[VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa SMA Factors Influencing High School Students' Learning Motivation Vivin Anis Faristin1. Heri Saptadi Ismanto2. Venty3 AMahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Jl. Sidodadi Timur No. Semarang Indonesia, telp. *e-mail: 1vivinfrstn@gmail. com , 2herisaptadi@gmail. com , 3venty@upgris. Abstract: The research is motivated by the low learning motivation of students, such as lack of diligence and no desire to succeed. The purpose of this study was to determine the factors that influence students' learning motivation. This type of research is qualitative with phenomenological methods. The research subjects were two students of class XI IPS who had low learning motivation. Retrieval of data using questionnaires, observations, interviews. Data analysis using coding. The results of the study show that there are factors that influence learning motivation consisting of internal factors and external factors. Suggestions that can be conveyed that it is very important for students to have high learning motivation as a form of achievement. Because learning motivation determines the level of success or failure of student learning, learning without motivation is difficult to succeed. Keywords: motivation to learn, the learning process. Abstrak: Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar yang dimiliki siswa seperti, kurang tekun dan tidak punya keinginan berhasil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode Subjek penelitian sebanyak dua siswa kelas XI IPS yang memiliki motivasi belajar rendah. Pengambilan data menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data menggunakan coding. Hasil penelitian terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Saran yang dapat disampaikan bahwa siswa sangat penting memiliki motivasi belajar yang tinggi sebagai bentuk pencapaian Karena motivasi belajar menentukan tingkat keberhasilan atau kegagalan belajar siswa, belajar tanpa adanya motivasi, sulit berhasil. Kata kunci: motivasi belajar, proses pembelajaran. PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran penting dalam upaya peningkatan sumber daya manusia ke arah yang lebih baik. Hal ini seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 20 Tahun [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . 2003 Bab I Pasal 1 ayat 1 yaitu, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Sisdiknas dalam Nasution. et al, 2022: . Proses pendidikan yang dialami oleh seseorang adalah suatu proses yang tiada henti dan akan selalu melekat pada diri seseorang. Pendidikan harus dilaksanakan sebaik-baiknya guna memperoleh cita-cita yang diharapkan. Namun banyaknya kendala atau permasalahan yang kita lihat dalam pendidikan, tentunya akan menghambat tercapainya tujuan cita-cita bangsa tersebut. Sebagai siswa kita dapat berperan dalam melaksanakan pendidikan guna memperoleh cita-cita bangsa yaitu belajar yang rajin dengan harapan dapat meningkatkan prestasi belajar. Siswa dalam belajar perlu adanya motivasi belajar yang timbul dari dalam diri individu sehingga siswa dapat konsisten. Menurut Lestari . 0: . motivasi adalah suatu dorongan yang dimiliki setiap individu sebagai perangsang dalam melakukan aktivitas untuk mencapai hal sesuai tujuan individu. Motivasi sebagai upaya untuk memberikan semangat, punya tujuan arah, dan keteguhan dalam beperilaku. Upaya ini yang berarti sikap yang memiliki motivasi adalah sikap yang penuh semangat dan terarah dalam memperoleh prestasi yang baik. Setiap kegiatan belajar merupakan kewajiban dasar bagi seorang pelajar yang dimana siswa menjalin hubungan interaksi dengan guru dengan tujuan untuk memberikan perubahan dari yang awalnya siswa tidak tahu menjadi tahu, sehingga siswa tersebut memperoleh pengalaman hidup dan perubahan tingkah laku yang baik dan terdidik. Belajar merupakan salah satu akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Menurut Sugihartono . 7: . Aubelajar merupakan terjadinya perubahan tingkah laku sebagai bentuk hasil dari interaksi individu dengan lingkungan sekitar dalam memenuhi kebutuhan keberlangsungan hidupnyaAy. Artinya belajar adalah suatu kegiatan dalam memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] laku dan kemampuan bereaksi antar individu dengan lingkungan yang relatif permanen atau menetap. Seiring dengan proses belajar, peran pendidik sangat penting untuk membantu membimbing siswa, agar siswa memiliki motivasi belajar demi mencapai target dalam hasil belajar berupa pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Motivasi belajar merupakan dorongan dasar sebagai daya penggerak di dalam dirinya untuk melakukan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan. Menurut Sardiman . 4: . motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat nonintelektual, memiliki peranan yang khas dalam menumbuhkan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi yang kuat, akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Dalam hal ini diperlukan bagaimana peran guru melakukan usaha-usaha untuk dapat menumbuhkan dan memberikan motivasi agar anak didiknya selalu melakukan aktivitas belajar yang maksimal. Ciri-ciri orang yang memiliki motivasi belajar tinggi menurut Ramadhon, dkk . 8: . yaitu: . Tekun mengerjakan tugas, . Ulet dalam menghadapi kesulitan, . Adanya minat dalam belajar, . Mandiri dalam belajar, . Cepat bosan pada tugas-tugas yang bersifat mekanis. Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami bahwa seorang siswa bisa dikatakan mempunyai motivasi belajar tinggi apabila siswa tekun mengerjakan tugas dan ulet menghadapi kesulitan. Artinya, siswa mampu mempersiapkan diri dalam hal akademis, mempunyai minat dalam belajar. Motivasi belajar pada siswa juga bisa dilihat dari kemampuan siswa dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Menurut Djarwo . 