Al-Insyirah Midwifery Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science. https://jurnal. id/kebidanan/index Volume 13. Nomor 1. Tahun 2024 p-ISSN: 2338-2139 e-ISSN: 2622-3457 HUBUNGAN EFIKASI DIRI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI PABRIK KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA Hirza Rahmita. Rika Ruspita. Rifa Rahmi. Program Studi Kebidanan Program Sarja. Fakultas Keseharan. Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah. Jln. Parit Indah No. *email: hirza. rahmita@ikta. ,2,. ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, mengurangi risiko penyakit kronis, dan membantu perkembangan bayi. Kembali bekerja merupakan salah satu alasan terbanyak ibu berhenti menyusui. Secara global, terdapat sekitar 51% perempuan yang terlibat dalam angkatan kerja, dibandingkan dengan laki-laki yakni sekitar 82%. Salah satu hambatan pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja adalah keyakinan dirinya untuk memberikan ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di pabrik wilayah Kabupaten Sleman. Metode penelitian ini adalah kuantitatif survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan 75 sampel ibu pekerja pabrik yang memiliki bayi berusia 6-12 bulan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner The Breastfeeding Self-Efficacy Scale oleh Dennis . Metode analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan Chi Square Test. Hasil analisis bivariat diketahui efikasi diri memiliki p value 0,002 (OR 5,225 CI 1,871-14,. Efikasi diri berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang bekerja di pabrik. Efikasi diri bisa ditingkatkan dengan pemahaman dan dukungan dari lingkungan ibu. Kata kunci: ASI Ekslusif. Efikasi Diri. Ibu Bekerja ABSTRACT Exclusive breastfeeding can reduce infant morbidity and mortality, reduce the risk of chronic disease, and help the baby's development. Returning to work is one of the most common reasons mothers stop breastfeeding. Globally, there are around 51% of women involved in the workforce, compared to men, which is around 82%. One of the obstacles to providing exclusive breastfeeding to working mothers is their confidence in providing breast milk. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and exclusive breastfeeding in mothers who work in factories in the Sleman Regency area. This research method is a quantitative analytical survey with a cross sectional approach. Sampling used a purposive sampling technique and obtained 75 samples of factory worker mothers who had babies aged 6-12 months. The research instrument used the Breastfeeding Self-Efficacy Scale questionnaire by Dennis . The data analysis method used is univariate analysis, bivariate analysis with the Chi Square Test. The results of bivariate analysis showed that self-efficacy had a p value of 0. 002 (OR 5. 225 CI Self-efficacy is related to exclusive breastfeeding for mothers who work in Self-efficacy can be increased with understanding and support from the mother's Keywords: Exclusive breastfeeding. Self-Efficacy. Working Mother 78 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 PENDAHULUAN Pemberian ASI memberikan banyak manfaat baik bagi ibu maupun bagi bayi, diantaranya menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, mengurangi risiko perkembangan bayi. Namun, mayoritas ibu di sebagian besar negara memberi bayi mereka makanan atau minuman buatan sebelum 4 bulan dan sebelum berusia 2 tahun sudah berhenti disusui (WHO, 2. Alasan umum ibu tidak memberikan ASI eksklusif dan berhenti menyusui sebelum 2 tahun adalah karena ibu percaya bahwa mereka tidak memiliki ASI yang cukup, mengalami kesulitan dalam menyusui dan ibu yang bekerja diluar rumah tidak tahu bagaimana cara (WHO, 2. Ibu yang bekerja penuh waktu dihubungkan dengan tingkat menyusui yang lebih rendah daripada ibu yang tidak bekerja (Zilanawala, 2. Kembali bekerja merupakan salah satu alasan terbanyak ibu berhenti menyusui. Semakin cepat ibu kembali bekerja maka akan semakin sedikit waktu yang ia miliki untuk menyusui (Sun et al. , 2. Sementara itu, saat ini peran perempuan dalam pembangunan semakin besar. Secara global, 51% perempuan yang terlibat dalam angkatan, dibandingkan dengan laki-laki sekitar 82% (Kemenpa. Ibu bekerja membutuhkan dukungan untuk membangun efikasi diri dalam mengatasi masalah yang dihadapi saat kembali bekerja (Pounds et al. , 2. Kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagi faktor psikologis seperti keyakinan pembelajaran sosial, dan keyakinan perilaku tentang menyusui (Rashid, 2. Menurut Data Survei Angkatan Kerja Nasional pada Agustus 2019. DI Yogyakarta termasuk salah satu dari 3 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tertinggi di Indonesia yaitu sebesar 72,94% (BPS, 2. Kabupaten Sleman merupakan kabupaten terbesar di DI Yogyakarta dan memiliki penduduk terbanyak yaitu 1. 346 jiwa. Bidang pekerjaan yang banyak dilakukan perempuan di Kabupaten Sleman adalah bidang pertanian sebanyak 55. perdagangan dan hotel sebanyak 48. keuangan dan persewaan sebanyak 692 dan bidang industri dan pengolahan sebanyak 32. 612 (BPS, METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif survei analitik. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional yaitu pengukuran variabel bebas . aktor risik. dan variabel tergantung . dilakukan secara simultan atau pada saat yang bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu memiliki bayi berusia 6-12 bulan yang bekerja di pabrik yang terletak di wilayah Sleman dengan jumlah sampel 75 orang. Adapun kriteria inklusi dalam pemilihan sampel penelitian ini adalah Ibu yang bekerja di pabrik wilayah kabupaten Sleman Ibu bekerja yang memiliki bayi usia bayi 6-12 bulan Bayi yang lahir dengan usia kehamilan cukup bulan Bayi lahir dengan berat normal . ukan BBLR) Bersedia menjadi partisipan Kriteria eksklusi dalam pemilihan sampel penelitian ini adalah Ibu tidak bisa membaca dan berkomunikasi dengan baik Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 Bayi memiliki riwayat dirawat di NICU Bayi sumbing . rofacial clef. Lokasi penelitian adalah 4 pabrik berskala menengah yang berada di Kabupaten Sleman. Waktu pengambilan data penelitian pada bulan Juni Ae Juli Instrumen menggunakan kuesioner baku The Breastfeeding Self-Efficacy Scale oleh Dennis . Kuesioner ini pada awalnya terdiri dari 33 pertanyaan namun telah disederhanakan menjadi 14 pertanyaan serta menggunakan skala likert dengan 5 pilihan yaitu Autidak percaya diriAy. Aukurang percaya diriAy. Aucukup percaya diriAy. Aupercaya diriAy dan Ausangat percaya diriAy. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di 4 pabrik yang berlokasi di Kabupaten Sleman. DI Yogyakarta. Pabrik yang menjadi lokasi penelitian adalah pabrik yang termasuk kategori besar karena memiliki jumlah karyawan lebih dari 100 orang. Adapun pabrik-pabrik tersebut bergerak di bidang konveksi . , sarung tangan dan plastik. Analisis Univariate Tabel 1 Distribusi frekuensi pemberian ASI Jumlah Variabel dependen Frekuensi Persentasi (%) Status pemberian ASI Eksklusif Tidak eksklusif Total Berdasarkan tabel diatas diketahui mayoritas ibu bekerja di pabrik memberikan ASI eksklusif sebanyak Tabel 2 Distribusi Frekuensi Efikasi Diri Jumlah Karakteristik Frekuensi Persentasi (%) Efikasi Diri Baik Kurang Baik Total Berdasarkan tabel diatas diketahui mayoritas ibu bekerja di pabrik memiliki efikasi diri yang baik sebanyak 61,3% Analisa Bivariat Tabel 3 Hasil Analisis Bivariate Efikasi Diri terhadap Pemberian ASI Eksklusif Efikasi Diri Status ASI Eksklusif Baik Kurang Total (%) Tidak Eksklusif (%) P value 0,002 . % CI) 5,225 . ,87114,. Pada tabel tersebut diatas diketahui bahwa ibu yang memberikan ASI eksklusif mayoritas memiliki efikasi diri yang baik yaitu sebesar 80,5%. Hasil uji Chi Square diketahui nilai p value adalah 0,002. Nilai p value ini juga < dari 0,05 diartikan bahwa efikasi diri memiliki hubungan yang signifikan secara statistik terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu yang bekerja di pabrik. Hal ini sejalan dengan penelitian Thussanasupap . dan Wahyuni . yang menyatakan bahwa efikasi diri berhubungan signifikan dengan pemberian ASI eksklusif. Efikasi diri seorang ibu dalam menyusui dipengaruhi berbagai faktor seperti responfisiologis seperti kelelahan, ketakutan, dan kecemasan dan pengalaman menyusui sebelumnya (Gharaei et al. , 2020 . JaraPalacios et al. , 2015 . Mudaharimbi, 80 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 Efikasi diri ibu baru memainkan peran penting untuk keberhasilan dalam menyusui (Zhuang et al. , 2. Salah satu hambatan terbesar pada ibu yang menyusui bayinya adalah anggapan bahwa air susunya tidak cukup untuk memberi makan bayinya. Ibu tidak mempercayai kemampuan tubuhnya sendiri dalam hal menyediakan ASI untuk bayinya. Ibu dengan efikasi diri rendah merasa memiliki masalah bahkan sebelum mereka mencoba memulai untuk menyusui. Beberapa hambatan lainnya adalah ibu yang kembali bekerja khawatir tidak bisa meluangkan cukup waktu untuk menyusui dan mengasuh anaknya serta takut untuk menyusui di tempat umum (Anstey et al. , 2. Ibu keyakinan, motivasi dan dukungan sejak tahap awal menyusui hingga akhir proses menyusui karena adanya hambatanhambatan yang bisa menurunkan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif pada bayinya (Cook et al. Efikasi diri ibu merupakan faktor penting untuk meningkatkan pemberian ASI. Efikasi diri untuk menyusui diketahui sebagai penentu kuat perilaku menyusui wanita. Wanita dengan efikasi diri tinggi cenderung menyusui bayinya dibandingkan dengan seseorang dengan kepercayaan diri rendah (Zhu et al. ,2014. Henshaw et al. ,2015. Nursan. Dilek and Sevin, 2. Seorang ibu yang memberikan ASI eksklusif dan memiliki efikasi diri yang baik dalam beberapa bulan pertama setelah melahirkan akan lebih siap untuk terus melanjutkan praktik menyusui ketika kembali bekerja (Gebrekidan et al. , 2. Ibu yang memiliki komitmen kuat akan terus melanjutkan pemberian ASI pada bayinya, bagaimanapun fasilitas di Komitmen mempengaruhi kelanjutan menyusu (Sulaiman. Liamputtong Amir. SIMPULAN Efikasi diri berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang bekerja di pabrik wilayah kabupaten Sleman yang dibuktikan dengan hasil uji Chi Square dengan nilai p value adalah 0,002. Pekerja pabrik yang memiliki bayi diberikan informasi terkait ASI eksklusif terkait kesehatan ibu dan anak secara kontinue sehingga dapat wawasan serta kepercayaan diri ibu untuk melanjutkan pemberian ASI. DAFTAR PUSTAKA