p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Jurnal Agromix Volume 8. No 2. Maret 2017 PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI TEMBAKAU MADURA: SEBUAH KAJIAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM Production And Revenue Of Madura Tobacco Farmers: A Study Of The Impact Of Climate Change Kustiawati Ningsih1 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Madura. Kompleks Ponpes Miftahul Ulum Bettet. Pamekasan. Madura. Kode Pos 69351. Indonesia E-mail : kustiawatin@gmail. ABSTRAK Kecamatan Pakong memiliki potensi di bidang pertanian tanaman perkebunan yaitu kelapa dan tembakau. Berdasarkan data BPS Kabupaten Pamekasan, pada tahun 2016, tanaman tembakau di Kecamatan Pakong menduduki peringkat ketiga luas panen dan produksi terbesar setelah Kecamatan Waru dan Kecamatan Pagentenan dengan luas panen 368 ha dan produksi sebesar 193,15 ton. Hal ini menunjukkan bahwa Kecamatan Pakong memiliki potensi dalam usaha tani tembakau dan juga dapat meningkatkan pendapatan petani. Tembakau Madura merupakan pendapatan petani yang cukup besar di daerah Kabupaten Pamekasan khususnya di Kecamatan Pakong. Perkembangannya yang di pengaruhi oleh cuaca secara tidak langsung akan mempengaruhi produksi dan pendapatan petani tembakau Madura sehingga diperlukan penelitian bagaimana dampak perubahan cuaca atau iklim terhadap produksi dan pendapatan petani tembakau Madura. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak perubahan iklim terhadap produksi dan pendapatan petani tembakau Madura. Metode analisis data menggunakan analisis biaya usaha tani tembakau Madura, analisis penerimaan usaha tani tembakau Madura, analisis pendapatan usaha tani tembakau Madura serta analisis uji beda rata-rata menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim terhadap biaya usaha tani tembakau menyebabkan biaya usaha tani menurun dari tahun 2015 ke tahun 2016 yaitu dari Rp. 100,- menjadi Rp. 881,5,- . demikian juga dengan penerimaan usaha tani tembakau Madura juga mengalami penurunan dari tahun 2015 ke tahun 2016 yaitu dari Rp 12. 370,- menjadi Rp 9. 700,-. Sehingga secara langsung pendapatan usaha tani tembakau Madura juga mengalami penurunan dari tahun 2015 ke tahun 2016 yaitu dari Rp. 270,- menjadi Rp. 818,5,-. Hasil uji beda rata-rata menunjukkan bahwa dari 41 petani responden, 40 diantaranya mengalami penurunan pendapatan, dan 1 petani responden mengalami peningkatan dikarenakan petani tetap melakukan penanaman pada bulan Mei walaupun pada tahun 2016 intensitas curah hujan tinggi, sedangkan yang tetap tidak ada. Kata Kunci : Tembakau Madura. Produksi. Pendapatan. Perubahan Iklim ABSTRACT Pakong Subdistrict has potential in agricultural plantations, namely coconut and Based on Pamekasan Regency BPS data, in 2016, tobacco plants in Pakong Subdistrict were ranked as the third largest harvest and production area after Waru and Pagentenan Districts with a harvest area of 368 ha and production of 193. 15 tons. This shows that Pakong Subdistrict has potential in tobacco farming and can also increase p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Jurnal Agromix Volume 8. No 2. Maret 2017 farmers' income. Madura Tobacco is a large income of farmers in the Pamekasan Regency, especially in Pakong District. Its development influenced by weather will indirectly affect the production and income of Madura tobacco farmers, so research is needed on the impact of climate change or climate on the production and income of Madura tobacco farmers. So the purpose of this study was to analyze the impact of climate change on the production and income of Madura tobacco farmers. The method of data analysis used the analysis of the cost of Madura tobacco farming, analysis of receipt of Madura tobacco farming, analysis of income of Madura tobacco farming and analysis of the average difference test using the Wilcoxon test. The results showed that the impact of climate change on the costs of tobacco farming caused the cost of farming to decline from 2015 to 2016, namely from Rp. 3,327,100, - to Rp. 3,137,881. 