ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 Tingkat Keberdayaan Petani Padi dalam Program Indeks Pertanaman (IP) 300 di Kabupaten Pidie. Provinsi Aceh Empowerment Level of Rice Farmers in the Cultivation Index 300 Program Program in Pidie District. Aceh Province Muhammad Nizam Auza1. Dwi Sadono2. Sri Harijati3 Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan. IPB University Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. IPB University Kampus IPB Dramaga Bogor. Jawa Barat. Indonesia, 16680 Prodi Agribisnis. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Terbuka Pd. Cabe Udik. Pamulang. Kota Tangerang Selatan. Banten, 15437 Email korespondensi: mnizamauza@gmail. Diterima: 20-07-2024 Direvisi: 26-11-2024 Disetujui terbit: 29-11-2024 ABSTRACT Farmer empowerment is a multifaceted process that involves increasing their capacity to increase agricultural productivity, adapt to challenges, and achieve sustainable livelihoods. This study aims to analyze the level of farmer empowerment and the influence of farmer characteristics, empowerment intensity, and external support on the level of farmer empowerment. The research used a quantitative approach with explanatory research in Keumala District. Pidie Regency, in August-September 2023. Data were collected through observation and in-depth interviews with 130 respondents. Data analysis was carried out using descriptive methods and Partial Least Square (PLS) techniques with the help of the smartPLS. 9 application. The results of this study indicate that the level of empowerment of IP 300 rice farmers in Keumala District is categorized as high, tending to moderate. Factors that significantly influence the empowerment of rice farmers in Pidie RegencyAos IP 300 program are empowerment intensity . ntensity of technical ability development, intensity of innovative behavior development, and accuracy of extension method. and external support . vailability of infrastructure, support of farmer leaders, and government policy suppor. Meanwhile, farmer characteristics . onformal education, land area and motivatio. do not have a significant effect on the level of empowerment of rice farmers in the IP 300 program in Pidie Regency. Keywords: Agriculture, farmer empowerment. IP 300 rice, empowerment ABSTRAK Pemberdayaan petani merupakan proses beraneka segi yang melibatkan peningkatan kapasitas mereka untuk meningkatkan produktivitas pertanian, beradaptasi dengan tantangan, dan mencapai mata pencaharian yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberdayaan petani dan pengaruh karakteristik petani, intensitas pemberdayaan dan dukungan eksternal terhadap tingkat keberdayaan petani. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dengan menjelaskan pengaruh hubungan dan pengaruh antar variable-variabel di Kecamatan Keumala. Kabupaten Pidie pada bulan Agustus-September 2023. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap 130 orang responden. Analisa data dilakukan dengan metode deskriptif dan menggunakan teknik Partial Least Square (PLS) melalui bantuan aplikasi smartPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan petani padi IP 300 di Kecamatan Keumala dikategorikan tinggi. Faktor-faktor yang secara signifikan memengaruhi keberdayaan petani padi dalam program IP 300 di Kabupaten Pidie adalah intensitas pemberdayaan . ntensitas pengembangan kemampuan teknis, intensitas pengembangan perilaku inovatif, dan ketepatan metode penyuluha. dan dukungan eksternal . etersediaan infrastruktur, dukungan tokoh tani, dan dukungan kebijakan pemerinta. , sedangkan karakteristik petani . endidikan non formal, luas lahan