KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. ISSN: 2987-9469 DOI: https://doi. org/10. 51510/komposit. Inovasi Produk Rendang Ubi Pada UKM Rendang Yen Sebagai Strategi Menghadapi Era Disruspsi Mutia Elida1. Sri Aulia Novita2. Fithra Herdian3. Amri Syahardi4 Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Jl. Raya Negara km 7 Tanjung Pati. Kec. Harau. Kab. Lima Puluh Kota. Sumatera Barat 1,2,3,4 Email: elida_mutia@yahoo. ABSTRAK UMKM Rendang Yen bergerak pada industri pengolahan rendang yang beralamat di Jln Diponegoro. Padang Datar. Kecamatan Payakumbuh Barat. Kota Payakumbuh. Persaingan yang ketat di bidang industri pengolahan rendang mengharuskan UMKM untuk berinovasi untuk meningkatkan kinerja melalui strategi inovasi diversifikasi produk rendang, salah satunya dengan pembuatan rendang ubi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan mitra yang bergerak dalam bidang ekonomi agar dapat mengembangkan usahanya. Metode yang digunakan dalam introduksi teknologi dengan melakukan praktek langsung, dan teknik pengambilan sumber data dari Mitra agar mendapatkan deskripsi yang mendalam mengenai inovasi serta wawancara semi terstruktur . emistructure intervie. Hasil pengabdian berupa produk inovasi rendang ubi, dibuat melalui tahapan perebusan ubi setengah matang, penggorengan dan pemasakan santan menjadi blondo . , kemudian pemasakan ubi dengan blondo selama lebih kurang 90 menit. Penambahan Auikan bada keringAy sebagai sumber protein hewani dan kalsium dilakukan 30 menit sebelum rendang masak. Rendang ubi dikemas menggunakan kemasan standing pouch yang dilengkapi label dan legalitas produk. Kata kunci : diversifikasi, inovasi, rendang ubi, strategi, teknologi ABSTRACT Rendang Yen is a micro-enterprise engaged in the rendang processing industry, located on Jln. Diponegoro. Padang Datar. West Payakumbuh District. Payakumbuh City. The intense competition in this industry requires UMKM to continuously innovate in order to enhance business performance. One innovation strategy undertaken is product diversification, namely the development of cassava rendang. This community service activity aims to empower economic sector partners to grow and improve their businesses. The method used involves direct practice and data collection techniques through in-depth partner observations and semi-structured interviews. The outcome of this activity is an innovative casava rendang product. The production process involves boiling sweet potatoes until half-cooked, frying and cooking coconut milk into blondo for 90 minutes, and then cooking the sweet potatoes in the blondo for another 90 minutes. Dried bada fish, a source of animal protein and calcium, is added 30 minutes before the rendang is fully cooked. The final product is packaged in standing pouches, complete with labeling and legal certification. Keywords: diversification, innovation, cassava rendang, strategy, technology. (Diajukan: 20 08 2025. Direvisi: 01 02 2026. Diterima: 01 02 2. KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. PENDAHULUAN Di era digitalisasi dan disrupsi saat ini. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) Ketidakmampuan dalam beradaptasi akan membuat UMKM terpinggirkan, bahkan mengalami kegagalan dalam berkembang. Disrupsi sendiri merupakan perubahan yang terjadi akibat inovasi baru dalam suatu industri. Meski membawa tantangan, disrupsi juga membuka peluang baru dalam menghadapi persaingan pasar dan memenuhi kebutuhan konsumen yang terus Menurut Thomond dan Lettice . , inovasi disruptif adalah strategi yang dapat digunakan oleh pelaku bisnis, terutama usaha baru, untuk memenangkan persaingan pasar. Sasaran utama dari inovasi ini adalah pasar marginal . ow-en. , dengan menciptakan produk yang luar biasa sehingga mampu mengembangkan pasar