0: . faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar ada dua faktor yakni faktor internal . ari dala. dan faktor eksternal . ari lua. , faktor internal motivasi belajar terdiri dari kondisi jasmani dan rohani, intelegensi, sikap, minat, bakat, dan emosi, sedangkan faktor eksternal bersumber dari luar siswa terdiri dari keluarga, sekolah dan kondisi lingkungan di sekitar siswa yang dimana lingkungan tersebut dapat memberikan contoh dan kebiasaan-kebiasaan untuk mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Ada [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . juga faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi belajar siswa yaitu unsurunsur dinamis serta metode cara mengajar guru yang masih monoton seperti siswa disuruh membaca buku dan mengerjakan soal dibuku LKS tanpa diberi Menurut Azizah & Rahmi . 9: . mengajar adalah kegiatan yang dilakukan guru kepada siswa dengan tujuan menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang dapat mengubah dan mengembangkan skill, attitude, ideals . ita-cit. , appreciations . dan knowledge . lmu pengetahua. siswa Cara mengajar guru yang baik dalam dunia pendidikan perlu dimiliki oleh pendidik, karena keberhasilan proses belajar mengajar tergantung pada salah satu cara mengajar guru. Berdasarkan fakta di lapangan yang diperoleh dari hasil wawancara dengan beberapa siswa menjawab bahwa siswa tersebut memiliki motivasi belajar yang masih sangat rendah yang disebabkan cara mengajar guru yang kurang menarik. Dalam kegiatan belajar mengajar pasti ditemukan siswa yang malas berpartisipasi dalam belajar. Sementara siswa lain aktif berpartisipasi dalam kegiatan, satu atau dua orang siswa duduk dengan santai dibangku mereka dengan alam pemikiran yang jauh entah kemana. Sedikitpun tidak memiliki keinginan untuk mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Ketidak minatan siswa dalam suatu pelajaran menjadi pangkal penyebab siswa tidak mencatat apa yang disampaikan oleh guru. Kejadian tersebut menjadi pertanda bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk Rendahnya motivasi intrinsik yang dimiliki siswa ini merupakan masalah yang segera memerlukan bantuan. Guru BK dapat memberikan fungsi-fungsi menciptakan keadaan belajar yang kondusif bagi siswa. Motivasi belajar penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam kegiatan belajar mengajar, tapi sering menjadi masalah di sekolah karena hampir setiap hari ada saja siswa yang kurang memiliki motivasi yang berakibat siswa kesulitan belajar. Motivasi belajar yang tinggi bagi siswa sangat berarti bagi masa depan siswa tersebut, siswa yang motivasi belajarnya tinggi akan selalu tercapai keinginannya dengan baik. Sebaliknya pada siswa [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] yang motivasi belajarnya rendah keiinginannya akan sulit tercapai. Kejadiankejadian yang sering ditemukan saat kegiatan belajar mengajar sudah dianggap barang biasa dan untuk memperbaiki keadaan yang demikian tidaklah mudah. Hal ini diperlukan kerja keras dari berbagai pihak untuk mengubahnya, salah satunya adalah memberikan bimbingan dan konseling oleh guru BK terhadap siswa dan memperbaiki metode pembelajaran yang menarik oleh guru, sehingga siswa dapat tergerak hatinya untuk mengikuti dan mendengarkan penjelasan guru dan siswa yang merasa kesulitan belajar dapat dicegah. Menumbuhkan keadaan belajar siswa yang kondusif tidak mudah akan tetapi siswa agar motivasi yang tinggi penting menyukseskan kebutuhan dan tujuan individu. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan saat magang pada tanggal 02 Agustus Ae 12 September 2022 di SMA Negeri 1 Juwana menunjukkan siswa tidak memiliki ciri-ciri motivasi belajar seperti yang sudah dikemukakan Ramadhon, dkk di atas. Diketahui siswa kurang tekun dalam mengerjakan tugas, siswa juga kurang ulet dalam menghadapi kesulitan belajar, tidak mendengarkan penjelasan guru, tidak senang bekerja mandiri yang ditunjukkan dengan perilaku siswa yang suka melihat tugas teman saat guru memberikan Ketika kegiatan diskusi kelompok berlangsung siswa kelas XI IPS 4 sangat tidak termotivasi dalam kegiatan diskusi tersebut dimana siswa tidak secara aktif menyampaikan pendapat. Selain tidak aktif di kelas siswa juga kurang perhatian dalam belajar yang ditunjukkan dengan sikap keluar bermain saat pelajaran kosong, siswa berbicara dengan teman sebangku saat belajar, dan kurang aktifnya siswa saat memberikan pendapat kesimpulan di akhir Dari hasil observasi yang peneliti lakukan, diperkuat hasil Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) yang disebarkan kepada siswa kelas XI SMA dengan diperoleh data permasalahan yang paling tinggi dialami oleh siswa mengarah pada bidang belajar yaitu 86% siswa masih sering menyontek saat ujian, 85% siswa belum menemukan belajar efektif, 82% siswa belum tahu cara membangkitkan belajar, 79% siswa sering menunda tugas, 93% belum bisa rutin [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] belajar dan 86% siswa jarang mengunjungi perpustakaan. Berdasarkan hasil angket kebutuhan peserta didik yang telah dilakukan dapat menarik kesimpulan permasalahan siswa di era zaman sekarang yaitu kurang bersemangatnya siswa dalam proses belajar. Hal tersebut di ketahui dari siswa yang kurang aktif selama pembelajaran berlangsung, telat mengumpulkan tugas, tidak mendengarkan penjelasan guru, meninggalkan kelas saat jam Oleh karena itu, dalam hal ini siswa-siswi memerlukan adanya dorongan atau motivasi untuk melakukan tingkah laku untuk perubahan yang lebih baik demi menunjang belajarnya secara optimal. Sesuai dengan latar belakang di atas maka peneliti perlu melakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa di SMA N 1 Juwana. Permasalahan dalam penelitian adalah AuFaktor apa yang mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Juwana?Ay. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Juwana. LANDASAN TEORI Pengertian Motivasi Belajar Motivasi berasal dari kata AumotifAy. Motif itu sendiri diartikan sebagai suatu upaya yang dapat mendorong seseorang untuk bertindak atau melakukan Motif dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam untuk melakukan aktivitas tertentu demi mencapai tujuan (Sardiman, 2014: . Motivasi adalah keseluruhan dorongan, keinginan, kebutuhan dan daya untuk menggerakan perilaku seseorang (Wahab, 2008: . Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat diartikan sebagai daya pendorong untuk melakukan aktivitas belajar tertentu yang berasal dari dalam diri dan juga dari luar individu sehingga menimbulkan, menjamin kelangsungan, memberi arah dan menumbuhkan semangat dalam Selanjutnya. Masgumelar . 1: . mengemukakan bahwa belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan individu guna memperoleh perubahan tingkah laku baru melalui latihan, sebagai hasil pengalaman hidup [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Belajar adalah proses dasar dari perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, manusia melakukan perubahan-perubahan yang lebih baik sehingga tingkah lakunya juga berubah. Sedangkan menurut Purwanto . 1: . mendefinisikan bahwa belajar adalah proses dalam diri individu yang berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam perilaku. Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat dipahami bahwa belajar adalah serangkaian proses secara sadar dengan jiwa dan raga untuk memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari latihan dan pengalaman hidup individu dalam interaksi dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah suatu dorongan dan penggerak dari dalam diri individu yang berkaitan tingkah laku sebagai hasil pengalaman dan interaksi individu dengan lingkungannya. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan karena individu yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik itu dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lain. Fungsi motivasi belajar Motivasi belajar mempunyai peran penting dalam suatu kegiatan karena akan mempengaruhi kekuatan dan mengubah perilaku siswa dari kegiatan tersebut guna menunjang kesuksesan dalam hasil belajar. Untuk itu disini akan dijelaskan beberapa fungsi dari motivasi belajar. Menurut Winarsih . 9: 252. ada dua fungsi motivasi yaitu: Mendorong siswa untuk beraktivitas Perilaku setiap individu disebabkan karena ada dorongan yang muncul dari dalam yang disebut dengan motivasi. Semangat siswa dalam melakukan aktivitas sangat ditentukan oleh besar kecilnya motivasi yang dimiliki individu. Misalnya usaha siswa dalam menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan teliti supaya mendapatkan nilai yang baik, usaha tersebut karena siswa memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Sebagai pengarah Tingkah laku yang ditunjukkan setiap individu pada dasarnya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan atau untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Maka dari itu motivasi disini berfungsi sebagai pendorong usaha dalam pencapaian prestasi. Apabila siswa memiliki motivasi yang baik dalam belajar maka akan menunjukkan hasil yang baik pula. Fungsi motivasi dalam belajar dijabarkan oleh Djamarah . 1: . sebagai berikut: Motivasi sebagai pendorong perbuatan Ketika ada siswa yang tidak memiliki hasrat untuk belajar tetapi kemudian karena ada sesuatu yang ingin dicari maka muncullah minatnya untuk belajar. Sesuatu yang belum diketahui itu akhirnya mendorong siswa untuk belajar karena rasa ingin tahu. Sehingga sikap itu yang akhirnya mendorong siswa dalam belajar. Motivasi sebagai penggerak perbuatan Dorongan psikologis yang melahirkan sikap terhadap siswa merupakan suatu kekuatan yang kemudian membentuk gerakan secara psikofisik. Motivasi sebagai pengarah perbuatan Siswa yang memiliki motivasi akan dapat menyeleksi perbuatan yang dapat dilakukan atau tidak dilakukan. Tujuan belajar itulah sebagai pengarah yang memberikan motivasi kepada siswa dalam belajar. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi motivasi belajar adalah sebagai pendorong dan penggerak siswa untuk berbuat, pengarah siswa untuk melakukan aktivitas, dan sebagai penyeleksi kegiatan. Ciri-ciri motivasi belajar Motivasi dapat memberikan semangat pada siswa untuk terus tumbuh dan Menurut Uno . diklasifikasikan sebagai berikut: Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil Hasrat dan keinginan untuk berhasil dalam belajar pada umumnya disebut motif berprestasi. Dimana motif berprestasi merupakan motif untuk berhasil [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan. Seorang siswa yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi cenderung untuk menyelesaikan tugasnya dengan cepat tanpa menunda-nunda pekerjaan. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar Seseorang dalam menyelesaikan tugasnya karena adanya dorongan menghindari kegagalan. Siswa dalam mengerjakan tugasnya dengan tekun karena apabila tidak dikerjakan atau tidak dapat menyelesaikan tugasnya Adanya harapan dan cita-cita masa depan Siswa yang ingin mendapatkan nilai pelajarannya tinggi atau ingin mendapatkan rangking di kelas, maka akan belajar dengan tekun dan menyelesaikan setiap tugas yang diberikan oleh guru dengan tuntas, maka tidak akan mendapatkan nilai dari gurunya atau diolok-olok oleh temannya bahkan akan dimarahi oleh orang tuanya. Adanya penghargaan dalam belajar Pernyataan verbal seperti pujian atau hadiah terhadap perilaku yang baik dan hasil belajar merupakan cara yang mudah dan efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar Simulasi maupun permainan merupakan salah satu kegiatan yang menarik dalam belajar. Suasana yang menarik menyebabkan proses belajar menjadi bermakna, dimana akan selalu diingat, dipahami dan dapat menggairahkan siswa untuk belajar sehingga siswa menjadi aktif di kelas. Adanya lingkungan belajar yang kondusif Dengan adanya lingkungan belajar yang kondusif seperti keadaan kelas yang bersih, tertata rapi, tidak bising, suasana kelas yang nyaman dan sebagainya dapat membangkitkan motivasi belajar siswa dan menjaga siswa tetap fokus dalam belajar. Menurut Sardiman . 4: . Motivasi yang ada pada diri seseorang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Tekun dalam menghadapi tugas, dapat bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama, dan pantang berhenti sebelum selesai. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Ulet dalam menghadapi kesulitan, tidak mudah putus asa, dan tidak mudah cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya. Lebih senang bekerja mandiri. Mudah merasa bosan dengan tugas-tugas yang rutin karena hanya berulangulang dan begitu saja jadi kurang kreatif. Dapat mempertahankan pendapat ketika sudah yakin akan sesuatu, individu juga akan mempertahankan prestasinya dengan baik. Senang mencari dan memecahkan masalah. Dari beberapa ciri-ciri motivasi belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan tekunan, keuletan, mandiri dan mampu memecahkan masalah dalam pembelajaran di sekolah dapat berpengaruh kepada siswa dalam proses belajar dan mencapai tujuan yang sudah direncanakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa Motivasi belajar sangat dibutuhkan oleh siswa sebagai pendorong untuk melakukan aktivitas belajar. Oleh karena itu penting untuk mengetahui faktor dari motivasi belajar, berikut ada faktor motivasi belajar yang dikemukakan oleh Santrock . 4: . Motivasi Intrinsik yaitu motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri . ujuan itu sendir. Misalnya, siswa belajar menghadapi ujian karena dia senang pada mata pelajaran yang diujikan itu. Siswa termotivasi untuk belajar saat mereka diberi pilihan, senang menghadapi tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan mendapatkan imbalan yang mengandung nilai informasional tetapi bukan dipakai untuk kontrol, misalnya guru memberikan pujian kepada siswa. Terdapat dua motivasi intrinsik yaitu: Motivasi intrinsik berdasarkan determinasi diri dan pilihan personal. Dalam pandangan ini murid ingin percaya bahwa mereka melakukan sesuatu karena kemauan sendiri, bukan karena kesuksesan atau imbalan Minat intrinsik siswa akan meningkat jika mereka mempunyai pilihan dan peluang untuk mengambil tanggung jawab personal atas pembelajaran mereka. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Motivasi intrinsik berdasarkan pengalaman optimal. Pengalaman optimal kebanyakan terjadi ketika orang merasa mampu dan berkonsentrasi penuh saat melakukan suatu aktivitas serta terlibat dalam tantangan yang mereka anggap tidak terlalu sulit tetapi juga tidak terlalu mudah. Motivasi Ekstrinsik yaitu melakukakan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain . ara untuk mencapai tujua. Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman. Misalnya, siswa belajar keras dalam menghadapi ujian untuk mendapatkan nilai yang Maka terdapat kegunaan dari hadiah, yaitu sebagai insentif agar mau mengerjakan tugas, dimana tujuannya adalah mengontrol perilaku siswa dan mengandung informasi tentang penguasaan keahlian. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan terdorong untuk memiliki kemauan untuk melakukan tindakan yang akan memperoleh tujuan Menurut Kompri . alam Emda, mengemukakan ada beberapa unsur yang mendorong motivasi dalam belajar. Cita-cita dan aspirasi siswa Cita-cita akan memperkuat motivasi belajar siswa baik intrinsik maupun ekstrinsik yang akan mewujudkan aktualisasi diri. Kemampuan siswa Keinginan seorang siswa perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan dalam pencapaiannya. Kondisi siswa Kondisi siswa meliputi kondisi jasmani dan rohani yang mempengaruhi motivasi belajar. Seorang siswa yang sedang sakit, akan terganggu dalam perhatiannya dalam belajar dan begitupun sebaliknya. Kondisi lingkungan siswa Kondisi lingkungan siswa dapat berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan dengan teman sebaya dan kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu ada faktor internal atau faktor yang berada [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . di dalam diri individu dan faktor eksternal atau faktor yang berada di luar diri Kedua faktor itu penting diperhatikan karena berdampak pada proses dan hasil belajar siswa di sekolah. Cara meningkatkan motivasi belajar Motivasi belajar itu penting maka ada beberapa cara yang dapat dimanfaatkan untuk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Adapun cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa (Djamarah 2011: 169-. , yaitu: Menggairahkan siswa Dalam proses pembelajaran di kelas, guru harus bisa menghindari kegiatan Guru menciptakan pembelajaran yang dapat memberikan kebebasan terutama pada situasi pembelajaran, seperti menggunakan metode brainstorming. Memberikan harapan realistis Guru harus memelihara harapan-harapan siswa yang realistis dan memodifikasi harapan-harapan yang kurang atau tidak realistis. Maka dari itu guru perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai keberhasilan atau kegagalan akademis siswa di masa lalu. Sehingga guru dapat membedakan antara harapan yang realistis, pesimistis, atau terlalu optimis. Memberikan insentif Apabila siswa mengalami keberhasilan, seorang guru harapannya dapat memberikan hadiah kepada siswa, bisa berupa pujian seperti ucapan selamat. Karena keampuhannya untuk dapat membangkitkan motivasi. Mengarahkan perilaku siswa Mengarahkan perilaku siswa adalah salah satu tugas guru, memberikan respon terhadap siswa yang diam, suka membuat keributan, dan suka berbicara semaunya di kelas harus diberikan teguran secara bijaksana. Cara mengarahkan perilaku siswa tersebut bisa dengan mendekati siswa, memberikan penugasan, memberikan hukuman yang mendidik, menegur dengan perkataan yang ramah dan baik. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Menurut Kamaluddin . 7: . strategi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru. Menciptakan suasana belajar yang baik di dalam kelas Guru menyenangkan, sehingga siswa dapat merasa nyaman, senang dan bergairah dalam belajar. Merencanakan tujuan pembelajaran yang spesifik Kebutuhan dan tujuan berpengaruh dalam motivasi siswa, oleh karena itu siswa harus mengetahui secara jelas apa tujuan pembelajaran dan apa manfaat bagi kehidupan. Menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan bervariasi Guru dapat menggunakan metode pembelajaran seperti pembelajaran matematika realistik, pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran discovery. Melakukan interaksi yang baik dengan siswa Guru harus berhubungan baik dan bersikap adil, dapat memposisikan diri dekat dengan siswa agar siswa merasa nyaman. Menggunakan media pembelajaran yang menarik. Guru dapat menggunakan video yang menarik sebagai bahan ajar. Sedangkan menurut Gage dan Berliner . alam Kompri 2015: 235-. menyarankan sejumlah cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, yaitu: Menggunakan pujian verbal Menggunakan nilai dalam tes secara bijaksana Bangkitkan rasa ingin tahu siswa dan keinginannya dengan mengeksplorasi suatu hal Siswa agar tetap mendapatkan perhatian Merangsang hasrat siswa untuk belajar Mempergunakan materi yang populer agar siswa lebih mudah memahami. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan beberapa cara yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa seperti menggairahkan siswa dengan cara seperti membangkitkan rasa ingin tahu siswa, menyampaikan materi dengan [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . menggunakan permainan agar mudah dipahami, memberikan harapan realistis, memberikan insentif seperti memberi pujian verbal dan merencanakan tujuan pembelajaran yang spesifik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian yang bersifat kualitatif atau naturalistik, data yang dikumpulkan berbentuk gambar atau kata-kata tertulis dan perilaku yang diamati. Melalui penelitian ini peneliti dapat mengenali subjek, merasakan apa yang mereka sedang alami dikehidupan sehari-hari. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu secara utuh. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Juwana kelas XI IPS, yang menjadi subjek penelitian ini terdapat dua siswa kelas XI IPS 2 dan XI IPS 4. Instrumen dan teknik pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner terbuka, observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi dengan berpedoman pada indikator motivasi belajar. Adapun data yang sudah didapat dianalis melalui tahapan empat komponen antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian disajikan dalam bentuk pendeskripsian kalimat mengenai penemuan makna dari setiap fenomena motivasi belajar siswa. HASIL PENELITIAN Dari hasil temuan yang bersumber dari pengumpulan data selama proses penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa pada bembelajaran di kelas, maka peneliti mengklasifikasikan dan mengkoding sesuai kategori berdasarkan hasil penelitian di lapangan dengan pengkodingan Data yang masih terurai dikolom raw data disimpulkan dalam preliminary codes lalu dikoding di dalam final code sehingga menjadi data inti lalu data inti diberi koding agar peneliti mudah untuk mengklasifikasi sesuai kategori. Berikut adalah table seluruh data, yaitu: Tabel 4. Koding Subjek Primer LM [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Raw Data Preliminary Codes Final Codes LM merasa biasa saja dengan Tidak merasa puas hasil nilai yang diperoleh, dengan hasil yang sehingga dia jarang mempelajari HAS- kembali materi, apabila hal tersebut dilakukan berarti LM ikut remidi agar memperoleh nilai memuaskan dan tidak ikut LM sering menunda-nunda Mengerjakan tugas mengerjakan tugas, karena LM tepat waktu. HAS- merasa semangat mengerjakan ketika waktunya sudah mepet Setiap jam pelajaran kosong LM Rasa ingin tahu DOR Setiap diberikan tugas. LM selalu Minat dalam DOR mencari informasi yang tidak pernah membaca buku di perpusatakaan, sebab LM diberi tugas mandiri guru dan menurut LM buku yang diperpustakaan buku edisi lama jadi LM lebih senang membaca informasi lewat internet yang lebih update. berhubungan dengan tugas tersebut diberbagai sumber salah satunya di internet agar dapat Ketika guru menjelaskan materi Upaya untuk HCT [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] di depan kelas. LM meraih prestasi memperhatikan materi yang atau cita-cita disampaikan guru. Selama proses pembelajaran LM Ketekunan dalam ini kurang aktif bertanya dan HCT- berpendapat perihal materi yang disampaikan oleh guru. Orang tua LM sering Ganjaran dan mengingatkan untuk belajar dan PGN mengerjakan tugas serta memberikan dorongan motivasi. Guru LM sering memberikan Mendapatkan selamat dan pujian ketika LM PGN mendapatkan prestasi dan nilai yang bagus. LM merasa bosan ketika Kreatif dalam menghadapi guru yang menjelaskan materi kurang MNK- kreatif dan menarik. LM menyukai pembelajaran Kreatif dalam