ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 PENGARUH KUALITAS PRODUK. KUALITAS PELAYANAN DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP MINAT MENABUNG PADA CU LANTANG TIPO KANTOR CABANG SUNGAI RAYA DALAM PONTIANAK Horianus Endri Email: horianusendri01@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, kualitas pelayanan dan tingkat suku bunga terhadap minat menabung CU Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah CU Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 107 Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan menggunakan pengukuran skala rating. Untuk mengelola data pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 22. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa variabel kualitas produk, kualitas pelayanan dan tingkat suku bunga CU Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak yang diuji menggunakan uji korelasi, uji regresi linear berganda, uji F, dan uji t memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel minat menabung. KATA KUNCI: Kualitas Produk. Kualitas Pelayanan. Tingkat Suku Bunga dan Menabung Minat PENDAHULUAN Ekonomi manajerial mengkombinasikan ilmu ekonomi dan pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan perusahaan. Secara umum orientasi sebuah perusahaan mengarah pada memperoleh keuntungan. Hal ini sejalan dengan prinsip dasar dari Koperasi Kredit atau Credit Union atau biasa disebut dengan CU yang secara spesifik menyebutkan bahwa eksistensinya diperuntukkan untuk mensejahterakan Credit Union adalah sebuah lembaga keuangan yang bergerak disektor pinjam uang sebagai bisnis utama yang dikelola oleh anggotanya. Salah satu CU tersebut adalah CU Lantang Tipo. Dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012, disebutkan bahwa tujuan koperasi adalah AuKoperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, sekaligus sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tatanan perekonomian nasional yang demokratis dan berkeadilanAy. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 yang sekaligus menjadi landasan hukum dari eksistensi Koperasi Kredit di Indonesia. Dalam Pasal 6 UndangUndang Nomor 17 Tahun 2012 Pasal 2 Ayat 2 dinyatakan bahwa prinsip koperasi dimaksudkan menjadi sumber inspirasi dan menjiwai secara keseluruhan organisasi dan kegiatan usaha koperasi sesuai dengan maksud dan tujuan Untuk mewujudkan hal tersebut terdapat beberapa variabel penunjang salah satunya berkaitan kualitas produk didalam hal penyelenggaraan Credit Union produk yang dimaksudkan mencakup aktivitas simpan pinjam uang yang dilakukan didalam CU Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak yang dapat tergambarkan melalui persepsi anggotanya. variabel penunjang loyalitas pelanggan yang dalam aktivitas CU diwujudkan dalam minat menabung di CU, tidak hanya kualitas dari penyelenggaraan aktivitas keuangan di CU itu sendiri melainkan pertimbangan harga yang dalam Koperasi Kredit dikenal dengan istilah suku bunga menjadi hal yang penting untuk membangun loyalitas Suku bunga adalah bunga yang ditetapkan oleh koperasi simpan pinjam bagi konsumen yang ingin meminjam uang atau menabung. Anggota menginginkan suku bunga yang rendah saat ingin meminjam uang agar proses pengembalian pinjaman tidak terlalu memberatkan dan berjalan secara teratur sesuai jangka waktu yang ditetapkan. Selain aspek kualitas produk yang dalam hal ini dapat digambarkan dalam bentuk persepsi anggota CU dan harga dalam hal ini dimanfestasikan dalam suku bunga CU, aspek yang tidak kalah penting untuk mendapatkan atensi khusus yakni terkait kualitas KAJIAN PUSTAKA Kualitas Produk Firmansyah . 9: . menyatakan bahwa produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjual belikan sedangkan dalam ilmu marketing, produk adalah apapun yang dapat ditawarkan ke pasar dan dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Indrasari . 9: . menyatakan produk merupakan titik pusat dari kegiatan pemasaran karena produk merupakan hasil dari suatu perusahaan yang dapat ditawarkan ke pasar untuk di konsumsi dan merupakan alat dari suatu perusahaan untuk mencapai tujuan dari Yulianti dkk . 9: . menjelaskan bahwa kualitas adalah totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada kemampuannya untuk ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. Tjiptono . 2: . menyatakan bahwa kualitas adalah kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, sumber daya manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Kotler . 2: . menyatakan bahwa kualitas produk adalah kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainnya. Kualitas Pelayanan Nurdin . 9: . menyatakan bahwa kualitas pada dasarnya terkait dengan pelayanan yang terbaik, yaitu suatu sikap atau cara karyawan dalam melayani anggota atau masyarakat secara memuaskan. Tjiptono . 