MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 EVALUASI SISTEM KAPITASI BERBASIS KOMITMEN PELAYANAN DI PUSKESMAS WUA-WUA KOTA KENDARI Evaluation Of Service-Based Capitation System Services In Wua-Wua Health Center Kendari City Musriani. Azlimin Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Mandala Waluya Kendari . @gmail. com, 0823-4309-4. ABSTRAK Kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan adalah penyesuaian besaran tarif kapitasi berdasarkan hasil penilaian pencapaian indikator pelayanan kesehatan perseorangan yang di sepakati berupa komitmen pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Standar pencapaian indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan yaitu meliputi Angka Kontak Ou 150 permil. Rasio Rujukan Rawat Jalan Non Spesialistik < 5%, dan Rasio Peserta Prolanis Rutin berkunjung ke FKTP Ou 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan serta mengevaluasi Sistem Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan di PuskesmasWua-Wua Kota Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam. Informan pada penelitian ini berjumlah 4 orang yakni Kepala Tata Usaha. Bendahara BPJS. Pelaksana Program Prolanis dan PTM, dan 1 orang Dokter Umum yang di pilih dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Puskesmas Wua-Wua belum mencapai target, hal ini karena Angka Kontak Puskesmas Wua-Wua belum mencapai target pada zona aman dan rasio Peserta Prolanis Rutin Berkunjungke FKTP mencapai target pada zona aman. Diharapkan kepada Kepala Puskesmas Wua-Wua agar dapat melakukan optimalisasi penggunaan sarana kesehatan, agar kegiatan promotif dan preventif khusus kegiatan Prolanis dan kunjungan rumah dapat berjalan dengan optimal. Kata Kunci : Evaluasi, sistem KBK, angka kontak ABSTRACK Capitation based on fulfilling service commitments is an adjustment of the capitation rate based on the results of the evaluation of the achievement of individual health service indicators which are agreed in the form of commitment to first-level health facility services. The standard of achievement of the Service Commitment-Based Capitation indicator includes the Number of Contacts Ou 150 permil, the Referral Ratio for Non-Special Outpatient <5%, and the Prolanis Participant Ratio Routinely Visiting FKTP Ou 50%. This study aims to find out and explain and evaluate the Capitation System Based on Fulfillment of Service Commitments at Wua-Wua Health Center Kendari City. The type of research used is qualitative research with in-depth interviews. Informants in this study amounted to 4 people namely BPJS treasurer. Head of Administration. Prolanis and PTM Program Implementers, and 1 General Physician selected by means of purposive sampling. The results showed that the Service Commitment-Based Capitation System at Wua-Wua Community Health Center had not reached the target so that capitation payments were still 95%, this was because the Wua-Wua Community Health Center Contact Number had not reached the target in the safe zone and Routine Prolanis Participants visited FKTP safe zone. It is expected that the Head of Wua-Wua Health Center will beable to optimize the use of health facilities, so that special promotion and home visits can run optimally. Keywords : Evaluation. CBC system, number of contacts MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 PENDAHULUAN Tujuan pembangunan nasional sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 JKN, masih adanya kesenjangan adalah masyarakat yang adil dan makmur. kapasitas antar daerah . esiapan infrastruktur. Pembangunan nasional yang dimaksud salah database anggaran, dan SDM). Kesenjangan satunya yaitu pembangunan di bidang kesehatan