Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6. p-ISSN : 2655-657X http://jurnal. id/index. php/IJEC Membangun Dasar yang Kuat: Pelaksanaan dan Tantangan Asesmen pada Fase Fondasi Ima Cahyani Syafitri1. Mardiyana Faridhatul Anawaty2. Titin Faridatun NisaAo3 1,2,3 Universitas Trunojoyo Madura. Indonesia Email Korespondensi : imacahyanisyafitri@gmail. ABSTRAK Asesmen pada kurikulum merdeka membebaskan setiap lembaga untuk merencanakan dan merancang instrumen asesmen yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak dan kebutuhan masing-masing sekolah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis praktik asesmen dan kendala yang guru hadapi. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang merujuk pada paradigma fenomenologi. Penelitian ini dilaksanakan pada lembaga TK YKK 01 Kabupaten Bangkalan yang melibatkan kepala sekolah dan guru pada bulan Agustus-Desember Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi partisipasi dan Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman yaitu pengumpulan data . ata collectio. , reduksi data . ata reductio. , penyajian data . ata displa. , penarikan kesimpulan dan verifikasi data . onclusion drawing and verificatio. Hasil dari penelitian mengenai pelaksanaan dan tantangan asesmen pembelajaran fase fondasi yaitu guru menggunakan ceklis dan hasil karya dalam pelaksanaan asesmen dan pada waktu tertentu menggunakan instrument catatan anekdot. Tantangan yang dihadapi oleh guru, pertama, karakteristik anak yang berbeda-beda sehingga berpengaruh terhadap hasil asemen, kedua, mengkomunikasikan hasil assesmen untuk menyelaraskan presepsi guru dengan orangtua. Rekomendasi penelitian ini, guru dapat meningkatkan durasi penggunaan instrument asesmen selain ceklis dan hasil karya yang disesuaikan dengan kebutuhan anak dan dapat meningkatkan penggunaan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis data asesmen sehingga membantu dalam memantau perkembangan anak secara lebih efisien dan memudahkan komunikasi dengan orangtua. Kata kunci: Pelaksanaan Dan Tantangan. Asesmen. Fase Fondasi Building a Strong Foundation: Implementation and Challenges of Assesment in the Foundation Phase ABSTRACT Assessment in the independent curriculum frees each institution to plan and design assessment instruments that are appropriate to the stages of child development and the needs of each The purpose of this study was to analyze assessment practices and obstacles faced by This type of research uses a qualitative research method that refers to the phenomenological paradigm. This research was conducted at the YKK 01 Kindergarten institution in Bangkalan Regency involving the principal and teachers in August-December Data collection techniques were by interview, participant observation and The data analysis technique used the Miles and Huberman model, namely data collection, data reduction, data display, conclusion drawing and data verification. The results of the study regarding the implementation and challenges of the foundation phase learning assessment were that teachers used checklists and work results in implementing the assessment and at certain times used anecdotal notes instruments. The challenges faced by teachers, first. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X the different characteristics of children so that they affect the assessment results, second, communicating the assessment results to align teacher perceptions with parents. This research recommends that teachers can increase the duration of use of assessment instruments other than checklists and work results that are tailored to children's needs and can increase the use of technology to collect, store, and analyze assessment data so as to help monitor children's development more efficiently and facilitate communication with parents. Keywords: Implementation and Challenges. Assesment. Foundation Phase Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. A