Journal of Sustainability Business Research Vol 6 No. 1 Mar 2025 ISSN : 2746 Ae 8607 Pengaruh Media Sosial Instagram. Content Marketing Dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Produk Avoskin Pada Masyarakat Porong Sidoarjo Dina Azmiati1,Noerchoidah2 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya1,2 Email : dinaazmiati@gmail. com1 , noercoidah@unipasby. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh media sosial instagram, content marketing dan kepuasan pelanggan terhadap keputusan pembelian ulang pada masyarakat porong sidoarjo, baik secara parsial maupun Responden dalam penelitian ini berjumlah 126 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini menguji data kuesioner sebagai informasi dengan menggunakan skala likert kemudian diolah menggunakan program SPPS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial media sosial instagram berpengaruh terhadap keputusan pembelian ulang, begitu juga dengan content marketing secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian ulang dan kepuasan pelanggan secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian ulang Artinya secara simultan media sosial instagram, content marketing dan kepuasan pelanggan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Disimpulkan bahwa kedua variabel berpengaruh secara simultan signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Kata Kunci : Media Sosial Instagram. Content Marketing. Kepuasan Pelanggan. Keputusan Pembelian Ulang. ABSTRACT The aim of this research is to analyze the influence of Instagram social media, content marketing and customer satisfaction on repeat purchase decisions in the Porong Sidoarjo community, both partially and simultaneously. The number of respondents in this study was 126 people using a non-probability sampling technique with a purposive sampling method. The data used is primary data and secondary data. This research tested questionnaire data as information using a Likert scale and then processed it using the SPPS version 25 program. The research results showed that Instagram social media partially influenced repurchase decisions with results, as did partial content influence on repurchase decisions with results. and customer satisfaction partially influences repurchase decisions with a result. This means that simultaneously Instagram social media, content marketing and customer satisfaction have a significant influence on repeat purchase decisions. It was concluded that both variables had a significant simultaneous effect on repurchase decisions. Keywords: Media Social Instagram. Content Marketing. Customer Satisfaction. Repeat Purchase Decisions. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 6 No. 1 Mar 2025 ISSN : 2746 Ae 8607 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi berbasis digital berkembang secara pesat di berbagai bidang kehidupan. Perkembangan teknologi informasi seperti internet tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia di masa Internet dapat diakses di mana saja dan kapan saja pada masa sekarang ini. Internet telah membawa perubahan yang sangat berarti dalam berbagai aspek yang ada didalam kehidupan manusia khususnya dalam berbisnis (Wijaya, 2. Belakangan ini sudah banyak masyarakat indonesia terutama masyarakat porong sidoarjo yang suka menggunakan produk skincare lokal. Alasan mengapa banyak masyarakat porong mulai beralih dari skincare internasional terhadap skincare lokal adalah karena kualitas skincare brand lokal semakin meningkat dan secara khusus brand lokal berinovasi menyesuaikan formulasi skincare sesuai dengan iklim dan kondisi kulit masyarakat Indonesia. industri skincare di Indonesia menghadapi perkembangan yang sangat pesat sehingga banyak bermunculan merek skincare local. masyarakat Indonesia sudah mulai memperkaya masing-masing dirinya dengan mengedukasi diri sendiri serta lingkungan sekitarnya untuk melakukan perawatan diri menggunakan produk skincare secara rutin. Dengan adanya peningkatan secara pesat terhadap awarness orang untuk memiliki tampilan fisik yang menarik menyebabkan banyak dari mereka mulai melakukan perawatan-perawatan dengan menggunakan skincare baik itu skincare lokal maupun