yang terjadi sesama wilayah akan berdampak yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pada pelaksanaan program JKN ke depan. sehat bagi Berdasarkan BPJS Kesehatan . , setiap orang agar terwujud derajat kesehatan bahwa program JKN menitik beratkan pada masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai prinsip managed care, dimana terdapat empat investasi bagi pembangunan sumber daya pilar, yaitu manusia yang produktif secara sosial dan Prinsip ini difokuskan di Fasilitas Oleh sebab itu, negara bertanggung Kesehatan Tingkat Pertama, seperti Puskesmas, klinik, dan praktek dokter yang menjadi menyelenggarakan, membina, dan mengawasi gerbang utama peserta BPJS Kesehatan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata mengakses pelayanan kesehatan. Untuk dan terjangkau oleh masyarakat. Negara juga bertanggung jawab atas pelaksanaan jaminan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Puskesmas sebagai pusat pelayanan kemauan dan kemampuan hidup promotif, preventif, kuratif, dan FKTP harus di tingkatkan kesehatan masyarakat perseorangan primer Nasional dimana peran Puskesmas dimaknai sebagai gate merupakan salah satu bentuk perlindungan keeper atau kontak pertama pada pelayanan sosial di bidang kesehatan yang diselenggarakan kesehatan formal dan penakis rujukan sesuai Jaminan Badan Kesehatan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sejak 1 Januari 2014. Pengembangan upaya Kebijakan ini menjamin pemenuhan kebutuhan (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP) dasar kesehatan yang layak melalui penerapan sistem kendali mutu dan kendali biaya, dan diselenggarakan melalui mekanisme asuransi Kesehatan Nasional mulai Januari 2014 serta kesehatan sosial yang bersifat wajib bagi Namun. Republik kesehatan masyarakat Jaminan promotif dan preventif. Indonesia. Sejak diberlakukan Januari 2014. Puskesmas masih berfokus pada pendekatan implementasi kebijakan JKN dengan berbagai kuratif daripada preventif. Secara geografis. Puskesmas Wua-Wua terletak di Kecamatan Wua-Wua. Puskesmas manajemen dan penyedia layanan kesehatan Wua-Wua merupakan Puskesmas yang telah MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 Kapitasi Berbasis e- ISSN: 2622-7762 Jenis penelitian yang digunakan adalah Komitmen Pelayanan. Pelayanan primer dalam pelaksanaan JKN di Puskesmas Wua-Wua . ndepth masih belum optimal, hal ini dilihat dari studi pendahuluan yang dilakukan peneliti. Melihat hasil data pada bulan Desember 2019 untuk data pengetahuan informan mengenai pelaksanaan Angka Kontak (AK) 85,4% dengan indikator sistem KBK di Puskesmas Wua-Wua (Martha tidak tercapai. Rasio Rujukan Rawat Jalan Non dan Sudarti. Penelitian ini telah Spesialistik Puskesmas (RRNS) 0,1% Wua-Wua Kota indikator tidak tercapai dan Rasio Peserta Kendari. Penelitian telah dilaksanakan pada Prolanis rutin Berkunjung (RPPB) ke FKTP bulan Mei-Juni 2019. berjumlah 57,5% dengan indikator tercapai. Untuk sehingga pembayaran 90%. Pada bulan Januari kepentingan penelitian ini, maka di perlukan 2019 untuk data Angka Kontak (AK) 87,5% Pemilihan informan dengan cara dengan indikator tidak tercapai. Rasio Rujukan Rawat Jalan Non Spesialistik (RRNS) yaitu 0 menganggap bahwa informan yang diambil . dengan indikator tidak tercapai dan Rasio tersebut memiliki informasi yang diperlukan Peserta Prolanis rutin Berkunjung (RPPB) ke FKTP berjumlah 58,6% dengan indikator informan dalam penelitian yang akan dilakukan tercapai, sehingga pembayaran 90%. Standar ini yaitu: Informan biasa terdiri dari tiga orang yaitu: Bendahara BPJS. Kapitasi Berbasis Adapun Pelaksana Program Komitmen Pelayanan yaitu meliputi Angka Prolanis dan PTM, dan 1 orang Dokter Umum Kontak Ou 150 per mil. Rasio Rujukan Rawat serta informan kunci satu orang yaitu Kepala Jalan Non Spesialistik < 5%, dan Rasio Peserta Tata Usaha Puskesmas Wua-Wua. Dalam Prolanis Rutin Berkunjung ke FKTP Ou 50%. mengumpulkan data sehubungan dengan Berdasarkan uraian di atas, penting penulisan ini metode yang di gunakan dilakukan penelitian mengenai Evaluasi Sistem adalah penelitian lapangan . ield researc. KBK Jaminan Kesehatan Nasional Puskesmas Wua-Wua 2019. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan yaitu peneliti meninjau langsung tempat yang menjadi objek penelitian. menjelaskan serta mengevaluasi Sistem Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan di HASIL PENELITIAN Puskesmas Puskesmas Wua-Wua. Wua-Wua puskesmas induk non perawatan yang definitif BAHAN DAN METODE berdiri sejak 1 mei 2009 diatas lahan seluas . mx65,5. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 dibelakang Kantor Camat Wua-Wua. Jalan optimalnya koordinasi dan kejasama antara Anawai Kelurahan Anawai atau kurang lebih FKTP dengan FKTL sebagai sistem rujukan 500 meter dari Jl. Ahmad Yani poros Lepo- terselenggara sesuai dengan indikasi medis dan Lepo-Bandara. Berdasarkan hasil penelitian di Kecamatan Wua-Wua mempunyai 4 Kelurahan tetapi Wilayah kerja Puskesmas Wua-Wua Puskesmas Wua-Wua hanya mencakup 3 Kelurahan peroleh hasil mengenai indikator rasio rujukan yaitu Kelurahan Anawai dengan luas wilayah 3 km . Kelurahan Wua-Wua rawat jalan non spesialistik sebagai berikut, dengan luas wilayah 5,89 km2. Kelurahan Mataiwoi dengan luas wilayah 3,2 Km2. Luas berbasis komitmen pelayanan di Puskesmas wilayah kerja secara keseluruhan menjadi 13,91 Wua-Wua, informan memaparkan mengenai Km . Sejumlah kompleks perumahan yang pencapaian target indikator rasio rujukan rawat tercakup dalam wilayah kerjanya adalah: BTN jalan kasus non spesialistik sudah mencapai Tunggala. Griya Permata Anawai di Kelurahan Dalam pelaksanaan Sistem Kapitasi Anawai dan perumahan Villa Ibis di Kelurahan Berbasis Komitmen Pelayanan di Puskemas Wua-Wua sedangkan Kelurahan Mataiwoi Wua-Wua, informan memaparkan mengenai tidak ada perumahan khusus. Sebagian besar hambatan yang dihadapi dalam pencapaian wilayah kerja merupakan daerah berbukit-bukit target indikator rasio rujukan rawat jalan kasus dengan sedikit dataran sehingga sebagian besar non spesialistik adalah pemahaman pasien rumah penduduk di bangun di daerah berbukit. tentang alur pelayanan rujukan yang masih Dalam pelaksanaan sistem kapitasi rendah karena pemahaman pasien masih rendah berbasis komitmen pelayanan terdapat target mengenai alur pelayanan rujukan di puskesmas. yang harus dicapai salah satunya adalah angka Rasio peserta prolanis rutin berkunjung kontak dengan target 150 permil. Dalam pelaksanaan sistem kapitasi berbasis komitmen pelayanan di Puskesmas Wua-Wua, informan penyakit kronis Kesehatan dan FKTP terhadap peserta prolanis. FKTP disepakati BPJS dihadapi dalam pencapaian target indikator Program angka kontak yaitu bahwa hambatan dalam (Prolani. adalah program yang dilaksanakaan pencapaian target indikator angka kontak dengan pendekatan proaktif dalam rangka adalah masyarakat memanfaatkan pelayanan pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan kesehatan dan mereka memanfaatkan pelayanan kesehatan hanya ketika jatuh sakit. Rasio Pengelolaan spesialistik adalah indikator untuk mengetahui Kronis yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal. Dalam Penyakit Puskesmas Wua-Wua, yang dilakukan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 belum ada pelatihan pelaksanaan Puskesmas Wua-Wua program prolanis tetapi pelaksana prolanis mengikuti buku panduan. Dalam pelaksanaan