apabila gurunya memberikan ice Kondisi lingkungan kelas LM Suasana tempat kurang kondusif terlihat sebelah MNK KDF- kelas LM sering ramai sehingga dapat mempengaruhi konsentrasi Dalam proses pembelajaran Suasana tempat sarana dan prasarana kelas LM cukup memadai, hanya saja perlu KDF- [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] ditambah kipas angin atau pendingin ruangan AC agar terasa sejuk. Tabel 4. Koding Subjek Primer MSS Raw Data Preliminary Codes Final Codes MSS merasa puas dengan hasil Tidak merasa puas nilai yang diperoleh, sehingga dia dengan hasil yang tidak pernah mempelajari kembali HAS- materi dengan alasan malas. MSS merasa cukup hanya mendengarkan sekali materi yang sudah dijelaskan. MSS sering menunda-nunda Mengerjakan tugas HAS- mengerjakan tugas, karena MSS tepat waktu. merasa malas dan senangnya ketika waktunya sudah mepet pengumpulan baru mengerjakan. Setiap jam pelajaran kosong MSS Rasa ingin tahu DOR Setiap diberikan tugas. MSS selalu Minat dalam DOR mencari jawaban tugas diberbagai tidak pernah membaca buku di perpusatakaan, sebab MSS lebih memilih membaca informasi di HP yang lengkap dan terbaru. sumber salah satunya di internet agar dapat terselesaikan. Ketika guru menjelaskan materi di Upaya untuk HCT [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] depan kelas. MSS memperhatikan meraih prestasi materi yang disampaikan guru. atau cita-cita Selama proses pembelajaran MSS Ketekunan dalam ini tidak jarang bertanya dan . HCT berpendapat perihal materi yang disampaikan oleh guru. Orang tua MSS sering Ganjaran dan mengingatkan untuk belajar dan PGN mengerjakan tugas serta memberikan nasihat juga dorongan motivasi. Guru MSS sering memberikan Mendapatkan selamat dan pujian ketika MSS PGN mendapatkan prestasi dan nilai yang bagus. MSS merasa ada beberapa guru Kreatif dalam yang menjelaskan materi kurang kreatif dan menarik. MSS menyukai pembelajaran Kreatif dalam apabila gurunya membebaskan siswa untuk mengeksplorasi bakat MNK- MNK dan minat seperti seni musik. Kondisi lingkungan kelas MSS Suasana tempat kurang kondusif terlihat teman KDF- satu kelas dan sebelah kelas MSS sering ramai sehingga dapat mempengaruhi ketenangan dalam Dalam proses pembelajaran sarana Suasana tempat dan prasarana kelas MSS cukup KDF- [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] memadai, hanya saja perlu ditambah kipas angin atau pendingin ruangan AC agar terasa sejuk kalau siang hari. Data yang telah diklasifikasikan dalam tabel sesuai dengan perilaku atau respon dari subjek terhadap faktor yang mempengaruhi motivasi belajar. Data dalam kolom raw data merupakan data yang masih mentah, kemudian dibuat garis besarnya dalam kolom preliminary codes, selanjutnya dibuat koding dalam kolom final codes yang bertujuan untuk mempermudah peneliti untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa SMA Negeri 1 Juwana. Setelah itu langkah berikutnya peneliti membuat koding secara umum dan khusus berdasarkan kategori. Data kode-kode mengelompokkan jawaban oleh peneliti untuk memudahkan melakukan analisis dan pembahasan selanjutnya. Adapun data sesuai dengan kategori sebagai Kode (HAS) menunjukkan adanya hasrat dan keinginan berhasil. Kode (DOR) menunjukkan adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. Kode (HCT) menunjukkan adanya harapan dan cita-cita masa depan. Kode (PGN) menunjukkan adanya penghargaan dalam belajar. Kode (MNK) menunjukkan adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. Kode (KDF) menunjukkan adanya lingkungan belajar yang kondusif. Tabel 4. Koding Umum Triangulasi Sumber Subjek LM Indikator Subjek Guru Mapel Guru BK LM [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Adanya Hasrat LM (SMI) . (AEN) HAS- HAS HAS- DOR DOR DOR- Adanya harapan HCT HCT- HCT- dan cita-cita HCT- Adanya PGN KDF- KDF Adanya kegiatan MNK- PGN PGN MNK MNK dan keinginan Adanya dorongan dan menarik dalam MNK Adanya KDF- belajar kondusif Tabel 4. Koding Umum Triangulasi Sumber Subjek MSS Indikator Adanya hasrat Subjek Guru Mapel Guru BK MSS MSS (FDP) MSS (DW) HAS- HAS- HAS- DOR DOR DOR- dan keinginan Adanya dorongan dan [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . Adanya harapan HCT HCT- HCT- PGN KDF- KDF- Adanya kegiatan MNK- PGN PGN menarik dalam MNK MNK MNK dan cita-cita Adanya Adanya KDF- belajar kondusif Lebih lanjut setelah data dibuat dalam bentuk koding umum untuk memudahkan peneliti dalam membandingkan antara subjek, guru mapel subjek dan guru BK subjek. Langkah selanjutnya peneliti membuat koding khusus dalam kategori. Agar memudahkan peneliti untuk menganalisa pembahasan selanjutnya, peneliti mengelompokkan respon berdasarkan sub indikator motivasi belajar yang subjek jawab dalam wawancara antara subjek dan peneliti, seperti tabel di bawah ini: Tabel 4. Koding Khusus Triangulasi Sumber Subjek Primer LM & MSS Subjek Primer LM Tidak merasa puas HAS- Subjek Primer MSS Tidak merasa puas dengan hasil yang dengan hasil yang Mengerjakan tugas HAS- tepat waktu. Rasa ingin tahu Mengerjakan tugas HAS- HAS- tepat waktu. DOR Rasa ingin tahu DOR [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Minat dalam belajar DOR Minat dalam belajar DOR Upaya untuk meraih HCT Upaya untuk meraih HCT prestasi atau cita-cita prestasi atau cita-cita Ketekunan dalam HCT- Ketekunan dalam HCT Ganjaran dan PGN Ganjaran dan PGN Mendapatkan pujian PGN Mendapatkan pujian PGN Kreatif dalam MNK- Kreatif dalam MNK- menyampaikan materi Kreatif dalam MNK Kreatif dalam MNK menyampaikan materi Suasana tempat KDF- Suasana tempat belajar KDF- KDF- Suasana tempat belajar KDF- Suasana tempat Tabel 4. Jumlah Koding Khusus Kedua Subjek Faktor Motivasi Belajar yang dimunculkan Indikator Subjek Subjek Jumlah Motivasi MSS Perilaku Jumlah Belajar ( ) (-) ( ) (-) ( ) (-) Adanya Hasrat dan Adanya [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Adanya harapan dan cita-cita Adanya Adanya Adanya Jumlah Tabel 4. Perbandingan Keseluruhan No. Indikator Motivasi Belajar Persentase Adanya hasrat dan keinginan 8/48 x 100% = 16,7% Adanya dorongan dan 8/48 x 100% = 16,7% kebutuhan belajar Adanya harapan dan cita-cita 8/48 x 100% = 16,7% Adanya penghargaan belajar 8/48 x 100% = 16,7% . [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Adanya kegiatan menarik . 