Open Community Service Journal 4 . : 148-154 2025 Contents lists available at openscie. E-ISSN: 2828-1195 Open Community Service Journal DOI: 10. 33292/ocsj. Journal homepage: https://opencomserv. Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Penyusunan Evaluasi: Panduan Praktis untuk Guru SMA Antartika Sidoarjo Lydia Lia Prayitno1. Eko Sugandi1*. Moh. Syukron Maftuh1 Pendidikan Matematika. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Surabaya. Indonesia *Correspondence E-mail: s_gandi@unipasby. INFORMASI ARTIKEL Riwayat Artikel: Disubmit 30 April 2025 Diperbaiki 23 Mei 2025 Diterima 27 Mei 2025 Diterbitkan 25 Oktober 2025 Kata Kunci: Artificial Intelegence. Evaluasi. Panduan Praktis. Pelatihan. Teknologi. ABSTRAK Latar Belakang: Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan guru dalam menyusun alat evaluasi mengingat keterbatasan waktu dan kesibukan dalam menjalankan perannya. Situasi ini perlu diselesaikan dengan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan AI yang mendukung proses pembelajaran yang dilakukan. Tujuan: Pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi secara efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode: SMA Antartika Sidoarjo menjadi lokasi pelatihan ini yang melibatkan 61 guru yang dilaksanakan dalam durasi waktu satu bulan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu service learning terdiri tahapan identifikasi kebutuhan, integrasu pembelajaran, pemberian pelayanan, kolaborasi dengan pihak terkait, refleksi, dan evaluasi. Ada empat platform digital yang dilatihkan dalam pelatihan ini yaitu Gemini AI. Quizizz. Kahoot, dan Quizlet. Hasil: Pelatihan ini terlaksana secara lancar sehingga memberikan pemahaman mendalam pada guru tentang pemanfaatan AI dalam menyusun alat evaluasi. Hasilnya memberikan keterampilan praktis para guru di SMA Antartika Sidoarjo dalam memanfaatkan teknologi AI melalui platform digital sesuai kebutuhan pembelajaran. Evaluasi dan refleksi dilakukan oleh tim dan diperoleh informasi bahwa kegiatan ini menambah wawasan baru tetapi juga menginspirasi guru meningkatkan efektifitas pembelajaran di kelas masingmasing sesuai mata pelajarannya dan memberikan kontribusi pada penerapan teknologi AI yang inovatif dalam pembelajaran. Untuk mengutip artikel ini: Prayitno. Sugandi. Maftuh. Pemanfaatan artificial intelligence dalam penyusunan evaluasi: panduan praktis untuk guru SMA Antartika Sidoarjo. Open Community Service Journal, 4. , 148Ae154. Artikel ini berada di bawah lisensi: A Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. License. Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A2025 by author/s Pendahuluan Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi merambah berbagai aspek kehidupan termasuk bidang pendidikan. Tentunya hal ini menunjukkan peranan penting pendidikan dan dampaknya di dalam proses pembelajaran di dalam kelas (Nurhayati et al. , 2. Situasi ini tentunya tidak terlepas dari kemampuan guru dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada. Harapannya peranan guru sebagai pendidik tidak tergantikan dengan adanya kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Di era digital, guru tidak hanya dituntut memahami teknologi tetapi dituntut berperan aktif sebagai sosok yang kreatif dan inovatif selama proses pembelajaran berlangsung (Yunika, 2. Penerapannya AI di sektor pendidikan telah mendapatkan perhatian bagaimana guru memanfaatkan AI untuk merancang evaluasi pembelajaran yang lebih efektif, pelaksanaan yang lebih efisien, dan evaluasi yang lebih akurat. Dalam konteks ini, penekanan AI telah mengubah paradigma pembelajaran di era digital dan memainkan peran penting dalam menyiapkan generasi pembelajar yang adaptif dan inovatif (Abuodha & Kipkebut, 2024. Siswanto et al. , 2. AI generatif menghadirkan berbagai peluang untuk memperkaya proses pembelajaran, termasuk personalisasi materi pelajaran dan otomatisasi tugas administratif, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi pengajaran. Namun, tantangan terkait etika dan kompetensi digital masih menjadi perhatian yang signifikan dalam adopsi AI di kelas. Tantangan yang dihadapi guru