7: . mendefisinikan kualitas pelayanan sebagai ukuran seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan mampu sesuai dengan ekpetasi anggota. Arianto . 8: . menyatakan bahwa kualitas pelayanan berfokus pada pemenuhan kebutuhan dan persyaratan, serta pada ketepatan waktu untuk memenuhi harapan anggota. Tingkat Suku Bunga Kern dan Guttman . 9: . menyatakan bahwa suku bunga merupakan sebuah harga dan sebagaimana harga lainnya, maka tingkat suku bunga ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Andrianto dkk . 9: . , suku bunga adalah harga dari penggunaan uang atau bisa juga dipandang sebagai sewa atas penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu. Boediono . 4: . menyatakan bahwa suku bunga merupakan salah satu indiakator dalam menentukan apakah seseorang akan melakukan investasi atau menabung. Minat Menabung Kotler . mengasumsikan minat menabung sebagai perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keinginan anggota untuk melakukan pencarian informasi. Mirandhawati . 0: . menyatakan bahwa tabungan dimaknai sebagai simpanan dana yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan/atau alat lainya yang dipersamakan dengan itu. Peter dan lson . 3: . menyatakan bahwa minat menabung yaitu tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh, menggunakan produk dan jasa, termasuk proes pengambilan keputusan yang mengakui dan mengikuti tindakan-tindakan tersebut. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 CU Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak memiliki kualitas produk ,kualitas pelayanan dan tingkat suku bunga yang baik dikalangan Oleh sebab itu, kualitas produk, kualitas pelayanan dan tingkat suku bunga memiliki pengaruh terhadap minat menabung pada CU Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak. Berikut kerangka berpikir dapat dilihat pada Gambar 1. Kualitas Produk (X. Kualitas Pelayanan (X. Minat Menabung (Y) Tingkat Suku (X. GAMBAR 1 Kerangka Konseptual Penelitian Kualitas Produk (X. Kualitas produk yang baik dapat memicu terjadinya keputusan anggota untuk menabung. Kualitas Pelayanan (X. , dengan memberikan kualitas pelayanan yang baik dan dapat memuasakan anggota maka hal ini dapat memicu terjadingan keputusan anggota untuk menabung. Tingkat Suku Bunga (X. , dengan pemberian suku bunga yang tinggi maka akan disukai oleh anggota dan jika anggota merasa puas terhadap pemberian suku bunga tersebut maka dapat memicu terjadinya minat untuk menabung. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan metode kausalitas, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan rating scale. Populasi yang digunakan adalah jumlah anggota pada CU Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak pada tahun 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 107 responden ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 menggunakan teknik purposive sampling adalah pemilihan Ausampel bertujuanAy ini dilakukan karena mungkin saja peneliti telah memahami bahwa informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dari satu kelompok sasaran tertentu yang mampu memberikan informasi yang dikehendaki karena mereka memang memiliki informasi seperti itu dan mereka memenuhi kriteria yang ditentukan oleh peneliti. dengan bobot nilai 1 sampai dengan 5, alat analisis data mengunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi (R. , uji koefisien korelasi,uji korelasi, uji analisis regresi linier berganda, uji F dan uji t yang di uji dengan program SPSS versi 22. PEMBAHASAN Penelitian ini menguji pengaruh kualitas produk, kualitas pelayanan dan tingkat suku bunga terhadap minat menabung. Berikut tabel hasil indeks jawaban responden. TABEL 1 Hasil Indeks Jawaban Responden Indikator Bobot Jawaban Indeks Jawaban Rata-Rata Kualitas Produk Kinerja 89,35 Keandalan 88,22 88,79 Fitur 88,41 Serviceability 89,16 Kesimpulan : Persepsi Anggota Sangat Setuju Terhadap Kualitas Produk Kualitas Pelayanan Keandalan 88,41 Jaminan 91,78 88,19 Bentuk Fisik 82,99 Empati 89,72 Daya Tanggap 88,04 Kesimpulan : Persepsi Anggota Sangat Setuju Terhadap Kualitas Pelayanan Tingkat Suku Bunga Tingkat Bunga 81,68 81,24 Penetapan Suku Bunga 80,37 Pembebanan Bunga 81,68 Kesimpulan : Persepsi Anggota Sangat Setuju Terhadap Tingkat Suku Bunga Minat Menabung Minat Transaksional 79,07 77,71 Minat Refrensial 77,01 Minat Prefensial 78,32 Minat Eksploratif 76,45 Kesimpulan : Persepsi Anggota Setuju Terhadap Minat Menabung Sumber: Data Olahan 2020 ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 Berdasarkan tabel 1 maka dapat dilihat bahwa indeks jawaban rata-rata responden menunjukkan nilai sebesar 88,79 persen, nilai ini berada pada rentang rata-rata 80 persen Ae 100 persen pada interpretasi skor skala likert yang berarti rata-rata responden memberikan jawaban persepsi sangat setuju terhadap variabel kualitas produk. Hal ini berarti responden sangat setuju terhadap keseluruhan pernyataan yang diberikan