Tahun Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini PENDAHULUAN Pendidikan adalah kebutuhan seseorang yang harus dipenuhi dalam mengasah pengetahuan, keterampilan, budi pekerti, dan karakter setiap peserta didik. Pendidikan sangat dibutuhkan oleh manusia, karena mereka akan mempertahankan hidupnya melalui dengan cara berpikir dan cerdas dalam mengambil keputusan. Pngajaran harus terus menerus ditempuh, karena hasil yang memuaskan tidak akan datang secara instan. Dampak dari Pendidikan akan dirasakan oleh individu dan dapat berpengaruh kepada keluarga juga masyarakat sekitar serta berpengaruh terhadap kemajuan bangsa dan negara. Oleh karena itu, pemenuhan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan dan juga pemerintah. (Daryanto. Pendidkan merupakan hal dinamis dari waktu ke waktu seperti perubahan kurikulum. Kurikulum adalah pedoman satuan Pendidikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pada tahun 2024 sudah diresmikan untuk mengimpolementasikan kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka merdeka merupakan kurikulum yang membebaskan satuan Pendidikan dalam mewujudkan pembelajaran bermakna dan efektif dalam meningkatkan keimanan, keimanan yang mendalam kepada Tuhan, dan perilaku yang baik serta menumbuhkembangkan kreativitas, sensitivitas, dan inisiatif siswa sebagai pelajar yang mempunyai nilai Pancasila, (Kemendikbud 2. Lembaga PAUD merupakan jenjang pendidikan sebelum pendidikan dasar yang bertujuan untuk membina anak sejak lahir hingga usia enam tahun. (Kemendikbud 2. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan rangsangan pendidikan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mental anak, sehingga mereka siap melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Fokus utama PAUD adalah membangun dasar bagi perkembangan anak, mencakup aspek fisik . oordinasi motorik halus dan kasa. , kognitif . erpikir, kreativitas, kecerdasan emosional, dan spiritua. , sosial emosional . ikap, perilaku, dan agam. , serta kemampuan bahasa dan komunikasi, sesuai dengan tahapan dan karakteristik perkembangan siswa. (Widodo, 2. Pendidikan anak usia dini adalah upaya dalam mengasah keterampilan serta menstimulus perkembangan anak yang disebut dengan Aumasa emasAy adalah tahap yang sangat menentukan bagi pembentukan individu seutuhnya, di mana lebih dari 100 miliar sel otak siap dirangsang untuk mengoptimalkan kemampuan anak secara maksimal. (Rijkiyani. Syarifuddin, and Mauizdati 2. PAUD merupakan pendidkan yang menstimulus pengetahuan dan keterampilan peserta didik agar siap memasuki Pendidikan selanjutnya (UU RI, 2. Kurikulum merupakan suatu rancangan komprehensif yang berisi tujuan pembelajaran, materi pelajaran, dan metode pengajaran yang terstruktur. Kurikulum ini berfungsi sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pendidikan Kurikulum merupakan bagian terpenting dari sebuah proses pembelajaran. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Kurikulum mencakup seluruh tahapan proses pembelajaran, mulai dari tahap perkenalan materi hingga tahap evaluasi akhir. Kurikulum sebagai jantung atau isi pendidikan karena proses belajar mengajar berpedoman pada kurikulum yang menyediakan pengalaman untuk perubahan perilaku peserta didik dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran. (Hayati and Iqbal Kurikulum merdeka fase fondasi mengajarkan anak untuk mengeskplorasi lingkungan yang ada di sekitar sesuai dengan STTPA melalui bermain sambil belajar. Kurikulum merdeka memiliki keterkaitan yang erat dengan konsep Merdeka Belajar. Merdeka Belajar adalah sebuah reformasi pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih fleksibel, relevan, dan berpusat pada peserta didik. Kebijakan ini memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum dan metode pembelajaran yang inovatif, sehingga dapat mengakomodasi keberagaman potensi dan minat peserta didik. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. (Retnaningsih & Khairiyah, 2. Struktur Kurikulum Merdeka PAUD dirancang untuk memfasilitasi perkembangan holistik anak melalui pendekatan bermain yang menyenangkan. Kurikulum ini berfokus pada tiga capaian pembelajaran yang saling melengkapi, dan diimplementasikan secara terpadu dalam berbagai aktivitas bermain, meliputi: . nilai-nilai agama dan budi pekerti, bertujuan untuk membentuk moral dan karakter anak. penguatan jatidiri, membantu anak mengenali identitas diri, mengembangkan keterampilan sosial-emosional, serta melatih kemampuan fisikmotorik . pengenalan literasi dan STEAM berfokus pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan anak, termasuk kemampuan bahasa dan kognitif. Semua elemen tersebut dirancang untuk menumbuhkan sikap positif dalam belajar dan mempersiapkan anak memasuki jenjang pendidikan dasar. (Daulay and Fauziddin 2. Capaian pembelajaran anak perlu dilakukan asesmen oleh guru untuk memantau perkembangan anak secara individual. Penilaian merupakan rangkaian kegiatan sistematik yang bertujuan mengumpulkan data mengenai perkembangan peserta didik untuk merumuskan kesimpulan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Asesmen tidak hanya mengukur hasil belajar peserta didik, namun untuk mengetahui tingkat kemampuan tumbuh kembang dan minat anak. Hasil Asesmen dapat membantu guru dalam memberikan stimulasi sesuai dengan kebutuhunan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. (Muktamar. Ardianto, and Ariswanto 2. Asesmen adalah bagian penting dari proses pendidikan adalah sebuah bagian penting dan krusial dari proses pendidikan. Penilaian adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa, bukan hanya sekedar memberikan umpan balik. Oleh karena itu, evaluasi sebagai strategi untuk melakukan riset yang lebih mendalam agar pembelajaran . menjadi lebih baik dan sesuai di setiap sekolah. (Jannah and Hasanah 2. Asesmen sangat penting dilakukan karena guru akan memahami kemampuan dan kebutuhan individu agar bisa memberikan pembelajaran yang efektif sesuai dengan kebutuhan. Asesmen yang dilakukan secara objektif dan adil memberikan data yang valid, baik peserta, guru, maupun sekolah dapat bisa memutuskan kebijakan yang tepat dengan menggunakan hasil asesmen yang kemudian terdapat tindak lanjut sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai. (Hibana, dkk. Peneliti tertarik untuk mengambil judul mengenai pelaksanaan dan tantangan asesmen pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada fase fondasi, dikarenakan pembaruan kurikulum merdeka membebaskan setiap lembaga untuk merencanakan dan merancang instrumen asesmen yang disesuaikan dengan perkembangan anak dan kebutuhan masing-masing sekolah, maka guru pada praktik asesmen pembelajaran, mempunyai tantangan dalam pelaksanaan Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Meskipun banyak penelitian mengenai asesmen pembelajaran, namun masih ada ruang untuk menggali lebih dalam terkait tantangan yang spesifik dihadapi guru di fase fondasi Pada fase fondasi merupakan fase untuk menciptakan karakter anak dan berkaitan dengan perkembangan di tahap selanjutnya. Dari hasil asesmen tersebut, dapat djadikan acuan untuk memberikan tindak lanjut agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. (Eko, 2. Menurut Mukhti dan Pangestu . berpendapat bahwa dari hasil asesmen, guru dan orangtua dapat menstimulasi aspek perkembangan anak sesuai kebutuhan secara optimal. Namun berdasarkan hasil wawancara peneliti tahap pertama terhadap guru, terdapat tantangan dalam melakukan Maka dari itu, peneliti ingin mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan dan tantangan asesmen pembelajaran yang dihadapi guru pada fase fondasi. (Mukhti dan Pangestu. METODE Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang lebih mendalam dan fleksibel dibandingkan dengan penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan pengalaman subjek penelitian terkait fenomena sosial tertentu. (Rivki et al. Penelitian kualitatif adalah penelitian untuk memahami fenomena