pengeluaran konsumsi rumah tangga maka secara rata-rata PDRB Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur juga tinggi. Sedangkan, untuk ratarata tingkat kemiskinan cenderung hubungannya negatif dengan rata-rata PDRB Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur. Jadi rata-rata tingkat kemiskinan berbading E. Tampubolon. Irvan. Hartono / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 68-80 terbalik, artinya apabila tingkat kemiskinan tinggi maka rata-rata PDRB Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur menurun. Sumber: Data diolah, 2022 Gambar 1. Scatter Plot Hubungan Rata-Rata Pertumbuhan Ekonomi Dengan Rata-Rata Masing-Masing Variabel Bebas Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 68-80 Pemilihan model terbaik Pada analisis regresi panel ada tiga model pendekatan, yaitu model Common Effect. Fixed Effect dan Random Effect. Sehingga perlu dilakukan pemilihan model terbaik Common Effect dan Fixed Effect dengan perhitungan uji Chow berikut. Tabel 2. Hasil Uji Chow Chi Square uji Chow 2126,84 Tabel Chi Square Keputusan Pvalue . f=37,. 1,4647 0,000 Model Fixed Effect terbaik Sumber: data diolah peneliti, 2022 Berdasarkan Tabel 2 diperoleh Chi Square uji Chow sebesar 2126 lebih besar dibandingkan dengan nilai tabel Chi Square . f=37,. 4647 dan Pvalue = 0,000 dengan nilai . < 0,. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model terbaik yang terpilih adalah model Fixed Effect. Setelah itu, akan dilakukan uji Hausman untuk membandingkan antara model Fixed Effect dengan model Random Effect sebagai berikut. Tabel 3. Hasil Uji Hausman Chi Square uji Hausman 120,53 Tabel Chi Square Keputusan Pvalue . 5,987 0,000 Model Fixed Effect terbaik Sumber: data diolah peneliti, 2022 Berdasarkan Tabel 3 diperoleh Chi Square uji Hausman sebesar 120,53 lebih besar dibandingkan dengan nilai tabel Chi Square . f = . sebesar 5,987 dan Pvalue = 0,000 dengan . < 0,. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model terbaik yang terpilih adalah model Fixed Effect. Lebih lanjut. Hasil analisis regresi data panel faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur dari tahun 2014-2020 dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini. Tabel 4. Koefesien Regresi Data Panel Fixed Effect Variabel Fixed effect R-squared yu Pvalue -0,344 6,132 -0,289 -0,010 -0,007 0,005 0,107 1,230 0,309 0,058 0,006 0,008 0,006 0,024 -0,279 19,819 -4,951 -1,553 -0,928 0,891 4,355 0,779 0,000 0,000 0,121 0,354 0,373 0,000 Mean dependent var 38,850 0,998 Tampubolon. Irvan. Hartono / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. Adjusted R-squared of regression Fvalue Pvalue 0,998 0,053 4523,575 0,000 dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Mean dependent var 19,735 0,41 0,45 38,850 Sumber: data diolah peneliti, 2022 Berdasarkan Tabel 4 diperoleh persamaan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect determinant pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur sebagai berikut: ln ycU = Oe0,344 6,132 ln ycU1 Oe 0,289 ln ycU2 0,107 ln ycU6 Pembahasan Secara garis besar, dalam analisis regresi terdapat tiga hal yang perlu Pertama, melihat besarnya nilai koefisien determinasi adjusted . ayccycycycycyceycc ycI 2 ) yang bertujuannya untuk melihat berapa proporsi atau persentase varians variabel terikat dalam hal ini pertumbuhan ekonomi yang dapat dijelaskan secara simultan oleh varians variabel bebas. Kedua, perlu diuji apakah nilai Adjusted ycI 2 yang diperoleh signifikan atau tidak secara statistik dilihat dari uji rasio F antara varians regresi dengan varians residual. Ketiga, melihat signifikansi semua variabel bebas terhadap variabel terikat. Dari Tabel 4, dapat dilihat bawah nilai Adjusted R2 sebesar 0,9988 atau 99,88%, artinya bahwa 99,88% dari tinggi rendahnya PDRB Provinsi Jawa Timur berdasarkan harga berlaku menurut Kabupaten/Kota dapat dijelaskan oleh tinggi rendahnya oleh variabel bebas, yaitu X1. X2. X3. X4. X5 dan X6. Selanjutnya dilihat dari uji rasio F adalah 4523. 