adalah memfokuskan pada kualitas pembelajaran di kelas, proses evaluasi setelah pembelajaran tanpa mengesampingkan menjalankan perannya sebagai administrator Kenyataannya, sebagai seorang guru memerlukan waktu yang memadai untuk menyiapkan pembelajaran dengan baik (Prayitno et al. , 2. Situasi ini tentunya memerlukan bantuan dari teknologi untuk membantu dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru Saat ini kehadiran dari Artificial Intelligence (AI) sebagai platform online memberikan kesempatan bagi guru untuk mengefisiensikan waktunya dari berbagai sudut pandang (Shofiah et al. Masing-masing AI mempunyai peranan yang berbeda-beda sesuai kebutuhan penggunanya. Banyak platform yang dapat dimanfaatkan oleh guru seperti ChatGPT. Perplexity AI. Grammarly. Gemini AI, dan masih banyak platform lainnya. Keberadaan AI ini membantu tugas guru dalam merancang pembelajaran dimulai dari merancang modul ajar untuk mempersingkat waktu yang dibutuhkan guru melakukan tugas tersebut. Hal inilah yang menunjukkan peranan AI yang berpotensi untuk membantu guru dalam mengidentifikasi kebutuhan siswa dan menyesuaikan materi pembelajaran sesuai dengan kemampuan individu. Ditinjau dari penyiapan evaluasi di akhir pembelajaran, guru menyiapkan instrumen khusus yang dibutuhkan untuk mengukurnya. Evaluasi pembelajaran merupakan tahap kritis di mana AI dapat memainkan peran signifikan dalam menganalisis dan memberikan umpan balik. Alat evaluasi yang tepat di akhir pembelajaran dapat mendorong siswa lebih aktif dan merasa tertantang untuk mencapai hasil belajar yang maksimal (Hasibuan & Yani, 2. AI yang mendukung kebutuhan guru diantaranya Quizizz. Gemini AI. Kahoot, dan masih banyak lainnya. Kenyataannya, masih banyak guru yang belum mampu memanfaatkannya dengan baik selain itu adanya kesenjangan antara guru senior maupun guru muda dalam memanfaatkan AI. Idealnya, sebagai seorang guru harus mampu mengikuti perkembangan teknologi yang ada sehingga memudahkan pekerjaannya. Situasi ini ditemui tim ketika berada di SMA Antartika Sidoarjo. Para guru senior menyampaikan keluhannya saat menghadapi kesulitan dalam menyiapkan alat evaluasi, sedangkan para guru muda sudah ada beberapa yang memanfaatkan AI untuk membantu tugasnya. Kenyataannya, para guru senior masih bergantung pada metode manual dalam melakukan evaluasi pada siswanya sehingga banyak tugas lain yang terbengkalai. meskipun banyak pendidik memahami potensi AI, masih banyak yang ragu-ragu untuk mengadopsinya secara penuh karena kurangnya pemahaman tentang cara kerja teknologi ini dalam konteks pembelajaran. Agar tidak terjadi kesenjangan maka tim menawarkan solusi untuk mengatasi kegiatan tersebut yaitu melalui kegiatan pelatihan pemanfaatan AI dalam penyusunan evaluasi pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu semua guru untuk mengintegrasikan teknologi yang mendukung proses pembelajaran di dalam kelas. Selain itu, kegiatan ini juga mempersingkat waktu guru dalam tugas administrasi yang umumnya diselesaikan secara manual. Hasil pelatihan ini menuntut guru untuk aktif mengoperasikan AI yang sesuai dengan kebutuhannya terutama dalam menyusun evaluasi. Harapannya, tuntutan sebagai seorang guru profesional dalam menjalankan tugas administrasi, mengevaluasi, dan mengolah hasilnya berjalan dalam waktu yang singkat sehingga memudahkan tugas Pelatihan ini tidak hanya mengukur kompetensi guru memanfaatkan AI dalam menyusun evaluasi pembelajaran tetapi meningkatkan akurassi penilaian dan penyediaan umpan balik yang bermakna bagi siswa. Metode Pelaksanaan Pelatihan ini menggunakan kerangka model service learning yang merupakan pendekatan pedagogis dengan mengintegrasikan kegiatan pelayanan masyarakat dengan proses pembelajaran Bringle & Hatcher . dan Eyler & Giles . menjelaskan service learning dalam pelatihan ini memberikan jawaban pada permasalahan yang dihadapi SMA Antartika Sidoarjo berkaitan dengan pengembangan alat evaluasi. Tahapan yang dilakukan oleh tim yaitu . identifikasi permasalahan di SMA Antartika Sidoarjo, . mendesain program pelatihan dan target capaian di setiap pertemuan, . pelaksanaan pelatihan selama empat