dan setuju bahwa CU Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak memiliki kualitas produk yang dikenal baik dikalangan anggota CU Lantang Tipo. Indeks jawaban rata-rata responden menunjukkan nilai sebesar 88,19 persen, nilai ini berada pada rentang rata-rata 80 persen Ae 100 persen pada interpretasi skor skala likert yang berarti rata-rata responden memberikan jawaban persepsi sangat setuju terhadap variabel kualitas pelayanan. Hal ini berarti responden sangat setuju terhadap keseluruhan pernyataan yang diberikan bahwa CU Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak memiliki kualitas pelayanan yang baik dan memuaskan anggota. Indeks jawaban rata-rata responden menunjukkan nilai sebesar 81,24 persen, nilai ini berada pada rentang rata-rata 80 persen Ae 100 persen pada interpretasi skor skala likert yang berarti rata-rata responden memberikan jawaban persepsi sangat setuju terhadap variabel tingkat suku bunga. Hal ini berarti responden sangat setuju terhadap keseluruhan pernyataan yang diberikan dan sangat setuju bahwa CU Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak memiliki tingkat suku bunga yang menguntungkan bagi anggota. indeks jawaban responden menunjukkan nilai sebesar 77,71 persen, nilai ini berada pada rentang rata-rata 60 persen - 79,99 persen yang berarti rata-rata responden memberikan jawaban persepsi yang setuju terhadap variabel minat menabung. Hal ini berarti responden menyetujui keseluruhan pernyataan yang diberikan dan setuju bahwa CU Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak adalah pilihan dalam anggota untuk terus menabung. Berikut ini merupakan hasil pengujian statistik terhadap variabel , kualitas produk, kualitas pelayanan, tingkat suku bunga dan minat menabung yang digunakan penelitian dapat dilihat pada Tabel 2 sebagai berikut: ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 TABEL 2 Uji Asumsi Klasik Keterangan Hasil Uji NORMALITAS Menggunakan uji Asymp. Sig. Kolmogorov-Smirnov test (K-S test . -taile. or KS tes. 0,200 AUTOKORELASI Menggunakan metode uji DurbinWatsin ( DW tes. HETEROKEDASTISITAS Menggunakan metode uji Glejser MULTIKOLINIEARITAS UJI KORELASI Menggunakan 1,742 < 1,747 <2,258 Nilai Sig: X1=0,789 X2=0,605 X3=0,087 Tolerance X1=0,903 X2=0,903 X3=0,995 VIF X1=1,107 X2=1,107 X3=1,005 X1=0,000 X2=0,000 X3=0,000 Cut Off Kesimpulan Data memenuhi syarat normalitas yaitu nilai signifikan sebesar >0,05 0,200 lebih besar dari 0,05, sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini. Tidak (DU < DW autokorelasi, sehingga data < 4- DU) dinyatakan bebas autokorelasi dan dapat digunakan. Tidak >0,05 nilai signifikat ketiga variabel lebih besar dari 0,05. Nilai variabel tidak ada yang Tolerance kurang dari 0,10 dan VIF >0,10 dan yang lebih dari 10,00. VIF <10,00 Sehingga dapt disimpulkan Korelasi sangat kuat karena <0,05 Pearson signifikan lebih kecil dari 0,05. UJI KOEFISIEN DETERMINASI Dapat disimpulkan sebesar 23,30 persen variabel bebas 0,233 dapat mempengaruhi variabel UJI F Model 0,000 Sig <0,05 karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. diperoleh ttabel sebesar 1,983 X1= 3,373. Sig. -taile. maka dapat disimpulkan X2= 7. < 0,05 bahwa terdapat pengaruh X3= 3,811 antar variabel karena thitung thitung> ttabel lebih besar dari ttabeldan Sig. nilai signifikansi < 0,05. X1=0,001. X2=0,000. X3= 0,000 Sumber: Data Olahan 2022 Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa pengujian normalitas dengan kolmogorov smirnov test diperoleh nilai sebesar 0,200 yang dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,001, sehingga dapat disimpulkan bahwa distrubusi data penelitian ini adalah ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 Uji autokorelasi dapat dilihat bahwa nilai Durbin-Watson yang didapat adalah 1,747 dan nilai tabel dengan signifikansi 5%, jumlah responden sebanyak 107 sampel. Maka diperoleh nilai du sebesar 1,742. Nilai DW 1,747 lebih besar dari batas atas . dan kurang dari . -d. 4-1,742=2,258 dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat Uji heteroskedastisitas diketahui bahwa nilai signifikansi dari kualitas produk , kualitas pelayanan, tingkat suku bunga dan minat menabung dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas karena memenuhi syarat nilai sig lebih besar dari 0,05. Uji multikolinieritas menunjukkan bahwa nilai tolerance yang dihasilkan oleh masing-masing variabel adalah lebih dari 0,10 dan nilai VIF yang diperoleh juga memiliki nilai yang kurang dari 10,00. Hal ini berarti masing-masing variabel tersebut tidak menunjukkan adanya gejala multikolinearitas dalam model regresi, sehingga model regresi tidak terjadi korelasi diantara variabel terikat. Hasil uji koefisien korelasi diketahui bahwa memiliki kriteria nilai dan memiliki nilai signifikan ketiga variabel bebas adalah 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa memiliki