baru, menyediakan fungsi baru, dan memengaruhi struktur pasar yang telah ada. Inovasi adalah suatu keharusan yang harus dilakukan oleh UMKM untuk selalu OECD . mendefinisikan inovasi adalah sebagai implementasi dari produk, proses, metode pemasaran, serta penerapan metode organisasi baru dalam kegiatan bisnis, tempat kerja, atau hubungan eksternal. Sementara Rogers . menyatakan bahwa inovasi adalah ide, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh individu atau unit sosial. UMKM yang tidak melakukan inovasi akan tergilas oleh gelombang disrupsi. Inovasi disruptif memungkinkan UMKM mengubah pasar yang ada dengan menggantikan produk lama atau menciptakan produk Kinerja UMKM dapat tercapai secara optimal apabila ditunjang dengan strategi yang tepat, mencakup sumber daya, kapabilitas, dan inovasi yang cepat. Strategi inovasi menjadi salah satu cara bagi UMKM untuk membedakan diri dari pesaing dan menciptakan keunggulan kompetitif. Tavassoli dan Karlsson . menyebutkan bahwa inovasi berdampak pada berbagai elemen ekonomi seperti pemasok, pelanggan, dan pesaing, serta dapat mendorong ekspansi ke segmen pasar baru. Inovasi yang dilakukan UMKM dapat meningkatkan daya saingnya agar tetap eksis di tengah persaingan pasar yang semakin ketat (Mawardi et al. , 2. Daya saing sendiri, menurut Kusnandar et al. , adalah kemampuan industri dalam menunjukkan keunggulan dalam kondisi tertentu, yang menghasilkan kualitas kerja yang lebih baik. Arifin . menambahkan bahwa keunggulan daya saing tercermin dari kemampuan UMKM menghasilkan produk dan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan pesaing. Inovasi Produk Rendang (Mutia Elid. | 171 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Salah satu contoh UMKM yang menghadapi tantangan tersebut adalah UMKM Rendang Yen yang berada di kawasan AuKampung Rendang PayakumbuhAy, yang merupakan bagian dari Asosiasi Rendang Kota Payakumbuh. Produk utama yang dihasilkan adalah rendang telur dan pisang sale, dengan kapasitas produksi harian sekitar 28 kg menggunakan 144 butir telur. Namun, rendahnya sumber daya manusia dan minimnya motivasi untuk berinovasi menyebabkan kurangnya variasi produk, menurunkan produktivitas, dan membuat UMKM ini sulit berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan mitra juga berdampak pada kejenuhan pelanggan terhadap produk yang ditawarkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui penerapan teknologi tepat guna (TTG), baik dari sisi teknologi maupun pengembangan produk. Menanggapi hal ini, tim pengabdian dari Program Studi Teknologi Pangan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) melakukan hilirisasi hasil penelitian melalui kegiatan pengabdian masyarakat, yaitu pengembangan rendang ubi sebagai bentuk inovasi produk dan peningkatan keterampilan serta produktivitas mitra. Menurut Elida . Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan memberdayakan mitra UMKM pengolahan rendang agar berkembang dan mandiri secara ekonomi dan sosial. Selain itu, program ini memperkuat peran PPNP di tengah masyarakat dalam membantu menyelesaikan tantangan inovasi UMKM di era disrupsi. Rendang merupakan salah satu kuliner khas Minangkabau yang sangat digemari, umumnya berbahan dasar hewani seperti daging sapi, ayam, ikan, hingga belut. Namun, meningkatnya konsumsi daging sapi dari tahun ke tahun menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan, terutama terkait kolesterol. Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan bahan baku alternatif yang lebih sehat, seperti bahan nabati misalnya jamur tiram, aneka daun, maupun ubi kayu tanpa menghilangkan kekayaan rasa khas rendang. Pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku rendang memiliki berbagai keuntungan, antara lain sebagai sumber karbohidrat kompleks yang sehat, kaya serat dan mineral, serta memiliki indeks glikemik lebih rendah yaitu 80 dibandingkan nasi (Rebecca. Jasper, & Violet, 2. Selain menyehatkan, bahan ini mudah ditemukan dan lebih terjangkau dibandingkan bahan Oleh karena itu, penggunaan ubi kayu dalam produk rendang dinilai sebagai pilihan yang ekonomis dan inovatif. Bumbu dan rempah yang digunakan sama dengan pembuatan rendang pada umumnya. Hadirnya varian rendang ubi memberikan alternatif pilihan bagi Masyarakat pencinta kuliner rendang, selain rendang daging, rendang ayam, rendang jamur, rendang belut, dan rendang telur (Elida, 2. Inovasi Produk Rendang (Mutia Elid. | 172 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM Rendang Yen melalui inovasi produk rendang berbahan baku ubi kayu, mendorong inovasi dalam pengolahan rendang sebagai bentuk adaptasi terhadap era disrupsi dan digitalisasi, memberdayakan mitra UMKM melalui kolaborasi dengan Perguruan Tinggi dalam penerapan teknologi tepat guna (TTG), mengatasi kejenuhan pasar terhadap produk, meningkatkan ketrampilan dan produktivitas UMKM, mengurangi ketergantungan pada bahan baku hewani. Permasalahan utama: Kurangnya inovasi produk menyebabkan minimnya variasi dan menurunnya minat pasar. Keterbatasan SDM dan motivasi rendah untuk berinovasi. Persaingan pasar yang ketat menyulitkan perluasan pasar. Minimnya kolaborasi dengan institusi pendidikan dalam pengembangan teknologi dan Ketergantungan pada bahan baku hewani. Kurangnya diferensiasi produk, membuat sulit bersaing. Solusi yang diterapkan: Inovasi produk dengan mengembangkan varian berbasis nabati, seperti rendang ubi kayu. Pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas SDM dan mendorong Diferensiasi produk melalui pemanfaatan bahan lokal berbasis ubi kayu. Kemitraan dengan perguruan tinggi untuk penerapan teknologi tepat guna (TTG). Diversifikasi bahan baku dari hewani ke nabati guna meningkatkan nilai kesehatan dan Peningkatan keunggulan kompetitif dengan membangun Unique Selling Proposition (USP) AuRendang sehat berbahan lokalAy. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian masyarakat diadakan di UMKM Rendang Yen Payakumbuh dilaksanakan bulan September sampai Desember 2024 setiap 2 minggu sekali. Metode yang dilakukan adalah Learning by Doing belajar dengan melakukan praktek langsung. Pelaksanaan diikuti dengan partisipasi mitra dilanjutkan pendampingan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan berfokus pada inovasi produk dan proses pembuatan rendang ubi sebagai masalah utama mitra. Proses, yang dilakukan dalam bentuk: . Penyuluhan/Diskusi . Praktek pembuatan produk. Tahapan Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan meliputi: a. program kegiatan b. Penyuluhan tentang inovasi dan manajemen produk, c. Pelatihan pembuatan Inovasi Produk Rendang (Mutia Elid. | 173 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. rendang ubi dan pengemasan produk, d. Evaluasi kegiatan. Kegiatan ini juga melibatkan dua orang mahasiswa dan Mitra terutama karyawan bagian produksi dan pengemasan serta pemilik, yang berperan aktif antara lain dengan: . memberikan informasi terkait permasalahan yang dihadapi, . berpartisipasi aktif sebagai peserta dan pelaksana dalam kegiatan penyuluhan dan praktik, serta . menyediakan sarana dan prasarana pelatihan . n-kin. Tahapan Kerja Persiapan Bahan Rendang Ubi: Pemilihan Ubi : menggunakan varietas Dumai kriteria umbi putih kekuningan Persiapan Santan : berasal dari dari campuran kelapa tua dan kelapa masak Persiapan Bumbu Halus : Cabe merah keriting. Jahe, lengkuas, bawang putih dan bawang merah Persiapan Bumbu Iris : bawang merah iris Persiapan Bahan Tambahan Ikan asin kering/bada sebagai sumber protein, kalsium, dan fosfor. Daun salam, daun jeruk, daun kunyit, sereh penambah aroma, rasa gurih, dan daya simpan. Formulasi