Pengawasan Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah: Analisis Kualitas dan Efisiensi Aurelia Aflah Az Zahra1. Ahmad TaAorifin2. Sofianti Tri Lestari3. Sahil Rosikhul Umam Nawawi4. Sri Eka Fitrianingsih5 1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri K. H Abdurrahman Wahid Pekalongan zahra@mhs. id, 2tarifinahmad@gmail. lestari@mhs. id, 4sahil. nawawi@mhs. fitrianingsi@mhs. ABSTRACT: Islamic boarding schools have an important role as broadcasters of Islamic preaching in Indonesia. The existence of this Islamic boarding school requires good supervision in its The aim of this research is to describe the implementation of supervision and the extent to which supervision has been carried out effectively and efficiently at the Bustanul Mansuriyah Islamic boarding school in Rowolaku. Kajen District. Pekalongan Regency. The urgency of this research is to evaluate the effectiveness of the supervision methods applied to improve the quality of education and to minimize potential problems in supervision in Islamic boarding schools. The approach used in this research is a qualitative approach. The results of the research show that supervision of Islamic education at the Bustanul Mansuriyah Islamic boarding school is quite effective, but from a structural perspective there is no supervision within the boarding school. Based on the results of this research, supervision generally starts with each student who has the responsibility to supervise each other. There are no special methods available in educational institutions, they still rely on collective and communicative supervision. Where everyone is involved in security and supervision. In this case, it is then communicated through coordination channels within the management structure of the Bustanul Mansuriyah Islamic boarding school. The involvement of all parties in the implementation of supervision at the Bustanul Mansuriyah Islamic boarding school, as well as the implementation of supervision that is guiding and flexible, is the key to the success of implementing effective and efficient supervision at the Bustanul Mansuriyah Islamic boarding school. Keywords: Supervision. Islamic Education. Islamic Boarding School ABSTRAK: Pondok pesantren memiliki peran penting sebagai lembaga penyiar dakwah agama Islam di Indonesia. Eksistensi pondok pesantren ini memerlukan pengawasan yang baik dalam Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pelaksanaan pengawasan dan sejauh mana pengawasan telah berjalan dengan efeketif dan efisien di pondok pesantren La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Volume 16. No. November 2024 Pengawasan Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah: Analisis Kualitas dan Efisiensi Bustanul Mansuriyah di Rowolaku. Kecamatan Kajen. Kabupaten Pekalongan. Urgensi penelitian ini untuk mengevaluasi efektivitas metode pengawasan yang diterapkan guna meningkatkan kualitas pendidikan dan untuk meminimalisir potensi permasalahan dalam pengawasan di pondok pesantren. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengawasan pendidikan islam di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah berlangsung cukup efektif, namun dari sisi struktural pengawasan dalam pondok tersebut belum ada. Berdasarkan hasil penelitian tersebut pengawasan secara umum dimulai dari masing-masing santri yang memiliki tanggung jawab untuk saling mengawasi. Metode Khusus yang ada di lembaga pendidikan itu belum ada, masih mengandalkan pengawasan secara kolektif dan Dimana setiap orang terlibat dalam hal keamanan dan pengawasan. Dalam hal ini, kemudian dikomunikasikan melalui jalur koordinasi dalam struktur pengurus pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. Keterlibatan semua pihak dalam jalannya pengawasan di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah, serta pelaksanaan pengawasan yang bersifat membimbing dan fleksibel menjadi kunci keberhasilan terlaksananya pengawasan yang efektif dan efisien di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. Kata Kunci: Pengawasan. Pendidikan Islam. Pondok Pesantren PENDAHULUAN Pendidikan Islam di Indonesia memiliki peran yang sangat vital dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Di antara berbagai bentuk lembaga pendidikan yang ada, pondok pesantren menjadi salah satu institusi yang memiliki tempat khusus dalam Selain berfungsi sebagai tempat pendidikan agama, pondok pesantren juga berperan dalam pengembangan sosio-kultural dan ekonomi komunitas. Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang dikenal luas di kalangan masyarakat, baik dari segi kualitas pendidikan maupun metode Dalam konteks pengawasan pendidikan, efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program pendidikan di pondok pesantren menjadi isu penting untuk diteliti. Pengawasan pendidikan menyangkut regulasi, akuntabilitas, dan monitoring yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran serta pengelolaan sumber daya. Adanya pengawasan yang baik dapat memastikan bahwa proses pendidikan di pesantren berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, yaitu menghasilkan santri yang tidak hanya menguasai ilmu agama tetapi juga siap berkontribusi secara positif dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan utama: Apa saja indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah? Dan bagaimana efisiensi pengelolaan sumber daya pendidikan di pesantren ini? Dengan fokus pada analisis kualitas dan efisiensi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai praktik pengawasan pendidikan di Volume 16. No. November 2024 La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Aurelia Aflah Az Zahra, dkk pengembangan lembaga pendidikan Islam, khususnya di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah. Melalui metode penelitian kualitatif dan pengumpulan data yang komprehensif, diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang pengawasan pendidikan di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah, serta kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pendidikan Islam secara keseluruhan. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat tidak hanya bagi pihak pengelola pesantren, tetapi juga menjadi referensi bagi praktisi pendidikan Islam di berbagai lembaga lainnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam pengawasan pendidikan Islam di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah. Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali informasi secara rinci dan melakukan analisis terhadap kompleksitas faktorfaktor yang memengaruhi kualitas dan efisiensi pengawasan pendidikan di pesantren Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Adapun sebagai pelengkap dari metode observasi dan wawancara, yaitu dengan studi dokumen. Subyek penelitian ini yaitu kyai dan santri. Sumber data primer berasal dari hasil observasi dan wawancara dengan lurah dan santri pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. Sementara untuk sumber data sekunder berasal dari hasil studi dokumen serta berbagai literatur yang relevan. HASIL PENELITIAN Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengawasan pendidikan Islam di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah berlangsung cukup efektif, namun pondok pesantren Bustanul Mansuriyah belum memiliki pengawasan secara struktural. Berdasarkan hasil penelitian, pengawasan dilakukan secara umum dimulai dari masing-masing santri yang memiliki tanggung jawab untuk saling mengawasi. Pelaksanaan pengawasan di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah hanya dilakukan pengawasan secara kolektif dan komunikatif, hal ini dikarenakan pondok pesantren Bustanul Mansuriyah belum memiliki metode khusus dalam pelaksanaan pengawasan. Namun dalam berbagai literatur yang relevan, jika ditinjau berdasarkan proses pengawasan di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah, metode pengawasan yang digunakan di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah termasuk jenis metode pengawasan kualitatif. Metode kualitatif ini dilaksanakan untuk mengawasi aktivitas atau perilaku santri, kegiatan santri di luar pondok, maupun izin keluar kompleks pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. Adapun La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Volume 