dan motivas. berpengaruh tidak sifinikan terhadap tingkat keberdayaan petani padi program IP 300 di Kabupaten Pidie. Kata kunci: Keberdayaan, padi ip 300, pertanian, pemberdayaan petani Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 PENDAHULUAN Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDG. Indonesia menuju pertanian berkelanjutan sesuai dengan tujuan kedua . ero hunge. yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (RENSTRA) 2020-2024 sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025 dan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, maka sektor pertanian pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di Indonesia (Kementan RI, 2. Salah satu inovasi peningkatan produksi sektor pertanian khususnya padi yang sedang diimplementasikan di bawah Dinas Pertanian Perkebunan Aceh adalah program Indeks Pertanaman 300 (IP . IP 300 pertanaman menjadi tiga kali dalam setahun yang awalnya hanya satu atau dua kali dalam setahun. Program IP-300 mulai diimplementasikan di Aceh pada tahun 2019 (Distanbun, 2. di Kabupaten Aceh Besar, lokasi tersebut menjadi pilot project IP-300 pada lahan seluas 500 Ha, kemudian pada tahun 2020 hingga tahun IP-300 kabupatenkabupaten lain yaitu Pidie. Aceh Utara. Aceh Barat Daya. Pidie Jaya, dan Aceh Timur (Distanbun Aceh, 2. Kabupaten Pidie menjadi salah satu kawasan lumbung padi, dimana lahan pertanian masih cukup banyak serta penduduk yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani, dengan program IP 300, tepatnya di Kecamatan Keumala. Program IP 300 memanfaatkan lahan masyarakat seluar 600 hektar, kelompok tani mendapatkan bantuan berupa pupuk, olah tanah dan benih padi varietas Ciherang. Inpari. IR 64 dan beberapa jenis varietas lokal lainnya yang sudah diizinkan oleh Balai Sertifikat. Berdasarkan informasi dari Penyuluh Pertanian ditemukan bahwa terjadi peningkatan produktivitas rata-rata dari tahun 2021 sebesar 6,2 ton perhektar menjadi 6,5 ton per hektar pada tahun Namun demikian, kesejahteraan petani di Kabupaten Pidie dikatakan belum makmur dan sejahtera. Hal ini dikarenakan harga jual hasil panen yang didapat tidak seimbang dengan modal yang dikeluarkan. Selain itu, keterampilan dan pengetahuan petani juga masih kurang. Menurut Sadono . keberdayaan petani merupakan perwujudan kemampuan petani untuk memilih dan memanfaatkan secara optimal berusahatani, berdasarkan kesadaran dirinya untuk meningkatkan kualitas Keberdayaan petani dipengaruhi oleh beberapa faktor penentu seperti kualitas dan inovasi program, peran pendampingan, penerapan komunikasi partisipasi, akses terhadap lingkungan usaha, ketepatan proses pembelajaran, dan kondisi karakteristik sumber daya petani terutama pada aspek pengalaman usahatani, umur, tingkat pendapatan, dan tingkat penguasaan lahan (Aminah et al. Implementasi program IP 300 di Kabupaten Pidie, sebagai bentuk program inovasi dari Pemerintah Aceh untuk Menurut Rogers . peluang diterapkan atau ditolaknya suatu inovasi Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari diri maupun luar petani. Anwas . melanjutkan bahwa berdaya atau tidaknya petani akan berpengaruh pada implementasi suatu program atau inovasi yang akan dijalankan di bidang pertanian. Inovasi tersebut dapat berupa program dari potensi dan kebutuhan masyarakat lokal . op down-button u. (Anwas, 2. Kemudian terkait inovasi Program IP 300 yang diterapkan di Kabupaten Sragen, terbukti dapat meningkatkan pendapatan rata-rata petani (Irawan et al. Begitu juga yang dijelaskan oleh Murtiningsih keberlanjutan IP 300 akan lebih keberdayaan petani padi. Oleh karena itu, keberdayaan petani dan pengaruh pemberdayaan dan dukungan eksternal terhadap tingkat keberdayaan petani IP 300 di Kabupaten Pidie. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan dengan menjelaskan pengaruh hubungan dan pengaruh antar variable-variabel yang didukung dengan data kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive . Kecamatan Keumala. Kabupaten Pidie karna merupakan lumbung padi. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus-September 2023. Populasi petani Program IP-300 di Kecamatan Keumala berjumlah 515 orang yang terbagi ke 21 kelompok tani dan berada di 11 desa. Menurut Arikunto . penentuan sampel dapat dilakukan jika populasi suatu penelitian kurang dari 100 orang maka seluruh populasi harus dijadikan sampel penelitian, dan apabila populasi berjumlah lebih dari 100 maka sampel penelitian dapat diambil 25 persen dari jumlah populasi. Jumlah sampel akhir yang diperoleh adalah 130 responden. Pengambilan menggunakan metode simple random sampling yaitu setiap dari anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi bagian dari sampel ditiap kelompok tani. Pengumpulan melalui wawancara dengan petani, responden, observasi dan wawancara mendalam dengan sejumlah petani informan kunci yaitu tokoh tani, penyuluh, tokoh masyarakat, serta pejabat terkait dalam program tanam padi IP-300. Variabel bebas yang diukur dalam penelitian ini yaitu karakteristik petani (X. , intensitas pemberdayaan (X. dan dukungan eksternal (X. Sementara variabel terikat adalah tingkat keberdayaan petani (Y). Uji instrumen penelitian ini dilakukan di Desa Sagoe sebanyak 30 orang responden petani yang mempunyai karakteristik yang sama dengan lokasi penelitian. Berdasarkan hasil uji validitas diperolah nilai r hitung berkisar 0,600 sampai dengan 0,926 sudah dalam kategori valid dan uji reliabilitas diperoleh nilai 0,443 sampai dengan 0,673 sudah masuk dalam kategori reliabel. Analisa data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui gambaran Intensitas Pemberdayaan, dan dukungan eksternal. Analisis inferensial digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan menggunakan teknik Partial Least Square (PLS) melalui bantuan aplikasi smartPLS 3. Data kualitatif digunakan untuk menjelaskan data kuantitatif. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Petani Karakteristik signifikan mempengaruhi sumber daya mereka, berdampak pada kemampuan memanfaatkan sumber daya secara efektif. Studi menunjukkan bahwa karakteristik yang menyebutkan bahwa mayoritas umur petani di Indonesia berada di rentang 1564 tahun. Hasil penelitian Ismilaili et al. menyebutkan bahwa petani yang masuk kategori umur produktif mempunyai pola pikir dan motivasi kerja yang lebih tinggi dibandingkan kelompok umur yang tidak produktif. Hal ini menunjukkan bahwa petani padi IP 300 berada pada umur Tabel 1. Distribusi responden di Kabupaten Pidie berdasarkan karakteristik petani Karakteristik Petani Jumlah (Oran. Persentase (%) 43,85 30,77 24,62 37,69 47,69 14,62 Rendah . -4 kal. 30,00 Sedang . -6 kal. Tinggi (>7 kal. Pengalaman berusahatani . Rendah (<15 tahu. Sedang . -30 tahu. Tinggi (>30 tahu. Luas lahan (Hekta. Sempit (<0,. Sedang . ,5-1,. Luas (>. Motivasi Rendah: . Sedang: . Tinggi: . Keterangan: n=130 31,54 37,69 34,62 34,62 29,23 40,00 30,77 29,23 34,62 21,54 43,08 Umur . Rendah (Usia 25-. Sedang ((Usia 42-. Tinggi (Usia 58-. Pendidikan formal . Rendah . Sedang . Tinggi (>. Pendidikan non formal . seperti pendidikan, pengalaman, dan orientasi kewirausahaan memainkan peran penting dalam suatu pemberdayaan (Yigit et al. Mayoritas petani padi program IP 300 di Kabupaten Pidie (Tabel . masuk dalam kategori umur produktif dengan rentan