5, -. Likewise, the acceptance of Madura tobacco farming business also decreased from 2015 to 2016, from Rp. 12,126,370 to Rp 9,296,700. So that directly the income of Madura tobacco farming also decreased from 2015 to 2016, namely from Rp. 8,799,270, - to Rp. 6,158,818. 5, -. The average difference test results showed that from 41 respondents, 40 of them experienced a decline in income, and 1 respondent farmer experienced an increase because farmers continued to plant in May even though in 2016 the intensity of rainfall was high, while those that remained did not exist. Keywords: Madura Tobacco. Production. Income. Climate Change PENDAHULUAN Tembakau merupakan salah satu Indonesia. Produk tembakau yang utama diperdagangkan adalah daun tembakau Tembakau merupakan produk yang bernilai tinggi, sehingga bagi beberapa negara termasuk Indonesia berperan dalam perekonomian nasional, yaitu sebagai salah satu sumber devisa, sumber penerimaan pemerintah dan pajak . , sumber pendapatan para petani dan lapangan kerja masyarakat . saha tani dan pengolahan roko. Kecamatan Pakong perkebunan yaitu kelapa dan tembakau. Berdasarkan potensi di bidang pertanian tanaman BPS Kabupaten Pamekasan, pada tahun 2016, tanaman Kecamatan Pakong menduduki peringkat ketiga luas panen dan produksi terbesar setelah Kecamatan Waru dan Kecamatan Pagentenan dengan luas panen 368 ha dan produksi sebesar 193,15 ton. Hal ini menunjukkan bahwa Kecamatan Pakong dalam usaha tani tembakau dan juga dapat meningkatkan pendapatan petani. Luas areal tanaman perkebunan dan produksi Kecamatan Pakong Tahun 2014, 2015, 2016 bisa di lihat pada Tabel 1 di bawah ini. p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Jurnal Agromix Volume 8. No 2. Maret 2017 Tabel 1. Luas areal tanam dan produksi tanaman perkebunan di Kecamatan Pakong tahun 2014, 2015, 2016. Tahun Luas areal tanam . Tembakau Kelapa Sumber : BPS Kabupaten Pamekasan 2016 Tabel Produksi . Tembakau Kelapa 103,94 193,15 196,07 193,15 196,07 kenaikan gas-gas rumah kaca terutama tanamanan tembakau menurun pada tahun karbondioksida (CO. dan metana (CH. , mengakibatkan dua hal utama yang terjadi tembakau mencapai 183. 130 ribu ton di lapisan atmosfer paling bawah, yaitu fluktuasi curah hujan yang tinggi dan sedangkan pada tahun 2015 sampai 2016 kenaikan muka laut. Sebagai negara produksi tembakau menurun drastis yang mulanya dari luas areal tanam 354 ha terhadap kenaikan muka laut. Telah dilakukan proyeksi kenaikan muka laut menjadi 193,15 ton dari luas areal tanam untuk wilayah Indonesia, hingga tahun 368 ha. 2021, diperkirakan adanya kenaikan muka Tahun Indonesia Pada sektor pertanian dampak laut hingga 1. 1 m yang yang berdampak perubahan iklim yang paling nyata adalah pada hilangnya daerah pantai dan pulau- kerusakan . dan penurunan pulau kecil seluas 90. 