prolanis memerlukan fasilitas yang menunjang kunjungan rumah sebagai berikut: mengenai indikator rasio kegiatan prolanis yaitu tempat penyuluhan. Dalam pelaksanaan sistem Kapitasi tempat senam, sound system, layar LCD dan Berbasis Komitmen Pelayanan di Puskesmas Wua-Wua, informan memaparkan mengenai alat-alat Meskipun belum ada aturan yang mengatur bahwa kegiatan home visit atau kunjungan rumah belum terlaksana karena menunjang kegiatan prolanis dari pihak BPJS keterbatasan sumber daya manusia. Dalam Dalam pelaksanaan prolanis di Puskesmas Komitmen Pelayanan di Puskesmas Wua-Wua, memaparkan ketersediaan sarana dan prasarana informan memaparkan mengenai hambatan Wua-Wua, menunjang pelaksanaan prolanis di Wua-Wua Berbasis prasarana dalam pelaksanaan kegiatan prolanis melakukan kegiatan kunjungan rumah. Dalam Sistem Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Wua-Wua Kapitasi Puskesmas PEMBAHASAN Puskesmas Wua-Wua informan memaparkan Sistem Kapitasi Berbasis Komitmen mengenai target indikator rasio peserta prolanis Pelayanan adalah sistem penyesuaian besaran rutin berkunjung ke FKTP yang tarif kapitasi mencapai target 50%. Dalam FKTP komitmen pelayanan dalam rangka meningkatkan mutu Puskesmas Wua-Wua, informan memaparkan Pelaksanaan mengenai hambatan yang dihadapi dalam Berbasis Komitmen mencapai target indikator rasio peserta prolanis rutin berkunjung ke FKTP adalah penyebaran meliputi Angka kontak merupakan salah satu informasi yang belum merata. Rasio kunjungan rumah adalah indikator tambahan yang berupa kegiatan kunjungan rumah dengan pendekatan pemanfaatan pelayanan primer di Puskesmas keluarga untuk mencapai indeks keluarga Wua-Wua oleh peserta Jaminan Kesehatan sehat yang dilihat berdasarkan 12 indikator Nasional tanpa memperhitungkan frekuensi penanda status kesehatan sebuah kedatangan peserta dalam satu bulan, baik di Berdasakan dalam gedung maupun Sistem Kapitasi Pelayanan luar gedung MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 Pencapaian target indikator angka Tenaga kesehatan di Puskesmas Wua- kontak oleh FKTP terdiri dari target pada Wua juga menyadari bahwa pencapaian target zona aman dan zona prestasi. Target pada indikator angka kontak sulit dilakukan karena zona aman paling sedikit sebesar 150 per mil memiliki target yang cukup besar, yaitu 150 setiap bulan dan target pada zona prestasi Dari segi kuantitas, tenaga kesehatan di paling sedikit sebesar 250 per mil setiap Puskesmas Wua-Wua sudah memenuhi standar Indikator angka kontak Puskesmas Permenkes Nomor 75 tahun 2014 tentang Wua-Wua belum mencapai target pada zona Puskesmas. aman dalam tiga bulan berturut-turut yaitu dilaksanakan cukup banyak sehingga terjadi pada bulan Maret. April dan Mei 2019. Tren Hambatan adalah suatu hal yang bersifat bawah zona aman disebabkan oleh rendahnya melemahkan atau menghalangi yang berasal dari dalam. Hambatan yang dialami dalam kontak dengan FKTP, baik di dalam gedung pencapaian target indikator angka kontak maupun di luar gedung. Hal ini sesuai dengan Puskesmas Wua-Wua adalah hasil penelitian Hilma . menyebutkan manusia atau tenaga kesehatan yang terbatas bahwa angka kontak Puskesmas Glugur Darat dengan kegiatan atau beban kerja yang cukup Hal ini sesuai dengan penelitian Hilma disebabkan oleh kurangnya fungsi kontak . bahwa tercapainya indikator angka pertama karena rendahnya pemanfaatan peserta kontak dipengaruhi oleh ketersediaan sumber terdaftar untuk melakukan kontak komunikasi daya manusia atau tenaga Tidak tugas atau rangkap jabatan. sumber daya kesehatan dan metode atau perencanaan kegiatan. Puskesmas indikator angka kontak juga menyebabkan Namun. Wua-Wua tantangan dalam pencapaian target indikator