usia 25-74 tahun. Rosadillah . produktif yang dapat dimaksimalkan untuk mengelola padi program IP 300. Pendidikan formal adalah jumlah jenjang sekolah yang pernah diikuti Jenjang pendidikan yang telah ditempuh responden beragam, dari sekolah dasar (SD) sampai dengan Perguruan Tinggi. Sebagian besar petani Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 padi . ,69%) menempuh pendidikan berkisar 9-12 tahun artinya sebagian besar telah menamatkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini menurut Hudiyani et al. menunjukkan bahwa sebagian besar petani menyadari arti pentingnya pendidikan formal untuk menunjang kehidupan mereka. Adapun pengalaman berusahatani di Kabupaten Pidie yang relatif lama menunjukkan bahwa petani memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam berusahatani padi sesuai dengan pengalaman mereka selama ini. Hal ini sejalan dengan penemuan Hermawan . pengalaman usaha secara tidak langsung menunjukkan kemampuan petani yang baik dalam menjalankan usahanya. Berdasarkan menunjukkan bahwa motivasi petani padi program IP 300 berada pada ketegori Hasil dari wawancara dengan petani mengenai motivasi diketahui bahwa motivasi utama mengikuti program IP 300 keterampilan, adanya himbauan dari penyuluh terkait budidaya padi IP 300. Oleh karena itu sejalan dengan penelitian Widiyanti et al. bahwa petani cenderung mencoba inovasi baru varietas jagung hibrida agar produksi meningkat dan memperbaiki usaha tani. Intensitas Pemberdayaan Sebaran responden berdasarkan intensitas pemberdayaan dapat dilihat pada Tabel 2. secara keseluruhan intensitas pemberdayaan petani di Kabupaten Pidie sudah berjalan baik, hal ini dapat dilihat pada Tabel 2 yang menunjukkan sebagian besar aspeknya berada pada kategori sedang dengan persentase 60,77 persen dan sisanya termasuk kategori tinggi . ,23 perse. Berdasarkan intensitas pengembangan perilaku inovatif, dan ketepatan metode penyuluhan, terbesar responden berada pada kategori Pada pengembangan kemampuan teknis. Tabel 2. Distribusi responden di Kabupaten Pidie berdasarkan persepsinya terhadap intensitas Rendah Sedang Tinggi Indikator Intensitas Pengembangan 13,08 76,92 Kemampuan Teknis Intensitas Pengembangan Perilaku 8,64 26,92 63,85 Inovatif Akses Terhadap 29,23 52,31 17,69 Sumberdaya Penguatan Kemitraan 33,08 45,38 20,77 Petani Ketepatan Metode 14,62 13,08 72,31 Penyuluhan Intensitas Pemberdayaan Keterangan: n = 130 orang, %=Persentase Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 penyuluh mempunyai kedekatan dengan petani sehingga mampu mensosialisasikan dengan baik mengenai teknis terkait penanaman padi, pengendalian hama, hingga cara pemanenan. Menurut Xue et . pelatihan teknis berkelanjutan dan akses ke informasi teknologi baru sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani dalam mengelola sumber daya pertanian. Studi meningkatkan adopsi berbagai teknologi Pada menumbuhkan semangat petani untuk memahami dan mengikuti program IP 300, ketika program sudah berjalaun, penyuluh juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program secara berkala sehingga petani merasa memiliki guru untuk membimbing mereka. Silvana et al. , . mengatakan bahwa pemberdayaan melalui perilaku inovatif memungkinkan petani untuk beradaptasi dengan permintaan pasar yang berubah dan meningkatkan daya saing mereka. Aspek penyuluhan memainkan peran penting dalam keberlanjutan dan produktivitas Swanson et al. mengatakan partisipatif dan berbasis komunitas lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Pada pemberdayaan petani di Kabupaten Pidie, penyuluh memberikan materi secara santai di warung kopi, sehingga