260 km2 (Susandi et-all, 2. Para petani bingung menghadapi perubahan iklim karena hujan tidak pangan, yang akan menghasilkan ancaman kunjung berhenti, misalnya tembakau kerena tanaman dan kerawanan terhadap milik petani di Kecamatan Pakong rusak akibat terlalu banyak hujan. Informasi Hal iklim sangat dibutuhkan petani namun meningkatkan risiko usaha tani, baik informasi ramalan cuaca kebanyakan tidak pangan, perkebunan, peternakan, maupun akurat dan petani tidak mendapatkan (Putri & Suryanto, 2. informasi tersebut. Perubahan iklim sebagai implikasi pemanasan global, yang disebabkan oleh Tembakau di Kecamatan Pakong p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Jurnal Agromix Volume 8. No 2. Maret 2017 (Voor-Oogs. yang digunakan sebagai terhadap produksi dan pendapatan petani bahan membuat rokok kretek dan filter. tembakau Madura. Masa penanaman tanaman tembakau di METODE PENELITIAN Kecamatan Pakong diperkirakan masa Lokasi dan Waktu Penelitian tanam pada pertengahan bulan April Penelitian ini dilakukan di Kecamatan sampai dengan akhir bulan Mei. Lahan Pakong, tersebut terus disterilkan dari gangguan Pemilihan lokasi tersebut dilakukan rumput-rumput liar di sekitar tanaman secara sengaja . dengan Kabupaten Pamekasan. Kecamatan Tanaman tembakau akan terlihat baik Pakong merupakan salah satu sentra apabila pada waktu penanaman di musim Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini pertumbuhan tanaman agar cepat tumbuh dilakukan bulan Juni dan Juli Tahun dan berkembang. Semakin kering lahan kondisi lahan, semakin baik tembakau Jenis Data yang dihasilkan. Tembakau Madura Data yang digunakan adalah data Madura primer dan data sekunder. Data primer pendapatan petani yang cukup besar di diperoleh dari pengamatan di lapangan daerah Kabupaten Pamekasan khususnya di Kecamatan Pakong. Perkembangannya yang di pengaruhi oleh cuaca secara tidak jumlah input dan biayanya, jumlah langsung akan mempengaruhi produksi output beserta harga jualnya. Semua dan pendapatan petani tembakau Madura data primer dikumpulkan dengan cara sehingga diperlukan penelitian bagaimana survei, dan mewawancarai responden dampak perubahan cuaca atau iklim secara langsung dengan menggunakan terhadap produksi dan pendapatan petani daftar pertanyaan . yang telah tembakau Madura. dipersiapkan sebelumnya (Singarimbun Madura dan Effendi, 1. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Departemen TUJUAN PENELITIAN Penelitian menganalisis dampak perubahan iklim Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan. UIM p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Jurnal Agromix Volume 8. No 2. Maret 2017 Pamekasan dan instansi-instansi terkait Total tembakau Madura di Kecamatan Pakong adalah sebesar 540 orang. Sehingga dari Metode Penentuan Sampel Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dimana tiap unsur yang membentuk populasi di beri kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Untuk menentukan ukuran sampel diambil dari pendekatan total populasi 540 petani tersebut diambil 41 petani responden yang ditentukan dengan tingkat kesalahan 15%. Metode Analisis Data Analisis Biaya Usaha tani Tembakau Madura Biaya usaha tani merupakan total jumlah populasi dengan menggunakan biaya tetap yang meliputi penyusutan formula slovin sebagai berikut : peralatan dan sewa lahan, serta biaya benih, pupuk. Dimana : pestisida dan tenaga kerja per hektar N = jumlah populasi dalam satu kali musim tanam yang e = kesalahan yang diharapkan peneliti digunakan dalam usaha tani tembakau. n = jumlah sampel yang diambil Besarnya biaya produksi dapat dihitung Sesuai dengan rumus slovin yang sebagai berikut : telah diurai sebelumnya, maka jumlah TC = TFC TVC Dimana: yang akan diambil dengan tingkat kesalahan 15% dalam penelitian = Biaya Total . otal cos. ini adalah : TFC = Biaya Tetap (Total fixed cos. TVC = Biaya Variabel (Total variable Analisis Usaha Tembakau Madura Penerimaan Penerimaan 41 petani Populasi ini berdasarkan petani yang menanam tembakau pada lahan tegal usaha tani tembakau yang dihasilkan per hektar dalam satu kali musim tanam dengan p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Jurnal Agromix Volume 8. No 2. Maret 2017 harga jualnya per Besar Analisis Uji Beda Rata-Rata penerimaan yang diterima