8/48 x 100% = 16,7% dalam belajar Adanya lingkungan belajar 8/48 x 100% = 16,7% Dari hasil persentase di atas maka dapat dijadikan sebagai acuan faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Berdasarkan indikator motivasi belajar untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Juwana yaitu memunculkan perilaku yang sama dari semua indikator tersebut dengan jumlah persentase 16,7%. Cara perhitungan persentase tersebut digunakan untuk mempermudah peneliti dalam mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa yang dimunculkan oleh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Juwana. PEMBAHASAN Berdasarkan analisis data yang dilakukan oleh peneliti dari awal sampai akhir penelitian, mengenai analisis faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Juwana, dipengaruhi oleh beberapa faktor Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil merupakan salah satu faktor yang dominan dalam mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Juwana selama proses pembelajaran. Dalam hasil observasi dan wawancara subjek LM dan MSS memiliki motivasi rendah hal tersebut terlihat bahwa subjek tidak begitu aktif bertanya dan berpendapat perihal materi yang dijelaskan guru di depan kelas, disisi lain juga kurang aktif memperhatikan pelajaran dengan sungguh-sungguh ketika proses pembelajaran berlangsung. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Daulay . 2: 4. bahwa dengan memiliki motivasi yang tinggi siswa akan bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan belajar dan mencapai hasil belajar secara optimal. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . Adanya dorongan dan kebutuhan belajar ketika pembelajaran berlangsung tentunya disesuaikan dengan arah tujuan yang ingin dicapai. Siswa yang mempunyai tujuan yang tinggi maka akan terdorong untuk belajar. Dari hasil kuesioner dan wawancara ditemukan siswa memiliki dorongan dan kebutuhan dalam belajar terlihat dimana guru ketika menyuruh siswa mencari informasi atau jawaban diberbagai sumber, siswa langsung mencarinya di internet secara individu ataupun kelompok. Adanya harapan dan cita-cita masa depan Harapan dan cita-cita masa depan didasari pada keyakinan bahwa siswa dipengaruhi oleh perasaan mereka tentang gambaran hasil perilaku mereka contohnya siswa yang memiliki harapan dan cita-cita yang jelas mengenai masa depannya agar terwujud. Siswa yang memiliki cita-cita akan bersemangat dalam belajar agar mendapatkan nilai yang baik dari guru. Terlihat dalam hasil observasi bahwa siswa mengerjakan perintah tugas dari guru sesuai dengan arahan yang diberikan agar mendapat nilai yang baik, selain itu juga bertanya dan berpendapat ketika proses pembelajaran dengan tujuan mendapatkan nilai tambahan atau skor tambahan. Sejalan dengan penelitian Sulfemi . 9: . siswa dapat meraih prestasi yang baik apabila adanya usaha yang tekun dalam belajar dan terutama didasari oleh adanya motivasi. Adanya penghargaan dalam belajar Pada pembelajaran siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Juwana, guru sudah memberikan penghargaan kepada siswa yang mampu memperoleh prestasi dengan baik. Dalam hal belajar, siswa yang mendapatkan penghargaan dari guru atau orangorang disekitar akan prestasi yang dicapainya akan merasa bangga dan akan mempunyai semangat yang tinggi untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Sesuai hasil wawancara dengan subjek primer dan subjek sekunder mengatakan bahwa guru selalu memberikan selamat, pujian, hadiah kecil kepada siswa yang mampu menyelesaikan tugas dan memperoleh presatasi. Tidak hanya pemberian penghargaan kepada siswa, tetapi juga pemberian hukuman kepada siswa yang [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . tidak patuh, hal ini dilakukan supaya siswa dapat semangat belajarnya dan tidak seenaknya dalam belajar. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar Kegiatan yang menarik dalam belajar menjadi penunjang keefektifan dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, apabila guru memberikan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif akan mampu memberikan tekanan pada point-point materi yang disampaikan. Seperti yang dikemukakan oleh Hartini & Warmi . 0: . adanya kegiatan menarik dapat memberikan minat belajar kepada peserta didik. Kemudian yang terjadi pada guru kelas XI IPS SMA Negeri 1 Juwana bahwasanya ada beberapa guru yang sudah mampu menerapkan strategi atau metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif secara tepat dan tidak berlebihan. Adapula beberapa guru yang kurang memberikan strategi atau metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif secara tepat sehingga siswa merasa bosan, mengantuk, melamun ketika memperhatikan penjelasan guru di depan kelas. Adanya lingkungan belajar yang kondusif sehingga memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik Lingkungan belajar yang kondusif tentunya disesuaikan dengan situasi, tempat dan keadaan sekitar. Menurut Moslem . 