pertemuan, . melakukan refleksi, dan . Sebelum pelatihan dilaksanakan, tim membagikan kuisioner secara online dan didapatkan data hanya 10 guru . ,39%) yang familiar dengan penggunaan AI dalam proses pembelajaran. Pembagian kuisioner ini dilakukan dua minggu sebelum pelaksanaan pelatihan bagi guru di SMA Antartika Sidoarjo. Pelatihan ini dilakukan pada seluruh guru SMA Antartika Sidoarjo yang berjumlah 61 guru dan dimulai dengan mengenalkan AI meliputi cara kerja, keterbatasan sampai pada implementasinya. Pada pemaparan materi, tim mengenalkan penggunaan Gemini AI. Quizizz. Kahoot, dan Quizlet sebagai alternatif evaluasi pembelajaran. Materi dimulai dengan panduan registrasi, penggunaan fitur pencarian soal, dan mengembangkan evaluasi interaktif, membuat permainan inovatif sehingga evaluasi menjadi fleksibel. Pelatihan ini dikahiri dengan pengembangan platform oleh masing-masing guru yang berbasis AI serta memastikan setiap guru dapat mengplatformkan pengetahuannya sebagai seorang profesional. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama empat kali pertemuan yang berlangsung di SMA Antartika Sidoarjo. Adapun jadwal kegiatan pelatihan ini sebagai berikut. Tabel 1. Jadwal Pelatihan Pemanfaatan AI dalam Evaluasi Tanggal 22 Maret 2025 12 April 2025 19 April 2025 26 April 2025 Materi Gemini AI Quizizz Kahoot Quizlet Kegiatan ini dimulai pukul 10. 00 Ae 12. 30 WIB yang berlokasi di gedung serbaguna SMA Antartika Sidoarjo. Pada awal pertemuan, pihak sekolah menyampaikan bahwa setiap guru wajib mengikuti dan mengumpulkan tugas pada setiap pertemuannya untuk mendapatkan sertifikat sebagai peserta Hasil dan Pembahasan 1 Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan ini mengacu pada service learning dengan mengplatformkan tahapan yang memfokuskan pada best practice sehingga mudah digunakan oleh para guru. Setelah penentuan solusi, tim mengomunikasikan jadwal pelatihan pemanfaatan AI untuk evaluasi sebagai solusi menyelenggarakan evaluasi yang mendukung proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi AI menggunakan beberapa platform diantaranya Gemini AI. Quizizz, kahoot, dan Quizlet. Selanjutnya tim mengoordinasikan narasumber yang relevan dengan kebutuhan pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh 61 guru SMA Antartika Sidoarjo yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan guru memanfaatkan AI dalam proses pembelajaran terutama pada saat evaluasi. Pada setiap pelatihan, para guru diajak untuk mengenal lebih dalam tentang teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan memahami prinsip dasarnya, potensi, manfaat yang bisa digunakan, dan keterbatasan dari masing-masing platform. Selanjutnya, narasumber memberikan penjelasan cara menggunakan masing-masing dan kemampuan AI dalam memberikan respon terhadap masukan user. Setelah mendapatkan penjelasan secara mendetail, para guru diajak untuk mempraktekkan pengetahuan yang diperolehnya melalui platform konkret untuk setiap platform. Selama proses penyampaian materi, narasumber juga menjelaskan beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyusun alat evaluasi. Hal ini dimulai dengan menyusun soal secara manual, mengunggah file dari perangkat yang digunakan . isa Handphone atau lapto. , memanfaatkan berbagai sumber dari internet sampai menggunakan AI yang menghasilkan pertanyaan secara otomatis. Selain itu, para guru juga diajarkan menyusun pertanyaan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran seperti memilih jenis soal sampai memunculkan elemen interaktif yang mendukung alat Gambar 1 Penyampaian materi oleh narasumber Evaluasi yang dikembangkan oleh para guru tidak hanya berbentuk soal-soal saja melainkan permainan-permainan yang relevan sesuai dengan platform yang digunakan seperti Quizizz. Pada platform quizizz menyediakan berbagai mode seperti live game, tantangan, maupun paper and pencil. Keleluasaan ini memberikan kesempatan pada guru untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswanya. Sehingga, penggunaan Quizizz dapat menjangkau kebutuhan siswa secara Durasi waktu untuk mempraktekkan pengetahuannya, tim juga membimbing para guru dalam membuat