dipengaruhi Uji oleh besarnya produksi usaha tani serta pengetahuan dan sikap petani terhadap Penerimaan produksi usaha tani tembakau tahun 2015 usaha tani tembakau dapat dan 2016 menggunakan software spss16. Analisis yang digunakan adalah analisis uji beda rata-rata dengan cara : TR = P. Dimana: Merumuskan Hipotesis Statistik = Penerimaan usaha tani = Harga produksi = Hasil produksi Analisis Pendapatan Rumusan statistik yang dimaksud adalah sebagai berikut : Usaha Tembakau Madura : Jika tidak terdapat perbedaan pada nilai rata-rata produksi usaha tani tembakau tahun 2015 dan 2016. Pendapatan usaha tani tembakau : Jika terdapat perbedaan adalah selisih antara penerimaan dari pada nilai rata-rata produksi usaha tani penjualan hasil produksi tembakau yang tembakau tahun 2015dan tahun 2016. di dapat dengan total biaya yaitu biaya Dimana : tetap dan = nilai rata-rata produksi tembakau pada tahun 2015 = nilai rata-rata produksi tembakau pada tahun 2016 selama kegiatan usaha tani berlangsung dalam satu Besarnya usaha tani tembakau dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Pengujian Hipotesis Dengan Taraf Kepercayaan 95% Atau c = 0,05 A = TR Ae TC sebelum mencari Dimana: dahulu menghitung S1 dan S2: = Pendapatan TR = Total . otal Oc Ae TC = Total biaya . ixed cos. Oc Ae Ae p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Jurnal Agromix Volume 8. No 2. Maret 2017 Dimana : Bila F hitung> F tabel 0,05 . 1= . 2 = . berarti varian sama, sehingga = nilai varian dari produksi usaha untuk menguji hipotesis digunakan uji t tani tembakau pada tahun 2015 dengan rumus: = nilai varian dari produksi usaha tani tembakau pada tahun 2016 T hitung = = contoh ke-i = rata-rata hitung untuk sampel Oo( ( pengetahuan dan sikap petani usaha tani tembakau pada tahun = rata-rata hitung untuk sampel produksi usaha tani tembakau Dengan ketentuan: Bila T hitung > T tabel 0,05 maka H1 diterima dan tolak pada tahun 2016 Bila T hitung < T tabel 0,05 tembakau tahun 2015 H0 artinya ada perbedaan yang nyata. = jumlah sampel dari petani maka H0 diterima dan tolak = jumlah sampel dari petani H1 artinya tidak ada perbedaan yang tembakau tahun 2016 Setelah S1 dan S2 diketahui, dilanjutkan HASIL PENELITIAN DAN dengan rumus yang digunakan adalah : PEMBAHASAN F hitung = Sikap Petani Terhadap Perubahan Iklim Dengan kaidah pengujian: Adanya perubahan iklim telah . Bila F hitung> F tabel 0,05 . 1= . 2 menimbulkan dampak yang sangat besar = . berarti varian berbeda nyata, pada usaha tani tembakau di Indonesia, khususnya di lokasi yang saya teliti. Hal digunakan uji t dengan rumus: tersebut menimbulkan sikap dan tindakan yang nyata yang di lakukan oleh petani. T hitung = Perubahan iklim yang ditandai Oo dengan sering turun hujan sepanjang p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Jurnal Agromix Volume 8. No 2. Maret 2017 tahun 2016 membuat 25 petani responden sering melakukan penyiangan, membuang menambah perlakuan atau perawatan pada ulat daun ada juga yang memakai obat tanaman tembakau di lahan, mereka sadar agar tidak dimakan ulat daun tembakau, dan mengetahui adanya perubahan iklim. Sikap positif ini ditunjukkan dengan petani mampu mempertahankan kondisi tanaman tembakaunya namun petani yang perawatan yang lebih pada tanaman menanam awal merasa lebih ringan tembakau karena berharap agar lebih baik dikarenakan mereka tidak perlu sering dari kondisi yang semula kurang bagus. menyiram tembakaunya karena sudah Perlakuan terkena hujan. Adapun sikap petani bisa penanaman yang lebih awal, penyulaman perlakuan-perlakuan dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2. Sikap Responden Terhadap Perubahan Iklim Di Kecamatan Pakong Sikap petani Persentase (%) Menambah perlakuan Jumlah