586 Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer https://ojs. stmik-banjarbaru. id/index. php/progresif/index Jl. Ahmad Yani. 33,5 - Kampus STMIK Banjarbaru Loktabat - Banjarbaru (Tlp. , e-mail: puslit. stmikbjb@gmail. e-ISSN: 2685-0877 Evaluasi Pengalaman Pengguna Spotify dan YouTube Music Menggunakan Metode User Experience Questionnaire DOI: http://dx. org/10. 35889/progresif. Creative Commons License 4. 0 (CC BY Ae NC) Stefanus Francois Saro Harefa1*. Christ Rudianto2 Sistem Informasi. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga. Indoensia *e-mail Corresponding Author: 682021107@student. Abstract Despite the popularity of Spotify and YouTube Music in Indonesia, reviews from the Google Play Store show several complaints regarding bugs and errors in the application's features and functions that affect the user experience. Using the User Experience Questionnaire (UEQ) method, this research aims to evaluate and compare the user experience of the two applications through a quantitative approach from a scale of attractiveness, clarity, efficiency, reliability, stimulation and novelty. 253 valid respondent data shows that both applications received positive ratings on all UEQ scales. However, benchmark results show that Spotify gets good scores on five scales, while YouTube Music only scores on one scale. The T-test results show significant differences between the two applications on the 5 UEQ scales, except on the reliability scale. Overall, this research provides insight into user experience and confirms the importance of continuous development of UX aspects for application developers in improving user experience. Keywords: Spotify. YouTube Music. User Experience Questionnaire. User experience Abstrak Terlepas dari kepopuleran Spotify dan YouTube Music di Indonesia, ulasan dari Google Play Store menunjukkan beberapa keluhan terkait bug dan error pada fitur serta fungsionalitas aplikasi yang memengaruhi pengalaman pengguna. Dengan metode User Experience Questionnaire (UEQ), penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan pengalaman pengguna kedua aplikasi melalui pendekatan kuantitatif dari skala daya tarik, kejelasan, efisiensi, keandalan, stimulasi, dan kebaruan. 253 data responden yang valid menunjukkan kedua aplikasi mendapatkan evaluasi positif pada seluruh skala UEQ. Namun. Hasil benchmark menunjukkan Spotify dinilai excellent pada lima skala, sementara YouTube Music hanya pada satu skala. Hasil uji T-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua aplikasi pada 5 skala UEQ, kecuali skala keandalan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan terkait pengalaman pengguna dan menegaskan pentingnya pengembangan berkelanjutan pada aspek UX bagi pengembang aplikasi dalam meningkatkan pengalaman pengguna. Kata kunci: Spotify. YouTube Music. User Experience Questionnaire. Pengalaman pengguna Pendahuluan Pesatnya perkembangan teknologi di era digital telah membawa perubahan besar dalam seluruh aspek kehidupan manusia, terutama bagaimana cara kita menikmati musik. Sebelumnya, orang-orang dapat mendengarkan musik melalui radio, televisi, atau menonton konser musik. Kini. Hadirnya layanan streaming musik berbasis aplikasi menjadi salah satu inovasi teknologi digital yang paling diminati, khususnya oleh generasi milenial dan Gen Z. Layanan ini memberikan kemudahan akses tanpa batas ke berbagai macam katalog musik yang luas di mana pun dan kapan pun, membuat layanan ini banyak diminati pengguna smartphone. Hal ini didukung dengan data Digital Indonesia per bulan Februari 2025 yang Evaluasi Pengalaman Pengguna Spotify dan YouTube a. Stefanus Francois Saro Harefa Progresif e-ISSN: 2685-0877 diterbitkan oleh We Are Social menunjukkan bahwa terdapat 45,4% pengguna internet berumur 16 tahun ke atas yang mendengarkan musik melalui layanan streaming setiap minggunya dan menghabiskan rata-rata 1 jam 31 menit mendengarkan musik dari berbagai layanan streaming digital setiap harinya . ,baik yang tersedia secara gratis maupun berbayar. Menurut Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2023 akhir hingga awal 2024. YouTube Music menjadi platform yang paling banyak digunakan oleh masyarakat indonesia sebesar 67,62%, disusul oleh Spotify sebesar 28,27% dari total 8. 720 responden di Indonesia. Terdapat juga survei yang dilakukan oleh Populix dan dilaporkan oleh GoodStats pada September 2024, mayoritas masyarakat Indonesia memilih Spotify sebagai aplikasi streaming musik favorit. Dari total 2. 086 responden, 1. ekitar 59,3%) memilih Spotify, sementara 515 responden . ekitar 24,7%) memilih YouTube Music. Terlepas dari perbedaan hasil dari kedua survei tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh dari Similarweb per tanggal 28 februari 2025. Spotify dan YouTube Music adalah 2 aplikasi streaming musik gratis paling populer di Indonesia dengan Spotify sebagai Berdasarkan hasil Scraping data yang dilakukan peneliti terkait ulasan pengguna Indonesia aplikasi Spotify dan YouTube Music dari Google Play Store . , peneliti menemukan beberapa ulasan positif yang menjadi alasan kedua aplikasi ini populer di Indonesia, yaitu kualitas suara dan personalisasi lagu yang bagus, koleksi lagu yang lengkap, serta untuk fitur premiumnya yang minim iklan dan bisa background play atau memutar lagu saat membuka aplikasi