Vol. No. Juni 2024, pp 43-50 https://doi. org/10. 36590/jagri. http://salnesia. id/index. php/jagri jagri@salnesia. id, e-ISSN: 2746-802X Penerbit: Sarana Ilmu Indonesia . ARTIKEL PENGABDIAN Pemberdayaan Unit Mahasiswa Melalui Pelatihan Pembuatan Produk dan Pendampingan Usaha Olahan Ikan Asap Sebagai Pangan Lokal Gorontalo Empowerment of Student Units through Product Making Training and Assistance in Smoked Fish Processing Businesses Gorontalo Local Food Ayu Bulan Febry Kurnia Dewi1. Fitriyani Arbie2. Mutia Reski Amalia3*. Deddy Alif Utama4. Dyah Fitri Maharani5. Rodiyatan Mardiyah R Ahmad6. Liean A Ntau7 1,2,3,5,6,7 Program Studi Gizi. Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Gorontalo. Indonesia Program Studi Sanitasi Lingkungan. Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Gorontalo. Indonesia Abstract A data tracer study conducted by Poltekkes Gorontalo in 2021 showed that 33,56% of graduates are still unemployed. Graduates who have their own businesses are still few, at 0,5%. This shows at least a graduate's interest in starting an entrepreneur who is currently becoming one of the most promising employers. The problems faced by prospective entrepreneurs include ideas, product innovation, resource design, management, financing, production, packaging, marketing, and licensing. It promotes entrepreneurship development Poltekkes is training, manufacturing products, and accompanying smoked fish processing enterprises. Objective: The development of Poltekkes entrepreneurship by empowering student units through training in the manufacture of products and supporting the processing of smoked fish as a local food in Gorontalo. The methods: Recruitment of students through selection, discussion of entrepreneurship awareness, training in fish processing, making business plans, and product marketing practices. Results: 10 participants were selected. 4 business plans. a discussion of the enterprise was implemented with the presentation of sources from Kumperindag Province of Gorontalo. the presence of products processing smoke fish (Papica. Panada Tore. Sambal Roa. Basreng Ro. the practice of marketing processed fish products in Pojok Gizi HIMAJU. public hall of Remaja. and digital marketing. In addition, the participants were facilitated in the creation of NIB and a halal certificate by the Kumperindag. Conclusion: This community service has provided entrepreneurial motivation, assisted in the creation of a business plan, provided training in making processed smoked fish products and marketing practices for Keywords: community service, entrepreneurship, smoke fish Article history: PUBLISHED BY: Sarana Ilmu Indonesia . Address: Jl. Dr. Ratulangi No. Baju Bodoa. Maros Baru. Kab. Maros. Provinsi Sulawesi Selatan. Indonesia Submitted 19 Desember 2023 Accepted 09 Juni 2024 Published 14 Juni 2024 Email: info@salnesia. id, jagri@salnesia. Phone: Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Juni 2024 Abstrak Data tracer study yang dilakukan oleh Poltekkes Gorontalo pada tahun 2021 menunjukkan bahwa 33,56% lulusan belum bekerja. Lulusan yang memiliki usaha sendiri masih sedikit yaitu 0,5%. Hal ini menunjukkan bahwa sedikitnya minat lulusan dalam memulai wirausaha yang saat ini menjadi salah satu pekerjan menjanjikan. Permasalahan yang dihadapi oleh calon wirausahawan yaitu ide, inovasi produk, sumber daya, manajemen, permodalan, produksi, pengemasan, pemasaran, hingga perijinan. Hal ini melatarbelakangi pengembangan kewirausahaan Poltekkes pelatihan pembuatan produk dan pendampingan usaha olahan ikan asap sebagai pangan lokal Gorontalo. Tujuan: Pengembangan kewirausahaan Poltekkes dengan pemberdayaan unit mahasiswa melalui pelatihan pembuatan produk dan pendampingan usaha olahan