733 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 PENGEMBANGAN POTENSI WISATA DI DESA BATU KUMBUNG LOMBOK BARAT MELALUI COMMUNITY BASE TOURISM Oleh Jumadil1. Lalu Yulendra2. Sri Wahyuningsih3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Email : Ajumadil@gmail. com, 2laluyulendrampar@gmail. 3sriwahyuningsih@gmail. Article History: Received: 08-10-2024 Revised: 10-10-2024 Accepted: 12-10-2024 Keywords: Potensi Wisata. Batu Kumbung. Community Base Tourism. Abstract : Desa Batu Kumbung adalah desa yang mempunyai daya tarik wisata yang memiliki potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Keanekaragaman daya tarik dan wisata tersebut tentunya merupakan potensi yang prospektif bagi pengembangan sektor pariwisata di Desa Batu Kumbung sekaligus menjadi modal penting untuk menjadikan Desa Kumbung sebagai Daerah Tujuan Wisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran masyarakat dalam pengembangan objek wisata di Desa Wisata Batu Kumbung melalui pendekatan Community Base Tourism. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik yang digunakan dalam penentuan informan dilakukan AupurposivesamplingAy,yaitu pertimbangan dan tujuan tertentu yang dipandang dapat memberikan informasi dan data secara maksimal, dalam hal ini adalah pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pengembangan desa wisata Batu Kumbung. Hasil penelitian ini adalah pengembangan Desa Wisata Batu Kumbung dikatergorikan sebagai pengembangan yang bersifat interaktif melalui pendekatan Community Base Tourism. Bentuk pengembangan yang diberikan oleh masyarakat yaitu dalam wujud pikiran, tenaga, dan keahlian. Pada tahap perencanaan maupun pengembangan masyarakat berperan dalam memberikan ide yang dibuat sebagai keputusan bersama oleh seluruh masyarakat untuk mengembangkan potensi objek Sedangkan pengembangan yang dilakuakan oleh masyarakat dalam bentuk tenaga yaitu menjadikan objek wisata yang bersih, aman, dan nyaman untuk di kunjungi. Dan peran masyarakat dalam bentuk keahlian yaitu meningkatkan daya tarik wisata dengan keahlian yang dimiliki sehingga objek wisata di desa Batu Kumbung dapat berkembang sesuai yang diharapkan oleh masyarakat. PENDAHULUAN Terdapat beberapa wisata yang ada di batu kumbung antara lain wisata religi seperti: Roah Gubug, masyarakat Desa Batu Kumbung menyuguhkan dulang untuk dimakan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 bersama . di Patilasan Syeh Al Hamidi AuPatinglage Deneq PrawangsaAy, wisata budaya seperti: mengunjungi petilasan / tempat pertapaan atau berhalwat para wali yang sampai saat ini masih terjaga dan sering dikunjungi, peninggalan benda-benda bersejarah,seperti Al-Quran tulis tangan, takepan dari daun lontar, khutbah kuno yang ditulis dari kulit unta, keris, mahkota raja,pelana kuda, sanggar tari Dewi Kunti dan Paguyuban Presean Sekar Betaji. Wisata Kuliner seperti: ada nya kampung kuliner yang membuat beraneka jajan traditional lombok. Wisata kesenian seperti pertunjukan musik tradisonal gamelan tawak-tawak khas desa Batu Kumbung. Wisata agrowisata seperti Kampung Wisata Agro di dusun Orong Dalam. Kegiatan pariwisata sebagai bentuk kegiatan pengembangan objek wisata dan keunggulan suatu daerah yang melibatkan masyarakat di dalamnya melalui sektor Kegiatan pariwisata bukan hanya ditujukan untuk menampilkan wisata yang masih alami, melainkan dapat berkontribusi positif terhadap kegiatan konservasi lingkungan dengan menjaga potensi wisata yang ada dan melibatkan peran serta masyarakat sebagai pengendali utama dalam pengembangan objek wisata tersebut. Hal ini perlu dilakukan karena masyarakat lokal lebih memahami alam dan budaya yang menjadi potensi dan nilai jual sebagai daya tarik wisata, sehingga keterlibatan dari masyarakat menjadi Kegiatan pariwisata di desa ini diharapkan akan membawa dampak positif bagi berbagai aspek kehidupan baik pada bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan Dilihat dari potensi alam yang beragam serta didukung oleh nilai-nilai kelokalan yang dimiliki. Desa Wisata Batu Kumbung sudah selayaknya menjadi destinasi wisata yang terkenal dan mendapat banyak kunjungan wisatawan. Untuk mewujudkan itu semua diperlukan peran masyarakat secara aktif dalam pengembangan objek wisata mulai dari menyusun ide gagasan, menyusun perencanaan, penyelenggaraan atau pengelolaan serta monitoring dan evaluasinya. Mengakomodasi seluruh kegiatan pariwisata, karena dalam pariwisata masyarakat merupakan nilai tambah yang sangat penting dan memiliki keputusan yang harus di pertimbangkan (Garrod, 2. sehingga dalam pengembangan objek pariwisata dapat berjalan dengan baik. Namun kondisi di atas bertolak belakang dengan realita yang ada. Dilihat dari rendahnya karakter sadar wisata masyarakat terhadap pengembangan objek wisata di Desa Wisata Batu Kumbung, yang terbukti masyarakat lebih memilih untuk terfokus berkerja disektor pertanian, perkebunan, dan memilih menjadi tenaga kerja asing daripada mengembangkan dan mengelola objek wisata sehingga masyarakat tidak mendapatkan keuntungan dari adanya kegiatan pariwisata yang ada di desa. Disisi lain pengembangan objek wisata juga tidak didukung dengan proses pemberdayaan masyarakat melalui edukasi-edukasi tentang pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah desa dan dinas pariwisata kabupaten lombok barat berupa sosialisai dan pelatihan terhadap pokdarwis . elompok sadar wisat. Jebakwisata dan masyarakat sekitar, sehingga masayarakat kurang memiliki