lain. Namun, terdapat juga beberapa masalah yang dialami pengguna Spotify seperti pemutaran lagu di luar playlist yang diinginkan pengguna hingga masalah teknis seperti bug dan error saat login aplikasi, lagu tiba-tiba terlewat atau berhenti tanpa input dari pengguna setelah update aplikasi, dan lain sebagainya. Sedangkan pengguna YouTube Music mengalami masalah seperti pemotongan saldo secara tiba-tiba, permasalahan pengembalian uang . , bug atau error saat pemutaran lagu, serta lagu yang tiba-tiba hilang dari playlist atau tidak bisa diputar. Permasalahan tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengalaman pengguna. Seperti, bug atau error saat login dan pemutaran lagu serta aplikasi yang tidak stabil setelah update dapat menyebabkan pengguna merasa frustrasi karena aplikasi tidak berfungsi sesuai harapan mereka. Hilangnya lagu dari playlist pengguna atau pemotongan saldo tanpa pemberitahuan secara tiba-tiba berpengaruh terhadap penurunan kepercayaan pengguna terhadap aplikasi. Berbagai kendala yang dialami tersebut menunjukkan terganggunya pengalaman pengguna dalam menggunakan aplikasi. Jika tidak dilakukan perbaikan atau peningkatan dari sisi UX, hal ini dapat mempengaruhi retensi pengguna, mengurangi kepuasan pengguna dan menyebabkan pengguna beralih ke alternatif lain yang dapat memberikan pengalaman yang lebih baik . Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi pengalaman pengguna aplikasi Spotify dan YouTube Music untuk memahami kualitas interaksi pengguna serta mengidentifikasi potensi peningkatan atau perbaikan pada aspek-aspek UX yang dapat meningkatkan kepuasan pengguna. Keberhasilan sebuah aplikasi sangat bergantung pada pengalaman pengguna . ser experience/UX) dalam menggunakan aplikasi tersebut. User experience tidak hanya berbicara tentang estetika desain dari tampilan suatu aplikasi, tetapi juga bagaimana supaya interaksi pengguna dengan aspek-aspek perusahaan, produk, layanan, sistem maupun aplikasi yang ditawarkan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan mudah. Aplikasi yang memberikan layanan seperti streaming musik perlu memahami apa yang menjadi kebutuhan pengguna, sehingga dapat terus berinovasi menciptakan user experience yang terbaik demi meningkatkan kepuasan pengguna dalam menggunakan produk atau layanan mereka . Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap kualitas sebuah aplikasi untuk memastikan bahwa layanan atau produk yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan pengguna, salah satunya dengan mengevaluasi user experience . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum terkait ketertarikan pengguna terhadap aplikasi Spotify dan YouTube Music dari segi user experience atau pengalaman pengguna. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengalaman pengguna kedua aplikasi tersebut dengan menilai 6 skala pada metode User Experience Questionnaire (UEQ), yaitu daya tarik . , kejelasan . , efisiensi . , keandalan . , stimulasi . , dan kebaruan . Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dalam bidang UX serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengembang aplikasi streaming Evaluasi Pengalaman Pengguna Spotify dan YouTube a. Stefanus Francois Saro Harefa e-ISSN: 2685-0877 musik dalam meningkatkan kualitas interaksi pengguna. Selain itu, temuan ini dapat membantu perusahaan dalam merancang strategi inovasi yang lebih efektif guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengguna di era digital Tinjauan Pustaka Metode UEQ telah banyak digunakan di berbagai penelitian untuk menganalisis pengalaman pengguna dari suatu aplikasi maupun sebuah sistem tertentu. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Aulia dalam menganalisis pengalaman pengguna aplikasi Twitter terhadap 100 responden, memperoleh hasil positif pada semua skala dengan kategori AugoodAy kecuali pada skala kebaruan yang dinilai Aubelow averageAy . Penelitian serupa dilakukan oleh Herawati et al. menganalisis kepuasan pengguna aplikasi Tiktok terhadap 179 responden yang telah divalidasi menggunakan metode UEQ, dengan hasil positif pada skala daya tarik, kejelasan, stimulasi, dan kebaruan dengan kategori Auabove averageAy. Sedangkan skala efisiensi berada pada kategori Aubelow averageAy dan skala keandalan memperoleh nilai terendah pada kategori AubadAy . Kedua penelitian ini menunjukkan bahwa metode UEQ efektif dalam menganalisis UX pada aplikasi entertainment dari 6 skala UEQ. Penelitian yang dilakukan Ibrahim et al. menganalisis pengalaman pengguna dan kegunaan aplikasi OVO menggunakan metode UEQ dan System Usability Scale (SUS). Pengukuran dengan metode UEQ menunjukkan hasil positif pada aspek efisiensi dengan kategori AugoodAy dan aspek daya tarik, kejelasan, ketepatan dan stimulasi dengan kategori Auabove averageAy. Sedangkan pada aspek kebaruan memperoleh hasil yang bertolak belakang dengan kategori Aubelow averageAy menunjukkan perlu adanya peningkatan pada aspek kreativitas dan inovasi fitur pada aplikasi OVO agar bisa menarik perhatian pengguna. Sedangkan pada aspek kegunaan dengan metode SUS memperoleh nilai positif sebesar 77,5 dengan kategori AuacceptableAy . Selain itu terdapat juga beberapa penelitian yang membandingkan dua jenis aplikasi menggunakan metode UEQ. Ningsih et al. membandingkan aplikasi Tiket. com dan PegiPegi, diperoleh hasil bahwa