Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat https://journal. id/index. php/KESMAS P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 P-ISSN: 2477-1880. June E-ISSN: Vol. 10 No. June 2024. Vol. 10 No. Determinants of Smoking Behavior of MA Babul Ulum Mariana Students Banyuasin Regency. South Sumatra Province Nani Sari Murni1. Atma Deviliawati2. Dewi Sayati3. Welly Suwandi4 Penulis Pertama Email:syauqi0809@gmail. STIK Bina Husada Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia1 Penulis Kedua E-mail: atm_2vi@yahoo. STIK Bina Husada Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia2 Penulis Ketiga E-mail: atic_idkisumsel@yahoo. STIK Bina Husada Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia3 Penulis Keempat E-mail: wellysuwandi88@gmail. STIK Bina Husada Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia4 DOI :10. 24903/kujkm. Received : June 2024 Accepted : June 2024 Published : June 2024 P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Abstract Background: Smoking behavior is a community health problem in Indonesia. The percentage of smoking among residents aged Ou15 years in South Sumatra Province (Sumse. in 2022 is 30. The 2019 Global Youth Tobacco Survey showed that the prevalence of smokers in school aged 13-15 years was 19 percent. Objectives:The aim of this research is to analyze the determinants of smoking behavior among MA Babul Ulum Mariana students. Banyuasin Regency. Province of South Sumatera. Research Metodes: The research design is cross sectional. The sample for this research was 33 students at MA Babul Ulum Mariana. Results: The results of univariate analysis show that the majority of respondents were 16 years old . 4%), their father's job was a laborer . 9%), their mother's job was a housewife . %), and most did not participate in extracurricular activities . 9%). %). Most . 8%) stated that there were smokers in their family, and the smoker was their father. The results of bivariate analysis showed that there was a relationship between level of knowledge, attitude, self-control, mother's permissive parenting style, peer conformity, and availability of cigarettes with smoking behavior. However, there is no relationship between the influence of cigarette advertising and the role of teachers with smoking behavior. Conclusion: There was a relationship between level of knowledge, attitude, selfcontrol, mother's permissive parenting style, peer conformity, and availability of cigarettes with smoking behavior. However, there is no relationship between the influence of cigarette advertising and the role of teachers with smoking behavior. Keywords: Determinants. Smoking. Students Abstrak Latar Belakang: Perilaku merokok merupakan masalah kesehatan komunitas di Indonesia. Persentase merokok pada penduduk usia Ou15 tahun di Propinsi Sumatera Selatan (Sumse. tahun 2022 adalah 30,49%. Survei Global Youth Tobacco tahun 2019 menunjukkan prevalensi perokok pada usia sekolah 13-15 tahun adalah 19 persen Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis determinan perilaku merokok pada siswa MA Babul Ulum Mariana. Metode Penelitian:Desain penelitian adalah cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 33 siswa di MA Babul Ulum Mariana. Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden berusia 16 tahun . ,4%), pekerjaan ayahnya adalah buruh . ,9%), pekerjaan ibu adalah ibu rumah tangga . %), dan sebagian besar tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler . ,9%). Sebagian besar . ,8%) menyatakan ada perokok dalam keluarganya, dan perokok tersebut adalah ayahnya. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan, sikap, kontrol diri, pola asuh permisif ibu, konformitas teman sebaya, dan ketersediaan rokok dengan perilaku namun tidak ada hubungan pengaruh iklan rokok, dan peran guru dengan perilaku merokok. Kesimpulan: ada hubungan tingkat pengetahuan, sikap, kontrol diri, pola asuh permisif ibu, konformitas teman sebaya, dan ketersediaan rokok dengan perilaku namun tidak ada hubungan pengaruh iklan rokok, dan peran guru dengan perilaku merokok. Kata kunci: Determinan. Merokok. Siswa. P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. Copyright Notice This work is licensed under Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Perilaku merokok merupakan Indonesia. Data Indonesia untuk persentase merokok pada penduduk usia Ou15 tahun menurut propinsi pada tahun 2020 28,69%, meningkat di tahun 2021 menjadi 28,96%, dan menurun di tahun 2022 menjadi 28,26%. Propinsi Sumatera Selatan (Sumse. menunjukkan data yang berfluktuasi juga, yakni tahun 2020 30,56%, tahun 2021 30,65%, dan tahun 2022 30,49%. Sumsel merupakan propinsi yang menempati urutan ke-6 tertinggi setelah Lampung . ,81%). NTB . ,20%). Bengkulu . ,16%). Jawa Barat . ,07%), dan Banten . ,21%). (Badan Pusat Statistik, 2. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. menunjukkan prevalensi perokok pada usia 10 hingga 18 tahun berjumlah 7,2 persen, naik menjadi 9,1 persen pada Jumlah itu sejalan dengan hasil survei dari Global Youth Tobacco pada 2019 bahwa peningkatan prevalensi perokok pada usia sekolah 13 sampai 15 tahun naik dari 18 persen menjadi 19 Pada tahun 2020. The Tobacco Atlas menempatkan Indonesia pada peringkat ketiga jumlah perokok terbesar di dunia setelah China dan India. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI menyatakan dalam kurun waktu lima tahun perokok usia anak dan remaja meningkat sekitar dua persen lebih, dan lebih dari 27 juta perokok tembakau dewasa di Indonesia berisiko terkena penyakit menular dan tidak (Kemenkes, 2. Hasil survei yang dilakukan di sebuah Kecamatan Kabupaten Malang. Jawa Timur pada 210 siswa SMA yang dilakukan dengan simple random sampling diperoleh hasil bahwa diantara 94% responden . , sebanyak 15,2% teridentifikasi sebagai perokok tetap. Ratarata usia untuk pertama kali merokok adalah 12,1 tahun. Trigger untuk merokok pada remaja dalam penelitian ini adalah warung kopi . ,3%), melihat teman merokok . %), saat musim ujian . ,3%). (Wahyudi, 2. Usia pertama kali merokok umumnya antara 11-13 tahun, dan umumnya individu pada usia tersebut merokok sebelum berusia 18 tahun. Data WHO menyebutkan bahwa jumlah perokok yang ada di dunia sebanyak 30% adalah remaja. Penelitian di Jakarta menunjukkan bahwa 64,8% pria dengan usia di atas 13 tahun adalah perokok. Perokok laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah perokok perempuan. Jika diuraikan menurut umur, prevalensi perokok laki-laki paling tinggi pada umur 15-19 tahun. Remaja laki-laki umumnya mengkonsumsi 11-20 batang per hari . ,8%), dan yang mengkonsumsi lebih dari 20 batang per hari sebesar 5,6%. Yayasan Indonesia (YKI) P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. menemukan 27,1% dari 1. 961 responden pelajar pria SMA/SMK telah mulai atau bahkan terbiasa merokok. Umumnya siswa kelas satu menghisap satu sampai empat batang per hari, sementara siswa kelas tiga mengkonsumsi rokok lebih dari sepuluh batang per hari. (Sirait, 2. Penelitian di Surabaya. Jawa Timur mengidentifikasi alasan remaja di Surabaya diperoleh hasil bahwa sumber pengaruh terbesar remaja mencoba merokok berasal dari teman . ,65%), bahaya merokok yang paling banyak diketahui adalah kanker paru . ,4%) dan informasi ini paling banyak diketahui dari bungkus rokok . ,2%). Sebagian besar responden telah mengetahui bahaya merokok, tetapi tetap mempertahankan sikap merokok . ,2%). Hal ini dipengaruhi oleh aspek psikologi, seperti dapat melepaskan stress . ,9%), dan merasa tenang ketika merokok . ,0%). Perilaku merokok dipertahankan untuk memenuhi kepuasan (Almaidah et al. , 2. Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa perilaku merokok berhubungan dengan tingkat pengetahuan (Ariasti and Ningsih, 2. (Wijayanti. Dewi and RifqatussaAoadah, 2. (Deve. Romeo and Ndoen, 2. (Alamsyah and Nopianto, 2. (Rahayuningsih, 2. (Eni et al. , 2. (Amira. Hendrawati and Senjaya, 2. (Pangestu. Cahyo and Kusumawati, 2. (Prautami and Rahayu, 2. (Fransiska Firdaus, 2. (Nuradela et al. , 2. (Malaha et al. (Maseda, 2. (Riyadi Handayani, 2. (Juniati. Yulisutomo and Asmawariza, 2. (Umari 2. (Solihin lingkungan/dukungan keluarga (Ariasti and Ningsih, 2. (Amira. Hendrawati and Senjaya, 2. (Febrianika. Widjanarko and Kusumawati, 2. jenis kelamin (Wijayanti. Dewi and