kemampuan untuk mengembangkan objek wisata di Desa Wisata Batu kumbung khususnya di bidang pariwisata. Berdasarkan dari fenomena yang diuraikan maka peneliti tertarik untuk meneliti lebih jauh dan memberikan judul untuk penelitian ini yaitu AuPengembangan Potensi Wisata Di Desa Batu Kumbung Lombok Barat Melalui Community Base TourismAy Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran masyarakat dalam a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 pengembangan objek wisata di Desa Wisata Batu Kumbung melalui pendekatan Community Base Tourism LANDASAN TEORI Teori CBT ( Comunity Bassed Tourism ) Community Based Tourism atau pariwisata berbasis masyarakat adalah pariwisata yang menyadari kelangsungan budaya, sosial danlingkungan (Muallisin, 2. Bentuk pariwisata ini dikelola dan dimiliki oleh masyarakat gunamembantu wisatawan meningkatkan kesadaran mereka dan belajar tentang tata carahidup masyarakat lokal. Community Based Tourism (CBT) merupakan konsep pengembangan suatu destinasi wisata melalui pemberdayaan masyarakat lokal, dimana masyarakat turut andil dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemberian suara berupa keputusan dalam Ada tiga kegiatan pariwisata yang dapat mendukung konsep CBT, yaitu penjelajahan . dventure trave. , wisata budaya . , dan ekowisata . Menurut Susanto . terdapat beberapa prinsip dasar dalam Community Based Tourism yaitu: Mengenali, mendukung, dan mempromosikan kepemilikan masyarakat dalam pariwisata. Melibatkan anggota masyarakat dari setiap tahap pengembangan pariwisata dalam berbagai aspeknya (Nawawi, 2. Mempromosikan kebanggaan terhadap komunitas bersangkutan, meningkatkan kualitas kehidupan. menjamin keberlanjutan lingkungan, melindungi ciri khas . dan budaya masyarakat local, mengembangkan pembelajaran lintasbudaya, menghormati perbedaan budaya dan martabat manusia, mendistribusikan keuntungan dan manfaat yang diperoleh secara proporsional kepada anggota masyarakat, memberikan kontribusi dengan presentase tertentu dari pendapatan yang diperoleh untuk proyek pengembangan masyarakat, menonjolkan keaslian hubungan masyrakat dengan lingkungan. Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Touris. Sunaryo . mendefinisikan pemberdayaan masyarakat sebagai suatu proses yang tidak saja hanya mengembangkan potensi ekonomi masyarakat yang sedang tidak berdaya, namun demikian juga harus berupaya dapat meningkatkan harkat dan martabat, rasa percaya diri dan harga dirinya serta terpeliharanya tatanan nilaibudaya setempat. Pemberdayaan masyarakat dimaknai sebagai suatu upaya untuk menguatkan power . atau empowering dari golongan masyarakat yang powerless . idak berday. , biasanya mereka yang sedang tergolong kedalam masyarakat yang marjinal (Prabawai,2. Dalam kegiatan kepariwisataan ada beberapa pihak yang memiliki peran dan terlibat langsung dalam kegiatan kepariwisataan. Adapun pemangku dalam kepentingan pariwisata atau Pentahelix Pemerintah. Pebinis, komunitas atau masyarakat. Akademisi, dan Media. Peran masyarakat dalam pelaksanaan kepariwisataan sangatlah besar dan perlu diseimbangkan dengan peran pemerintah maupun swasta. Tetapi dalam kenyataannya yang terjadi peran masyarakat masih sangat kecil bila dibandingkan dengan kedua stakeholder lainnya (Purnamasari, 2. Penyebabnya adalah tidak adanya atau lemahnya akses yang mereka miliki kepada sumberdaya . pariwisata yang ada dan rendahnya pelibatan mereka dalam proses pengambilan keputusan. Sunaryo . menyatakan bahwa untuk mewujudkan pengembangan pariwisata berjalan dengan baik dan dikelola dengan baik maka hal yang paling mendasar dilakukan adalah bagaimana memfasilitasi keterlibatan yang a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 luas dari komunitas lokal dalam proses pengembangan dan memaksimalkan nilai manfaat sosial dan ekonomi dari kegiatan pariwisata untuk masyarakat setempat. Masyarakat lokal memiliki kedudukan yang sama pentingnya sebagai salah satu pemangku kepentingan . dalam pembangunan kepariwisataan, selain pihak pemerintah dan industry Menurut Dunn . terdapat tiga elemen kebijakan yang membentuk sistem Duun menggambarkan ketiga elemen kebijakan tersebut sebagai kebijakan publik/public policy, pelaku kebijakan/policy stakeholders, dan lingkungan kebijakan/policy Adapun 3 elemen tersebut yaitu:. Pelaku, . lingkungan, dan . Ketiga elemen diatas saling memiliki andil, dan saling mempengaruhi. Sebagai contoh, pelaku kebijakan dapat mempunyai andil dalam kebijakan, namun mereka juga dapat pula dipengaruhi oleh keputusan pemerintah. Lingkungan kebijakan juga mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pembuat kebijakan dan kebijakan publik itu sendiri. Oleh karena itu, sistem kebijakan berisi proses yang dialektis, yang berarti bahwa dimensi obyektif dan subjektif dari pembuat kebijakan tidak tepisahkan di dalam prakteknya. Bila kebijakan dapat dipandang sebagai suatu sistem, maka kebijakan juga dapat dipandang sebagai proses. Sunaryo . menyebutkan bahwa pada hakikatnya pembangunan kepariwisataan tidak bisa lepas dari sumber dayadan keunikan komunitas lokal, baik berupa elemen fisik maupun non fisik . radisi dan buday. , yang merupakan unsur penggerak utama kegiatan wisata itu sendiri sehingga semestinya kepariwisataan harus dipandang sebagai kegiatan yang berbasis pada komunitas. Batasan pengertian pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism sebagai wujud tata kelola kepariwisataan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk mengontrol dan terlibat aktif dalam manajemen dan pembangunan kepariwisataan yang ada (Atmoko, 2. Wujud tata kelola kepariwisataan yang dapat memberikan kesempatan pada masyarakat yang terlibat langsung dalam usaha-usaha kepariwisataan juga bisa mendapatkan keuntungan dari kepariwisataan yang ada. Bentuk kepariwisataan yang menuntut pemberdayaan secara sistematik dan demokratis serta distribusi keuntungan yang andilkepada masyarakat yang kurang beruntung yang ada di Peran Masyarakat Peran menurut Wulansari . diartikan sebagai konsep tentang apa yang harus dilakukan oleh individu dalam masyarakat, sejalan dengan pengertian tersebut Theng. mengartikan peran sebagai perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memiliki status. Dari pemahaman tersebut, peran hakekatnya merupakan tindakan seseorang yang dilakukan dikaitkan dengan kedudukannya dalam suatu struktur Dikaitkan dengan masyarakat, maka peran masyarakat memiliki artian tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mencerminkan kesamaan perilaku sebagai sebuah perilaku yang berkaitan dengan struktur sosial tertentu. Dari pemahaman tersebut di atas, maka peran masyarakat memiliki sifat-sifat sebagai berikut: Perilaku sekelompok orang, dimana tindakan tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh individu-individu yang ada dalam suatu kelompok. Adanya pembagian peran masing-masing anggota kelompok. Adanya kesamaan perilaku dari kelompok tersebut yang meliputi pola pikir dan pola a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Perilaku tersebut merupakan perwujudan dari ciri atau kehendak kelompok. Dilakukan dalam suatu struktur sosial tertentu. Kerangka Berfikir Berikut adalah kerangka pemikiran dalam penelitian ini: Gambar 1. Kerangka Berfikir Penelitian Beberapa potensi wisata yang ada di desa Batu Kumbung dapat berkembang dengan partisipasi masyarakat yang didukung oleh pemerintah . dan Pokdarwis Jebakwisata berupa pelatihan-pelatihan dan himbauan guna menciptakan partisipasi aktif oleh masyarakat. Harapan dari pengembangan wisata ini dapat memberikan nilai tambah berupa peningkatan pendapatan perekonomian masyarakat METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di di Desa Wisata Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. jarak tempuh dari Mataram menuju objek wisata memerlukan waktu 1 jam dan dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid menuju objek wisata memerlukan waktu 20 menit. Gambar 2. Denah Menuju Lokasi Wisata MetodePengumpulan Data Observasi Dalam penelitian ini, penulis melakukan observasi terhadap objek wisata seperti. Kolam. Hutan yang berdekatan dengan Kolam. Persawahan. Perkebunan dan masyarakat yang ada a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 di Desa Wisata Batu Kumbung. Wawancara Peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan secara langsung dengan bertanya kepada informan dengan menggunakan panduan wawancara yang berasal dari pengembangan topic guna memproleh informasi yang dibutuhkan yaitu tentang peran masyarakat dalam pengembangan objek wisata di Desa Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Dokumentasi Teknik dokumentasi digunakan penulis untuk memperoleh data mengenai peran masyarakat dalam pengembangan objek wisata, yaitu berupa foto, materi, dan daftar nama Selain itu metode dokumentasi juga digunakan untuk memperoleh data mengenai profil Desa Wsata Batu Kumbung yang berupa buku, foto atau gambar, dan profil Desa Wsata Batu Kumbung. Metode Penentuan Informan Dalam peneltian kualitatif peneliti adalah instrument utama,s edangkan informan kunci. ey informa. boleh peneliti sendiri atau orang lain yang dapat memberikan informasimen dalam tentang masalah yang diteliti. Penentuan informan dilakukan secaraAupurposivesamplingAy,yaitu dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu yang dipandang dapat memberikan informasi dan data secara maksimal, dalam hal ini adalah pihak-pihak yang terlibat langsung dalam operasional seperti Kepala Desa. Bumdes. Pokdarwis , tokoh masyarakat, karang taruna, tokoh Adat, tokoh pemuka agama, kepala dusun di Desa Batu Kumbung. Metode Analisis Data Analisis data dilakukan dengan cara Kualitatif yang digunakan untuk mengidentifikasi tentang peran masyarakat dalam pengembangan objek wisata untuk mengetahui sejauh mana peran masyarakat dalam pengembangan objek wisata di Desa Batu Kumbung. Menurut Surakhmad, . menjelaskan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga data yang didapatkan sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Potensi Wisata Desa Batu Kumbung Desa Batu Kumbung berjarak 14. 2 km dari Kota Mataram dalam waktu tempuh kurang lebih 29 menit perjalanan. Desa Batu Kumbung berada di Kecamatan Lingsar. Kabupaten Lombok Barat. Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Batu Mekar dan Desa Buwun Sejati di sebelah utara. Desa Nyurlembang di sebelah selatan. Desa Selat dan Suranadi di sebelah timur, dan juga Desa Gegelang. Saribaye, dan Desa Lingsar di sebelah barat. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Gambar 3. Lokasi Penelitian Potensi Wisata Alam Desa Batu Kumbung : . Potensi wisata alam yang dimiliki Desa Batu Kumbung antara lain sumber mata air dan aliran sungai. Sumber mata air yang dimiliki Desa Batu Kumbung diantara lain berada di dusun Manggong, dusun Batu Kumbung, dusun Pondok Buak, dan juga dusun Tragtag, sumber mata air yang berlimpah tersebut memiliki nilai yang sangat penting bagi pengembangan wisata Desa Batu Kumbung. Gambar 4. Sumber Mata Air Desa Batu Kumbung Potensi wisata budaya Potensi yang dimiliki Desa Batu Kumbung yang berada di Desa Batu Kumbung Potensi budaya baik berupa adat istiadat, kerajinan tangan, kesenian, maupun peninggalan sejarah antara lain yaitu Bale Lunggon, adalah rumah pertama yang beridiri di Dusun Batu Kumbung , yang didirikan oleh Ulama dari Yaman yaitu Syekh Abdullah Zain Alhamdi yang memiliki gelar AuPating laga Denek PrawangsaAy yang dimana panggilan AuDenekAy berarti gelar yang terhormat. Di dalam Bale Lunggon berisikan Gunting. Kain. Uang Bolong. Keris. Pedang. Tombak. Kelewang, dan juga Al Ae qurAoan bertulis tangan yang terbuat dari kulit Unta asli Yaman dan juga Lontar Ae Lontar yang sudah berumur ratusan tahun. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Gambar 5. Potensi wisata budaya Potensi yang dimiliki Desa Batu Kumbung Potensi wisata buatan yang dimiliki Desa Batu Kumbung antara lain yaitu kolam renang di Dusun Manggong yang airnya langsung dari sumber mata air tersebut dan juga di sisi kolam renang disediakan tempat untuk kemah dan juga kolam ikan yang disediakan untuk memancing, sebagai pelengkap kegiatan berkemah atau berenang di kolam renang yang sejuk dan bersih. Kampung Mina adalah julukan dari Dusun Pondok Buak karena Dusun ini merupakan pusat budidaya ikan. Karena hampir setiap warga di dusun ini memiliki tambak ikan yang dijadikan sebagai sumber mata pencaharian mereka, ikan yang dibudidayakan di dusun ini adalah ikan hias dan juga ikan yang untuk dikonsumsi. Gambar 6. Wisata Buatan Yang Dimiliki Desa Batu Kumbung Pengembangan Objek Wisata Desa Batu Kumbung Desa wisata merupakan kawasan perdesaan yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian perdesaan baik dari kehidupan sosial ekonomi, sosial budaya, adat istiadat, keseharian dan lain sebagainya yang mampu dikembangkan sebagai objek pariwisata (Hadiwijoyo dalam Fitari dan Ma`arif, 2. Sejalan dengan pemahaman tersebut. Muliawan . alam Atmoko, 2. mengatakan bahwa desa wisata memiliki potensi keunikan dan daya tarik wisata yang khas yang dikelola dan dikemas secara menarik dan alami dengan pengembangan fasilitas pendukung wisatanya. Dikaitkan dengan desa sebagai daerah pengembangan wisata, maka pengembangan desa wisata dapat diartikan sebagai proses menjadikan desa sebagai objek wisata, dimana desa meliputi sumber daya alam, masyarakat, budaya dan segala potensi yang ada di dalamnya yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Sehingga, pengembangan desa wisata a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 secara partisipatif menjadi mutlak untuk dilakukan, mengingat elemen yang ada di desa banyak dan kesemuanya itu saling terkait satu dengan yang lainnya. Adapun alasan lain mengapa desa wisata perlu dikembangkan dengan pendekatan partisipatif, yaitu: . masyarakat merupakan sasaran utama dari pembangunan desa, sehingga segala aktivitas yang terdapat didalamnya harus diorientasikan dan ditujukan kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. masyarakat merupakan bagian integral dari desa itu sendiri, sehingga tidak memungkinkan adanya kebijakan pembangunan desa, termasuk di dalamnya pengembangan pariwisata tanpa adanya pelibatan masyarakat. masyarakatmemiliki kepemilikan sejarah desa, sehingga masyarakat jauh lebih mengetahui kelemahan dan potensi yang dimiliki desa dibanding dengan pihak luar, sehingga dalam proses pengembangan desa wisata kontribusi pengalaman dan pengetahuan masyarakat dalam pengembangan pariwisata sangat dibutuhkan. Dari pemahaman tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa masyarakat menjadi sentral dalam pengembangan objek pariwisata, keberhasilan dari pengembangan desa wisata berbasis masyarakat terletak kepada sejauhmana masyarakat terlibat dan berkontribusi dalam proses pengembangan wisata yang akan dan telah dilaksanakan. Proses Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Objek WisataDi Desa Wisata Batu Kumbung Masyarakat Desa Batu Kumbung dilibatkan dalam pengembangan desa wisata sejak dari awal, masyarakat dijadikan aktor utama mulai dari tahap identifikasi masalah hingga tahap penyelenggaraan desa wisata. Keterlibatan masyarakat sejak dari awal tersebut didasarkan kepada beberapa hal, yaitu: Masyarakat merupakan bagian integral dari desa, sehingga berbagai bentuk kebijakan pembangunan yang ada di desa harus diketahui masyarakat sejak dari awal. Secara kultural, masyarakat memiliki peran yang aktif dalam pembangunan, sehingga adanya pengembangan desa wisata dengan melibatkan masyarakat sejak dari awal akan mendorong percepatan dan keberhasilan penyelenggaraan desa wisata. Masyarakat memiliki hak untuk menerima manfaat dari pengembangan desa wisata sejak dari awal proses identifikasi masalah. Keterlibatan masyarakat dalam pengembangan desa wisata tersebut dapat dijelaskan dalam gambar 1. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Gambar 6. Proses Keterlibatan Masyarakat (Sumber: Data Penulis, 2. Proses pengembangan objek wisata merupakan tahapan dimana potensi desa wisata direncanakan untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Dalam proses ini, masyarakat dilibatkan sebagai pihak yang memiliki hak menyusun perencanaan pengembangan objek wisata, seperti penetapan tujuan, penyusunan program dan rencana kegiatan sampai dengan penetapan rencana anggaran. Keterlibatan masyarakat secara langsung dalam proses pengembangan objek wisata menjadi penting, hal ini didasarkan alasan sebagai berikut: Mengakomodasi keinginan dan tuntutan masyarakat, pengembangan desa wisata harus didasarkan atas adanya keinginan masyarakat untuk mengembangkan potensi yang ada di desanya sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga keterlibatan msyarakat ditujukan untuk memastikan bahwa pengembangan desa wisata sesuai dengan keinginan dan tuntutan masyarakat. Membangun peran masyarakat dalam proses pengembangan objek wisata di Desa Wisata Batu Kumbung dimana keterlibatan masyarakat ditujukan untuk menggugah rasa kepemilikan masyarakat Batu Kumbung terhadap potensi desa wisata yang dikembangkan sehingga masyarakat memiliki keinginan untuk terlibat dan memiliki rasa kepemilikan terhadap pengembangan objek wisata Batu Kumbung. Sarana bagi masyarakat di Desa Wisata Batu Kumbung untuk menumbuhkan dan memperkuat kelembagaan masyarakat yang ada, hal ini dikarenakan keterlibatan masyarakat secara bersama-sama alam mengembangkan desa wisata akan meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam pengembangan potensi yang dimilikinya, sehingga pada akhirnya akan menciptakan kelembagaan masyarakat yang kuat. Penyelenggaraan desa wisata merupakan proses untuk mewujudkan tujuan pengembangan objek wisata, dalam proses ini masyarakat dilibatkan baik sebagai a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 penyelenggara maupun sebagai penerima manfaat. Peran masyarakat sebagai penyelenggara merupakan hak masyarakat untuk mengelola desa wisata Batu Kumbung, keberlangsungan dan keberlanjutan desa wisata menjadi hak masyarakat, sedangkan peran masyarakat sebagai penerima manfaat ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, hal ini menjadi penting dikarenakan masyarakat harus menjadi pihak pertama yang diuntungkan dalam pengembangan desa wisata. Proses evaluasi terhadap penyelenggaraan peran masyarakat dalam pengembangan objek wisata menjadi penting untuk menilai apakah tujuan yang telah ditetapkan sudah bisa dicapai atau belum, masyarakat memiliki hak untuk menilai keberhasilan tersebut dikarenakan dari proses awal masyarakat sudah dilibatkan sehingga dalam proses penilaian terhadap penyelenggaraan desa wisata, masyarakat jauh lebih mengetahui dibanding dengan pihak lainnya. Selain itu, evaluasi terhadap penyelenggaraan objek wisata yang dilakukan oleh masyarakat akan meningkatkan kapasitas masyarakat seta menciptakan akuntabilitas dalam keseluruhan proses penyelenggaraan desa wisata. Pengembangan objek wisata Batu Kumbung yang melibatkan masyarakat sejak dari awal sampai dengan akhir merupakan jawaban akan adanya tuntutan untuk menghadirkan masyarakat sebagai pemilik potensi desa wisata yang berhak mengelola dan menerima manfaat dari pengembangan desa wisata, sehingga keberadaan desa wisata mampu menumbuhkan rasa kepemilikan, memperkuat kelembagaan sampai dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Wisata Batu Kumbung. Pengembangan Objek Wisata Desa Batu Kumbung Melalui Community Base Tourism Desa Batu Kumbung merupakan salah satu desa wisata yang ada di Lombok Barat dan peran masyarakat belum maksimal dalam pengembangan objek desa wisata sampai saat Berikut bentuk-bentuk Pengembangan Objek Wisata Desa Batu Kumbung Melalui Community Base Tourism: Pengembagangan Objek wisata oleh masyarakat berupa sumbangsi pemikiran Berdasarkan hasil dilapangan dari narsumber, sumbangsi masyarakatbdalam bentuk pikiran masyarakat Desa Wisata Batu Kumbung sangat dibutuhkan karena terkait mengenai strategi pengembangan objek wisata melalui rapat dan musyawarah desa. Dikarenakan masyarakat yang lebih tau apa yang mereka inginkan dan butuhkan untuk menjadikan desa yang lebih maju. Desa Batu Kumbung sendiri sudah mempunyai wadah resmi yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. Komunitas perlindungan mata air (Permat. dan Majelis Pengajian yang dimana masyarakat dapat memberikan gagasan atau ide-ide pikiran untuk pengembangan objek wisata dan nantinya di musyawarhkan dengan semua elemen masyarakat yang ada di Desa Batu Kumbung. Masyarakat baik sebagai subjek atau pelakumaupun pengembangan, karena dengan dukungan masyarakat dapat menentukan keberhasilan dalam pengembangan kepariwisataan. Dukungan masyarakat dapat diperoleh melalui kesadaran masyarakat akan arti penting pengembangan kepariwisataan. Untuk itu dibutuhkan proses dan aksi nyata untuk mewujudkan masyarakat yang sadar wisata. Masyarakat yang sadar wisata akan dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai penting yang terkandung dalam Sapta Pesona. Hal ini sesuai dengan penuturan ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Batu Kumbung sebagai berikut : AyKelompok sadar wisata desa Batu Kumbung berdiri atau diresmikan pada tahun 2016 dengan melihat potensi alam yang ada di dusun kami. Potensi yang ada di desa kami a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 antara lain wisata alam dan kearifan lokal sehingga kami bersama masyarakat dan tokoh masyarakat berumsywarah guna mendukung pemerintah dalam mengelola dan mengembangkan objek wisata. Selama kami terus berjuang untuk mengembangkan objek wisata, salah satu objek wisata alam yang sangat digemari oleh wisatawan adalah Kolam dan Hutan Kemasyarakatan, para wisatawan selain dapat menikmati alam yang indah di desa kami juga dapat menikmati Event tahunan yaitu AuBekerase. menangkap ikan secara beramai-ramai pada akhir musim kemarau yang diselenggarakan di Kolam pada setiap tahunnya