aplikasi Tiket. com mendapatkan nilai rata-rata positif (>0,. pada 6 skala yang dinilai. Sedangkan aplikasi PegiPegi hanya skala daya tarik, kejelasan, efisiensi, keandalan, dan stimulasi yang mendapatkan nilai positif, kecuali aspek kebaruan yang mendapatkan nilai rata-rata netral sebesar 0,73 . iantara -0,8 dan 0,. Meskipun perbedaan skornya tidak signifikan. Tiket. com memiliki skor yang sedikit lebih unggul dibandingkan aplikasi PegiPegi . Khuntari juga melakukan perbandingkan pengalaman pengguna aplikasi Gojek dan Grab dengan responden di wilayah Yogyakarta. Hasil pengukuran UEQ menunjukkan bahwa kedua aplikasi mendapatkan nilai positif pada semua aspek. Namun, aplikasi Gojek lebih unggul dalam aspek kejelasan dan kebaruan dari aplikasi Grab. Sedangkan Grab unggul dari Gojek dalam aspek efisiensi, ketepatan serta stimulasi. Terlepas dari persaingan ketat kedua aplikasi dalam memberikan pengalaman pengguna, ada aspek-aspek tertentu yang dapat ditingkatan, terutama dalam skala kejelasan dan kepuasan pengguna . Dalam konteks aplikasi streaming musik, ada penelitian yang membandingkan pengalaman antara aplikasi Spotify dan JOOX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua aplikasi memiliki hasil yang positif dengan skor diatas 0,8 yang menunjukkan kedua aplikasi ini memberikan kenyamanan, kemudahan dan inovasi yang baik. Namun, hasil perbandingan menunjukkan nilai rata-rata Spotify sedikit lebih unggul dibandingkan JOOX, walaupun perbedaannya tidak signifikan . Berdasarkan literatur diatas, dapat disimpulkan bahwa Metode User Experience Questionnaire (UEQ) telah banyak digunakan dan efektif dalam menganalisis dan mengevaluasi pengalaman pengguna terhadap berbagai jenis aplikasi serta mengidentifikasi permasalahan yang dapat dijadikan rekomendasi untuk peningkatan pengalaman pengguna. Hingga saat ini, belum ditemukan studi yang membandingkan pengalaman pengguna Spotify dan YouTube Music, terkhususnya di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengevaluasi serta membandingkan pengalaman pengguna dari kedua aplikasi berdasarkan 6 skala penilaian UEQ. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkaya literatur tentang user experience, terutama dalam konteks aplikasi streaming musik serta menjadi referensi bagi pengembang aplikasi dalam meningkatkan pengalaman pengguna. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 586-598 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Metodologi Penelitian ini akan menggunakan metode User Experience Questionnaire (UEQ) dengan pendekatan kuantitatif untuk mengukur pengalaman pengguna dari kedua aplikasi. Selain itu, metode komparatif juga digunakan untuk mengetahui perbedaan antara variabel yang diteliti, yaitu kelompok pengguna Spotify dan YouTube Music. Tahapan penelitian ini akan dimulai dari Perencanaan. Penyusunan Kuesioner. Pengumpulan Data. Pengolahan dan analisis data, lalu hasil dan kesimpulan. Alur tahapan penelitian dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini. Gambar 1. Alur Penelitian Perencanaan Pada tahap perencanaan penelitian ini akan dilakukan observasi, studi literatur, serta menentukan populasi dan jumlah sampel minimal yang dibutuhkan. Melakukan Observasi Tahap perencanaan diawali dengan melakukan observasi secara langsung terhadap aplikasi Spotify dan YouTube Music melalui ulasan pengguna dari aplikasi Google Play Store untuk melihat permasalahan yang dialami pengguna sejak kuartal ke-3 tahun 2024. Untuk mengumpulkan ulasan pengguna, peneliti menggunakan teknik Web Scraping dengan menggunakan library Python yaitu Google-Play-Scraper dan tools Google Colab. Web Scraping adalah teknik pengambilan data atau informasi dari website secara otomatis yang dapat digunakan untuk keperluan analisis, riset, dan lain-lain. Sedangkan Google-Play-Scraper adalah library untuk mengambil data dari Google Play Store seperti nama aplikasi, rating, review, dan lain sebagainya. Keluaran dari tahapan observasi ini berupa dataset ulasan pengguna dari masing-masing aplikasi dari Google Play Store. Studi Literatur Selanjutnya, studi literatur dilakukan untuk mencari informasi dan teori dasar melalui penelitian-penelitian terdahulu yang diperoleh dari berbagai sumber seperti jurnal, link terpercaya, dan artikel yang relevan dengan penelitian ini. Adapun jenis literatur yang dikaji yaitu tentang pengalaman pengguna aplikasi, metode UEQ, serta faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pengguna, khususnya dalam konteks aplikasi streaming musik. Menentukan Populasi dan Sampel Pada penelitian ini. Populasi yang ditargetkan adalah pengguna aplikasi Spotify dan YouTube Music, dengan sampel yang dipilih adalah responden yang memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian dan kebutuhan peneliti, yaitu teknik purposive sampling . Adapun kriteria responden yang dibutuhkan adalah minimal berusia 17 tahun keatas dan sudah pernah/aktif menggunakan salah satu atau kedua aplikasi tersebut. Jumlah sampel yang Evaluasi Pengalaman Pengguna Spotify dan YouTube a. Stefanus Francois Saro Harefa e-ISSN: 2685-0877 dibutuhkan dalam penelitian ini akan menggunakan rumus Lemeshow . , dikarenakan jumlah pengguna kedua aplikasi yang sangat besar, tidak pasti dan selalu bertambah. Dengan n merupakan nilai sampel, z adalah tingkat kepercayaan yang digunakan yaitu 95% dengan nilai 1. 