sosial yang disajikan dengan uraian yang rinci dari informan secara (Fiantika 2. Peneliti menggunakan Penelitian kualitatif karena ingin menggali makna dan pengtahuan mendalam terkait pelaksanaan dan tantangan asesmen pembelajaran fase fondasi dengan pendekatan fenomenologi. Menggunakan pendekatan fenomenologi dikarenakan sejalan dengan fokus penelitian dimana untuk memahami pengalaman hidup seseorang. (Syahrizal and Jailani 2. Penelitian ini dilaksanakan pada lembaga TK YKK 01 Kabupaten Bangkalan yang melibatkan kepala sekolah dan guru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember Teknik pengumbulan data dengan . Wawancara, yaitu mengajukan pertanyaan secara langsung kepada informan terkait topik penelitian. (Fiantika 2. Observasi, yaitu Proses pengamatan sistematis terhadap perilaku manusia, fenomena alam, atau sampel penelitian yang berukuran kecil. (Anggito & Setiawan. Dokumentasi, yaitu berbentuk dokumen data tertulis yang disimpan oleh pihak Lembaga PAUD serta dokumen lainnya berbentuk gambar contohnya seperti foto. Ischak et al. , . Analisis data kualitatif ini mengikuti pendekatan Miles and Huberman (Abdussamad, 2. yaitu, . Mengumpulan data . ata collectio. Reduksi data . ata reductio. Penyajian data . ata displa. Penarikan kesimpulan dan verifikasi data . onclusion drawing and verificatio. Proses analisis ini bersifat interaktif dan berkelanjutan hingga mencapai titik jenuh data. HASIL DAN PEMBAHASAN Pertama, menjabarkan pemahaman kepala sekolah dan guru kelompok B1 sekaligus dengan guru kelompok B2 mengenai asesmen pembelajaran. Tabel wawancara yang diperoleh sebagai berikut: Tabel 1: Wawancara dengan kepala sekolah, guru kelompok B1, dan guru kelompok B2 Subjek Argumen Kepala AuAsesmen yang telah dilakukan di TK YKK 1 Bangkalan ini mulai dari asesmen Sekolah diagnostik, formatif, dan sumatif. Asesmen diagnostic dilakukan untuk mengetahui cara belajar anak sehingga guru dapat memposisikan dikelas bagaimana gaya belajar anak. Asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran. Dan asesmen sumatif dilakukan sebagai dasar pelaporanAy Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Subjek Guru Kelompok Guru Kelompok Argumen AuAsesmen merupakan penialain yang dilakukan oleh guru kepada anak dengan tujuan untuk memahami sejauh mana kemampuan anak dalam setiap aspek perkembanganAy AuAsesmen adalah penilaian untuk mengetahui perkembangan anak. Disini biasa menggunkan ceklis dan hasil karya, disaat tertentu kami menggunakan catatan anekdotAy Dari hasil wawancara yang diperoleh, kepala sekolah dan guru sudah memahami konsep dasar, tujuan serta manfaat asesmen. Asesmen merupakan suatu proses evaluasi yang penting dalam lembaga pendidikan anak usia dini untuk mengukur tingkat perkembangan anak, mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, minat, dan gaya belajar anak, sehingga dapat dirancang program pembelajaran yang efektif untuk mendukung perkembangan optimal anak. (Putri. Asesmen pembelajaran anak usia dini tentunya memiliki tujuan dan manfaat, yaitu untuk memantau dan menilai pertumbuhan serta perkembangan anak agar dapat memberikan program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu anak. (Parmiti, 2. Guru menggunakan jenis asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Asesmen diagnostik merupakan asesmen pada awal kegiatan pembelajaran. Guru menilai kelemahan dan kemampuan anak agar dapat menyesuaikan kebutuhan dan gaya belajar anak didik. Asesmen formatif adalah penilaian pada kegiatan pembelajaran berlangsung untuk menilai setiap tahap perkembangan anak dan dapat diperbaiki proses pembelajaran jika ada yang perlu diperbaiki. Selanjutnya asesmen sumatif adalah asesmen yang dilakukan oleh guru pada saat akhir semester. Guru menilai pencapaian yang diperoleh anak didik. (Fatmawati. Yahya, and Sentaya 2. Guru melakukan asesmen kepada anak menggunakan instumen penilaian yang sesuai dengan kurikulum merdeka saat ini dan yang paling sering dilaksanakan