Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 2 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Pengaruh Kecepatan Pemakanan Terhadap Ketelitian Dimensi Pada Proses Boring Menggunakan Mesin CNC Milling Maruhum Tua Lubis1 ,Riky2 Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Batam. Jl Abulyatma no. Batam Centre. Batam Abstrak Proses Boring adalah proses pembesaran lubang yang telah ada menggunakan alat khusus berupa tool. Pengeboran di mesin gurdi diameter lubang yang dapat dihasilkan sangat terbatas. Pada mesin Gurdi standar ,maksimal diameter lubang adalah 60 mm. Harus dilakukan pengujian geometric pada pengujian untuk mengukur ketelitian dimensi pada hasil boring dimana didalam penelitian menggunakan tool 20 mm dengan diameter boring 100 mm. Dari pengujian ketelitian dimensi yang didapat untuk hasil dimensi yang baik harus mengetahui parameter-parameter yang digunakan pada proses permesinannya. Kata Kunci : Boring. Mesin Gurdi. Dimensi. Parameter. Abstract Boring process is a process of enlarging existing holes using a special tool in the form of drilling tool in the gurdi machine Diameter of the hole that can be produced is very limited. In a standard Gurdi engine, the maximum hole diameter is 60 mm. Geometric testing should be performed on the test to measure the dimensional accuracy of boring results wherein the study used a 20 mm tool with yoboring 100 mm. From the dimensional accuracy test obtained for good dimension results must know the parameters used in the machining process. Keywords: Boring. Gurdi Machine. Dimension. Parameters Pendahuluan Dalam suatu proses produksi, banyak hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi baik dari sisi tenaga kerja maupun dari faktor mesin dan peralatan, serta kesiapan seluruh fasilitas Hal ini mulai dari perencanaan produksi, penjadwalan produksi, perencanaan kapasitas, sampai pengaturan tenaga kerja. Untuk mendukung adanya proses produksi, diperlukan kelaikan mesin mesin produksi serta peralatan pendukung lainnya, dengan demikian yang harus diperhatikan adalah perawatan untuk mesin dan peralatan yang digunakan tersebut. Dalam dunia industry manufaktur modern sekarang ini, terutama dalam industri pengolahan logam tidak pernah terlepas dari penggunaan mesin perkakas seperti mesin bubut, mesin bor, mesin frais, mesin bending (Mesin Po. , mesin potong, mesin CNC (Computer Numerically Controlle. dan lain sebagainya. Mesin-mesin perkembangan yang sangat pesat, berbagai pihak yang memerlukan dan menggunakannya berusaha untuk mempelajarinya sedemikian rupa dengan tujuan agar dapat memanfaatkannya dengan baik dan benar sehingga ketika diperlukan dan akan digunakan, mesin selalu berada dalam keadaan siap pakai. Kelancaran kegiatan produksi sangat bergantung pada keandalan suatu mesin dan peralatan, serta tidak dapat dipungkiri bahwa keandalan suatu mesin tidak bisa mencapai 100 % atau tidak pernah mengalami kerusakan sama sekali selama pemakaian, semakin lama umur mesin maka akan berkurang keandalannya. Selain itu juga di zaman sekarang ini telah banyak mesin yang dioperasikan secara otomatis sehingga kerusakan pada salah satu mesin saja Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 2 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam dapat mengakibatkan terhentinya proses produksi secara keseluruhan. Dengan demikian pelaksanaan kegiatan perawatan merupakan hal yang mutlak dilakukan jika perusahaan ingin mencapai keuntungan sebagaimana yang telah ditargetkan. Karenanya kegiatan perawatan selalu menjadi bagian yang penting dalam kegiatan produksi yaitu dengan mengupayakan mesin-mesin dan peralatan dapat bekerja secara kontinyu, karena dengan demikian diharapkan proses produksi akan berjalan dengan lancar dan akan menghemat ongkos produksi yang dikeluarkan. Kondisi mesin merupakan hal penting yang harus diperhatikan terutama jika mesin-mesin atau peralatan tersebut sudah berusia lama, sehingga mesinmesin tersebut sangat rentan terhadap kerusakan. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perawatan secara rutin, sehingga kemungkinan terjadinya kerusakan dapat dikurangi seminimal mungkin. Walaupun biaya yang dikeluarkan untuk melakukan tindakan perawatan mungkin cukup besar, namun ongkos tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan kerugian perusahaan akibat terhentinya mesin, karena perbaikan dan penggantian komponen mesin akibat kerusakan dapat memakan biaya yang jauh lebih besar dengan resiko kerusakan mesin yang besar pula, apalagi jika kerusakannya sampai harus melakukan penggantian mesin secara total. Hal yang kelihatannya kecil sering tidak dianggap sebagai suatu hal yang serius, padahal sebenarnya memberikan dampak yang cukup besar terhadap perusahaan, seperti proses penggantian pahat yang sering dilakukan pada mesin milling CNC (Computer Numerically Controlle. Jika dilihat sekilas memang perawatan seolah merupakan hal yang kecil, tapi jika dikaji lebih jauh lagi terutama dihubungkan dengan waktu produksi dan biaya yang dikeluarkannya akan memberikan efek yang cukup signifikan terutama dengan frekuensi yang tinggi atau seringnya dilakukan perawatan terhadap mesin yang bersangkutan. Kerusakan fatal pada salah satu mesin pernah dialami oleh PT. Chuck Engineering terjadi kegagalan pada sistem operasi dari mesin CNC yang diakibatkan gerak potong sehingga mendapatkan dimensi yang tidak akurat, sehingga perusahaan mengalami kerugian. Akhir-akhir ini masalah gerak potong mesin mulai mendapat perhatian yang cukup serius, karena dampaknya dirasakan begitu besar terhadap kelangsungan produksi. Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu melakukan penelitian dan pengamatan langsung dilapangan secara sistematis dengan membangun hubungan sebab akibat guna mendapatkan data-data yang diinginkan untuk Tahapan menunjukan langkah-langkah eksperimen , subjek penelitian ini berupa gambar benda kerja dengan dimensi seperti gambar. Pengerjaan desain menggunakan software solid work 2010 untuk proses CAD-nya. Selanjutnya desain gambar dalam bentuk file ditransfer ke software MasterCam X untuk dilakukan proses CAM. Dari software MasterCam X akan keluar NC Code yang selanjutnya dapat dipindahkan ke mesin CNC Milling ENSHU JE80 untuk dilakukan percobaan langsung. Raw material yang pada mesin CNC yaitu Mild Steel dengan pahat berbahan HSS Endmill yo20 Diagram Alir Penelitian Uraian langkah-langkah penelitian dapat dijabarkan kedalam diagram alir penelitian seperti pada: Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 2 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Spindle Bearing Diameter 85 mm Spindle Speeds 100-8000 RPM Spindle Ramp Up Time 1. 5 Seconds Spindle Motor 11 KW / 7 KW TOOL CHANGER: Tool Changer Storage 40 ATC Tool Selection Type Bi-Directional Memory Max Tool Dia Adj Pocket Empty 79 mm / 145 Max Tool Length 201 mm Max Tool Weight 3 KG Tool Change Time (Tool to Too. 0 Sec Tool Change Time (Chip to Chi. 0 Sec Tool Selection Method Fixed Address Tool Exchange Time. Tool To Tool 1 Second Alat dan Bahan yang digunakan Mesin CNC Milling Merk : ENSHU JE-60 4-Axis CNC Horizontal Machining Center Model: JE-60 4-Axi. Age: 1. Ref#: 22461 Specifications: Serial No. : HOLDCR 122 CAPACITIES PER CATALOGUE SPECIFICATIONS: X-Axis Travel 599 mm Y-Axis Travel 599 mm Z-Axis Travel 599 mm Distance. Floor to Top of Table 1100 mm Distance. Table Top to Spindle C L 51 mm-650 Distance. Table Center to Spindle 150 mm-780 Number Of Pallets 2 PALLETS: Pallet Size 399 mm x 399 mm Pallet Load Capacity 399 KG Pallet Shuttle Clearance. W x H 671 mm x 749 Pallet Rotation 1 Degree Pallet Indexing Speed @ 90 Deg 1. 