96, p adalah proporsi populasi sebesar 0,5 dan d adalah tingkat kesalahan yang dipilih yaitu 10% atau 0,1. Berdasarkan perhitungan dengan rumus Lemeshow, didapatkan bahwa jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah minimal 96 responden per aplikasi. Penyusunan Kuesioner Kuesioner penelitian ini akan disusun menggunakan Google Forms dan berdasarkan panduan dari metode User Experience Questionnaire (UEQ). Pertanyaan kuesioner akan dilakukan validasi berdasarkan pedoman resmi UEQ dan beberapa penelitian sebelumnya yang menggunakan metode yang sama. Peneliti juga melakukan uji coba pengisian kuesioner pada beberapa responden yang dipilih untuk memastikan kejelasan pertanyaan setiap instrumen. Metode UEQ adalah metode yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif untuk mengukur pengalaman pengguna terhadap sebuah aplikasi, sistem maupun produk. Instrumen penilaian metode UEQ dibagi menjadi aspek attractiveness, pragmatic quality dan hedonic quality, yang kemudian dibagi lagi menjadi 6 skala yaitu daya tarik, kejelasan, efisiensi, keandalan, stimulasi, dan kebaruan. 6 skala tersebut disebar ke dalam 26 instrumen penelitian yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini . Skala daya tarik terdiri dari 6 item, yaitu nomor 1, 12, 14, 16, 24 dan 25. Skala kejelasan terdiri dari 4 item, yaitu nomor 2, 4, 13, dan 21. Skala efisiensi terdiri dari 4 item, yaitu nomor 9, 20, 22, dan 23. Skala keandalan terdiri dari 4 item, yaitu nomor 8, 11, 17, dan 19. Skala stimulasi terdiri dari 4 item, yaitu 5, 6, 7, dan 18. Serta skala kebaruan terdiri dari 4 item, yaitu 3, 10,15, dan 26 Gambar 2. Instrumen Penilaian UEQ Pengumpulan Data Responden Pengumpulan data dari responden akan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara online melalui berbagai platform media sosial dalam kurun waktu kurang lebih 1 bulan atau ketika jumlah responden telah memenuhi kebutuhan peneliti. Kuesioner akan disebarkan menggunakan Google Forms, dengan kriteria responden yang sudah ditetapkan. Responden Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 586-598 Progresif e-ISSN: 2685-0877 yang sudah pernah menggunakan kedua aplikasi dapat mengisi kuesioner 2 kali untuk aplikasi Spotify dan YouTube Music. Melalui tahapan ini akan diperoleh data berisi penilaian responden pada masing-masing aplikasi yang akan digunakan untuk tahapan selanjutnya. Pengolahan dan Analisis Data Pada tahapan ini. Data responden yang telah terkumpul akan dilakukan analisis konsistensi data, uji reliabilitas, analisis demografi, analisis statistik deskriptif dan uji T-test. Pengolahan dan analisis data akan menggunakan UEQ Data Analysis Tool Versi 12 berbasis Excel yang dapat mengelola jawaban responden secara otomatis dan menghitung skor ratarata pada 6 skala UEQ. Sebelum dilakukan analisis konsistensi. Data responden akan ditransformasi terlebih Setiap jawaban pada kuesioner UEQ diukur dari skala 1 sampai 7 yang menggambarkan tingkat pengalaman pengguna terhadap masing-masing item, baik itu negatif maupun positif. Setiap item pada UEQ akan menggunakan skala -3 sampai 3, dimana -3 menggambarkan jawaban yang paling negatif, 0 menggambarkan jawaban yang netral dan 3 menggambarkan jawaban yang paling positif. Setelah itu dilakukan analisis inkonsistensi untuk melihat keseriusan responden dalam menjawab kuesioner. Uji validitas dilakukan untuk memastikan bahwa setiap item pertanyaan pada kuesioner bisa mengukur apa yang seharusnya diukur. Selain itu, uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi antar item yang terdapat pada masing-masing skala, yang diukur menggunakan nilai CronbachAos Alpha. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah data yang dikumpulkan dapat dipercaya dan dapat menggambarkan informasi yang sesuai. Dengan menggunakan UEQ Data Analysis Tool Versi 12, analisis statistik deskriptif dilakukan dengan menyajikan data yang telah dikumpulkan dalam bentuk grafik, serta uji T-test untuk melihat perbedaan signifikan dari kedua aplikasi. Hasil dari pengolahan dan analisis data ini diharapkan agar data yang sudah diuji dapat memberikan hasil pengalaman pengguna dari kedua aplikasi yang valid dan reliabel. Hasil dan Kesimpulan Setelah data diproses, dapat diperoleh hasil mengenai skor rata-rata dari setiap skala UEQ serta perbandingan pengalaman pengguna aplikasi Spotify dan YouTube Music yang akan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Berdasarkan data yang sudah diolah, kesimpulan yang diperoleh diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pengembang aplikasi dalam meningkatkan kualitas pengalaman pengguna. Hasil dan Pembahasan Hasil penyebaran kuesioner diperoleh sebanyak 316 data responden, terdiri dari 155 responden pengguna Spotify dan 161 responden pengguna Youtube Music. Data ini merupakan hasil pengisian kuesioner secara online menggunakan aplikasi Google forms, dalam format spreadsheet (Exce. yang berisi jawaban 26 item UEQ dari masing-masing responden, termasuk identitas umum seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan dan frekuensi penggunaan Seluruh Data ini dikategorikan sebagai data mentah yang akan dilakukan validasi dan penyaringan data sebelum analisis lebih lanjut. Data responden yang telah terkumpul akan diolah menggunakan UEQ Data Analysis Tool versi 12 yang diperoleh dari website