Kelola Jur n al Ma naj e me n P e nd id ik a n Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Kristen Satya Wacana jurnalkelola@gmail. e-ISSN 2549-9661 Volume: 12. No. Juli-Desember 2025 Halaman: 196-202 Pengaruh Kepemimpinan dan Total Quality Management terhadap Kualitas Layanan Pendidikan: Studi Komparatif Perspektif Siswa dan Guru Dinda Nurul Inayati YPI Al Azhar Jakarta Selatan dindaasofyan@gmail. Desi Kardini Wulansari UPTD SDN Serua Indah 02 Tangerang Selatan desikardiniwulansari@gmail. Suhendra Universitas Pakuan Bogor suhendra@unpak. ABSTRACT This study examines the influence of leadership and the implementation of Total Quality Management (TQM) on the quality of educational services from the perspectives of teachers and students. Ensuring service quality is essential for schools to remain competitive amid globalization and rapid technological change. Using a quantitative approach with a crosectional correlational design, data were collected from 100 respondents . students and 25 teacher. through Likert-scale questionnaires. Data analysis employed correlation tests, simple and multiple regression, along with classical assumption tests. The results indicate that leadership and TQM simultaneously have a significant effect on the quality of educational services, with RA values of 0. However, partial analysis shows that only TQM exerts a statistically significant influence, while the effect of leadership becomes insignificant when controlled alongside TQM. These findings highlight that TQM principlesAisuch as continuous improvement, broad participation, and a focus on customer satisfactionAiare the dominant determinants of service quality. The novelty of this study lies in demonstrating the comparative weight of TQM and leadership within the Indonesian school context, showing that effective leadership alone is insufficient without a systematic quality management framework. The study contributes to the theory of educational leadership by clarifying its enabling role in implementing TQM, and to TQM theory by emphasizing its central role in educational service delivery. Practically, the findings suggest that schools and policymakers should prioritize comprehensive TQM adoption supported by transformational leadership to sustain quality improvements. Keywords: Leadership. Total Quality Management. Service Quality. Educational Management Article Info Received date: 16 Mei 2025 Revised date: 4 September 2025 PENDAHULUAN Peningkatan merupakan agenda strategis nasional yang Accepted date: 12 Desember 2025 menjadi landasan utama dalam membangun daya saing bangsa. Hasil akreditasi sekolah/madrasah tahun 2023 yang ditetapkan Pengaruh Kepemimpinan dan Total Quality Management terhadap Kualitas Layanan A | D. Inayati, dkk. melalui Surat Keputusan Ketua BAN-S/M Nomor 477/BAN-SM/SK/2023 menunjukkan masih adanya kesenjangan mutu antar satuan pendidikan, di mana sejumlah sekolah memperoleh peringkat rendah atau belum terakreditasi, terutama di daerah pinggiran (BAN-S/M, 2. Kondisi ini menandakan bahwa penyelenggaraan pendidikan yang bermutu masih menghadapi tantangan serius. Selain itu, laporan Programme for International Student Assessment (PISA) menempatkan Indonesia pada peringkat ke-69 dari 81 negara peserta dengan capaian literasi, numerasi, dan sains yang relatif rendah dibandingkan rata-rata OECD, sehingga memperkuat urgensi peningkatan mutu layanan pendidikan secara sistematis dan berkelanjutan (OCDE, 2. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan dan Total Quality Management (TQM) sering disebut sebagai dua faktor kunci dalam memperbaiki mutu pendidikan. Kepemimpinan visioner terbukti mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan efektivitas organisasi pendidikan (Utomo, 2. Demikian pula, penerapan prinsip-prinsip TQM seperti perbaikan berkelanjutan, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, dan fokus pada meningkatkan kualitas layanan di berbagai sektor, termasuk pendidikan (Fauzi et al. Di sisi lain, implementasi sistem penjaminan mutu internal yang konsisten juga keberlanjutan peningkatan mutu di sekolah (Meirani et al. , 2. Namun, sejumlah penelitian terdahulu lebih banyak menyoroti kepemimpinan dan TQM secara terpisah, sementara kajian yang mengintegrasikan keduanya dalam konteks mutu layanan pendidikan di Indonesia masih Misalnya. Fauzi et al. menekankan peran TQM dalam peningkatan layanan pendidikan, sementara penelitian Utomo . lebih fokus pada pengaruh kepemimpinan visioner di sektor publik. Kajian komparatif yang melibatkan perspektif ganda, baik guru maupun siswa, masih jarang Inilah yang menjadi celah penelitian . esearch ga. yang ingin diisi oleh studi ini. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan dan penerapan prinsip-prinsip TQM terhadap mutu layanan pendidikan dari perspektif guru dan siswa. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi manajemen pendidikan berbasis mutu, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi kepala sekolah dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan dan berdaya saing global. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto tipe cross-sectional, karena data dikumpulkan pada satu waktu tertentu untuk melihat hubungan antar variabel tanpa memberikan perlakuan langsung terhadap responden (Creswell & Creswell, 2. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kepemimpinan (XCA) dan manajemen mutu terpadu/TQM (XCC) terhadap mutu layanan pendidikan (Y). Populasi penelitian mencakup seluruh guru dan siswa di Sekolah X dengan jumlah 120 orang, terdiri dari 30 guru dan 90 siswa. Sampel penelitian ditentukan sebanyak 100 responden, yang terdiri dari 25 guru dan 75 siswa. Pemilihan proportional stratified random sampling, agar setiap kelompok . uru dan sisw. terwakili secara proporsional sesuai dengan ukuran populasinya (Sugiyono, 2. Instrumen penelitian berupa angket berbentuk skala Likert lima poin . = sangat tidak setuju hingga 5 = sangat setuj. Penyusunan indikator didasarkan pada kajian teori sebagai berikut: Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan. Vol. No. Juli-Desember 2025 Kepemimpinan (XCA): indikator mengacu pada dimensi kepemimpinan visioner, partisipatif, dan transformasional dalam (Utomo. Manajemen Mutu Terpadu/TQM (XCC): indikator disusun berdasarkan prinsip-prinsip TQM, yaitu fokus pada pelanggan, keterlibatan semua pihak, perbaikan berkelanjutan, dan sistem penjaminan mutu (Fauzi et al. , 2. Mutu Layanan Pendidikan (Y): indikator dikonstruksi dengan mengadaptasi model SERVQUAL (Parasuraman et al. , 1. meliputi dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Model ini telah terbukti relevan digunakan dalam konteks pendidikan tinggi, seperti dibuktikan oleh Seitova et al. , (Seitova et al. , 2. serta diperkuat oleh tinjauan sistematis 2007Ae 2023 yang menemukan SERVQUAL banyak digunakan dalam studi mutu pendidikan (Toscano-Hernyndez et al. , 2. Instrumen diuji dengan uji validitas (Pearson Product Momen. dan reliabilitas (CronbachAos Alph. Seluruh butir pernyataan dinyatakan valid . hitung > r tabe. dan reliabel dengan nilai > 0,70. Sebagaimana dilaporkan oleh Chhetri & Khanal . , nilai CronbachAos Alpha di atas 0,70 menunjukkan konsistensi internal yang memadai (Khanal & Chhetri, 2. dan Adeniran . menegaskan bahwa CronbachAos Alpha tetap menjadi ukuran reliabilitas yang paling banyak digunakan dalam riset sosial dan manajemen (Adeniran. Analisis data dilakukan secara bertahap. Pertama, analisis deskriptif digunakan untuk kepemimpinan, penerapan TQM, dan mutu Kedua, melakukan analisis regresi, dilakukan uji prasyarat analisis . ji asumsi klasi. , meliputi: Uji normalitas dengan KolmogorovSmirnov, berdistribusi normal . > 0,. Uji linearitas, memperlihatkan hubungan linear antara variabel XCA dan Y pada guru dan murid, serta antara XCC dan Y pada murid. hubungan XCC dan Y pada guru cenderung nonlinear. Uji