16. No. November 2024 Pengawasan Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah: Analisis Kualitas dan Efisiensi jenis pengawasan yang dilakukan adalah pengawasan internal, tidak ada pengawasan secara eksternal. Dalam hal ini, tidak hanya pimpinan pondok dan pengawasan dari pengurus pondok pesantren saja, namun setiap orang yang berada di pondok pesantren Bustanul Manusriyah juga ikut berkontribusi dalam berjalannya keamanan dan Dalam hal ini, kemudian dikomunikasikan melalui jalur koordinasi dalam struktur pengurus pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. Keterlibatan semua pihak dalam jalannya pengawasan di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah, serta pelaksanaan pengawasan yang bersifat membimbing dan fleksibel menjadi kunci keberhasilan terlaksananya pengawasan yang efektif dan efisien di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. PEMBAHASAN Pengawasan di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah Pengawasan adalah suatu proses yang dirancang khusus untuk membantu pengasuh dan guru pondok pesantren mengetahui lebih banyak tentang operasional sehari-hari di sekolah atau madrasah. (Sumarto, 2. Pekerjaan yang telah selesai dievaluasi dan direvisi agar pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana awal. (Priansa, 2. Pengawasan melibatkan penetapan standar kinerja dengan tujuan yang direncanakan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan aktual dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, mengidentifikasi dan mengukur penyimpangan, dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan. (Mutakallim, 2. Tujuan pengawasan adalah untuk memastikan apa yang direncanakan menjadi kenyataan. (Handoko, 2. Selain itu, juga untuk menghalangi atau memperbaiki penyimpangan, kesalahan, ketidaksesuaian, dan hal-hal lain yang tidak berdasarkan tugas dan wewenang yang telah ditetapkan. Tujuan utama pengawasan di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah diantaranya yang pertama, terciptanya lingkungan pondok pesantren yang aman dan nyaman bagi para santri. Kedua, mendukung pelaksanaan kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah. Adapun visi misi pondok pesantren Bustanul Mansuriyah, sebagai Visi : AuMewujudkan generasi berakhlakul karimah, berilmu dan mampu menjawab tantangan zaman sesuai nilaiAenilai Ahlussunah WaljamaahAy Misi : 1. Melaksanakan pendidikan berbasis kitab kuning. Menjadikan santri yang mampu mengintegrasikan ilmu. Melaksanakan pendidikan ketrampilan santri. Menadikan santri kuat secara keilmuan dan ekonomi. Manajemen Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah Volume 16. No. November 2024 La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Aurelia Aflah Az Zahra, dkk Perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, dan pengawasan dalam mengelola sumber daya guna mencapai tujuan pendidikan dengan efektif dan efisien disebut manajemen pendidikan. Manajemen pendidikan sendiri perlu diperhatikan dalam masing-masing instansi pendidikan. Karena manajemen merupakan jalan petunjuk mau dibawa kemana sistem pendidikan yang kita gunakan. Maka dari itu kami melakukan penelitian dengan memantau pelaksanaan lembaga pendidikan tersebut. Pelaksanaan manajemen islam di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah Pelaksanaan manajemen pendidikan Islam di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah ini berjalan dengan lancar, disertai sedikit kendala yang menjadikan evaluasi dan pengawasan berperan untuk meningkatkan manajemen islam di Pondok Bustanul Mansuriyah. Lokasi pesantren ini cukup strategis dengan artian pendidikan pondok pesantren yang non formal berdekatan dengan sekolah formal seperti SD. SMP. SMA bahkan sampai perguruan tinggi. Meski fasilitas tempat tidak begitu luas tetapi ciri khas pondok pesantren salaf sangat kental di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah ini. Seperti bentuk kesederhanaan ruangan yang digunakan untuk tempat istirahat para santri. Hal tersebut tidak menjadi halangan untuk tetap menuntut ilmu dan barokah kepada para masyayikh. Ditinjau dari manajemen pembelajaran di