resmi UEQ. Pada tahapan pengolahan data ini akan dilakukan transformasi jawaban responden, analisis inkonsistensi data, analisis reliabilitas data, analisis demografi responden serta analisis statistik deskriptif pengalaman pengguna aplikasi Spotify dan YouTube Music. Setelah dilakukan penyaringan, jumlah data yang akan digunakan dalam penelitian ini sebesar 253 responden, terdiri dari 127 pengguna Spotify dan 126 pengguna YouTube Music Analisis Inconsistency Data Setelah jawaban responden ditransformasi dari skala 1 sampai 7 ke skala -3 sampai 3, analisis inkonsistensi data dilakukan untuk melihat keseriusan jawaban responden dalam mengisi kuesioner penelitian secara online. Kolom AuCritical?Ay menunjukkan jawaban responden yang tidak konsisten pada skala UEQ, sedangkan kolom AuCritical lengthAy menunjukkan banyaknya jawaban responden yang sama dari 26 item UEQ. Jika terdapat nilai Critical Ou 3 atau Critical length > 15, maka data tersebut akan dihapus dari penelitian ini. Tahapan ini penting Evaluasi Pengalaman Pengguna Spotify dan YouTube a. Stefanus Francois Saro Harefa e-ISSN: 2685-0877 untuk memastikan bahwa data yang digunakan dalam penelitian dapat dipercaya, sehingga dapat menghasilkan analisis yang valid dan akurat. Dengan menggunakan UEQ Data Analysis Tool versi 12, berikut adalah hasil identifikasi inkonsistensi data responden pengguna Spotify pada Gambar 3 di bawah ini. Nomor Attractiveness Scales with inconsistent answers (Spotif. Perspicuity Efficiency Dependability Stimulation Novelty Critical? Critical length Same answer for Gambar 3. Inkonsistensi Data Responden Pengguna Spotify Berdasarkan gambar diatas, terdapat 28 data responden yang tidak konsisten, sehingga data responden pengguna Spotify yang awalnya berjumlah 155 dikurangi menjadi 127 Selanjutnya adalah hasil identifikasi inkonsistensi data pengguna YouTube Music pada gambar 4 dibawah ini Scales with inconsistent answers (Youtube Musi. Critical length Nomor Attractiveness Perspicuity Efficiency Dependability Stimulation Novelty Critical? Same answer for Gambar 4. Inkonsistensi Data Responden Pengguna YouTube Music Berdasarkan gambar diatas, terdapat 35 data responden yang tidak konsisten, sehingga data responden pengguna YouTube Music yang awalnya berjumlah 161 dikurangi Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 586-598 Progresif e-ISSN: 2685-0877 menjadi 126 data. Sehingga total keseluruhan data yang akan digunakan dalam penelitian ini berjumlah 253 data. Uji Validitas dan Reliabilitas Data responden yang telah lolos uji Inkonsistensi akan dilakukan uji validitas dan Dalam uji validitas, sebuah item dikatakan valid apabila nilai korelasi Pearson product moment . > r tabel. Nilai r hitung diperoleh dengan menghitung korelasi antara setiap item dengan total skor dalam satu skala UEQ menggunakan SPSS. Dengan taraf signifikansi sebesar 0. 05 atau 5% untuk 126 dan 127 responden, maka diperoleh nilai r tabel untuk data responden Spotify sebesar 0,174 dan 0,175 untuk data responden pengguna YouTube Music. Tabel 1 di bawah ini menunjukkan hasil uji validitas dari 26 item UEQ. Aplikasi Tabel 1 Hasil Uji Validitas Rentang r hitung r table . %) Keterangan Spotify 0,655 Ae 0,810 0,174 Semua item Valid YouTube Music 0,703 Ae 0,815 0,175 Semua item Valid Berdasarkan hasil uji validitas pada tabel diatas, nilai korelasi r hitung pada masingmasing item dari 6 skala UEQ lebih besar dibandingkan nilai r tabel, sehingga seluruh data responden dinyatakan valid. Uji reliabilitas juga dilakukan untuk memastikan konsistensi masing-masing item dalam 6 skala UEQ. Suatu skala dinyatakan reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha > 0,60. Tabel 2 di bawah ini adalah hasil pengujian reliabilitas pada 6 skala UEQ. Skala UEQ Attractiveness Perspicuity Efficiency Dependability Stimulation Novelty Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Nilai CronbachAos Alpha Spotify YouTube Music 0,88 0,86 0,82 0,76 0,73 0,80 0,72 0,76 0,70 0,75 0,74 0,72 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Hasil uji reliabilitas pada Tabel 2 diatas menunjukkan masing-masing skala memiliki nilai CronbachAos Alpha > 0,60, yang artinya instrumen kuesioner dinyatakan reliabel untuk penelitian ini. Analisis Demografi Setelah dilakukan analisis inkonsistensi data, uji validitas dan reliabilitas data, data responden yang akan digunakan dalam penelitian ini berjumlah 253 data yang terdiri dari 127 pengguna Spotify dan 126 pengguna YouTube Music. Berikut adalah rangkuman demografi responden berdasarkan umur, jenis kelamin, pekerjaan serta frekuensi penggunaan aplikasi. Rangkuman Umur: 17-24 tahun 25-34 tahun 35-44 tahun 45-54 tahun >55 tahun Tabel 3 Demografi Responden Jumlah Persentase Evaluasi Pengalaman Pengguna Spotify dan YouTube a. Stefanus Francois Saro Harefa e-ISSN: 2685-0877 Rangkuman Jenis Kelamin: Laki-laki Perempuan Jumlah Persentase Pekerjaan: Mahasiswa/Pelajar Pegawai Swasta PNS/ASN Wirausaha Lainnya Frekuensi Penggunaan: Spotify: <6 bulan 6 bulan Ae 1 tahun 1 Ae 3 tahun >3 tahun YouTube Music: <6 bulan 6 bulan Ae 1 tahun 1 Ae 3 tahun >3 tahun Dalam penelitian ini, kategori umur didominasi oleh kaum remaja dan pemuda antara umur 17-24 tahun yaitu sebesar 136 responden atau 54%. Untuk kategori jenis kelamin, responden penelitian ini didominasi oleh Perempuan dibandingkan lak-laki dengan jumlah 159 responden atau 63. Mahasiswa/pelajar memiliki persentase yang lebih besar dibandingkan profesi lain, dengan jumlah 123 responden atau 49%. Sebagian besar responden telah lama menjadi pengguna Spotify, dimana sebanyak 76 responden atau sebesar 60% telah menggunakan aplikasi lebih dari 3 tahun. Sedangkan untuk responden pengguna YouTube Music paling banyak telah menggunakan aplikasi selama 1Ae3 tahun, dengan total 38 responden atau sebesar 30%. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif pada metode UEQ dilakukan dengan menghitung nilai ratarata . dari jawaban responden pada masing-masing skala UEQ. Terdapat aturan untuk skala penilaian mean di UEQ, dimana nilai mean > 0,8 menunjukkan evaluasi yang positif, nilai mean < -0,8 menunjukkan evaluasi negatif. Sedangkan nilai mean yang berada diantara -0,8 dan 0,8 menunjukkan evaluasi yang netral terhadap suatu skala UEQ. Tabel 4 dan Gambar 5 di bawah ini menunjukkan hasil penghitungan skor mean pada masing-masing skala UEQ dari aplikasi Spotify dan YouTube Music. Kategori Attractiveness Pragmatic Quality Hedonic Quality Tabel 4 Hasil Nilai Rata-Rata Nilai rata-rata Skala UEQ YouTube Spotify Music 2,10 1,82 Attractiveness Perspicuity 1,92 1,73 Efficiency Dependability Stimulation 1,64 1,27 Novelty Nilai rata-rata YouTube Spotify Music 2,097 1,823 2,059 1,817 1,921 1,659 1,793 1,702 1,880 1,556 1,394 0,990 Berdasarkan tabel dan gambar diatas, dapat dilihat bahwa baik Spotify maupun YouTube music, masing-masing skala memiliki nilai mean diatas 0,8, menunjukkan bahwa Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 586-598 Progresif e-ISSN: 2685-0877 semua skala memiliki penilaian positif. Namun. Spotify mendapatkan skor rata-rata yang lebih tinggi pada 6 skala UEQ dibandingkan dengan YouTube Music. Pada Skala Attractiveness (Daya tari. Spotify memiliki skor rata-rata tertinggi dibandingkan skala lainnya dengan skor 2,10, sedangkan YouTube Music mendapatkan skor 1,82. Pada kategori pragmatic quality yang berkaitan dengan fungsi dan kegunaan praktis aplikasi. Spotify secara keseluruhan mendominasi YouTube Music dari ketiga skala, yaitu perspicuity . dengan skor 2,06 dibandingkan dengan YouTube Music sebesar 1,81, efficiency . dengan skor 1,92 dibandingkan dengan YouTube Music sebesar 1,65, dan dependability . dengan skor 1,79 dibandingkan dengan YouTube Music sebesar 1,70. Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi Spotify lebih mudah dipahami, cepat, efisien serta dapat diandalkan dalam penggunaannya daripada YouTube Music. Pada kategori hedonic quality yang berkaitan dengan pengalaman emosional dan nilai estetika saat menggunakan aplikasi. Spotify kembali mendominasi dengan skala stimulation . memperoleh nilai mean 1,88 dibandingkan dengan YouTube Music sebesar 1,55, sedangkan pada skala novelty . memperoleh nilai mean 1,39 untuk Spotify dan 0,99 untuk YouTube Music. Hasil ini juga menunjukkan Spotify dapat memberikan pengalaman pengguna yang lebih inovatif, menarik dan menyenangkan dibandingkan dengan YouTube Music. Selanjutnya. Hasil perhitungan nilai rata-rata pada masing-masing skala UEQ yang sudah diperoleh akan dilakukan analisis benchmark. Analisis benchmark ini akan membandingkan nilai mean yang diperoleh pada setiap skala dalam penelitian ini dengan dataset penelitian-penelitian UX sebelumnya yang menggunakan metode UEQ . Gambar 5 dan 6 di bawah ini menunjukkan hasil perbandingan data mean responden Spotify dan YouTube Music dengan data benchmark. Gambar 5. Grafik Perbandingan Benchmark (Spotif. Gambar 6. Grafik Perbandingan Benchmark (YouTube Musi. Berdasarkan kedua gambar di atas, hasil benchmark menunjukkan bahwa Aplikasi Spotify dinilai excellent . uar bias. pada aspek attractiveness, perspicuity, efficiency, dependability dan stimulation, yang artinya berada dalam kisaran 10% produk terbaik. Sedangkan untuk aspek novelty mendapatkan penilaian good . , yang artinya berada di bawah 10% hasil terbaik dan di atas 75% produk lain yang memperoleh hasil yang lebih buruk. Evaluasi Pengalaman Pengguna Spotify dan YouTube a. Stefanus Francois Saro Harefa e-ISSN: 2685-0877 Sedangkan YouTube Music mendapatkan penilaian excellent . uar bias. pada aspek dependability, good . pada aspek attractiveness, perspicuity, efficiency dan stimulation, serta above average . i atas rata-rat. pada aspek novelty, yang artinya berada di bawah 25% hasil terbaik dan di atas 50% produk lain yang memperoleh hasil yang lebih buruk. Perbandingan kedua aplikasi mendapatkan hasil benchmark yang positif, dimana semua aspek mendapatkan nilai di atas rata-rata. Hasil benchmark juga menunjukkan bahwa Spotify memperoleh yang lebih tinggi dibandingkan dengan YouTube Music pada setiap skala UEQ. Spotify mendapatkan nilai mean tertinggi pada aspek attractiveness sebesar 2,10. Sedangkan nilai mean terendah dari kedua aplikasi yaitu YouTube Music pada skala novelty sebesar 0,99. Meskipun masuk dalam kategori above average, nilai tersebut masih lebih rendah dibandingkan Spotify yang mendapatkan nilai mean sebesar 1,39. Oleh karena itu, aspek ini bisa menjadi perhatian untuk pengembangan UX YouTube Music kedepannya agar bisa meningkatkan pengalaman pengguna dari segi inovasi, kreatifitas dan kebaruan aplikasi. Uji T-test Uji T-test dilakukan untuk melihat apakah nilai rata-rata dari setiap