RifqatussaAoadah, 2. (Rahayuningsih, 2. (Nuradela et , 2. usia (Wijayanti. Dewi and RifqatussaAoadah, 2. (Nuradela et al. pengalaman (Wijayanti. Dewi and RifqatussaAoadah, 2. sikap (Wijayanti. Dewi RifqatussaAoadah, 2. (Alamsyah Nopianto, 2. (Amira. Hendrawati and Senjaya, 2. (Pangestu. Cahyo and Kusumawati, 2. (Prautami Rahayu, 2. (Nuradela et al. , 2. (Wijayanti. Dewi and RifqatussaAoadah, 2. (Riyadi and Handayani, 2. (Indra. Edison and Lestari, 2. kontrol diri (Setiawan. Setiawati and Lestari, 2. (Runtukahu. Sinolungan and Opod, 2. merokok teman sebaya dan dukungan teman sebaya (Deve. Romeo and Ndoen, 2. (Amira. Hendrawati and Senjaya, 2. (Pangestu. Cahyo and Kusumawati, 2. (Fransiska and Firdaus, 2. (Solihin et al. , 2. (Febrianika. Widjanarko and Kusumawati, 2. (Purba, 2. (Dwi Setiyanto, 2. (Irwan Nule, 2. (Nuroniyah and Barida, 2. (Ernadi and Rahman, 2. (Sari, 2. citra diri (Deve. Romeo and Ndoen, 2. pengaruh orangtua (Fransiska and Firdaus, 2. (Solihin 2. (Purba, 2. (Nuroniyah and Barida, 2. kepribadian (Purba, 2. pengaruh iklan (Alamsyah and Nopianto, 2. (Amira. Hendrawati and Senjaya, 2. (Fransiska and Firdaus, 2. (Nuradela et al. P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. (Purba, 2. (Irwan and Nule, 2. (Afif and Astuti, 2. stres (Safitry. Anggraini and Putri, 2. (Kurnela, 2. kegiatan ekstrakurikuler (Alamsyah and Nopianto, 2. fasilitas dan sarana prasarana (Amira. Hendrawati and Senjaya, 2. (Pangestu. Cahyo and Kusumawati, 2. keinginan dalam diri remaja tersebut (Febrianika. Widjanarko and Kusumawati, 2. (Nuroniyah and Barida, 2. (Akmal. Widjanarko and Nugraha, 2. lingkungan (Nuroniyah and Barida, 2. (Erika and Dany, 2. jenis pekerjaan orang tua, jumlah perokok (Rahayuningsih, 2. persepsi individu (Rahayuningsih, 2. (Riyadi Handayani, 2. (Febrianika. Widjanarko and Kusumawati, 2. (Binita. Istiarti and Widagdo, 2. iklan rokok (Solihin et al. (Ariani, 2. peringatan visual pada bungkus rokok (Aldani. Usman and Tahlil, 2. (Wibowo and Widyatuti, 2. (Agus Sukarna, 2. media iklan berupa billboard (Kurniawan. Arifuddin and Masrida, 2. pola komunikasi keluarga (Attaqy. Fithria and Hartaty, 2. (Fransiska and Firdaus, 2. (Jannah and Yamin, 2. ketersediaan rokok (Solihin et al. , 2. (Yanti and Gunawan, 2. konformitas teman sebaya (Rahmah and Ahmad, 2. (Haini, 2. (Priyanti and Silaen, 2. pola asuh permisif ibu (Haini, 2. (Sanjiwani and Budisetyani, 2. kepercayaan diri (Priyanti and Silaen, konsep diri (Napitupulu, 2. peran guru (Agus Sukarna, 2. Berdasarkan latar belakang diatas maka tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis determinan perilaku merokok pada siswa MA Babul Ulum Mariana Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah cross Penelitian dilakukan di MA Babul Ulum Mariana Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan, pada bulan November-Desember 2023. Populasi adalah seluruh siswa di MA Babul Ulum Mariana, berjumlah 39 siswa. Sampel berjumlah 33 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang telah disusun sebelumnya. Sebelum dilakukan wawancara, responden menandatangani informed consent. Analisis data dimulai dengan univariat, kemudian dilanjutkan Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. HASIL PENELITIAN Hasil penelitian dari analisis univariat dan bivariat disajikan pada tabel-tabel di bawah ini. Hasil Analisis Univariat Hasil analisis univariat sebagaimana tabel 1 di bawah ini: Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Variabel Usia. Pekerjaan Orang Tua, dan Kegiatan Ekstrakurikuler yang diikuti Oleh Responden di MA Darul Ulum Mariana Kabupaten Banyuasin Tahun 2023 Variabel Frek Usia 15 tahun 16 tahun 17 tahun 18 tahun Jumlah P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. Pekerjaan Ayah Buruh Kepala desa Kepala dusun Petani Jumlah Pekerjaan Ibu Buruh IRT Jumlah Kegiatan Ekstrakurikuler yang Paskibra Paskibra Pramuka Pramuka Tidak ikut Jumlah Keberadaan Perokok dalam Keluarga Ada Tidak ada Jumlah Siapa yang menjadi Perokok dalam Keluarga Ayah Pernah Mencoba Merokok Tidak Jumlah Usia Mencoba Merokok (Tahu. Jumlah Perilaku Merokok Tidak Jumlah Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 16 tahun . ,4%), pekerjaan ayahnya adalah buruh . ,9%), pekerjaan ibu adalah ibu rumah tangga . %), dan sebagian besar tidak mengikuti . ,9%). Kemudian, tabel 1 juga menunjukkan . ,8%) keluarganya, dan perokok tersebut adalah Data pendukung terkait perilaku merokok yakni dari 33 responden terdapat 25 responden . ,8%) mempunyai anggota keluarga yang perokok yakni ayahnya, serta 24 responden . ,7%) pernah mencoba merokok, 45,8% mencoba merokok pada usia 15 tahun. Selanjutnya, dari 33 responden terdapat 14 responden . ,4%) yang menjadi perokok. Hasil Analisis Bivariat Hasil analisis bivariat sebagaimana tabel 2 di bawah ini: Tabel 2. Hubungan Tingkat Pengetahuan. Sikap. Kontrol Diri. Pola Asuh Permisif Ibu. Konformitas Teman Sebaya. Pengaruh Iklan Rokok. Ketersediaan Rokok, dan Peran Guru Dengan Perilaku Merokok di MA Darul Ulum Mariana Kabupaten Banyuasin Tahun 2023 Perilaku Merokok Tidak Tingkat Pengetahuan Tinggi 9 90,0 1 10,0 10 43,5 13 56,5 Rendah Jumlah Sikap Positif 17 73,9 6 26,1 2 20,0 8 80,0 Negatif Jumlah Kontrol Diri Total Variabel Nilai P PR . CI) 0,021 2,070 ,2433,. 0,007 3,696 ,04513,. P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. Baik 10 90,9 9 40,9 13 Kurang Jumlah Pola Asuh Permisif Ibu Tidak 9 90,0 10 43,5 13 Jumlah Konformitas Teman Sebaya 0,021 Tidak 8 88,9 11 45,8 Jumlah Pengaruh Iklan Rokok Tidak 10 45,5 9 81,8 Berpeng Jumlah Ketersediaan Rokok Tidak 14 77,8 5 33,3 Tersedia Jumlah Peran Guru 16 64,0 Tidak 3 37,5 Jumlah 0,047 0,009 0,067 0,010 0,238 Tabel 2 menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan . ilai p 0,. , sikap . ilai p 0,. , kontrol diri . ilai p 0,. , pola asuh permisif ibu . ilai p 0,021, konformitas teman sebaya . ilai p 0,. , dan ketersediaan rokok . ilai p 0,. dengan perilaku merokok . ilai p<), sedangkan pengaruh iklan rokok dan peran guru tidak ada hubungan dengan perilaku merokok . ilai p>). Tingkat pengetahuan, sikap, kontrol diri, pola asuh permisif ibu, konformitas teman sebaya, dan pengaruh iklan rokok merupakan faktor risiko untuk terjadinya perilaku merokok (PR>. 2,222 ,300PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan dengan 2,070 perilaku merokok. Hal ini sejalan dengan . ,243penelitian terdahulu yang dilakukan pada 3,. remaja usia 10-19 tahun di Kampung 1,939 Bojong Rawalele. Pondok Gede. Bekasi, . ,185Jawa Barat tahun 2017 yang menunjukkan 3,. hasil pengetahuan berhubungan signifikan dengan perilaku merokok . <0,. (Wijayanti. Dewi and RifqatussaAoadah, 2. Sejalan pula dengan penelitian yang dilakukan pada siswa kelas XI di SMAN 4 Kupang yang menunjukkan bahwa perilaku merokok . value 0,. (Deve. Romeo and Ndoen, 2. Begitu pula penelitian di SMK Negeri 5 2,333 ,094Pekanbaru, menunjukkan hasil bahwa 4,. perilaku merokok. (Alamsyah and Nopianto, 2. Penelitian yang dilakukan di SMA X Semarang dengan sampel 104 siswa, juga menunjukkan hasil bahwa ada dengan perilaku merokok. (Rahayuningsih, 2. Penelitian di SMAN 2 Garut dengan sampel sebanyak 71 responden juga menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku merokok. (Amira. Hendrawati and Senjaya, 2. Penelitian yang dilakukan pada 220 siswa laki-laki di 5 . SMA Negeri di Kota Padang menunjukkan hasil sebagian besar dari mereka memiliki pengetahuan tentang rokok . 3%). (Sari, 2. Sejalan pula dengan penelitian yang dilakukan di SMA PGRI 2 Palembang dengan responden sebanyak 120 orang yang menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. perilaku merokok . ilai p 0,. (Prautami and Rahayu, 2. Penelitian yang dilakukan pada 65 siswa SMA X Kecamatan Payakumbuh. Kabupaten Lima Puluh Kota menunjukkan hasil bahwa responden yang 73,84%, berpengetahuan tinggi 64,6%, dan nilai p pengetahuan adalah 0,038. (Fransiska and Firdaus, 2. Hasil penelitian ini juga hasil ada pengetahuan terhadap perilaku merokok pada remaja di SMA 2 dan SMK 8 Muhammadiyah Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang. (Solihin et al. , 2. Penelitian lainnya yang sejalan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan pada siswa SMK Negeri Tanjungsari Lampung Selatan dengan sampel 78 responden yang menunjukkan hasil dari 78 responden terdapat 15 responden pengetahuan kurang dengan perilaku merokok . ,8%) dan 1 responden pengetahuan kurang dengan perilaku tidak merokok . ,3%). Kemudian siswa dengan pengetahuan baik dengan perilaku merokok terdapat 39 responden . ,9%) dan pengetahuan baik dengan perilaku tidak merokok terdapat 23 responden . ,1%). Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku merokok di SMK Negeri Tanjungsari Lampung Selatan. (Umari et al. , 2. Sejalan pula dengan hasil penelitian di SMA SATAP 4 Gunungsari yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 14 orang . ,7%), yang berpengetahuan baik . ,7%), berpengetahuan cukup 11 . ,7%). Ada hubungan pengetahuan siswa tentang dampak rokok terhadap kesehatan dengan perilaku merokok di SMA SATAP 4 Gunungsari. (Juniati. Yulisutomo and Asmawariza, 2. Penelitian di SMAN 1 Liang Kabupaten Banggai Kepulauan juga menunjukkan hasil ada hubungan pengetahuan dengan perilaku merokok. (Malaha et al. , 2. Begitu pula penelitian yang dilakukan di SMP dan SMA di Kulon Progo Yogyakarta menunjukkan ada pengaruh pengetahuan tentang bahaya merokok melalui sikap remaja . ilai p<0,. dan melalui persepsi kendali perilaku remaja . ilai p<0,. terhadap perilaku merokok. (Riyadi and Handayani, 2. Sejalan pula dengan penelitian yang dilakukan pada remaja putra di SMA Negeri I Tompasobaru yang menunjukkan bahwa 110 remaja putra berpengetahuan baik dan 18 remaja putra berpengetahuan kurang baik, sebanyak 52 remaja putra memiliki perilaku merokok dan 76 remaja putra tidak berperilaku merokok. Terdapat hubungan pengetahuan tentang bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja putra di SMA Negeri I Tompasobaru. (Wijayanti. Dewi and RifqatussaAoadah, 2. Penelitian pada beberapa sekolah SMA/sederajat di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, baik negeri maupun swasta didapatkan hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku merokok siswa . ilai p 0,. (Nuradela et al. , 2. Penelitian terdahulu yang tidak sejalan adalah penelitian yang melibatkan sampel 83 siswa laki-laki pada SMA Kecamatan Pedamaran yang menunjukkan tidak ada hubungan pengetahuan terhadap perilaku merokok . ilai p 0,. (Yanti and Gunawan, 2. Begitu pula penelitian P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. pada siswa SMP di Kota Padang dengan sampel sebanyak 96 siswa diperoleh hasil tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kebiasaan merokok pada siswa SMP di Kota Padang . ilai p 1,. (Rahmadi. Lestari and Yenita, 2. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan sikap dengan perilaku merokok. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan pada remaja usia 10-19 tahun di Kampung Bojong Rawalele. Pondok Gede. Bekasi. Jawa Barat tahun 2017, yang menunjukkan bahwa sikap berhubungan signifikan dengan perilaku merokok . ilai p<0,. (Wijayanti. Dewi and RifqatussaAoadah, 2. Sejalan pula dengan penelitian yang dilakukan pada siswa laki-laki kelas X dan XI di SMK Negeri 5 Pekanbaru dengan sampel 211 responden yang menunjukkan hasil bahwa sikap berhubungan dengan perilaku (Alamsyah and Nopianto, 2. Begitu pula penelitian di SMAN 2 Garut menunjukkan ada hubungan antara sikap dengan perilaku merokok. (Amira. Hendrawati and Senjaya, 2. Sejalan pula dengan penelitian yang dilakukan pada siswa di Kota Pariaman yang melibatkan 277 orang murid laki-laki pada 7 . SMA di Kota Pariaman sebagai responden, yang menunjukkan hasil bahwa sikap positif atau negatif terhadap rokok berhubungan dengan konsumsi rokok murid SMA. Siswa dengan sikap kemungkinan 13 kali lebih besar untuk mengkonsumsi rokok (Indra. Edison and Lestari, 2. Penelitian di SMA PGRI 2 Palembang dengan responden sebanyak 120 orang juga menunjukkan ada hubungan sikap dengan perilaku merokok . ilai p 0,. (Prautami and Rahayu, 2. Penelitian di SMP dan SMA di Kulon Progo Yogyakarta menunjukkan pula bahwa ada pengaruh pengetahuan tentang bahaya merokok melalui sikap remaja . ilai p<0,. dan melalui persepsi kendali perilaku remaja . ilai p<0,. terhadap perilaku merokok. (Riyadi and Handayani, 2. Sejalan pula dengan penelitian yang dilakukan pada remaja putra di SMA Negeri I Tompasobaru yang menunjukkan hasil terdapat hubungan sikap tentang bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja putra di SMA Negeri I Tompasobaru. (Maseda, 2. Penelitian pada beberapa sekolah SMA/sederajat di Kecamatan Lowokwaru. Kota Malang baik negeri maupun swasta, juga menunjukkan hasil didapatkan hubungan signifikan antara sikap dengan perilaku merokok siswa . ilai p 0,. (Nuradela et al. , 2. Penelitian terdahulu yang tidak sejalan adalah penelitian di SMA Kecamatan Pedamaran yang menunjukkan tidak ada hubungan sikap terhadap perilaku merokok . ilai p 0,. (Yanti and Gunawan, 2. Begitu pula penelitian pada siswa SMP di Kota Padang menunjukkan hasil tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan kebiasaan merokok . ilai p 1,. (Rahmadi. Lestari and Yenita, 2. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kontrol diri dengan perilaku Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu di SMA Negeri 1 Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah dengan sampel 205 siswa yang menunjukkan siswa SMA memiliki kontrol diri dan perilaku merokok tingkat sedang. Terdapat P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. hubungan bermakna antara kontrol diri dan perilaku merokok pada siswa SMA, dengan kekuatan korelasi rendah dan arah korelasi negatif yaitu semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah perilaku merokok seseorang. (Setiawan. Setiawati and Lestari, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di SMKN 1 Bitung dengan sampel 176 responden yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku merokok . ilai p 0,. Diperoleh pula nilai r -0,756 artinya semakin tinggi kontrol diri remaja, semakin rendah perilaku merokoknya. Analisis terhadap 44 responden perokok dari total sampel 176, diperoleh nilai r -0,766 dan nilai p 0,000, artinya semakin rendah kontrol diri remaja, semakin tinggi perilaku (Runtukahu. Sinolungan and Opod, 2. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pola asuh permisif ibu dengan perilaku merokok. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang melibatkan 53 siswa laki laki yang merokok di SMA Negeri 1 Banyudono 2020. Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan positif sangat signifikan antara pola asuh permisif dengan perilaku merokok . ilai Fhitung 8,259, nilai p 0,. , terdapat hubungan negatif signifikan antara pola asuh permisif dengan perilaku merokok . ilai koefisien . -0,241, nilai p 0,. (Haini, 2. Sejalan pula dengan penelitian di SMA Negeri 1 Semarapura dengan subjek penelitian adalah 75 siswa laki-laki yang menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh permisif ibu dan perilaku merokok dengan koefisien korelasi 0,493. Diperoleh pula koefisien determinasi bernilai 0,243 yang artinya pola asuh permisif ibu berkontribusi terhadap perilaku merokok sebesar 24,3%. (Sanjiwani and Budisetyani, 2. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan konformitas teman sebaya dengan perilaku merokok. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu pada siswa kelas XI di SMAN 4 Kupang dengan sampel 71 responden yang menunjukkan hasil bahwa teman sebaya berhubungan dengan perilaku merokok . ilai p 0,. (Deve. Romeo and Ndoen, 2. Sejalan pula dengan penelitian yang dilakukan pada siswa kelas XI di SMA Parulian 2 Medan yang menunjukkan bahwa pengaruh teman sebaya sebesar 24%. (Purba, 2. Hasil penelitian ini sejalan pula dengan penelitian di SMK 2 Limboto yang menunjukan hasil ada hubungan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku merokok . ilai p 0,. (Irwan and Nule, 2. Penelitian terdahulu lainnya yang sejalan adalah penelitian yang dilakukan pada semua siswa laki-laki yang tersebar pada 2 sekolah SMA Negeri di Kecamatan Juai Kabupaten Balangan yang menunjukkan hasil ada pengaruh teman sebaya dengan perilaku merokok . ilai p 0,. (Ernadi and Rahman, 2. Sejalan pula dengan penelitian yang dilakukan di SMAN 2 Garut dengan sampel 71 responden yang menunjukkan ada hubungan antara teman sebaya dengan perilaku merokok. (Amira. Hendrawati and Senjaya, 2. Penelitian sejalan lainnya adalah yang dilakukan pada siswa di Kota Pariaman, yang melibatkan 277 orang murid laki-laki pada 7 . SMA di Kota Pariaman sebagai responden yang