alat evaluasi sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Gambar 2. Layout awal materi oleh narasumber Gambar 3. Contoh Pekerjaan Membuat Kuis untuk pelajaran Fisika 2 Evaluasi Kegiatan ini diakhiri dengan refleksi dan evaluasi tujuannya mendengarkan pengalaman para guru dan wawasan yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan pemanfaatan teknologi AI serta platform digital dalam pembelajaran dan mendiskusikan manfaat praktisnya. Dari hasil penyebaran angket diperoleh informasi bahwa guru setelah mengikuti pelatihan ini tidak hanya memberikan ilmu baru tetapi menginspirasi efektifitas dan kualitas pembelajaran di kelas. Hasilnya yaitu . 50 guru setuju bahwa pelatihan ini memberikan pengetahuan baru yang relevan dengan kebutuhan saya di kelas . ,97%), . 43 guru setuju materi pelatihan memotivasi saya untuk mengembangkan alat evaluasi di kelas . ,49%), . 57 guru menyatakan setelah pelatihan, saya merasa lebih siap untuk mengembangkan sendiri alat evaluasi . ,44%), . 58 guru menyetujui pelatihan ini memberi dampak positif terhadap semangat saya dalam mengembangkan alat evaluasi melibatkan AI . ,08%), dan . semua guru setuju bahwa pelatihan yang diikuti menjadi inspirasi dalam menyusun perangkat ajar yang lebih kreatif dan kontekstual . %). Tingginya antusiasme para guru menunjukkan adanya semangat kolaboratif antara para guru dan narasumber untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih efektif. Evaluasi ini dilakukan untuk menilai efektifitas pelatihan ini secara keseluruhan dengan mempertimbangkan berbagai aspek diantaranya kelengkapan materi, cara penyampaian materi, dan dampaknya terhadap kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis AI berkaitan dengan kebutuhan siswa berdasarkan berbagai latar belakang. 3 Pembahasan Dengan demikian. AI memainkan peran penting dalam memudahkan proses evaluasi pembelajaran, baik dalam pembuatan soal maupun penilaian kinerja siswa, memberikan guru cara yang lebih efektif untuk menilai pemahaman dan partisipasi siswa. Seperti yang disampaikan oleh Siswanto et al. bahwa keberadaan AI dapat mempermudah proses evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas. Situasi perkembangan teknologi yang dihadapi para guru di SMA Antartika Sidoarjo selaras dengan teori yang disampaikan oleh teori Diffusion of Innovation bahwa proses adopsi teknologi baru seperti AI cenderung berjalan lambat. Keterlambatan ini tentunya dipengaruhi oleh adanya ketergantungan pengetahuan dan literasi teknologi (Rogers, 2. Dari hasil penelitian ini menunjukkan adanya peranan literasi digital yang memadai di kalangan guru sehingga AI berkaitan dengan pengetahuan yang terbatas. Hasilnya pemanfaatannya belum mampu dioptimalkan dengan baik oleh para penggunanya sehingga berimplikasi dengan situasi ini (Walter, 2. Kesimpulan Pelatihan ini merupakan solusi yang praktis bagi para guru dalam merancang alat evaluasi pembelajaran berbasis AI. Para guru memahami prinsip dasar dari AI dan mampu mempraktekkan dalam bentuk alat evaluasi sesuai mata pelajaran yang diampu. Hasil refleksi menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan keterampilan teknis tetapi memberikan inspirasi dalam memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dari hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan platform teknologi harus dimanfaatkan secara bijak dengan mempertimbangkan keterbatasan akses perangkat digital di kalangan siswa. Hasil pelatihan ini juga memberikan rekomendasi keberlanjutan tentang pemanfaatan AI bagi guru sehingga tidak hanya dimanfaatkan dalam pembuatan alat evaluasi saja melainkan semua pendukung proses pembelajaran di kelas. Ucapan Terimakasih Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kepala SMA Antartika Surabaya dan para guru SMA Antartika Sidoarjo sebagai peserta pelatihan atas komitmen, dukungan, dan dedikasinya sebagai kunci keberhasilan kegiatan pelatihan ini sehingga memberikan manfaat pengembangan kompetensi guru. Catatan Penulis Penulis menyatakan bahwa tidak ada konflik kepentingan mengenai publikasi artikel ini dan mengonfirmasi bahwa makalah tersebut bebas dari plagiarisme. References