korelasi yang kuat karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. Uji koefisien determinasi diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,233 atau 23,30 persen, hasil tersebut menunjukkan bahwa kualitas produk, kualitas pelayanan dan tingkat suku bunga mempengaruhi minat menabung sebesar 23,30 persen sedangkan dipengaruhi variabel-variabel lain yang tidak diujikan dalam penelitian ini. Pada uji F diperoleh fhitung 11,705 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini mempengaruhi minat menabung pada Credit Union Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak secara bersamaan. Uji T digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel independen terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel independen lainnya konstan. Pada pengujian ini dilihat dari signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka terdapat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2014: . Hasil pengujian pada variabel kualitas produk menunjukkan bahwa nilai thitung yang diperoleh adalah sebesar 3,953 dan nilai ttabel yang diperoleh adalah sebesar 1,983. Berdasarkan nilai perhitungan diatas menunjukka bahwa thitung lebih besar dari ttabel . ,953 > 1,. dan nilai singnifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil uji t pada variabel kualitas pelayanan menunjukkan bahwa nilai thitung yang diperoleh adalah ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 sebesar 3,726 dan nilai ttabel yang diperoleh adalah sebesar 1,983. Berdasarkan nilai perhitungan diatas menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari t tabel . ,726 > 1,. dan nilai signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil uji t pada variabel tingkat suku bunga menunjukkan bahwa nilai thitung yang diperoleh adalah sebesar 3,857 dan nilai ttabel yang diperoleh adalah sebesar 1,983. Berdasarkan nilai perhitungan diatas menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel . ,857 > 1,. dan nilai signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan statistis yang telah diuraikan pada variabel kualitas produk, kualitas pelayanan dan tingkat suku bunga terhadap minat menabung pada Credit Union Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak, maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: Variabel kualitas produk memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat menabung pada Credit Union Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak, hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kualiatas produk yang disediakan oleh Credit Union Lantang Tipo maka akan semakin baik menguntungkan bagi pihak Credit Union karena minat menabung anggota menjadi meningkat. Variabel kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat menabung pada Credit Union Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak, hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan kepada anggota dinilai sangat baik dan sesuai dengan harapan anggota sehingga meningkatkan minat menabung anggota pada Credit Union Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak. Variabel tingkat suku bunga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat menabung pada Credit Union Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak, hal ini menunjukan bahwa tingkat suku bunga dinilai menguntungkan bagi anggota dan keterbukaan pihak Credit Union pada anggota mengenai bunga yang dihasilkan dari menabung membuat minat menabung anggota semakin meningkat. Ada pun saran-saran dari penulis berdasarkan hasil penelitian pada Credit Union Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak adalah sebagai berikut: ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 Hendaknya Credit Union Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak, lebih meningkatkan tingkat keandalan para karyawan agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabahnya untuk meningkatkan minat menabung nasabah. Hendaknya Credit Union Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak, lebih memperhatikan kebersihan fasilitas ruang tunggu anggota yang sedang mengantri sediakan tong sampah agar kebersihan tetap terjaga. Hendaknya Credit Union Lantang Tipo Kantor Cabang Sungai Raya Dalam Pontianak, melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anggota mengenai keuntungan suku bunga yang didapatkan. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel bebas karena nilai Adjusted R Square yang diapatkan adalah 0,233 atau sebesar 23,30 persen, sedangkan sebesar 76,70 persen dijelasakan oleh faktor atau variabel yang tidak diteliti hal ini menandakan bahwa masih terdapat keterbatasan variabel bebas dalam memengaruhi variabel terikat. Hal ini menandakan bahwa masih terdapat keterbatasan variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat dan perlu melakukan penelitian ulang dengan menambahkan variabel lain sebagai pendukung. DAFTAR PUSTAKA