pesantren ini cukup padat, sebagaimana pembelajaran di sekolah umum yang tersusun secara sistematis. Dalam pondok pesantren ini pembelajaran yang sistematis dapat disebut dengan Madrasah Diniyah. Tingkatannya mulai dari tingkat Ibtida yang setara dengan SD, tingkat Tsanawi setara dengan SMP dan tingkat Aliyah setara dengan SMA. Pada setiap tingkatan madrasah didukung dengan mata pelajaran yang berbeda sesuai dengan tingkatan madrasah. Dalam setiap tingkatan diusahakan memasukkan mata pelajaran nahwu, sorof, fiqh, tauhid, tajwid, tarikh dan lain-lain. Tetapi perbedaan tingkatan tidak menjadi perubahan pelaksanaan pembelajaran di pesantren ini. Pelaksanaan pembelajaran aktif dimulai baAoda isyaAo hingga selesai. Selain ada ngaji Madrasah Diniyah, di pesantren ini juga ada ngaji bandongan dimana ngaji ini sifatnya bebas diikuti siapa saja dan tidak diwajibkan bagi santri tetapi hukumnya Sunnah Muakkad. Pada ngaji bandongan ini mempelajari tafsir dan hadits yang langsung diampu oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah yang berlangsung selama 1 jam. Selain itu juga ada cabang tahfidz putri bagi yang ingin menghafalkan Al-QurAoan di pondok ini. Hal tersebut didukung dengan tersedianya Gedung tersendiri yang membantu kefokusan santri dalam menghafal. Kegiatan pun terisi dari bangun tidur murojaah, setoran dan semaan Al-QurAoan. Tidak lupa pula disisipkan tafsir AlQurAoan guna memahami apa yang sudah santri hafalkan. La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Volume 16. No. November 2024 Pengawasan Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah: Analisis Kualitas dan Efisiensi Untuk memudahkan sistem kerja dan koordinasi, para asatidz dan pengurus pondok pesantren mengadakan rapat guna mengevaluasi bagian-bagian yang perlu diperbaiki dalam pendidikan pesantren dan meningkatkan kualitas generasi bangsa Indonesia. Umumnya rapat membahas acara yang berlangsung di hari besar islam seperti contohnya pada hari IsraAo MiAoraj Nabi Muhammad. Maulid Nabi dan lain-lain. Selain itu dalam peninjauan pendidikan pesantren, rapat membahas mengenai ujian tengah semester dan akhir semester, penulisan raport dan ijazah Walaupun tidak menutup kemungkinan adanya rapat-rapat insidentil untuk hal-hal yang mendesak dan urgent. Strategi Pelaksanaan pengawasan pendidikan Islam di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah Keberhasilan pengajaran dan peningkatan kualitas terletak pada peran Yayasan, dewan asatidz, pengurus pondok pesantren, komite pondok dan yang paling utama adalah para santrinya. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, tujuan terbangunnya pondok pesantren akan terwujud dan akan selalu meningkat serta program-program berjalan dengan lancar. Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah. Ahmad Muzaki menyampaikan bahwa pondok ini didesain fleksibel mengikuti kegiatan para santri yang kebanyakan merangkap pendidikannya dengan sekolah formal. Sudah menjadi tugas pengurus pondok untuk memadukan kedua background pendidikan yang berbeda sehingga tidak berat sebelah ketika melakukan pelaksanaan pembelajaran. Sehingga diaturlah jadwal belajar pondok dan sekolah supaya tidak bertabrakan yang mengakibatkan terganggunya keefektifan pembelajaran dari salah satu pihak. Selain itu, supaya tidak tertinggal dalam bidang IPTEK, pondok juga membolehkan santrinya berkreatifitas dengan dukungan alat elektronik masing-masing. Bukan hanya itu saja, alat elektronik juga dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran santri di pondok. Seperti mencari mufrodat yang susah ditemukan di kamus, mencari referensi kitab lain tanpa ribet. Hal tersebut data membawa dampak positif bagi para santri. Meskipun tak lain dan tak bukan tergantung pada penggunaan individu para santri. Untuk meningkatkan pembelajaran, pengasuh pondok mengharapkan metode salaf/kuno tetap eksis dalam gempuran teknologi yang berkembang pesat. Justru metode salaf/kuno lebih efektif diterapkan pada pondok pesantren yang mendalami ilmu kitab kuning. Bukan hanya keefektifannya saja, metode ini juga mengandung barokah yang dapat memunculkan bibit-bibit generasi bangsa yang