5 Seconds Pallet Change Time 6. 0 Seconds SPINDLE: Spindle Taper CAT40 FEED RATES: Rapid Traverse. XYZ 29997 mm/min Cutting Feed Rate 0. 04-16002 mm/min Jog Feed Rate . Step. 0-4001 mm/min Rigid Tapping 4000 RPM GENERAL: Feed Motors. XYZ 6 KW Cutting Fluid 79 Gallons Hydraulic Fluid 2. 7 Gallons Lubrication Fluid 1. 5 Gallons Electric Power Supply 220/3/60 Machine Dimensions. W x L x H 2540 mm x 3632 mm x 2769 mm Machine Weight 8987 KG Distance. Table Top to Floor 1100 mm Machine Dimensions 2311 mm x 5512 mm x 2819 mm Machine Weight 9005 KG Equipped With: ENAC (YASNAC) i80M CNC Control Dual 400 mm x 400 mm Pallets 40-Position Servo-Driven Random Selection ATC Rotary Pallet Changer Through Spindle Coolant Rigid Tapping. Max RPM 4000 RPM Oil-Air Mist Lubrication Oil Chiller Air Cooling Oversized 45 mm Double Pretensioned Ballscrews Absolute Position Encoders on All Axes Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 2 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Chip Conveyo C Waktu proses pemesinannya A. Kecepatan potong (Cutting speed Ae Cs ) C Kecepatan potong (C. adalah kemampuan alat potong menyayat bahan dengan aman panjang/waktu . eter/menit atau feet/ meni. Tabel Kecepatan Potong Bahan Dalam membuat program mesin CNC maka ada parameter penting untuk menentukan Feedrate . dan kecepatan putaran spindle. Dimana untuk menghitungnya menggunakan cara sebagai berikut : Kecepatan potong adalah suatu harga yang diperlukan dalam menentukan kecepatan pada saat proses penyayatan atau pemotongan benda kerja. Rumus umumnya Bahan yang digunakan Adapun data dari benda kerja yang digunakan dalam pengujian adalah : Material : Mild Steel C Ukuran Dimensi : 500 mm x 450 mm C Ketebalan : 25 mm Parameter Kecepatan Potong Parameter pada proses Milling adalah, informasi berupa dasardasar perhitungan, rumus dan tabel-tabel yang pemotongan/penyayatan pada mesin milling Parameter pemotongan pada proses Milling meliputi. C Kecepatan potong (Cutting speed - C. C Kecepatan mesin(Revolotion Permenit - Rp. C Kecepatan pemakanan (Feed - F) Dimana: = Kecepatan potong . /meni. = Diameter benda kerja untuk mesin bubut . atau, = Diameter tools mata pemotong untuk mesin miling . = Jumlah putaran tiap menit . = 3. Kecepatan potong dipengaruhi oleh beberapa poin berikut : Jenis material benda kerja, dimana semakin tinggi kekuatan bahan semakin kecil kecepatan potongnya Jenis alat potong, semakin kuat semakin cepat Besarnya jarak asutan/kecepatan penyayatan Kedalaman pemotongan Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 2 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Jumlah Putaran Jumlah putaran sumbu utama dapat ditentukan dengan menggunakan rumus: Dimana : n = Jumlah putaran tiap menit . Vc = Kecepatan potong . /meni. d = Diameter benda kerja untuk mesin bubut . atau, d = Diameter tools mata pemotong untuk mesin miling . n = Jumlah putaran tiap menit . = 3. Kecepatan Asutan Asutan adalah pemotongan benda. Asutan sendiri dibedakan menjadi dua. A Asutan dalam mm/putaran . A Asutan dalam mm/menit (F) Rumus dasar perhitungan asutan: F . m/Meni. = n x f . m/pu. x N Kecepatan potong/cutting speed Dalam menentukan kecepatan potong beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain: material benda kerja yang akan dipotong material pisau frais diameter