yaitu hasil karya, ceklis, dan sewaktu-waktu menggunakan catatan anekdot. Instrumen asesmen pembelajaran anak usia dini yaitu, ceklist atau centang, catatan anekdot . atatan bermakn. , foto berseri . ahapan kegiata. , dan hasil karya (Setiawan. Hasil wawancara yang didapat, yaitu kepala sekolah yakin dengan kemampuan para guru yang ada di TK YKK 1. TK YKK 1 adalah sekolah penggerak di kabupaten bangkalan sejak tahun 2022 dan telah melaksanakan kurikulum merdeka sejak saat itu. Dalam merancang asesmen, kepala sekolah mengadakan komunitas belajar setiap minggunya dan biasa dilakukan hari sabtu atau hari lainnya jika kepala sekolah tidak bisa hadir karena ada ada kegiatan yang Kombel atau komunitas belajar ini bertujuan untuk menyelaraskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai oleh anak, kemudian dilaksanakan pendidik di kelas masing-masing. Pendidik menginterpretasikan hasil asesmen yang diperoleh dari masing-masing anak didik. Proses pelaporan dilakukan kepada orang tua dan kepala sekolah agar kepala sekolah juga mengetahui kemampuan anak didik. Kemudian, proses tindak lanjut dari hasil assesmen dilakukan oleh guru berdasarkan ketercapaian perkembangan pada masing-masing anak artinya guru memberikan stimulus yang berbeda sesuai dengan kebutuhan setiap anak. Tindak lanjut hasil penilaian sangat esensial dikarenakan pendidik bisa memantau perkembangan anak didik dan mendiskusikannya dengan orangtua dan melakukan kerjasama antar orangtua dan guru agar anak mendapat stimulus yang maksimal. Selain itu, guru bisa mengevaluasi program pembelajaran di sekolah agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setiap anak selaras dengan tujuan Pendidikan. (Primanisa and Jf 2. Kedua, menjabarkan hasil wawancara yang diperoleh dari guru kelompok B1 dan guru kelompok B2 mengenai tantangan yang dihadapi guru dalam pelaksanaan asesmen Tabel wawancara yang diperoleh sebagai berikut: Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Subjek Tabel 2: Wawancara dengan guru kelompok B1, dan guru kelompok B2 Argumen Guru Kelompok AuTantangan yang saya hadapi adalah dalam pelaporan hasil asesmen dengan orangtua dari semua anak didik saya yang berbeda-beda. Sehingga Ketika berkomunikasi dengan orangtua ada yang harus dipertimbangkan seperti latar belakang keluarga. Komunikasi dengan orangtua untuk menyampaikan ketercapaian perkembangan anak . elebihan dan kekurangan ana. Guru Kelompok AuTantangan pelaksanaan assesmen yaitu dari karakteristik anak yang berbeda-beda. Guru perlu untuk memperhatikan kebutuhan pada masing-masing anak sehinga kegiatan assesmen dapat terlaksana dengan baikAy Dapat disimpulkan bahwa hasil wawancara yang diperoleh dari guru kelompok B1 dan guru kelompok B2 menjelaskan bahwa tantangan yang paling sering dihadapi dalam pelaksanaan asesmen adalah dari karateristik masing-masing anak serta mempunyai latar belakang keluarga yang berbeda. Semua anak berbeda-beda. Masing-masing punya cara belajar dan minat yang Peran guru disini sangat penting dalam menentukan proses pembelajaran. (Sanjaya et al. Saat proses pembelajaran, anak melakukan berbagai aktivitas yang telah dirancang oleh Selanjutnya guru akan melakukan asesmen untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran saat itu. Hasil asesmen tersebut akan diinterpretasikan atau menjadi acuan untuk mengetahui kebutuhan anak di kegiatan selanjutnya. Proses pelaporan hasil asesmen dilakukan secara rutin yang melibatkan guru, orangtua, dan anak. Komunikasi yang efektif yaitu melibatkan seluruh komponen Pendidikan seperti guru, anak, maupun orangtua. Komunikasi yang dibagun oleh guru, anak, dan orang tua dilakukan secara rutin baik secara tatap muka atau melalui daring dengan proses yang nyaman (Triwardhani et al. Perbedaan latar belakang keluarga siswa menciptakan dinamika yang beragam dalam proses pembelajaran, sehingga muncul tantangan terhadap pendidik. Perlu adanya peran orangtua baik ibu maupun ayah dalam memenuhi kebutuhan