Volume 16. No. November 2024 La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Aurelia Aflah Az Zahra, dkk islami dan nasionalis. Metode salaf yang diterapkan ada 2 yaitu Bandongan dan Sorogan. Kedua metode tersebut juga diterapkan dalam zaman Rasulullah mengajarkan ilmu kepada para sahabatnya. Maka dari itu metode ini tidak asing dilakukan para salafussaleh untuk menuntut ilmu. Pondok pesantren merupakan warisan yang ditinggalkan oleh Rasulullah maka tak heran bila pengajaran dan proses pembelajaran tidak beda jauh dengan zaman kuno/salaf. Bukan hanya dituntut untuk bisa membaca kitab kuning dan bisa mengaji, santri juga dituntut untuk dapat menyebarkan kebaikan lewat mana saja, termasuk sosial media. Maka bukan tanpa alasan alat elektronik diperbolehkan di pesantren ini, selain digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Hasilnya ada banyak santri yang berhasil menyebarkan kebaikan lewat konten di sosial media. Dengan adanya ini, pengasuh sangat yakin bahwa pondok ini akan dapat berkembang sedikit demi sedikit dengan cara membenahi kendala-kendala yang ada. Pengawasan yang telah terlaksana bertujuan untuk memantau sistem kinerja pengajar dengan memperhatikan kualitas pembelajaran dan sistem pengajaran Pengawasan juga faktor pendukung untuk peningkatan sistem pembelajaran pada pondok pesantren. Dengan adanya rapat rutinan yang diadakan setengah semester sekali guna mengevaluasi hasil belajar santri dengan diadakannya ujian tengah dan akhir semester bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren. Berawal dengan manajemen dan pembelajaran di pondok pesantren ini cukup membanggakan. Beberapa prestasi yang telah diraih santri adalah Juara II oleh santriwati kategori lomba cipta lagu, serta membuahkan hasil pada bidang olahraga yaitu Juara I lomba futsal dalam rangka memperingati hari santri se Kab/Kota Pekalongan dan juga masih banyak lagi prestasi yang tidak disebutkan. Hal ini karena dukungan minat bakat santri didukung dengan doa para orang tua dan para guru. Metode Pengawasan di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah Pengawasan secara umum di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah dimana setiap santri memiliki tanggungjawab untuk saling mengawasi. Tupoksi pengawasan di ranah santri ada pada seksi keamanan dan dibantu dengan jajaran dewan asatidz. Pondok pesantren Bustanul Mansuriyah belum memiliki metode khusus, hanya dengan mengandalkan pengawasan secara kolektif dan komunikatif. Dalam hal ini, tidak hanya pimpinan pondok dan pengawasan dari pengurus pondok pesantren saja, namun setiap orang yang berada di pondok pesantren Bustanul Manusriyah juga ikut berkontribusi dalam berjalannya keamanan dan pengawasan. Dalam hal ini, kemudian dikomunikasikan melalui jalur koordinasi dalam struktur pengurus pondok pesantren La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Volume 16. No. November 2024 Pengawasan Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah: Analisis Kualitas dan Efisiensi Bustanul Mansuriyah terhadap jalur koordinasi dalam struktur keamanan pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. Adapun struktur pengurus pondok yang merupakan badan pengawasan pondok Bustanul Mansyuriah, sebagai berikut : SUSUNAN DEWAN PELINDUNG DAN PEMBINA PONDOK PESANTREN BUSTANUL MANSURIYAH Dewan Pelindung/Penasehat : K. Ahmad Muzaki Dewan Pembina : 1. Agus Khozinatul Asror Ust. Abdul Rosyid Ust. Abdul Rouf Ust. Khikam Asyari PENGURUS PUTRA PONDOK PESANTREN BUSTANUL MANSURIYAH Ketua Pondok : Moh. Farhan Naufal Sekretaris : 1. Iqbal Fahmi Maulana Bendahara : 1. MuAoaimin Reza Aditiya Keamanan : 1. Dian Tri Sasongko Thoiful Ulya Faaza Labieb Redo Apriyanto Pendidikan : 1. Sahil Rosikhul Umam N. Hadi Asfari Safiq Faiz Kebersihan : 1. Fatih Fuadi Hamzah Kesehatan : 1. Attila Maulana Auditya Abdullah Jawahirul Firdaus Sarana Prasarana : 1. Dandi Infokom : 1. Rafif Musyaffa JamAoiyyah : 1. Naufal Izami Slamet Ngatori Wendy Fauzan Volume 16. No. November 2024 La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Aurelia Aflah Az Zahra, dkk Dalam proses pengawasan sendiri berdasarkan dengan peraturan-peraturan yang