pisau kehalusan permukaan yang diharapkan dalam pemotongan yang ditentukan Rigiditas penyiapan benda kerja dan mesin Untuk benda kerja yang berbeda kekerasannya, strukturnya dan kemampuan pemesinaanya diperlukan penentuan cutting speed yang Nilai kecepatan potong dipengaruhi Cutting speed dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan : Vc = m/menit . Dengan: Vc = cutting speed, ( m/meni. D = diameter pisau frais ( m. n = putaran spindle utama . Untuk melakukan proses milling dengan kedalaman potong yang besar direkomendasikan menggunakan kecepatan potong yang rendah, agar tidak terjadi defleksi dan getaran pada material yang dipotong sehingga permukaan potong yang dihasilkan lebih halus. Penentuan Putaran Spindle Putaran spindle sangat berpengaruh terhadap kecepatan potong dan waktu pemotongan. Terdapat tiga faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan putaran pisau frais antara lain: Material yang akan di frais Bahan pisau frais Diameter pisau frais Kombinasi ketiga faktor tersebut akan menentukan putaran spindle yang tepat untuk proses pemesinan. Feeding. Feeding untuk proses milling dibedakan menjadi tiga type, yaitu Feed per minute: Pergerakan meja dalam mm pada waktu 1 menit Satuannya mm/menit. Feed per cutter revolution: Pergerakan meja dalam mm pada 1 kali putaran milling cutter. Satuannya mm / revolution. Feed per tooth: Pergerakan meja dalam mm selama waktu cutter yang berputar pada benda kerja dari satu mata potong ke mata potong berikutnya. Satuannya mm/tooth. Besarnya gerak makan tiap gigi pada cutter dapat dirumuskan sebagai berikut: Vf = f. Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 2 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Dimana: Vf = feed rate . m/meni. f = gerak makan, . m/putara. n = putaran spindle ( rp. Feed dapat dinyatakan sebagai rasio gerak benda kerja terhadap gerak putar pisau frais. Dalam menentukan feed, kita harus memperhatikan factor yang mempengaruhi nilai feed yaiu , jenis cutter , dalam pemotongan ( depth of cu. , kualitas permukaan yang dihasilkan, dan performa mesin. Kedalaman pemotongan sangat menentukan kehalusan permukaan material yang Untuk memperoleh permukaan potong yang halus direkomendasikan menggunakan pemakanan yang kecil sehingga kedalaman potong harus diturunkan. Feeding juga harus memperhatikan jenis cutter yang digunakan, bagaimana dimensi cutter , dan material cutter harus disesuaikan dengan material yang akan Besarnya nilai feeding juga harus memperhitungkan performa mesin. Mesin-mesin yang usianya sudah tua tentunya kemampuan dalam pengerjaan dengan feeding yang tinggi sulit dilakukan. Dimensi Pengertian dimensi didalam penelitian adalah indikator atau pun variable yang dikaji didalam suatu penelitian yang bertujuan untuk mengenai pengukuran nya atau artinya variabelvariabel yang penting didalam penelitiannya variabel tersebut mepunyai hubungan dengan variabel lainnya Alat Ukur Alat ukur mekanik merupakan sebuah alat ukur yang secara khusus didesain untuk membantu pengukuran dimensi, panjang, lebar, luas dan Jenis alat ukur mekanik sendiri ada banyak sekali dimana setiap jenisnya memiliki bentuk, ukuran dan fungsi yang berbeda antara satu dengan lainnya. oleh sebab itu dalam pemilihan alat ukur harus dilakukan lebih selektif agar bisa menemukan jenis alat ukur yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Dial indicator Alat Ukur Dial indikator merupakan sebuah alat ukur dengan skala pengukuran yang sangat Alat ukur ini tidak dapat berdiri sendiri, dimana alam penggunaannya, alat ini harus dipasangkan dengan alat bantu yang disebut magnetic base sebagai pemegang dan