TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 113-122 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals Implementasi Problem Based Learning Berbantuan Mathigon untuk Meningkatkan Kemampuan Bernalar Kritis Siswa Kelas 5 pada Materi Bangun Datar Nanang Rianto1* 1Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Batam *Email Korespondensi: nanangrianto7@gmail. Info Artikel Abstrak Diterima : 15 Mei 2025 Direvisi : 9 Juni 2025 Diterbitkan : 29 Juni 2025 Kata Kunci: Problem Based Learning. Mathigon, bernalar kritis. Cara merujuk artikel ini: Rianto. Implementasi Problem Based Learning Berbantuan Mathigon untuk Meningkatkan Kemampuan Bernalar Kritis Siswa Kelas 5 pada Materi Bangun Datar. TaAodiban: Journal of Islamic Education, 5 . , h. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan dukungan platform Mathigon mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dan pemahaman konsep bangun datar secara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta hasil pekerjaan siswa, yang dianalisis secara kualitatif sesuai pedoman Miles dan Huberman. Analisis ini menunjukkan adanya peningkatan dalam partisipasi siswa serta perkembangan membandingkan, dan menarik kesimpulan secara logis selama proses pembelajaran. Peningkatan tersebut didukung oleh triangulasi data dari diskusi kelas, observasi aktivitas, dan hasil karya siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penggabungan PBL dan Mathigon efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan reflektif serta dalam meningkatkan kemampuan bernalar kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan pendekatan ini sebagai inovasi dalam pembelajaran matematika di tingkat dasar. Abstract The study results indicate that the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model supported by the Mathigon platform can enhance students' active participation and deepen their understanding of geometric concepts. Data were collected through observation, interviews, documentation, and students' work, which were analyzed qualitatively in accordance with the guidelines of Miles and Huberman. This analysis reveals an increase in student participation as well as the development of critical thinking skills, such as analyzing, comparing, and drawing logical conclusions during the learning process. These improvements are supported by data triangulation from classroom discussions, activity observations, and studentsAo works. The findings demonstrate that the integration of PBL and Mathigon is effective in creating an active and reflective learning environment and in improving elementary students' critical thinking abilities. This research recommends applying this approach as an innovative strategy for primary mathematics instruction. Keywords: Problem Based Learning. Mathigon, critical reasoning This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 113-122 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals PENDAHULUAN Perkembangan pendidikan di era Revolusi Industri 4. 0 menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pencapaian hasil akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan komunikatif. Dalam konteks ini, kemampuan bernalar kritis menjadi salah satu keterampilan esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak dini, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Indikator kemampuan bernalar kritis memungkinkan siswa untuk menganalisis informasi secara mengambil keputusan berdasarkan bukti dan alasan yang kuat (Mulyasa, 2. Salah satu model pembelajaran yang efektif dalam menumbuhkan kemampuan bernalar kritis siswa adalah Problem-Based Learning (PBL). PBL merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa . tudent-centere. , masalah nyata sebagai pemicu untuk pemecahan masalah secara kolaboratif. Model konstruktivisme yang dikembangkan oleh Vygotsky dan Piaget, yang menekankan bahwa pengetahuan dibangun secara aktif melalui interaksi sosial dan pengalaman langsung (Hayati, 2. PBL memiliki sejumlah keunggulan, antara lain meningkatkan pemahaman konseptual siswa, mendorong keterlibatan aktif, serta mengembangkan keterampilan sosial melalui kerja kelompok. Selain itu, sintaks PBL yang mencakup pengenalan masalah, analisis masalah, eksplorasi presentasi-refleksi, memberikan ruang yang kemampuan berpikir kritis mereka dalam konteks pembelajaran yang bermakna (Hayati, 2. (AAoyun, 2. Sejalan PBL diperkaya dengan media digital yang Salah satunya adalah platform Mathigon, sebuah media pembelajaran matematika visual yang dirancang untuk mendukung eksplorasi konsep secara Penggunaan Mathigon terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa, keterampilan pemecahan masalah, matematika secara visual dan mendalam (Asyraful Ihsan, 2. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi antara PBL dan teknologi digital memiliki potensi besar dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan Berbagai efektivitas model PBL dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar. Penelitian yang dilakukan oleh Fazryn dkk (Muhammad Fazryn, 2. bahwa penerapan PBL berbasis media kemampuan bernalar kritis siswa serta mendorong motivasi dan keaktifan belajar. Demikian pula, penelitian oleh Oktaviani (Oktaviani, 2. di SD Kyai Rodliyah Surabaya PBL berkontribusi positif terhadap peningkatan literasi dan numerasi siswa. Bahkan, media pembelajaran berbasis digital seperti Mathigon yang dikembangkan melalui model ADDIE juga terbukti valid, praktis, pemahaman konsep siswa (Dhea Puspita Putri Agustin, 2. Meskipun berbagai penelitian telah membuktikan efektivitas PBL dalam pembelajaran matematika (Muhammad Fazryn, 2. (Oktaviani, 2. , serta manfaat Mathigon sebagai media visual (Asyraful Ihsan, 2. , belum ada studi yang keduanya untuk meningkatkan kemampuan bernalar kritis siswa sekolah dasar dalam konteks budaya lokal. Penelitian-penelitian terdahulu cenderung fokus pada aspek kognitif umum atau pemahaman konsep semata, tanpa mengeksplorasi bagaimana dinamika kolaborasi dan scaffolding guru dalam PBL berbantuan Mathigon dapat mengembangkan keterampilan analisis, evaluasi, dan inferensi siswa tiga indikator This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 113-122 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals kunci bernalar kritis menurut Mulyasa (Mulyasa, 2. Kekosongan penelitian ini terutama terlihat di setting madrasah ibtidaiyah dengan karakteristik khasnya, seperti di MIN 2 Batam yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya Melayu dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menjawab: . Bagaimana implementasi PBL Mathigon partisipasi aktif siswa dalam diskusi geometri? . Bagaimana proses kolaborasi kelompok mengembangkan kemampuan bernalar kritis siswa? . Apa tantangan dan peluang dalam mengadaptasi Mathigon untuk konteks budaya lokal Batam?" Dalam matematika di tingkat dasar, pengembangan kemampuan bernalar kritis matematis menjadi sangat penting karena keterampilan ini berkaitan erat dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah, berpikir berdasarkan bukti dan argumen yang kuat (Mulyasa, 2. Sayangnya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan konsep-konsep matematis secara kritis dan analitis, terutama dalam soal-soal yang bersifat kontekstual dan kompleks (Suryani, 2. Hal ini rendahnya kemampuan bernalar kritis matematis dapat menghambat proses belajar dan pencapaian kompetensi dasar siswa, sehingga metode pembelajaran inovatif yang kemampuan ini sangat mendesak untuk diterapkan (Surya, 2. Berdasarkan penerapan model problem based learning berbantuan Mathigon dinilai sangat relevan untuk meningkatkan kemampuan bernalar kritis siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi ciri-ciri bangun datar di sekolah dasar. Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan kurikulum merdeka dan penguatan profil pelajar pancasila, khususnya dalam dimensi berpikir kritis dan METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif dengan desain studi mendalam implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Mathigon. Fokus penelitian adalah memahami proses pembelajaran, respons subjek, dan dinamika interaksi yang terjadi selama penerapan model tersebut. Penelitian dilaksanakan di MIN 2 Batam, dengan subjek kelas 5B . siswa: 17 laki-laki, 16 perempua. Pelaksanaan dilakukan dalam 3 pertemuan . , 15, dan 23 April 2. dengan durasi 2 y 35 menit per pertemuan. Adapun rancangan penelitian ini Tahap Persiapan: Analisis (Bab "Membandingkan Ciri-Ciri Bangun Datar"). Pengembangan RPP berbasis PBL dan modul Mathigon. Validasi instrumen oleh rekan Tahap Pelaksanaan: Mengikuti sintaks PBL yang dimodifikasi dengan integrasi . Orientasi masalah: Guru kontekstual . isal: desain taman berbentuk bangun . Pengorganisasian Pembagian heterogen . Ae5 oran. Eksplorasi Mathigon: Siswa mengeksplorasi ciri bangun datar secara interaktif. Presentasi Presentasi hasil kelompok