petani merasa nyaman dan berani untuk aktif diskusi terkait permasalahan yang sedang mereka alami dibandingkan diskusi secara formal di dalam ruangan. Metode ini sangat didukung oleh budaya minum kopi sebelum beraktivitas di masyarakat Aceh. Akses terhadap sumberdaya dan pengutan kemitraan rata-rata termasuk ke dalam kategori sedang dengan skor berturut-turut 52,31 persen dan 45,38 Pada aspek akses terhadap sumberdaya, penyuluh tidak mampu memfasilitasi semua kebutuhan petani, terutama terkait bantuan keuangan, sedangkan untuk akses benih, pupuk, obat-obatan dan alat pertanian, penyuluh dapat memberikan saran kemana sumber daya tersebut dapat diperoleh. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian Hanani et al. yang menunjukkan bahwa ketersediaan dana yang cukup dapat meningkatkan efisiensi produksi pertanian, terutama bagi petani skala kecil di Indonesia. Begitu pula dengan kemitraan, untuk membangun kemitraan dengan toko pertanian atau kilang padi mayoritas petani menyarankan tempatnya saja. Dukungan Eksternal Adapun eksternal yaitu ketersediaan infrastruktur, dukungan tenaga ahli pertanian, dukungan tokoh tani dan dukungan kebijakan pemerintah dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Distribusi responden di Kabupaten Pidie berdasarkan persepsinya terhadap dukungan eksternal Rendah Sedang Tinggi Indikator Ketersediaan infrastruktur 13,08 103 79,23 Dukungan tenaga ahli pertanian 38,46 24,62 Dukungan tokoh tani 10,77 50,77 Dukungan kebijakan pemerintah 14,62 22,31 Dukungan Eksternal Keterangan: n = 130 orang, %=Persentase Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 Mayoritas bahwa ketersediaan infrastruktur dan dukungan dari tokoh tani terfasilitasi dengan baik, sehingga dikategorikan tinggi dengan persentase berturut-turut . ,23%) dan . ,77%). Mayoritas petani padi di Kabupaten Pidie menilai bahwa sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam berusahatani tersedia dan terjangkau. Adapun akses jalan mudah dilalui oleh kendaraan bermotor, baik dalam mengangkut hasil panen dari lahan ke pengepul atau ke kilang padi. Kondisi irigasi juga lancar untuk pengaliran air kepada sawah-sawah petani. Menurut pendapat Li et al. , . , meningkatkan keberlanjutan petani padi. Tokoh tani hadir seperti tertua desa bersama-sama petani menyukseskan kegiatan program IP 300. Sejalan dengan penelitian Nurfauziana dan Puspaningrum . tokoh tani juga dapat berperan sebagai perantara antara petani serta pihak-pihak eksternal. Dukungan tenaga ahli pertanian berada pada kategori rendah . ,46 perse. berdasarkan hasil dari responden. Petani Kabupaten Pidie jarang bertemu dengan tenaga ahli pertanian dari provinsi dan dari kampus hanya dari dinas pertanian kabupaten dan dari penyukuh itu Menurut penelitian Aminah et al. peran tokoh tani dinilai dapat mempengaruhi pemberdayaan petani, karena mereka dapat berperan sebagai fasilitator sekaligus motivator. Aspek pemerintah sebagian besar dinilai sedang oleh responden sebesar . ,1%). Petani beranggapan dukungan seperti bantuan benih varietas unggul, pembangunan jaringan irigasi bantuan alat dan mesin Dukungan kebijakan pemerintah sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi petani. Anderson et al. , . menemukan bahwa kebijakan yang mendukung akses kredit, subsidi pertanian, dan perlindungan harga dapat meningkatkan stabilitas pendapatan petani dan mendorong investasi dalam praktik pertanian yang lebih produktif. Tingkat Keberdayaan petani Tingkat keberdayaan petani IP 300 mencakup 4 aspek yaitu Kemampuan petani mengakses informasi, kemampuan pengelolaan keuangan, dan kemampuan mengatasi masalah. Berdasarkan hasil