internasional. Produk avoskin ini merupakan brand skincare dengan kandungan dari bahan Ae bahan alami, avoskin juga menjadi brand skincare lokal ke 4 terlaris di indonesia dengan total penjualan sebesar Rp 5,9 harganya juga lumayan cukup terjangkau dibandingkan skincare lainnya yang lebih mahal dari produk avoskin. produk avoskin ini juga memiliki bentuk cairan khusus yang mengandung molekul Ae molekul kecil dengan berbagai bahan aktif seperti vitamin A, vitamin C, dan asam salisilat. belum tentu diproduk skincare merek lain memiliki manfaat seperti produk avoskin. Instagram merupakan salah satu platform untuk mencari informasi yang berbentuk visual terhadap suatu objek. Pesan atau informasi yang dibuat secara visual dapat dikatakan sebagai media yang berpotensi untuk mempromosikan sebuah objek, baik sebuah produk ataupun jasa. Instagram seringkali dijadikan sarana bagi publik untuk melakukan atau menciptakan sebuah tren. Tanpa disadari, tren dapat mendorong pengguna lainnya untuk mengikuti tren dengan melakukan hal yang sama. Seperti contohnya unggahan pada Instagram yang sedang viral mengenai sebuah tempat untuk dikunjungi, hal ini seringkali menjadi rujukan untuk pengguna tersebut dalam memutuskan pilihan berkunjung ke suatu tempat (Rizki & Pangestuti 2. Content marketing merupakan strategi pemasaran konten, yang bertujuan untuk menjangkau audiens yang tepat dan mengubahnya menjadi pelanggan (Limandono. Johan Ardi, 2. Kehadiran content marketing dinilai mampu menjalin kedekatan dengan calon pembeli sehingga pengiklan dapat lebih efektif mencapai tujuan kegiatan promosi. Melalui berbagi konten dan penggunaan konten buatan perusahaan secara kreatif, pemasaran konten dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan (Pertiwi, 2. Kepuasan adalah suatu perasaan seseorang dari kesenangan atau kekecewaan yang dihasilkan dari membandingkan performa nyata produk atau layanan dengan ekspektasi. Jika performa atau pengalaman jatuh di bawah daripada ekspektasi, pelanggan akan kecewa. Jika performa sesuai Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 6 No. 1 Mar 2025 ISSN : 2746 Ae 8607 dengan ekspektasi, pelanggan akan puas. Jika hal ini melebihi dari harapan, pelanggan akan sangat puas. Penilaian pelanggan dari suatu performa produk atau layanan tergantung dari beberapa faktor, termasuk tipe dari hubungan loyalitas yang dimiliki oleh pelanggan terhadap merek Menurut ( Noerchoidah, 2. Menurut Kotler . Keputusan pembelian dari konsumen perusahaan dipengaruhi oleh berbagai hal, beberapa diantaranya adalah cara promosi produk misalnya dengan iklan dan pengaruh kelompok referensi terhadap kualitas produk. Dengan adanya perkembangan teknologi dan peningkatan pengguna internet maka perusahaan harus berinovasi untuk bisa memasarkan produknya melalui internet untuk menjangkau konsumen dari berbagai kalangan agar bisa mengenal dan membeli produknya . Berdasarkan latar belakang diatas serta melihat situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, konsumen media sosial instagram masih merasa ragu untuk mengambil keputusan pembelian ulang produk avoskin karena mempertimbangkan dari content marketing yang terdapat pada fitur aplikasi tiktok maupun lainnya. pada setiap produk yang diperjualbelikan dan bagaimana media sosial instagram tersebut dalam mengkontribusi konsumen untuk minat berbelanja secara online, sehingga penelitian ini perlu diperlukan untuk meyakinkan agar media sosial instagram, content marketing dan kepuasan pelanggan benar-benar memberikan pengaruh pada keputusan pembelian ulang pada produk avoskin. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan populasi yaitupada masyarakat Porong Sidoarjo. Sampel dari penelitian yang didapat berjumlah 126 responden berdasarkan rumus Roscoe dalam Ferdinand 2014:173 dalam penelitian ini jumlah sampel ditentukan dari jumlah indikator 18 x 7 = 126 dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik analisis menggunakan SPSS versi 25 Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling diberikan masyarakat yang telah melalukan pembelian ulang pada produk avoskin. Untuk mengukur jumlah pendapat seseorang menggunakan alat penelitian kuisioner menggunakan rumus skala liket pada level 1 sampai dengan 5. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji validitas Uji validitas dilakukan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu indikator yang terdapat dalam Suatu kuesioner dikatakan valid apabila mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur dan tinggi rendahnya validitas kuesioner menunjukkan data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambarantentang variabel tersebut. Pengujian ini dilakukan dengan melihat kuesioner yang digunakan sudah tepat dengan mengukur apa yang diukur, yaitu dengan melihat koefisien item dengan nilai kritis pada taraf signifikan diatas 0,3 maka dinyatakan valid. Berikut adalah hasil uji validitas dipaparkan pada tabel dibawah ini: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 6 No. 1 Mar 2025 ISSN : 2746 Ae 8607 Tabel 1 Hasil Uji Validitas Sumber: Lampiran Output SPSS Data diolah, 2024 Pada Tabel 1 hasil uji validitas menunjukkan nilai r hitung yaitu lebih besar dari nilai korelasi 0,3. Dari tabel setiap variabel Media Sosial Instagram (X. Content Marketing (X. Kepuasan Pelanggan Dan keputusan pembelian Ulang (Y) lebih besar dibanding 0,3. Sehingga keseluruhan indikator dinyatakan valid dan item pernyataan dalam kuesioner ini bisa dilanjutkan untuk uji selanjutnya. Uji reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah setiap indikator dalam kuesioner yang digunakan penelitian ini reliabel. Uji reliabilitas dapat dikatakan reliabel jika nilai cronbachAos alpha > 0,6. Dari hasil analisis diperoleh koefisien reliabilitas sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 6 No. 1 Mar 2025 ISSN : 2746 Ae 8607 Sumber: Lampiran Output SPSS Data diolah, 2024 Pada Tabel 2, menunjukkan bahwa nilai koefisien reliablitias cronbachAos alpha pada Media Sosial Imstagram (X. sebesar 0,764. Content Marketing (X. sebesar 0,918. Kepuasan Pelanggan (X. sebesar 0,734, dan keputusan pembelian Ulang (Y) sebesar 0,763. Dari hasil diatas menunjukkan bahwa hasil nilai reliabilitas cronbachAos alpha lebih dari 0,6. Maka disimpulkan bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini sudah reliabel, sehingga item pernyataan dalam kuesioner layak digunakan dan dilanjutkan analisis data. Uji Asumsi Klasik Uji normalitas Uji normalitas data digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependent, variabel independent, atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Hasil dalam penelitian ini dapat dilihat dari Non Parametik Kolmogrov Smirnov (K-S) dengan nilai signifikan lebih besar dari 0,05. Dari hasil pengujian diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Sumber: Lampiran Output SPSS Data diolah, 2024 Berdasarkan pada Tabel 3 menunjukkan bahwa hasil uji normalitas diperoleh nilai Monte Carlo Sig. menunjukkan nilai signifikansi . 055 dimana lebih >0. 5 sehingga dapat disimpulkan bahwa data penelitian tersebut adalah berdistribusi normal dan dinyatakan valid. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 6 No. 1 Mar 2025 ISSN : 2746 Ae 8607 Uji multikolinearitas Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel bebas. Uji ini dilakukan dengan cara melihat nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Facto. Berikut ini cara melihat pengambilan keputusan uji multikolinearitas: Tabel 4 Hasil Uji Multikoleniaritas Sumber: Lampiran Output SPSS Data diolah, 2024 Dari Tabel 4 dapat diketahui bahwa nilai tolerance masing-masing variabel lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF (Variance Inflation Facto. lebih kecil dari 10, sehingga dapat disimpulkan dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas. Uji heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat dari gambar berikut: Tabel 5 Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Lampiran Output SPSS Data diolah, 2024 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 6 No. 1 Mar 2025 ISSN : 2746 Ae 8607 Berdasarkan Gambar 5 dapat diketahui bahwa titik-titk menyebar secara acak baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Maka dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Uji autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi. Adapun kriteria penentu dalam uji autokorelasi yaitu : Jika DW