dan refleksi bersama. Dalam penelitian ini, sumber data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer pembelajaran di kelas, yang meliputi This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 113-122 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals hasil observasi aktivitas siswa selama kegiatan berlangsung, hasil diskusi kelompok, serta lembar kerja peserta didik (LKPD) yang dikumpulkan dan Sementara itu, data sekunder diperoleh dari dokumen resmi sekolah seperti silabus, dan data nilai pretest maupun posttest siswa yang digunakan pemahaman setelah perlakuan diberikan. Teknik dilakukan melalui beberapa pendekatan. Pertama, observasi partisipatif dilakukan secara langsung oleh peneliti selama dengan mencatat aktivitas siswa, dinamika kelompok, serta respons terhadap penggunaan Mathigon dalam pembelajaran berbasis masalah. Catatan mengungkap aspek-aspek proses belajar yang tidak terekam melalui tes atau Kedua. Dilakukan wawancara semi-terstruktur kepada siswa dan guru untuk menggali persepsi, pengalaman, dan tingkat pemahaman terhadap penerapan PBL berbantuan Mathigon. Wawancara ini bertujuan memperoleh data mendalam tentang proses belajar, hambatan, dan keberhasilan yang Ketiga, pengumpulan dokumen berupa hasil pekerjaan siswa, seperti catatan diskusi, lembar kerja (LKPD), dan portofolio belajar selama proses pembelajaran. Data ini digunakan bernalar kritis, proses problem solving, serta keterlibatan siswa. Keempat, studi dokumentasi dengan pengumpulan dokumen resmi terkait pelaksanaan pembelajaran, seperti silabus. RPP, dan laporan aktivitas belajar mengajar, untuk mendukung pemahaman konteks dan proses implementasi. Kelima. Catatan refleksi dari peneliti selama observasi dan wawancara, yang mencatat peristiwa keberhasilan proses belajar. Teknik ini membantu memahami konteks dan dinamika interaksi selama proses Untuk mengetahui minat dan respons siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan, digunakan angket skala Likert yang disebarkan setelah seluruh rangkaian pembelajaran selesai. Analisis data dilakukan secara holistik dan sistematis menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman . , yang meliputi tiga tahapan utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi data, bahan yang relevan diseleksi dan disusun secara sistematis untuk memudahkan interpretasi dan identifikasi tema-tema utama, seperti keberhasilan, dan persepsi peserta didik dan guru. Tahap selanjutnya adalah penyajian data dalam bentuk naratif deskriptif yang didukung kutipan langsung dari wawancara dan hasil observasi, serta tabel atau diagram yang pola-pola terkait pengaruh model PBL berbantuan Mathigon terhadap kemampuan bernalar kritis siswa. Data tersebut kemudian dianalisis secara interpretatif melalui teknik konten dan triangulasi sumber, untuk memastikan keabsahan dan kepercayaan temuan penelitian. Proses ini melibatkan pengecekan kembali data ke peserta melalui member checking, serta membandingkan data dari berbagai sumber dan teknik agar hasil yang Dengan pendekatan ini, diharapkan penelitian komprehensif mengenai pengalaman peserta didik dan guru selama penerapan model PBL berbantuan Mathigon, sekaligus mengungkap faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat keberhasilannya dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 113-122 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Mathigon dalam pembelajaran matematika pada materi "Membandingkan Ciri-Ciri Bangun Datar" berhasil meningkatkan keterlibatan dan kemampuan bernalar kritis siswa kelas 5B MIN 2 Batam. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada tanggal 9, 15, dan 23 April 2025 dengan durasi masing-masing 2 y 35 menit. Penggunaan Sumber Belajar Multimedia Platform belajar secara daring Mathigon dapat diakses melalu laman https://mathigon. Dengan gambar seperti di bawah ini. Gambar 1. Logo Mathigon Terdapat beberapa menu yang dapat . , kursus . , kegiatan . , dan pelajaran . Mathigon digunakan secara aktif dalam proses investigasi dan eksplorasi konsep bangun datar. Sebagian besar siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam menggunakan simulasi visual yang ditawarkan Mathigon. Dari observasi kelas mendapatkan hasil 27 dari 33 siswa menyatakan mathigon membantu memahami konsep abstrak bangun datar melalui fitur manipulasi interaktif ("Saya bisa melihat perubahan sudut ketika memutar persegi panjang"). Apabila disajikan dalam bentuk diagram