diharapkan juga mampu menjadi daya tarik bagi pengembangan objek Wisata Desa Batu Kumbung kedepannya dengan berupaya meningkatkan peranan masyarakat untuk mengelola dan mengundang para pihak untuk berkontribusi pada pelaksanaannya Au (Khaerul Anam, 19 Juni 2. Tanpa pemikiran masyarakat maka tidak akan tercapai pengembangan objek wisata di desa tersebut. Hal ini Sesuai dengan hasil wawancara dengan sekertaris kelompok sadar wista desa Batu Kumbung: AuKeaktifan masyarakat juga diperlukan dalam pengembangan objek wisata berkelanjutan dan kelestarian sumberdaya alam yang ada di desa wisata ini. Dengan membuka diri terhadap dunia luar maka konsekuensi yang harus diterima selain peningkatan kesejahteraan juga pengaruh yang dibawa oleh para tamu/wisatawan yang Oleh karena itu strategi pengembangan objek wisata yang berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian sumberdaya alam sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas kualitas lingkungan. Apabila kualitas lingkungan meningkat setelah pengembangan objek desa wisata tersebut termasuk berhasil dalam pengelolaannya, dan sebaliknya apabila kualitas lingkungan menurun setelah pengembangan objek wisata maka pengembangan desa wisata tersebut termasuk gagal dalam pengelolaannya. Ay (Muhammad Amin, 19 Juni 2. Pengambangan objek wisata Batu Kumbung dalam bentuk tenaga Masyarakat Desa Batu Kumbung dalam pengembangan objek wisata tidak hanya melalui pikiran saja tetapai juga melalui tenaga. Peran tenaga maupun fisik merupakan peran aktif oleh individu atau kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan di desa. Bentuk peran ini terlihat dari peran masyarakat terlibat langsung dalam pengelolaan hutan kemasyarakat dan pengelolaan Kolam yang saat ini di jadikan sebagai objek wisata di Desa Batu Kumbung. Masyarakat di desa Batu Kumbung masih berperan aktif di lihat dari adanya kegiatan seperti gotong royong dalam perbaikan akses menuju objek wisata, membuat papan petunjuk arah menjaga Hutan Kemasyarakatan, memelihara fasilitas yang ada di sekitar objek wisata seperti Mushola, tempat berjualan. pernyataan itu terbukti adanya seperti yang disampaikan kepala Desa Batu Kumbung yaitu bapak Junaidi. Pd. peran tenaga masyarakat Desa Batu Kumbung sebagai berikut yaitu: AuDulu itu ya disana itu masih semak belukar dek dan warga sering membangan pohon secara ilegal. Kolam kecil yang tidak pernah di bersihkan. Disana hanya dijadikan tempat Kolam dan hutan yang indah tapi belum di manfaatkan. Setelah berjalan nya waktu akhirnya masyarakat memiliki keinginan untuk membersihkan Kolam dan lebih modern dan juga membuat spot-spot selfie. Butuh waktu untuk membersihkan dan membuatnya, karena kita kerjanya tidak setiap hari. Dan hasil nya seperti yang kita lihat sekarang, masyarakat jadi suka main-main disana. Bahkan ada juga orang luar yang datang untuk berkunjung. Semakin hari semakin ramai pengunjung yang datang, barulah oranga. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 orang berinisiatif untuk berjualan dan kami dari pihak pemerintah desa memberikan fasilitas tempat berjualan di dekitar objek wisata yang tujuan kami agar peran masyarakat ikut terlibat dalam pengembangan objek wisata Desa Batu Kumbung. Ay( Junaidi. Pd 25 Juni Dalam pengembangan objek wisata di Desa Batu Kumbung tetap melibatkan warga masyarakat Desa Batu Kumbung dikarenakan apabila hanya mengandalkan pemerintah desa tidak akan berjalan dengan baik, dikarenakan pemerintah desa lebih disibukkan dengan pelayanan masyrakat di kantor desa sedangkan masyarakat sekitar lebih mengetahui apa yang akan di kembangkan. Walaupun tidak turun langsung lapangan pemerintah desa tetap berperan dalam segi sosialisai dan anggaran dana kepada masyarakat tentang pembangunan dan pengembangan objek wisata Desa Batu Kumbung. Sedangkan untuk pengerjaan dilapangan tetap diserahkan kepada warga masyarakat desa Batu Kumbung. Masyarakat Desa Batu Kumbung mereka optimis dengan adanya objek wisata yang dapat dikembangkan di desa tersebut mampu memberikan efek kepada mereka dan pemerintah meberikan pemahaman akhirnya mereka menyetujui untuk mengembangkan desa wisata. Seperti yang dikatakan Bapak Zainal Abidin salah satu warga di desa Batu Kumbung sebagai berikut: AuAwalnya kita melihat warga yang senang duduk-duduk di sekitar Kolam mas, karena dengan adanya Kolam dan hutan kenapa tidak kita jadikan sebagai tempat wisata. Sehingga setelah dilakukan sosialisasi oleh kami dan kepala desa kepada masyarakat akhirnya masyarakat juga menerima dan merasa senang karena dapat menambah penghasilan dari adanya peran masyarakat yang ikut terlibat dalam pengembangan objek wisata. (Zainal Abidin, 14 Juni 2. Pengembangan objek wisata di desa Batu Kumbung juga tidak terlepas dari peran masyarakat desa dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah desa. Pemerintah desa sebagai garda terdepan di desa Batu Kumbung harus selalu aktif dalam menyampaikan tujuan program desa serta kondisi di desanya kepada pemerintah. Hal ini dilakukan supaya pengembangan objek wisata dapat dikembangkan sesuai dengan harapan masyarakat. Pengambangan objek wisata Batu Kumbung dalam bentuk keahlian Salah satu bentuk pengembangan yang dilakukan oleh masyarakat dalam bentuk keahlian yang dimilikinya untuk keperluan pembangunan objek wisata. Bentuk peran ini sudah berjalan dan sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Batu Kumbung. Masyarakat saling melengkapi dan berkontribusi dalam pengembangan