menunjukkan hasil bahwa teman sebaya P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. berhubungan dengan konsumsi rokok murid SMA. Siswa dengan teman sebaya yang merokok berkemungkinan 5 kali lebih besar akan berperilaku merokok. (Indra. Edison and Lestari, 2. Penelitian yang dilakukan pada 220 siswa laki-laki di 5 . SMA Negeri di Kota Padang menunjukkan hasil 59,1% siswa laki-laki SMA di Padang merokok. Sebagian besar dari mereka memiliki teman sebaya perokok . ,5%). Siswa yang memiliki teman sebaya perokok 10,1 kali lebih mungkin untuk memulai merokok (OR 10,1, 95% CI 5,5-19,. (Sari, 2. Penelitian yang dilakukan pada remaja putra SMA X Kecamatan Payakumbuh. Kabupaten Lima Puluh Kota dengan sampel 65 siswa menunjukkan hasil bahwa responden yang mendapatkan pengaruh teman 60%, dan ada pengaruh teman sebaya . ilai p 0,. (Fransiska and Firdaus, 2. Sejalan pula dengan penelitian di SMA 2 dan SMK 8 Muhammadiyah Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang yang menunjukkan ada pengaruh peran teman sebaya terhadap perilaku merokok pada remaja (Solihin et , 2. Sejalan pula dengan penelitian pada siswa kelas X SMA Negeri 70 Jakarta yang menunjukkan hasil ada pengaruh signifikan antara kepercayaan diri dengan perilaku merokok dengan arah korelasi positif, ada pengaruh yang signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku merokok dengan arah korelasi negatif, dan ada pengaruh yang signifikan antara kepercayaan diri dan konformitas teman sebaya dengan perilaku merokok dengan arah korelasi positif. (Priyanti and Silaen, 2. Penelitian terdahulu lainnya di SMA Negeri 1 Banyudono 2020 menunjukkan ada hubungan positif sangat signifikan antara konformitas dengan perilaku merokok . ilai Fhitung 8,259, nilai p 0,. , dan terdapat hubungan negatif sangat signifikan antara konformitas dengan perilaku merokok . ilai koefisien . -0,485, nilai p 0,. Variabel pola asuh permisif dan konformitas terhadap perilaku merokok sebesar 24,8%. (Haini, 2. Begitu pula penelitian di SMA 1 & 2 Mamuju yang menunjukkan korelasi antara konformitas teman sebaya dengan perilaku merokok pada siswa SMA laki-laki. Semakin seseorang konformistis dengan kelompok teman sebayanya maka semakin tinggi pula kecenderungannya untuk menunjukkan perilaku merokok. (Rahmah and Ahmad, 2. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang melibatkan sampel 83 siswa laki-laki pada SMA Kecamatan Pedamaran yang menunjukkan hasil tidak ada hubungan pengaruh teman terhadap perilaku merokok . ilai p 0,. (Yanti and Gunawan, 2. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pengaruh iklan rokok dengan perilaku merokok. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan pada siswa kelas XI di SMA Parulian 2 Medan yang menunjukkan hasil bahwa pengaruh iklan sebesar 25%. (Purba, 2. Tidak sejalan pula dengan penelitian di SMK 2 Limboto yang menunjukan hasil bahwa ada hubungan antara paparan iklan rokok dengan perilaku merokok . ilai p 0,. (Irwan and Nule, 2. Hasil penelitian ini tidak sejalan juga dengan penelitian terdahulu yang dilakukan pada siswa laki-laki kelas X dan XI di SMK Negeri 5 Pekanbaru dengan sampel 211 responden yang menunjukkan P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. hasil bahwa iklan rokok berhubungan dengan perilaku merokok. (Alamsyah and Nopianto, 2. Penelitian terdahulu yang dilakukan di SMKN Sedayu Bantul dengan sampel berjumlah 50 siswa menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap iklan rokok dengan perilaku merokok pada remaja . Hal tersebut menunjukkan bahwa jika persepsi terhadap iklan rokok positif maka perilaku merokok pada remaja cenderung tinggi, sebaliknya jika persepsi terhadap iklan rokok negatif maka perilaku merokok pada remaja akan cenderung Sumbangan efektif persepsi iklan rokok terhadap perilaku merokok sebesar 39,2% artinya masih terdapat beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi meningkatnya perilaku merokok pada remaja sebesar 60,8%. (Afif and Astuti, 2. Tidak sejalan pula dengan penelitian yang melibatkan 277 orang murid laki-laki pada 7 . SMA di Kota Pariaman sebagai responden dengan hasil analisis adalah tingkat paparan iklan rokok berhubungan dengan konsumsi rokok murid SMA. Siswa yang sering terpapar dengan iklan rokok memiliki kemungkinan 1,7 kali akan berperilaku merokok. (Indra. Edison and Lestari, 2. Penelitian pada remaja putra SMA X Kecamatan Payakumbuh. Kabupaten Lima Puluh Kota menunjukkan hasil bahwa responden yang terpengaruh iklan rokok 58,5%, serta ada pengaruh iklan rokok . ilai p 0,. Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan di SMA 2 dan SMK 8 Muhammadiyah Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang dengan sampel berjumlah 85 siswa laki-laki menunjukkan ada pengaruh paparan iklan rokok terhadap perilaku merokok pada (Solihin et al. , 2. Penelitian di SMA Negeri 4 Semarang menunjukkan hasil ada hubungan antara iklan terhadap sikap merokok . ilai p 0,. , namun tidak ada hubungan antara iklan terhadap perilaku merokok . ilai p 0,. (Ariani, 2. Hasil penelitian ini tidak sejalan pula dengan penelitian yang dilakukan pada beberapa SMA/sederajat di Kecamatan Lowokwaru. Kota Malang menunjukkan hasil ada hubungan signifikan antara iklan di televisi . ilai p 0,. , dan media luar ruang . ilai p 0,. Sedangkan untuk iklan di beberapa media lain tidak berhubungan signifikan dengan perilaku merokok siswa. Kemudian pada jumlah jenis media, iklan di media luar ruang dan persepsi terhadap iklan rokok bukan menjadi faktor penentu utama perilaku merokok. (Nuradela et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan ketersediaan rokok dengan perilaku merokok. Hal ini sejalan dengan penelitian pada 7 . SMA di Kota Pariaman yang menunjukkan hasil bahwa ketersediaan rokok dan akses memperoleh rokok berhubungan dengan konsumsi rokok murid SMA. Siswa dengan ketersediaan rokok membuka peluang 4 kali lebih besar dalam merokok. Kemudahan memungkinkan 3 kali lebih besar dalam (Purba, 2. Penelitian pada remaja putra SMA X Kecamatan Payakumbuh. Kabupaten Lima Puluh Kota menunjukkan bahwa responden yang mudah mendapatkan rokok 58,5%, serta kemudahan mendapatkan rokok nilai p 0,0001. (Fransiska and Firdaus, 2. Sejalan pula dengan penelitian yang P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. menunjukkan ada pengaruh ketersediaan rokok terhadap perilaku merokok pada remaja di SMA 2 dan SMK 8 Muhammadiyah Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang. (Solihin et al. , 2. Begitu pula dengan penelitian di SMA Kecamatan Pedamaran yang menunjukkan hasil ada hubungan ketersediaan rokok terhadap perilaku merokok terhadap perilaku merokok . ilai p 0,. (Yanti and Gunawan, 2. Sejalan pula dengan hasil penelitian pada remaja SMA di Kota Palopo dengan jumlah sampel 302 siswa-siswi SMA yang diambil secara acak dari total empat sekolah yang menunjukkan bahwa berhubungan dengan perilaku merokok remaja setelah dikontrol oleh dukungan Kemudahan mengakses rokok merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku merokok Siswa-siswi mengakses rokok berisiko 4,493 kali untuk merokok dibanding yang tidak mudah mengakses rokok setelah dikontrol oleh pengetahuan, sikap, dan dukungan (Jannah and Yamin, 2. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan peran guru dengan perilaku Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang melibatkan sampel 83 siswa laki-laki pada SMA Kecamatan Pedamaran yang berperilaku merokok 93,0%, dan peran guru 57,7%. Hasil analisis data didapatkan tidak ada hubungan peran guru terhadap perilaku merokok . ilai p 0,. (Yanti and Gunawan, 2. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan di SMA 2 dan SMK 8 Muhammadiyah dengan sampel berjumlah 85 siswa laki-laki yang menunjukkan ada pengaruh peran guru terhadap perilaku merokok pada remaja di SMA 2 dan SMK 8 Muhammadiyah Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang. (Solihin et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan pengetahuan, sikap, kontrol diri, pola asuh permisif ibu, konformitas teman sebaya, dan ketersediaan rokok dengan perilaku namun tidak ada hubungan pengaruh iklan rokok, dan peran guru dengan perilaku merokok. Edukasi kesehatan terkait bahaya merokok, pola asuh dan teman sebaya pun menjadi hal yang perlu menjadi perhatian untuk khususnya di kalangan pelajar dan remaja. REFERENSI