lingkaran sebagaimana terlihat pada Diagram 1. Diagram 1. Peran Mathigon Memahami Konsep Abstrak Membantu Memahami Tidak Membantu Sebanyak 78% siswa menyatakan bahwa Mathigon membantu mereka memahami konsep bangun datar lebih menggunakan buku teks. Kegiatan Diskusi dan Kolaborasi Pembelajaran dilakukan melalui kerja kelompok heterogen . Ae5 siswa per Selama proses investigasi, siswa laki-laki cenderung lebih aktif dalam mengeksplorasi fitur digital Mathigon, sementara siswa perempuan merumuskan strategi dan solusi. Hasil observasi menunjukkan peningkatan rata-rata keterlibatan siswa dari 68% pada pertemuan pertama menjadi 89% pada pertemuan ketiga. Keterlibatan siswa mengalami peningkatan dalam tiap pertemuan sebagaimana tabel berikut. Tabel 1. Nilai Formatif Pertemuan Pertama Kedua Ketiga Persentase Keterlibatan Hasil Penilaian Formatif dan Sumatif Penilaian formatif: Dilakukan melalui observasi langsung dan penilaian LKPD. Tabel menyelesaikan LKPD dengan skor di atas KKM . sebagaimana berikut. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 113-122 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals Tabel 2. Nilai Formatif Jumlah Nilai Ou Siswa KKM Nilai < KKM Penilaian sumatif: Dilakukan melalui tes individu berbasis soal HOTS dan presentasi kelompok. Rata-rata nilai tes sebagaimana tabel di bawah ini. Tabel 3. Nilai Pretest dan Posttest Rata-Rata Jenis Test Nilai 1 Pretest 2 Posttest Siswa melaporkan bahwa Mathigon membantu memahami sifat manipulasi, seperti diungkapkan Dzaki: AuSaya bisa melihat perbedaan diagonal layang-layang dan belah Ay Namun, 5 siswa mengaku butuh bantuan guru saat pertama kali menggunakan platform ini. Hal pembelajaran berbasis masalah yang interaktif seperti Mathigon berhasil kemampuan bernalar kritis siswa secara signifikan, meskipun masih terdapat ruang untuk optimalisasi, terutama pada aspek pendampingan, pemahaman digital, dan penguatan Motivasi dan Interaksi Siswa Penggunaan kontekstual dengan mengaitkan bangun datar dalam motif batik Melayu dan ornamen rumah adat lokal meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil wawancara menunjukkan bahwa 24 dari 33 siswa merasa bangga saat belajar matematika yang terhubung dengan budaya mereka. Diagram 2. Motivasi dan Interaksi Bangga Belajar Budaya Lokal Tidak Menanggapi Hasil angket menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merespons positif terhadap pembelajaran berbasis PBL dengan bantuan Mathigon, terutama dalam aspek motivasi dan interaksi. Hal ini ditandai dengan skor tinggi pada indikator kerja sama, semangat belajar, pengintegrasian budaya lokal. Hasil angket disajikan dalam tabel di bawah Tabel 4. Tabel Hasil Angket Skala Likert Skor Pernyataan Rata- Kategori 1 Saya merasa 4,3 Baik senang belajar media digital Mathigon. 2 Saya menjadi 4,4 Baik lebih semangat saat diberikan masalah nyata yang menarik. 3 Saya lebih percaya menyampaikan 4,2 Baik dalam diskusi This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 113-122 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals Pernyataan Skor Rata- Kategori Saya bekerja sama dengan teman Sangat Baik 5 Saya yang dikaitkan Baik dengan budaya lokal batik dan rumah adat. Saya lebih aktif bertanya atau berdiskusi saat Baik Mathigon. Rata-rata untuk semua skor 4,3 dengan kategori baik. Implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Mathigon menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan bernalar kritis PBL mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses identifikasi masalah, eksplorasi solusi, dan penyampaian hasil melalui diskusi dan presentasi Hal ini sejalan dengan pendapat (Surya, 2. yang menyatakan bahwa model PBL mampu menstimulasi keterampilan kemampuan bernalar kritis dan pemecahan Penggunaan Mathigon sebagai media interaktif memberikan visualisasi yang konkret terhadap konsep-konsep abstrak geometri, sesuai dengan temuan Wulandari & Sari (Wulandari, 2. yang menyebutkan bahwa media digital interaktif dapat matematika dan memotivasi siswa dalam Kerja kelompok heterogen tidak hanya meningkatkan interaksi sosial, tetapi juga mengakomodasi perbedaan gaya belajar Pembagian peran yang proporsional membantu setiap siswa terlibat sesuai Pendekatan mendukung gagasan Vygotsky tentang zone of proximal development yang menyarankan pentingnya kolaborasi dalam pembelajaran (Santrock, 2. Kendala perbedaan literasi digital dan ketimpangan partisipasi dalam kelompok diatasi dengan