dibuat oleh dewan pengasuh. Dimana nantinya hal tersebut disampaikan kepada jajaran pengurus yang secara struktural ada dibawah dewan pengasuh. Peraturanperaturan yang dibuat tentunya disesuaikan dengan tujuan pondok pesantren Bustanul Mansuriyah, serta kebutuhan dan keinginan dari para santri itu sendiri. Peraturan yang telah dibuat tentunya telah dipastikan tidak akan mengganggu berjalannya kegiatan para santri di luar pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. Proses pengawasan yang dilakukan oleh seksi keamanan sendiri meliputi hal-hal yang perlu dikomunikasikan oleh ustad atau ustadzah, para santri kepada seksi keamanan seperti, izin untuk mengikuti aktivitas diluar pondok pesantren, izin pulang dan kembali ke pondok pesantren, dan sebagainya. Sedangkan ikut atau tidaknya para santri dalam rutinitas pondok pesantren seperti ngaji dan sholat berjamaah bersifat fleksibel disesuaikan dengan rutinitas para santri di luar pondok pesantren itu sendiri. Mayoritas dari para santri sedang menempuh jenjang pendidikan formal, sehingga terkait rutinitas ngaji dan sholat berjamaah tidak ada pengawasan yang terlalu ketat. Selain itu juga ada rapat rutinan yang diadakan setengah semester sekali guna mengevaluasi hasil belajar santri. Dengan diadakannya ujian tengah dan akhir semester bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren. Dalam berbagai literature yang relevan, jika ditinjau berdasarkan proses pengawasan di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah, metode pengawasan yang digunakan di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah termasuk jenis metode pengawasan kualitatif. Metode kualitatif ini dilaksanakan untuk mengawasi aktivitas atau perilaku santri, kegiatan santri di luar pondok, maupun izin keluar komplek pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. (Zakiyudin, 2. Faktor Pendukung Terlaksananya Pengawasan di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah Faktor Pendukung Terlaksananya Pengawasan dalam pondok pesantren diantaranya: pertama, kesadaran pengurus dan santri harus bekerjasama dalam pelaksanaan peraturan tersebut dan secara disiplin mematuhi peraturan dan regulasi yang berlaku sehingga dapat memudahkan pelaksanaannya. Kedua, menciptakan lingkungan yang kondusif agar proses pembelajaran dapat berjalan secara maksimal. Ketiga, ketegasan dan keteladanan pengasuh. Dimana dalam hal ini, pengasuh di pondok pesantren tentunya berperan penting dalam menciptakan lingkungan pengasuhan bagi santri. Sikap tegas dan keteladanan mereka dalam mengamalkan kaidah dan nilai-nilai Islam menjadi kunci utama menjaga kedisiplinan dan moral Keempat, keterlibatan orangtua atau wali santri. Dalam hal ini, orang tua santri juga berkontribusi penting dalam mendukung pelaksanaan pengawasan di La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Volume 16. No. November 2024 Pengawasan Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah: Analisis Kualitas dan Efisiensi pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. Komunikasi dan kerjasama yang baik antara pihak pondok pesantren dan orang tua santri sangat diperlukan guna memantau perkembangan dan perilaku santri. Faktor Penghambat Terlaksananya Pengawasan di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah Faktor penghambat terlaksananya pengawasan di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah, diantaranya dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Dari sisi internal, ada budaya pakewuh dimana petugas pengawasan tidak mau menegur pelaku dan memberikan hukuman. (Rahmawati, 2. Selain itu, banyak santri yang juga memiliki aktivitas di luar pondok. Dalam hal ini menjadikan petugas maupun seksi keamanan kerepotan dalam memantau aktivitas para santri. Sedangkan jika dari sisi eksternal, hal-hal dari luar pondok seringkali membawa pengaruh yang sangat besar yang dapat menghambat terlaksannya pengawasan di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. Dimana santri tidak hanya beraktivitas dalam ranah pondok pesantren saja namun juga melakukan aktivitas lain di luar pondok pesantren itu Hal ini tentunya membuat santri bersosialiasi