respoden . Penundaan penanaman Tidak menanam Jumlah Sumber: Data primer diolah, 2017 Selanjutnya, tembakau gagal panen karena pada saat tembakaunya sudah tua bisa dikatakan tembakau dilakukan pada bulan Mei, sudah siap dipanen malah terjadi hujan penanaman pada bulan Juni. Hal tersebut tembakau petani rusak dan gagal panen. dilakukan karena petani masih menunggu Sedangkan tidak turunnya hujan. Anggapan petani terakhir petani yang jumlahnya 6 orang dari 41 responden memutuskan untuk supaya hasil tembakaunya tidak terkena tidak menanam tembakau dikarenakan mereka melihat cuaca yang kurang bagus p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Jurnal Agromix Volume 8. No 2. Maret 2017 biasanya pada bulan Mei intensitas curah Produksi usaha tani tembakau hujan rendah namun pada tahun 2016 merupakan hasil panen yang diperoleh dalam satu kali musim tanam tembakau. sehingga petani enggan untuk menanam Dari hasil penelitian pada musim tanam tembakau, mereka memilih lahannya tidak tahun 2015 ke tahun 2016, menunjukkan ditanami tanaman apapun. Dampak Perubahan Iklim Terhadap Penurunan dilihat pada tabel di bawah ini. Produksi Dan Harga Tembakau Tabel 3. Jumlah Rata-Rata Produksi Dan Harga Tembakau Dari 41 Responden Di Kecamatan Pakong Uraian Jumlah Tahun 2015 Produksi 319,115 kg Harga Rp 38. 000,Sumber: Data primer diolah, 2017 Tahun 2016 265,620 kg Rp 35. Dilihat dari Tabel 3 di atas, dapat awalnya pada tahun 2015 rata-rata dalam berpengaruh terhadap jumlah produksi menyebabkan produksi tembakau yang semula mecapai 319,115 kg di tahun 2015 53,49%. Meskipun pada tahun 2016 dikarenakan tembakau petani terkena hujan sehingga kualitas tembakau kurang menjadi Rp 35. 000 per kg di tahun 2016. Dampak Perubahan Iklim Terhadap Pendapatan Petani Tembakau Analisis Biaya Usaha tani Tembakau turun menjadi 265,620 kg di tahun 2016, atau terjadi penurunan produksi sebesar Biaya usaha tani adalah biaya yang dikeluarkan oleh petani tembakau dalam satu kali musim, biaya produksi ini terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Untuk mengetahui biaya total (TC) yaitu dengan cara biaya tetap (TFC) dijumlahkan dengan biaya variabel (TVC). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Jurnal Agromix Volume 8. No 2. Maret 2017 Tabel 4. Jumlah Rata-Rata Biaya Usaha tani Tembakau Dari 41 Responden Di Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan Jumlah Tahun 2015 (R. Tahun 2016 (R. Biaya tetap (TFC) Biaya variabel (TVC) Biaya total (TC) Sumber: Data primer diolah, 2017 Uraian biaya Pada Tabel 4 di atas, menginformasikan Analisis bahwa terjadi penurunan biaya total Tembakau Madura produksi tembakau di lokasi penelitian. Jika Penerimaan Usaha Penerimaan usaha tani tembakau Madura mencapai Rp 3. 100,-, maka menurun produksi tembakau dikalikan harga jual menjadi Rp 3. 881,5,- pada tahun Dari hasil penelitian pada tahun 2015 dan 2016, menunjukkan adanya Hal penurunan penerimaan petani tembakau Madura. Penurunan tersebut dapat di pupuk menurun dikarenakan permintaan buktikan dari Tabel 5. pupuk berkurang. Tabel 5. Jumlah Rata-Rata Penerimaan Usaha tani Tembakau Dari 41 Responden di Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan Uraian Jumlah Tahun 2015 Produksi 319,115 kg Harga Rp 38. 000,Penerimaan Rp 12. 370,Sumber: Data primer diolah, 2017 Tahun 2016 265,620 kg Rp 35. 000,Rp 9. Berdasarkan Tabel 5 di atas, dapat Rp 9. 700,-. Hal itu dipicu dari berkurangnya petani menanam tembakau responden menurun dari tahun 2015 ke yang awalnya pada tahun 2015 dari 41 Jika pada tahun 2015 rata-rata responden menanam semua namun pada penerimaan dari 41 responden petani tahun 2016 tinggal 25 orang namun dari sebesar Rp 12. 