pemberian scaffolding dan penguatan Strategi Problem Based Learning (PBL) yang digunakan mampu mendorong siswa pasif untuk turut berpartisipasi, seperti yang dibuktikan oleh studi dari Nurhidayati et al. (Nurhidayati, 2. yang menemukan bahwa teknik ini efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri dan partisipasi siswa dalam pembelajaran berbasis masalah. Integrasi budaya lokal dalam konteks pembelajaran matematika juga memberikan Selain keterlibatan siswa, hal ini memperkuat identitas kultural mereka dan menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Menurut Permatasari et al. (Permatasari, 2. integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran matematika tidak hanya relevan secara kontekstual, tetapi juga dapat meningkatkan literasi numerasi siswa. Secara keseluruhan, implementasi PBL berbantuan Mathigon telah menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kolaboratif, dan reflektif. Peningkatan nilai dan partisipasi siswa menunjukkan bahwa mengembangkan kemampuan bernalar kritis siswa sekolah dasar. KESIMPULAN Penerapan Problem Based Learning (PBL) berbantuan Mathigon pembelajaran matematika di kelas 5B MIN 2 Batam menunjukkan hasil yang positif dan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 113-122 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, yakni meningkatkan kemampuan bernalar kritis siswa. Pembelajaran dilaksanakan melalui tahapan-tahapan khas PBL yang kontekstual, memungkinkan guru untuk memberikan dukungan . serta menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan dan karakter siswa. Media digital Mathigon berperan memvisualisasikan konsep bangun datar yang selama ini bersifat abstrak. Keterlibatan siswa meningkat secara signifikan, baik dalam diskusi kelompok, penyusunan strategi penyelesaian masalah, maupun dalam mempresentasikan hasil belajar secara Selain pengintegrasian unsur budaya lokal seperti motif batik Melayu dan ornamen arsitektur khas Batam menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan relevan dengan lingkungan Kendala keterbatasan akses internet, kesenjangan kontribusi dalam kelompok, dan hambatan dalam merumuskan solusi, berhasil diatasi melalui strategi yang adaptif. Pelatihan penggunaan Mathigon, penyediaan LKPD cetak dan bahan ajar video, penetapan peran dalam kelompok, dan penyederhanaan rubrik asesmen merupakan langkah-langkah strategis yang mendukung keberhasilan implementasi pembelajaran ini. Secara keseluruhan, model PBL berbantuan Mathigon terbukti efektif, mengembangkan kemampuan bernalar kritis siswa melalui pendekatan pembelajaran Berdasarkan keberhasilan dan temuan selama implementasi pembelajaran ini, beberapa saran yang dapat dijadikan tindak lanjut adalah sebagai berikut: Pertama, permasalahan yang lebih terstruktur, bertingkat kesulitan, dan sesuai dengan kemampuan serta pengalaman siswa. Hal ini penting untuk menjaga tantangan belajar yang mendorong pengembangan nalar kritis secara optimal. Kedua. Mathigon perlu diperluas, baik kepada siswa maupun kepada guru lain, agar pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran menjadi lebih merata dan terintegrasi. Langkah ini dapat dilakukan melalui forum KKG, pelatihan internal madrasah, maupun pendampingan berbasis komunitas praktisi. Ketiga, guru dianjurkan untuk mengembangkan bank soal kontekstual yang mengangkat tema-tema lokal sebagai upaya mengintegrasikan kearifan budaya dalam Hal ini tidak hanya akademik, tetapi juga memperkuat karakter dan identitas budaya siswa. Keempat, praktik baik ini dapat didiseminasikan dalam bentuk panduan pembelajaran atau modul PBL berbasis Mathigon, yang tidak hanya bermanfaat bagi guru di madrasah yang sama, tetapi juga pengembangan pembelajaran inovatif di madrasah lain. Dengan demikian, saran-saran tersebut memperkuat kompetensi pedagogik guru, dan membentuk ekosistem belajar yang aktif, kritis, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Selain itu, integrasi Mathigon dalam konteks budaya lokal Batam memberikan peluang besar untuk meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari Meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan literasi digital dan kesenjangan akses teknologi, pendekatan ini membuka ruang inovasi pembelajaran yang menggabungkan teknologi, budaya, dan pengembangan bernalar kritis secara This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 113-122 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals REFERENSI