berfungsi untuk mengatur posisi dari dial gauge seperti tinggi-rendahnya dan kemiringannya. Secara umum, fungsi dial indikator adalah untuk mengukur kerataan permukaan bidang datar, kebulatan sebuah poros, mengukur kerataan permukaan dan mengukur kerataan permukaan dinding Cylinder. Banyak orang beranggapan bahwa menggunakan dial indikator sangat rumit. Namun jika Anda menguasai caranya, maka Cara menggunakan dial indikator sendiri sebenarnya tidak sesulit, berikut ini adalah Pasang contact point pada dial indicator Kemudian pasang dial indicator pada Tempelkan contact point pada objek atau benda kerja yang akan diukur Kendorkan screw pengikat pada skala dan posisikan angka nol sejajar dengan jarum Kemudian kencangkan kembali screw pengikat Gerakkan benda kerja sesuai dengan Dan terakhir baca nilai penyimpangan jarum penunjuk pada skala Kaliper/jangka sorong Jangka sorong ialah alat ukur yang ketelitiannya hingga seperseratus Terbagi menjadi dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Beberapa produk keluaran terbaru telah dilengkapi dengan display digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah 0. 05mm untuk jangka Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 2 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam sorang dibawah 30cm dan 0. 01 untuk yang di atas 30cm. Kegunaan/Fungsi : C Dipakai untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit. C Dipakai untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara Bagian pengukur tidak terlihat pada gambar karena berada di sisi pemegang. C Dipakai untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang . ada pipa, maupun lainny. dengan cara diulur C Bore gauge Bore gauge atau juga dikenal dengan Cylinder Gauge ialah alat ukur yang dipakai guna mengukur diameter silinder. di bagian atas terdapat dial gauge dan di bagian bawahnya terdapat measuring point yang bisa bergerak Dial gauge yang terletak di bagian atas bisa dilepas caranya yaitu longgarkan securing position dial gaugenya. Sedangkan ujung batang pengukur . easuring poin. akan bergerak bila ditekan dan jarum pada dial gauge antara 0-2 mm akan bergerak dari harga standarnya. di sisi lain terdapat replacement rod yang panjangnya beragam tergantung pada kebutuhan, yang dilengkapi dengan replacement securing thread merupakan semacam mur pengikat yang berfungsi untuk mengunci supaya replacement rod dan washernya tidak lepas ketika bore gaug Kegunaan/Fungsi : Berguna untuk mengukur garis tengah bagian dalam dari sebuah benda kerja, seperti : Cylinder, lubang dudukan poros dan lain-lain. Cara Menggunakan Bore Gauge : C Ukur diameter silinder dengan memakai jangka sorong untuk mengetahui diameter secara kasar guna memilih rod end yang tepat untuk dipasangkan pada bore gauge . tau lihat ukuran standarnya pada maintenance standar. , missal diperoleh hasil pengukuran : 75,40 mm. Pilih replacement rod yang panjangnya lebih besar dari hasil pengukuran tersebut misal 76 mm, setelah itu pasang replacement rod pada bore gauge. Ukur panjang replacement rod dengan mikrometer luar dan usahakan jarum dial gauge tidak bergerak, misal diperolah hasil pengukuran 76,20. Masukan replacement rod kedalam lubang . , goyangkan tangkai bore gauge ke kanan dan ke kiri hingga di peroleh penyimpangan terbesar . osisi tegak luru. Baca ditunjukan dial gauge, misal diperoleh 0,13 Besarnya diameter cylinder yaitu selisih antara hasil pengukuran panjang replecement rod dengan besarnya penyimpangan jarum bore gauge. Jadi diameter cylinder = 76,20 0,13 = 76,07 mm Standart Operational Procedure ( SOP ) mesin milling Dalam menjalankan operasional mesin milling diperlukan standartstandart operasi prosedur sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menghindari kegagalan kesalahan, keraguan, sehingga dapat menghasilkan produk yang memuaskan. Langkah Persiapan C Memeriksa kondisi mesin. Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam C Memilih mata pahat yang sesuai dibutuhkan. C Membersihkan alur meja mesin. Langkah pelaksanaan pengerjaan C Memeriksa kondisi sumber tenaga berfungsi dengan baik, semua indicator berfungsi baik. C Memeriksa bahwa kondisi elemen-elemen mesin terpasang pada tempatnya dan berfungsi sebagai unsur gerak mekanis untuk masing-masing /perlengkapan perangkat pengaluran dan perangkat pembuat roda gigi. C Melakukan . unning maintenanc. selama lebih kurang 5-10 menit, agar semua komponen menyesuaikan gerakan dan semua pelumas yang ada di bak pelumas sudah beredar melumasi elemenelemen mesin. C Memasang/menjepit benda kerja pada ragum penjepit yang sudah terpasang pada mesin dengan posisi sesuai dengan bentuk pengerjaan dan yakinkan bahwa benda kerja sudah terpasang dengan baik dan kuat. C Memilih elemen perangkat pengerjaan yang akan dipakai. C Memasang alat potong pada pemegangnya, kemudian lakukan setting dengan benda kerja C Melakukan proses pemotongan dengan mengatur putaran spindle ,pemakanan serta kedalaman pemakanan. C Memeriksa atau memberi pelumas pada elemen mesin yang bergerak untuk menjaga keawetan mesin pada waktu bekerja. C Jika sudah selesai digunakan, mesin dibersihkan dari segala kotoran HASIL DAN ANALISA Penelitian Material : Mild Steel Dimensi : 500 mm x 450 mm Ketebalan Plate : 25 mm Mesin : Enshu JE80 Kecepatan Pemakanan : 300, 500, 800 Jumlah Gigi : 4 Kecepatan Spindle : 750 Rpm Volume 10 Nomor 2 2020 Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 2 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Untuk mengetahui tingkat ketelitian pada pemotongan material dengan menggunakan mesin cnc milling, maka harus menggunakan cara perhitungan feedrate dengan menggunakan Rumus Perhitungan Cutting Speed Dimana : Vc : cutting Speed : 3,14 D : Diameter . n : Spindle Speed . Spindle Speed Vc : cutting Speed : 3,14 D : Diameter . n : Spindle Speed . Feed Vf : cutting Speed Fz : Feed per tooth . m/toot. z : number of flutes n : Spindle Speed . Feed per Tooth Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 2 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam F : Feedrate Fz : Feed per tooth . m/toot. z : number of flutes n : Spindle Speed . dari rumus yang diatas maka perhitungan ketelitian pada kecepatan potong cnc milling maka didapat hasil Perhitungan Vc . utting Spee. , n (Kecepatan spindl. F . Vc . utting Spee. = 29,95 (Pembulatan . n (Kecepatan spindl. Vf = n x fz x Z Vf = 750 x 0,1 x 4 = 300 mm/min Hasil Dan Analisa Bedasarkan tabel pengujian 4. 2 dilakukan pengujian proses boring dengan CNC milling. Didalam proses boring ini digunakan dimensi program yo100 mm. Didalam penelitian ini digunakan kecepatan spindle tetap 750 rpm dan parameter kecepatan pemakanan yang bebeda yaitu 300,500,800 mm/min. Maka hasil yang didapat setelah proses tersebut selesai dan dilakukan pengukuran ,dimana parameter mm/menit mendapatkan hasil aktual dimensi yaitu yo99. mm, kecepatan pemakanan 500 mm/menit mendapatkan hasil actual dimensi yaitu yo99. mm dan kecepatan pemakanan 800 mm/menit mendapatkan hasil aktual dimensi yaitu yo99. Berdasarkan hasil dari pengujian diatas maka hasil yang didapat dari kecepatan mm/min kecepatan spindle 750 rpm sesuai toleransi yang diinginakan ,untuk kecepatan pemakanan 500 dan 800 sangat jauh dari toleransi yang ditetapkan sehingga dibutuhkan perbaikan atau status material gagal Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 2 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Hasil Tabel Berdasarkan tabel pengujian 4. 