dengan semua orang tanpa memandang latarbelakangnya dan membuat relasi santri semakin meluas. Dalam hal ini tidak dipungkiri adanya peluang santri untuk melakukan kesalahan yang disebabkan oleh pengaruh eksternal. Adanya pengaruh eksternal tersebut yang mendorong santri untuk melakukan hal yang tidak sepantasnya seperti tindakan bullying, dikriminasi, kekerasan dan pelecehan seksual dan sebagainya. Dampak Positif Terlaksananya Pengawasan di Pondok Pesantren Dampak positif terlaksananya pengawasan di pondok pesantren ini dapat menjadikan terlaksananya kegiatan yang ada di pondok pesantren berjalan menjadi lebih baik dan teratur. Terlaksananya pengawasan di pondok pesantren memiliki dampak positif yang signifikan, seperti: Meningkatkan kualitas mutu pendidikan dengan memastikan kurikulum dan metode pengajaran di pondok pesantren untuk memenuhi standar pendidikan yang telah ditetapkan. Adanya pengawasan sendiri merupakan bagian integral dari upaya pencapaian pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. (Laili, 2. Adanya keamanan dan kesejahteraan dalam pengawasan. Dimana kondisi fisik dan keamanan pondok pesantren dapat diawasi secara teratur sehingga dapat menjamin lingkungan belajar dan tempat tinggal santri yang aman dan nyaman. Dapat mencegah penyalahgunaan kekuasaan, pelecehan, atau perilaku tidak etis lainnya yang mungkin terjadi di lingkungan pondok pesantren. Pengembangan Volume 16. No. November 2024 La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Aurelia Aflah Az Zahra, dkk dikembangkan secara optimal baik dalam bidang keagamaan maupun akademik. Peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pondok pesantren, sehingga mendorong pemangku kepentingan untuk mempunyai rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap pengelolaan dan penggunaan sumber daya pondok pesantren. (Rahman, 2. Dampak Negatif Pengawasan di Pondok Pesantren Meskipun pengawasan di pondok pesantren ini memiliki berbagai dampak positif, tetapi ada juga beberapa dampak negatif yang perlu ditinjau kembali, diantaranya sebagai berikut: Munculnya persepsi negatif terhadap pondok pesantren. Pengawasan yang berlebihan dan ketat dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap Pondok Pesantren. Berkurangnya partisipasi masyarakat. Adapun jika pengawasan dilakukan oleh otoritas eksternal yang tidak sepenuhnya memahami kebutuhan dan nilai-nilai lokal, dalam hal ini dapat menyebabkan berkurangnya partisipasi masyarakat dalam operasional pesantren. Biaya tambahan dan beban administrasi terutama bagi pondok pesantren yang memiliki sumber daya terbatas. Dengan demikian sangat penting untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara pengawasan yang diperlukan untuk menjamin keamanan dan mutu pendidikan dengan tetap menjaga otonomi dan nilai-nilai pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan. (Azhar, 2. Pengawasan yang Efektif dan Efisien Pengawasan dalam pondok pesantren Bustanul Mansuriyah dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien, dikarenakan oleh beberapa hal diantaranya semua pihak berkontribusi dalam jalannya pengawasan di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. Dimana jika dilihat dari sisi internal, santri harus mempunyai kesadaran dan dapat Selain tentunya pengawasan dilaksanakan bersifat membimbing dan fleksibel. Pengawasan tidak akan berjalan dengan efektif dan efisien jika pelaksanaan pengawasan terlalu kaku dan adanya pemberian hukuman atau sanksi dengan berlebihan terhadap santri yang melanggar Dalam hal ini, hanya akan memberi tekanan atau beban lebih berat kepada Pemberian hukuman yang berlebihan pada dasarnya tidak efisien, karena tidak La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Volume 16. No. November 2024 Pengawasan Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah: Analisis Kualitas dan Efisiensi membuat santri menjadi takut justru santri tersebut semakin melakukan perbuatan yang tidak sepantasnya. Pemberian hukuman yang tepat dan bersifat membimbing akan memberi edukasi bagi santri, sehingga timbul kesadaran dalam dirinya untuk mengakui kesalahan dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Oleh