diterima oleh Puskesmas Wua-Wua. Hal ini angka kontak. Tantangan sejalan dengan yang di kemukakan oleh Rahma . menyebutkan bahwa Puskesmas Juwana Masyarakat datang ke pelayanan mengalami pengurangan kapitasi tersebut adalah sudah merasakan indikator komitmen pelayanan tidak ada yang Seharusnya, puskesmas dimaknai sebagai gate memenuhi target pada zona aman. Dengan keeper atau kontak pertama pada pelayanan demikian, jika FKTP tidak dapat memenuhi kesehatan formal serta penguatan layanan target yang telah ditetapkan. BPJS Kesehatan kenyataannya hingga kini puskesmas masih sanksi berupa pengurangan Namun, pendekatan kuratif dan rehabilitatif. Oleh MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 karena itu. FKTP perlu memberikan promosi dan edukasi kepada peserta untuk berkunjung dikemukakan Leksana . bahwa rasio ke FKTP meskipun dalam keadaan sehat. rujukan rawat jalan kasus non spesialistik Hilma . juga mengemukakan bahwa dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu kemampuan dokter. Sejak sistem kapitasi tercapainya target indikator angka diterapkan rujukan lebih diperhatikan. Hal ini pengetahuan peserta tentang pelayanan di bertujuan agar puskemas tidak mengalami FKTP yang lebih penurunan kapitasi. Hal Peserta Selain Puskesmas Wua-Wua umumnya baru berkunjung ke FKTP jika memiliki strategi atau cara dalam memenuhi ingin berobat. Oleh karena itu. FKTP perlu target indikator rasio rujukan rawat jalan kasus memberikan promosi dan edukasi kepada non spesialistik. Pihak Puskesmas Wua-Wua peserta untuk berbondong-bondong datang ke memiliki kesepakatan dengan BPJS Kesehatan. FKTP meskipun dalam keadaan sehat. Rasio Rujukan Rawat Jalan rujukan yang Non diberikan oleh pihak puskesmas Wua-Wua. Spesialistik adalah indikator untuk mengetahui maka rujukan tersebut diberikan sebuah kode kualitas pelayanan di Puskesmas Wua-Wua atau tanda yang sudah disepakati dengan sehingga sistem rujukan terselenggara sesuai BPJS Kesehatan. Cara tersebut terbukti dapat indikasi medis dan kompetensinya. Pencapaian menekan angka rasio rujukan rawat jalan kasus target indikator rasio rujukan rawat jalan kasus non spesialistik di Puskesmas Wua-Wua. non spesialistik oleh FKTP terdiri dari target Rasio rujukan rawat jalan kasus non pada zona aman dan zona prestasi. Target pada zona aman sebesar kurang dari 5% setiap bulan mencapai target pada zona prestasi. Dalam dan target pada zona prestasi sebesar kurang mencapai target pada zona prestasi tersebut dari 1% setiap bulan. Rasio rujukan rawat jalan kasus non spesialistik Puskesmas Wua-Wua target indikator rasio rujukan rawat jalan pada bulan Maret. April dan Mei 2019 sudah kasus non spesialistik Puskesmas Wua-Wua mencapai target pada zona prestasi. Sejak memiliki tantangan, seperti pemahaman pasien sistem Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan mengenai alur pelayanan diterapkan di Puskesmas Wua-Wua, angka Pasien memaksa meminta rujukan dengan diagnosa penyakit yang masih bisa ditangani Dalam oleh FKTP. Puskesmas Wua-Wua mengalami Puskesmas terlepas dari Wua-Wua Pencapaian rujukan pasien. memenuhi target indikator rasio rujukan rawat jalan kasus non spesialistik di Puskesmas Wua- Wua, dokter dituntut untuk lebih selektif dan mengharuskan bertindak sesuai aturan. Hal ini memahami kompetensinya dalam memberikan sejalan dengan hasil penelitian Faulina . MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 merupakan kompetensi e- ISSN: 2622-7762 menunjang kegiatan prolanis dari pihak BPJS Kesehatan FKTP serta Puskesmas Wua-Wua sudah memadai. terdapat pasien yang meminta dirujuk dengan tetapi dalam pelaksaannya di Menurut Peraturan Bersama No. alasan terutama sugesti pasien