Volume 13 No. 2 Tahun 2024 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Artikel Penelitian HUBUNGAN KANDUNGAN AKTIF INSEKTISIDA DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG MORAWA THE RELATIONSHIP OF ACTIVE INGREDIENT OF INSECTICIDES WITH THE INCIDENCE OF DENGUE FEVER IN TANJUNG MORAWA NORTH SUMATERA Munauwarus Sariraha. Azrianur Kurnia Madanib aDepartment of Parasitology. Faculty of Medicine. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara bFaculty of Medicine. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Histori Artikel ABSTRAK Diterima: 26 Juli 2024 Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dan dapat terjadi sepanjang tahun. Penyakit ini seringkali dipengaruhi oleh faktor lingkungan, iklim, kepadatan penduduk, serta perilaku masyarakat. Indonesia, kasus DBD mencapai 108. 303 pada tahun 2020, dengan Sumatera Utara sebagai salah satu daerah dengan kasus tinggi. Upaya pengendalian DBD sering kali bergantung pada penggunaan insektisida untuk membunuh nyamuk Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan aktif yang digunakan oleh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa serta hubungannya dengan kejadian DBD di wilayah tersebut. Penelitian observasional dengan desain potong lintang ini melibatkan 100 rumah tangga. Data penggunaan insektisida dan riwayat menderita DBD dalam enam bulan terakhir didapatkan melalui wawancara tertulis menggunakan kuesioner. Sebanyak 44 rumah tangga yang diobservasi memiliki riwayat menderita DBD. Seluruh rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa menggunakan insektisida golongan piretroid, namun memiliki kandungan aktif yang berbeda-beda yaitu dimeflutrin . %), sipermetrin . %) dan praletrin . %). Terdapat hubungan antara kandungan aktif insektisida dengan kejadian DBD di wilayah Puskesmas Tanjung Morawa. ABSTRACT Revisi: 20 November 2024 Terbit: 1 Desember 2024 Kata Kunci Aedes, demam berdarah, aktif, piretroid. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), transmitted through the bites of Aedes aegypti or Aedes albopictus mosquitoes, can occur year-round and affect all age groups. In efforts to control the vector mosquito population responsible for DHF, both the government and the community generally opt for insecticide use. The types of insecticides and their active ingredients vary across different This study aims to identify the active ingredients used by the community within the Tanjung Morawa Public Health CenterAos jurisdiction and their correlation with DHF incidence. This observational study, employing a cross-sectional design, involved 100 households. Data on insecticide use and DHF history over the past six months were collected through written A total of 44 observed households had a history of DHF. All households within the Tanjung Morawa Public Health Center's jurisdiction used pyrethroid class insecticides, but with varying active ingredients, dimefluthrin . %), cypermethrin . %), and prallethrin . %). There is a correlation between the active ingredients of insecticides and the incidence of DHF in the Tanjung Morawa Public Health Center area. Korespondensi Email: munauwarussarirah@umsu. Munauwarus Sarirah Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No. 2 Tahun 2024 PENDAHULUAN oleh sejumlah faktor, seperti ketersediaan Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti dan Aedes konsumen, jenis bahan aktif yang digunakan, albopictus, dan dapat terjadi sepanjang tahun. harga, serta intensitas promosi produk tersebut. Penyakit ini seringkali dipengaruhi oleh faktor Formulasi insektisida rumah tangga juga banyak lingkungan, iklim, kepadatan penduduk, serta ditemui di pasaran, mulai dari formulasi bakar, perilaku masyarakat. aerosol, semprot, dan elektrik. 6 Penelitian ini Menurut World Health Organization bertujuan untuk mengetahui kandungan aktif (WHO), setiap tahun infeksi virus dengue insektisida yang digunakan oleh masyarakat di dijumpai antara 50 hingga 100 juta di dunia. wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa serta Menurut Data Kementerian Kesehatan Republik hubungannya dengan kejadian DBD di wilayah Indonesia tahun 2020, kasus DBD dijumpai METODE kematian sebanyak 747 kasus. Sumatera Utara menduduki peringkat 20 kasus DBD tertinggi di Indonesia. Menurut Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2020, terdapat 771 kasus DBD di Sumatera Utara. 