TATA KELOLA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT SWADAYA DAN PRODUKTIVITAS YANG BERKELANJUTAN DI KECAMATAN TANDUN KABUPATEN ROKAN HULU PROPINSI RIAU RISMAN Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau Jln. HR. Subrantas No. 57 Km 12,5 Panam-Pekanbaru E-mail : risman@lecturer. stieriau-akbar. id (Korespondin. Submit: 12 Februari 2025 Review: 10 Maret 2025 Publish: 26 Maret 2025 *) Korespondensi Abstract: Independent oil palm plantations are an important sector in the economy of the community in Tandun District. Rokan Hulu Regency, but they still face challenges related to suboptimal governance. This article aims to analyze the governance of independent oil palm plantations and productivity. Good governance is considered key to improving production efficiency and sustainability, while poor governance can hinder the achievement of optimal This study employs a qualitative approach using a survey method targeting smallholder oil palm farmers in several plantation areas within Tandun Sub-district. Rokan Hulu Regency. The research findings indicate a significant positive correlation between good governance and increased productivity. Factors such as consistent monitoring, appropriate use of technology, fertilization, and improved managerial capacity play a crucial role in enhancing the production outcomes of smallholder oil palm plantations. Keywords: Governance, independent oil palm plantations, productivity, sustainability Perkebunan kelapa sawit swadaya merupakan bagian dari industri kelapa sawit Indonesia yang sangat besar dan mendominasi pasar Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, tata kelola perkebunan kelapa sawit swadaya sering kali dihadapkan pada masalah terkait dengan manajemen yang kurang efisien, penggunaan teknologi yang terbatas, serta rendahnya kualitas dan kuantitas produksi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tata kelola yang diterapkan dalam perkebunan kelapa sawit swadaya dapat memengaruhi tingkat produktivitas. Berikut data luas lahan, produktifitas, pendapatan kotor, biaya produksi dan pendapatan bersih rata rata pertahun petani kebun sawit swadaya dikecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu : N Lu o as Ton/ Ha/ Pend Koto Bia Pro Ha/ Pend Bers Ketera 5 Jt Mengu Sumber : Data Olahan 2025 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah luas lahan kebun sawit swadaya dikecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 15. 255 ha, dengan produksi rata rata pertahun sebesar 18 Ton/ha, dengan harga rata rata perkilogram Rp. 000 maka pendapatan kotor petani sebesar 54 jt dengan biaya produksi perhektar pertahun sebesar 18,5 jt, maka pendapatan bersih petani sebesar 35,5 jt perhektar pertahun. Tata Kelola Perkebunan Kelapa Sawit Tata kelola perkebunan kelapa sawit mencakup serangkaian praktik yang dilakukan oleh petani untuk mengelola kebun mereka. Hal ini meliputi perencanaan, pemeliharaan, dan pemantauan tanaman, serta pengelolaan sumber daya alam dan Tata kelola yang baik dapat keberlanjutan lingkungan dan peningkatan Tata Kelola Perkebunan Kelapa Sawit Swadaya dan Produktivitas Yang Berkelanjutan di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau (Risma. Tata kelola perkebunan kelapa sawit merujuk pada sistem, kebijakan, dan praktik yang digunakan untuk mengatur dan mengelola kegiatan usaha di sektor perkebunan kelapa sawit agar berjalan secara berkelanjutan, transparan, adil, dan bertanggung jawab. Tata kelola ini mencakup aspek hukum, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Berikut adalah elemen penting dalam tata kelola perkebunan kelapa sawit: Aspek Hukum dan Regulasi o Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan o Legalitas lahan . ertifikat hak guna usaha/HGU). Aspek Lingkungan o Pengelolaan limbah dan emisi gas rumah kaca. o Perlindungan keanekaragaman hayati dan konservasi hutan. o Pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar. Aspek Sosial dan Kemasyarakatan o Perlindungan hak-hak masyarakat adat dan lokal. o Keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. o Penyelesaian konflik lahan secara Aspek Ekonomi dan Produktivitas o Efisiensi dan produktivitas usaha o Kesejahteraan terutama petani swadaya. o Praktik perdagangan yang adil dan transparan. Sertifikasi dan Standar o Adanya skema sertifikasi seperti RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oi. dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oi. untuk menjamin bahwa produk Tata kelola yang baik bertujuan untuk mengurangi dampak negatif perkebunan kelapa sawit terhadap lingkungan dan masyarakat, serta meningkatkan nilai ekonomi secara jangka panjang. Perkebunan kelapa sawit swadaya Perkebunan kelapa sawit swadaya adalah perkebunan kelapa sawit yang dikelola secara mandiri oleh petani atau kelompok petani tanpa keterikatan langsung . isalnya dalam bentuk kemitraan resm. dengan perusahaan besar. Ciri-ciri perkebunan kelapa sawit Dikelola secara mandiri o Petani mengatur sendiri pembukaan lahan, pembelian bibit, pupuk, dan pemasaran hasil panen. Skala usaha kecil o Umumnya luas lahan berkisar antara 1Ae5 hektare per petani. Modal terbatas o Banyak menggunakan dana pribadi atau produktivitas bisa lebih rendah dibandingkan perusahaan besar. Akses informasi terbatas o Petani swadaya seringkali kurang mendapatkan pelatihan tentang praktik budidaya yang baik (Good Agricultural Practices/GAP). Tantangan legalitas lahan o Banyak petani swadaya belum memiliki surat-surat kepemilikan lahan yang lengkap atau legalitas Tidak selalu tersertifikasi o Karena keterbatasan dana dan informasi, banyak kebun swadaya belum mendapatkan sertifikasi seperti ISPO atau RSPO, meskipun ada gerakan menuju itu. Tantangan Produktivitas rendah . arena bibit tidak unggul atau teknik budidaya kurang bai. Sulit mendapatkan akses pasar . erutama Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Tata Kelola Perkebunan Kelapa Sawit Swadaya dan Produktivitas Yang Berkelanjutan di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau (Risma. pasar internasional yang menuntut produk Minimnya Peran penting petani swadaya: Meskipun skalanya kecil, petani swadaya menyumbang bagian signifikan dari total produksi sawit nasional, terutama di Indonesia dan Malaysia. Oleh karena itu, penguatan tata kelola petani swadaya sangat penting untuk mendorong keberlanjutan industri sawit secara keseluruhan. Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit Produktivitas perkebunan kelapa sawit adalah hasil produksi tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan dari setiap hektar perkebunan dalam satu periode waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas ini antara lain manajemen lahan, penggunaan teknologi, pemeliharaan tanaman, dan kualitas benih. Produktivitas kelapa sawit yang berkelanjutan adalah pendekatan dalam meningkatkan hasil produksi kelapa sawit secara optimal tanpa merusak lingkungan, merugikan masyarakat, atau mengorbankan masa depan. Intinya: sawitnya tetap produktif, tapi tetap ramah lingkungan dan adil secara Ciri-Ciri Produktivitas Kelapa Sawit yang Berkelanjutan: Menggunakan Bibit Unggul Petani menggunakan benih kelapa sawit berkualitas tinggi agar hasil tandan buah segar (TBS) Penerapan Praktik Budidaya yang Baik (Good Agricultural Practice. o Pemupukan tepat dosis dan o Pengendalian hama terpadu o Pemangkasan dan panen yang Pengelolaan Lahan Secara Ramah Lingkungan Tidak dengan membakar o Menjaga kawasan lindung dan aliran air o Mengelola limbah dengan benar, misalnya limbah pabrik sawit diolah jadi Peningkatan Kapasitas Petani o Petani diberikan pelatihan dan pendampingan agar bisa o Membentuk koperasi atau kelompok tani untuk berbagi pengetahuan dan akses pasar Sertifikasi Berkelanjutan o Seperti ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oi. atau RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oi. , yang memastikan bahwa sawit ditanam secara bertanggung Transparansi dan Keadilan Sosial o Menghargai hak masyarakat o Menyelesaikan konflik lahan secara adil o Menjamin kondisi kerja yang layak bagi para buruh Manfaat dari Produktivitas yang Berkelanjutan: Produktivitas meningkat secara stabil dan jangka panjang Lingkungan tetap terjaga Pasar terbuka lebih luas, termasuk ekspor ke negara-negara yang peduli isu lingkungan Petani lebih sejahtera karena hasil panen lebih baik dan harga lebih Pengaruh Tata Kelola Produktivitas Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tata kelola yang baik dapat meningkatkan produktivitas hasil Aspek yang berperan antara Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Tata Kelola Perkebunan Kelapa Sawit Swadaya dan Produktivitas Yang Berkelanjutan di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau (Risma. lain adalah penerapan teknologi yang tepat guna, pemupukan yang efisien, dan pengelolaan sumber daya manusia yang baik. METODE Penelitian pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasional. Peneliti melakukan survei terhadap petani kelapa sawit swadaya di beberapa daerah di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu Dalam penelitian kualitatif tehnik analisa data bertujuan untuk memahami makna, pola dan hubungan data yang bersifat non numerik. Data yang terkumpul akan dianalisis untuk mengukur hubungan antara tata kelola dan produktivitas dengan metode Analisis Naratif yaitu memeriksa struktur dan isi cerita yang disampaikan oleh responden untuk menemukan makna yang mendalam tentang topik yang diteliti. HASIL Berdasarkan hasil survei terhadap 30 responden petani sawit swadaya di Kecamatan Tandun, ditemukan bahwa sebagian besar petani masih mengandalkan metode pengelolaan tradisional, seperti penjadwalan pemupukan yang tidak teratur, pemakaian bibit yang belum bersertifikat, serta penggunaan alat pertanian yang terbatas. Hal ini menyebabkan terjadinya variasi produktivitas antar kebun yang cukup Dari data olahan yang ditampilkan, diketahui bahwa rata-rata produktivitas mencapai 18 ton per hektar per tahun. Dengan asumsi harga Rp3. 000 per kilogram, maka pendapatan kotor per hektar mencapai Rp54 Setelah dikurangi biaya produksi sekitar Rp18,5 juta, maka pendapatan bersih petani berada di angka Rp35,5 juta per hektar per tahun, dengan rasio keuntungan sekitar 65,74%, yang tergolong menguntungkan. Namun, angka produktivitas tersebut pengelolaan kebun dilakukan secara lebih profesional dan sistematis. Petani yang telah menerapkan sebagian prinsip tata kelola modernAiseperti pencatatan keuangan, rotasi tanaman penutup tanah, dan pemupukan berbasis kebutuhan lahanAimenunjukkan hasil yang lebih stabil dan tinggi dibandingkan yang belum menerapkannya. Temuan ini mengonfirmasi bahwa tata kelola yang baik berkontribusi langsung terhadap produktivitas kebun sawit Tata kelola yang dimaksud pemeliharaan berjadwal, pemanfaatan input pertanian secara efisien, serta pemantauan hasil secara berkala. Ketika tata kelola tersebut diterapkan, produktivitas meningkat secara signifikan dan berkelanjutan. Secara menerapkan pemupukan tepat waktu, memilih bibit unggul, dan aktif mengikuti pelatihan teknis, cenderung memperoleh hasil panen lebih tinggi dibandingkan petani Selain itu, adanya keterlibatan petani dalam kelompok tani atau koperasi turut mendorong peningkatan akses terhadap informasi, sarana produksi, dan pemasaran yang lebih baik. Namun, masih banyak petani yang menerapkan tata kelola ideal, antara lain karena minimnya edukasi, rendahnya literasi keuangan, dan tidak adanya pendampingan teknis yang berkelanjutan dari pihak luar. Tantangan lainnya adalah keterbatasan legalitas lahan, yang membuat petani enggan berinvestasi lebih jauh dalam peningkatan Pembahasan ini memperkuat temuan produktivitas kelapa sawit tidak hanya bersumber dari faktor teknis pertanian semata, melainkan juga dari perbaikan tata kelola kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia petani. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan petani swadaya, peningkatan akses terhadap teknologi, serta kemitraan dengan stakeholder perlu menjadi prioritas dalam pengembangan perkebunan sawit swadaya yang berkelanjutan. Sebagian besar petani kelapa sawit swadaya yang menjadi responden memiliki pengetahuan yang terbatas tentang teknikteknik Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Tata Kelola Perkebunan Kelapa Sawit Swadaya dan Produktivitas Yang Berkelanjutan di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau (Risma. Banyak dari mereka yang masih bergantung pada metode tradisional yang kurang efisien. Hanya sebagian kecil yang sudah menerapkan teknologi modern, seperti penggunaan alat penanaman dan pemupukan Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kualitas tata kelola dengan produktivitas perkebunan kelapa sawit. Semakin baik tata kelola yang diterapkan, semakin tinggi produktivitas yang dihasilkan. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas antara lain: penggunaan teknologi yang tepat, pelatihan untuk petani, dan manajemen keuangan yang PEMBAHASAN Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan erat antara kualitas tata kelola dengan produktivitas kebun kelapa sawit swadaya. Hal ini sejalan dengan teori dalam tata kelola pertanian berkelanjutan yang menekankan bahwa keberhasilan produksi tidak hanya bergantung pada faktor alam, tetapi juga pada aspek manajemen dan Dalam praktiknya, petani yang secara rutin melakukan pemantauan kebun, menggunakan pupuk secara tepat waktu dan dosis, serta menerapkan teknik pengendalian produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan petani yang masih menggunakan pola tradisional dan minim pengelolaan. Peningkatan kapasitas manajerial, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan dan perencanaan tanam, menjadi faktor pendukung utama produktivitas. Petani yang merencanakan siklus tanam dan panen, serta memahami kebutuhan pemeliharaan kebun, cenderung mampu menjaga stabilitas hasil panen dari tahun ke tahun. Selain itu, pemanfaatan teknologi meski terbatas seperti penggunaan aplikasi pemupukan atau alat semprot modern mulai menunjukkan dampak positif dalam efisiensi kerja dan hasil Namun demikian, tantangan masih dihadapi oleh sebagian besar petani swadaya, terutama terkait keterbatasan informasi teknis, pendampingan, dan legalitas lahan. Banyak petani yang belum terlibat dalam pelatihan formal atau belum pembiayaan produktif, sehingga upaya peningkatan tata kelola berjalan lambat. sinilah pentingnya peran pemerintah daerah dan lembaga swasta untuk melakukan intervensi berupa pelatihan terpadu, skema kredit usaha tani, dan fasilitasi sertifikasi ISPO/RSPO keberlanjutan usaha sawit swadaya. Lebih jauh lagi, tata kelola yang baik tidak hanya berdampak pada produktivitas dalam arti ekonomi, tetapi juga memiliki pengaruh terhadap keberlanjutan sosial dan Ketika petani dilibatkan dalam proses perencanaan, memiliki akses informasi yang setara, dan menjalankan praktik yang ramah lingkungan, maka keberlanjutan sistem produksi akan lebih Hal ini penting dalam konteks Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia, di mana tekanan global terhadap aspek keberlanjutan semakin kuat. Dengan demikian, pembahasan ini menegaskan bahwa produktivitas sawit swadaya yang berkelanjutan tidak mungkin dicapai tanpa perbaikan menyeluruh dalam sistem tata kelola, mulai dari tingkat kelembagaan di tingkat desa dan kabupaten. Tata kelola yang melibatkan pemantauan kebun secara rutin, penggunaan pupuk organik ataupun non organik yang tepat, serta pengendalian hama secara efektif berpengaruh besar terhadap hasil produksi. Selain itu, pengelolaan SDM yang baik dalam bentuk pemberian pelatihan dan insentif juga terbukti meningkatkan hasil Produktivitas perkebunan kelapa sawit merupakan hasil produksi tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan dari setiap hektar perkebunan dalam satu periode waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas ini Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Tata Kelola Perkebunan Kelapa Sawit Swadaya dan Produktivitas Yang Berkelanjutan di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau (Risma. antara lain manajemen lahan, penggunaan teknologi, pemeliharaan tanaman, dan kualitas benih. Produktivitas kelapa sawit yang berkelanjutan adalah pendekatan dalam meningkatkan hasil produksi kelapa sawit secara optimal tanpa merusak lingkungan, merugikan masyarakat, atau mengorbankan masa depan. Intinya: sawitnya tetap produktif, tapi tetap ramah lingkungan dan adil secara SIMPULAN Tata kelola yang baik terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas perkebunan kelapa sawit Penggunaan teknologi yang tepat, pemeliharaan yang rutin, dan manajemen yang efisien menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan hasil produksi. Oleh karena itu, penting bagi petani kelapa sawit swadaya untuk meningkatkan pemahaman perkebunan mereka secara profesional. Pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat perlu memberikan lebih banyak pelatihan dan pendampingan kepada petani kelapa sawit swadaya dalam hal tata kelola perkebunan yang berkelanjutan. Selain itu, penggunaan teknologi yang lebih efisien perlu didorong untuk membantu petani dalam meningkatkan produktivitas. Akbar A 2022 Ai Pengelolaan Pembibitan Tanaman. Kelapa Sawit Di Kebun Bangun Bandar Sumatera Utara. Buletin Agrohorti. Vol. 05 No. Rosnita. Yulida. Roza. Hadi. Syaiful . Siswati. Harly. , & Afrijon. Manajemen Produksi Pemeliharaan Kebun Kelapa Sawi t Rakyat. Jurnal Agribisnis, 19. , 95Ae101. Adinugraha. Anggiana. Hadijah. Sitti dan Siahaan. Frans. Tata Kelola Perkebunan Sawi DAFTAR RUJUKAN Ardiansyah. , & Purnomo. Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit Swadaya: Tantangan dan Solusinya. Jurnal Agribisnis, 34. Putra. Tata Kelola dalam Perkebunan Kelapa Sawit: Studi Kasus di Provinsi Riau. Jurnal Ekonomi Pertanian, 12. , 45-58. Suryani. Peran Teknologi dalam Meningkatkan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit. Jurnal Teknologi Pertanian, 18. , 99-110. Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025