370,- maka pada tahun 25 tersebut ada 10 orang yang gagal panen 2016 penerimaan petani menurun menjadi dan mereka juga mengurangi jumlah p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Jurnal Agromix Volume 8. No 2. Maret 2017 tanam tembakau sisanya tidak menanam Dari hasil perhitungan diperoleh Analisis Pendapatan Usaha menurun dari tahun 2015 ke tahun 2016. Pendapatan petani tembakau ketika tahun Tembakau Madura Pendapatan usaha tani tembakau adalah selisih antara penerimaan (TR) dari penjualan hasil produksi tembakau yang di dapat dengan biaya total (TC) yang dikeluarkan selama kegiatan usaha tani berlangsung dalam satu Total penerimaan dikurangi total 2015 mencapai Rp 8. 270,- menurun menjadi Rp 6. 818,5,- pada tahun Penurunan menanam tembakau sehingga produksi tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dapat dibuktikan pada tabel di bawah ini. Tabel 6. Jumlah Rata-Rata Pendapatan Petani Tembakau Dari 41 Responden Di Kecamatan Pakong Uraian Jumlah Penerimaan Tahun 2015 (R. Tahun 2016 (R. Biaya total Pendapatan Sumber: Data primer diolah, 2017 Analisis Uji Rata-Rata Pendapatan taraf signifikansi, = 5% atau = 0,05. Petani Tembakau Pengujian ini dilakukan untuk analisis uji beda rata-rata adalah uji mengetahui apakah ada perbedaan antara Hasil dari pengujian dengan pendapatan petani tembakau pada tahun menngunakan uji wilcoxon dapat dilihat 2015 dan 2016, dengan menggunakan pada Tabel 7. p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Jurnal Agromix Volume 8. No 2. Maret 2017 Tabel 7. Hasil Uji Wilcoxon Ranks Negative Ranks 39a Positive Ranks 1b Ties Total p2016 - p2015 Mean Rank Sum of Ranks p2016 < p2015 p2016 > p2015 p2016 = p2015 Tabel 7. Hasil Uji Wilcoxon Test Statisticsb Asymp. Sig. -taile. Based on positive ranks. p2016 - p2015 Wilcoxon Signed Ranks Test Berdasarkan uji wicoxon pada dapat dinyatakan bahwa tolak H0 dan Tabel di atas, dapat diketahui bahwa dari 41 petani responden, 40 diantaranya perbedaan signifikan antara pendapatan mengalami penurunan pendapatan, dan 1 petani tembakau pada tahun 2015 dengan petani responden mengalami peningkatan tahun 2016 di lokasi penelitian. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa pada tahun penanaman pada bulan Mei walaupun 2016 pendapatan petani tembakau di pada tahun 2016 intensitas curah hujan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan tinggi, sedangkan yang tetap tidak ada . mengalami penurunan. Hasil uji wilcoxon pada Tabel di atas juga KESIMPULAN DAN SARAN diperoleh nilai signifikansi sebesar = 0,000. Oleh karena itu taraf signifikansi H1, Kesimpulan Berdasarkan () pada perhitungan lebih kecil dari taraf signifikansi () yang ditetapkan yaitu 5% pembahasan, maka dapat disimpulkan atau 005 . ,000 < 0,. , maka dari itu bahwa sikap petani terhadap adanya p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Jurnal Agromix Volume 8. No 2. Maret 2017 perubahan iklim adalah: sebanyak 25 Saran orang melakukan perawatan, 10 orang yang lebih bijak lagi atas usaha tembakau, dan 6 orang tidak menanam tani tembakau yang dilakukan. Pembiaran dan penundaan masa tanam tembakau bukan merupakan Dampak Sebaiknya petani mengambil sikap produksi tembakau kualitas tembakau juga kurang bagus. Jika pada tahun 2015 rata- pengambilan keputusan menanam mencapai 319,115 kg, maka pada tahun Petani diharapkan sering menjalin 2016 menurun menjadi 265,620 kg. komunikasi yang baik dengang Perubahan iklim tersebut berdampak pada penyuluh cpertanian, terutama harga tembakau juga yang awalnya pada tahun 2015 rata-rata harga tembakau perubahan iklim sehingga petani sebesar Rp 38. 000,- menurun menjadi Rp 000,- per kg, di tahun 2016. Dampak pendapatan petani. terjadinya penurunan pendapatan petani Jika pada tahun 2015 pendatan DAFTAR PUSTAKA