skala pada kedua aplikasi memiliki perbedaan yang signifikan. Di bawah ini adalah hasil uji T-test dari kedua Tabel 5 Hasil Uji T-Test Mean Scale p-value Significant Results YouTube Spotify Music 2,097 1,823 0,0074 Significant Difference Attractiveness 2,059 1,817 0,0245 Significant Difference Perspicuity Efficiency 1,921 1,659 0,0206 Significant Difference Dependability 1,793 1,702 0,4015 No Significant Difference 1,880 1,556 0,0047 Significant Difference Stimulation Novelty 1,394 0,990 0,0023 Significant Difference Berdasarkan hasil uji T-test pada Tabel 5, terlihat bahwa Spotify dan YouTube Music memiliki perbedaan yang signifikan pada skala attractiveness, perspicuity, efficiency, stimulation dan novelty, dimana nilai p-value berada di bawah 0,05, kecuali skala dependability . Hasil ini menunjukkan bahwa Spotify lebih unggul dalam memberikan pengalaman pengguna yang lebih jelas, menarik, efisien, inovatif dan memotivasi untuk terus menggunakan Spotify. Temuan ini sejalan dengan tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan membandingkan pengalaman pengguna kedua aplikasi. Hasil ini memberikan informasi secara detail berbasis data kepada pihak pengembang untuk mengetahui aspek UX mana yang unggul dan perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan. Spotify dapat memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dibandingkan YouTube Music pada sebagian besar aspek UX yang diuji, sehingga dapat dijadikan rekomendasi perbaikan UX bagi pengembang YouTube Music ke 6 Pembahasan dan Rekomendasi Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan metode UEQ, penelitian ini menunjukkan bahwa Spotify unggul secara signifikan dibandingkan YouTube Music pada lima dari enam skala UEQ. Hasil ini mendukung tujuan penelitian ini dalam membandingkan pengalaman pengguna dari kedua aplikasi music streaming yang paling popular. Penelitian-penelitian terdahulu menggunakan metode UEQ untuk mengevaluasi satu aplikasi seperti penelitian pada aplikasi Twitter. TikTok. OVO, dan membandingkan 2 aplikasi pemesanan tiket (Tiket. Pegipeg. dan transportasi (Gojek dan Gra. juge terbukti efektif dalam mengidentifikasi pengalaman pengguna, meskipun tidak berasal dari domain hiburan Namun, satu penelitian yang dilakukan oleh Angela et al. yaitu perbandingan aplikasi Spotify dan Joox memiliki domain yang sama dengan penelitian ini. Namun, penelitian tersebut belum menyertakan YouTube Music sebagai kompetitor utama Spotify di pasar music streaming di Indonesia saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengisi celah dalam perbandingan aplikasi streaming musik di Indonesia, serta menyajikan data hasil perbandingan yang menjadi rekomendasi pengembangan UX dari kedua aplikasi tersebut. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 586-598 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Berdasarkan hasil pengolahan data dengan metode UEQ, pengembang YouTube Music dapat memfokuskan pengembangan pada aspek stimulasi dan kebaruan, karena kedua aspek menunjukkan skor terendah dan perbedaan signifikan dengan Spotify. Rendahnya skor stimulasi menunjukkan pengguna belum merasakan pengalaman yang menyenangkan selama menggunakan aplikasi YouTube Music, yang dimana berhubungan langsung dengan keluhan pengguna seperti bug saat login dan pemutaran lagu, ketidakstabilan aplikasi setelah update serta hilangnya lagu dari playlist secara tiba-tiba. Keluhan tersebut tentu bisa menjadi perhatian bagi pengembang aplikasi agar bisa memberikan pengalaman emosional yang lebih baik bagi Selain itu, rendahnya skor novelty . menunjukkan kurangnya elemen inovatif yang mampu meningkatkan ketertarikan pengguna jangka panjang. Oleh karena itu, penambahan fitur kolaborasi playlist dengan pengguna lain, pengembangan aplikasi YouTube Music berbasis desktop bisa menjadi solusi strategis. Penelitian dari Ibrahim et al. juga menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam desain UX untuk mempertahankan loyalitas pengguna. Simpulan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat ketertarikan pengguna, serta menganalisis dan membandingkan pengalaman pengguna aplikasi Spotify dan YouTube Music menggunakan metode User Experience Questionnaire (UEQ). Berdasarkan hasil analisis dari 253 data responden yang valid, nilai mean kedua aplikasi memperoleh hasil positif, dengan Spotify memperoleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan YouTube Music pada semua skala UEQ. Kedua aplikasi memperoleh nilai mean tertinggi pada skala attractiveness . aya tari. dengan Spotify memperoleh nilai 2,10 dan YouTube Music dengan nilai 1,82. Kedua aplikasi juga memperoleh nilai mean terendah pada skala novelty . , dengan Spotify mendapatkan nilai 1,39 dan YouTube Music memperoleh nilai 0,99. Hasil analisis benchmark menunjukkan bahwa Spotify dinilai excellent pada 5 dari 6 skala UEQ, sedangkan YouTube Music hanya memperoleh nilai excellent pada skala dependability . Hasil uji T-test juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua aplikasi pada skala attractiveness, perspicuity, efficiency, stimulation dan novelty. Hanya skala dependability yang tidak memiliki perbedaan signifikan. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa pengalaman pengguna Spotify dinilai lebih baik dari YouTube Music oleh responden, baik dari segi daya tarik, kemudahan penggunaan, efisiensi, kebaruan serta aspek emosional penggunaan aplikasi. Penggunaan metode UEQ dalam mengevaluasi pengalaman pengguna terbukti efektif, karena dapat memahami persepsi pengguna secara kuantitatif, baik dari aspek daya tarik, fungsionalitas, kegunaan, pengalaman emosional serta nilai estetika dari suatu aplikasi. Metode ini memiliki kelebihan dalam penyusunan kuesioner dan pengolahan data yang lebih terstruktur serta visualisasi data yang jelas melalui benchmark yang disediakan oleh tools UEQ. Selama melakukan penelitian ini, tantangan yang dihadapi adalah saat menguji konsistensi jawaban responden, dikarenakan penyebaran kuesioner dilakukan secara online, sehingga perlu memastikan keseriusan jawaban responden agar dapat memberikan hasil yang valid dan Meskipun demikian, metode UEQ terbukti dapat mengevaluasi pengalaman pengguna dengan baik. Penelitian selanjutnya disarankan dapat mengombinasikan dengan metode lain agar bisa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait pengalaman pengguna Daftar Referensi . Noviani. Pratiwi. Silvianadewi. Benny Alexandri, and M. Aulia Hakim. AoPengaruh Streaming Musik terhadap Industri Musik di IndonesiaAo. Jurnal Bisnis Strategi, 29, no. 1, pp. 14Ae25, 2020, doi: 10. 14710/jbs. Kemp. AoDigital 2025: IndonesiaAo. DataReportal. Accessed: Mar. 03, 2025. [Onlin. Available: https://datareportal. com/reports/digital-2025-indonesia . Arsana and A. Aditya. AoAnalisis User Experience (UX) pada Website Layanan Dkampus dengan Metode Cognitive Walkthrough (CW) Analysis of User Experience (UX) on the Dkampus Service Website using the Cognitive Walkthrough (CW) MethodAo. Jurnal Simbolika Research and Learning in Communication Study, vol. 10, no. 1, pp. 82Ae93, 2024, doi: 10. 31289/simbolika. Alfarisi and M. Fathoni. AoEvaluasi Pengalaman Pengguna Aplikasi Streaming Evaluasi Pengalaman Pengguna Spotify dan YouTube a. Stefanus Francois Saro Harefa e-ISSN: 2685-0877 Music Menggunakan Metode User Experience QuestionnaireAo. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 58Ae66, [Onlin. Available: http://117. 107/index. php/jemasi/article/view/537 . Norman and J. Nielsen. AoThe Definition of User Experience (UX)Ao. Accessed: Mar. [Onlin. Available: https://w. com/articles/definition-user-experience/ . Rahayu and M. Aransyah. AoAnalysis of Qris User Experience Using the User Experience Questionnaire (UEQ) MethodAo. Jurnal Teknologi Informasi Universitas Lambung Mangkurat (JTIULM), vol. 8, no. 1, pp. 31Ae38, 2023, doi: 20527/jtiulm. Aulia. AoAnalisis User Experience Aplikasi Twitter Menggunakan Metode User Experience Questionnaire (Ue. Ao. Jurnal Teknik dan Science, vol. 3, no. 1, pp. 31Ae39, 2024, doi: 56127/jts. Herawati. Arianti. Damerianta, and N. Mintarsih. AoAnalisis User Experience Pada Tiktok Menggunakan Metode User Experience Questionnaire (UEQ)Ao. Jurnal Ilmiah Komputasi, vol. 21, no. 4, pp. 495Ae502, 2022, doi: 10. 32409/jikstik. Ali Ibrahim. Onkky Alexander. Ken Ditha Tania. Pacu Putra, and Allsela Meiriza. AoAssessing User Experience and Usability in the OVO Application: Utilizing the User Experience Questionnaire and System Usability Scale for EvaluationAo. Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. , vol. 7, no. 4, pp. 953Ae963, 2023, doi: 29207/resti. Ningsih and K. Tania. AoPerbandingan User Experience Aplikasi Tiket. com dan Pegipegi Menggunakan Metode User Experience QuestionnaireAo. Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi, vol. 9, no. 2, pp. 177Ae188, 2023, doi: 10. 28932/jutisi. Khuntari. AoAnalisis Pengalaman Pengguna Aplikasi Gojek dan Grab dengan Pendekatan User Experience QuestionnaireAo. Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi, vol. 1, pp. 275Ae286, 2022, doi: 10. 28932/jutisi. Angela. Halim. Pramana, and A. Simanjuntak. AoUser Experience Evaluation on Music Streaming Applications With Ueq MethodAo. JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informas. , vol. 8, no. 2, pp. 209Ae218, 2022, doi: 10. 33330/jurteksi. Larasati. Ratnawati, and B. Hanggara. AoAnalisis Sentimen Ulasan Aplikasi Dana dengan Metode Random ForestAo. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 6, no. 9, pp. 4305Ae4313, 2022. Sofiyyah and M. Fietroh. AoPengaruh Customer Experience. Customer Trust dan Customer Satisfaction Terhadap Repurchase Intention pada Pengguna Produk Skincare Scarlett di Kecamatan SumbawaAo. Proceeding Of Student Conference, vol. 1, no. 1, pp. 406Ae415, 2024, [Onlin. Available: http://conference. id/index. php/Student/ article/view/1097 . Okta. Putri. Lestarini. Informasi. Komputer, and U. Sriwijaya. AoAssessing User Experience of ChatGPT Website Employing the User Experience Questionnaire ( UEQ )Ao. Jurnal Sistemasi, vol. 13, no. 6, pp. 2434Ae2443, 2024. Schrepp. AoUser Experience Questionnaire HandbookAo. Accessed: Mar. 07, 2025. [Onlin. Available: w. ueq-online. Slamet and S. Wahyuningsih. AoValiditas Dan Reliabilitas Terhadap Instrumen Kepuasan KerjaAo. Aliansi : Jurnal Manajemen dan Bisnis, vol. 17, no. 2, pp. 51Ae58, 2022, doi: 46975/aliansi. Priandani. Sandy, and N. Sari. AoUser Experience Evaluation of Botani Mobile Application using User Experience QuestionnaireAo. Jurnal Teknologi dan Manajemen Informatika, vol. 9, no. 1, pp. 12Ae19, 2023, doi: 10. 26905/jtmi. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 586-598