3 dilakukan pengujian proses boring dengan CNC milling, pada proses boring ini digunakan dimensi program yo100 mm. Didalam penelitian ini digunakan kecepatan spindle tetap 750 rpm dan parameter kecepatan pemakanan yaitu 300 mm/min. Maka hasil yang didapat setelah proses tersebut selesai dan dilakukan pengukuran dimana kecepatan pemakanan 300 mm/menit mendapatkan hasil aktual dimensi yaitu yo99. 95 mm. Berdasarkan tabel pengujian 4. 4 dilakukan pengujian proses boring dengan CNC milling, pada proses boring ini digunakan dimensi program yo100 mm. Didalam penelitian ini digunakan kecepatan spindle tetap 1250 rpm dan parameter kecepatan pemakanan yaitu 500 mm/min. Maka hasil yang didapat setelah proses tersebut selesai dan dilakukan pengukuran dimana kecepatan mm/menit mendapatkan hasil aktual dimensi yaitu yo99. 93 mm. Bedasarkan tabel pengujian 4. 5 dilakukan pengujian proses boring dengan CNC milling, pada proses boring ini digunakan dimensi program yo100 mm. Didalam penelitian ini digunakan kecepatan spindle tetap 2000 rpm dan parameter kecepatan pemakanan yaitu 800 mm/min. maka hasil yang didapat setelah proses tersebut selesai dan dilakukan pengukuran dimana kecepatan pemakanan 800 mm/menit mendapatkan hasil aktual dimensi yaitu yo99. 90 mm. Berdasarkan gambar 4. 6 tentang diagram aktual dimensi maka dapat dilihat semakin besar parameter kecepatan pemakanan dengan kecepatan spindle tetap 750 rpm maka semakin jauh dari aktual dimensi yang diinginkan yaitu yo100 mm. Berdasarkan gambar 4. 7 tentang diagram aktual dimensi maka dapat dilihat semakin besar parameter kecepatan pemakanan dengan kecepatan spindle yang berbeda maka semakin mendekati dari aktual dimensi yang diinginkan yaitu yo100 mm. Teknik pengambilan dan analisis data Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data-data hasil dari proses eksperimen mengenai parameter yang diuji data hasil penelitian yang didapatkan meliputi : Hasil percobaan adalah hasil dari penelitian sesaui parameter yang telah ditentukan dalam Hasil pengukuran proses permesinan adalah proses pengukuran dimensi yang telah dikumpulkan yaitu hasil pengukuran diameter dalam dari simulasi proses permesinan yaitu proses boring. Data yang didapatkan kemudian diolah untuk mendapatkan hubungan antara pengaruh dari tiap-tiap parameter terhadap ketelitian dimensi yang dihasilkan dan optimasi waktu dari masing-masing parameter , sehingga parameter yang optimal dari pengujian tersebut merupakan kesimpulan yang dapat diambil. Pada penetilitian ini menggunakan analisis random, dimana metode ini digunakan untuk mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, sehingga akan dapat diketahui besar nya pengaruh masing-masing variabel Pembahasan hasil Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 2 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Berdasarkan dari metode penelitian yang telah ditetapkan, pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan pengaturan parameter Perhitungan parameter kecepatan pemakanan sebagai variable respon dalam penelitian ini dilakukan dengan mensimulasikan terlebih dahulu parameter kecepatan spindle. Dari hasil penelitian yang dilakukan yaitu proses boring dengan menggunakan tool yo20 mm dengan spindle speed 750 Rpm tetap dan variasi feedrate . ,500,. mm/min, maka hasil yang didapat rata-rata dimensi yang aktual terhadap dimensi program yaitu 99. 