multikolinearitas, dengan kriteria VIF < 10 dan Tolerance > 0,10, menunjukkan tidak ada masalah multikolinearitas. Uji heteroskedastisitas menggunakan Glejser, dengan hasil p > 0,05, sehingga tidak ada gejala Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis statistik inferensial, meliputi uji korelasi sederhana, regresi linier sederhana, regresi linier berganda, uji t untuk melihat pengaruh parsial, serta uji F untuk melihat pengaruh simultan. Selain itu, koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis dilakukan untuk menguji pengaruh kepemimpinan (XCA) dan manajemen mutu terpadu/TQM (XCC) terhadap mutu layanan pendidikan (Y). Ringkasan hasil uji korelasi, regresi, dan determinasi ditampilkan pada Tabel 1. Pengaruh Kepemimpinan dan Total Quality Management terhadap Kualitas Layanan A | D. Inayati, dkk. Tabel 1 Ringkasan Hasil Analisis Statistik Var. Resp. Kepemimpinan Guru (X. Kepemimpinan Murid (X. TQM Guru (X. TQM Murid (X. X1 X2 Guru (Simulta. X1 X2 Murid (Simulta. Keterangan: ** p < 0,01 r(Sig. 0,672** ,0. 0,722** ,0. 0,899** ,0. 0,817** ,0. (Regres. 0,835 Keterangan Signifikan 0,875 Signifikan 0,942 Signifikan 0,846 Signifikan Signifikan Signifikan Pengaruh Kepemimpinan (XCA) Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan dan mutu layanan pendidikan . uru: r = 0,672. murid: r = 0,. Analisis regresi sederhana memperlihatkan kontribusi kepemimpinan sebesar 45,2% . dan 52,1% . Pengaruh Manajemen Mutu Terpadu/TQM (XCC) TQM memiliki pengaruh yang lebih kuat, dengan korelasi sangat tinggi . uru: r = 0,899. murid: r = 0,. dan kontribusi 80,8% . serta 66,7% . Pengaruh Simultan XCA dan XCC Secara simultan, kepemimpinan dan TQM menjelaskan 80,9% variasi mutu layanan pendidikan menurut guru dan 66,9% menurut Namun, secara parsial hanya TQM yang konsisten signifikan, sedangkan kepemimpinan menjadi tidak signifikan jika diuji bersama dengan TQM. Dengan demikian. TQM terbukti sebagai faktor dominan dalam menentukan kepemimpinan tetap penting tetapi lebih bersifat pendukung ketika dikombinasikan dengan sistem manajemen mutu yang Pembahasan Pengaruh Kepemimpinan terhadap Mutu Layanan Pendidikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu layanan pendidikan. Analisis korelasi menghasilkan koefisien Pearson sebesar 0,672 . dan 0,722 . , dengan signifikansi 0,000, sedangkan analisis regresi sederhana menunjukkan kontribusi 45,2% . dan 52,1% . Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi kualitas kepemimpinan yang dirasakan warga sekolah, semakin baik pula mutu layanan Secara substantif, kepemimpinan yang mampu menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan guru serta siswa menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Temuan ini sejalan dengan Atozanolo & Hidayat . yang menekankan bahwa kepemimpinan yang visioner dapat memberikan arah strategis, memastikan mutu layanan berjalan sesuai standar (Lahagu & Hidayat, 2. Hasil ini sejalan dengan penelitian Lamyja . yang menekankan bahwa kepemimpinan efektif menumbuhkan lingkungan belajar yang kondusif melalui pemberdayaan guru dan pengembangan profesional (Lamyja, 2. Namun, ketika diuji bersama dengan TQM, kepemimpinan menjadi tidak signifikan. Fenomena ini dapat dipahami bahwa kepemimpinan berfungsi sebagai enabler yang mendukung implementasi sistem mutu, bukan Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan. Vol. No. Juli-Desember 2025 sebagai faktor utama. Dalam konteks sekolah Indonesia, budaya mutu lebih sering dipengaruhi oleh instrumen manajerial formal seperti akreditasi. SOP, dan sistem penjaminan mutu internal (Koto, 2. Literatur terbaru juga menegaskan bahwa kepemimpinan berperan penting dalam mengintegrasikan visi mutu dengan implementasi TQM . Pengaruh Penerapan Konsep Total Quality Management terhadap Mutu Layanan Pendidikan Penerapan TQM terbukti memiliki pengaruh dominan terhadap mutu layanan Hasil penelitian menunjukkan kontribusi sebesar 80,8% pada responden guru dan 