ikan asap sebagai pangan lokal Gorontalo. Metode pelaksanaan: Perekrutan mahasiswa melalui seleksi, diskusi penyadaran kewirausahaan, pelatihan pembuatan olahan ikan, pembuatan bisnis plan dan praktek pemasaran produk. Hasil yang dicapai yaitu terpilihnya 10 orang peserta melalui seleksi, tersusunnya 4 bisnis plan produk olahan ikan asap, terlaksananya diskusi motivasi kewirausahaan dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, adanya produk olahan ikan asap yang layak dipasarkan (Papica. Panada Tore. Sambal Roa, dan Basreng Ro. , terlaksananya praktek pemasaran produk olahan ikan asap di Pojok Gizi HIMAJU, ruang Publik Gelanggang Remaja, secara digital. Selain itu peserta terfasilitasi pembuatan NIB (Nomor Induk Berusah. dan sertifikat halal oleh Dinas Kumperindag. Simpulan: Pengabdian kepada masyarakat ini telah memberikan motivasi kewirausahaan, mendampingi pembuatan bisnis plan produk olahan ikan asap, pemberian pelatihan pembuatan produk olahan ikan asap serta praktek pemasarannya pada mahasiswa. Kata Kunci: pengabdian kepada masyarakat, wirausaha, ikan asap *Penulis Korespondensi: Mutia Reski Amalia, email: mutiaamalia@poltekkesgorontalo. This is an open access article under the CCAeBY license PENDAHULUAN Data tracer study yang dilakukan oleh Poltekkes Gorontalo pada tahun 2021 menunjukkan bahwa 33,56% lulusan belum bekerja. Selain itu, lulusan yang memiliki usaha sendiri masih sedikit yaitu 0,5%. Adapun alumni jurusan gizi sendiri pelaku wirausaha baru ada sekitar 3 orang dengan produknya adalah roti. Nusi NuGet, dan minuman sehat. Hal ini menunjukkan bahwa sedikitnya minat lulusan dalam memulai wirausaha yang saat ini menjadi salah satu pekerjan menjanjikan dengan manajemen yang tepat (Poltekkes, 2. Salah satu usaha untuk mengurangi pengangguran pada angkatan kerja produktif adalah dengan mewujudkan sumber daya produktif yang dengan ide kreatifnya dapat membuka sebuah usaha . Semakin banyak anak muda yang berkecimpung di dunia wirausaha, semakin banyak pula produktivitas yang dihasilkan sehingga berdampak pula pada meningkatnya perkembangan ekonomi nasional. Analisis SWOT yang lakukan menghasilkan kegiatan pengembangan wirausaha muda dalam ekonomi kreatif berbasis budaya melalui program pelatihan, pengembangan serta pemodalan (El Hasanah, 2. Perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan kewirausahaan, pada tahap awal harus mampu menumbuhkan minat berwirausaha pada mahasiswa dan menjadikan wirausaha sebagai pilihan karir yang mereka pilih setelah lulus, untuk itu diperlukan Dewi1 et al. Vol. No. Juni 2024 preferensi tentang keuntungan menjadi seorang wirausaha dan bagaimana meminimalisir resiko dalam berwirausaha, dan membangun mindset untuk meninggalkan comfort zone apabila ingin memperoleh sukses yang berkelanjutan. Agar proses pembelajaran kewirausahaan dapat menumbuhkan minat wirausaha sebagai pilihan karir, dibutuhkan atensi dari mahasiswa (Alimudin, 2. Gorontalo yang memiliki SDM yang memadai didukung oleh sumber daya alam yang melimpah. Berdasarkan data BPS menunjukkan salah satu sumber daya alam melimpah di Gorontalo adalah tangkapan ikan. Tercatat pada tahun 2022 sebanyak 812 ton hasil tangkapan (BPS Gorontalo, 2. Beberapa jenis ikan yang menjadi pangan lokal Gorontalo adalah tuna, sagela, cakalang, oci. Akan tetapi ikan ini memiliki karakteristik mudah rusak. Untuk menaikkan menjadi produk yang bernilai ekonomis lebih tinggi, masa simpan yang lebih lama maka dijadikan olahan ikan asap. Ikan asap ini juga nantinya bisa dijadikan sebagai oleh-oleh khas Gorontalo. Poltekkes Gorontalo, telah dilakukan penelitian menggunakan ikan asap oleh dosen jurusan gizi yaitu Biskuit dari Ikan Asap Sagela sebagai upaya peningkatan nilai ekonomis, nilai gizi, dan