yang lebih Tahun memercayai kompetensi dokter spesialis, hal Pelaksanaan Pembayaran Kapitasi Berbasis ini di dukung dngan penelitian Hilma Faiza Pemenuhan Komitmen Pelayanan pada FKTP, . yang menyebutkan bahwa rujukan kegiatan dalam pelaksanaan Prolanis meliputi kasus non spesialistik masih terjadi akibat kemauan pasien. FKTP Petunjuk Teknis kesehatan melalui pemeriksaan penunjang. Rasio peserta prolanis rutin berkunjung secara rutin . bat PRB). Kegiatan prolanis mengetahui kondisi atau keadaan pelayanan yang sudah dilaksanakan di Puskesmas Wua- penyakit kronis yang dapat dilihat dari bentuk Wua terdiri dari lima kegiatan yaitu. Edukasi di Puskesmas Wua-Wua sudah dilaksanakan. FKTP senam prolanis, home visit, dan pelayanan obat Prolanis Puskesmas Wua-Wua. Konsultasi medis di puskesmas sedemikian rupa sehingga pegawai Puskesmas Wua-Wua sudah optimal. Sesuai puskesmas memiliki komitmen dan tanggung jawab, mendukung dan bekerja sama, memiliki konsultasi medis memiliki jadwal konsultasi kemauan dan kemampua kerja, menyukai yang disepakati antara peserta prolanis dengan pekerjaan, menjadi pegawai yang baik, serta FKTP yaitu hari sabtu setelah senam di berusaha untuk mencapai tujuan puskesmas. Puskesmas Wua-Wua. Pemantauan kesehatan Pelaksanaan prolanis menggunakan pendekatan proaktif dilaksanakan secara terintegrasi dalam setiap hari sabtu setelah senam di Puskesmas rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta Wua-Wua. BPJS Kesehatan yang menderita prolanis terdiri dari pemeriksaan gula darah, kronis untuk mencapai kualitas hidup yang tekanan darah, dan berat badan. Senam Bentuk pelaksanaan prolanis adalah prolanis dilakukan setiap hari Sabtu setelah senam di Puskesmas Wua-Wua. Pelaksanaan pelatihan, tetapi dalam pelaksanaannya sudah home visit di Puskesmas Wua-Wua sampai Dalam saat ini belum terlaksana. Hal ini disebabkan pelaksanaan program prolanis memerlukan oleh belum adanya program di puskesmas, fasilitas yang menunjang kegiatan prolanis, meskipun belum ada aturan yang mengatur dilaksanakan setelah pemeriksaan kesehatan. Pelaksanaan Edukasi Panduan Praktis Sabtu di Prolanis Pemeriksaan BPJS, obat peserta MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 Pelayanan obat PRB dilakukan setiap hari kegiatan prolanis yang sudah terlaksana hanya Sabtu di Puskesmas Wua-Wua. Pelaksanaan terdiri dari empat kegiatan, seperti penyuluhan kegiatan prolanis di Puskesmas Wua-Wua belum berjalan sesuai dengan peraturan yang prolanis, dan pemberian obat. Kegiatan yang Dari belum terlaksana adalah konsultasi medis dan ditetapkan, hanya lima kegiatan prolanis yang home visit. Hal ini disebabkan oleh tata terlaksana di Puskesmas Wua-Wua, antara laksana kegiatan pada puskesmas berbeda-beda lain edukasi, konsultasi medis, pemeriksaan karena tidak ada SOP khusus untuk prolanis. kesehatan melalui pemeriksaan penunjang. Rasio kunjungan rumah merupakan senam prolanis, dan pelayanan obat secara rutin indikator tambahan khusus bagi puskesmas . bat dalam pemenuhan komitmen pelayanan berupa dilaksanakan adalah home visit. Hal serupa kegiatan kunjungan rumah dengan pendekatan juga dikemukakan oleh Sari . dengan keluarga yang bertujuan untuk mengetahui hasil penelitian di Sukoharjo bahwa kegiatan prolanis yang sudah terlaksana hanya terdiri Indikator tambahan dalam komitmen pelayanan berupa kegiatan kunjungan rumah PRB). Kegiatan kesehatan, pemeriksaan dengan pendekatan keluarga untuk mencapai prolanis, dan pemberian obat. Kegiatan yang Program Indonesia Sehat pada semua keluarga belum terlaksana adalah konsultasi medis dan di wilayah kerja puskesmas tanpa melihat home visit. Hal ini disebabkan oleh tata laksana peserta JKN atau bukan peserta