575, untuk mendapat nilai sebesar tersebut memiliki Probabilitas Pvalue = 0. < 0,. , artinya nilai yayccycycycycyceycc ycI 2 yang di dapat Setelah itu berdasarkan persamaan regresi panel dengan pendekatan Fixed Effect, hanya terdapat 3 dari 6 variabel bebas yang signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur, yaitu indeks pembangunan manusia (X. , persentase tingkat kemiskinan (X. dan total pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita (X. Adapun penjelasan dari nilai koefisien regresi dari masingmasing variabel bebas yang signifikan adalah sebagai berikut: Variabel indeks pembangunan manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur memiliki koefesien regresi sebesar 6,132, dengan Tvalue = 19,819 > dari nilai p = 1,96 dan Pvalue sebesar 0,00 dengan nilai . < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa variabel indeks pembangunan manusia Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur. Nilai koefisien yang positif menunjukkan arah hubungan searah, artinya semakin tinggi indeks pembangunan manusia maka semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur dan begitu Hal ini berbanding lurus dengan penelitian (Nurmaniah, 2. bahwa variabel indeks pembangunan manusia berpengaruh positif dan Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 68-80 signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Tengah. Namun, berbanding terbalik dengan penelitian (Yuniarti et al. , 2. yang menghasilkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap indeks pembangunan manusia. Salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi adalah modal manusia . uman capita. Apabila modal manusia berkualitas, maka kinerja ekonomi juga lebih baik (Insana et , 2. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia memiliki hubungan keterkaitan. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi maka persediaan sumber daya yang dibutuhkan pada pembangunan manusia pun meningkat. Peningkatan sumber daya manusia bersamaan dengan ketepatan alokasi sumber daya serta semakin luas distribusi peluang khususnya kesempatan kerja maka mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik. BPS Jawa Timur mencatat bahwa kelahiran bayi di tahun 2021 berdasarkan indikator kesehatan, memiliki harapan hidup hingga usia 71,38 tahun. Ini berarti harapan hidupnya lebih lama 0,08 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir di tahun sebelumnya. Dari indikator pendidikan, pada tahun 2021 komponen harapan lama sekolah sebesar 13,36. Dibanding tahun sebelumnya yaitu 13,19, angka ini lebih tinggi 1,29 persen. Kemudian masih di tahun 2021, untuk komponen pendidikan lainnya yaitu rata-rata lama sekolah meningkat 1,29 persen atau mencapai 7,88 dibanding tahun lalu. Selanjutnya, indikator pengeluaran per kapita tahun sebelumnya tercatat sebesar Rp11. 000,00, sementara pengeluaran per kapita yang disesuaikan pada tahun 2021 mencapai Rp11. 000,00 atau meningkat 0,91 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa adanya perbaikan atau peningkatan faktor pembentuk IPM, dengan demikian semakin membaik atau meningkatnya IPM maka berdampak pula pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Variabel tingkat kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur memiliki koefisien regresi sebesar Oe0. 289 dengan nilai tvalue = -4,951 > p = -1. 96 dan Pvalue = 0. < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa variabel persentase penduduk miskin menurut Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur. Nilai koefisien yang negatif menunjukkan arah hubungan tidak searah, artinya semakin rendah persentase tingkat kemiskinan Provinsi Jawa Timur maka meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur dan begitu sebaliknya. Hal ini berbanding terbalik dengan penelitian (Yuniarti et al. , 2. yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Namun berbanding lurus dengan penelitian (Utami, 2. yang secara empiris menyimpulkan bahwa tingkat kemiskinan memiliki pengaruh dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kemiskinan merupakan permasalahan serius bagi pertumbuhan ekonomi yang bermula dari ketidakmampuan daya beli masyarakat mencukupi kebutuhan pokok sehingga kebutuhan seperti pendidikan dan kesehatan terabaikan. Hal E. Tampubolon. Irvan. Hartono / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 68-80 tersebut