9: . dengan kondisi lingkungan yang aman, tentram, tertib dan indah maka semangat dan gairah motivasi belajar meningkat. Dalam penyebaran kuesioner dan wawancara yang sudah dilakukan ditemukan pernyataan bahwa suasana tempat belajar yang di sukai dan nyaman bagi siswa adalah ketika suasananya sejuk, hening, bersih, tertib, tenang jauh dari keramaian. Namun pada kenyataannya kondisi lingkungan kelas tempat belajar subjek LM dan MSS kurang kondusif, dikarenakan teman-temannya yang suka mengobrol, kadang ada kelas sebelah jam pelajaran kosong yang tidak dimasuki guru, ganti pakaian ketika jam pelajaran olahraga, kipas angin yang tidak bisa berputar yang mengakibatkan suhu ruangan menjadi panas dan akibatnya siswa menjadi ricuh sehingga tidak Hal tersebut mengakibatkan menurunnya konsentrasi dan semangat belajar siswa [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Juwana diperoleh kesimpulan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas XI IPS yaitu faktor internal dan faktor eksternal antara lain: Faktor internal: . Kurangnya hasrat dan keinginan untuk berhasil sehingga membuat siswa merasa puas dengan hasil ujian yang dicapai, siswa sering menunda-nunda mengerjakan tugas. Minim dorongan dan kebutuhan dalam belajar sehingga berdampak pada rasa ingin tahu dan minat dalam belajar. Kurangnya harapan dan cita-cita masa depan sehingga siswa kurang tekun dan kurang bersemangat memperoleh prestasi. Faktor eksternal: . Kegiatan pembelajaran yang kurang menarik dapat menyebabkan kurangnya bakat siswa terhadap pembelajaran tersebut, sehingga bagi siswa yang mempunyai daya serap yang rendah berdampak pada nilai siswa. Lingkungan belajar yang kurang kondusif seperti ruangan yang kurang sejuk, gaduh sehingga merasa terganggu saat berkonsentrasi dalam pembelajaran. Bersumber pada hasil penelitian yang telah diperoleh, maka dengan ini peneliti mengajukan saran kepada siswa diharapkan mampu meningkatkan motivasi atau dorongan dalam belajar, karena tidak dapat dipungkiri bahwa pentingnya memiliki motivasi belajar yang tinggi dalam menuntut ilmu agar Kepada meningkatkan program atau metode-metode belajar yang kreatif dan bervariasi. Kepada Guru BK hendaknya lebih aktif dalam menjalin kerjasama yang baik dengan orang tua siswa dan menunjukkan kinerjanya dalam mengaplikasikan kompetensi yang dimiliki sebagai seorang guru BK. Kepada orang tua untuh lebih membimbing dan mengarahkan anak agar termotivasi dalam belajar. Kepada pihak sekolah sarana dan prasarananya lebih ditingkatkan lagi, supaya siswa merasa nyaman ketika berada di kelas. DAFTAR RUJUKAN [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Azizah. Nur dan Rahmi. Elvi. Persepsi Mahasiswa Tentang Peranan Mata Kuliah Micro Teaching Terhadap Kesiapan Mengajar Pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Unp. Jurnal Ecogen, 2. , 197-205. Diunduh 05 Maret 2023 dari https://ejournal. id/students/index. php/pek/article/view/7312. Daulay. Purba. Rahmi. Wahyudi. Lubis. , & Nasution. Peran Layanan Konseling Individu terhadap Motivasi Belajar Siswa di Desa Timbang Lawan. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4. , 48724876. Diunduh Juli http://journal. id/index. php/jpdk/article/view/624 Djamarah. Syaiful Bahri. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Djarwo. Catur Fathonah. Analisis Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Motivasi Belajar Kimia Siswa SMA Kota Jayapura. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram. Diunduh Maret http://e- id/index. php/jiim/article/view/2790. Emda. Amna. Kedudukan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran. Lantanida journal, 93-196. Diunduh 05 Maret 2023 dari https://jurnal. id/index. php/lantanida/article/view/2838. Hartini. , & Warmi. Analisis Motivasi Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran Matematika di SMP. Prosiding Sesiomadika, 2. Diunduh Juli https://journal. id/index. php/sesiomadika/article/view/2665. Kamaluddin. Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar Pendidikan Matematika UNY, 2017. Prosiding Seminar Diunduh pada 05 Maret 2023 dari http://seminar. id/semnasmatematika/sites/seminar. smatematika/files/full/M-67. Kompri. Motivasi Pembelajaran Perspektif Guru dan Siswa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Lestari. Cara praktis meningkatkan motivasi siswa sekolah dasar. Yogyakarta: Deepublish. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Masgumelar. Ndaru K. , & Mustafa. Pinton S. Teori Belajar Konstruktivisme dan Implikasinya Dalam Pendidikan Dan Pembelajaran. Islamic Education Journal. Diunduh Maret https://w. org/index. php/ghaitsa/article/view/188. Moslem. Komaro. , & Yayat. Faktor-Faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran aircraft drawing di SMK. Journal of Mechanical Engineering Education, 6. , 258-265. Diakses 23 Juli Nasution. Anggraini. , & Putri. Pengertian Pendidikan. Sistem Pendidikan Sekolah Luar Biasa, dan Jenis-Jenis Sekolah Luar Biasa. JURNAL EDUKASI NONFORMAL, 3. , 422-427. Diunduh 08 Maret 2023 dari https://ummaspul. e-journal. id/JENFOL/article/view/5245. Purwanto. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Ramadhon. Jaenudin. , & Fatimah. Pengaruh Beasiswa Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Sriwijaya. Jurnal PROFIT. Diunduh Maret https://ejournal. id/index. php/jp/article/view/5598. Santrock. John W. Educational Psychology. New York: McGraw-Hill. Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers. Sugihartono, dkk. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press. Sulfemi. Hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS di SMP Kabupaten Bogor. Jurnal Ilmiah Edutecno. Volume 18. No. Diunduh pada 27 Juli 2023 dari https://osf. io/r54tz/download. Uno. Hamzah B. Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Winarsih. Varia. Psikologi Pendidikan. Medan: Latansa Pers. Wahab. Rohmalia. Psikologi Pendidikan. Palembang: IAIN Raden Fatah Press.