pembuatan rendang ubi untuk skala labor dan produksi massal seperti Tabel 1 Tabel 1. Formulasi dalam skala terbatas dan skala industri Skala labor No Bahan Jumlah Ubi 1000 gr Santan 450 ml Cabe 50 gr Jahe 10 gr Lengkuas 15 gr Bawang putih 30 gr Bawang merah iris Minyak kelapa 100 ml Dan jeruk 4 helai 10 Daun salam 2 helai 11 Daun Kunyit A lembar 12 Sereh A btg 13 Bada Kering 20 gr *) Hasil Uji coba produksi PKM 2024 Skala Industri *) Jumlah 000 gr 500 ml 300 gr 150 gr 250 gr 250 gr 250 gr 2000 gr 10 helai 10 helai 2 lembar 6 btg 250 gr Pengolahan rendang ubi dimulai dari persiapan bahan, pemasakan, pengemasan primer, dan pengemasan sekunder. Satu kali pemasakan sekitar 17 kg ubi yang dilakukan selama 2 kali seminggu dengan harga jual Rp 70. 000/kg. Berikut uraian masing-masing tahapan proses pembuatan rendang ubi: Inovasi Produk Rendang (Mutia Elid. | 174 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Persiapan Bahan Ubi varietas Dumai dikupas, direbus setengah matang, dipotong dadu . ,5 x 1,5 c. , lalu digoreng hingga garing. Semua bumbu dihaluskan . ecuali daun-dauna. Santan diperas dari campuran kelapa tua dan kelapa masak. Pemasakan Santan Santan dimasak selama A60 menit hingga berubah menjadi pasta . berwarna putih Kemudian ditambahkan bumbu halus . abai, jahe, lengkuas, bawang putih, bawang mera. dan daun-daunan . aun salam, jeruk, kunyit, serta sere. selama A10 menit dengan api kecil sambil diaduk hingga harum. Pemasakan Rendang Masak hingga santan mengeluarkan minyak berwarna kuning kemerahan (A30 meni. Tambahkan ubi goreng dan 2 kg minyak kelapa, aduk terus A30 menit. Masukkan ikan asin bada kariang saat rendang mulai kering, lalu tambahkan bawang merah iris A10 menit sebelum selesai. Gunakan api kecil dan aduk terus agar tidak gosong. Penyaringan dan Pencampuran Dedak Setelah dedak berwarna coklat muda, pisahkan rendang dari minyak dengan cara Kemudian dedak diperas menggunakan kain saring dan alat tradisional ("kacik"), lalu dihancurkan kembali hingga halus. Campurkan kembali dengan rendang hingga merata, kemudian dinginkan. Pengemasan Pengemasan dilakukan menggunakan plastik polietilen, kemudian disegel . dan dimasukkan ke dalam kemasan sekunder berupa stand pouch yang dilengkapi dengan label produk. HASIL. PEMBAHASAN. DAN DAMPAK Kegiatan Pemberdayaan kepada Masyarakat ini telah dilaksanakan pada UMKM Rendang Yen Kota Payakumbuh diantaranya adalah: Inovasi Produk Rendang Ubi UMKM Rendang Yen telah melakukan inovasi pada dua aspek utama, yaitu inovasi produk dan inovasi proses. Inovasi produk dilakukan melalui pengembangan varian rendang berbahan dasar ubi singkong yang dipadukan dengan ikan bada kering. Varian ini menjadi alternatif baru bagi pencinta kuliner rendang, melengkapi varian yang sudah ada seperti rendang daging, ayam, jamur, belut, dan telur. Inovasi Produk Rendang (Mutia Elid. | 175 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Inovasi produk dilakukan terhadap varian rasa sebagai antisipasi kejenuhan pasar terhadap bahan baku dan cita rasa rendang yang monoton, dimana dilakukan penggunaan bahan baku utama selain daging yaitu ubi singkong yang dikombinasikan dengan Au ikan bada keringAy. Bahan baku inovasi yang digunakan seperti pada Gambar 1. Gambar 1. Bahan baku inovasi ubi goreng dan ikan bada kering Menurut Etges & Cortimiglia . , inovasi produk merupakan kegiatan yang penuh risiko dan tantangan, dengan potensi kegagalan pasar yang tinggi. Inovasi dan risiko merupakan dua hal yang tidak terpisahkan, karena itu perusahaan yang berorientasi pada inovasi perlu secara aktif memantau dan mengelola potensi risiko untuk meminimalkan dampak negatifnya. Namun demikian. Hannachi . menekankan pentingnya inovasi agar industri tetap bertahan dan berkembang di tengah pesatnya perubahan teknologi, meningkatnya tuntutan