JKN. Kegiatan kegiatan pada puskesmas berbeda-beda karena tidak ada SOP khusus untuk prolanis. keluarga sehat yang dilihat berdasarkan 12 Pencapaian peserta prolanis rutin berkunjung ke FKTP indikator utama penanda status kesehatan sebuah keluarga. terdiri dari target pada zona aman dan zona Berdasarkan Pedoman Umum Program Target pada zona aman paling sedikit Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, sebesar 50% setiap bulan dan target pada zona kunjungan rumah dilakukan secara terjadwal prestasi paling sedikit sebesar 90% setiap dan rutin, dengan memanfaatkan data dan informasi dari Profil Kesehatan Keluarga berkunjung ke FKTP sudah mencapai target . amily folde. Dalam menjangkau keluarga, pada zona aman. Hambatan yang dialami puskesmas tidak hanya mengandalkan upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang peserta prolanis rutin berkunjung ke FKTP ada sebagaimana selama ini dilaksanakan, adalah penyebaran informasi belum maksimal. Hal serupa juga dikemukakan oleh Sari . Perlu dengan hasil penelitian di Sukoharjo bahwa pendekatan keluarga melalui kunjungan rumah Rasio pencapaian target MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 ini tidak berarti mematikan UKBM yang ada, pembahasan maka dapat ditarik saran yaitu tetapi memperkuat UKBM yang selama ini Kepada dirasakan masih kurang efektif. Selain itu, diharapkan agar dapat melakukan optimalisasi kegiatan kunjungan rumah merupakan salah pemanfaatan sumber daya, satu strategi untuk mencapai target indikator promotif dan preventif . ermasuk kegiatan angka kontak. Prolanis dan kunjungan ruma. dapat berjalan Dengan Puskesmas Wua-Wua agar kegiatan dengan optimal, dan Kepada seluruh staf rumahnya, puskesmas akan dapat mengenali Puskesmas Wua-Wua diharapkan agar dapat masalah-masalah memberikan informasi yang merata kepada Kepala yang dihadapi keluarga secara lebih menyeluruh. Individu anggota keluarga yang perlu mendapatkan dalam pendekatan promotif dan preventif serta informasi tentang alur pelayanan dimotivasi untuk memanfaatkan pelayanan melalui penyuluhan maupun kegiatan yang Keluarga juga dapat dimotivasi lain yang berada di dalam dan di luar gedung. lingkungan dan berbagai faktor risiko lain yang selama ini merugikan kesehatannya. Maka dari itu, 12 indikator untuk penanda status kesehatan keluarga dapat tercapai dan derajat kesehatan masyarakat akan meningkat. Pencapaian kunjungan rumah dengan pendekatan keluarga mencapai 100/12% atau sekitar 8,33% setiap Kegiatan kunjungan rumah . ome Puskesmas Wua-Wua terlaksana karena belum ada program dari Puskesmas Wua-Wua. Depkes. Thabrany H. dan Hidayat B, ed. Jaminan Pembayaran Kapitasi . FKM UI. AIPHSS. Jaminan Kesehatan Nasional. Martha. E dan Sudarti K. Metodologi Penelitian Kualitatif Kesehatan. Jakarta: Bidang RajaGrafindo Persada. Hilma. Faiza. Pelaksanaan Sistem KBK (Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayana. Glugur Darat Medan. Universitas Sumatra penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan Sistem Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Puskesmas Wua-Wua belum mencapai Berdasarkan UU No. 36 tahun 2009. Tentang kesehatan. Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan DAFTAR PUSTAKA Utara . Rahma. Implementasi Pelayanan Primer Fungsi Pokok Puskesmas Sebagai Gatekeeper dalan Program JKN (Studi di Puskesmas Juwana Kabupaten Pat. Universitas Diponegoro. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 Leksana. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Rasio Rujukan Non Spesialistik Pasien BPJS Kesehatan Di Puskesmas Provinsi DIY dan jawa tengah. Yogyakarta. Universitas Gajah Mada. Faulina. AC. Kajian Pelaksanaan Sistem Rujukan