penelitian yang ditunjukkan pada Tabel 4. Secara umum tingkat keberdayaan petani IP 300 dinyatakan tinggi, kecuali pada aspek kemampuan pengelolaan keuangan yang dikategorikan sedang. Kemampuan untuk mengakses informasi sangat penting dalam pertanian Rataan respoden mengakses informasi termasuk dalam kategori tinggi. Teknologi informasi dan komunikasi (ICT) Tabel 4. Distribusi responden di Kabupaten Pidie, berdasarkan tingkat keberdayaan Rendah Sedang Tinggi Indikator Kemampuan petani mengakses 4,62 15,38 Kemampuan mengakses pasar 9,23 3,85 86,92 Kemampuan pengelolaan 5,38 46,15 48,46 Kemampuan mengatasi masalah 10,77 33,85 55,38 Tingkat Keberdayaan Petani Keterangan: n = 130 orang, %=Persentase Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 seperti ponsel pintar dan internet telah membantu petani mengakses informasi terkini tentang harga pasar, cuaca, dan teknik pertanian yang lebih baik. Menurut Aker et al. , akses yang baik ke informasi dapat meningkatkan keputusan pertanian dan produktivitas. Kemampuan mengakses pasar petani menurut persepsi Kemudahan petani menjual gabah dari program IP 300 di Kabupaten Pidie karena pengempul yang siap membeli hasil penen Barrett et al. mengatakan bahwa petani yang memiliki akses yang baik ke pasar dapat menjual produk mereka dengan harga yang lebih ketergantungan pada perantara, dan mendapatkan keuntungan yang lebih Pada pengelolaan keuangan dikategorikan tinggi Petani menggunakan hasil dari panennya untuk kebutuhan pokok dan cukup untuk modal berusahatani selanjutnya. Sejalan dengan penelitian Miller et al. menyatakan bahwa edukasi keuangan dan akses ke layanan keuangan seperti kredit dan tabungan adalah kunci bagi keberlanjutan usaha tani. Petani yang terampil dalam pengelolaan keuangan dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi Aspek mengatasi masalah juga sangat penting dalam menghadapi tantangan pertanian seperti perubahan iklim, hama, dan penyakit tanaman. Persepsi petani padi berda pada ketegori tinggi. Hal ini terjadi karena petani padi ketika terjadi permasalahan penyelesaian dilakukan dengan cara pengembilan keputusan berdasarkan kearifan lokal. Darnhofer et al. menunjukkan bahwa petani yang memiliki kemampuan yang baik dalam mengatasi masalah cenderung lebih resilien yaitu petani bisa mengatasi, melalui dan Kembali kepada kondisi semula setelah mengalami kejadian yang menekan dan mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan pasar. Tingkat keberdayaan petani (Tabel . padi program IP 300 di Kabupaten Pidie berada pada kategori tinggi. Secara keseluruhan, tingkat keberdayaan petani yang tinggi tidak hanya meningkatkan kualitas hidup petani itu sendiri tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan, pembangunan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan yang lebih luas. Hal ini menunjukkan pentingnya investasi dalam keberdayaan petani untuk mencapai hasil yang optimal dan berkelanjutan. Faktor-faktor Memengaruhi Keberdayaan Petani Padi Faktor-faktor yang memengaruhi menggunakan software SmartPLS 3. dengan menggunakan analisis Partial Least Square (PLS). Tahapan uji statistik inferensial dalam penelitian ini meliputi uji instrumen . aliditas dan reliabilita. , uji asumsi klasik . , dan uji Analisis Outer Model Uji instrumen digambarkan melalui outer model yang merupakan model pengukuran untuk menilai validitas dan reliabilitas melalui proses algorithm Partial Least Square. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh peubah laten mempunyai nilai parameter pengujian seperti cronbachAos alpha (>. , composite reliability (>0,. AVE (>0,. , discriminant validity (>0,. , lebih besar dari kriteria nilai yang harus dipenuhi sehingga indikator tersebut valid dan reliabel (Ghozali, 2. Parameter pengujian validitas dan reliabilitas disajikan pada Tabel 5. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 Analisis Model Struktural (Inner Mode. Pengaruh antar variabel dapat dilihat dari signifikansi melalui prosedur bootstrapping (Ghozali, 2. Signifikansi hubungan antar variabel laten dapat dilihat dari nilai koefisien jalur yang diperoleh. Nilai koefisien jalur tersebut dapat memberi gambaran mengenai kekuatan hubungan antar variabel laten. Analisis model struktural . nner mode. tersaji pada Gambar 1. Tabel 5. Parameter pengujian validitas diskriminan dan reliabilitas Cronbach's Alpha Reliabilitas Komposit AVE Karakteristik Petani Intensitas Pemberdayaan Dukungan Eksternal Tingkat Keberdayaan Petani Variabel Laten Gambar 1. Model Struktural . nner mode. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 Tabel 6. Nilai signifikansi varibel laten dan tingkat keberdayaan petani dalam program IP 300 di Kabupaten Pidie. Provinsi Aceh Matriks Pengaruh Variabel Laten Koefisien Jalur t-hitung P-values Dukungan Eksternal (X. -> Tingkat Keberdayaan Petani (Y) Intensitas Pemberdayaan(X. -> Tingkat Keberdayaan Petani (Y) Karakterisktik Petani (X. -> Tingkat Keberdayaan Petani (Y) *) Berbeda nyata pada < 0,05 Hasil analisis R-Square 0,299 artinya tingkat keberdayaan petani padi IP 300 di Kabupaten Pidie dipengaruhi oleh faktorfaktor yang ada di penelitian ini sebesar 29,9%. Berdasarkan persamaan model struktural (Gambar . faktor-faktor yang memengaruhi keberdayaan petani padi dalam program IP 300 di Kabupaten Pidie adalah: Y = 0,299 0,046. X1 0,269. 0,360. X3. Selanjutnya kriteria penilaian model struktural . nner mode. yang kedua Varibel memengaruhi varibel laten dependen jika nilai t stastistik > t tabel dengan signifikansi Hail pengujian signifikansi varibel secara jelas dapat dilihat pada Tabel 6. Berdasarkan hasil analisa data menggunakan SmartPLS pada Tabel 6 diketahui bahwa dukungan eksternal dan intensitas pemberdayaan adalah faktorfaktor yang signifikan dalam meningkatkan tingkat keberdayaan petani. Sementara itu, karakteristik petani tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat keberdayaan petani. faktor yang secara signifikan memengaruhi keberdayaan petani padi dalam program IP 300 di Kabupaten Pidie adalah intensitas pemberdayaan . ntensitas pengembangan pengembangan perilaku inovatif, dan ketepatan metode penyuluha. etersediaan infrastrur, dukungan tokoh tani, dan dukungan kebijakan pemerinta. Faktor karakteristik petani . endidikan non formal, motivasi petani, dan luas laha. berpengaruh tidak signifikan terhadap tingkat keberdayaan petani. Adapun dilaksanakan yaitu pemerintah desa dapat membantu petani dengan memfasilitasi kekurangan dana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program IP 300 dengan mengalokasikan dana desa. Selain itu juga diperlukan perhatian lebih dari pemerintah kabupaten untuk lokasi implementasi program IP 300 terkait penyediaan sarana dan prasarana pertanian. SIMPULAN DAN SARAN Aker. Ghosh. , & Burrell. AoThe promise . nd pitfall. of ICT for initiativesAo. World Development, 127. Aminah. et al. AoFactors affecting peasantsAo empowerment in West Halmahera District Ae A case study IndonesiaAo. Journal Agriculture and Rural Development in the Tropics and Subtropics, 116. 11Ae25. Tingkat keberdayaan petani padi IP 300 di Kabupaten Pidie tergolong tinggi mengakses pasar, kemampuan petani mengakses informasi dan kemampuan petani mengatasi masalah. Pada aspek tergolong sedang cenderung tinggi. Faktor- DAFTAR PUSTAKA