peningkatan daya simpan dari produk ikan asap. Kemampuan menciptakan lapangan kerja sendiri sebagai wirausaha masih menjadi kendala di Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan, permasalahan yang dihadapi oleh calon wirausahawan dan wirausahawan antara lain pemunculan ide, inovasi produk, sumber daya, manajemen, pemasaran, produksi, pemodalan, pengemasan, hingga perijinan. Fakta tersebut mendorong pengembangan program pengembangan kewirausahaan yang lebih terintegrasi dan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Pelatihan khusus pengembangan kewirausahaan dengan mendatangkan narasumber dari Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo yang biasa mendampingi UMKM belum pernah dilakukan. Dampak dan manfaat pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk skema Kewirausahaan adalah: Pertama, meningkatnya wawasan dan skill mahasiswa dalam memahami kewirausahaan, sehingga berdampak pada peningkatan kapasitas dan skill tenant . yang telah mempunyai usaha dalam menjalankan usahanya mulai dari manajemen usaha . euangan, analisis peluang, analisis kelayakan usaha dan marketin. , sampai bagaimana mengelola produknya, sehingga berkualitas dan dapat diterima di pangsa pasar yang lebih luas melalui diversifikasi dan inovasi produk, serta legalitas usaha (Sulistiyowati et al. , 2. Selain itu di Poltekkes Kemenkes Gorontalo belum ada unit PPKIK yang mewadahi produk-produk yang dihasilkan dari penelitian dosen dan mahasiswa agar bisa dikembangkan sebagai produk kewirausahaan. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka dibuatlah kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim Dosen Poltekkes Gorontalo yang terdiri dari 3 orang dosen dari Jurusan Gizi yang juga pengajar Mata Kuliah Kewirausahaan dan 1 orang dosen dari Jurusan Sanitasi Lingkungan dengan kegiatan pengembangan kewirausahaan Poltekkes dengan pemberdayaan unit mahasiswa melalui pelatihan pembuatan produk dan pendampingan usaha olahan ikan asap sebagai pangan lokal Gorontalo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan oleh tim Dosen Poltekkes Kemenkes Gorontalo yang terdiri dari 3 orang dosen jurusan gizi dan 1 orang dosen jurusan sanitasi lingkungan bertujuan untuk memberikan motivasi kewirausahaan, mendampingi pembuatan bisnis plan produk olahan ikan asap, pemberian pelatihan pembuatan produk olahan ikan asap serta praktek pemasarannya pada mahasiswa. Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Juni 2024 METODE Program yang dilakukan pada kegiatan Pengabmas ini diawali dengan perekrutan mahasiswa/alumni jurusan gizi untuk dijadikan mahasiswa/alumni binaan. Rekrutmen calon peserta berkordinasi dengan Penanggung Jawab Kemahasiswaan Jurusan Gizi dan HIMAJU (Organisasi Mahasiswa Jurusan Giz. Kegiatan kedua adalah diskusi penyadaran kewirausahaan dilakukan dengan metode diskusi interaktif dengan tujuan agar bisa memotivasi mahasiswa agar mengubah pola pikir bahwa perilaku kewirausahaan memiliki masa depan yang lebih cerah jika dimulai dari sekarang, sehingga mahasiswa setelah lulus mampu lebih mandiri dengan berwirausaha. Selain itu juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo untuk memberikan wawasan terkait dengan kewirausahaan mulai dari manajemen SDM, permodalan, manajemen produksi, pengemasan, pelabelan, perijinan, hingga pemasaran. Kegiatan ketiga adalah pengembangan usaha produk olahan ikan asap dengan membuat bisnis plan. Pelatihan pembuatan dan pengemasan olahan ikan asap merupakan kegiatan Diakhiri dengan praktek pemasaran produk olahan ikan asap. Untuk mengevaluasi keberhasilan kegiatan menggunakan indikator target capaian 100% tahapan kegiatan pelaksanaan . iskusi penyadaran kewirausahaan, penyusunan bisnis plan, pembuatan produk, pemasaran