66,7% pada responden murid. Korelasi yang tinggi . uru: r = 0,899. murid: r = 0,817. p < 0,. serta hasil regresi yang signifikan menegaskan bahwa semakin baik implementasi TQM, semakin tinggi pula mutu layanan pendidikan yang dirasakan. Temuan ini konsisten dengan penelitian Suprihatin . yang menunjukkan bahwa TQM mendorong peningkatan berkelanjutan dan perubahan budaya sekolah (Suprihatin. Sejalan dengan itu. Badrudin . yang menekankan perannya dalam memperkuat daya saing lembaga pendidikan. Hosang & Katuuk . juga menyatakan bahwa TQM memungkinkan sekolah berfokus pada kepuasan pelanggan dan manajemen berbasis fakta (Hosang & Katuuk, 2. Literatur mendukung hasil ini. Wismayanti et al. menunjukkan bahwa TQM meningkatkan mutu pembelajaran dan administrasi di SMK Indonesia (Wismayanti et al. , 2. Selain itu, meta-analisis internasional menemukan bahwa TQM memiliki efek yang kuat dalam pendidikan tinggi di berbagai negara (Yusuf. Pengaruh Simultan Kepemimpinan dan TQM terhadap Mutu Layanan Pendidikan Ketika kepemimpinan dan TQM berkontribusi sebesar 80,9% pada responden guru dan 66,9% pada responden murid. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi keduanya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap mutu layanan pendidikan. Namun, jika diuji secara parsial, kepemimpinan menjadi tidak signifikan ketika dibandingkan dengan dominasi pengaruh TQM. Konteks ini dapat dijelaskan melalui realitas pendidikan di Indonesia: sistem mutu formal . kreditasi, supervisi, evaluasi BANS/M) menjadi acuan utama peningkatan mutu, sementara kepemimpinan lebih berfungsi sebagai penggerak yang memastikan penerapan sistem tersebut berjalan efektif. Hal ini sejalan dengan pandangan UNESCO GEM Report kebijakan mutu dengan praktik di sekolah (UNESCO, 2. SIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan penerapan Total Quality Management (TQM) berpengaruh signifikan terhadap mutu layanan pendidikan, dengan kontribusi sebesar 80,9% pada guru dan 66,9% pada murid. Namun, secara parsial hanya TQM yang memberikan pengaruh signifikan, sedangkan kepemimpinan kehilangan signifikansinya ketika dikontrol oleh TQM. Temuan ini menegaskan bahwa TQM merupakan faktor dominan dalam peningkatan mutu layanan pendidikan, sementara kepemimpinan berperan sebagai enabler yang memungkinkan implementasi TQM berjalan efektif. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan teori kepemimpinan pendidikan dengan memperjelas bahwa efektivitas kepemimpinan bergantung pada keberadaan sistem mutu yang terstruktur. Temuan ini juga memperkaya teori TQM di bidang pendidikan, dengan menegaskan peran TQM sebagai determinan utama mutu layanan di sekolah. Pengaruh Kepemimpinan dan Total Quality Management terhadap Kualitas Layanan A | D. Inayati, dkk. melengkapi model SERVQUAL yang menekankan dimensi keandalan, responsivitas, dan jaminan layanan. Kendati demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena ukuran sampel relatif kecil dan hanya terbatas pada satu sekolah, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas, serta pendekatan yang digunakan murni kuantitatif sehingga belum mampu menggali lebih dalam konteks sosial budaya yang melatarbelakangi data. Oleh karena itu, praktik pendidikan perlu diarahkan transformasional yang dipadukan dengan implementasi TQM secara menyeluruh, misalnya melalui pembentukan tim mutu sekolah, siklus perbaikan berkelanjutan, dan evaluasi berbasis kepuasan siswa maupun orang tua. Dari sisi kebijakan, pemerintah dan lembaga akreditasi perlu mendorong model implementasi TQM di sekolah dasar dan menengah dengan menyediakan pelatihan, instrumen evaluasi, dan pendampingan berkelanjutan bagi guru serta kepala sekolah. Sementara campuran . ixed method. dan melibatkan sampel lebih luas lintas jenjang dan daerah, agar mampu memperkaya pemahaman mengenai interaksi antara kepemimpinan. TQM, dan faktor lain seperti budaya organisasi maupun kepuasan kerja guru. DAFTAR PUSTAKA