menjadikan tidak tercapainya pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya menjadi lebih buruk. Akan tetapi, jika masyarakat miskin diperhatikan dan diberikan program pendampingan maka kemiskinan dapat teratasi yang pada akhirnya akan banyak masyarakat sejahtera dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi. Dalam kenyataannya, pemerintah Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam Dokumen Grand Design 2009-2024 telah melakukan program pengentasan kemiskinan seperti memperluas dan meningkatkan kualitas kelompok usaha bersama, pengembangan dan penguatan kapasitas Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), meningkatkan pembangunan, pemberdayaan dan pembinaan masyarakat desa, dan mendukung sistem perlindungan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) bagi masyarakat miskin. Dengan demikian banyak masyarakat miskin yang dijangkau pemerintah Kabupaten/Kota dan secara bertahap masalah kemiskinan dapat teratasi serta mendukung pertumbuhan ekonomi. Variabel pengeluaran konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur memiliki koefisien regresi sebesar 0,107 dengan tvalue = 355 > p = -1,96 dan Pvalue = 0,000 . < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa variabel total pengeluaran per kapita sebulan kelompok bukan makanan dan kelompok makanan setiap Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur (Rupia. memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur. Nilai koefisien yang positif menunjukkan arah hubungan searah, artinya semakin tingi pengeluaran konsumsi rumah tangga Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur maka meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur. Hal ini berbanding lurus dengan penelitian (Athaillah et al. , 2. yang menghasilkan bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga. Sedangkan hasil penelitian (Huda & Indahsari, 2. menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah dan pengeluaran per kapita tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sedangkan harapan hidup berpengaruh positif terhadap pertumbuhan Pengeluaran rumah tangga pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pada saat pertumbuhan ekonomi menurun atau memburuk maka banyak rumah tangga berada pada keterbatasan Akibatnya akan mengurangi pengeluaran berbiaya besar seperti pendidikan, kesehatan dan makanan bergizi. Pengurangan tersebut secara agregat akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Sedangkan pada saat pertumbuhan ekonomi meningkat atau membaik, maka banyak rumah tangga akan meningkatkan pengeluarannya terutama pada pengeluaran makanan dan non makanan dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya, yang secara agregat akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur mencatat bahwa, pola pengeluaran di Jawa Timur mengalami peningkatan pada tahun 2021. Masih di tahun 2021, pengeluaran Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 68-80 makanan per kapita sebulan ada peningkatan sebesar 1 poin menjadi 50,12 persen, apabila dibandingkan dengan periode tahun 2020 lalu yang sebesar 49,00 persen. Kondisi tersebut terlihat pada persentase pengeluaran per kapita sebulan bahan makanan yang meningkat dari 25,95 persen pada tahun 2020 menjadi 28,08 persen pada periode 2021. Peningkatan ini menandakan bahwa terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi sehingga pada akhirnya secara agregat akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. KESIMPULAN Pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur dari tahun 2014 sampai dengan 2020 dipengaruhi oleh indeks pembangunan manusia, tingkat kemiskinan dan pengeluaran konsumsi rumah tangga. Sedangkan variabel tingkat pengangguran, pendapan asli daerah dan belanja pemerintah dalam penelitian tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur. Variabel indeks pembangunan manusia dan pengeluaran konsumsi rumah tangga memiliki hubungan yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Variabel tingkat kemiskinan memiliki hubungan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Tampubolon. Irvan. Hartono / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. DAFTAR PUSTAKA