anak. Selain itu, orangtua juga mempunyai tanggung jawab untuk mendidik, mengajari, dan mengarahkan. Peran orang tua tidak hanya mendidik dikarenakan hampir setiap waktu anak selalu bersama dengan orangtua dan itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. (Fitriani Dzulfadhilah et al. Dari latar belakang keluarga yang berbeda, anak juga memiliki perkembangan yang berbeda pula seperti perbedaan kelebihan dan kekurangan anak. Guru perlu mempertimbangkan hal tersebut saat berkomunikasi dengan orangtua. Guru perlu adanya komunikasi dua arah dengan orangtua agar saling memahami dan guru menyertakan dokumentasi seperti foto dan video saat pembelajaran dikelas sehingga orangtua juga mengetahui kegiatan anak saat di sekolah. Selain itu, dengan adanya dokumentasi tersebut bisa menjadi salah satu dokumen autentik dalam pelaksanaan assesmen. Asesmen autentik sangat penting dilakukan untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kegiatan pembelajaran, dikarenakan tahapan pertumbuhan dan perkembangan tersebut perlu perhatian lebih agar berdampak positif kepada anak didik, kepada guru pendidik, maupun kepada orangtua peserta didik. (Hidayat and Andriani 2. Berikut ini dokumentasi pelaksanaan asesmen dan instrument asesmen yang dilaksanakan di TK YKK 1 Bangkalan Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Gambar 1. Pelaksanaan asesmen Gambar diatas merupakan pelaksanaan yang dilakukan guru pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Guru melakukan asesmen formatif dalam menilai kemampuan anak dalam menyelesaikan kegiatan yang diperintahkan oleh guru. Anak-anak sangat antusias sekali dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru karena sangat kreatif dan menarik. Gambar 2. Asesmen ceklis Gambar diatas merupakan dokumentasi asesmen ceklis yang dilakukan oleh guru pada bulan Oktober 2024. Pada saat itu. TK YKK 1 belajar topik ciptaan Allah SWT mengenai tumbuhan berbuah. Guru memberi ceklis pada kolom M . jika anak sudah sesuai dengan capaian pembelajaran, dan sebaliknya guru akan memberi ceklis pada kolom BM . elum muncu. jika anak masih memerlukan bantuan guru dalam menyelesaikan suatu Gambar 3. Asesmen hasil karya Gambar diatas adalah dokumentasi asesmen hasil karya yang dilakukan oleh guru pada bulan agustus 2024. Ketika itu. TK YKK 1 belajar topik keluargaku terkait ibu. Guru mendokumentasikan peserta didik setelah selesai membuat kartu ungkapan kasih sayang kepada orangtua. Guru memberikan keterangan M . jika anak sudah sesuai dengan Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X capaian pembelajaran. Sebaliknya, guru akan memberi keterangan BM . elum muncu. jika anak masih memerlukan bantuan guru dalam menyelesaikan kegiatan. SIMPULAN TK YKK 1 Bangkalan merupakan salah satu sekolah penggerak sejak tahun 2022 dan telah mengimplementasikan kurikulum merdeka. Dalam pelaksanaan asesmen telah menerapkan asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif. Adapun instrument yang paling sering digunakan dalam proses pembelajaran yaitu ceklis dan hasil karya. Tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan asesmen, seperti karakteristik siswa, sehingga guru perlu memperhatikan kebutuhan setiap peserta didik. Selain itu, tantangan yang dihadapi oleh guru adalah berkomunikasi dengan orangtua dari latar belakang yang berbeda-beda. Pola komunikasi yang diterapkan oleh guru yaitu dengan dua arah. Hasil asesmen yang dilaporkan disertai dengan dokumentasi, seperti foto dan video saat proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran untuk praktik asesmen di sekolah yaitu guru dapat meningkatkan durasi penggunaan instrument asesmen selain ceklis dan hasil karya yang disesuaikan dengan kebutuhan anak yang berbeda-beda. Selain itu, guru dapat meningkatkan penggunaan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis data asesmen sehingga membantu dalam memantau perkembangan anak secara lebih efisien dan memudahkan komunikasi dengan orangtua. DAFTAR PUSTAKA