produ. terlaksana dan diikuti seluruh mitra sasaran untuk ketercapaian pemberdayaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap awal (Gambar . yang dilakukan adalah persiapan meliputi perekrutan peserta telah dilaksanakan pada tanggal 6-30 Juli 2023 dengan menggunakan google Peserta yang lolos seleksi perekrutan sebanyak 10 orang dari 53 pendaftar. Peserta yang lolos pada rektuitmen ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan rekrutmen yang dilakukan pada penelitian Hery Budiyanto yang mendapatkan 20 peserta lolos rekruitmen (Budiyanto et al. , 2. Jika dibandingkan dengan kegiatan rekruitmen kegiatan yang sama di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, pendaftar pada kegiatan ini terbilang sedikit. Pendaftaran kegiatan pengembangan program kewirausahaan di Universitas Sarjanawiyyah diikuti oleh 128 mahasiswa (Hermuningsih dan Kurniawan, 2. Hal ini menunjukkan masih rendahnya minat berwirausaha pada mahasiswa Poltekkes Gorontalo. Mahasiswa yang mengikuti seleksi sebagian besar telah mendapatkan pelajaran kewirausahaan tetapi belum berkomitmen maupun memiliki motivasi untuk berwirausaha. Modal intelektual ini dapat dihasilkan dari kompetensi dan komitmen yang diartikan seorang wirausahawan meskipun memiliki pengetahuan yang tinggi namun jika tidak didukung oleh komitmen dari dalam dirinya maka wirausahawan tersebut tidak dapat menggunakan modal intelektualnya (Prestiadi et al. , 2. Setelahnya dilakukan koordinasi dengan Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo untuk pemberian materi perijinan dan penyadaran motivasi kewirausahaan. Tahap pelaksanaan (Gambar . terdiri dari beberapa kegiatan. Kegiatan pertama adalah diskusi penyadaran kewirausahaan dan pengembangan usaha olahan ikan asap dengan narasumber Kabid Bidang Industri Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo dan pembimbingan penyusunan proposal bisnis. Kegiatan ini ditujukan untuk memupuk motivasi kewirausahaan. Motivasi kewirausahaan terdiri dari enam kelompok besar atau dimensi motivasi yaitu. personal, yakni untuk mendapatkan penghargaan . eed for achievemen. , keinginan untuk mendapatkan kebebasan . eed forindependenc. dan Dewi1 et al. Vol. No. Juni 2024 keinginan untuk kekayaan . esire for wealt. keterkaitan motivasi dengan pengetahuan ilmiah . , . keterkaitan motivasi dengan kesempatan . keterkaitan motivasi dengan keadaan sumber daya . keterkaitan motivasi dengan incubator organisasi . ncubator organizatio. keterkaitan motivasi dengan jaringan social . ocial networ. (Jusnita et al. , 2. Peserta dibentuk menjadi 4 tim dan dari hasil pembimbingan telah tersusun 4 proposal Gambar 1. Koordinasi terkait diskusi penyadaran kewirausahaan dengan Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo Setelah tersusun empat proposal bisnis, selanjutnya dilaksanakan pelaksanaan pelatihan pembuatan olahan ikan asap dan pengemasan produk di Laboratorium Penyelenggaraan Makanan Jurusan Gizi Poltekkes Gorontalo juga dihadiri oleh Kabid Bidang Industri Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo untuk membimbing dan memberi masukan pada peserta (Gambar 2 dan . Produk yang dihasilkan dari 4 tim tersebut adalah Papica (Panada Pisang Cakalang Asa. Panada Tore Ikan Roa. Sambal Roa, dan Basreng Ikan Roa. Keempat tim membuat produk makanan berbahan ikan asap berbeda dengan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Universitas Katolik Widya Mandala Madiun (WIMA) yang menghasilkan industri kerajinan batik, kerajinan bunga dari sabun, lampu hias dari paralon, jasa perdagangan, jasa dekorasi, jasa screen printing, budi daya kaktus, budi daya jamur tiram cokelat, budi daya ikan lele, dan industri makanan dan minuman . empeng ketan cokelat, catering, dan cak. (Agustini et , 