karena itu, pengawasan akan lebih efektif dan efisien jika pengawasan dilakukan secara fleksibel dan bersifat membimbing. Sedangkan dari sisi eksternal, perlu adanya sarana dan prasarana yang mendukung berjalannya pengawasan tersebut. Dalam hal ini, tidak terlepas dari dukungan struktural pondok pesantren itu sendiri, dengan mendukung dan memfasilitasi atas sarana dan prasarana yang dibutuhkan para santri, ustad/ustadzah, maupun petugas keamanan supaya dalam berjalannya pengawasan tersebut lebih efektif dan efisien. Adapun prinsip pengawasan dengan adanya rencana tertentu dan dikeluarkannya pemberian instruksi-instruksi (Rokhmawati, 2. Dengan demikian prinsip pengawasan perlu dipenuhi guna memperoleh pengawasan yang efektif. KESIMPULAN Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah mempunyai ciri khas pesantren salaf. Jika dilihat dari pengelolaan pembelajaran di pesantren ini, terlihat terstruktur, sangat padat, serta mirip dengan pembelajaran di sekolah umum. Di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah pembelajaran sistematis disebut Madrasah Diniyah. Tingkatannya dimulai dari tingkat Ibtida yang setara dengan sekolah dasar (SD), tingkat Tsanawi yang setara dengan sekolah menengah pertama (SMP), dan tingkat Aliyah yang setara dengan sekolah (SMA). Untuk menggunakan metode salaf/metode lama tetap bertahan meskipun dalam gempuran teknologi yang berkembang pesat. Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah dirancang fleksibel dalam aktivitas santrinya yang sebagian besar merangkap pendidikannya dengan sekolah formal. Jadwal sekolah dan pondok pesantren telah dirancang dengan sedemikian rupa sehingga tidak ada kegiatan pondok pesantren yang dapat mempengaruhi hasil belajar para santri. Selain itu, pondok pesantren Bustanul Mansuriyah memungkinkan santrinya untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mereka dapat mengekspresikan kreativitasnya dengan dukungan perangkat elektronik yang dimilikinya. Sedangkan jika implementasi manajemen pendidikan Islam di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah sudah berjalan dengan baik, namun terdapat beberapa kendala dalam melakukan evaluasi dan pengawasan. Pengawasan yang diterapkan di Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah adalah pengawasan secara umum. Dalam hal ini, semua orang yang berada dalam ranah pondok pesantren juga ikut serta untuk saling mengawasi satu sama lain. Pondok pesantren Bustanul Mansuriyah tidak memiliki metode khusus dalam pelaksanaan pengawasan, hanya melakukan pengawasan secara kolektif dan Volume 16. No. November 2024 La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Aurelia Aflah Az Zahra, dkk Adapun pengawasan yang dilakukan para Asatidz dan pengurus pesantren seperti melakukan pengawasan dengan mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi bidang-bidang yang perlu perbaikan dalam pendidikan pesantren dan meningkatkan kualitas generasi Indonesia. Selain itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan di pesantren, diadakan pertemuan semesteran secara berkala. Adapun untuk hasil belajar santri dievaluasi melalui ujian tengah semester dan ujian akhir. Pengawasan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana perkembangan setiap santri, baik dari aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik. Pengawasan-pengawasan yang telah dilakukan di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah bertujuan untuk memantau sistem kinerja, meningkatkan mutu pendidikan sehingga dapat menghasilkan lulusan berkualitas, serta menjadi faktor pendukung perbaikan sistem pembelajaran di pondok pesantren. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengawasan yang ada di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah telah berjalan dengan baik namun belum memiliki metode khusus dalam pelaksanaan pengawasan. Meskipun belum ada metode khusus yang digunakan, adanya kontribusi semua pihak dalam pengawasan dimana saling berkolaborasi dan komunikasi menjadi kunci keberhasilan berjalannya pengawasan yang efektif dan efisien di pondok pesantren Bustanul Mansuriyah. DAFTAR PUSTAKA