konsumen, dan kebutuhan akan kualitas produk yang lebih baik. Lebih lanjut. Narver, et al . , sebuah bisnis perlu bersikap proaktif dan responsif terhadap pasar untuk berhasil meluncurkan produk Hal ini karena orientasi pasar proaktif berfokus pada pemenuhan kebutuhan yang diungkapkan oleh pelanggan. Inovasi Proses Inovasi proses yang diterapkan dalam pembuatan rendang ubi dilakukan sejak tahap awal, yaitu pemilihan bahan baku. Tidak semua jenis ubi singkong sesuai digunakan sebagai bahan dasar rendang. Oleh karena itu. UMKM Rendang Yen memilih ubi varietas Dumai karena memiliki karakteristik yang mendukung kualitas produk akhir. Menurut Devy, et al. , ubi varietas Dumai memiliki panjang umbi sekitar 30Ae40 cm, warna daging umbi putih kekuningan, kadar HCN yang rendah . ,17 mg/100. , serta kandungan pati yang tinggi . ,5%). Inovasi selanjutnya dilakukan pada tahapan pengolahan ubi, yaitu dengan merebus ubi hingga setengah matang. Perlakuan ini menyebabkan pregelatinisasi pati, yaitu proses Inovasi Produk Rendang (Mutia Elid. | 176 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. pembengkakan granula pati akibat pemanasan, yang membuat tekstur ubi menjadi lebih empuk setelah digoreng dan cocok untuk dijadikan rendang. Setelah direbus, ubi dipotong dadu berukuran 1,5 y 1,5 cm, lalu digoreng hingga garing dan pati mengembang sempurna. Menurut Palupi, et. , perlakuan pregelatinisasi pada suhu sekitar 90AC menyebabkan air terserap ke dalam granula pati, sehingga granula membengkak. Pemanasan juga melemahkan ikatan hidrogen dalam granula, membuatnya membesar secara irreversibel. Proses ini melemahkan ikatan antara rantai amilosa dan amilopektin, menghasilkan struktur granula yang lebih lunak dan tidak dapat kembali ke bentuk semula. Dengan tahapan proses ini, rendang ubi yang dihasilkan memiliki tekstur yang empuk, rasa yang khas, dan nilai jual yang lebih tinggi sebagai produk inovatif. Inovasi proses selanjutnya dilakukan pada waktu penambahan ubi goreng, yaitu setelah santan mengeluarkan minyak atau terbentuk blondo. Pada tahap ini, dilakukan juga penambahan minyak kelapa yang berfungsi sebagai media penghantar panas, sekaligus memberikan tekstur yang garing dan keempukan pada rendang ubi. Setelah itu, ditambahkan ikan bada kering sebagai sumber protein dan penambah cita rasa khas. Pada tahap akhir pemasakan, dimasukkan irisan bawang merah, yang berfungsi meningkatkan aroma dan rasa rendang. Semakin lama proses pemasakan berlangsung, semakin banyak minyak alami yang keluar dari santan, yang berkontribusi pada cita rasa gurih khas rendang. Untuk menghasilkan rendang berkualitas, proses pemasakan minimal dilakukan selama 4 jam, guna memastikan minyak keluar sempurna dan tekstur rendang mencapai tingkat kekeringan yang diinginkan. Proses pemasakan rendang ubi secara umum dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Proses pemasakan rendang ubi Menurut Choe dan Min . , ketika dilakukan proses penggorengan akan berpengaruh terhadap sifat sensoris dan kandungan nutrisi produk. Zhang et al. menambahkan bahwa ada dua proses utama yang terjadi selama proses penggorengan, yaitu pemasakan dan dehidrasi. Inovasi Produk Rendang (Mutia Elid. | 177 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Pemasakan akan merangsang reaksi kimia seperti gelatinisasi pati, denaturasi protein, reaksi Maillard, serta karamelisasi. Proses dehidrasi terjadi karena penggorengan dilakukan pada suhu di atas 100 AC, akan menyebabkan penguapan air dari bahan pangan. Penambahan minyak dalam proses pemasakan rendang ubi berfungsi sebagai media perpindahan panas, sekaligus membantu mematangkan ubi hingga menghasilkan tekstur yang Menurut Taufik dan Yoni . , metode penggorengan yang digunakan adalah deep frying, yaitu menggoreng menggunakan minyak dalam jumlah