2. Penggunaan ikan asap ini menjadi pilihan karena ikan asap merupakan produk olahan tradisional yang sangat banyak dijumpai di masyarakat, yang diolah secara tradisional menggunakan oven dan sumber panas yang berasal dari pembakaran Ikan asap memiliki protein yang tinggi sehingga bisa dijadikan sumber kebutuhan protein bagi masyarakat (Junialdi et al. , 2. Tiga produk merupakan olahan ikan roa asap yang mudah didapatkan di Gorontalo. Ikan roa merupakan ikan julung-julung (Hemirhampus fa. dapat diolah dalam bentuk olahan ikan asap yang kemudian dikenal dengan sebutan sagela di daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo yang merupakan sumber protein (Humalangi et al. , 2. Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Juni 2024 Gambar 2. Diskusi penyadaran kewirausahaan Kegiatan terakhir yang dilakukan adalah pemasaran produk. Pemasaran produk dilaksanakan secara konvensional dititipkan ke POGIJU (Pojok Gizi Himaj. dan secara digital di Instagram HIMAJU, dan Anggota Tim Pengabmas. Digital marketing dalam hal ini penggunaan instagram menjadi pilihan. Digital marketing adalah kegiatan pemasaran yang mencakup branding melalui berbagai media berbasis web, email, adwords atau jejaring sosial (Harahap et al. , 2. Pemanfaatan instagram HIMAJU merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sosial media. Social media yang terus berkembangkan memberikan peluang besar bagi pelaku usaha termasuk mahasiswa yang ingin melakukan pemasaran melalui sosial media. Social media dengan jumlah pengguna yang sangat besar dan semakin baiknya infrastruktur di Indonesia maka semakin memudahkan generasi muda untuk bisa memulai usahanya (Pinem dan Purbawati, 2. Penggunaan instagram dilandasi oleh instagram merupakan sebuah aplikasi media sosial untuk berbagi gambar dan video dengan cara mengunggah ke akun sendiri dan juga merupakan wadah berinteraksi bagi penggunanya. Instagram juga digunakan sebagai media pemasaran, komunikasi publik, atau pun promosi barang dan jasa karena dapat berhubungan langsung dengan konsumen (Hanindharputri dan Pradnyanita, 2. Gambar 3. Pelatihan pembuatan produk olahan ikan asap Dewi1 et al. Vol. No. Juni 2024 Pemasaran di ruang publik dilakukan di pusat olahraga Gelanggang Remaja Kota Gorontalo yang difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo khususnya dalam perizinan tempat. Evaluasi hasil pemasaran menunjukkan dari empat tim belum ada tim yang berhasil menghasilkan keuntungan dari hasil pemasaran, tetapi mereka sudah mencoba praktik pemasaran sesuai dengan target pelaksanaan pengabmas. KESIMPULAN Kesimpulan dari kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dengan judul pengembangan kewirausahaan Poltekkes dengan pemberdayaan unit mahasiswa melalui pelatihan pembuatan produk dan pendampingan usaha olahan ikan asap sebagai pangan lokal Gorontalo dihasilkan: Terpilihnya 10 peserta program pengembangan tersusunnya 4 buah bisnis plan produk olahan ikan asap yaitu Panada Tore. PAPICA. Sambal Roa, dan Basreng Ikan Roa. terlaksananya diskusi penyadaran kewirausahaan dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo yang diikuti oleh seluruh peserta. adanya 4 produk olahan ikan asap yang layak dipasarkan yaitu Panada Tore. PAPICA. Sambal Roa, dan Basreng Ikan Roa. terlaksananya praktek pemasaran produk olahan ikan asap baik secara konvensional dan terpublikasinya kegiatan di media cetak dan online Gorontalo Post. terbitnya sertifikat HAKI poster. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo yang memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Pengembangan Kewirausahaan dan kepada semua pihak yang berkontribusi baik langsung maupun tidak langsung terhadap pelaksanaan kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA