Vol 2 No. 4 November 2025 P-ISSN : 3047-1931 E-ISSN : 3047-2334. Hal 128 Ae 137 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jilak Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/61e64d59 PENGARUH NET PROFIT MARGIN. DEBT TO EQUITY RATIO. EARNING PER SHARE. CURRENT RATIO TERHADAP HARGA SAHAM Daniel Sardon Agustinus Marbuna*. Anissa Amalia Mulyab a FEB / Akuntansi. dagustinus101@gmail. Universitas Budiluhur. Jakarta Selatan. DKI Jakarta b Program Studi Akuntansi. amalia@budiluhur. Universitas Budi Luhur. Jakarta. Indonesia * Penulis Korespondensi: Daniel Sardon Agustinus Marbun ABSTRACT This study aims to examine the influence of Net Profit Margin. Debt to Equity Ratio. Earning Per Share, and Current Ratio on Stock Prices. In this research. Net Profit Margin. Debt to Equity Ratio. Earning Per Share, and Current Ratio are treated as the independent variables. Meanwhile. Stock Price acts as the dependent variable. This research utilizes secondary data from food and beverage subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2021Ae2024 period, with a sample of 51 companies. The sampling technique used is purposive sampling, and the analytical method is multiple linear regression. The results indicate that Debt to Equity Ratio has a negative influence on Stock Prices. Conversely. Net Profit Margin. Earning Per Share, and Current Ratio show a positive influence on Stock Prices. Keywords: Net Profit Margin. Debt To Equity Ratio. Earning Per Share. Current Ratio. Stock Price. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Net Profit Margin. Debt to Equity Ratio. Earning Per Share, dan Current Ratio terhadap Harga Saham. Dalam penelitian ini. Net Profit Margin. Debt to Equity Ratio. Earning Per Share, dan Current Ratio bertindak sebagai variabel independen. Sedangkan Harga Saham ditetapkan sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari perusahaan subsektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2024, dengan sampel penelitian sebanyak 51 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio berpengaruh negatif terhadap Harga Saham. Sementara itu. Net Profit Margin. Earning Per Share, dan Current Ratio berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Kata Kunci: Net Profit Margin. Debt To Equity Ratio. Earning Per Share. Current Ratio. Harga Saham. PENDAHULUAN Harga saham merupakan cerminan kepercayaan investor dan proksi dari nilai perusahaan di pasar modal. Pergerakan harga saham yang fluktuatif dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Sektor Makanan dan Minuman dipilih sebagai fokus penelitian karena perannya yang vital dalam mendukung perekonomian Indonesia dan kecenderungannya yang lebih stabil dibandingkan sektor lain, terutama pada periode pemulihan pasca-pandemi COVID-19. Permintaan terhadap produk di sektor ini bersifat non-siklikal, menjadikannya menarik bagi investor yang mencari pertumbuhan stabil. Setelah pandemi, perusahaan di sektor ini menunjukkan resiliensi dan kebangkitan yang tercermin dari pergerakan harga sahamnya. Grafik rata-rata harga saham menunjukkan tren kenaikan dari tahun 2021 hingga 2024, meskipun disertai sedikit koreksi pada tahun 2023 yang kemungkinan disebabkan oleh penyesuaian pasar terhadap kondisi ekonomi global. Fenomena ini mendorong pertanyaan mengenai Naskah Masuk 27 September 2025. Revisi 1 Oktober 2025. Diterima 4 Oktober 2025. Tersedia 9 Oktober Daniel Sardon Agustinus Marbun / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 128 Ae 137 sinyal-sinyal keuangan fundamental apa yang paling diperhatikan investor dalam menentukan valuasi perusahaan di era ketidakpastian ini. RATA-RATA HARGA SAHAM 1840,00 1820,18 1820,00 1800,00 1778,45 1780,00 1763,78 1760,00 1740,00 1720,00 1715,76 1700,00 1680,00 1660,00 Rata-Rata Harga Saham Linear (Rata-Rata Harga Saha. Dapat dilihat dari gambar grafik di atas. Rata-rata harga saham pada saat penutupan sektor makanan dan minuman BEI menunjukkan kenaikan dari 1715 pada 2021 menjadi 1778 pada 2022, yang mengindikasikan kenaikan kepercayaan investor seiring meredanya pembatasan dan meningkatnya mobilitas masyarakat. Namun, tahun 2023 memperlihatkan sedikit koreksi harga saham menjadi sekitar 1763, yang mungkin disebabkan oleh penyesuaian pasar atau dampak kekhawatiran ekonomi global seperti inflasi dan ketidakpastian geopolitik global. Kenaikan berkelanjutan hingga 1820 pada 2024 memperkuat ekspektasi pertumbuhan jangka panjang sektor ini. Fluktuasi tersebut merefleksikan respons pasar terhadap dinamika permintaan domestik dan tekanan biaya produksi. Tren positif ini juga mengimplikasikan efektivitas strategi diversifikasi portofolio dan manajemen risiko emiten keuangan, seperti studi pada perusahaan LQ-45 . 2Ae2. menemukan bahwa EPS dan NPM berpengaruh positif. DER negatif, sedangkan survei di industri ritel menyatakan DER dan CR berpengaruh negatif. Namun. Mayoritas riset tersebut tidak menggali dinamika pascapandemi, pemulihan pascapandemi membawa tantangan dan strategi korporasi baru dari digitalisasi distribusi hingga efisiensi rantai pasok yang mungkin mengubah cara investor memandang rasio-rasio ini. Studi-studi sebelumnya yang menguji hubungan antara rasio keuangan dan harga saham menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian oleh Febrianti dan Prijati . serta Nababan et al. menemukan bahwa Net Profit Margin (NPM) berpengaruh positif, sementara penelitian lain menunjukkan hasil yang berbeda. Demikian pula, pengaruh Debt to Equity Ratio (DER). Earning Per Share (EPS), dan Current Ratio (CR) juga menunjukkan inkonsistensi dalam literatur. Adanya perbedaan hasil ini menciptakan celah penelitian . esearch ga. yang relevan untuk diuji kembali dalam konteks periode 2021-2024, sebuah rentang waktu unik yang diwarnai oleh pemulihan ekonomi, perubahan kebijakan, dan fluktuasi kondisi global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh NPM. DER. EPS, dan CR terhadap harga saham pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). TINJAUAN PUSTAKA Landasan Teori Sub Teori Sinyal (Signaling Theor. Teori Sinyal menyatakan bahwa informasi yang dirilis oleh perusahaan merupakan sinyal penting bagi investor untuk menilai prospek perusahaan. Dalam kondisi asimetri informasi, di mana manajemen Pengaruh Net Profit Margin. Debt To Equity Ratio. Earning Per Share. Current Ratio Terhadap Harga Saham (Daniel Sardon Agustinus Marbu. Daniel Sardon Agustinus Marbun dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 128 Ae 137 memiliki informasi yang lebih lengkap daripada pihak eksternal, laporan keuangan berfungsi sebagai mekanisme untuk mengkomunikasikan kinerja dan kesehatan finansial. Sinyal positif, seperti laporan keuangan yang baik, akan direspons positif oleh pasar dan cenderung menaikkan harga saham, sementara sinyal negatif akan direspons sebaliknya. Teori Analisis Fundamental Analisis fundamental adalah pendekatan yang digunakan investor untuk menentukan nilai intrinsik suatu saham dengan memeriksa faktor-faktor ekonomi dan keuangan terkait. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi saham yang nilainya di pasar lebih rendah . atau lebih tinggi . dari nilai sebenarnya. Analisis ini berfokus pada data-data fundamental perusahaan, seperti laporan keuangan, untuk mengevaluasi kesehatan finansial, kinerja manajemen, dan posisi kompetitifnya di Dalam konteks penelitian ini, analisis fundamental diterapkan dengan menguji bagaimana rasiorasio keuangan kunciAiseperti NPM. DER. EPS, dan CRAiberfungsi sebagai indikator fundamental yang memengaruhi persepsi investor dan pada akhirnya membentuk harga saham di pasar. 2 Harga Saham Menurut (Jogiyanto 2. harga saham merupakan nilai sebenarnya yang berlangsung di pasar modal dalam waktu tertentu, yang ditetapkan oleh investor dan ditentukan oleh permintaan dan penawaraan dari saham yang bersangkutan di pasar modal. 3 Net Profit Margin (NPM) Net Profit Margin (Margin Laba Bersi. merupakan salah satu cara perusahaan atau suatu badan untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak dari total volume penjualan suatu perusahaan. 4 Debt to Equity Ratio (DER) Menurut Kasmir . menjelaskan bahwa Debt To Equity Ratio berfungsi untuk menunjukkan seberapa besar ketergantungan modal perusahaan pada sumber pendanaan dari utang jika dibandingkan dengan modal yang berasal dari pemilik perusahaan . 5 Earning Per Share (EPS) Earning Per Share (EPS) adalah rasio yang memperlihatkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam memberikan keuntungan pada masing-masing lembar saham tersebut. Menurut Kasmir . mendefinisikan bahwa Earning Per Share (EPS) sebagai rasio yang memperlihatkan setiap pendapatan yang di peroleh dari masing-masing lembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham. Ini menggambarkan seberapa besar laba bersih perusahaan yang di alokasikan untuk masing-masing saham yang beredar. 6 Current Ratio (CR) Current Ratio adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo saat ditagih secara keseluruhan. Selain itu, rasio ini juga menggambarkan berapa banyak aset lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka Dengan kata lain, ini adalah pantulan dari "daya gerak" perusahaan untuk membayar utang-utang yang harus segera dilunasi, seperti hutang dagang, hutang bank jangka pendek, atau kewajiban jangka pendeknya yang harus segera dibayar. (Kasmir, 2. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 128 - 137 Daniel Sardon Agustinus Marbun / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 128 Ae 137 METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara variabel. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI, yang berjumlah 100 perusahaan. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: perusahaan konsisten terdaftar di BEI selama periode 2021-2024 perusahaan menerbitkan laporan keuangan tahunan secara lengkap selama periode tersebut. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh sampel akhir sebanyak 51 perusahaan. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder berjenis kuantitatif yang bersumber dari laporan keuangan tahunan yang dirilis secara resmi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui laman w. Periode data yang diambil mencakup tahun 2021 hingga 2024, dan dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda melalui program SPSS versi 20. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Statistik Deskriptif Data yang terdiri dari 204 observasi dianalisis menggunakan metode deskriptif . perusahaan selama 4 Hasilnya menunjukkan variasi yang signifikan pada setiap variabel, yang mengindikasikan keragaman kinerja keuangan dan profil risiko di antara perusahaan sampel. Tabel 1. Analisis Statistik Deskriptif NPM DER EPS Harga Saham Valid N . Descriptive Statistics Minimum Maximum -2,395 ,539 -23,62 29,32 -4,671 7,306 ,085 14,754 1,099 9,520 Mean ,03133 1,2627 3,58904 2,36327 6,26816 Std. Deviation ,264210 3,37419 2,167597 2,429053 1,683612 Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif terhadap 96 sampel penelitian, diperoleh temuan sebagai berikut: Variabel Net Profit Margin menunjukkan rentang data antara -2,395 sebagai nilai minimum dan 0,539 sebagai nilai maksimum. Rata-rata . untuk variabel ini adalah 0,03133 dengan standar deviasi sebesar 0,264210. Variabel Debt to Equity Ratio memiliki nilai rata-rata sebesar 1,2627 dengan tingkat sebaran data . tandar devias. 3,37419. Nilai terendah yang ditemukan dalam data adalah -23,62, sementara nilai tertingginya mencapai 29,32. Data variabel Earning Per Share tersebar dari nilai minimum -4,671 hingga nilai maksimum 7,306. Nilai tendensi sentral . berada di angka 3,58904 dengan simpangan baku sebesar 2,167597. Analisis terhadap variabel Current Ratio memperlihatkan bahwa nilai terendahnya adalah 0,085 dan nilai tertingginya 14,754. Secara rata-rata, nilai variabel ini adalah 2,36327, dengan sebaran data yang diindikasikan oleh standar deviasi sebesar 2,429053. 2 Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik pada penelitian ini terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, dan uji multikolinearitas. Pengujian asumsi klasik diperlukan untuk mengetahui apakah hasil dari regresi yang dilakukan benar-benar bebas dari adanya gejala multikolinearitas, heteroskedastisitas dan gejala autokorelasi. Model regresi ini akan dapat dijadikan paramenter yang memang dapat dipertanggungjawabkan atau akurat. 1 Uji Normalitas Uji normalitas dimaksudkan untuk menguji apakah nilai residual yang telah distandarisasi pada model regresi berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini pengujian normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan grafik normal P-P Plot regression. Uji Kolmogorov-Smirnov menyatakan bahwa nilai signifikansi dan tes ini diatas 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal. Berikut adalah hasil dari uji normalitas dari data penelitian sebagai berikut : Pengaruh Net Profit Margin. Debt To Equity Ratio. Earning Per Share. Current Ratio Terhadap Harga Saham (Daniel Sardon Agustinus Marbu. Daniel Sardon Agustinus Marbun dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 128 Ae 137 Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov One-Sampel Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean 0E-7 Normal Parameters Std. Deviation ,82743817 Absolute ,052 Most Extreme Differences Positive ,036 Negative -,052 Kolmogorov-Smirnov Z ,743 Asymp. Sig. -taile. ,638 Berdasarkan tabel di atas, hasil pengolahan data diperolah nilai signifikansi (Si. unstandardized residual yaitu 0,638, artinya nilai signifikansi (Si. > 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian ini berdistribuasi normal dan dapat dilanjutkan untuk pengujian selanjutnya. 2 Uji Multikolinearitas Uji multikolinieritas mempunyai tujuan untuk menguji apakah dalam model regresi yang terbentuk terdapat korelasi antar variabel independen. Apabila ditemukan adanya korelasi maka model regresi tersebut terkena Ada atau tidaknya multikolinieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan varaiance factors (VIF). Data dikatakan tidak terjadi multikolinieritas apabila nilai tolerance Ou 0,1 dan VIF tidak lebih dari Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Standardized t Sig. Collinearity Statistics Coefficients Coefficients Std. Error Beta Tolerance VIF (Constan. 2,306 ,091 25,321 ,000 NPM 1,139 ,259 ,217 4,397 ,000 ,939 1,065 DER -,043 ,018 -,113 -2,365 ,019 ,994 1,006 EPS ,428 ,035 ,596 12,164 ,000 ,955 1,048 ,104 ,029 ,179 3,616 ,000 ,937 1,068 dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari masing-masing variabel independen yaitu Net Profit Margin (X. Debt To Equity Ratio (X. Earning Per Share (X. Current Ratio (X. > 0,1 dan nilai variance inflation factor (VIF) < 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antar variabel independen tidak terjadi masalah multikolinearitas. 3 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi terdapat hubungan yang kuat, baik positif maupun negatif antar data yang ada pada variabel-variabel penelitian. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi autokorelasi. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi adalah Uji Durbin-Watson (DW te. merupakan autokorelasi tingkat satu (First order autocorrelatio. dan adanya intercept . serta tidak ada variabel dependen tertinggal . agged dependent variabl. di antara variabel independennya Pengambilan kesimpulan mengenai ada atau tidaknya autokorelasi dari Uji DurbinWatson adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Std. Error of the Durbin-Watson Square Estimate ,738a ,545 ,536 ,83571 1,899 Dari tabel 4. 5 di atas, maka diperoleh nilai DW dari model regresi ini adalah 1,899 sedangkan nilai dari tabel DW dengan signifikansi 0,05 dengan jumlah sampel (N) = 204 serta berjumlah variabel independen (K) = 4 diperoleh nilai dL sebesar 1. 702 dan dU sebesar 1. Berdasarkan tabel Durbin-Watson hasil yang diperoleh adalah dL = 1,702 dan dU = 1,795. Nilai DW = 1,899 lebih besar dari batas . U) 1,795 dan kurang dari 2,205 . -dU). Hasil autokorelasi dengan uji DurbinJURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 128 - 137 Daniel Sardon Agustinus Marbun / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 128 Ae 137 Watson digambarkan sebagai berikut dU < DW < 4-dU = 1,795 < 1,899 < 2,205. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi pada data penelitian ini. 4 Uji Heteroskedastisitas Alat uji ini digunakan untuk mengetathui apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidakcocokan varian residual dari satu pengamatan lain. Jika varian residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka hal ini disebut homoskedastistitas. Jika varian berbeda disebut heterokedastisitas (Wiratna Sujarweni. Untuk mengetahui ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED, yaitu X adalah residual (Y prediksi Ae Y sesungguhnya yang telah distandardisasi. Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Uji Glejser Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Sig. Coefficients Std. Error Beta (Constan. ,742 ,057 13,000 ,000 NPM -,072 ,162 -,032 -,445 ,657 DER -,014 ,011 -,084 -1,211 ,227 EPS -,032 ,022 -,104 -1,462 ,145 -,031 ,018 -,125 -1,744 ,083 dapat diketahui bahwa hasil signifikansi Net Profit Margin (X. Debt To Equity Ratio (X. Earning Per Share (X. Current Ratio (X. Semua hasil signifikansi menunjukkan nilai > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada penelitian ini, sehingga model regresi layak digunakan. 3 Analisis Regresi Linear Berganda Regresi linear berganda adalah regresi yang memiliki satu variabel dependen . idak beba. dan lebih dari satu variabel independen . Analisa ini mengetahui arah hubungan antara variabel, apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Dikatakan regresi linear berganda jika ada lebih dari satu variabel bebas atau variabel terikat. Sebaliknya, dikatakan regresi linear sederharna jika hanya ada satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Tabel 6. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model (Constan. NPM DER EPS 2,306 1,139 -,043 ,428 ,104 Std. Error ,091 ,259 ,018 ,035 ,029 Sig. 25,321 4,397 -2,365 12,164 3,616 ,000 ,000 ,019 ,000 ,000 Beta ,217 -,113 ,596 ,179 Persamaan regresi diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut : Koefisien regresi variabel Net Profit Margin (X. sebesar 1,139 dengan arah positif. Artinya jika variable NPM mengalami kenaikan 1 maka harga saham akan meningkat sebesar 1,139 demikian juga Koefisien regresi variabel Debt To Equity Ratio (X. sebesar -0,043 dengan arah negatif, artinya jika variable DER mengalami kenaikan 1 maka harga saham akan menurun sebesar -0,043 demikian juga Pengaruh Net Profit Margin. Debt To Equity Ratio. Earning Per Share. Current Ratio Terhadap Harga Saham (Daniel Sardon Agustinus Marbu. Daniel Sardon Agustinus Marbun dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 128 Ae 137 Koefisien regresi variabel Earning Per Share (X. sebesar 0,428 dengan arah positif, artinya jika variable EPS mengalami kenaikan 1 maka harga saham akan meningkat sebesar 0,0428 demikian juga Koefisien regresi varibel Current Ratio (X. sebesar 0,104 dengan arah positif, artinya jika variable CR mengalami kenaikan 1 maka harga saham akan meningkat sebesar 0,104 demikian juga sebaliknya. Dari persamaan linear dan koefisien determinasi tersebut maka diperoleh model analisis jalur . sebagai berikut : Gambar Model Penelitian NPM (X. = 1,139 DER (X. HARGA SAHAM (Y) = -0,043 EPS (X. = 0,428 Current Ratio (X. = 0,104 Sumber: Data diolah sendiri. 4 Uji Koefisien Determinasi (RA) Tabel 7 Hasil Uji Koefiesien Determinasi Model R Square ,738a ,545 Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Durbin-Watson Square Estimate ,536 ,83571 1,899 diatas dapat dijelaskan bahwa, nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. adalah 0,536, yang berarti sekitar 53,6% dari variabilitas dalam Harga Saham dapat dijelaskan oleh variabel Ae variabel prediktor yang disertakan dalam model ini. Hal ini menunjukkan bahwa presntasi kontribusi variabel Net Profit Margin. Debt To Equity Ratio. Earning Per Share. Current Ratio sebesar 53,6%. 5 Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Tabel 8 Hasil Uji Signifikansi Simultan ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square Regression 166,247 41,562 Residual 138,985 ,698 Total 305,232 Sumber: Hasil diolah dengan SPSS 20. Diketahui : = 204 F hitung = 58,043 Perhitungan Ftabel = df2 = n Ae k Ae 1 df2 = 204 - 4 - 1 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 128 - 137 59,509 Sig. ,000b Daniel Sardon Agustinus Marbun / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 128 Ae 137 df2 = 199 sedangkan df1 = k Ae 1 = 4-1 = 3 Ftabel = . : n-. = . : 204-. = . : . = 2,42 Probabilitas value . Berdasarkan dari hasil uji Anova atau Uji F test tersebut. F hitung sebesar 59,509 sedangkan Ftabel dengan tingkat signifikan 5% diperoleh Ftabel sebesar 2,42. Dalam hal ini maka Fhitung > Ftabel dan nilai probabilitas yaitu 0,000 . ,000 < 0,. maka artinya ada pengaruh secara simultan antara Net Profit Margin. Debt To Equity Ratio. Earning Per Share. Current Ratio terhadap Harga Saham dan juga bahwa model layak untuk digunakan dalam penelitian. 6 Uji Signifikansi Parsial (Uji . Tabel 9 Hasil Uji Signifikansi Parsial Uji parsial . berfungsi untuk mengetahui adanya pengaruh dari masing-masing variabel bebas . terhadap variabel terikat . Taraf yang digunakan dalam uji t adalah =5%. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Sig. Coefficients Std. Error Beta (Constan. 2,306 ,091 25,321 ,000 NPM 1,139 ,259 ,217 4,397 ,000 DER -,043 ,018 -,113 -2,365 ,019 EPS ,428 ,035 ,596 12,164 ,000 ,104 ,029 ,179 3,616 ,000 Diketahui : = 204 Perhitungan t tabel df = n-k-1 = 204-4-1 = 199 t tabel = (/2: n-k-. = . ,05/2: 204-4-. = . ,025: . = 1. 972 (Signifikan 0,. Berdasarkan tabel diatas maka dapat dijelaskan koefisien regresi sebagai berikut: Pengujian Koefisien Regresi Variabel Net Profit Margin Independen (X. terhadap Harga Saham (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Net Profit Margin Independen terhadap Harga Saham diperoleh nilai sig. sebesar 0,000 . ,000 < 0,. dan nilai t hitung . 4,397 > t tabel 1,972. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, karena ada pengaruh signifikan antara Net Profit Margin terhadap Harga Saham dengan arah positif. Pengujian Koefisien Regresi Variabel Debt To Equity Ratio Independen (X. terhadap Harga Saham (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Debt To Equity Ratio Independen terhadap Harga Saham diperoleh nilai sig. sebesar 0,019 . ,019 < 0,. dan nilai t hitung . -2,365 > t tabel 1,972. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H2 diterima, karena ada pengaruh signifikan antara Debt To Equity Ratio terhadap Harga Saham dengan arah Negatif. Pengujian Koefisien Regresi Variabel Earning Per Share Independen (X. terhadap Harga Saham (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Net Profit Margin Independen terhadap Harga Saham diperoleh nilai sig. sebesar 0,000 . ,000 < 0,. dan nilai t hitung . 12,164 > t tabel 1,972. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H3 diterima, karena ada pengaruh signifikan antara Earning Per Share dengan Harga Saham dengan arah positif. Pengujian Koefisien Regresi Variabel Current Ratio Independen (X. terhadap Harga Saham (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Umur Perusahaan Independen terhadap Harga Saham diperoleh nilai sig. sebesar 0,000 . ,000 < 0,. dan nilai t hitung . 3,616 > t tabel 1,972. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H4 diterima, karena ada pengaruh signifikan antara Umur Perusahaan terhadap Harga Saham dengan arah positif. 7 Interpretasi Hasil Penelitian Pada bab ini akan dibahas mengenai interpretasi hasil penelitian yang terdiri dari pengaruh Net Profit Margin. Debt To Equity Ratio. Earning Per Share, dan Current Ratio terhadap Harga Saham. Dalam Pengaruh Net Profit Margin. Debt To Equity Ratio. Earning Per Share. Current Ratio Terhadap Harga Saham (Daniel Sardon Agustinus Marbu. Daniel Sardon Agustinus Marbun dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 128 Ae 137 penelitian ini, fokus utama adalah pada periode pascapandemi dari tahun 2021 hingga 2024. Situasi ekonomi yang tidak stabil pada masa tersebut mendorong investor untuk lebih menekankan Kepada Probabilitas dan kesehatan finansial perusahaan dan cenderung berhati-hati terhadap segala risiko yang diakibatkan oleh beban dan kewajiban perusahaan. 1 Pengaruh Net Profit Margin (NPM) terhadap Harga Saham Pengujian hipotesis pertama (H. menunjukkan bahwa Net Profit Margin (NPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham. Kesimpulan ini didukung oleh bukti statistik, di mana nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,. dan nilai t hitung . lebih besar dari t tabel . Dengan demikian. H1 2 Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham Pengujian hipotesis kedua (H. menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Harga Saham. Kesimpulan ini didukung oleh bukti statistik, di mana nilai signifikansi sebesar 0,019 (< 0,. serta nilai absolut t hitung . yang lebih besar dari t tabel . Dengan demikian. H2 diterima. 3 Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham Pengujian hipotesis ketiga (H. menunjukkan bahwa Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham. Kesimpulan ini didukung oleh bukti statistik, di mana nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,. dan nilai t hitung . lebih besar dari t tabel . Dengan demikian. H3 4 Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Harga Saham Pengujian hipotesis keempat (H. menunjukkan bahwa Current Ratio (CR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham. Kesimpulan ini didukung oleh bukti statistik, di mana nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,. dan nilai t hitung . lebih besar dari t tabel . Dengan demikian. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan data yang diperoleh maupun hasil pengujian data yang telah dilakukan serta pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan mengenai Pengaruh Net Profit Margin. Debt To Equity Ratio. Earning Per Share. Current Ratio terhadap Harga Saham pada Perusahaan Konsumsi Subsektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2024 dengan menggunakan alat pengujian analisis regresi linier berganda, yaitu dengan software SPSS versi 20 for windows. Setelah dilakukan penelitian ini, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Net Profit Margin berpengaruh positif terhadap Harga Saham perusahaan Konsumsi subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2021-2024. Debt To Equity Ratio berpengaruh negatif terhadap Harga Saham perusahaan Konsumsi subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2021-2024 Earning Per Share berpengaruh positif terhadap Harga Saham perusahaan Konsumsi subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2021-2024 Current Ratio berpengaruh positif terhadap Harga Saham perusahaan Konsumsi subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2021-2024 SARAN Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, penelitian hanya menggunakan empat variabel independen, sementara masih banyak faktor lain yang dapat memengaruhi harga saham. Kedua, periode pengamatan terbatas pada empat tahun . dan hanya mencakup satu subsektor industri. Berdasarkan keterbatasan tersebut, penelitian selanjutnya disarankan untuk: Data sekunder biasanya digunakan sebagai pendukung data primer, oleh karena itu kadang-kadang kita tidak dapat hanya menggunakan data sekunder sebagai satu-satunya sumber informasi untuk menyelesaikan masalah penelitian kita. Disarankan agar dapat menggunakan alat ukur selain Net Profit Margin (NPM). Debt To Equity Ratio (DER). Earning Per Share (EPS) Current Ratio (CR) misalnya Return On Asset (ROI). Gross Profit Margin (GPM), lain sehingga dapat diperoleh gambaran yang lebih luas. Penelitian di masa depan dapat membandingkan kekuatan prediktif model regresi berbasis rasio ini dengan metodologi valuasi alternatif seperti Discounted Cash Flow (DCF) atau valuasi relatif berbasis Price to Sales Ratio (PSR) untuk menentukan model mana yang paling akurat dalam menilai saham di sektor konsumsi Indonesia. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 128 - 137 Daniel Sardon Agustinus Marbun / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 128 Ae 137 DAFTAR PUSTAKA