objek wisata, dari beberapa ketrampilan yang ada seperti membuat gula semut, keahlian dalam pengolahan gula aren, keahlian dalam pembuatan gazebo dari bambu, keahlian dalam mengolah kopi yang di hasilkan dari hutan kemasyarakatan untuk meningkatkan daya tarik wisata di Desa Wisata Batu Kumbung. Hal ini disampaikan oleh Khairul Anam selaku ketua Pokdarwis Desa Batu Kumbung, sebagai berikut : Ausupaya objek wisata di desa ini memiliki daya tarik wisata kami melihat keterampilan masyarakat yang di miliki dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata di Desa Batu Kumbung , dari keahlian yang dimiliki sebaian masyarakt akan kami jadikan sebagai nilai jual di desa wisata Batu Kumbung dan kami juga melakukan promosi melalui social media sehingga cepat terkenal mas, kita sering mengadakan event yang melibatkan masyarakat Batu Kumbung dan juga kami sering mengadakan camping ground di dalam hutan, playing fox di a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 area Kolam dan ternyata buktinya mereka tertarik dan sering melakukan camping di dalam hutan deket kolamAy. (Khairul Anam, 12 Juni 2. Promosi dilakukan dengan media sosial sangat penting karena zaman yang serba canggih dan millenial ini, informasi pasti cepat sampaikepada pengguna internet. Apalagi promosi dengan objek wisata desa Batu Kumbung dengan foto-foto yang instagramable atupun lewat film dokumenter yang dikemas dengan konsep yang baik melalui youtube atau instagram sehingga masyarakat akan mengetahui bahwa Desa Batu Kumbung merupakan salah satu desa wisata di Indonesia. Dalam promosi tidak hanya di lakukan oleh pokdarwis saja juga oleh pihak perangkat desa. Peran dengan keahlian yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Batu Kumbung juga dilakukan dengan memanfaatkan hasil alam seperti pengolahan gula aren dan pengolahan Hal ini Sesuai dengan penuturan Kepala Desa Batu Kumbung: AuDengan mengandalkan cara pengolahan dan peralatan yang tradisional serta mengutamakan kwalitas produk, maka produk gula aren yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Batu Kumbung diharapkan mampu dijadikan sebagai icon produk unggulan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Banyak juga wisatawan yang datang ke desa kami ini untuk lebih memahami dan mengenal lebih dekat tentang pertanian dan pengolahan gula aren masyarakat Desa Batu Kumbung Ay ( Junaidi, 16 Juni 2. Selain itu untuk bisa mempertahankan kualitas produksi gula aren, ada hal-hal yang dipercayai masyarakat seperti jangan meminum air pohon aren yang akan diolah menjadi gula aren dengan cara berdiri atau dikenal dengan nginem ngadek. Pembahasan tentang pengembangan objek wisata Batu Kumbung oleh masyarakat Dikaitkan dengan masyarakat maka pengembangan oleh masyarakat memiliki artian tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mencerminkan kesamaan perilaku sebagai sebuah entitas komunal yang berkaitan dengan struktur sosial tertentu. Dari pemahaman tersebut, maka peran masyarakat memilki sifat-sifat sebagai berikut. Perilaku sekelompok orang, dimana tindakan tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh individu yang didalam suatu kelompok. Adanya pembagian peran masing-,asing anggota kelompok Adanya kesamaan perilaku dari kelompok tersebut yang meliputi pola pikir dan Perilaku tersebut merupakan perwujudan dari ciri atau kehendak kelompok. Dilakukan dalam suatau struktur sosial tertentu. Pemahaman peran masyarakat tersebut dalam konteks pengembangan desa wisata memiliki artian adanya kesamaan pola pikir maupun pola tindakan dari masyarakat pedesaan mengenai potensi wisata yang ada di desanya, untuk kemudian masyarakat tersebut secara bersama-sama untuk melakukan suatau tindakan dalam upaya utuk mewujudkan tujuan pengembangan pariwisata sebagai sebuah dimensi yang mampu memberikan dampak positif bagi mereka, serta mampu memberikan mencerminkan identitas mereka sebagai sebuah kesatuan masyarakat yang memiliki struktur sosial yang khas atau unik. Dari hasil penelitian, peneliti membahas bentuk peran masyarakatdalam pengembangan pariwisata di Desa Wisata setidaknya dapat dibagi menjadi 5 yaitu: Peran masyarakat sebagai pemrakarsa yang mana masyarakat menjadi pihak pertama yang menemukan dan menggali potensi pariwisata yang ada di Desa Batu a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Kumbung Peran masyarakat sebagai pelaksana menjadi pihak yang menginisiasi pelaksanaan dan pengembangan pariwisata sampai denan terwujudnya objek wisata yang ada di Desa Batu Kumbung. Peran masyarakat sebagai penyerta yang mana masyarakat turut serta dalam proses pengembangan pariwisata, namun bukan sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam pengembangan pariwisata, melainkan turut berpartisipasi pada sebagai salah satu aktor atau pelaku pengembangan wisata di Desa Batu Kumbung. Peran masyarakat sebagai peninjau yang mana masyarakat bukan pihak yang menegmbangkan pariwisata namun melakukan pengawasan mengenai proses maupun dampak dari adanya pengembangan pariwisata di Desa Batu Kumbung. Masyarakat berperan sebagai penerima manfaat yang mana masyarakat tidak terlibat dalam pengembangan pariwisata, namun mereka menerima manfaat dari adanya pengembangan pariwisata Berbagai peran masyarakat tersebut pada hakekatnya ditujukan untuk mendukung pengembangan pariwisata yang ada di Desa Batu Kumbung. Namun dengan intensitas dan kepentingan yang berbeda, adapun perbedaanya lebih lanjut dapat di jelaskan dalam tabel