3 Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, mengkonfirmasi jumlah kasus kejadian DBD tertinggi terdapat di Kabupaten Deli Serdang, yaitu sebanyak 1. 326 kasus4 dan paling banyak terdapat di Kecamatan Tanjung Morawa dengan jumlah sebanyak 87 kasus. lebih diutamakan pada pengendalian vektor DBD. Dalam upaya mengendalikan populasi DBD, masyarakat pada umumnya lebih memilih Fakultas Alasan masyarakat menggunakan insektisida adalah karena mudah digunakan, mudah didapatkan dan hasilnya langsung terlihat oleh masyarakat. Penggunaan insektisida bervariasi di setiap Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dengan nomor 956/KEPK/FKUMSU/2023. Penelitian observasional analitik dengan desain penelitian potong lintang ini berlokasi di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa yang meliputi 16 desa yaitu Medan Sinembah. Bandar Labuhan. Bangun Rejo. Aek Pancur. Naga Timbul. Tanjung Morawa P. Tanjung Morawa A. Limau Manis. Ujung Serdang. Tanjung Morawa B. Tanjung Baru. Punden Rejo, dan Tanjung Mulia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai bulan Januari 2023. Penentuan penelitian ini dimulai dari rumah penderita DBD dalam waktu enam bulan terakhir berdasarkan data Puskesmas Tanjung Morawa, kemudian rumah-rumah penderita hingga terpenuhi jumlahnya sebanyak Pemilihan jenis insektisida dipengaruhi Kedokteran Lengau Seprang. Sei Merah. Dagang Kerawan, menjadikan upaya pengendalian utama DBD etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Belum ditemukannya obat dan vaksin Penelitian ini telah mendapat persetujuan Munauwarus Sarirah Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No. 2 Tahun 2024 100 rumah yang tersebar di seluruh desa di namun bahan aktif yang digunakan berbeda- wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa. Analisis data menggunakan analisis univariat cypermethrin . %), dan prallethrin . %). dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Berdasarkan tabel 1 juga dapat dilihat bahwa sebagian besar rumah menggunakan formulasi hubungan antara jenis insektisida dengan insektisida jenis aerosol . %). Sebagian besar riwayat demam DBD. Nilai signifikansi p <0,05 responden memilih suatu jenis insektisida karena menunjukkan hubungan yang signifikan. %), insektisida setiap hari . %) terutama pada HASIL Dari 100 rumah tangga yang terlibat, 44 rumah . %) memiliki riwayat DBD dalam enam bulan terakhir. Tabel 1 menunjukkan jenis malam hari . %). Sebanyak 49 rumah telah menggunakan insektisida jenis tertentu selama 1-5 tahun. insektisida yang digunakan oleh responden. Seluruh menggunakan insektisida golongan piretroid. Tabel 1. Karakteristik penggunaan insektisida Cypermethrin Bahan aktif Dimefluthrin Prallethrin Formulasi Aerosol Bakar Elektrik Alasan memilihi jenis Aman Murah Ampuh Praktis Mudah didapat Frekuensi penggunaan Setiap hari Tidak setiap hari Waktu penggunaan Pagi Sore Malam Lama penggunaan <1 tahun 1-5 tahun >5 tahun Karakteristik Munauwarus Sarirah Jumlah . Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No. 2 Tahun 2024 Tabel 2. Karakteristik penggunaan insektisida berdasarkan riwayat DBD Karakteristik Riwayat menderita DBD Pernah Tidak pernah Bahan aktif insektisida Cypermethrin Dimefluthrin Prallethrin Formulasi Aerosol Bakar Elektrik Alasan memilih jenis insektisida Aman Murah Ampuh Praktis Mudah didapat Frekuensi penggunaan insektisida Setiap hari Tidak setiap hari Waktu penggunaan insektisida Pagi Sore Malam Lama penggunaan insektisida <1 tahun 1-5 tahun 6-10 tahun *Contigency coeffecient Jumlah Nilai p* 0,003 . 0,077 0,624 0,435 0,526 0,371 Berdasarkan data dari Puskesmas Tanjung Hal ini sejalan dengan penelitian di Riau pada Morawa, dari 100 rumah yang dilibatkan dalam tahun 2018 yang menyebutkan bahwa penelitian ini, sebanyak 44 rumah merupakan masyarakat di Kota Pekan Baru. Dumai, dan Kabupaten DBD. Karakteristik penggunaan insektisida berdasarkan riwayat DBD disajikan pada tabel Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara bahan aktif insektisida dengan riwayat kejadian DBD . <0,. dengan nilai koefesien kontingensi sebesar 0,322 yang Bengkalis Demikian juga penelitian yang dilakukan di Provinsi Banten yang menunjukkan bahwa golongan piretroid merupakan insektisida yang paling sering diaplikasikan. Pada menunjukkan kekuatan hubungan yang sedang. golongan piretroid yang paling banyak DISKUSI