banyak hingga seluruh bagian ubi terendam sempurna. Setelah rendang matang, dilakukan proses penyaringan dan pengepresan minyak guna memperpanjang daya simpan dan meningkatkan kualitas produk akhir. Proses pengepresan minyak tersebut ditunjukkan pada Gambar 3. Gambar 3. Penyaringan dan pengepresan minyak Rendang ubi selanjutnya dilakukan pengemasan menggunakan kemasan standing pouch berat 200 gr dan kemasan plastik Poli propilen (PP). Kegiatan pengemasan seperti pada Gambar Rendang Ubi Pengisian Rendang ubi kemasan Gambar 4. Pengemasan Rendang Ubi Inovasi Produk Rendang (Mutia Elid. | 178 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Inovasi kemasan dirancang untuk memenuhi kebutuhan traveler dan pekerja kantoran, dengan ukuran kemasan praktis seberat 200 gram, yang juga cocok dikonsumsi sebagai camilan. Produk telah dilengkapi dengan label dan legalitas resmi, sehingga memenuhi standar Melalui inovasi ini, diharapkan UMKM Rendang Yen dapat menjadi lebih kompetitif dan relevan di pasar lokal maupun global. Evaluasi kegiatan Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengukur sejauh mana inovasi produk dan proses yang telah diterapkan memberikan dampak positif dan relevansi terhadap kebutuhan mitra, sekaligus mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki pada tahap berikutnya. Berdasarkan hasil kuisioner, 100% responden menyatakan bahwa kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan keterampilan dan pendapatan mitra. Produk rendang ubi, yang sebelumnya belum ada, kini berhasil dikembangkan sebagai produk baru sekaligus bentuk diversifikasi usaha rendang bagi UMKM. Menurut Melisusantibeli, et al. , inovasi dalam produk, proses, dan model bisnis sangat penting untuk menciptakan nilai tambah dan diferensiasi produk. Strategi yang efektif dalam mendorong inovasi mencakup penguatan kreativitas serta keterlibatan seluruh elemen usaha, termasuk karyawan. Studi kasus yang ada menunjukkan bahwa pelaku usaha yang memprioritaskan inovasi memiliki peluang besar untuk meraih kesuksesan, selama tetap memperhatikan umpan balik konsumen dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. KESIMPULAN Pelaksanaan inovasi produk dan proses pada UMKM Rendang Yen, yang didukung oleh kegiatan pelatihan dan pendampingan intensif, serta partisipasi aktif mitra terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta produktivitas mitra. Rendang ubi telah diproduksi sebanyak 34 kg /minggu. Keberhasilan pengembangan produk baru berupa rendang ubi yang diperkaya dengan 'bada kariang' sebagai sumber protein hewani dan kalsium, serta bumbu rempah sebagai sumber antioksidan dan antimikroba, menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan nilai gizi, daya simpan yang lebih baik, tetapi juga lebih kompetitif di pasar yang terus berubah. UMKM Rendang Yen tidak sekadar bertahan, tetapi juga menjawab tuntutan pasar yang semakin kompleks baik dari sisi kesehatan, keberlanjutan, maupun diferensiasi Dengan demikian, program ini telah mendorong UMKM menjadi lebih inovatif, adaptif, dan tangguh, untuk dapat bertahan dan tumbuh di tengah disrupsi Inovasi Produk Rendang (Mutia Elid. | 179 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. UCAPAN TERIMAKASIH Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan dana dari Ditjen Diktiristek melalui DRTPM. Direktur beserta Kepala P3M Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh atas dukungan fasilitas sarana prasarana. Ucapan terima kasih dan apresiasi diberikan kepada berbagai pihak yang telah turut serta dalam membantu terlaksananya program pengabdian sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik, yaitu kepada Tim Dosen Pelaksana Kegiatan, mahasiswa pembantu lapangan, serta UKM Rendang Yen yang kooperatif dan antusias dalam pelaksanaan kegiatan. DAFTAR PUSTAKA