sebagai berikut Tabel 1. Uraian Peran Masyarakat di Desa Batu Kumbung dalam Pengembangan Pariwisata Peran Kontribusi Tindakan Tujuan Masyaraka Masyarakat Keterlibatan Masyarakat Sebagai Masyarakat Desa Terlibat aktif dalam Menggali potensi Pemrakarsa Batu Kumbung bisa pengembangan pariwisata yang ada potensi wisata dan menerima kontribusi baik untuk dijadikan manfaat dari objek wisata di Desa pengembangan pemikiran dan Batu Kumbung Pariwisata di desa wisata Batu Kumbung Sebagai Masyarakat Desa Terlibat aktif dalam Mengembangkan Pelaksan Batu Kumbung bisa pelaksanaan potensi pariwisata ikut bersama-sama pengembangan yang ada di Desa pariwisata yang ada Batu Kumbung dan atau menata di desa wisata Batu menerima manfaat tempat wisata yang Kumbung dari pengembangan ada di desa wisata Batu Kumbung a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Sebagai Penyerta Memberikan atas yang didasarkan kepada Desa Batu Kumbungyangdibe Masyarakat di Desa Batu Kumbung terlibat aktif dalam Mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Desa Batu Kumbung menerima manfaat Mengetahui dampak pariwisata yang ada di Desa Batu Kumbung Sebagai Pemanta Masyarakat di Desa Batu Kumbung bisa kontribusi secara terbatas berupa Sebagai Penerim Manfaat Masyarakat Desa Batu Kumbungmemberik an kontribusi dalam Mendorong pariwisata yang ada di Desa Batu Kumbung secara tidak terlibat Mendukung Hanya pariwisata yang ada manfaat di Desa Bayan pariwisata yang ada di Desa Batu Kumbung Sumber: Analisis Peneliti, 2021 Berdasarkan pada tabel diatas, adanya perbedaan peran masyarakat di Desa Batu Kumbung yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing dalam praktek tidak dimaksudkan sebagai batasan yang tegas dimana peran masyarakat Desa Batu Kumbung yang dijalankan hanya bersifat tunggal, melainkan peran tersebut bersifat dinamis dan dimungkinkan bersifat jamak. Contohnya, masyarakat Desa Batu Kumbung berperan sebagai pemrakarsa dan sebagai pelaksana dari pengembangan pariwisata di desa wisata Batu Kumbung,maka kontribusi dalam pengembangan parisiwata menjadi satu kesatuan. Batasan yang dibuat dimaksudkan hanya untuk mempertegas kontribusi didasarkan kepada kapasitasnya, bukan untuk memberikan disparitas kontribusi diantara peran yang ada tersebut. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan bapak Kepala Desa Batu Kumbung tentang bagaimana peran masyarakat dalam pengembangan objek wisata Batu Kumbung? Ausejauh ini peran masyarakat dalam mengembangkan pariwisata belum maksimal a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 dikarnakan Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pariwisata juga dikarnakan kurangnya dukungan dari pemerintah dalam memberikan pemahaman tentang dunia pariwisata, tingkat pendidikan masyarakat disini juga masih minim tentang dunia sedangkan manfaat yang diterima msyrakat dari terbntuknya desa wisata ini yaitu meningkatnya prekonomian yang ada di desa Batu Kumbung dikarenakan apabila adanya desa wisata maka dapat mengundang banyak wisatawan untuk berjunjung ke Desa Batu Kumbung dan masyarakat desa bisa memanfaatkan dengan membuka jasa penginapan ataupun menjadi guide untuk para wisatawan sehingga wisatawan dapat mengetahuai objek wisata yang ada di Desa Batu KumbungAy. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan Desa Wisata Batu Kumbung dikatergorikan sebagai pengembangan yang bersifat interaktif melalui pendekatan Community Base Tourism. Bentuk pengembangan yang diberikan oleh masyarakat yaitu dalam wujud pikiran, tenaga, dan keahlian. Pada tahap perencanaan maupun pengembangan masyarakat berperan dalam memberikan ide yang dibuat sebagai keputusan bersama oleh seluruh masyarakat untuk mengembangkan potensi objek wisata. Sedangkan pengembangan yang dilakuakan oleh masyarakat dalam bentuk tenaga yaitu menjadikan objek wisata yang bersih, aman, dan nyaman untuk di kunjungi. Dan peran masyarakat dalam bentuk keahlian yaitu meningkatkan daya tarik wisata dengan keahlian yang dimiliki sehingga objek wisata di desa Batu Kumbung dapat berkembang sesuai yang diharapkan oleh masyarakat. Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, maka peneliti mengemukakan saran-saran sebagai Untuk Pemerintah Desa Batu Kumbung Pemerintah Desa Batu Kumbung harus memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan objek wisata yang ada dan diharapkan pemerintah desa mampu mengelola potensi yang dimiliki seperti potensi alam dan budaya sehingga pengembangan objek wisata dapat dikembangkan secara maksimal. Untuk Pengelola Objek Wisata Salah satu penghambat dalam pengembangan pariwisata adalah kualitas sumber daya manusia atau para pelaku pariwisata, sehingga untuk mengatasi permasalah tersebut perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan menanamkan jiwa enterpleneur dan kompetitif serta peningkatan kemampuan dan keterampilan seperti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pengembangan objek wisata untuk meningkatkan (Up Skillin. masyarakat desa wisata Batu Kumbung. Untuk masyarakat Desa Batu Kumbung Untuk masyarakat Desa Batu Kumbung supaya lebih meningkatkan keterlibatandalam memanfaatkan hasil pengembangan objek wisata, memelihara, dan melestarikan hasilhasil dari pengembangan objek wisata. Hal ini dikarenakan tidak melibatkan seluruh masyarakat melainkan hanya melibatkan masyarakat tertentu saja seperti masyarakat yang berjualan di area objek wisata. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 DAFTAR PUSTAKA