95 mm dengan 05 mm untuk feedrate 300 mm/min, dan untuk federate 500 mm/min dan 800 mm/min sangat jauh dari toleransi apabila menggunakan kecepatan spindle speed tetap 750 Rpm. Untuk hasil grafik yang didapat maka yang dilakukan dengan kecepatan spindle speed tetap 750 Rpm, maka semakin kecil dimensi yang didapat / menjauhi dimensi yang Sedangkan dilakukan dengan menggunakan tool yo20 mm dengan spindle speed berbeda . ,1250,2. Rpm . ,500,. mm/min ,maka hasil yang didapat rata-rata dimensi yang actual terhadap dimensi program yaitu 99. 95 mm dengan toleransi 0. mm untuk feedrate 300 mm/min, dan untuk feedrate 500 mm/min dimensi yang dihasilkan 93 mm dan 800 mm/min dimensi yang 90 mm, mendekati dari toleransi apabila menggunakan kecepatan spindle speed yang bervariasi. Untuk hasil grafik yang didapat maka semakin besar parameter feedrate yang dilakukan dengan kecepatan spindle speed yang bebeda, maka semakin besar parameter kecepatan spindle maka semakin mendekati hasil/toleransi Dari analisa hasil penelitian ketelitian dimensi ada beberapa hal yang mempengaruhi ketelitian dimensi dengan hasil yang diinginkan antara lain : Parameter Kecepatan spindle Parameter kecepatan pemakanan . Tool yang digunakan Material yang digunakan Kedalaman penyayatan Untuk mendapatkan hasil dimensi yang lebih akurat sesuai yang dinginkan maka kecepatan putaran spindle dan parameter feedrate nya harus berimbang apabila tidak sama/tidak berimbang maka dimensi yang dihasilkan sangat jauh dari toleransi yang diinginkan. Setelah melakukan pengujian proses boring dengan menggunakan mesin CNC milling dan tool yo20 mm , maka penulis menyatakan parameter kecepatan pemakanan yang baik digunakan untuk mendapatkan hasil dimensi yang baik dan tidak memerlukan waktu pengerjaan yang lama, sehinnga parameter kecepatan pemakanan yang baik digunakan yaitu 300 mm/min dengan kecepatan spindle 750 rpm. Untuk kecepatan 500 mm/min dan 800 mm/min hanya mendekati dari hasil yang diinginkan . Kesimpulan Dan Saran Kesimpulan Setelah melakukan penelitian terhadap proses boring dengan menggunakan material mild steel dan menggunakan mesin CNC milling, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Pada penelitian ini proses boring yang dilakukan dengan menggunakan CNC Milling dengan diameter tool 20 mm dengan kecepatan pemakanan 300,500,dan 800 mm/min . Hasil pengujian proses boring dengan pemakanan yang sama dan berbeda maka di kecepatan pemakanan 300 mm/min dan kecepatan spindle 750 rpm mendapatkan hasil yang diinginkan . esuai tolerans. sedangkan kecepatan pemakanan 500 mm/min dan 800 mm/min dengan kecepatan spindle 1250 dan 2000 rpm mendekati dari hasil yang diinginkan . endekati tolerans. Untuk mendapatkan ketelitian dimensi yang diinginkan pada saat proses boring maka harus dilihat parameter kecepatan pemakanan dan kecepatan spindle nya apabila tidak mengetahui hal ini maka hasil proses tersebut tidak akan mendapat ketelitian dimensi yang diinginkan dan proses permesinan tersebut gagal . aterial rejec. Saran Saran yang dapat diberikan antara lain : Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Perlu dilakukan pengujian yang serupa tetapi dengan menggunakan jenis material yang lebih banyak, sehingga dapat mengetahui seberapa pengaruh ketelitian dimensi terhadap material yang digunakan yang mendekati angka yang aktual. Perlu dilakukan pengujian serupa dengan menggunakan lebih banyak parameter kecepatan pemakanan dan kecepatan spindle Harus dilakukan ketelitian didalam proses pengukuran material dengan hasil yang Dalam proses permesinan, harus mengetahui parameter-parameter digunakan dengan tepat, agar proses tersebut dapat selesai dengan hasil yang diharapkan dan tidak memerlukan waktu yang lama dalam prosesnya. Daftar Pustaka